SEGMENTASI IRIS MATA DENGAN MENGGUNAKAN TRANSFORMASI HOUGH

dokumen-dokumen yang mirip
1. BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

PENGARUH PENCAHAYAAN TERHADAP KINERJA SEGMENTASI

PERANCANGAN APLIKASI SISTEM PENGENALAN IRIS MATA MENGGUNAKAN METODE GABOR WAVELET PADA EKSTRAKSI CIRI SKRIPSI PRISILIA LUKAS

SEMINAR TUGAS AKHIR M. RIZKY FAUNDRA NRP DOSEN PEMBIMBING: Drs. Daryono Budi Utomo, M.Si

ANALISIS PERBANDINGAN METODE PREWITT DAN CANNY UNTUK IDENTIFIKASI IKAN AIR TAWAR

PENERAPAN METODE DETEKSI BULUMATA UNTUK PENINGKATAN AKURASI PENGENALAN PERSONAL BERBASIS CITRA IRIS

Bulu mata. Generalisasi= Jumlah pola dikenali dengan benar x 100% Jumlah total pola

PENERAPAN ALGORITMA EFFICIENT RANDOMIZED UNTUK MENGHITUNG JUMLAH KOIN DAN BOLA ABSTRAK

Aplikasi Metoda Random Walks untuk Kontrol Gerak Robot Berbasis Citra

DETEKSI DAN SEGMENTASI OTOMATIS DERET PADA CITRA METERAN AIR

Gambar 15 Contoh pembagian citra di dalam sistem segmentasi.

Pengenalan Plat Nomor Mobil Menggunakan Metode Learning Vector Quantization

KLASIFIKASI TELUR AYAM DAN TELUR BURUNG PUYUH MENGGUNAKAN METODE CONNECTED COMPONENT ANALYSIS

IMPLEMENTASI PENTERJEMAH KODE ISYARAT TANGAN MENGGUNAKAN ANALISIS DETEKSI TEPI PADA ARM 11 OK6410B

ANALISA HASIL PERBANDINGAN IDENTIFIKASI CORE POINT PADA SIDIK JARI MENGGUNAKAN METODE DIRECTION OF CURVATURE DAN POINCARE INDEX

PENGENALAN OBJEK PADA CITRA BERDASARKAN SIMILARITAS KARAKTERISTIK KURVA SEDERHANA

BAB III METODE PENELITIAN

DETEKSI DAN REPRESENTASI FITUR MATA PADA SEBUAH CITRA WAJAH MENGGUNAKAN HAAR CASCADE DAN CHAIN CODE

Implementasi Teori Graf Dalam Masalah Fingerprint Recognition (Pengenalan Sidik Jari)

2015 PENGGUNAAN ALGORITMA FAST CONNECTIVE HOUGH TRANSFORM DAN ANALISIS HISTOGRAM UNTUK MENENTUKAN LOKASI PLAT NOMOR

Rancang Bangun Sistem Pengujian Distorsi Menggunakan Concentric Circle Method Pada Kaca Spion Kendaraan Bermotor Kategori L3 Berbasis Edge Detection

SEGMENTASI IRIS MATA BERBASIS TRANSFORMASI NON-SEPARABLE WAVELET DAN TRANSFORMASI RANDOMIZED HOUGH ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Identifikasi Masalah

Modifikasi Algoritma Pengelompokan K-Means untuk Segmentasi Citra Ikan Berdasarkan Puncak Histogram

Oleh: Riza Prasetya Wicaksana

Analisa Perbandingan Metode Edge Detection Roberts Dan Prewitt

IDENTIFIKASI SESEORANG BERDASARKAN CITRA TELINGA DENGAN MENGGUNAKAN METODE TRANSFORMASI HOUGH ABSTRAK

BAB II LANDASAN TEORI

SEGMENTASI AREA MAKULA PADA CITRA FUNDUS RETINA DENGAN OPERASI MORFOLOGI (Kata kunci: segmentasi makula, operasi morfologi, citra fundus retina)

IDENTIFIKASI TANDA TANGAN DENGAN DETEKSI TEPI DAN KOEFISIEN KORELASI

UJI COBA THRESHOLDING PADA CHANNEL RGB UNTUK BINARISASI CITRA PUPIL ABSTRAK

APLIKASI TRANSFORMASI HOUGH UNTUK EKSTRAKSI FITUR IRIS MATA MANUSIA

SYSTEM IDENTIFIKASI GANGGUAN STROKE ISKEMIK MENGGUNAKAN METODE OTSU DAN FUZZY C-MEAN (FCM)

Penggunaan Jaringan Syaraf Tiruanuntuk Membaca Karakter pada Formulir Nilai Mata Kuliah

BAB 3 IMPLEMENTASI SISTEM

Fitur Matriks Populasi Piksel Untuk Membedakan Frame-frame Dalam Deteksi Gerakan

DETEKSI MARKA JALAN DAN ESTIMASI POSISI MENGGUNAKAN MULTIRESOLUTION HOUGH TRANSFORM

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. atau yang disebut dengan cardiomegaly. Pemantauan pembesaran jantung

Klasifikasi Kualitas Keramik Menggunakan Metode Deteksi Tepi Laplacian of Gaussian dan Prewitt

BAB 2 LANDASAN TEORI

Segmentasi Dan Pelabelan Pada Citra Panoramik Gigi

PERBANDINGAN SEGMENTASI CITRA BERWARNA DENGAN FUZZY CMEANS CLUSTERING PADA BEBERAPA REPRESENTASI RUANG WARNA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar Teori Citra Digital

PENGENALAN POLA PLAT NOMOR KENDARAAN BERBASIS CHAIN CODE

SEGMENTASI IRIS MATA BERBASIS TRANSFORMASI NON-SEPARABLE WAVELET DAN TRANSFORMASI RANDOMIZED HOUGH ABSTRAK

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

DETEKSI GERAK BANYAK OBJEK MENGGUNAKAN BACKGROUND SUBSTRACTION DAN DETEKSI TEPI SOBEL

Review Paper. Image segmentation by histogram thresholding using hierarchical cluster analysis

SEGMENTASI CITRA MEDIK MRI (MAGNETIC RESONANCE IMAGING) MENGGUNAKAN METODE REGION THRESHOLD

Modifikasi Algoritma Pengelompokan K-Means untuk Segmentasi Citra Ikan Berdasarkan Puncak Histogram

Pengenalan Aksara Lampung Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan

IDENTIFIKASI TINGKAT KOLESTEROL MENGGUNAKAN IRIS MATA DENGAN METODE TRANSFORMASI HOUGH DAN DAUGMAN S RUBBER SHEET MODEL

MENGANALISA PERBANDINGAN DETEKSI TEPI ANTARA METODE SOBEL DAN METODE ROBET

Implementasi Edge Detection Pada Citra Grayscale dengan Metode Operator Prewitt dan Operator Sobel

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI UNTUK MENDETEKSI UANG LOGAM DENGAN METODE EUCLIDEAN

Deteksi Lokasi Bibir Otomatis Pada Citra Wajah Berbasis Ciri Bentuk dan Warna

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN

Perbandingan Metode Sobel, Metode Prewitt dan Metode Robert Untuk Deteksi Tepi Objek Pada Aplikasi Pengenalan Bentuk Berbasis Citra Digital

Batra Yudha Pratama

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan zaman dan teknologi, teknik pengenalan individu secara

ALGORITMA SOBEL UNTUK DETEKSI KARAKTER PADA PLAT NOMOR KENDARAAN BERMOTOR

Pengenalan Karakter Sintaktik menggunakan Algoritma Otsu dan Zhang-Suen

PENGGUNAAN METODE TEMPLATE MATCHING UNTUK MENDETEKSI CACAT PADA PRODUKSI PELURU

OPTIMASI ALGORITMA IDENTIFIKASI STRABISMUS

2. Landasan Teori. A. Apdative Threshold. B. Deteksi Tepi Menggunakan Asas Ketetanggaan. 3. Pembahasan. A. Gambaran Umum Sistem

SEGMENTASI HURUF TULISAN TANGAN BERSAMBUNG DENGAN VALIDASI JARINGAN SYARAF TIRUAN. Evelyn Evangelista ( )

SEGMENTASI WARNA CITRA DENGAN DETEKSI WARNA HSV UNTUK MENDETEKSI OBJEK

PERBAIKAN KUALITAS CITRA IRIS MATA UNTUK PENGENALAN POLA (BIOMETRIC) RINGKASAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

SYSTEMIC Vol. 1, No. 1, Agustus 2015, PENGENALAN CATATAN PENJUALAN MENGGUNAKAN PENGENALAN ANGKA BERBASIS KORELASI.

2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGENALAN HURUF TULISAN TANGAN BERBASIS CIRI SKELETON DAN STATISTIK MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN. Disusun oleh : Mario Herryn Tambunan ( )

BAB II TEORI PENUNJANG

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENGEMBANGAN ALGORITMA IDENTIFIKASI STRABISMUS PADA MATA MANUSIA BERBASIS IMAGE PROCESSING DENGAN EUCLIDEAN DISTANCE

MKB3383 TEKNIK PENGOLAHAN CITRA Pemrosesan Citra Biner

HALAMAN SAMPUL SKRIPSI PENGENALAN POLA TELAPAK TANGAN DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA BACK PROPAGATION NEURAL NETWORK

APLIKASI TRANSFORMASI WATERSHED UNTUK SEGMENTASI CITRA DENGAN SPATIAL FILTER SEBAGAI PEMROSES AWAL

Segmentasi Citra Berwarna Menggunakan Deteksi Tepi dan Fuzzy C-Means yang Dimodifikasi Berdasarkan Informasi Ketetanggaan

Suatu proses untuk mengubah sebuah citra menjadi citra baru sesuai dengan kebutuhan melalui berbagai cara.

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI

Traffic IP Camera untuk Menghitung Kendaraan Roda Empat Menggunakan Metode Luasan Piksel

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 4 PENGUJIAN DAN EVALUASI. teknik pemrosesan citra dengan menggunakan logika samar dan dengan teknikteknik

Proses memperbaiki kualitas citra agar mudah diinterpretasi oleh manusia atau komputer

PENENTUAN POSISI KAMERA DENGAN GEODESIC DOME UNTUK PEMODELAN. M. Yoyok Ikhsan *

ANALISIS PENGARUH EXPOSURE TERHADAP PERFORMA ALGORITMA SIFT UNTUK IMAGE MATCHING PADA UNDERWATER IMAGE

PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK

PERBANDINGAN METODE PREWIT DAN ROBERTS UNTUK KEAKURATAN MENDETEKSI TEPI PADA SEBUAH GAMBAR DENGAN MENGGUNAKAN VB.6

Analisis Kualitas Interpolasi Terhadap Fitur Statistik pada Citra

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Transkripsi:

SEGMENTASI IRIS MATA DENGAN MENGGUNAKAN TRANSFORMASI HOUGH Yanuangga G.H.L 1, YulianaMelita, M.Kom 2 MahasiswaPascaSarjanaTeknologiInformatika 1 Dosen Teknologi Informatika 2 STTS Surabaya e-mail: 1 yanuangga_id@yahoo.com, 2 ymp@stts.edu ABSTRAK Segmentasi iris mata menjadi topik hangat dalam bidang pengenalan iris mata, karena hasil yang kurang bagus dari langkah ini akan merusak atau menurunkan efektifitas sistem pengenalan iris. Oleh karena itu, diperlukan perhatian yang harus dilakukan dalam proses segmentasi jika menginginkan hasil yang akurat, hal ini bergantung pada akurasi dari deteksi pusat pupil mata. Dalam penelitian ini kami mengusulkan metode baru untuk mengenali pusat dari pupil mata yang mana berpusat dengan citra iris mata dengan memanfaatkan operasi 8-tetangga. Parameter ini kemudian digunakan untuk lingkar transformasi hough untuk meningkatkan kecepatan proses segmentasi iris dan keakuratan. Untuk mengabaikan citra kelopak mata dan bulu mata menerapkan operasi deteksi tepi canny. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan 320 citra iris dari dataset standar CASIA, dan hasilnya menunjukkan bahwa metode usulan kami memiliki tingkat akurasi tinggi. Kata kunci: Segmetasi iris mata, Pengenalan iris mata, operasi 8-tetangga, Transformasihough, deteksi tepi Canny ABSTRACT Iris segmentation becomes a recent issue in the area of iris recognition, due to the lack of good results from this step will damage or reduce the effectiveness of iris recognition systems. Therefore, attention is required in the process of segmentation to reach the accurate results, it relies on the accuracy of pupil center detection. In this study, we proposed a new method to identify the eye center pupil which is focused on the iris image by using 8-neighbors operation. This parameter is used to ring the hough transformation to increase the speed of iris segmentation process and the accurateness. In order to ignore the image of the eyelids and eyelashes, we applied the operation of canny edge detection. This experiment has conducted by used 320 iris images from CASIA standard datasets, and the results shown that our proposed method has a high accuracy rate. Keyword: Iris segmetation, the introduction of iris, 8-neighbors operation, Hough transformation, canny edge detection PENDAHULUAN Akhir-akhirini, ilmubiometritelahmenjadiporosutamadalam model otentikasikeamanankarenasifatnya yang alamidaripola/bentukdari organ tubuhindividu yang bersangkutan, dan iris matadimanamenjadibagiandarimatamanusiaada lahsalahsatu organ fisik yang digunakansebagaiobjeknyadimanasifatnya yang unikdantidakadakesamaan iris mataantarindividu.pengenalan iris menyimpan pola iris mata manusia setelah meneliti kumpulan pola iris individu membandingkan dengan salah satu dari database untuk otorasi keamanan.sistem ini melibatkan 4 langkah utama, yaitu segmentasi iris, normalisasi, dan extraksi fitur dan membandingkan. Semua langkah-langkah ini sangat penting tapi segmentasi merupakan hal paling krusial dari sistem ini karena banyak kesalahan dalam segmentasi akan mendorong kesalahan data ke langkah selanjutnya dimana akan berakhir

dengan hasil yang salah dalam sistem.untuk efektifitas dan keakuratan sistem pengenalan iris, langkah segmentasi harus berhasil terlebih dahulu. Segmentasi iris menjaditopikrisetutamadalamhalpemrosesancit ra, karenamelibatkan proses yang berbedadimanamerupakanhal yang paling kritisdalamsistempengenalan iris mata.selama mendapatkan citra iris dengan berbagai varian dan faktor seperti intensitas cahaya, bulu mata dan kelopak mata yang menghalangi akurasi dan kecepatan proses segmentasi. Bahkan pada keadaan yang memungkinkan, kondisi seperti stress pada individu dapat meningkatkan aliran darah ke arteri utama dari mata dengan demikian akan menambah noise/gangguan pada citra iris [1].Dan [2] mengamati bahwa setelah remaja, iris tetap stabil dan bervariasi sedikit selama sisa hidup seseorang. Sebuah kualitas gambar iris yang baik dapat diperoleh bila pengaturan penangkapan dirancang dengan baik dan pengguna memahaminya [3]. Segmentasi iris dimulai dengan mencari iris yang di gambar, pembuatan garis demarkasi batas luar dalam pupil dan sclera, mendeteksi batas kelopak mata atas dan bawah jika mereka menutupi. Ketidaktepatan dalam deteksi, pemodelan dan representasi dari batas-batas: bulu mata, kelopak mata dan pupil dapat menyebabkan pemetaan yang berbeda dari pola iris masing-masing ekstraksi deskripsinya; perbedaan tersebut dapat menyebabkan kegagalan dalam mencocokkan [1]. [4] Dalam menyelesaikannya, diterapkan operasi sobel pada gambar mata sebelum menerapkan transformasi hough untuk mendeteksi pupil, kemudian digunakan median filter untuk menghilangkan noise palsu dan pemerataan histogram digunakan untuk meningkatkan kontras gambar sebelum menggambar lingkaran berbeda menggunakan pusat pupil diasumsikan lingkaran dengan perubahan maksimum dalam intensitas dari lingkar batas dari iris mata. Tapi [5] mengasumsikan bahwa pupil adalah bagian paling gelap dari mata dan merupakan pusat dari iris, kemudian digunakan rataratapendekatan menyusut persegi untuk melokalisasi pusat pupil. Selain itu, [6] diasumsikan bahwa titik terang dalam pupil sebagai pusat pupil yang mana sangat menipu untuk segmentasi iris mata dari komponen lainnya. Oleh karena pentingnya tahap ini [7] mengusulkan dengan metode detail bagaimana untuk meniadakan oklusi tersebut baik kelopak mata, bulu mata, dan refleksi yang tidak dihapus dalam tahap segmentasi dalam tahap pencocokan hasil dari proses pengenalan iris. Sisa dari makalah ini diorganisasikan sebagai berikut: Bagian 2 - lokalisasi gambar pupil, yang diikuti oleh bagian 3 - deteksi batas iris sendiri, maka bagian 4 - penghapusan oklusi karena kelopak mata dan bulu mata. Bagian 5 - menunjukkan hasil eksperimen dan akhirnya bagian 6 - menyimpulkan makalah penelitian. Gambar 1:Desain penelitian segmentasi iris KAJIAN TEORI 1. Deteksi Algoritma Citra Pupil Mata Batas bagian dari iris dapat dideteksi dengan mencari pupil, yang dianggap bagian paling gelap dari mata dan Algoritma 1 digunakan untuk mendeteksi pupil karena nilainilai pixel yang lebih kecil intensitas yang tidak seragam didistribusikan di seluruh pupil. Algoritma 1: Algoritma Meningkatkan Deteksi Batas Citra Merubah skala abu-abu gambar mata asli menjadi gambar biner dengan menerapkan ambang global yang untuk segmen pupil yang grayscale nilai yang jauh lebih kecil dari komponen mata lainnya.ambang ini menghitung konstan dari ambang menggunakan ruang gambar, mengubah suatu f gambar ke g citra biner sebagai berikut: g(x,y) = { T : nilai ambang batas if f(x,y) T dan sebaliknya Pembalikan dari pupil warna gelap menjadi putih untuk membuatnya terlihat karena merupakan daerah tertentu.

Kehalusan batas melingkar kabur dari gambar pupil dengan menerapkan filter rata-rata untuk memudahkan deteksi batas pupil. Langkah4: Temukan pusat pupil dengan menggunakan Algoritma 2 2. Deteksi Batas Iris Menggunakan Transform Hough TransformasiHough dapat digunakan untuk menentukan parameter dari lingkaran ketika sejumlah poin yang ditandai pada perimeter dikenal. Dan ketika parameter tersebut dikenal maka membuat proses komputasi lebih cepat. Sebuah lingkaran dengan jari-jari r dan pusat (a, b) didefinisikan oleh persamaan parametrik. Letak Pusat murid menggunakan prosedur berikut: ALGORITMA 2: Algoritma Menemukan Pusat Pupil Telusuri citra biner mulai dari atas kiri horizontal, menggunakan operasi 8-tetangga dari kiri ke kanan, menandai pertama dan terakhir 8-tetangga ditemui yang nilainya 1, yang harus membagi garis vertikal lingkaran pupil pada 0 dan 1 0 masing-masing dan ini sesuai dengan poin a dan b gambar 3a. Scan vertikal melalui gambar kali ini, menggunakan komponen yang sama terhubung dalam arah yang sama, juga menandai pertama dan terakhir 8-tetangga ditemui yang nilainya adalah 1 yang harus membentuk garis vertikal pupil lingkaran di 0 dan 0 masing-masing dan ini sesuai dengan c dan d poin gambar 3a. Hubungkan titik ini berlawanan dua, yang titik tengah O di ara 3a menjadi pusat diasumsikan pupil dan setengah dari panjang pixel terhubung berlawanan adalah radius diasumsikan pupil. Langkah 4: Gambar 2:Pusat Pupil, (a) Citra Iris Mata Asli, (b) Citra Biner Gunakan pusat diasumsikan dan radius terdeteksi untuk melokalisasi bentuk pupil melingkar. (a) (b) (c) Gambar 3:Pusat pupil, (a) 4 Poin dari Gambar Pupil diasumsikan Terdeteksi Lingkaran. (b) deteksi batas citra biner. (c) deteksi gambar pupil x = a + rcos(θ) y = b + rsin(θ) Ketika melewati sudut θ melalui rentang 360 derajat penuh, titik-titik (x, y) menelusuri sekeliling lingkaran. Ini sedikit lebih sulit untuk mendeteksi batas luar iris karena nilai intensitas piksel sama antara iris dan sclera, tetapi kami dapat memusatkan batas iris seperti di Algoritma 3. ALGORITMA 3: Algoritma Deteksi Batas Iris Hapus noise pada gambar mata minimal dengan mengaburkan untuk menghindari membuat batas sulit untuk memvisualisasikan. Terapkan 5 dengan 5 filter rata-rata untuk menghaluskan gambar pada gambar intensitas aslinya. Isi parameter pusat pupil seperti yang dideteksi pada bagian 3 untuk lingkaran transform hough untuk mendeteksi batas iris (a) (b) Gambar 4:Pusat Iris, (a) Citra Iris awal, (b) Batas iris terdeteksi 3. Menghapus Kelopak mata dan Bulu mata Setelah mendapatkan pusat pupil yang dimaksud seperti dalam tahap 3, kelopak mata dihapus dengan prosedur sebagai berikut: ALGORITMA 4: Algoritma Deteksi dan Menghapus Kelopak mata

Gunakan Operator tepi Canny pada gambar mata. Cari empat piksel titik tepi yang berbeda pada (kiri dan kanan) atas (kiri dan kanan) dan bawah berturut-turut menerapkan pada daerah tepi kelopak mata yang terdeteksi oleh operator tepi Canny. Gunakan pusat pupil yang juga merupakan pusat dari iris, untuk menemukan bentuk kelopak mata lengkung dan keluarkan dari iris. Bulu mata yang terdeteksi dihapus dari iris oleh langkah-langkah dalam Algoritma 5. ALGORITMA 5: Deteksi dan Penghapusan Bulu mata Cari nilai-nilai pixel yang lebih rendah dari nilai pixel iris di bagian atas dan bawah gambar iris. Mengatur nilai pixel dengan nilai yang sama dari pixel iris di sekitarnya. Ulangi dua langkah di atas sampai semua bulu mata di daerah ini dideteksi dan dihapus, sehingga menyingkirkan bulu mata. HASIL EKSPERIMEN Metode segmentasi iris ini dibahas telah diimplementasikan menggunakan 320 gambar iris dari database CASIA Iris Versi 3 dan mengeksplorasi hasil empiris secara manual menunjukkan hasil yang efisien dan akurat. ( c ) ( d ) Gambar 5:Proses segmentasi iris yang baik : (a) Gambar mata biner. (b) Deteksi pupil. (c) Deteksi kelopak dan bulu mata. (d) Segmentasi iris mata ( c ) ( d ) Gambar 6:Proses segmentasi iris buruk: (a) gambar mata biner. (b) Gagal mendeteksi pupil. (c) Kelopak mata Bad dan bulu mata dideteksi dengan tidak baik. (d) Segmentasi Iris gagal. Tabel 1 Prosentase hasil tahap segmentasi iris mata Tahapan Segmentasi Akurasi Error Pusat pupil 99,10 0,90 Deteksi iris 98,10 2 Penghapusan kelopak dan bulu mata 99,40 0,6 Segmentasi iris 98,90 1,1 Kami mengamati bahwa alasan untuk kesalahan persentase kecil dalam semua tahap segmentasi iris pada Tabel 1 di atas karena kualitas gambar yang buruk dan jumlah pixel yang rendah terekam dari beberapa gambar mata. Intensitas tinggi menyebabkan nilai dekat dengan batas pupil dan membuat deteksi kasus seperti sulit seperti ditunjukkan pada Gambar 6. Sebagian besar gambar mata yang memiliki masalah seperti itu tetapi dengan lebih batas intensitas diucapkan rendah terdeteksi dengan sempurna. Ada juga beberapa batas pupil yang gagal dan menyebabkan deteksi iris gagal. Sementara itu, 2% kesalahan dari iris buruk terdeteksi dalam tabel dikarenakan oleh beberapa gambar mata yang memiliki sedikit variasi intensitas nilai antara batas iris dan sclera sehingga sangat sulit untuk mendeteksi iris tepat dari gambar mata. Selain itu, kesalahan 0,60% pada kelopak mata adalah karena pencahayaan pada gambar mata menyebabkan nilai intensitas dari kornea dan iris yang lebih rendah yang akan merata.

Meskipun tingkat kesalahan yang ditunjukkan Tabel 1, hasil keseluruhan mengungkapkan tingkat akurasi yang lebih tinggi seperti yang ditunjukkan pada Tabel 2 dan kecepatan proses segmentasi juga ditingkatkan, karena pusat pupil pertama terletak dan sama dilanjutkan ke ruang Lingkaran Transformasi Hough akumulator yang meningkatkan tingkat segmentasi. Tabel 2 menunjukkan bahwa keluar algoritma baru dilakukan [8] dan [9] algoritma. Tabel 2: Hasil metode segmentasi iris dari peneliti lain Tahap segmentasi Akurasi Seyyed M. Tetal 2010 [8] 98,20 Chirayuth S. and Somying T. 2009 [9] 92,44 Algoritma perbaikan baru 98,90 KESIMPULAN Batas kelopak selalu sulit untuk dideteksi karena nilai-nilai pixel dari iris dan sclera cukup sama, namun kami menggunakan perluasan lingkar hough untuk mengubah informasi tentang pusat iris yang dilanjutkan langsung ke akumulator ruang sehingga memastikan kecepatan komputasi lebih cepat dan pengurangan ruang memori yang digunakan sementara dapat dipertahankan. Penghapusan oklusi besar disebabkan oleh kelopak mata dicapai dengan menerapkan operator deteksi tepi dan kemudian tepi kelopak mata yang terdeteksi dihapus dari iris. Kami telah mengembangkan dan menerapkan sistem segmentasi iris yang ditingkatkan berdasarkan Lingkaran transformasi hough, dengan tingkat akurasi 98,90% dan tingkat kesalahan dari 1,1%. Jadi kami sarankan bahwa lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menggunakan metode yang tepat dalam menangani citra kualitas buruk dan kurangnya pencahayaan. Juga yang paling penting, gambargambar berkualitas buruk harus dihapus dari database karena hanya gambar mata kualitas harus ditangkap dan disimpan dalam suatu sistem yang diterapkan pada saat akuisisi oleh pengguna. DAFTAR PUSTAKA [1] J. Daugman. Probing the Uniqueness and Randomness of Iris Codes. Proceedings of the IEEE. Vol 94 No.11, November 2006. Pp. 1927-1935. [2] W. Anna, C. Yu, Z. Xinhua, and W Jie, Iris Recognition Based on 2d Wavelet and Adaboost Neural Network. Trends in intelligent systems and computer Engineering. TISCE 2008. [3] S. Liz, and B. Stephen. Human Eye Anatomy: Parts of the Eye 2011. [4] A. Pranith, and C. R. Srikanth. Iris Recognition using Corner Detection. Information Science and Engineering (ICISE), 2010 2nd International Conference on Digital Object Identifier. December,2010. Vol.6 No.4, pp. 2151-2154. [5] S. Mahboubeh. Ellipse gamma spectrum iris recognition based on average square shrinking segmentation and trapezium normalization. A Ph.D. Thesis. University Technologi Malaysia; 2011 [6] T. Fabian, J. Gaura, and P. Kotas. An Algorithm for Iris Extraction. Image Processing Theory Tools and Applications (IPTA), 2010 2nd International Conference on Digital Object Identifier, July 2010. pp 464-468. [7] R. Sarah and K. W. Bowyer. Detection of iris texture distortions by analyzing iris code matching results. Biometrics: Theory, Applications and Systems, 2008. BTAS 2008. 2nd IEEE International Conference on Digital Object Identifier, October 2008. Pp 1-6 [8] M. T. Seyyed, A. Ahmad, and M. S. M. Seyyed. A Novel Iris Segmentation Method based on Balloon Active Contour. Machine Vision and Image Processing (MVIP), 2010 6th Iranian. October 2010. Pp 1-5 [9] C. Sreecholpech, and S. Thainimit. A Robust Model-based Iris Segmentation. International Symposium on Intelligent Signal Processing and Communication Systems (ISPACS 2009), December 2009. pp 599-602. [10] Chinese Academy of Science - Institute of Automation. CASIA Iris Image Database, http://biometrics.idealtest.org/.