BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang peneliti lakukan adalah penelitian lapangan (Field Research). Yang mana penelitian ini, menggunakan objek penelitian sebagai sumber perolehan data atau informasi-informasi tentang kajian penelitian. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan data yang bersifat kualitatif yakni data yang digambarkan dengan kalimat, dipisah-pisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan. Masalah yang masih dinamis dan penuh makna ini tidak bisa jaring dengan kuesioner ataupun test. 1 Walaupun dalam beberapa hal peneliti juga menggunakan data kuantitatif, tetapi hal itu dimaksudkan untuk pelengkap saja, bukan sebagai cara untuk menguji sebuah hipotesis sebagaimana dalam penelitian kuantitatif. Sejalan dengan jenis penelitian yang digunakan, dalam menentukan metode penelitian, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif sering juga disebut 1 Imron Arifin, Penelitian Kualitatif Dalam Ilmu-Ilmu Sosial Dan Keagamaan (Malang: Kalimasahada Press, 1996), hlm 49. 74
sebagai penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting) 2. Kebijakan pendidikan Pondok Pesantren Putri Al- Badi iyah dalam menjaga tradisi dan menyikapi modernisasi pendidikan disebut objek alamiah karena obyek berkembang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti, dan proses penelitian tidak mempengaruhi dinamika pada objek tersebut. Sama seperti yang diungkapkan Nasution tentang ciri-ciri penelitian naturalistik di antaranya yaitu: sumber data ialah situasi yang wajar atau natural setting, peneliti sebagai instrumen penelitian, sangat deskriptif, mementingkan proses maupun produk, mencari makna, mengutamakan data langsung, triangulasi data, menonjolkan rincian konstektual, subjek yang sama dipandang berkedudukan sama dengan peneliti, mengutamakan prespektif emic, verifikasi, sampling yang purposif, menggunakan audit trail, partisipasi tanpa terganggu dan mengadakan analisis sejak awal. 3 Dalam melakukan penelitian ini, peneliti harus melalui beberapa tahap yakni: perencanaan atau persiapan penelitian, kemudian melaksanakan penelitian, yang kemudian disusul dengan mengambil analisis dari hasil penelitian. 1. Tahap Perencanaan/ persiapan 2 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan:Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2010), hlm. 14. 9-11. 3 S. Nasution, Penelitian Naturalistik, (Bandung:Tarsito, 2003), hlm 75
Pada tahap pertama ini, berisi tentang segala sesuatu yang akan dipersiapkan sebelum peneliti terjun dalam penelitian. Adapun langkah-langkahnya meliputi: a. Menentukan ruang lingkup penelitian b. Menentukan fokus penelitian c. Menentukan objek penelitian d. Membuat jadwal pelaksanaan penelitian e. Menyiapkan tempat atau ruang pelaksanaan metode wawancara f. Menganalisis data yang terkumpul 2. Tahap Pelaksanaan Selanjutnya, pada tahap kedua ini peneliti terjun langsung pada objek penelitian yang telah ditentukan ruang lingkup dan fokus penelitian pada waktu yang sudah ditentukan sebelumnya. Adapun prosedur dan teknik pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut: a. Identifikasi dan pencatatan berbagai macam fenomena di tempat penelitian b. Informasi dengan mengumpulkan dokumen-dokumen dari tempat penelitian c. Wawancara dengan santri, pengurus pondok, pengasuh pondok, para ustaz\ dan lain-lain d. Mengamati langsung pada pelaksanaan kebijakan pendidikan dan proses pembelajarannya 76
3. Tahap Analisis Data Pada tahap yang terakhir ini, yang peneliti lakukan adalah sebagai berikut: a. Mengorganisasikan data b. Menjabarkan ke dalam unit-unit c. Melakukan sintesa d. Menyusun ke dalam pola e. Memilih data yang dianggap penting dan yang akan dipelajari, dan f. Membuat kesimpulan B. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat yang dijadikan peneliti untuk melaksanakan penelitian adalah Pondok Pesantren Putri Al-Badi iyah Kajen- Margoyoso-Pati. Sedangkan waktu pelaksanaan penelitian berlangsung selama dua bulan yaitu pada bulan April-Juli. C. Sumber Data 1. Sumber primer a. Sumber kepustakaan Sumber kepustakaan merupakan upaya yang dilakukan untuk mendapatkan landasan teori yang diperlukan berdasarkan buku-buku atau literatur yang terkait dengan penelitian skripsi ini. Dengan 77
memanfaatkan perpusatakaan, yang berarti dengan melakukan penelusuran kepustakaan dan menelaahnya. 4 Sesuai dengan fokus penelitian yaitu kebijakan pendidikan yang diterapkan oleh Pondok Pesantren Putri Al-Badi iyah agar tetap mempertahankan tradisi pendidikan dan menyikapi modernisasi pendidikan yang selalu berkembang maka yang dijadikan sumber data adalah sebagai berikut: 1) Buku-buku yang terkait dengan pesantren 2) Buku-buku yang terkait dengan kebijakan pendidikan 3) Buku-buku yang terkait dengan sistem pendidikan pesantren 4) Buku-buku yang terkait dengan tradisionalisasi pendidikan pesantren 5) Buku-buku yang terkait dengan modernisasi pesantren. 6) Buku panduan Pondok Pesantren Putri Al-Badi iyah b. Sumber lapangan Sumber lapangan ini adalah bahwa peneliti akan terjun secara langsung di objek penelitian dengan menggunakan beberapa metode yakni metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mempermudah penelitian lapangan ini. 4 Masri Singarimbun dan Sofyan Efendi, (Penyunting), Metode Penelitian Survei,(Jakarta: LP3ES, 1989), hlm. 70. 78
2. Sumber sekunder Data sekunder adalah data yang dikumpulkan oleh peneliti sebagai penunjang dari sumber pertama. 5 Data ini berupa dokumen-dokumen pondok pesantren seperti jadwal kegiatan santri di pondok pesantren, susunan kepengurusan pondok pesantren, daftar santri dan ustaz\ maupun ustaz\ah di pondok pesantren dan lain sebagainya. D. Fokus Penelitian Dalam penelitian ini, penulis memfokuskan tentang kebijakan pendidikan yang diterapkan di pesantren, dalam rangka untuk tetap mempertahankan tradisi pendidikan dan upaya menyikapi modernisasi pendidikan di Pondok Pesantren Al- Badi iyah. E. Teknik Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu langsung bersumber dari lapangan dengan melalui beberapa metode sebagai berikut: 1. Observasi Observasi adalah pengamatan atau pencatatan secara sistematis fenomena-fenomena yang akan diselidiki. Terdapat berbagai macam komponen yang penulis akan lakukan dalam metode ini, sebagai berikut: 5 Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1998), hlm. 85. 79
a. Materi observasi Materi observasi merupakan panduan bagi peneliti untuk mengumpulkan data yang terkait dengan fokus penelitian, yang meliputi: letak pondok pesantren secara geografis, bangunan dan kondisi fisik dari pondok pesantren, kegiatan keseharian para santri di pondok pesantren, dan segala bentuk tradisi dan modernisasi pendidikan yang ada di Pondok Pesantren Putri Al- Badi iyah. b. Obyek observasi Peneliti menetapkan beberapa obyek yang harus dilakukan observasi adalah pengasuh, wakil pengasuh, beberapa ustaz\ yang terlibat dalam proses pembelajaran, pengurus pesantren, para santri dan pondok pesantren itu sendiri. c. Tujuan observasi Dengan melakukan observasi di lapangan, peneliti memperoleh gambaran yang lengkap tentang berbagai macam hal yang menjadi pertimbangan bagi pesantren untuk menetapkan suatu kebijakan yang berangkat dari modernisasi pendidikan yang berkembang, yang disertai dengan mempertahankan tradisi yang sudah ada sebelumnya. 80
2. Wawancara Secara umum wawancara mengandung arti sebagai proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang menjadi obyek wawancara, dengan atau tanpa menggunakan pedoman wawancara. 6 Pada proses wawancara yang dilakukan adalah menggunakan metode indepth interview (wawancara mendalam) hal ini dilakukan dengan berkali-kali dan membutuhkan waktu lama bersama informan di Pondok Pesantren Putri Al-Badi iyah. Dalam hal ini peneliti juga akan menggunakan bentuk bebas terpimpin, dan akan ditujukan kepada informan untuk meminta keterangan tentang sejarah, dan perkembangan dari pesantren tersebut. Kemudian juga tentang proses penetapan kebijakan pendidikan yang diterapkan oleh pesantren untuk tetap mempertahankan tradisi pendidikan disamping mengikuti modernisasi pendidikan yang ada. 3. Dokumentasi Dokumentasi asal kata dari dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Didalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis 6 Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif: Komunikasi, ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial lainnya (Jakarta: Kencana, 2008), hlm. 108. 81
seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya. 7 Sumber dokumentasi dalam penelitian ini adalah dokumen-dokumen yang berasal dari Pondok Pesantren Putri Al-Badi iyah sebagai obyek penelitian yang berkaitan dengan tujuan berdirinya pondok pesantren, daftar santri dan ustaz\ maupun ustaz\ah yang mengajar di pondok pesantren, jadwal kegiatan santri, struktur kepengurusan, dan data sarana prasarana yang ada di Pondok Pesantren Putri Al-Badi iyah. F. Uji Keabsahan Data Menurut Tohirin, terdapat beberapa teknik pemeriksaan kebenaran data dalam penelitian kualitatif yaitu: (1) Perpanjangan keikutsertaan, (2) Ketekunan atau keajegan pengamatan, (3) Triangulasi, (4) Pemeriksaan sejawat melalui diskusi, (5) Analisis negatif, (6) Pengecekan anggota. 8 Namun, dalam penelitian ini peneliti menggunakan triangulasi sebagai teknik pemeriksaan kebenaran data. Triangulasi adalah teknik pemeriksanaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk 7 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002), Ed. Revisi V hlm. 135. 8 Tohirin, Metode Penelitian Kualitatif Dalam Pendidikan dan Bimbingan Konseling, (Jakarta: Rajawali Pers: 2012), hlm. 72-73. 82
keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. 9 Sebagaimana yang telah dikutip oleh Moleong, bahwa Denzin membagi triangulasi menjadi empat macam, yaitu: triangulasi dengan sumber, triangulasi dengan metode, triangulasi dengan peneliti, dan triangulasi dengan teori. 10 Sedangkan triangulasi yang digunakan untuk mengecek validitas data adalah dengan menggunakan triangulasi sumber yaitu dengan cara mengecek data serta membandingkan data yang diperoleh melalui beberapa sumber. Dalam penelitian ini, informasi yang dibandingkan adalah informasi yang diperoleh dari wakil pengasuh dan pengurus dari pondok pesantren. G. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif. Analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. 11 9 Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001), hlm. 330. 10 Lexy J. Moloeng, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004), hlm. 331. 11 Lexy J. Moloeng, Metode Penelitian Kualitatif, hlm. 248. 83
dibahas. 12 Metode ini peneliti gunakan untuk menganalisis dan Penulisan skripsi yang bersifat kualitatif pada dasarnya menekankan pada realitas yang terjadi, oleh karena itu analisis yang dipakai lebih ditekankan pada metode Content Analisis (analisis isi), yaitu analisis ilmiah tentang isi pesan atau komunikasi yang ada untuk menerapkan metode ini terkait dengan data-data kemudian dianalisis sesuai dengan isi materi yang menafsirkan mengenai kebijakan pendidikanyang diambil oleh pesantren kaitannya dengan tradisi pendidikan dengan modernisasi pendidikan. Penafsiran (interpretasi) disini dimaksudkan untuk mencari latar belakang, konteks materi yang ada agar dapat dikemukakan konsep atau gagasan yang jelas. Dalam penelitian kualitatif, dalam melakukan analisis data terdapat beberapa komponen sebagai berikut: 13 1. Reduksi Data (Data Reduction) Dalam penelitian ini setelah peneliti memasuki setting pondok pesantren sebagai fokus penelitian, maka dalam melakukan reduksi data peneliti memfokuskan pada kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh pesantren atas dasar 12 Noeng Muhajir, Metodologi Penelitian Kualitatif Pendekatan Positivistik, Rasionalistik, Fenomenoogi Dan Realieme Metafisik Telaah Studi Teks Dan Penelitian Agama, (Yogyakarta: Bayu Indra Grafika, 1989), hlm. 49. 13 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan:Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, hlm. 337. 84
mempertahankan tradisi pendidikan dan sedikit melakukan perubahan dalam rangka modernisasi pendidikan. 2. Penyajian Data (Data Display) Setelah peneliti melakukan reduksi data, langkah yang diambil selanjutnya adalah menyajikan data yang diperoleh. Dalam penyajian data dilakukan ke dalam bentuk uraian singkat atau teks dan lain sebagainya. 3. Penarikan Kesimpulan (Conclusion Drawing) Langkah terakhir dalam analisis data adalah penarikan kesimpulan. Kesimpulan dalam penelitian ini dapat menjawab rumusan masalah yang sudah dirumuskan sebelumnya, akan tetapi ada kemungkinan tidak dapat menjawab rumusan masalah tersebut. Karena rumusan masalah dalam penelitian yang bersifat kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang nantinya setelah peneliti berada di lapangan. Sangat diharapkan, kesimpulan dalam penelitian ini merupakan temuan baru dari peneliti. Temuan baru tersebut dapat berupa deskripsi, atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih tampak samar sehingga setelah diadakan penelitian dapat menjadi jelas. 85