A. Latar Belakang Masalah

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. Dakwah mempunyai sebuah pengertian sebagai suatu ajakan dalam bentuk

BAB I PENDAHULUAN. beragama yaitu penghayatan kepada Tuhan, manusia menjadi memiliki

BAB I PENDAHULUAN. mengajar dengan materi-materi kajian yang terdiri dari ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu

BAB IV ANALISIS METODE DAKWAH PONDOK PESANTREN SYAIKH JAMILURRAHMAN AS-SALAFY

BAB I PENDAHULUAN. diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. sedang bentuk kata kerja atau fi ilnya adalah da a yad u yang berarti

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Islam merupakan agama dakwah, artinya agama yang selalu mendorong

BAB I PENDAHULUAN. kekuatan terbesar sebagai media imajinasi. 1. dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang

BAB IV ANALISIS PROBLEMATIKA PENGAJIAN TAFSIR AL-QUR AN DAN UPAYA PEMECAHANNYA DI DESA JATIMULYA KEC. SURADADI KAB. TEGAL

BAB I PENDAHULUAN. keadaan sementara seseorang seperti kelelhahan atau disebabkan obatobatan,

BAB I PENDAHULUAN. Sungguh, al-quran ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus... (Q.S. Al-Israa /17: 9) 2

BAB I PENDAHULUAN. ma ruf dan mencegah dari yang mungkar merekalah orang-orang yang

BAB I PENDAHULUAN. berdasarkan pengetahuan dan sikap yang benar. Berawal dari hadirnya Baginda

BAB I PENDAHULUAN. memiliki visi, misi dan tujuan yang berbeda. Organisasi adalah sebuah wadah

BAB I PENDAHULUAN. menjamin kesejahteraan hidup material dan spiritual, dunia, dan ukhrawi. Agama Islam yaitu agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. menyebarluaskan dan menyiarkan Islam kepada seluruh umat. Dalam mengajak umat

BAB I PENDAHULUAN. sebuah masyarakat adalah aqidah, khususnya aqidah Islam. Maka tugas

BAB IV ANALISIS SIARAN MIMBAR AGAMA ISLAM TVRI STASIUN PUSAT JAKARTA. A. Analisis Materi Siaran Mimbar Agama Islam TVRI Stasiun Pusat

BAB I PENDAHULUAN. tertentu saja, melainkan seluruh individu yang mengaku dirinya muslim. 1

BAB I PENDAHULUAN. Dakwah merupakan suatu kegiatan atau usaha yang di lakukan kaum

BAB I PENDAHULUAN. agar manusia secara individual menjadi manusia yang berakhlakul karimah,

BAB IV DAMPAK KEBERADAAN PONDOK PESANTREN DALAM BIDANG SOSIAL, AGAMA DAN PENDIDIKAN BAGI MASYARAKAT TLOGOANYAR DAN SEKITARNYA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sebagai makhluk sosial, manusia senantiasa ingin berhubungan antara satu

BAB IV ANALISIS PROSES SIARAN DAKWAH DI RRI (RADIO REPUBLIK INDONESIA) PRO 2 SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. potensi dirinya untuk memiliki kecakapan spiritual keagamaan, kepribadian,

BAB 1 PENDAHULUAN. kepada kedewasaan dalam berbagai aspek kehidupan. Pendidikan adalah

BAB IV ANALISIS STRATEGI DAN METODE DAKWAH KH MUSLIHUDDIN ASNAWI DALAM PEMBINAAN AKHLAK DI DESA SIDOREJO KEC.SEDAN KAB. REMBANG.

BAB I PENDAHULUAN. alam. Pedoman dalam mengajarkan ajarannya yaitu berupa Al-Qur an. Al-

BAB I PENDAHULUAN. yang dalam ensiklopedia islam diartikan sebagai ajakan kepada islam. Jadi

BAB I PENDAHULUAN. sebagai pribadi maupun bagian dari masyarakat serta memiliki nilai-nilai moral

BAB I PENDAHULUAN. penyelenggaraan pendidikan nasional, yang sesuai dengan kebutuhan

BAB I PENDAHULUAN. seluruh alam. Agama yang menjamin terwujudnya kebahagiaan dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Manusia merupakan makhluk sosial yang senantiasa saling

BAB I PENDAHULUAN. tahu bahwa masjid berasal dari bahasa arab سجد yang berarti bersujud atau

BAB I PENDAHULUAN. membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan

BAB I PENDAHULUAN. Radio merupakan media auditif yang hanya bisa didengar, tetapi murah,

BAB I PENDAHULUAN. interaksi positif antara anak didik dengan nilai-nilai yang akan

BAB I PENDAHULUAN. masa remaja hanya satu kali dalam kehidupan, jika seorang remaja merasa

BAB I PENDAHULUAN. sulit untuk dientaskan diantaranya adalah karena rendahnya kemampuan. adalah dengan didirikannya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

BAB I PENDAHULUAN. menjauhkan diri dari segala hal yang dilarang oleh agama Islam.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan agama Islam yang dilaksanakan di sekolah merupakan

BAB I PENDAHULUAN. keberhasilan suatu bangsa. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun Negara yang demokratis, serta bertanggung jawab.

BAB I PENDAHULUAN. jangka waktu tertentu. Bila anak didik sudah mencapai pibadi dewasa susila,

BAB I PENDAHULUAN. agar manusia senantiasa melaksanakan perintah-nya dan menjauhi larangan-

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan kepribadian dan kemampuan belajar baik dari segi kognitif,

BAB I PENDAHULUAN. Remaja merupakan satu unsur generasi muda yang menjadi titik tumpu

BAB I PENDAHULUAN. Mempelajari pendidikan Islam sangat penting bagi kehidupan setiap. muslim karena pendidikan merupakan suatu usaha yang membentuk

BAB I PENDAHULUAN. Islam adalah agama dakwah, yaitu agama yang menugaskan umatnya

BAB I PENDAHULUAN. manusia (SDM) yang berdaya tahan kuat dan perilaku yang handal. Kualitas. oleh sumber daya alamnya saja, melainkan SDM-nya juga.

BAB I PENDAHULUAN. dimungkinkan karena seiring dengan perkembangan zaman yang semakin

BAB I PENDAHULUAN. sehari-hari manusia pasti mengadakan hubungan interaksi dengan orang lain, serta dalam

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak, masa peralihan

BAB I PENDAHULUAN. 1, pasal 1, butir 1 yang menyatakan bahwa : belajar dan proses pembelajaran agar paeserta didik secara aktif

BAB I PENDAHULUAN. kebahagiaan dunia dan akhirat. Dakwah sebagai aktifitas umat Islam dalam. metode maupun media yang digunakan.

BAB I PENDAHULUAN. dirinya yang memungkinkannya untuk berfungsi secara baik dalam kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. Abdul Majid, Strategi Pembelajaran, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2013, hlm. 3. Ibid., hlm. 5.

BAB I PENDAHULUAN. sampai mencapai kedewasaan masing-masing adalah pendidikan. Pengalaman

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. berbagai cabang dan gerakannya yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan dunia

KATA PENGANTAR. mencurahkan rahmat dan karunia-nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan

BAB I PENDAHULUAN. Muhammadiyah merupakan gerakan Islam, da wah amar ma rūf nahī

BAB I PENDAHULUAN. (Jakarta: Amzah, 2007), hlm Yatimin Abdullah, Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Qur an,

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan media komunikasi modern dewasa ini telah. Hal ini di mungkinkaan karena adanya berbagai media (Channel) yang dapat

BAB I PENDAHULUAN. tersebar di berbagai pemukiman masyarakat muslim, maka masjid adalah

BAB I PENDAHULUAN. Problem kemerosotan moral akhir-akhir ini menjangkit pada sebagian

BAB I PENDAHULUAN. berbagai bidang keilmuan lainnya. Al-Qur an juga merupakan firman Allah

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan suatu pekerjaan yang sangat kompleks dan

BAB I PENDAHULUAN. proses optimalisasi yang memerlukan waktu serta tahapan-tahapan tertentu. yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas dan berprestasi.

BAB I PENDAHULUAN. menjadi keharusan. Mengingat tidak selamanya komunikan dapat mengikuti

I. PENDAHULUAN. Allah Swt menurunkan kitab-kitab kepada para Rasul-Nya yang wajib diketahui dan

BAB I. masyarakat yang maju, adil dan makmur, serta memungkinkan warganya. berdasarkan Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945.

BAB 1 PENDAHULUAN. Qur an Melalui Pendekatan Historis-Metodologis, ( Semarang: RaSAIL, 2005), hlm

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENGAKTUALISASIKAN KEGIATAN DAKWAH DI GAMPONG BUKIT SEULEMAK KECAMATAN BIREM BAYEUN. Skripsi. Diajukan Oleh : ANITA

SKRIPSI. Diajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat untuk Mencapai Gelar Sarjana Dakwah OLEH RISMAWATI, AKL

BAB I PENDAHULUAN. Islam yang akan menjadikan pendidikan berkualitas, individu-individu yang

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan dakwah merupakan suatu amanah yang diembankan kepada

BAB I PENDAHULUAN. Al-Qur'an Hadits merupakan sumber utama ajaran Islam, dalarn arti

BAB I PENDAHULUAN. R. Soetarno, Psikologi Sosial, (Kanisius: Yogyakarta), 1993, hlm. 16.

BAB I PENDAHULUAN. bagi kemajuan suatu bangsa. Masa anak-anak disebut-sebut sebagai masa. yang panjang dalam rentang kehidupan.

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran yang diharapkan. Metode pembelajaran merupakan cara yang

BAB 1 PENDAHULUAN. yang sangat penting dalam kehidupan manusia baik individu, maupun sebagai anggota

BAB 1 PENDAHULUAN. media atau saluran tertentu. (A. Muis, 2001 : 37) Masyarakat dapat mendengarkan informasi tentang kesehatan, pendidikan,

BAB I PENDAHULUAN. munkar, berakidah Islam yang bersumber pada Al-Quran dan Sunnah. 1. dakwah amar ma ruf nahi munkar mengacu pada ayat-ayat berikut:

BAB I PENDAHULUAN. mereka yang belum beragama. Dakwah yang dimaksud adalah ajakan kepada

Transkripsi:

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam kamus bahasa Indonesia disebutkan strategi adalah ilmu seni mengunakan sumber daya bangsa-bangsa untuk melaksanakan kebijakan tertentu di peperangan, atau rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. 1 Kata strategi adalah turunan dari kata dalam bahasa Yunani yaitu, strategos. Adapun kata strategos dapat diterjemahkan sebagai komandan militer pada zaman Athena. Pada mulanya istilah strategi digunakan dalam dunia militer yang diartikan sebagai cara penggunaan (menghimpun) seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan. Seorang yang berperan dalam mengatur strategi, untuk memenangkan suatu peperangan. Sebelum ia melakukan suatu tindakan, ia akan menimbang bagaimana kekuatan pasukan yang dimilikinya baik dilihat dari kualitas maupun kuantitas. Misalnya: kemampuan setiap personal, jumlah dan kekuatan persenjataan, motivasi pasukannya, dan lain sebagaianya. Selanjutnya ia juga mengumpulkan informasi kekuatan musuh tentang kekuatan lawan, baik jumlah prajuritnya maupun keadaan persenjataanya. Setelah semua diketahui, baru kemudian ia akan 1 Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional RI, Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga, (Jakarta: Balai pustaka, 2005), h. 1092. 1

2 menyusun tindakan apayang harus dilakukan, taktik dan teknik peperangan, serta waktu yang tepat untuk melakukan suatu serangan, dan lain sebagaianya. Dengan demikian dalam menyusun sebuah strategi,kita perlu memperhitungkan berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Demikian pula halnya seorang pelatih sepak bola, ia akan menentukan strategi yang dianggapnya tepat untuk memenangkan suatu pertandingan setelah ia memahami segala potensi timnya. 2 Dari ilustrasi diatas dapat disimpulkan, bahwa strategi digunakan untuk memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan. Sedangkan dakwah sendiri merupakan suatu proses penyampaian risalah kebenaran menuju kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat yang berdasarkan jalan Allah (Islam). Penyampaian dakwah juga merupakan suatu hal yang pelaksanaannya sangat bergantung dengan strategi. Strategi dakwah merupakan cara atau siasat yang dipergunakan untuk mencapai tujuan dakwah. Tujuan utama dan tertinggi dari dakwah Islam hanya semata-mata mengharap dan mencari ridla Allah swt. Sedangkan secara materil arah tujuan usaha dakwah antara lain menyadarkan manusia akan arti hidup yang sebenarnya dan mengeluarkan manusia dari kegelapan/kesesatan menuju ke jalan yang terang benderang di bawah sinar petunjuk Ilahi. 123. 2 Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran, (Jakarta: Kencana Predia Media Group, 2007), h.

3 Strategi dakwah tidak hanya diperuntukkan bagi para da i yang mentablighkan ajaran Islam melainkan juga diperlukan oleh organisasi atau lembaga keislaman dalam upaya menjadikan dirinya (organisasi/lembaga) sebagai alat dakwah yang efektif dan efisien. Strategi dakwah yang baik adalah strategi dakwah yang mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus juga mampu menjadi solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi. Seperti halnya organisasi pemuda Islam Remaja Masjid (REMAS) Baitul-Taqwa. Remaja masjid merupakan salah satu komponen yang berfungsi sebagai wahana pembinaan dan pemberdayaan umat, selain itu memiliki peran menyebarkan syiar Islam ketengah-tengah masyarakat (khususnya remaja) sekitarnya dengan program-program pembinaan dan pemakmuran masjid. Dakwah dituntut untuk menghadapi berbagai persoalan seiring persoalan yang dihadapi manusia. Disatu sisi, kemajuan-kemajuan yang dicapai dalam bidang kehidupan manusia dapat mendukung pelaksanaan dakwah, disisi lain akibat kemajuan tersebut dapat memunculkan tantangan baru. 3 Seperti tantangan yang dihadapi oleh REMAS Baitul- Taqwa. Kondisi remaja Bratang Surabaya, yang sangat jauh sekali dari hal positif menjadi tantangan tersendiri bagi REMAS Baitul-Taqwa untuk mengajak mereka kepada arah kebaikan (memanfaatkan waktu luang 3 Faisal Ismail, Metodologi Ilmu Dakwah, (Yogyakarta: LESFI, 2000), h. 17.

4 mereka dengan kegiatan positif). Bagaimana tidak waktu luang yang diisi dengan hal yang tidak bermanfaat seperti: cangkrukan, main gitar, main kartu, adu ayam, dll. Parahnya lagi hal tersebut mereka lakukan di sebuah TK (taman kanak-kanak) yang posisinya berada di depan Masjid Baitul- Taqwa. Hal ini tentunya membuat keresahan Ta mir Masjid dan kegaduhan di malam hari yang mengganggu istirahat warga yang tinggal disekitar masjid Pada waktu siang menjelang sore (sekitar pukul 14.30 WIB) biasanya mereka bermain sepak bola di halaman TK, sampai kadang bola yang mereka tendang masuk ke dalam teras Masjid. Ini membuat Masjid menjadi najis dikarenakan kaki mereka kotor (bermain bola) dan masuk ke dalam masjid untuk mengambil bola tersebut. Ditambah pula dengan berkurangnya santri-santri mengaji (khususnya santri besar) dikarenakan banyaknya WARNET dan rental PS disekitar wilayah Bratang. Dalam al-qur an surat ali-imran ayat 104 Allah SWT berfirman: Artinya: Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyeru kepada yang ma ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.

5 Banyaknya fenomena-fenomena yang terjadi oleh remaja Bratang saat ini. Maka, peneliti mengambil fokus topik kajian berupa: Strategi Dakwah Remaja Masjid (REMAS) Baitul-Taqwa Dalam Upaya Meningkatkan Nilai Keislaman Bratang Surabaya. REMAS Baitul-Taqwa merupakan salah satu organisasi yang memberikan pencerahan nilai-nilai Islam di lingkungan Bratang Surabaya terutama terhadap para pemudanya. REMAS mempunyai beberapa kegiatan-kegiatan bernuansa Islam. Melalui kegiatan tersebut. Diharapkan para remaja di wilayah Bratang Surabaya mendapatkan pengetahuan tentang nilai-nilai keislaman dan pengalaman berorganisasi. Semoga kehadiran REMAS membawa manfaat, sehingga remaja Bratang bisa memanfaatkan waktu luang mereka dengan sebaik-baiknya dalam hal belajar agama, serta mengisi waktu luang mereka dengan kegiatan yang bermanfaat, agar dapat menjauhkan mereka dari hal yang tidak bermanfaat dan tercela. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana bentuk strategi dakwah Remaja Masjid (REMAS) Baitul-Taqwa dalam menanamkan nilai keislaman remaja Bratang Surabaya? 2. Apa saja faktor pendukung dan penghambat, Remaja Masjid (REMAS) Baitul- Taqwa dalam melakukan strategi dakwah di lingkungan Bratang Surabaya?

6 C. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui strategi dakwah yang digunakan oleh Remaja Masid (REMAS) Baitul-Taqwa. 2. Untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat Remaja Masjid (REMAS) Baitul-Taqwa dalam melakukan strategi dakwah. D. Manfaat Penelitian 1) Manfaat Secara Teoritik a. Memberikan kecerdasan berfikir bagi kaum muda-mudi terutama dikalangan intelektual. b. Memungkinkan kita untuk mengembangkan diri dalam memperoleh ilmu pengetahuan melalui analisis kritis mengenai sebuah masalah. c. Untuk mengetahui seberapa pentingnya strategi dalam berdakwah. 2) Manfaat Secara Praktis a. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan wawasan kepada para pengurus REMAS Baitul-Taqwa untuk melakukan strategi dakwah yang tepat dalam menyampaikan dakwahnya. Melalui kegiatan dakwah yang dilakukan oleh REMAS Baitul-Taqwa. Diharapkan para remaja Bratang Surabaya mendapatkan pengetahuan tentang ajaran-ajaran Islam.

7 b. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah khasanah literatur perpustakaan Fakultas Dakwah khususnya jurusan Komunikasi Penyiaran Islam. E. Definisi Konsep Konsep-konsep yang diangkat dalam penelitian ini tidak terlepas dari judul penelitian, hal ini bertujuan untuk menghindarkan kesalah pahaman dalam memahami judul atau fokus penelitian. Selain itu, juga bermaksud agar masalah yang diajukan dapat dijelaskan atau digambarkan dengan baik. Penelitian ini berjudul Strategi Dakwah Remaja Masjid (REMAS) Baitul-Taqwa Dalam Upaya Meningkatkan Nilai Keislaman Bratang Surabaya. Dari judul tersebut, di bawah ini terdapat penjelasan makna kata kunci yang tercantum dalam judul. Yang mana peneliti uraikan sebagai berikut: 1. Strategi Dakwah Menurut Asmuni Syukir strategi dakwah artinya siasat atau taktik, yang dipergunakan dalam aktivitas dakwah yang mana di dalam penggunaannya harus memperhatikan beberapa azaz-azaz dakwah terlebih dahulu. 4 Sedangkan menurut Ali Aziz, strategi dakwah adalah perencanaan yang berisi rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan dakwah tertentu, yang artinya arah dari semua 4 Asmuni Syukir, Dasar-dasar Strategi Dakwah, (Surabaya: Al-Ikhlas, 1983), h. 21.

8 keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan. Oleh sebab itu, sebelum menentukan strategi perlu dirumuskan tujuan yang jelas serta dapat diukur keberhasilanya. 5 Strategi dakwah membutuhkan penyesuaian yang tepat, yakni dengan memperkecil kelemahan dan ancaman serta memperbesar keunggulan dan peluang, karena strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya sebelum menentukan strategi, perlu dirumuskan tujuan yang jelas serta dapat diukur keberhasilanya. Strategi dakwah artinya siasat, taktik, yang merupakan seni dalam menentukan rancangan bangunan sebuah perjuangan (pergerakan) dalam melaksanakan dakwah. 6 Berdasarkan beberapa pengertian di atasa strategi dakwah adalah cara atau taktik yang digunakan untuk mencapai tujuan dakwah yaitu membentuk Khoirul Ummah. 2. Nilai Keislaman Nilai-nilai Islam merupakan sifat-sifat atau hal-hal yang ada di dalam al-qur an sebagai kitab suci agama Islam sebagai dasar penentu tingkah laku seseorang yang berguna bagi kemanusiaan untuk bekal hidup di dunia dan akhirat. 7 Dan merupakan himpunan akhlak yang membentuk kepribadian muslim yang unggul. 5 M Ali Aziz, Ilmu Dakwah, (Jakarta: Kencana, 2004), h. 349. 6 Didin Hafinuddin, Dakwah Aktual, (Jakarta: Gema Insani Press, 1998), h. 71. 7 Syarah Padmawati, Kajian Filologis dan Nilai-nilai Islam dalam Hikayat Raja Rahib, (Skripsi S1 Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang, 2007), h. 24.

9 Nilai-nilai Islam pada hakikatnya merupakan kumpulan dari prinsip-prinsip hidup, ajaran-ajaran tentang bagaimana manusia seharusnya menjalankan kehidupanya di dunia ini. 8 Nilai-nilai Islam bersumber pada al-qur an dan al-hadist. Sebagai sumber pertama adalah al-qur an, dan sebagai sumber kedua adalah al- Hadist. Al-Qur an sebagai pedoman umat Islam mencangkup seluruh persoalan hidup. Al-Qur an adalah petunjuk-nya yang dipelajari akan membantu menemukan nilai-nilai yang dapat dijadikan pedoman bagi penyelesaian berbagai problem hidup dan apabila dihayati serta diamalkan. Adapun nilai keislaman yang terdapat dalam al-qur an meliputi Aqidah, Syari ah, dan Akhlak. Nilai keislaman meliputi, bagaimana cara bergaul khususnya lawan jenis, cara berpakaian, bertutur kata, adab kepada orang tua, dll. F. Sistematika Pembahasan Dalam setiap pembahasan suatu masalah, sistematika pembahasan merupakan suatu aspek yang sangat penting, karena sistematika pembahasan ini dimaksudkan untuk mempermudah bagi pembaca dalam mengatur alur pembahasan yang terkandung di dalam skripsi ini. Adapun sistem pembahasan skripsi ini adalah sebagai berikut: Bab I, merupakan pendahuluan yang berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi konseptualisasi, dan sistematika pembahasan. 8 M. Musrin H.M, Sistem Nilai dan Pandangan Hidup serta Relasinya dengan Ilmu Pengetahuan, Wardah, no 8 (Juni 2004), h. 64.

10 Bab II, merupakan kajian pustaka yang berisi tentang kerangka teoritik dan penelitian terdahulu yang relavan. Bab III, merupakan metode penelitian yang berisikan tentang pendekatan dan jenis penelitian, subyek penelitian, jenis dan sumber data, tahap-tahap penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, teknik keabsahan data. Bab IV, merupakan hasil penelitian yang berisi tentang deskripsi data hasil penelitian berupa penyajian dan analisis data. Bab V, merupakan penutup yang memuat kesimpulan dan rekomendasi.