Economic Education Analysis Journal

dokumen-dokumen yang mirip
Journal of Mechanical Engineering Learning

Wistyan Okky Saputra dan Dr. Mukhamad Murdiono, M. Pd. Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta

(The Influence of Cooperative Learning Model Teams Games Tournament Type to The Student Learning Result on Human Excretion System)

Citra Yunita dan Khairul Amdani Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan

Rahayu Siti Fatonah, Purwati Kuswarini Suprapto, Romy Faisal Mustofa

1. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum 2016

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 31 PADANG

Siva Fauziah, Purwati Kuswarini Suprapto, Endang Surahman

Risaftia Andini 1, Johni Azmi 2, Jimmi Copriady 2 No.

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DENGAN GI (Studi Pada SMA NEGERI 14 BandarLampung)

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH. Info Artikel. Abstra

Economic Education Analysis Journal

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT PADA KONSEP SUMBER DAYA ALAM DI KELAS III SD NEGERI DARAWATI JURNAL

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 05 BATAM

Seminar Nasional PGSD UNIKAMA Vol. 1, Desember 2017

Kata kunci: metode kooperatif tipe TGT, media pembelajaran kartu domino, hasil belajar geografi

Oleh: Via Vandella*, Yulia Haryono**, Alfi Yunita**

UNION: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 1, Maret 2016

Automotive Science and Education Journal

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENGETAHUAN MENGGUNAKAN PERKAKAS TANGAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT)

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM QUIZ PADA KONSEP SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 8 KOTA TASIKMALAYA JURNAL

Iklilul Millah, Parlan, Dedek Sukarianingsih Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BERBANTUAN LEMBAR KEGIATAN SISWA. Abstrak. Abstract. Gallant Alim Purbowo, Mashuri, Putriaji Hendikawati

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP PERCUT SEI TUAN MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD

PENERAPAN MODEL TEAM GAME TOURNAMENT

Economic Education Analysis Journal

PENGARUH METODE AKTIF TIPE TEAM QUIZ BERBANTUAN QUESTION CARD TERHADAP HASIL BELAJAR. Info Artikel. Abstrak. , T Subroto, W Sunarto

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD DENGAN MICROSOFT POWER POINT

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW DAN CAROSUSEL FEEDBACK TERHADAP KERJA SAMA DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 GAMPING JURNAL SKRIPSI

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap orang termasuk peserta didik memiliki rasa ingin tahu (curiousity),

Arinil Haq, Purwati Kuswarini, Ai Sri Kosnayani ABSTRACT

ECONOMIC EDUCATION ANALYSIS JOURNAL EFEKTIFITAS METODE PREVIEW, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, REVIEW DAN METODE KONVENSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE QUESTION STUDENT HAVE (QSH) PADA KONSEP EKOSISTEM DI KELAS VII SMP NEGERI 5 TASIKMALAYA JURNAL

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS III SMA SRIJAYA NEGARA PALEMBANG MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENTS

STUDI KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA TIPE JIGSAW DAN TIPE STAD PADA SISWA KELAS VIII

Surakarta, Indonesia ABSTRAK

OLEH RIZKI AMALLIA A1C110035

PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI. (Jurnal) Oleh DEBI GUSMALISA

EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN NHT

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia PMIPA, FKIP, UNS Surakarta, Indonesia 2

(The Influence of Based Inquiry Learning Model Type of Guided Inquiry to The Students Learning Achievement on Ecosystem) ABSTRACT

Citra Yunita dan Khairul Amdani Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Unimed

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN MODEL PEMBELAJARAN STAD. Ikhwan Robi 1, Undang Rosidin 2, Viyanti 2,

Kata Kunci: Problem Based Learning (PBL), Ekspositori, dan Hasil Belajar. Abstract

STUDI KOMPARASI PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT DENGAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

Keywords: Cooperative Model, Student Teams Achievement Division (STAD) and Two Stay Two Stray, mind mapping, the digestive system in human.

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN STAD DENGAN TGT MATERI OPERASI HIMPUNAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA

PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT & STAD DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN TGT DAN NHT TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 9 YOGYAKARTA

PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MTs

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DEVISION (STAD) DISERTAI METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN IPA DI SMP

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF INDEX CARD MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS V SD ARTIKEL PENELITIAN OLEH U. SISWANTO NIM F

PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION DAN MAKE A MATCH. (Artikel Skripsi) Oleh. Muji Aprilia Fitriani

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF KOMBINASI STAD DAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI MTS USB SAGULUNG BATAM

EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 3 SD

JURNAL. Sarjana Pendidikan pada Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi Tasikmalaya

Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember Abstract

*Keperluan Korespondensi, telp: ,

PERBEDAAN PENGARUH ANTARA MODEL KOOPERATIF TIPE TPS DAN STAD TERHADAP HASIL BELAJAR IPS

Monif Maulana 1), Nur Arina Hidayati 2) 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UAD

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR PASSING BOLA BASKET

Rika Hajizah Purba 1, Ach. Fatchan 2, Singgih Susilo

G. Lian Y. Nababan. NIM ABSTRAK. antara hasil belajar siswa menggunakan model konvensional dengan model

Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 15, No. 2, Desember 2015 (59-63)

Resti Tresnasih*) Purwati Kuswarini Suprapto*)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SYNERGETIC TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAM GAME TOURNAMENT

MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN GROUP TERHADAP PRESTASI BELAJAR

e-journal PJKR Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Vol 8, No 2, Tahun 2017)

PERBEDAAN HASIL BELAJAR IPA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INDEX CARD MATCH

PENERAPAN MODEL TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN TAMAN 3 MADIUN

Journal of Physical Education and Sport

Sariyani, Purwati Kuswarini, Diana Hernawati ABSTRACT

Anggarini Puspitasari* ) Purwati Kuswarini* )

Diterima: 8 Maret Disetujui: 26 Juli Diterbitkan: Desember 2016

1) Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret 2) Dosen Prodi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD: AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMA MATERI HIDROLISIS GARAM

PENGARUH PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING. Info Artikel. Abstrak.

(The Influence of Cooperative Learning Model Type of Question Student Have toward Students Learning Achievement on Excretion System Subject) ABSTRACT

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Team Assisted Individualization terhadap Minat Belajar Biologi Siswa pada Materi Pteridophyta di SMAN 39 Jakarta

System Concepts) ABSTRACT

Inna Sakinah Manik dan Nurdin Bukit Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Unimed

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DISERTAI METODE DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN IPA-FISIKA DI SMP

STUDI TENTANG PERBEDAAN HASIL BELAJAR CHASIS DAN PEMINDAH TENAGA ANTARA YANG DIAJAR DENGAN MENGGUNAKAN TEAM GAMES TOURNAMENT

Transkripsi:

EEAJ 2 (3) (2014) Economic Education Analysis Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj STUDI KOMPARASI HASIL BELAJAR AKUNTANSI DENGAN PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DENGAN METODE CERAMAH BERVARIASI PADA KOMPETENSI DASAR JURNAL KHUSUS SISWA KELAS XII IPS SMA MUHAMMADIYAH 01 PATI Dian Susilowati Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang, Indonesia Info Artikel SejarahArtikel: DiterimaFebruari 2014 DisetujuiFebruari2014 DipublikasikanMaret 2014 Keywords: TGT Learning Model; Learning Outcomes; Special Journal. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode pembelajaran TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa, ada perbedaan hasil belajar siswa dengan penerapan metode TGT dengan ceramah bervariasi dan lebih efektif dibandingkan metode ceramah bervariasi. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen yang diawali menentukan populasi dan memilih sampel dari populasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII IPS SMA Muhammadiyah 01 Pati, dan sampel penelitian ini yaitu kelas XII IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XII IPS 3 sebagai kelas kontrol dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengujian hipotesis pertama dengan uji paired sample t-test menunjukan nilai sig sebesar 0.000, pengujian hipotesis kedua dan ketiga dengan uji independent sample t-test menunjukan nilai sig sebesar 0,023 yang artinya lebih kecil dari level of significant (α) yaitu sebesar 0,05, sehingga terdapat peningkatan hasil belajar, perbedaan hasil belajar dan keefektifan metode TGT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa, menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar dan lebih efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi dasar jurnal khusus. Abstract The purpose of this study was to determine whether the TGT learning methods can improve student learning outcomes, there is a difference in student learning outcomes with the adoption of IGT with lectures varied and more effective than the lecture method varies. This study is a quasi-experimental study that begins to determine the population and selecting a sample of the population. The population in this study were all students of class XII IPS SMA Muhammadiyah 01 Starch, and samples of this study are class XII IPS 1 as the experimental class and the class as a class XII IPS 3 control using simple random sampling technique. The first hypothesis test with paired samples t-test showed sig of 0000, the second and third hypothesis testing with independent sample t-test showed sig test was 0.023, which means less than the level of significant (α) is equal to 0.05, Therefore, there is an increase in learning outcomes, differences in learning outcomes and the effectiveness of the method TGT. The results show that the learning method TGT can improve student learning outcomes, indicate a difference in learning outcomes and more effective in improving student learning outcomes in basic competencies specific journals. 2014 Universitas Negeri Semarang Alamatkorespondensi: GedungC6Lantai1 FEUnnes KampusSekaran, Gunungpati, Semarang, 50229 E-mail: suzy_cwetie@yahoo.co.id ISSN 2252-6544 9

PENDAHULUAN Pembelajaran akuntansi dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) termasuk dalam mata pelajaran ekonomi. Mata pelajaran ekonomi merupakan mata pelajaran yang harus dikuasai oleh siswa bidang Ilmu Sosial. Mata pelajaran ekonomi khususnya akuntansi merupakan salah satu dari beberapa mata pelajaran yang menuntut siswa tidak hanya harus memiliki landasan teori yang kuat saja, tetapi dalam pembelajaran akuntansi sangat di butuhkan kemampuan serta keterampilan dalam menghitung yang tepat. Oleh karena itu di perlukan suatu metode pembelajaran yang mampu memotivasi agar siswa benar-benar dapat memahami materi. Penggunaan metode pembelajaran yang masih terpusat pada guru akan mengakibatkan peserta didik merasa bosan dan kurang aktif dalam pembelajaran sehingga motivasi peserta didik akan menurun. Tujuan pembelajaran di sekolah adalah semua siswa dapat memperoleh hasil belajar yang maksimal dan mencapai batas ketuntasan kriteria minimal yang ditentukan oleh pihak sekolah. Dalam kenyataannya tidak semua siswa mencapai hasil belajar yang maksimal. Berhasil atau tidaknya seseorang dalam belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Menurut Slameto (2010: 54) hasil belajar dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor intern dan factor ekstern. Faktor intern adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar yaitu faktor jasmaniah, faktor psikologis, dan faktor kelelahan. Sedangkan faktor ekstern yang berpengaruh terhadap hasil belajar dikelompokan menjadi tiga faktor yaitu faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat. Menurut Slavin (2008:14) TGT menambahkan dimensi kegembiraan yang diperoleh dari penggunaan permainan. Teman satu tim akan saling membantu dalam mempersiapkan diri untuk permainan dengan mempelajari lembar kegiatan dan menjelaskan masalah-masalah satu sama lain, tetapi sewaktu siswa sedang bermain dalam game temannya tidak boleh membantu, memastikan telah terjadi tanggung jawab individual. Metode pembelajaran TGT terdiri dari 5 komponen utama yaitu penyajian kelas ( class precentation), kelompok ( team), permainan ( game), turnamen (tournament), dan penghargaan kelompok (team recognize). Berdasarkan penelitian Wyk (2010) dengan judul The Effect of Teams Games Tournament on Achievment, Retention, and Attitudes of Economics Education Student menyatakan bahwa metode kooperatif TGT berdampak positif dalam pencapaian materi, retensi dan sikap siswa terhadap metode pengajaran siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tes prestasi skor untuk kelompok TGT adalah 52,99, sedangkan kelompok kontrol adalah 50,13. Ini menyiratkan bahwa kelompok TGT memiliki tes prestasi yang baik dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan menunjukkan sikap positif terhadap TGT sebagai strategi pengajaran untuk pendidikan ekonomi. METODE PENELITIAN Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode pembelajaran TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa, ada perbedaan hasil belajar siswa dengan penerapan metode TGT dengan ceramah bervariasi dan lebih efektif dibandingkan metode ceramah bervariasi. Jenis penelitian ini adalah menggunakan penelitian quasi eksperimen (quasi experiment). Quasi eksperimen untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. Desain penelitian yang dipakai adalah pola pre test and post test group (Arikunto, 2010:124). Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang diawali dengan menentukan populasi dan memilih sampel dari populasi yang ada. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Sampel diambil sebanyak dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang diberi perlakuan berbeda. Pada kelas eksperimen diterapkan metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT), sedangkan pada kelompok kontrol diterapkan metode ceramah bervariasi. 10

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS SMA Muhammadiyah 01 Pati yang terdiri dari 3 kelas. Sebelum melakukan penentuan sampel maka data awal populasi harus di uji terlebih dahulu yang meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simple random sampling. Simple Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara random atau acak sesuai dengan kelas yang ada (Arikunto, 2010:134). Dalam pengambilannya akan dipilih, satu kelas sebagai kelompok eksperimen yaitu kelas XII IPS 1 dan satu kelas kontrol yaitu kelas XII IPS 3. Pada kelas eksperimen siswa belajar dengan metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT), sedangkan pada kelompok kontrol diterapkan metode ceramah bervariasi. Materi yang di berikan dalam penelitian ini adalah kompetensi dasar jurnal khusus. Sedangkan bentuk tes yang disajikan berupa pilihan ganda (multiple choice). Setelah perangkat tes disusun, soal tes diujicobakan kepada subjek tertentu untuk mengetahui validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda (Arikunto, 2010:208). Teknik analisis data pada penelian ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu analisis tahap awal dengan uji normalitas, uji homogenitas dan uji kesamaan dua rata-rata. Sedangkan analisis tahap akhir dengan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Analisis tahap awal berguna untuk membuktikan bahwa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal dan dalam kondisi yang tidak berbeda atau berkemampuan sama. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan perlakuan yang dilakukan dikedua kelas, pre test kelas eksperimen mempunyai nilai rata-rata 61,51 dan lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang hanya mendapatkan nilai rata-rata 60,4. Nilai rata-rata pre test baik di kelas eksperimen maupun kelas kontrol masih di bawah KKM, hal ini dikarenakan kedua kelas belum mendapatkan materi jurnal khusus. Secara umum dapat disimpulkan bahwa perolehan hasil belajar pada pre-test antara kedua kelas relatif sama. Selanjutnya untuk menguji kenormalan dan kesamaan antara kedua kelas tersebut, maka dilakukan pengujian normalitas, homogenitas, dan kesamaan dua rata-rata data pre test. Output SPSS berupa uji Kolmogorov- Smirnov data populasi pada kedua kelas di atas menunjukan nilai Asymp. Sig. (2 -tailed) >level of significant (α = 0,05), yaitu nilai Asymp. Sig. (2 - tailed) kelas eksperimen sebesar 0,672 > 0,05 sedangkan nilai Asymp. Sig. (2 -tailed) kelas kontrol sebesar 0,726 > 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa data pre test pada kedua kelas berdistribusi normal. Output SPSS berupa uji homogenitas data nilai pre test kelas eksperimen dan kontrol di atas menunjukan nilai Sig. (2 -tailed) > level of significant (α = 0,05), yaitu 0,662 > 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa data pre test pada kedua kelas adalah homogen (sama). Berdasarkan uji kesamaan dua rata-rata menggunakan Independet Sample t-test diperoleh nilai signifikansi 0,519 pada Equal varians assumed karena data nilai homogen. Nilai signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata nilai pre test kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak ada perbedaan (sama). Output SPSS berupa uji Kolmogoronov- Smirnov data post test kelas eksperimen diatas menunjukan nilai Asymp. Sig. ( 2-tailed) > level of significant (α = 0,05), yaitu nilai Asymp. Sig. (2 - tailed). kelas eksperimen sebesar 0, 106 > 0,05 sedangkan nilai Asymp. Sig. (2 -tailed) kelas kontrol sebesar 0,892 > 0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa data post test pada kedua kelas berdistribusi normal. Berdasarkan hasil perhitungan uji homogenitas diperoleh nilai Sig.(2-tailed) > level of significant (α = 0,05), yaitu 0,277 > 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data post test pada kedua kelas mempunyai varians yang sama. Hasil uji hipotesis 1 bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran teams games tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kompetensi 11

dasar jurnal khusus digunakan uji paired sample t- test terbukti dari nilai Sig (2 -tailed) sebesar 0,000 < level of significant (α) sebesar 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai siswa sebelum pembelajaran menggunakan metode pembelajaran teams games tournament (TGT) dengan nilai siswa setelah menggunakan model pembelajaran teams games tournament (TGT). Uji hipotesis 2 bahwa ada perbedaan hasil belajar akuntansi antara kelas yang menggunakan metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dengan kelas yang menggunakan metode ceramah bervariasi pada kompetensi dasar jurnal khusus digunakan uji independent sample t-test dengan aplikasi SPSS V16. Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh nilai Sig (2 -tailed) sebesar 0,023 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti ada perbedaan yang signifikan pada hasil belajar kompetensi dasar jurnal khusus antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji hipotesis 3 bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi dasar jurnal khusus digunakan uji independent sample t-test dengan aplikasi SPSS V16. Hasil pengujian diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,023 lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H 3 yang menyatakan Pembelajaran menggunakan metode pembelajaran Teams Games Tournament lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar dibandingkan dengan metode ceramah bervariasi dalam kompetensi jurnal khusus pada siswa kelas XII IPS SMA Muhammadiyah 01 Pati diterima. Pembahasan Model pembelajaran teams games tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kompetensi dasar jurnal khusus. Kegiatan pembelajaran di kelas eksperimen (XII IPS 1) dan pada kelas kontrol (XII IPS 3) yang dilakukan selama 3 kali pertemuan dalam kompetensi dasar jurnal khusus. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa nilai hasil belajar ( pre test dan post test) pada pembelajaran akuntansi kompetensi dasar jurnal khusus siswa kelas XII IPS SMA Muhammadiyah 01 Pati. Data tersebut dianalisis dan diuji untuk membuktikan hipotesis yang telah disusun kemudian dikaitkan dengan teori serta penelitian terdahulu sehingga dapat memberikan kesimpulan hasil penelitian. Uji hipotesis pada kelas eksperimen menggunakan data nilai pre test dan post test.. Dari hasil pengujian diketahui nilai sig.(2-tailed) 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang artinya H 1, diterima. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar akuntansi pada kelas yang menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) pada kompetensi dasar jurnal khusus. Peningkatan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen setelah diberi perlakuan Games Tournament (TGT) juga dibuktikan dengan meningkatnya rata-rata hasil belajar siswa sebelum perlakuan dan setelah perlakuan. Nilai rata-rata siswa untuk kompetensi dasar jurnal khusus sebelum perlakuan sebesar 61,51 meningkat menjadi 84,07. Proses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT) di kelas eksperimen dapat meningkatkan kekooperatifan terhadap yang lain (kerja sama verbal dan nonverbal) dan seorang siswa juga dapat belajar dari siswa lain serta saling menyampaikan idenya untuk didiskusikan sebelum disampaikan di depan kelas. Selain itu, Teams Games Tournament juga dapat memperbaiki rasa percaya diri dan semua siswa diberi kesempatan berpartisipasi aktif di dalam kelas. Pemberian kesempatan siswa untuk berpartisipasi dapat membuat siswa lebih aktif dan menambah pengetahuan. Hal ini sejalan dengan pendapat Slavin (2008:5) bahwa pembelajaran kooperatif merupakan sarana yang sangat baik untuk meningkatkan pencapaian prestasi para siswa, dan juga akibat-akibat positif lainnya yang dapat mengembangkan hubungan antar kelompok, penerimaan terhadap teman sekelas yang lemah 12

dalam bidang akademik, dan meningkatkan rasa harga diri. Dalam metode pembelajaran kooperatif, para siswa akan duduk bersama dalam kelompok yang beranggotakan 4-5 orang untuk menguasai materi yang disampaikan oleh guru. Keterlibaatan siswa untuk bekerja sama dengan kelompoknya sangat tinggi, karena nilai kelompok tergantung dari kinerja masingmasing individu dalam kelompok. Ada perbedaan hasil belajar menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan metode pembelajaran ceramah bervariasi pada kompetensi dasar jurnal khusus. Uji hipotesis menggunakan data nilai post test kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil pengujian menunjukkan nilai Sig (2 -tailed) sebesar 0,023 lebih kecil dari 0,05 yang artinya H 2, diterima. Hasil ini menunjukkan adanya temuan penelitian bahwa terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar ( post test) yang signifikan antara kedua kelas, dimana rata-rata nilai hasil belajar kelas eksperimen (TGT) 84,07 dan rata-rata nilai hasil belajar kelas kontrol (Ceramah bervariasi) 78,92 terdapat selisih sebesar 5,15. Strategi pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) mampu membuat siswa belajar lebih aktif dan termotivasi dalam memecahkan soal-soal latihan, karena siswa tidak hanya dilibatkan dalam menyelesaikan soal secara berkelompok saja tetapi siswa secara individu juga harus belajar melakukan pekerjaannya sendiri untuk memberikan kontribusi nilai pada kelompoknya. Penerapan Games Tournament (TGT) sangat sederhana dan mudah untuk diterapkan oleh guru, fleksibel dan tidak membutuhkan guru tambahan ataupun tim guru. Guru hanya perlu menyediakan latihan soal tes untuk game dan turnamen serta membagi kelas menjadi beberapa kelompok. Dengan berkelompok dan berkompetisi pembelajaran menjadi lebih menarik dan tidak cepat bosan. Proses pembelajaran ini berpusat pada siswa sehingga siswa lebih banyak melakukan aktivitas belajar. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Shoolihah (2012), hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan antara kelas eksperimen yang menggunakan metode pembelajaran Teams Games Tournament dibandingkan dengan kelas yang menggunakan metode pembelajaran Numberred Heads Together dalam meningkatkan hasil belajar IPS materi pajak pada siswa kelas VIII SMP N 1 Mandiraja, Banjarnegara. Dan kelas yang menggunakan metode pembelajaran Teams Games Tournament hasil belajarnya lebih tinggi dibandingkan kelas yang menggunkan metode pembelajaran Numberred Heads Together. Pembelajaran menggunakan metode pembelajaran Teams Games Tournament lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar dibandingkan dengan metode ceramah bervariasi dalam kompetensi dasar jurnal khusus. Uji hipotesis menggunakan data nilai post-test yang diuji dengan menggunakan independent samples t-test. Hasil pengujian menunjukkan nilai Sig (2 -tailed) sebesar 0,023 lebih kecil dari 0,05 yang artinya H 3 diterima. Hasil ini menunjukkan adanya temuan penelitian bahwa terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar ( post-test) yang signifikan antar kedua kelas, rata-rata nilai hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi daripada rata-rata nilai hasil belajar kelas kontrol. Pembelajaran dalam kelas eksperimen menggunakan metode Teams Games Tournament (TGT). Menurut Slavin (2010:13), Teams Games Tournament pada mulanya dikembangkan oleh Davied Devries dan Keith Edward, ini merupakan metode pembelajaran pertama dari Johns Hopkins. Dalam model ini kelas terbagi dalam kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan tiga sampai dengan lima siswa yang berbeda-beda tingkat kemampuan, jenis kelamin, dan latar belakang etniknya, kemudian siswa akan bekerjasama dalam kelompokkelompok kecilnya. Pembelajaran dalam teams games tournament (TGT) hampir sama seperti STAD dalam setiap hal kecuali satu, sebagai ganti kuis dan sistem skor perbaikan individu, TGT menggunakan turnamen permainan akademik. Dalam turnamen itu siswa bertanding mewakili timnya dengan anggota tim lain yang 13

setara dalam kinerja akademik mereka yang lalu. Pendekatan yang digunakan dalam Teams Games Tournament adalah pendekatan secara kelompok yaitu dengan membentuk kelompokkelompok kecil dalam pembelajaran. Pembentukan kelompok kecil akan membuat siswa semakin aktif dalam pembelajaran. Penggunaan metode pembelajaran Teams Games Tournament ini dapat meningkatkan minat dan perhatian siswa untuk belajar, sehingga siswa lebih aktif selama pembelajaran berlangsung, Selain itu, penggunaan model Teams Games Tournament ini dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap individu dan kekompakan selama diskusi kelompok. Penggunaan metode ceramah bervariasi yang terus menerus dilakukan tanpa adanya penggunaan model lain sebagai variasi dalam pembelajaran menyebabkan siswa menjadi pasif, dimana siswa hanya mendapat materi saja dari guru, yang berdampak pada kurang optimalnya hasil belajar. Hasil penelitian ini diperkuat oleh penelitian-penelitian sebelumnya, Penelitian yang dilakukan oleh Wyk (2010) dengan judul The Effect of Teams Games Tournament on Achievment, Retention, and Attitudes of Economics Education Student menyatakan bahwa metode kooperatif TGT berdampak positif dalam pencapaian materi, retensi dan sikap siswa terhadap metode pengajaran siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tes prestasi skor untuk kelompok TGT adalah 52,99, sedangkan kelompok kontrol adalah 50,13. Ini menyiratkan bahwa kelompok TGT memiliki tes prestasi yang baik dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan menunjukkan sikap positif terhadap TGT sebagai strategi pengajaran untuk pendidikan ekonomi. Selain itu, Sari (2012) tentang upaya peningkatan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif team games tournament materi permintaan, penawaraan dan terbentuknya harga pasar. Dari hasil penelitian diketahui penggunaan model pembelajaran Team Games Tournament lebih efektif dari pada model pembelajaran konvensional khususnya materi pokok permintaan, penawaran, dan terbentuknya harga pasar. Hal ini dapat dibuktikan dari rata-rata nilai post test untuk kelas eksperimen sebesar 76,77 dan kelas kontrol sebesar 73,00. Hal ini menunjukkan bahwa kelas eksperimen nilainya lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 83,87% peningkatannya. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian dan analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan hasil belajar akuntansi pada kelas yang menggunakan Games Tournament (TGT) pada kompetensi dasar jurnal khusus kelas XII IPS SMA Muhammadiyah 01 Pati Tahun Ajaran 2013/2014, ada perbedaan hasil belajar siswa antara kelas yang menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan kelas yang menggunakan metode ceramah bervariasi pada kompetensi dasar jurnal khusus siswa kelas XII IPS SMA Muhammadiyah 01 Pati Tahun Ajaran 2013/2014, pembelajaran menggunakan Games Tournament lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar dibandingkan dengan metode ceramah bervariasi dalam kompetensi dasar jurnal khusus pada siswa kelas XII IPS SMA Muhammadiyah 01 Pati Tahun Ajaran 2013/2014. Saran Metode pembelajaran teams games tournament (TGT) dapat digunakan sebagai alternatif metode pembelajaran akuntansi yang inovatif pada kompetensi dasar jurnal khusus untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang mempunyai keunggulan diantaranya mendorong siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran, mengutarakan gagasangagasannya, dapat menemukan konsep-konsep sendiri melalui aktifitasnya dan melalui diskusi kelompok, serta dapat menumbuhkan rasa bertanggungjawab pada setiap siswa. sebaiknya sebelum menggunakan metode pembelajaran sebaiknya guru merencanakan alokasi waktu 14

yang baik agar dalam penerapannya antara waktu dan materi yang ditentukan bisa terlaksana sesuai dengan yang diharapkan dalam kegiatan pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA Sari, Ervianna Rut. 2012. Upaya Peningkatan Hasil Belajar Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Team Games Tournament (Materi Permintaan, Penawaraan dan Terbentuknya Harga Pasar). Dalam Jurnal Pendidikan Ekonomi, Volume 1 No. 1. Semarang: Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. Slameto. 2010. Belajar dan Faktor faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta Slavin, Robert E. 2010. Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media. Suharsimi, Arikunto. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Wyk, Michael M Van. 2010. The Effect of Teams Games Tournament on Achievement, Retention, and Attitudes of Economics Education Student. Dalam Jurnal School of Social Science, Volume 26 No. 3. Hal 183-193 Bloemfontein: University of the Free State. 15