PERBEDAAN AMDAL DAN ANDAL

dokumen-dokumen yang mirip
Geografi PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN II. K e l a s. xxxxxxxxxx Kurikulum 2006/2013

MODUL 4 PENGERTIAN, PERANAN DAN PROSES AMDAL

PB 4. AMDAL, UKL dan UPL. AMDAL, UKL dan UPL

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN BLITAR NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG IZIN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 26 TAHUN 2010 TENTANG

PP No. 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan

BUPATI CILACAP PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG IZIN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CILACAP,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2012 TENTANG IZIN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BLITAR TAHUN 2015 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BLITAR NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG IZIN LINGKUNGAN

BUPATI JOMBANG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN JOMBANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG IZIN LINGKUNGAN

SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN MENURUT ISO 14001

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG IZIN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

BUPATI KEBUMEN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 49 TAHUN 2015 TENTANG IZIN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2012 TENTANG IZIN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Sistem Manajemen Lingkungan Menurut ISO 14001

AMDAL PERTAMBANGAN I. UMUM

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2012 TENTANG IZIN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Prosedur dan mekanisme AMDAL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2012 TENTANG IZIN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2012 TENTANG IZIN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG IZIN LINGKUNGAN

BIRO HUKUM DAN HUMAS KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

1. Apa kepanjangan dari AMDAL..? a. Analisis Masalah Dalam Alam Liar b. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan c. Analisis Mengenai Dampak Alam dan

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI

WALIKOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN

MEMUTUSKAN: BAB I KETENTUAN UMUM

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Globalisasi perekonomian menimbulkan pencemaran dan memunculkan kepedulian terhadap lingkungan. ISO mengembangkan standar spesifik lingkungan bagi

KA atau Andal dan RKL-RPL

jtä ~Éàt gtá ~ÅtÄtçt

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 11 TAHUN 2009

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 47 Tahun : 2014

BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN DOKUMEN LINGKUNGAN HIDUP

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 11 TAHUN 2009

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN

BUPATI PEMALANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PEMALANG NOMOR 35 TAHUN 2014 TENTANG

ISO Nur Hadi Wijaya

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KERINCI TAHUN 2008 NOMOR 7 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KERINCI NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG

ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN (AMDAL)

PEDOMAN PENYUSUNAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP (ANDAL)

PERATURAN BUPATI TANGERANG TENTANG PETUNJUK TEKNIS PEMERIKSAAN DAN PENERBITAN IZIN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANGERANG,

6. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Re

BUPATI MAGELANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI MAGELANG NOMOR 27 TAHUN 2014 TENTANG

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

MAKALAH AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Tahun Pelajaran 2012/2013

BUPATI MAJENE PROVINSI SULAWESI BARAT

PERTEMUAN 11 : ASPEK LINGKUNGAN HIDUP

A M D A L (ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN)

KETERLIBATAN MASYARAKAT DALAM PROSES ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP DAN IZIN LINGKUNGAN BAB I PENDAHULUAN

WALIKOTA TIDORE KEPULAUAN

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 48 TAHUN 2015 TENTANG

Pendahuluan. PP No. 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan. Imam Hendargo Abu Ismoyo Deputi Bidang Tata Lingkungan

WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 39 TAHUN 2012 TENTANG IZIN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BANJAR,

ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1986 Tanggal 5 Juni Presiden Republik Indonesia,

BUPATI SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG PELINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

AMDAL dan Dampak Lingkungan Proyek

DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP DAN IZIN LINGKUNGAN BAB I PENDAHULUAN

BUPATI PAMEKASAN PERATURAN B UPATI PAMEKASAN NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG IZIN LINGKUNGAN

BAB I PENDAHULUAN. Internasional Soekarno-Hatta terus meningkatkan pelayanan untuk. Soekarno-Hatta menimbulkan dampak positif dan negatif terhadap

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 42 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA DAN PERSYARATAN PEMBERIAN IZIN LINGKUNGAN DI KABUPATEN SUKOHARJO

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP (AMDAL) KABUPATEN BULUNGAN

WALIKOTA BANDUNG PERATURAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR : 257 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR PROSEDUR PELAYANAN DOKUMEN LINGKUNGAN

WALIKOTA KEDIRI PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KOTA KEDIRI NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG IZIN LINGKUNGAN

(Pendugaan Dampak, Pegelolaan Dampak dan Pemantauan) Dosen: Dr. Tien Aminatun

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA NOMOR 11 TAHUN 2004 TENTANG

PB 8 PROSEDUR PENYUSUNAN AMDAL

SOP PENILAIAN AMDAL, PEMERIKSAAN DOKUMEN UKL-UPL DAN IZIN LINGKUNGAN

SUSTAINABLE ECO DEVELOPMENT 2

WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

PENGAWASAN DAN PENERAPAN SANKSI ADMINISTRASI

TAHAPAN PENILAIAN AMDAL

PETUNJUK PELAKSANAAN KOMPETENSI LABORATORIUM LINGKUNGAN

-1- DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA,

AMDAL vs UKL/UPL. Pengajar : Salmani, ST., MS., MT.

PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA NOMOR 03 TAHUN 2013 TENTANG AUDIT LINGKUNGAN HIDUP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI KARO PROVINSI SUMATERA UTARA PERATURAN BUPATI KARO NOMOR 21 TAHUN 2015 TENTANG IZIN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KARO,

BUPATI MADIUN PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 28 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA PANGKALPINANG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 19 TAHUN 2013 TENTANG IZIN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIDOARJO,

STANDARISASI LINGKUNGAN (ISO AN)

PERATURAN PEMERINTAH NO. 82/2001 TENTANG PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

ANDAL (Analisis Dampak Lingkungan) merupakan

BUPATI SUKAMARA PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 31 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI KANTOR LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN SUKAMARA

BUPATI KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG IZIN LINGKUNGAN

BAB I PENDAHULUAN. barang dan jasa, pemakaian sumber-sumber energi, dan sumber daya alam.

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUSI RAWAS NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG PENGENDALIAN PEMBUANGAN AIR LIMBAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 07 TAHUN 2010

PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG TIMUR NOMOR 29 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA DAN PERSYARATAN IZIN LINGKUNGAN

KEBIJAKAN PENYUSUNAN LAPORAN RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (RKL) DAN RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (RPL)

PP No. 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

Transkripsi:

PERBEDAAN AMDAL DAN ANDAL 1. Pengertian Untuk dapat mengetahui perbedaan antara Amdal dan Andal, maka kita dapat merujuk pada Pasal 5 ayat 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan dan Pasal 4 Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup. Dokumen Amdal atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup terdiri dari tiga bagian dokumen, yaitu : 1.Kerangka Acuan atau biasanya disingkat dengan KA 2.Andal atau Analisis Dampak Lingkungan Hidup 3.RKL-RPL atau Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa Andal merupakan salah satu dokumen penyusun Amdal, Andal merupakan bagian dari Amdal itu sendiri yang memuat mengenai deskripsi rinci rona lingkungan hidup awal, prakiraan dampak penting dan evaluasi secara holistik terhadap dampak lingkungan. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai perbedaan Amdal dan Andal, mari kita merinci proses alur penyusunannya secara singkat. Penyusunan Amdal dimulai dengan menyusun Kerangka Acuan atau KA terlebih dahulu, kemudian Karangka Acuan yang telah disusun diajukan kepada Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota melalui Komisi Penilai Amdal sesuai dengan kewenangannya. Bila Kerangka Acuan mendapatkan persetujuan setelah melalui proses penilaian dari Komisi Penilai Amdal, maka Kerangka Acuan tersebut digunakan sebagai dasar dalam penyusunan Andal dan RKL-RPL. Selanjutnya, Andal dan RKL- RPL yang telah selesai disusun diajukan kepada Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota melalui Komisi Penilai Amdal sesuai dengan kewenangannya. Setelah itu Komisi Penilai Amdal mengeluarkan

rekomendasi kelayakan lingkungan atau rekomendasi ketidaklayakan lingkungan kepada Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota. 2. Perbedaan Perbedaan berdasarkan kegunaannya, yaitu: AMDAL digunakan untuk: - Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah - Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha atau kegiatan - Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup - Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha atau kegiatan ANDAL digunakan untuk berbagai pihak pembagian kegunaan dalam bentuk lain juga dapat disusun berdasarkan pihak yang mendapat kegunaan, sebagai berikut: - Kegunaan bagi pemerintah - Kegunaan bagi pemilik proyek - Kegunaan bagi pemilik modal - Kegunaan bagi masyarakat 3. Dampak Impact atau Dampak di sini diartikan sebagai adanya suatu benturan antar dua kepentingan, yaitu kepentingan pembangunna proyek dengan kepentingan usaha melestarikan kualitas lingkungan yang baik. Dampak yang diartikan dari benturan dua kepentingan antara kegiatan (proyek pembangunan) yang akan dijalankan di lingkungan. Dalam perkembanan dianalisis bukanlah hanya dampak negatif saja tetapi juga dampak positifnya dengan bobot analisis yang sama. Apabila didefinisikan maka dampak ialah setiap perubahan yang terjadi dalam lingkungan akibat adanya aktivitas manusia. Di sini tidak disebutkan karena adanya proyek, karena sering proyek diartikan sebagai bangunan fisik saja, sedangkan banyak proyek yang bangunan fisiknya relatif kecil atau tidak ada tetapi dampaknya dapat besar. a. Pendugaan Dampak

Pendugaan ini digunakan sebagai terjemahan dari assessment. Beberapa ahli di indonesia menggunakan terjemahan perkiraan atau peramalan. Pendugaan dampak dapat didefinisikan sebagai aktivitas untuk menduga dampak yang akan terjadi di masa yang akan datang akibat suatu aktivitas manusia (proyek). Dampak yang diduga tersebut merupakan perbedaan nilai lingkungan atau nilai suatu sumberdaya di masa yang akan datang antara lingkungan tanpa proyek dan lingkungan dengan proyek. b. Penyajian informasi Lingkungan Penyajian informasi lingkungan atau PIL adalah suatu proses untuk memperkirakan kemungkinan terjadinya dampak yang akan digunakan untuk menetapkan apakah proyek yang diusulkan tersebut perlu Andal atau tidak. Perundangan di indonesia menyebutkan bahwa PIL adalah suatu telaahan secara garis besar tentang rencana kegiatan yang akan dilaksanakan; rona lingkungan tempat kegiatan, kemungkinan timbulnya dampak lingkungan oleh kegiatan tersebut dan rencana tindakan pengendalian dampak negatifnya. c. Penyajuan Evaluasi Lingkungan Penyajian evaluasi lingkungan atau disingkat menjadi PEL adalah suatu aktivitas penelaahaan seperti PIL, hanya bedanya PEL dilakukan pada proyek yang sudah berjalan sedang pil dilakukan pada proyek yang masih dalam perencanaan. d. Studi Evaluasi Lingkungan Istilah studi evaluai lingkungan atau SEL adalah analisis dampak lingkunan yan dilakukan pada proyek atau aktivitas manusia yang sudah berjalan. Dalam analisis ini rona lingkungan sebelum proyek berjalan sudah tidak dapat dijumpai. e. Mengapa diperlukan AMDAL? Mengapa Amdal harus dilakukan? pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan dua macam cara sebagai berikut:

1) Amdal harus dilakukan untuk proyek yang akan dibangun karena undang-undang dan peraturan pemerintah menghendaki demikian. Apabila pemilik atau pemrakarsa proyek tidak melakukannya, maka akan melanggar undang-undang dan besar kemungkinannya perizinan untuk membangun proyek tersebut tidak akan didapat, atau akan meghadapi pengadilan yang dapat memberikan sanksi-sanksi yang tidak ringan. 2) Amdal harus dilakukan agar kualitas lingkungan tidak rusak karena adanya proyekproyek pembangunan. Jawaban kedua ini merupakan jawaban ini merupakan jawaban yang ideal, tetapi kesadaran mengenai masalah ini tidak mudah ditanamkan pada setiap orang teurtama para pemrakarsa proyek. Pada awalnya kebudayaan manusia perubahan pada lingkungan oleh aktivitas manusia masih dalam kemampuan alam untuk memulihkan diri secara alamiah, tetapi aktivitas manusia makin lama makin menimbulkan banyak perubahan lingkungan. f. Siapa yang harus melakukan AMDAL? Dengan dasar filosofi bahwa si penyebab timbulnya pencemar yang harus membayar maka pemrakarsa proyek haruslah membiayai atau menyelenggarakan Amdal. Kalau dilihat bahwa Amdal merupakan bagian dari perencanaan suatu proyek maka juga jela bahwa harus dibiayai oleh pemilik proyek. Begitu pula dalam mengendalikan dampak haruslah sampai batas-batas tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah dalam bentuk Baku Mutu, dan merupakan tanggungjawab yang harus dibiayai oleh pemrakarsa proyek, karena dirasakan kurang adil kalau masyarakat disekitar proyek harus membayar akibat adanya dampak negatif proyek tersebut. Misalnya mengeluarkan biaya tambahan untuk kesehatannya yang diakibatkan proyek, juga kenyamanannya, keselamatannya bahkan rusaknya sumber daya alam yang diolahnya.

Tanggung jawab pemilik proyek untuk menyelenggarakan Amdal bukan berarti bahwa pemrakarsa proyek tersebut harus melakukannya sendiri. Pemilik proyek dapat menyerahkan pelaksanaan studi Amdal-nya kepada konsultan swasta atau pihak lain atas dasar saran dari pemerintah. Di negara-negara berkembang yang biasanya belum memiliki konsultan swasta yang mampu melaksanakan Amdal dengan baik, maka sering pekerjaan ini dipercayakan kepada universitas, karena biasanya di universitaslah terkumpul ahli-ahli berbagai bidang yang dapat melaksanakan Amdal. Dapat pula dibentuk suatu tim gabungan dari berbagai instansi termasuk staf dari pemilik proyek. Bagaimanapun bentuk tim Amdal, mereka melakukan Amdal untuk atau atas nama pemilik proyek, dan pemilik proyeklah yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan isi dari laporan dan peyebaran laporannya. Amdal bukanlah suatu proses yang berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari proses Amdal yang lebih besar dan lebih penting sehingga AMDAL merupakan bagian dari: a. Pengelolaan lingkungan b. Pemantauan lingkungan c. Pengelolaan proyek d. Pengambilan keputusan e. Dokumen yang penting

Mengapa suatu industri yang sudah memiliki ISO 9000 masih perlu mengajukan ISO 14000? Sebelum kita meninjaunya lebih dalam, kita perlu mengetahui apa perbedaan antara ISO 9000 dan ISO 14000. ISO 9000 adalah standar untuk pengembangan sistem manajemen mutu yang berpotensi dapat diadopsi oleh bisnis apapun. Tujuannya untuk memungkinkan perusahaan untuk menunjukkan bahwa mereka berada dalam posisi untuk menyediakan produk atau jasa yang memenuhi harapan pelanggan dan berfokus pada kepuasan pelanggan. ISO 14000 merupakan seperangkat standar internasional bidang manajemen lingkungan yang dimaksudkan untuk membantu organisasi di seluruh dunia dalam meningkatkan efektivitas kegiatan pengelolaan lingkungannya. Selain itu ISO 14.000 merupakan semua sistem manajemen lingkungan yang dapat memberikan jaminan (bukti) kepada produsen dan konsumen, bahwa dengan menerapkan sistem tersebut produk yang dihasilkan/dikonsumsi, limbah, produk bekas pakai ataupunlayanannya sudah

melalui suatu proses yang memperhatikan kaidah-kaidah atau upaya-upaya pengelolaan lingkunganini berfungsi sebagai alat untuk menentukan dan melaksanakan kegiatan yang memenuhi badan usaha lingkungan. ISO 9000 begitu penting adalah bahwa Uni Eropa (UE) menuntut supaya perusahaan-perusahaan yang ingin berbisnis dengan UE harus berijazah standar ISO. Beberapa perusahaan besar juga menuntut para pemasok memiliki standar serupa. Standar tersebut mewajibkan perusahaan untuk menentukan kebutuhan pelanggan, termasuk pengaturan dan persyaratan hukum. Perusahaan juga harus membuat susunan komunikasi untuk menangani isu-isu seperti keluhan. Standar lain melibatkan kontrol proses, pengujian produk, penyimpanan, dan pengiriman. Meningkatkan kualitas adalah investasi yang dapat terbayar dalam hubungan pelanggan yang lebih baik dan penjualan yang lebih tinggi. ISO 14000 tidak menentukan tingkat kinerja. ISO 14000 adalah sistem manajemen lingkungan (environmental management system-ems). Persyaratan untuk sertifikasi meliputi kepemilikan kebijaksanaan lingkungan, kepemilikan sasaran pengembangan tertentu, pengadaan audit program lingkungan, dan pemeliharaan tinjauan proses manajemen puncak. Sertifikasi dalam ISO 9000 dan ISO14000 menunjukkan bahwa sebuah perusahaan memiliki sistem manajemen kelas dunia, baik dalam standar kualitas maupun standar manajemen. Sehingga meskipun suatu perusahaan telah memiliki ISO 9000, perusahaan tersebut perlu mengajukan ISO 14000. Mengapa ISO 14000 merupakan paspor baru bagi produk yang mau menuju pasar internasional? Karena dengan adanya ISO 14000 peningkatan image masyarakat terhadap perusahaan termasuk dunia internasional. Perusahaan pemegang sertifikat ISO 14001 dapat diketahui masyarakat luas sehingga citranya meningkat. Perusahaan yang sudah memiliki sistem, maka operasinya relatif aman dan investor akan merasa lebih aman untuk menanamkan modalnya.

Selain itu adanya peningkatan daya saing di pasar global. Beberapa negara tujuan ekspor mensyaratkan agar perusahaan yang akan menjual produknya ke negara tersebut harus memiliki sertifikat ISO 14001. Oleh karena itu dengan memperoleh sertifikat ISO 14001, perusahaan sudah mendapat paspor untuk menembus pasar internasional. ISO 14000 juga mampu menangani masalah-masalah emisi udara, pembuangan limbah cair, penyediaan air minum dan pengelolaan limbah rumah tangga, limbah, gangguan, kebisingan, bau, radiasi, fasilitas, analisis dampak lingkungan, pengemasan, penggunaan bahan, dan penggunaan energi.