Modul ke: 02 Alen Fakultas FASILKOM Relational Database & Pemodelan Data [Review] Pemrograman Basis Data & SQL Boby Hartanto, S.Kom,M.M. Program Studi Sistem Informasi
Basis Data Relasional Pada pembuatan sistem informasi yang dinamis, diperlukan sebuah media penyimpanan yang terstruktur untuk menyimpan data dari setiap aktifitas bisnis yang ada, yang bernama database. Untuk membuat database yang baik, diperlukan pula suatu cara untuk memanajemen database tersebut agar dapat digunakan secara efisien. Basis Data Relasional merupakan suatu cara untuk mengelola data secara fisik kedalam memori. Basis Data Relasional ditemukan oleh E.F.Codd. Basis Data Relasional merupakan tael dua dimensi, dimana terdiri lajur mendatar, disebut dg baris data (row/record) dan lajur vertikal yang disebut dg kolom (column/field).
karakteristik Basis Data yang baik Struktur basis data (tabel-tabel & relasi antar tabel) lebih kompak Struktur masing-masing tabel lebih efisien & sistematis. Kebutuhan ruang penyimpanan data lebih efisien. Semakin kecil ukuran tabel, maka akan semakin cepat operasi basis data yang kita lakukan. Karena data yang diambil tidak terlalu besar ukurannya. Salah satu cara untuk mengukur efisiensi database yaitu dengan sedikitnya redundansi data (data rangkap). Tidak ada ambiguitas data di semua tabel dalam basis data, sehingga penggunaan memori dapat dimanfaatkan secara efisien
Basis Data Relasional Pada buku-buku teks mengenai perancangan basis data, sebuah relasi dinotasikan secara konvensional dengan Relation (attribute1, attribute2,..) dengan aturan : nama dari relasi dan atribut-atribut dari relasi yang berada didalam tanda kurung. Contohnya: Mahasiswa(NIM, Nama, Alamat, Jenis_kelamin ). Nilai data dari atribut dari sebuah relasi akan disimpan dalam tuple atau row (baris) dari tabel. Gambar dibawah merupakan ilustrasi dari sebuah relasi.
Terminologi Ada beberapa istilah/ terminologi yang berkaitan dengan konsep basis data Relational. Ada beberapa cara pandang terhadap data pada konsep basis data relasional. Yang pertama adalah pandangan yang berorientasi tabel (table-oriented ) dimana sebuah entity-set direpresentasikan secara lojik menjadi sebuah tabel (table) yang terdiri dari baris (row ) dan kolom (column). Kedua adalah pandangan berorientasi set/kumpulan (set-oriented) dimana entity-set direpresentasikan sebagai relasi (Relation), nilai-nilai data yang sesuai dengan atributnya (attribute) disimpan dalam sebuah tempat yang dinamakan tuple. Terminologi yang terakhir adalah pandangan berorientasi record (record-oriented ) dimana entity-set di representasikan dengan record-type/file sedangkan nilai dari tiap-tiap entity direpresentasikan dengan record yang terstruktur berdasarkanfield -field yang dimiliki.
Metodologi Perancangan Basis Data Merupakan cara bagaimana suatu basis data dibuat melalui tahap-tahap tertentu, mulai dari tahap investigasi masalah sampai tahap implementasinya. Secara umum ada dua tahapan proses perancangan basis data, yaitu : perancangan logika basis data perancangan fisik basis data
Metodologi Perancangan Basis Data Perancangan logika basis data Merupakan proses pendefinisian entitas dan relasi (Relationship) dari dunia nyata yang dirancang, berdasarkan kebutuhan informasi dan pengolahan data dari organisasi yang bersangkutan. Entity / entitas adalah sekumpulan objek yang dapat diidentifikasi dan dibedakan di lingkungan pemakai Relasi adalah hubungan yang terjadi antar kelompok entitas. Sasaran dari perancangan logika basis data adalah fleksibilitas model data yang dihasilkan dan efisiensi pengimplementasiannya dalam komputer.
Metodologi Perancangan Basis Data Perancangan fisik basis data Merupakan proses untuk mengimplementasikan hasil perancangan logika ke dalam komputer secara fisik yang bergantung kepada software DBMS yang dipilih.proses yang dilakukan : Menentukan struktur untuk setiap tabel, meliputi nama field, jenis, lebar dan field kuncinya. Menentukan nama basis data dan nama setiap tabel, serta lokasi tempat penyimpanannya (drive,directory /folder ). Menghitung perkiraan tempat (space) yg dibutuhkan untuk seluruh tabel dan untuk seluruh index. Implementasi dengan menggunakan software DBMS.
Pemodelan Data Pemrograman Basis Data & SQL
Pemodelan Data Pemodelan data (model data) merupakan sekumpulan perangkat konspetual untuk menggambarkan datam hubungan antar data, semantic(makna) data dan batasan data. Dengan menggunakan model data ini maka akan memberikan kemudahan untuk melakukan evaluasi/analisis, dan dilakukan perbaikan sebelum diimplementasikan ke dalam DBMS. Pemodelan data ada beberapa model, yaitu model Hirarkis, Jaringan dan Relasional serta berorientasi objek, Yang paling banyak dipakai sekarang ini adalah model relasional. Model relasional yang terkenal adalah Entity Relationship Diagram (ERD). Ada tiga hal yang paling penting dalam ERD, yaitu terdapat Entitas, Relationship, dan Atribut.
Entitas Entitas adalah objek (sesuatu) yang ada (eksis) dan dapat dibedakan dengan objek yang lain (buku, orang, liburan, absensi). Keberadaan dari entitas biasanya berdiri sendiri dan bisa nyata maupun tidak nyata. Entitas digambarkan (direpresentasikan) dengan menggunakan sekumpulan atribut, entitas orang mempunyai atribut nama, alamat, tanggal lahir dan sebagainya.
Atribut Atribut merupakan penggamabaran (data) dari entitas. Setiap atribut harus dijelaskan dengan suatu nilai, misalnya entitas orang mempunyai atribut nama dengan nilai Doni. Nilai dari atribut tersebut juga dapat diatur, misalnya panjang karakter dari nama tidak bole lebih dari 15 karakter. Pengaturan nilai atribut ini disebut dengan Domain. Selain dapat diatur, nilai atribut juga dapat bernilai tunggal maupun jamak (multivalued), sederhana(simple) atau gabungan (composite), kosong (null) atau harus ada (Not null), dan key (Primary Key atau Foreign Key) atau non key. Primary Key adalah field kunci / utama dari suatu tabel yang menunjukkan bahwa field yang menjadi kunci tersebut tidak bisa diisi dengan data yang sama, / dengan kata lain Primary key menjadikan tiap record memiliki identitas sendiri-sendiri yang membedakan satu sama lainnya (unik). Primary Key berguna pada saat menampilkan record hasil pencarian (searching), pengurutan (sorting), dan berbagai operasi query lainnya. Dengan memilih rimary key, proses pencarian, pengurutan dan proses penampilan data dan lainnya berlangsung lebih cepat. Foreign key adalah satu attribute yang melengkapi satu relationship yang menunjukan ke induknya.
Relationship Relationship menggambarkan asiosiasi (hubungan) yang nyata diantara beberapa entitas. Tingkatan dari Relationship ini adalah: Unary: Cuma ada satu Entittas Binary: melibatkan dua Entitas. Ternary: melibatkan lebih dari dua Entitas ( Ternary jarang sekali terjadi, paling banyak Binary). Sedangkan derajat relasinya dapat one to one, one to many, many to one, dan many to many.
Relationship
Relationship Entity Relationship Diagram (ERD) yang merupakan contoh basis data sederhana dari perpustakaan. Dari ERD Perpustakaan di atas terlihat bahwa hubungan antara entitas penerbit dan entitas buku adalah One to Many (satu ke banyak), yang artinya satu penerbit dapat menerbitkan banyak buku. Sebaliknya satu buku pasti diterbitkan oleh satu penerbit. Hubungan antar entitas ini bisa terjadi karena adanya atribut yang berfungsi sebagai penghubung. Pada enttias penerbit dan buku terlihat ada kesamaan nama, yaitu kode_penerbit. Kode penerbit inilah yang digunakan sebagai penghubung antara kedua enttitas tersebut. Atribut kode_penerbit pada table penerbit dinamakan Primary Key, sedangkan pada table buku dinamakan Foreign Key
Latihan (VISIO) 1. Buat Entitas untuk system penjualan (min 3 entitas), lengkapi dengan atributnya. 2. Buatlah perancangan logika basis data (ER- Diagram), untuk entitas di atas. 3. Buatlah perancangan fisik basis data, untuk ER diatas.
Terima Kasih Alen Boby Hartanto, S.Kom,M.M.