NILAI ETIK DALAM AKUNTANSI SYARIAH

dokumen-dokumen yang mirip
URGENSI ETIKA DALAM AKUNTANSI DILIHAT DARI SUDUT PANDANG ISLAM. Harkaneri

ETIKA PROFESI AKUNTAN DAN PERMASALAHAN AUDIT STUDI KASUS SKANDAL TESCO DAN KAP PwC

MAKALAH AKUNTANSI SYARIAH

ETIKA. Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat.

BAB I PENDAHULUAN. dengan masyarakat. Dalam pasal 1 ayat (2) Kode Etik Ikatan Akuntan. integritas dan obyektivitas dalam melaksanakan tugasnya.

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. akuntan profesional di masa depan yang memiliki kompetensi, integritas, dan

IPTEK DAN SENI DALAM ISLAM

Bismillahirrahmanirrahim

BAB I PENDAHULUAN. munculnya lembaga keuangan baik perbankan, non perbankan serta perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. Akuntan Indonesia (Indonesian Institute of Accountants) yang disingkat IAI.

BAB I PENDAHULUAN. Kemunculan lembaga keuangan syariah di tengah masyarakat di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. laporan keuangan adalah relevan (relevance) dan dapat diandalkan (reliable). Kedua

BAB I PENDAHULUAN. Dalam perkembangannya sistem ekonomi serta sistem yang menopangnya

PENGERTIAN DAN PERANAN ETIKA PROFESI

Analisis Proses Bisnis ETIKA BISNIS LOGO. STMIK PPKIA PRADNYA PARAMITA MALANG

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Statement of Financial Accounting Concept (SFAC) No.2,

FENOMENA EKONOMI SYARI AH MENGUSIK STANDAR AKUNTANSI. Nur Hidayat *) ABSTRAK

ETIKA PROFESI Mia Fitriawati, M.Kom.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam melakukan penelitian ini. Berikut dipaparkan hasil penelitian terdahulu

PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang

Kewajiban Menunaikan Amanah

BAB I PENDAHULUAN. mencapai tujuan tersebut, berbagai cara dan tindakan dilakukan, bahkan

SUMBER-SUMBER DAN NILAI DALAM PERILAKU ETIKA. Week 6

BAB I PENDAHULUAN. 2009, hlm Buchari Alma dan Donni Juni Priansa, Manajemen Bisnis Syariah, ALFABETA, Bandung,

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Perusahaan dalam mempertanggung jawabkan aktivitas bisnisnya dan menilai

BAB I PENDAHULUAN. keuangan adalah relevan (relevance) dan dapat diandalkan (reliable). Kedua

BAB I PENDAHULUAN. bersaing di dunia maju sekarang ini. Namun, selain kemampuan dan keahlian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MAKALAH ADMINISTRASI BISNIS INTERNAL CONTROL NAMA :ADRINUS NOLA PALI NIM : PRODI :SISTEM INFORMASI FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI

I. PENDAHULUAN. Laporan keuangan merupakan salah satu media terpenting untuk memberikan

BAB IV TINJAUAN HUKUM PIDANA ISLAM TERHADAP PUTUSAN HAKIM NOMOR :191/PID.B/2016/PN.PDG

Asas Filsafat Nilai Dasar, Nilai Instrumental, Prinsip-prinsip, dan Faktor-Faktor Ekonomi Islam

Kedudukan Mu amalah Konsep Dasar Mu amalah Landasan Perekonomian Islam Kegiatan dan Pengembangan Perekonomian Prinsip-prinsip dalam Penataan Ekonomi

BAB I PENDAHULUAN. yang juga memiliki kedudukan yang sangat penting. Akhlak merupakan buah

Standar Kompetensi : 3. Membiasakan perilaku terpuji.

BAB I PENDAHULAN. mengevaluasi bukti secara obyektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Kegiatan ekonomi merupakan suatu hal yang tidak bisa terlepas dari

PENGERTIAN DAN NILAI ETIKA

BAB I PENDAHULUAN. pelanggan agar tidak berpindah ke perusahaan lain (Susanto, 2008:59). nyata dari sektor perbankan (Lupiyoadi dan Hamdani, 2009).

BAB IV ANALISIS TENTANG PERILAKU KONSUMSI ISLAM PEMIKIRAN MONZER KAHF. (Studi Kasus di Perumahan Taman Suko Asri Sidoarjo)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Setiap perusahaan baik milik negara maupun swasta sebagai suatu pelaku

Tiga Yang Diridhai Allah dan Tiga Yang Dia Benci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

PENGARUH KUALITAS AUDITOR, INDEPENDENSI DAN OPINI AUDITOR TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Hal ini terlihat dari tindakan bank bank konvensional untuk membuka

BAB I PENDAHULUAN. sendi kehidupan manusia termasuk masalah ekonomi. Kegiatan perekonomian

BAB I PENDAHULUAN. Auditor independen ialah merupakan suatau akuntan publik yang

BAB I PENDAHULUAN. Adapun firman Allah tentang jual beli terdapat dalam QS. An-Nisa ayat 29

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Dalam perkembangan dunia bisnis yang semakin meningkat dari tahun ke

BAB I PENDAHULUAN. mulai tumbuhnya perusahaan-perusahaan di Indonesia. Sejalan dengan

ETIKA BISNIS DAN PROFESI PPAK

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. menyerukan manusia untuk mematuhi segala apa yang telah ditetapkan oleh Allah

PERBEDAAN ETIKA ETIKET MORAL DAN HUKUM

BAB I PENDAHULUAN. akuntan publik di suatu negara adalah sejalan dengan berkembangnya perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. pada laporan keuangan perusahaan terutama yang berbentuk Perseroan Terbatas,

Pengertian Etika. Nur Hidayat TIP FTP UB 2/18/2012

BAB I PENDAHULUAN. whistleblower. Beberapa dekade terakhir istilah whistleblower menjadi makin. pemukul kentongan, atau pengungkap fakta.

BAB I PENDAHULUAN. suatu perusahaan digunakan untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan dan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Setiap perusahaan akan bersaing untuk menjadi yang terbaik di antara. dan tidak menyesatkan pemakainya dalam pengambilan keputusan.

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. Pada era globalisasi saat ini banyak sekali terjadi kasus-kasus hukum

BAB 1 PENDAHULUAN. Akuntan Publik adalah akuntan yang telah memperoleh izin dari menteri UKDW

BAB I PENDAHULUAN. dunia dan bahkan kasus yang terjadi di Indonesia. Dengan munculnya isu-isu

BAB I PENDAHULUAN. bagi kaum muslimin untuk menapaki kehidupan fana di dunia ini dalam rangka

BAB I PENDAHULUAN UKDW. pada prakteknya di lapangan, keahlian khusus tidak menjamin. menunjang keberhasilan yaitu menerapkan suatu etika.

Bab 2 LANDASAN ETIKA DALAM ISLAM

BAB I PENDAHULUAN. kepentingan masing-masing. Pengertian laporan keuangan menurut Pernyataan

KODE ETIK PSIKOLOGI. Etika dan Moral, Kode Etik Psikologi, Psikolog dan ilmuwan psikologi, Layanan Psikologi, Etika dalam Eksperimen Psikologi

BAB I PENDAHULUAN. memadai saja yang dapat tumbuh dan bertahan. Setiap profesi dituntut untuk

BAB I PENDAHULUAN. independen maka hasil pemeriksaan akan lebih akurat. kewajaran laporan keuangan agar laporan keuangan tersebut tidak memberikan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Semakin meluasnya kebutuhan jasa profesional akuntan sebagai pihak yang

BAB I PENDAHULUAN. yang akurat dan dapat dipercaya untuk pengambilan keputusan. Laporan

MAKALAH. Internal Control. Adminitrasi Bisnis. Oleh: ANDY WIJAYA ( )

PENGARUH PENGALAMAN KERJA, KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS HASIL PEMERIKSAAN

BAB I PENDAHULUAN. laporan keuangan yang disajikan oleh manajeman dapat dipercaya.

BAB I PENDAHULUAN. Tujuan utama dari pelaporan keuangan adalah menyediakan informasi

aktivitas-aktivitas investasi, perbankan dan capital raising, jasa perencanaan

Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan-perusahaan, terutama perbankan, banyak mengeluarkan produk

BAB I PENDAHULUAN. tempat berlangsungnya proses pembentukan karakter seseorang melalui

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian. Semakin kompleks perekonomian perusahaan, semakin kompleks

KONSEP RIBA SESI III ACHMAD ZAKY

Transkripsi:

NILAI ETIK DALAM AKUNTANSI SYARIAH MAKALAH Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Seminar Akuntansi Syariah Disusun oleh Danis Darmawansyah 133403091 Engkon Kodariah 133403131 Ita Sri Utami 133403158 Rizal Nur Padilah 133403185 Dinar Cahya Anugrah 133403224 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SILIWANGI TASIKMALAYA 2016

NILAI ETIK DALAM AKUNTANSI SYARIAH Abstrak Seorang akuntan dalam menjalankan profesinya tidak lepas dari kode etik akuntan profesional. Pada penelitian ini kami mengfokuskan pada pengkajian nilai etik dalam perspektif islam (Akuntansi Syariah). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yakni mengkaji buku acuan atau jurnal ilmiah yang relevan dengan judul penelitian. Nilai etik dalam Akuntansi Syariah sangat sarat dengan nilai-nilai etika dan moral. Jika ini dapat diterapkan secara baik, maka berbagai macam tindakan kecurangan (fraud) diantara akuntan dengan kliennya yang merugikan masyarakat dan tindakan yang melanggar etika lainnya tidak akan terjadi. Kata Kunci : Etika, Akuntansi dan Islam

ETHICAL VALUES IN ACCOUNTING SHARIA Abstract An Accountant in their profession can not be separated from the code of ethics of professional accountants. In this research, we focused on assessing the ethical values in Islamic perspective (Accounting Sharia). The research method used is descriptive method that is reviewing scientific reference books or journals which is relevant to our research. Ethical values in Accounting Sharia heavily loaded with ethical values and moral. If this could be applied properly, the various actions of fraud between accountants an their clients that may harm the public and the others one it wont happen. Keyword : Ethical, Accounting and Islam.

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah swt. Karena berkat rahmat dan hidayah-nya penulis telah mampu menyelesaikan makalah berjudul Nilai Etik dalam Akuntansi Syariah. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Seminar Akuntansi Syariah. Penulis menyadari bahwa selama penulisan makalah ini penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis selama menyusun makalah ini, semoga Allah swt, memberikan balasan yang berlipat ganda. Makalah ini bukanlah karya yang sempurna karena masih memiliki banyak kekurangan, baik dalam hal isi maupun sistematika dan teknik penulisannya. Oleh sebab itu, penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Akhirnya semoga makalah ini bisa memberikan manfaat bagi penulis dan bagi pembaca. Amin. Tasikmalaya, 06 Desember 2016 Penulis i

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR GAMBAR... iii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Rumusan Masalah... 2 C. Tujuan Makalah... 3 D. Kegunaan Makalah... 3 BAB II PEMBAHASAN A. Definisi Etika dalam Pandangan Islam... 4 B. Nilai-Nilai Etika Dalam Akuntansi Dilihat Dari Sudut Pandang Islam... 6 1. Nilai etika yang terdapat dalam pencatatan... 6 2. Nilai etika yang terdapat dalam pengukuran... 9 3. Nilai etika yang terdapat dalam Laporan Akuntansi... 11 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan... 13 DAFTAR PUSTAKA... 15 ii

DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Kutipan QS. Al-Baqarah [2]:282... 6 iii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Etika sebagai pemikiran dan pertimbangan moral memberikan dasar bagi seseorang maupun sebuah komunitas untuk dapat menentukan baik buruk atau benar salahnya suatu tindakan yang akan diambilnya. Dalam perkembangannya, keragaman pemikiran etika kemudian berkembang membentuk suatu teori etika. Teori etika dapat disebut sebagai gambaran rasional mengenai hakekat dan dasar perbuatan dan keputusan yang benar serta prinsip-prinsip yang menentukan klaim bahwa perbuatan dan keputusan tersebut secara moral diperintahkan dan atau dilarang. Dalam beberapa tahun belakangan ini, kita mendengar dan menyaksikan banyaknya skandal dan kasus-kasus kecurangan yang terjadi di perusahaan besar yang melibatkan akuntan. Kita juga dapat menyaksikan betapa besarnya dampak kerugian masyarakat yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan keahlian dalam membuat informasi akuntansi yang menyesatkan. Sampai saat ini kita masih dihadapi oleh berita-berita yang mengabarkan makin maraknya skandal bisnis dalam berbagai bentuk manipulasi laporan keuangan yang melibatkan para akuntan dan eksekutif puncak perusahaan-perusahaan besar berskala global yang merugikan banyak pihak yang berkepentingan. Hal ini semua menunjukkan kepada kita betapa umat manusia sekarang ini sedang mengalami krisis moral. Keserakahan manusia 1

terhadap harta kekayaan dan keuntungan material membuat manusia menjadi lupa terhadap aturan dan norma-norma (etika) sehingga merugikan kepentingan umum yang pada akhirnya juga merugikan dirinya sendiri. Graffikin (2008- hal 167), menyatakan bahwa ketika menguji isu etika ada beberapa pertimbangan moral yang berpengaruh pada pengertian etika yaitu : agama (teori perintah Tuhan), kata hati, egoisme, respek, hak, utilitariansme, keadilan dan kebaikan. Etika dalam profesi akuntan sendiri sudah terdapat etika profesi, akan tetapi etika ini dibangun atas rasionalisme sekuler dan ternyata tidak mampu menghindari nafsu keserakahan manusia terhadap keuntungan material itu. Dari uraian diatas, penulis tertarik untuk mencoba menjelaskan betapa etika sangat diperlukan dalam akuntansi, terutama kesadaran diri dari pada para akuntan untuk bersikap etis. Kesadaran diri ini dapat diperoleh dari pemahaman dan pengalaman spiritual seseorang. Dan pada makalah ini dijelaskan bagaimana Islam menekankan pentingnya etika dalam akuntansi. Sebab itu, penulis menyusun sebuah makalah yang bertajuk Nilai Etik dalam Akuntansi Syariah. B. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya, maka perumusan masalah dalam makalah ini adalah apa definisi etika, bagaimana etika dalam pandangan islam, dan bagaimana nilai-nilai etika dalam akuntansi dilihat dari sudut pandang islam. 2

C. Tujuan Makalah Sehubungan dengan perumusan masalah yang telah dikemukakan sebelumnya maka makalah ini bertujuan untuk : 1. Mengetahui definisi etika 2. Mengetahui etika dalam pandangan islam 3. Mengetahui nilai-nilai etika dalam akuntansi dilihat dari sudut pandang islam. D. Kegunaan Makalah Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan secara praktis yang diharapkan bermanfaat bagi: 1. Penulis, sebagai wahana penambah pengetahuan dan konsep keilmuan khususnya mengenai Nilai Etik dalam Akuntansi Syariah; 2. Pembaca/dosen, sebagai media informasi mengenai Nilai Etik dalam Akuntansi Syariah baik secara teoritis maupun secara praktis. 3

BAB II PEMBAHASAN A. Definisi Etika dalam Pandangan Islam Asal kata etika diambil dari bahasa Yunani yaitu ethos (bentuk tunggal) yang berarti: tempat tinggal, padang rumput, kandang, kebiasaan, adat, watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Bentuk jamaknya adalah ta etha, yang berarti adat istiadat. Dalam hal ini, kata etika sama pengertiannya dengan moral (Agoes dan Ardana, 2009). Menurut Kamus Bahasa Indonesia terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1988), etika merupakan : 1. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk, dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). 2. Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. 3. Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Sedangkan Beekun (2004) mendefinisikan etika sebagai seperangkat prinsip moral yang membedakan yang baik dari yang buruk. Ia menyatakan etika adalah bidang ilmu yang bersifat normatif karena ia berperan menentukan apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan oleh seorang individu. Selanjutnya Beekun menyatakan bahwa dalam Islam, istilah yang paling dekat berhubungan dengan istilah etika di dalam Al-Qur an adalah khuluq. Al-Qur an juga mempergunakan sejumlah istilah lain untuk menggambarkan konsep tentang :khayr (kebaikan), birr (kebenaran), qist 4

(persamaan), adl (kesetaraan dan keadilan), haqq (kebenaran dan kebaikan), ma ruf (mengetahui dan menyetujui), dan taqwa (ketakwaan). Tindakan yang terpuji disebut sebagai salihat dan tindakan yang tercela disebut sebagai sayyi at. Dalam ajaran Islam, etika menuntun seluruh aspek kehidupan manusia. Kesuksesan tertinggi yang akan diperoleh seorang Muslim atau falah dalam Islam adalah sama bagi setiap muslim, baik saat menjalankan bisnis ataupun saat menjalankan aktivitas sehari-hari mereka. Allah menggambarkan orang yang mencapai kesuksesan sebagai orang-orang yang mengarahkan semua tindakannya kepada kebaikan (khayr), mendorong kepada yang benar (ma ruf), dan melarang kepada yang salah (munkar). Triyuwono (2006) menyatakan teori etika yang berdasar pada nilai agama memberikan sebuah konsep yang menyatakan bahwa pelaku tindakan yang baik dan benar menurut agama akan mendapat pahala sedangkan jika ia melakukan perbuatan yang tidak dibenarkan oleh agama ia akan mendapat dosa, sehingga ini memberikan suatu keyakinan bahwa berbuat kebajikan merupakan jalan menuju sorga dan begitu pula sebaliknya perbuatan dosa akan menggiring pelakunya pada siksa yang pedih. Sedangkan teori etika yang sekuler, konsep semacam ini tidak ditemukan, karena ruang lingkup yang menjadi kajian mereka terbatas pada objek yang secara empiris dapat diketahui dan secara nalar dapat dipertanggung jawabkan. 5

B. Nilai-Nilai Etika Dalam Akuntansi Dilihat Dari Sudut Pandang Islam. 1. Nilai Etika yang terdapat dalam pencatatan Gambar 1 Kutipan QS. Al-Baqarah [2]:282 Berdasarkan Surat Al-Baqarah ayat 282 diatas kita dapat mengetahui bahwa Allah memerintahkan untuk melakukan pencatatan atau penulisan transaksi (muamalah) secara benar dan jujur atas semua transaksi yang terjadi selama melakukan muamalah. Transaksi merupakan segala sesuatu yang mengakibatkan perubahan terhadap aktiva dan pasiva individu atau organisasi (perusahaan). Pencatatan transaksi tersebut harus berdasarkan bukti seperti faktur, surat utang, checks, kwitansi dan lain sebagainya. Kita dilarang untuk mengurangi atau menambah transaksi tersebut. Ini dimaksudkan untuk menghindari fraud atau kecurangan. Harahap (2001) menyatakan bahwa menurut Islam yang dianggap sebagai bukti adalah bukti yang didukung oleh sifat-sifat kebenaran tanpa ada penipuan. Dalam akuntansi ada jenis dan tingkatan bukti yang menandakan kuat-tidaknya suatu bukti, yaitu : Real Eviden, yaitu 6

bukti fisik, Testimonial Eviden yaitu bukti yang berasal dari kesaksian pihak luar dan Indirect Eviden yaitu bukti yang diperoleh secara tidak langsung. Bukti yang diperoleh dari luar perusahaaan lebih kuat dibandingkan bukti yang diperoleh dari dalam sendiri. Bukti yang diperoleh dari sistem Internal Control perusahaan yang baik lebih kuat dari yang diperoleh dari Internal Control yang lemah. Dan bukti yang diperoleh secara langsung oleh Akuntan lebih kuat dari bukti yang diperoleh secara tidak langsung. Dalam Islam bukti yang diinginkan adalah bukti yang benar ini sejalan dengan akuntansi yang menginginkan pencatatan dengan bukti yang valid. Sehingga dengan adanya pencatatan atau penulisan tersebut dapat dijadikan sebagai informasi untuk menentukan apa yang akan diperbuat oleh seseorang dan ketika terjadi perselisihan diantara mereka pencatatan tersebut dapat menjadi bukti di tambah lagi diperkuat dengan adanya saksi. Dari Surat Al-Baqarah ayat 282 ini dapat kita ketahui bahwa Islam menekankan kewajiban untuk melakukan pencatatan dalam bermuamalah atau bertransaksi agar : a. Pencatatan tersebut akan menjadi bukti dilakukannya muamalah atau transaksi dan pencatatan ini menjadi dasar dalam menyelesaikan persoalan selanjutnya. b. Dengan adanya pencatatan ini maka akan mencegah terjadinya manipulasi atau penipuan, baik dalam transaksi maupun hasil dari transaksi itu (laba). 7

Hal ini sesuai dengan tujuan pencatatan akuntansi yaitu : a. Pertanggungjawaban (accountability) atau sebagai bukti transaksi. b. Penentuan pendapatan (income determination) c. Informasi yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan, dan lain-lain. Akuntansi merupakan upaya untuk menjaga terciptanya keadilan dalam masyarakat, karena akuntansi memelihara catatan sebagai accountability dan menjamin akurasinya. Pentingnya keadilan ini dapat dilihat dari Al- Qur an Surat Al-Hadiid ayat 24 sebagai berikut : Sesungguhnya kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan Neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. 8

2. Nilai Etika Yang Terdapat Dalam Pengukuran Akuntansi adalah ilmu informasi yang mencoba mengkonversi bukti dan data menjadi informasi dengan cara melakukan pengukuran atas berbagai transaksi dan akibatnya yang dikelompokkan dalam account, perkiraan atau pos keuangan seperti aktiva, utang, modal, hasil, biaya, dan laba (Gamal, 2008). Jika kita membaca Al- Quran akan kita dapati ayat yang menyatakan bahwa kita harus mengukur secara adil, jangan dilebihkan dan jangan dikurangi. Kita dilarang untuk menuntut keadilan ukuran dan timbangan bagi kita, sedangkan bagi orang lain kita menguranginya (Gamal, 2008). Menyangkut hal ini, Al Quran menyatakan dalam berbagai ayat, antara lain dalam surat Asy-Syu ara ayat 181-184 yang berbunyi: Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orangorang yang merugikan dan timbanglah dengan timbangan yang lurus (benar). Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umatumat yang dahulu. Sesuai dengan perintah Allah dalam Al Quran, kita sebagai akuntan harus menyempurnakan pengukuran atas pos-pos yang disajikan dalam Neraca, sebagaimana digambarkan dalam Surah Al-Israa ayat 35 yang berbunyi: 9

Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Menurut Chapra dalam Gamal (2008) kebenaran dan keadilan dalam mengukur (menakar) tersebut juga menyangkut pengukuran kekayaan, utang, modal pendapatan, biaya, dan laba perusahaan, sehingga seorang Akuntan wajib mengukur kekayaan secara benar dan adil. Agar pengukuran tersebut dilakukan dengan benar, maka perlu adanya fungsi auditing. Gamal (2008), menyatakan bahwa dalam Islam, fungsi Auditing ini disebut tabayyun sebagaimana yang dijelaskan dalam Surah Al-Hujuraat ayat 6 yang berbunyi: Hai orang-orang yang beriman,jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. 10

3. Nilai Etika Yang Terdapat Dalam Laporan Akuntansi Laporan akuntansi merupakan wujud dari pertanggungjawaban (accountability) dari pihak manajemen yang telah diberi amanat kepada pihak-pihak yang terkait yang memiliki kepentingan. Dalam Al-Qur an sendiri banyak yang menjelaskan tentang proses pertanggungjawaban manusia sebagai pelaku amanah Allah di muka bumi (Muhammad, 2002). Etika dalam laporan akuntansi ini dapat dilihat dari Harahap (2001) yang menyatakan bahwa penggunaan sistem akuntansi jelas merupakan manifestasi dari pelaksanaan perintah surat Asy-Syuraa ayat 181-184. Karena sistem akuntansi dapat menjaga agar asset yang dikelola terjaga accountability-nya sehingga tidak ada yang dirugikan, jujur, adil dan kepada yang berhak akan diberikan sesuai dengan haknya. Menurut Muhammad (2002) dalam Surat Al-Baqorah ayat 282 terdapat kata adil dan benar. Kata keadilan dalam konteks aplikasi akuntansi mengandung dua pengertian, yaitu : Pertama, adalah berkaitan dengan praktik moral, yaitu kejujuran yang merupakan faktor yang sangat dominan. Tanpa kejujuran ini, informasi akuntansi yang disajikan akan menyesatkan dan sangat merugikan masyarakat. Kedua, kata adil bersifat lebih fundamental (dan tetap berpijak pada nilai-nilai etika/ syariah dan moral). Sedangkan kebenaran menurut Muhammad (2002) tidak dapat dilepaskan dengan keadilan. Aktivitas pengakuan, pengukuran dan 11

pelaporan dapat dilakukan dengan baik jika dilandaskan pada nilai kebenaran ini akan dapat menciptakan keadilan dalam mengakui, mengukur dan melaporkan transaksi-transaksi ekonomi. Menurut Harahap (2001) laporan akuntansi didukung oleh bukti (eviden) yang tidak ada transaksi yang di lupakan atau dihilangkan walaupun sekecil apapun, seperti dilihat dari surat Al-Zalzalah ayat 7-8 : Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarrah pun niscaya akan melihatnya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan sebesar zarrahpun dia akan melihatnya. Dalam Islam, akuntansi tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan pelayanan memberikan informasi keuangan kepada pengguna dan untuk masyarakat pada umumnya, tetapi yang lebih penting, laporan keuangan tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan kepada Tuhan dan dengan memberikan informasi tersebut memungkinkan masyarakat untuk mengikuti perintah-perintah allah, yang salah satunya adalah mengeluarkan zakat. 12

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Akuntan merupakan profesi yang sangat dipercaya oleh stakeholders dari suatu perusahaan ataupun oragnisasi. Sejak adanya perubahan dalam dunia keuangan yang segala sesuatunya harus berbasis laporan keuangan, maka mulai terjadi kekurangpercayaan terhadap profesi akuntan ini atau ada sebuah hubungan agensi yang terjadi. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya keruntuhan suatu perusahaan atau bahkan juga akan sangat berisiko bagi sistem keuangan dunia. Akuntansi dalam Islam termasuk kedalam urusan muamalah oleh karena itu pengembangannya diserahkan pada kebijaksanaan manusia, karena pada dasarnya semua aktivitas muamalah adalah boleh kecuali ada dalil yang melarangnya. Karena Islam adalah agama yang bersifat menyeluruh, oleh sebab itu dalam melaksanakan transaksi atau muamalah tidak boleh bertentangan dengan Al-Qur an dan Sunnah. Al-Qur an dan Sunnah telah memberikan bekal untuk bermuamalah itu dengan beberapa sistem nilai seperti keadilan, kebenaran, kejujuran, bertanggungjawab, terpercaya, kewajiban bertakwa, menyatakan yang benar, memilih yang terbaik, berguna, menghindari yang haram, jangan boros, jangan merusak, jangan menipu dan lain sebagainya. Jadi jelas sekali akuntansi dalam pandangan Islam sangat sarat dengan nilai-nilai etika dan moral. Jika ini benar-benar diterapkan, maka berbagai macam tindakan penipuan, kecurangan, penyuapan, kerja sama antara akuntan publik dengan kliennya 13

yang merugikan masyarakat dan tindakan yang melanggar etika lainnya tidak akan terjadi. 14

DAFTAR PUSTAKA Beekun, Rafik Issa. 2004. Etika Bisnis Islami (Terjemahan). Pustaka Pelajar Yogyakarta. Fatoni, Ahlis dan Ahmad Mukhlissudin. 2015. Telaah Kode Etik Akuntan dalam Perspektif Al Qur an. Simposium Nasional Akuntansi. Gaffikin,Michael.2008. Accounting Theory Research, Regulation and Accounting Practice. Pearson Education Australia. Harahap, Sofyan Syafri (1992). Akuntansi Pengawasan Manajemen Dalam Perspektif Islam. FE Trisakti Jakarta. Harkaneri. Urgensi Etika Dalam Akuntansi Dilihat Dari Sudut Pandang Islam Muhammad. 2002. Pengantar Akuntansi Syariah. Penerbit Salemba Empat Jakarta., Al-Qur'an dan Tarjamahnya, Khadim al-haramain al-syarifain,tt. 15