DNS SERVER LINUX DEBIAN 8.5 A. Pengertian DNS Server DNS atau Domain Name Service adalah sebuah sistem yang dikembangkan untuk mengelola penamaan suatu komputer, layanan ataupun sumber daya di jaringan yang disusun secara hirarki dan terdistribus. DNS berfungsi untuk menerjemahkan nama-nama host (hostname) menjadi nomor IP (IP address) ataupun sebaliknya, sehingga nama tersebut mudah diingat oleh pengguna internet. DNS Server juga membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail. Cara Membuat / Konfigurasi DNS Server di Linux Debian Sebelum membuat atau konfigurasi dns server di linux debian, alangkah baiknya anda sudah menginstal linux berbasis text dan sudah bisa menjalankan atau mengoperasikan sistem operasi tersebut. Setelah itu mari kita simak tutorialnya berikut ini. B. Kelebihan DNS Mudah, SNS sangat mudah karena user tidak lagi disusahkan untuk mengingat IP Address sebuah komputer, cukup host name. Konsisten, IP Address sebuah komputer boleh berubah, tapi host name tidak boleh berubah. Simple, DNS server mudah untuk dikonfigurasikan (bagi amin).
INSTALASI DAN KONFIGURASI DNS SERVER 1. Pertama-tama masuk ke Debian yang akan diinstall DNS Server. Tentunya dengan menggunakan user root dan jangan lupa masukkan DVD 1 Debian 8.5. 2. Setelah itu kita install daemon/paket untuk DNS Server, yakni bind9. Syntaxnya apt-get install bind9 -y.
3. Setelah terinstall kita langsung masuk ke konfigurasi. Untuk kemudahan konfigurasi, kita masuk ke folder letak file-file konfigurasi dulu dengan perintah cd /etc/bind. 4. Lalu file yang pertama di edit adalah named.conf.local dengan perintah nano named.conf.local
5. Selanjutnya masukkan script tambahan berikut ini di bawahnya Untuk menyimpan tekan CTRL+X lalu pilih Y kemudian ENTER Keterangan : zone smk.sch.id { Merupakan awal dari zona smk.sch.id. Segala sesuatu yang berhubungan dengan zona smk.sch.id harus ditulis di dalam tanda kurung kurawal ( {...} ) dalam artian pengaturan dan detail properties dari Zona tersebut. type master; Baris ini untuk deklarasi bahwa server menjadi primary atau master NS. Jika anda ingin membangun Secondary NS perintahnya menjadi type slave; Untuk Caching NS perintahnya menjadi type hint; file "/etc/bind/db.forward ; Mendefinisikan nama file record (forward) dari zona smk.sch.id. }; Akhir dari sebuah zona selalu ditutup dengan }; zone 250.30.172.in-addr.arpa { Awal dari zona reverse. Merupakan kebalikan network address dari zona smk.sch.id. Network address smk.sch.id adalah 172.30.250.15, ambil 3 oktet terdepan kemudian tulis terbalik menjadi 250.30.172 kemudian ditambahkan in-addr.arpa maka hasilnya menjadi 250.30.172.in-addr.arpa. bedanya untuk
yang file /etc/bind/db.reverse ; itu mendefinisikan nama file record (reverse) dari zona 250.30.172.in-addr.arpa. 6. Selanjutnya kita setting pengaturan untuk daftar DNS Forwarder dan DNS Reverse. Pertama-tama kita copy file untuk konfigurasi DNS Forward dari file db.local. Perintahnya cp db.local db.forward kemudian tekan ENTER. Kedua kita copy file untuk konfigurasi DNS Reverse dari file db.127. Perintahnya cp db.127 db.reverse kemudian tekan ENTER.
7. Lalu kita edit file dari db.forward perintahnya nano db.forward kemudian tekan ENTER. Ini adalah isi dari file db.forward sebelum di ubah kemudian ubahlah beberapa script sesuai dengan nama domain dan ip addressnya sesuai dengan yang kita setting pada named.conf.local Ini adalah Hasil perubahan yang telah dilakukan dengan menyesuaikan nama domain serta ip address yang terlebih daluhu sudah di setting pada named.conf.local
8. Kamudian kita edit file dari db.reverse perintahnya nano db.reverse kemudian tekan ENTER. Ini adalah isi dari file db.reverse sebelum di ubah kemudian ubahlah beberapa script sesuai dengan nama domain dan ip addressnya sesuai dengan yang kita setting pada named.conf.local Ini adalah Hasil perubahan yang telah dilakukan dengan menyesuaikan nama domain serta ip address yang terlebih daluhu sudah di setting pada named.conf.local
9. Setelah mengedit file named.conf.local, db.forward dan db.reverse untuk menerapkannya kita lakukan service restart pada bind perintahnya /etc/init.d/bind9 restart Disini kita lihat hasil dari service yang dilakukan pada bind9 itu ok berarti dalam melakukan konfigurasi sudah tidak ada yang salah dan sebaliknya apabila ada error maka konfigurasi yang kita lakukan ada yang salah. 10. Selanjutnya kita masukkan perintah nano /etc/resolv.conf dan masukkan script seperti gambar di bawah. Setelah memasukkan script simpan dengan menekan CTRL+X lalu pilih y kemudian tekan ENTER.
11. Untuk memastikan Konfigurasi DNS sudah berhasil maka kita harus melakukan tes domain dan ip yang telah di daftarkan dengan menggunakan perintah nslookup seperti di bawah ini nslookup smk.sch.id untuk memastikan nama domain sudah di terjemahkan ke ip address yang sudah kita set pada zone nslookup 172.30.250.15 untuk memastikan ip address sudah di terjemahkan ke nama domain yang sudah di atur pada zone Apabila domain sudah di terjemahkan ke ip dan ip ke domain maka konfigurasi DNS Server sudah berhasil.