Modul ke: 06 Ekonomi Fakultas EKONIMI DAN BISNIS Program Studi MANAJEMEN PEREKONOMIAN INDONESIA Sistem Perekonomian Indonesia, Sistem Kapitalis, Sistem Ekonomi Sosialis dan Sistem Campuran Serta Indonesia Mochammad Rosul, Ph.D, M.Ec Kelompok 6 : 1. Reza Ahmad 2. Gian Faisal 3. Rendi Julistiawan 3. Danu Harya Prakarsa
Apa Pengertian Sistem? Sistem tersusun dari seperangat komponen yang bekerja secara bersama-sama untuk mencapai semua tujuan dari keseluruhan sistem tersebut. Sebuah sistem dapat digambarkan sebagai sebuah kumpulan dari komponen-komponen dimana beberapa dari omponen tersebut saling berhubungan secara tetap dalam jangka waktu tertentu.
SISTEM EKONOMI Mencermati perkembangan perekonomian Indonesia dilihat dari sudut pandang kronologi sejarah pembangangunan ekonomi, tidak terlepas dari tujuan, arah dan strategi yang akan dicapai pemerintah untuk kemajuan ekonomi di masa depan. Pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan ouptut masyarakat yang disebabkan oleh semakin banyaknya jumlah faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi masyarakat tanpa adanya perubahan cara-cara atau teknologi produksi itu sendiri.
SISTEM EKONOMI Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah.
KARATERISTIK PEREKONOMIAN INDONESIA Indonesia sebagai negara keupulauan (nusantara) memiliki ciri-ciri khusus, yang berbeda dengan negara tetangga ASEAN, bahkan berbeda dengan negara-negara lain di dunia sehingga perekonomiannya memiliki karakteristik sendiri. Yang dinilai mempengaruhi perekonomian Indonesia, sebagai berikut : Faktor Geografi Faktor Demografi Faktor Sosial, Budaya Dan Politik
FAKTOR GEOGRAFIS Indonesia adalah Negara kepulauan terbesar di dunia, terdiri dari 13.677 pulau besar kecil (baru 6.044 pulau memiliki nama, diantaranya 990 pulau yang dihuni manusia); terbentang dari 60LU sampai 110LS sepanjang 61.146 km., memiliki potensi ekonomi yang berbeda-beda karena perbedaan SDA, SDm, kesuburan tanah, curah hujan (Sutjipto, 1975).
FAKTOR DEMOGRAFI Indonesia negara nomor 4 di dunia karena berpenduduk lebih dari 310 juta orang. Indonesia yang berpenduduk lebih dari 210 juta orang membutuhkan berbagai barang, jasa dan fasilitas hidup dalam ukuran serba besar (pangan, sandang, perumahan dan lain-lain).
FAKTOR SOSIAL, BUDAYA DAN POLITIK Sosial : Bangsa Indonesia terdiri dari banyak suku (heterogin) dengan beraagam budaya, adat istiadat, tata nilai, agama dan kepercayaan yang berbeda-beda. Budaya : Bangsa Indonesia memiliki banyak budaya daerah, tapi sebenarnya kita belum memiliki budaya nasional (kecuali bahasa Indonesia). Politik : sebelum kolonialis Belanda datang, bangsa Indonesia hidup di bawah kekuasaan rajaraja.
SISTEM EKONOMI KAPITALISME Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi baang, manjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi.
SISTEM EKONOMI KAPITALISME Dalam perekonomian kapitalisme setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Beriut adalah ciri-ciri ekonomi kapitalisme : Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingann (keuntungan) sendiri Paham individualisme didasarkan materialisme, warisan zaman Yunani Kuno (disebut hedonisme)
SISTEM EKONOMI KAPITALISME Kelebihan Sistem Ekonomi kapitalisme : 1. Setiap orang bebas menentukan perekonomian sendiri 2. Setiap orang bebas memiliki alat produksi sendiri 3. Kegiatan ekonomi lebih cepat maju karena persaingan 4. Produksi didasarkan kehan masyarakat
SISTEM EKONOMI KAPITALISME Kelemahan Sistem Ekonomi kapitalisme : 1. Menimbulkan penindasan terhadap manusia lain 2. Pengusaha yang bermodal kecil akan semkin tersisih 3. Menimbulkan monopoli sehingga merugikan masyarakat 4. Dapat menciptakan kesenjangan antara masyarakat kaya dan masyarakat miskin 5. Rentan terhadap krisis ekonomi
SISTEM EKONOMI SOSIALIS Sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi dimana ekonomi diatur oleh negara dan pemerintah memegang peranan paling penting atau dominan dalam pengaturan kegiatan ekonomi. Dominasi dilakukan melalui pembatasanpembatasan terhadap kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota masyarakat. Dalam sistem ekonomi ini semua kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi dikuasai oleh negara, pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi. Jadi, swasta dan perorangan hampir tidak memiliki kesempatan untuk melakukan kegiatan ekonomi. Tujuan kegiatan ekonomi pun bukan untuk mengejar laba sebesarbesarnya, melainkan untuk memenuhi kebutuhan bersama.
SISTEM EKONOMI SOSIALIS Sistem ekonomi sosialis mempunyai ciri-ciri berikut ini. Semua alat produksi dan sumber daya dikuasai oleh pemerintah. Hak milik perorangan atau swasta tidak diakui, sehingga kebebasan individu dalam berusaha tidak ada. Segala keputusan mengenai jumlah dan jenis barang ditentukan oleh pemerintah. Kegiatan perekonomian dari produksi, distribusi, dan konsumsi serta harga, ditetapkan pemerintah dengan peraturan negara. Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah. Semua warga masyarakat adalah karyawan bagi negara.
SISTEM EKONOMI SOSIALIS Kelebihan sistem ekonomi sosialis : Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran, dan masalah ekonomi lainnya. Pemerintah lebih mudah dalam mengadakan pengawasan dan pengendalian perekonomian. Pasar barang dalam negeri berjalan lancar. Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga. Relatif mudah melaksanakan distribusi pendapatan. Jarang terjadi krisis ekonomi.
SISTEM EKONOMI SOSIALIS Kelemahan sistem ekonomi sosialis : Mematikan kreativitas dan inovasi setiap individu, sehingga hampir semua inisiatif dan inovasi diprakarsai oleh pemerintah. Tidak ada kebebasan untuk memiliki sumber daya. Kurang adanya variasi dalam memproduksi barang, karena hanya terbatas pada ketentuan pemerintah. Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat. Adanya pasar gelap yang diakibatkan adanya pembatasan yang terlalu ketat oleh pemerintah.
PERINSIP ETIKA BISNIS SISTEM EKONOMI SOSIALIS Bertujuan secara umum sesuai dengan tujuan etika bisnis yang memang cukup berat dan mengutamakan tercapainya tujuan kesejahteraan masyarakat banyak dan secara kolektif tujuan kesejahteraan itu ingin dicapai secara ideal atau harmonis. Akan tetapi dalam aplikasinya sistem ekonomi sosialis justru menimbulkan distorsi- distorsi dalam alokasi sumber daya ekonomi secara maksimal bagi masyarakat luas. Hal ini terjadi akibat para individu tidak dapat secara optimal untuk mengembangkan diri dan kehilangan semangat dan gairah untuk meningkatkan produktivitasnya.
PERBANDINGAN KONSEP EKONOMI KAPITALISME DAN SOSIALISME KONSEP KAPITALISME SOSIALISME Sumber Kekayaan Kepemilikan Tujuan Gaya Hidup Perorangan Sumber kekayaan sangat langka ( scarcity of resources) Setiap pribadi di bebaskan untuk memiliki semua kekayaan yang di peroleh nya Kepuasan pribadi Sumber kekayaan sangat langka( scarcity of resources) Sumber kekayaan di dapat dari pemberdayaan tenaga kerja (buruh) Ke setaraan penghasilan di antara kaum buruh
SISITEM EKONOMI CAMPURAN Merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi. Atau Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi sosialis.
SISITEM EKONOMI CAMPURAN Ciri dari sistem ekonomi campuran : Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
SISITEM EKONOMI CAMPURAN Kelebihan sistem ekoniomi campuran : Kebebasan berusaha Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas Lebih mementingkan umum dari pada pribadi
SISITEM EKONOMI CAMPURAN Kelemahan sistem ekonomi campuran : Beban pemerintah berat dari pada beban swasta Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan
Sistem Perekonomian Indonesia Setiap negara menganut sistem ekonomi yang berbeda-beda terutama Indonesia dan Amerika serikat, dua negara ini pun menganut sistem ekonomi yang berbeda. Awalnya Indonesia menganut sistem ekonomi liberal, yang mana seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Akan tetapi karena ada pengaruh komunisme yang disebarkan oleh Partai Komunis Indonesia, maka sistem ekonomi di Indonesia berubah dari sistem ekonomi liberal menjadi sistem ekonomi sosialis. Pada masa Orde Baru, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia diubah kembali menjadi sistem demokrasi ekonomi. Namun sistem ekonomi ini hanya bertahan hingga masa Reformasi. Setelah masa Reformasi, pemerintah melaksanakan sistem ekonomi yang berlandaskan ekonomi kerakyatan. Sistem inilah yang masih berlaku di Indonesia.
Sistem Perekonomian Indonesia Berikut sistem ekonomi yang dianut Indonesia : 1. Sistem Ekonomi Demokrasi 2. Sistem Ekonomi Kerakyatan 3. Sistem Ekonomi Indonesia dalam UUD 1945
Sistem Perekonomian Indonesia Sistem Ekonomi Demokrasi Sistem ekonomi demokrasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah. Pada sistem demokrasi ekonomi, pemerintah dan seluruh rakyat baik golongan ekonomi lemah maupun pengusaha aktif dalam usaha mencapai kemakmuran bangsa. Selain itu, negara berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan kegiatan perekonomian. Dengan demikian terdapat kerja sama dan saling membantu antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Sistem Perekonomian Indonesia Sistem Ekonomi Kerakyatan : Pemerintah bertekad melaksanakan sistem ekonomi kerakyatan dengan mengeluarkan ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor IV/MPR/1999, tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara yang menyatakan bahwa sistem perekonomian Indonesia adalah sistem ekonomi kerakyatan. Sistem ekonomi ini berlaku sejak tahun 1998. Pada sistem ekonomi kerakyatan, masyarakatlah yang memegang aktif dalam kegiatan ekonomi, sedangkan pemerintah yang menciptakan iklim yang bagus bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha.
Sistem Perekonomian Indonesia Sistem Ekonomi Indonesia dalam UUD 1945 Berdasarkan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 pasal 33 setelah amandemen Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.
Permasalahan perekonomian Indonesia 1.Kemiskinan Data BPS menunjukkan bahwa angka kemiskinan Indonesia pada tahun 2008 masih berada pada tingkat yang cukup tinggi, yaitu 15,42. Angka ini memang lebih rendah dibanding dengan angka kemiskinan tahun sebelumnya. Namun demiian apabila jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2008 sekitar 240 juta jiwa, berarti masih ada sekitar 36 juta jiwa penduduk Indonesia yang hidup dalam kemiskinan. Jumlah pen-duduk miskin ini merupakan masalah yang cukup berat bagi pemerintah Indonesia. Pemerintah harus menyediakan subsidi (BLT) yang semakin besar, sementara kemampuan keuangan pemerintah (dari dalam negeri) juga tidak lebih baik. 2.Ketidakmerataan pendapatan masyarakat Hasil pembangunan ekonomi nasional seharusnya dapat dinikmati oleh seluruh penduduk Indonesia secara merata. Namun kenyataannya, kelompok penduduk menengah ke atas cenderung lebih banyak menikmati hasil pembangunan tersebut. Data tahun 2004 yang pada tahun 2008/2009 mungkin juga tidak mengalami perubahan secara signifikan, menunjukkan bahwa 40% penduduk Indonesia yang berpendapatan rendah menikmati hasil pembangunan (pembagian pendapatan) sebesar 20,8%; 40% penduduk Indonesia yang berpendapatan menengah menikmati hasil pem-bangunan (pembagian pendapatan) sebesar 37,1%; dan 20% penduduk Indonesia yang berpendapatan tinggi menikmati hasil pembangunan (pembagian penda-patan) sebesar 42,1%. (Kuncoro, M., 2006: 140). Indeks Gini pun menunjukkan angka yang cukup besar yaitu 0,376 pada tahun 2007. Hal ini berarti bahwa hasil pembangunan ekonomi dalam bentuk pendapatan nasional masih lebih banyak dinikmati oleh penduduk yang berpendapatan menegah ke atas. Dengan kata lain masih terjadi ketidakmerataan pembagian pendapatan sebagai hasil pembangunan ekonomi nasional.
Permasalahan perekonomian Indonesia 3. Pengangguran Data BPS menunjukkan bahwa angka pengangguran terbuka pada tahun 2009 dibanding dengan tahun sebelumnya menunjukkan kenaikan hingga menjadi 9%. Apabila jumlah penduduk Indonesia pada pertengahan 2009 naik menjadi sekitar 242,5 juta jiwa, ini berarti jumlah penganggur di Indonesia pada tahun 2009 menjadi sekitar 21,82 juta jiwa. Jumlah penganggur ini merupakan masalah yang berat bagi pemerintah Indonesia, karena kemampuan pemerintah untuk menyediakan lapangan kerja pada tahun 2009 masih jauh dari jumlah tersebut. 4. Inflasi yang relatif masih cukup tinggi Data Moneter Bank Indonesia 2009 menunjukkan bahwa tingkat inflasi pada bulan Januari 2009 adalah 9,17%. Tingkat inflasi ini lebih rendah dibanding tingkat inflasi pada bulan Desember 2008 yaitu 11,06%. Namun demikian, tingkat inflasi itu masih harus ditekan lebih rendah lagi agar daya beli masyarakat bisa meningkat, sehingga kesejahteraannya juga meningkat.
Permasalahan perekonomian Indonesia 5. Ketergantungan terhadap luar negeri cukup tinggi Dalam aspek produksi tertentu, pemerintah Indonesia masih bergantung pada (diatur) luar negeri, misalnya dalam hal pengelolaan SDA (sumber daya alam). Hal ini mengakibatkan hasil yang diperoleh bangsa Indo-nesia dari pengelolaan SDA tersebut menjadi tidak optimal. Utang luar negeri pun semakin meningkat, (tahun 2009 mencapai Rp1.667 Tr). Akibatnya lebih dari 30% APBN digunakan untuk membayar agsuran utang luar negeri. Jumlah angsuran sebesar itu tentu akan menganggu pelaksanaan pembangunan nasional, yang pada akhirnya akan mengurangi kesejahteraan rakyat.
Daftar Pustaka 1. Suroso, P.C., Perekonomian Indonesia, Buku Panduan Mahasiswa, Gramedia, Jakarta, 1994. 2. Djojohdikusumo, Soemitro, Dasar Teori Ekonomi Pertumbuhan dan Ekonomi Pembangunan, LP3ES, Jakarta, 1993. 3. Tambunan, Tulus T.H., Perekonomian Indonesia, Ghalia Indonesia, 1996. 4. https://diananggraeni51.wordpress.com/2014/03/16/sistemekonomi-kapitalisme-dan-sosialisme/ 5. http://www.pengertianpakar.com/2015/01/apa-itu-sistemekonomi-kapitalis-dan.html 6. http://sistempemerintahanindonesia.blogspot.co.id/2014/02/sistem-ekonomi-diindonesia.html
Terima Kasih