KEBIJAKAN DIVIDEN materi 5

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 10 KEBIJAKAN DIVIDEN

KEBIJAKAN DEVIDEN. Kebijakan deviden yang optimal menyeimbangkan kedua hal tersebut dan memaksimalkan harga saham.

Dividen dan Pembelian Kembali Saham. Rita Tri Yusnita, SE., MM.

Dividen adalah proporsi laba atau keuntungan yang dibagikan kepada para pemegang saham dalam jumlah yang sebanding dengan jumlah lembar saham yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KEBIJAKAN DEVIDEN. 1. Beberapa Teori Kebijakan Dividen :

Kebijakan Dividen 1 BAB 11 KEBIJAKAN DIVIDEN

Tipe dan Cara Pembayaran Dividen


TEORI DEVIDEN (DIVIDEND THEORY)

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Muniya Alteza

Penelitian tentang pengaruh profitability dan investment opportunity set. (pada perusahaan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia) memiliki

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KEBIJAKAN DIVIDEN (DIVIDEND POLICY)

KEBIJAKAN DIVIDEN (DIVIDEND POLICY)

BAB I PENDAHULUAN. Tujuan utama dari setiap perusahaan adalah meningkatkan nilai perusahaannya

BAB II URAIAN TEORITIS. Penelitian mengenai dividend payout ratio atau kebijakan dividen telah

HUB DIVIDEND POLICY & INTERNAL FINANCING Pengertian internal financing disini adalah dalam artian yang luas, yaitu kebutuhan dana yang diperoleh dari

BAB II LANDASAN TEORI. secara global. Salah satu jenis investasi adalah investasi saham. Investasi

KEBIJAKAN DIVIDEN. 4. Stock Repurchase, Stock Split dan Stock Dividend. 1. Pengertian Kebijakan Dividen 2. Teori Dividen 3. Bentuk Kebijakan Dividen

Dodi Arif, SE., MM. KAPITA SELEKTA KEUANGAN. Universitas Gunadarma Jakarta. Struktur Modal 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Struktur modal merupakan perimbangan jumlah hutang jangka pendek yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Darmadji dan Fakhrudin (2006) Saham dapat didefenisikan

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

BAB II LANDASAN TEORI. Kebijakan dividen (dividend policy) adalah keputusan apakah laba yang diperoleh

BAB I PENDAHULUAN. memiliki tiga tujuan utama yaitu kelanjutan hidup perusahaan (going concern), laba

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pajak. Menurut Bastian dan Suhardjono (2006), net profit margin adalah

BAB VI KEBIJAKAN DIVIDEN

BAB II LANDASAN TEORI

Magister Manajemen Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

BAB I PENDAHULUAN. sehingga keuntungan yang dihasilkan bisa maksimal. sebagian besar didanai dengan internal equity maka akan mempengaruhi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. ditanamkan oleh investor dengan tujuan memperoleh keuntungan (return) di masa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Peneliti ini mengambil topik tentang Pengaruh keputusan investasi,

BAB I PENDAHULUAN. mempunyai harapan akan mendapatkan keuntungan dari modal yang

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Laba bersih adalah kelebihan seluruh pendapatan atas seluruh biaya untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dari suatu perusahaan secara proporsional sesuai dengan jumlah lembar

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS

BAB I PENDAHULUAN. sekuritas pada negara tersebut. Pasar modal Indonesia memiliki peran besar

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

II TINJAUAN PUSTAKA. Kebijakan dividen (Dividend Policy) merupakan keputusan mengenai laba yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. lebih besar. Pertumbuhan menggambarkan sesuatu yang hidup dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen. Perusahaan yang sukses akan memperoleh pendapatan (income).

II. LANDASAN TEORI. laba ditahan (retained earnings) yang ditahan sebagai cadangan bagi perusahaan

Bab 9 Kebijakan Dividen

Handout Manajemen Keuangan Lanjutan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. variabel pengembalian yang akan menentukan nilai saham bagi pemilik dan

BAB I PENDAHULUAN. (return) baik berupa pendapatan dividen (dividend yield) maupun pendapatan dari

BAB I PENDAHULUAN UKDW. terhadap harga belinya (Handoko, 2002). Manajer sebagai agent pengelola. mengurangi unsur ketidakpastian dalam investasi.

DIVIDEN POLICY. Laba Sebelum Pajak. Laba Setelah Pajak. Pajak. Deviden. Laba yg tersedia bagi Pemegang Saham Biasa. Laba Setelah.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Aliran kas bebas atau lebih sering dikenal dengan free cash flow dapat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. diperoleh dari selisih pendapatan atas biaya-biaya yang menyertainya dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pemegang saham biasa (earning available for common stockholders) yang

STRUKTUR MODAL. Rona Tumiur Mauli Caroline Simorangkir, SE.,MM. Modul ke: Fakultas EKONOMI & BISNIS. Program Studi AKUNTANSI.

BAB I PENDAHULUAN. keputusan, yaitu keputusan pendanaan dan keputusan investasi. Keputusan

BAB II KAJIAN TEORI. dividen non kas (Mahmud M Hanafi, 2014:361). Dividen kas (cash dividend)

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Aktivitas investasi merupakan aktivitas yang dihadapkan pada berbagai

BAB I PENDAHULUAN. ketidakpastian yang seringkali sulit diprediksikan oleh para investor. Pesatnya perkembangan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Aktvitas investasi yang dilakukan investor dihadapkan pada berbagai macam resiko

ANALISIS PENGARUH ROI, CASH RATIO, CURRENT RATIO DAN DER TERHADAP CASH DEVIDEND DI BURSA EFEK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian Indonesia. Bursa Efek Indonesia sebagai salah satu pasar modal

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Tujuan akhir dari investor perorangan maupun badan usaha

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian terdahulu yang dijadikan landasan penulis adalah:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Devidend Payout Ratio. being made better off financially (Prasanna Chandra;1997 dalam Azhagaiah

BAB I PENDAHULUAN. baik berupa pendapatan dividen (dividend yield) maupun pendapatan dari selisih

BAB I PENDAHULUAN. dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan yang memerlukan dana dalam jumlah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

KEBIJAKAN DIVIDEN materi 5 KAPITA SELEKTA KEUANGAN Universitas Gunadarma Jakarta

Pengertian Deviden Pengertian deviden Deviden Adalah bagian dari laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham (pemilik modal sendiri) Laba bersih (Net Earning) : Disebut sebagai laba bersih yang tersedia bagi para pemegang saham biasa (earning available to common stock holders disingkat EAC) EAC dibagi menjadi : Perusaahaan yang memiliki hutang (levered) Perusahaan yang tidak memiliki hutang (unlevered) 2

Laba ditahan (Retained earning) Adalah laba bersih perusahaan yang tidak dibagikan atau ditahan untuk membiayai operasi perusahaan selanjutnya Deviden Laba bersih (Net Earning) Laba ditahan (Retained earning) 3

Dividend Payout Ratio (DPR) Adalah rasio deviden dan laba bersih Biasanya pemegang saham akan merasa senang apabila laba besih yang dibagikan sebagai deviden semakin besar Bila deviden besar berarti laba ditahan kecil Padahal penggunaan dana dari laba ditahan adalah memiliki cost of capital terkecil Untuk itu diperlukan kebjiakan deviden (dividend policy) Dari segi memaksimumkan rentabilitas modal sendiri, maka kebijakn deviden perlu memperhatikan Rentabilitas aktiva Tingkat bunga 4

Rentabilitas modal akan naik dengan menggunakan : Modal pinjaman apabila rentabilitas aktiva lebih besar dari tingkat bunga Modal sendiri apabila rentabilitas aktiva lebih kecil dari tingkat bunga Pengunaan laba ditahan hanya akan menambah modal sendiri maka penambahan laba ditahan akan favourable pada waktu rentabilitas aktiva lebih kecil dari tingkat bunga Penambahan laba ditahan pada saat rentabilitas aktiva lebih besar tingkat bunga akan menurunkan rentabilitas modal sendiri Penggunaan laba ditahan lebih disukai oleh manajer karena biaya laba ditahan (cost of retanied earning) lebih murah dibandingkan dengan biaya saham baru (cost of new common stock) 5

Beberapa Teori Kebijakan Dividen : Teori Dividen Tidak Relevan dari Modigliani dan Miller Teori The Bird in the Hand Teori Perbedaan Pajak Teori Signaling Hypothesis Teori Clientele Effect Teori Kebijakan Laba Ditahan : Stock Dividend Stock Split Stock Repurchase 6

TEORI KEBIJAKAN DIVIDEN Dua alternatif perlakuan terhadap EAT : a. Dalam bentuk dividen b. Dalam bentuk laba ditahan (retained earning) 7

Beberapa Teori Kebijakan Dividen Aliran teori deviden dalam memakmurkan pemilik : Aliran MM, mengatakan tidak ada DPR yang optimal untuk memaksimalkan perusahaan Aliran Gordon dan Lintner, mengatakan ada kebijakan yang optimal yang mempengaruhi nilai perusahaan, sebab bagi investor lebih tinggi harapan deviden Rp 100 dibandingkan harapan capital gain Rp 100 yang berasal dari penginvestasian kembali laba ditahan 8

Ketidakrelevanan Deviden Menurut MM Kebijakan deviden tidak mempengaruhi harga saham sebab dalam pasar sempurna (perfect capital market) para pemegang saham tidak membedakan (indifferent) antara cash dividend dan retained earnings. Tidak ada Dividend Payout Ratio (DPR) yang optimal untuk memaksimumkan nilai perusahaan Asumsinya : Pasar modal sempurna, dimana investor mempunyai kesamaan informasi, tidak ada biaya transaksi dan tidak ada pajak Para investor bersifat rasional Semua pasar bersifat price taker Adanya unsur ketidakpastian bagi arus pendapatan masa datang dan para investor mempunyai informasi yang sama Manajer dalam pengambilan keputusan pengenai produksi dan investasi disesuaikan dengan informasi tersebut Untuk memmisahkan deviden dan leverage maka semua perusahaan dianggap memiliki rasio D/S yang sama Perusahaan mestinya memiliki kelas resiko yang sama Perusahaan pada tingkat produksi sekarang memiliki yield yang sama 9

Dalam Persamaan Akuntansi DANA TERSEDIA = PENGGUNAAN DANA Dana tersedia : Pendapatan perusahaan Hasil penjualan saham baru Tambahan hutang Penggunaan dana : Pembayaran biaya bunga Membiayai proyek investasi Pembayaran deviden 10

1. Model Tanpa Hutang Yaitu model yang mengasumsikan bahwa struktur modal perusahaan tidak terdapat hutang (unlevered). Masalahnya dari manakah manajer mendapatkan sumber pendanaan untuk membiayai investasi baru, apakah melalui : a. Laba ditahan b. Emisi saham baru c. Kombinasi laba ditahan dan emisi saham baru a. Investasi yang dibiayai dengan laba ditahan, akibatnya adalah : Deviden akan berkurang dan turunnya harga saham Hasil investasi berupa pendapatan dan menaikan laba kembali,dapat menaikan harga saham kembali. 11

Nilai pasar yang beredar pada awal periode 0 (PV) tidak ada hubungannya dengan deviden yang diumumkan diakhir periode. PV tergantung pada : discount rate, keputusan produksi/investasi sebelum pengumuman deviden, nilai pasar saham periode berikutnya Jadi keputusan deviden tidak mempengaruhi nilai perusahaan di mana investasi dibiayai dengan laba ditahan b. investasi yang dibiayai dengan emisi saham baru, akibatnya adalah : Dengan asumsi tidak ada biaya emisi maka nilai perusahaan yang dibiayai dengan laba ditahan akan sama dengan nilai perusahan yang dibiyaai dengan emisi saham baru 12

2. Model Pembelanjaan Campuran Yakni keputusan deviden dan leverage dikombinasikan dalam satu model Asumsi :» Yield dari investasi baru sama dengan yield dari investasi lama Melalui keputusan investasi dan produksi akan diketahui suatu harapan dan pendapatan masa datang (cashflow yang diharapkan) Jika kemakmuran tergantung dari pendapatan total perusahaan maka pengaruh langsung keputusan investasi terhadap nilai pasar saham dan obligasi dapat dipisahkan Menurut MM, Keputusan deviden dan keputusan pendanaan tidak mempengaruhi kemakmuran pemegang surat-surat berharga (saham dan obligasi) 13

a. Investasi yang dibiayai dengan laba ditahan» Menurut MM, penggunaan deviden akan langsung mengurangi harga saham» Penginvestasian kembali laba ditahan yang semakin bertambah akan menaikan kembali harga saham hingga mencapai harga sebelumnya b. Invesatasi yang seluruhnya dibiayai dengan penerbitan saham baru Metode penggunaan laba ditahan atau emisi saham baru tidak berpengaruh terhadap kemakmuran pemegang saham lama dan pemegang obligasi lama karena walaupun ada kenaikan kenaikan yang berasal dari penambahan saham baru tapim dalam waktu nilai yang sama nilai saham yang dimiliki pemegang saham lama akan turun dalam jumlah yang sama pula. c. Invesatasi yang seluruhnya dibiayai dengan penerbitan saham baru dan Obligasi baru Menurut MM, Keputusan pendanaan tidak akan mempengaruhi kemakmuran para pemilik surat berharga dan obligasi. Teori ini masih banyak sanggahannya 14

Ketidaksempurnaan Pasar dan Model MM Model MM banyak diyangkal, karena menurut pengamatan, pemegang saham menyukai current dividend dalam ligkup pasar modal yang tidak sempurna. Akibat adanya ketidak sempurnaan pasar : 1. Heterogenitas Harapan para Investor. Lintner mengatakan jika harapan investor tidak homogen maka hipotesis ketidakrelevanan deviden MM tidak berlaku, sebab penerbitan saham baru dijual dengan harga yang sama. Pemilik saham lama menganggap nilai saham mereka paling sedikit sebesar saham yang berlaku Pembeli baru akan membeli dengan harga yang rendah 15

Pengaruh Pajak Pajak akan nampak punya pengaruh terhadap deviden dan capital gain Pajak atas deviden terasa berat karena harus dibayar langsung Pajak atas capital terasa ringan karena dibayar setelah terjadi transaksi Biaya transaksi dan ketidakpastian capital gain dalam Pasar modal tidak sempurna, jika ada biaya kebangkrutan, biaya emisi, biaya transaksi maka perusahaan unlevered lebih baik. Ketidakpastian harga saham membuat investor memilih DPR yang tinggi Biaya emisi Penerbitan saham barau menjadi mahal karena adanya biaya emisi 16

Hipotesis kenaikan Discount Rate Menurut Myron Gordon : Investor adalah penghindar resiko, maka menambah ketidakpastian penerimaan uang dimasa datang semakin bertambah Investor mengharapkan kenaikan discount rate tiap tahun yang akan digunakan untuk menggandakan deviden dimas datang 17

Hipotesis Current Income Investor bersedia mebeli saham tinggi jika deviden naik kaena adanya preferensi yang kuat akan current-consumption Hipotesis isi informasi Deviden Harga saham berubah karena pengumuman deviden Teori Deviden Tradisional Proyeksi investasi dapat dibiayai dengan menggunakan laba ditahan dan penerbitan saham baru Asumsi perusahan tidak punya hutang Adanya hubungan antara DPR dan Discount Rate 18

Faktor Penentu Divident Payouat Ratio (DPR) industri di mana perusahaan itu berada. Penting untuk memperhatikan deviden pesaing Perutumbuhan pendapatan perusahaan Stabilitas pendapatan perusahaan Kesempatan investasi yang tersedia Pemegang saham bersedia menerima deviden rendah, jika keuntungan proyek baru tinggi karena ada harapan captal gain naik Ketersediaan dan alternatif sumber dana Preferensi pemegang saham dan keleluasaan manjer untuk menyimpang dari maksimisasi kemakmuran Harapan mengenai kondisi bisnis umumnya Pembatasan-pembatasan yang diberikan kreditur 19

Bentuk-bentuk Kebijakan deviden : Stable dividend-per-share policy (Kebijakan devidend yang stabil Jumlah pembayaran deviden tetap sama dari tahun ke tahunnya Constant devidend payout ratio policy (kebijakan DPR yan tetap) Jumlah deviden akan berubah-ubah sesuai dengan jumlah laba bersih, tetapi ratio antara deviden dan laba ditahan adalah tetap Compromise policy (kebjakan kompromi) Adalah kebijakan diantara dua kebjakan diatas dengan persenrtase tertentu pada tahun-tahun tertentu yang mampu menghasilkan laba bersih yang tinggi Residual-devidend policy (Kebijakan devidend residual) manajemen hanya menghendaki pembayaran deviden terjadi pada saat laba bersih besar 20

Penginvestasian Kembali Laba Ditahan Keputusan mengenai deviden adalah termasuk keputusan mengenai laba ditahan. Bila deviden tinggi berarti modal sendiri tidak berkembang Menahan seluruh EAT akanmenciptakan pembelanjaan intern yang tidak menciptakan resiko keuangan (finacial risk) Bila laba ditahan ditanamkan kembali untuk membiayai investasi akan menghasilkan keuntungan kembali. Kebijakan deviden menjadi tidak relevan jika mebagi EPS (earnings per share) dalam benatuk deviden berarti menahan EPS untuk diinvestasikan kembali. 21

Stock Dividend Pembayaran deviden kepada para pemegang saham yang dialkukan tidak berupa uang (cash dividend) tetapi bisa juga dalam bentuk saham. Stock Split Adalah pemecahan jumlah lembar saham diman jumlah modal sendiri tidak berubah Repuchasing of stock Pembelian kembali saham yang beredar karena perusahaan memiliki uang kas yang cukup banyak sementara investasi baru tidak memungkinkan 22

S E L E S A I 23