Studi Uji Kekerasan Rockwell Superficial VS Micro Vickers

dokumen-dokumen yang mirip
Konversi Nilai Pada Dial ke Sistem Digital Menggunakan Mikrokontroler Arduino Nano untuk Uji Kekerasan Metode Rockwell

Uji Kekerasan Material dengan Metode Rockwell

UJI KEKERASAN MATERIAL DENGAN METODE ROCKWELL

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

Karakterisasi Material Bucket Teeth Excavator 2016

JURNAL MER-C NO. 10/VOL. 1/2018

BAB 1. PENGUJIAN KEKERASAN

BAB III METODE PENELITIAN

UJI KEKERASAN MATERIAL DENGAN METODE ROCKWELL

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Mulai. Identifikasi Masalah

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. secara ilmiah. Penelitian ini menggunakan metode analisa, yaitu suatu usaha

BAB III METODE PENELITIAN

MAKALAH PENGETAHUAN BAHAN METODE PENGUJIAN KEKERASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen,

Gambar 3.1 Diagram alur Penelitian

JURNAL LOGIC. VOL. 17. NO. 1. MARET

BAB III METODE PENELITIAN dan dilaksanakan di Laboratorium Fisika Material Departemen Fisika

TUGAS SARJANA KARAKTERISASI SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PRODUK CORAN PADUAN ALUMINIUM DENGAN VARIASI KOMPOSISI TEMBAGA

Hardness testing. Uji kekerasan brinnel dirumuskan dengan : Material Teknik 2 nd session Page 1

BAB III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan sesuai dengan diagram alir berikut ini : Pelat Baja Tipe SPHC JIS G Pembuatan Spesimen Uji

Pengujian Material. Disusun Oleh : MOH JUFRI

HUBUNGAN ANTARA KEKERASAN DENGAN KEKUATAN TARIK PADA LOGAM ULET DAN GETAS

BAB III METODE PENELITIAN

MATERIAL TEKNIK 3 IWAN PONGO,ST,MT

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK MESIN UNIVERSITAS MEDAN AREA

VARIASI ARUS DAN ELEKTRODA TERHADAP KEKERASAN MATERIAL PADA PENGELASAN SMAW

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Karakterisasi Material Sprocket

BAB III PERCOBAAN DAN HASIL PERCOBAAN

BAB IV SIFAT MEKANIK LOGAM

EFFECT OF HEAT TREATMENT TEMPERATURE ON THE FORMATION OF DUAL PHASE STEEL AISI 1005 HARDNESS AND FLEXURE STRENGTH CHARACTERISTICS OF MATERIALS

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Alasan pengujian. Jenis Pengujian merusak (destructive test) pada las. Pengujian merusak (DT) pada las 08/01/2012

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

Jurnal Teknik Mesin, Volume 6, Nomor 1, Tahun

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober 2014 sampai Juni 2015di

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN

EVALUASI BESAR BUTIR TERHADAP SIFAT MEKANIS CuZn70/30 SETELAH MENGALAMI DEFORMASI MELALUI CANAI DINGIN

VARIASI TEMPERATUR PEMANASAN PADA PROSES PERLAKUAN PANAS TERHADAP KEKERASAN DENGAN MATERIAL SS 304L

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III PERCOBAAN DAN HASIL PERCOBAAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

INFO TEKNIK Volume 14 No. 2 Desember 2013 ( ) PENGARUH ARUS TERHADAP KEKERASAN HASIL PENGELASAN BAJA ST 60 MENGGUNAKAN PENGELASAN SMAW

MODUL PRAKTIKUM METALURGI (LOGAM)

KARAKTERISASI PADUAN AlFeNiMg HASIL PELEBURAN DENGAN ARC FURNACE TERHADAP KEKERASAN

III. KEGIATAN BELAJAR 3. Sifat-sifat fisis dan mekanis bahan teknik dapat dijelaskan dengan benar

BAB IV PENGUJIAN MECHANICAL TEST.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Karakterisasi Material Bucket Teeth Excavator 2016

BAB III METODE PENELITIAN

ANALISA KEKERASAN PADA PISAU BERBAHAN BAJA KARBON MENENGAH HASIL PROSES HARDENING DENGAN MEDIA PENDINGIN YANG BERBEDA

PROSES PELAPISAN BAJA DENGAN METODE SEMBURAN KAWAT LAS OKSI-ASITILEN

PENGARUH FEED RATE TERHADAP STRUKTUR MIKRO, KEKERASAN DAN KEKUATAN BENDING PADA PENGELASAN FRICTION STIR WELDING ALUMINIUM 5052

BAB IV SIFAT MEKANIK LOGAM

MAKALAH MATERIAL TEKNIK

PENGARUH PERLAKUAN PANAS DOUBLE TEMPERING TERHADAP SIFAT MEKANIK MATERIAL AISI 4340

Sidang TUGAS AKHIR. Dosen Pembimbing : Prof. Dr.Ir.Sulistijono,DEA

ANALISIS HASIL UJI KEKERASAN PADA LIMBAH PLASTIK DAUR ULANG DENGAN METODE ROCKWELL SKRIPSI

PRESENTASI LAPORAN TUGAS AKHIR

PENGARUH PROSES ANNEALING PADA HASIL PENGELASAN TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA KARBON RENDAH

ANALISA PERLAKUAN ARTIFICIAL AGING TERHADAP KEKERASAN PADA MATERIAL KOMPOSIT Al-ABU DASAR BATUBARA

MICRO HARDNESS TESTER

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pandangan Umum terhadap Mesin Uji Tarik

III. METODOLOGI. ini dibentuk menjadi spesimen kekerasan, spesimen uji tarik dan struktur mikro.

ANALISIS HASIL KEKERASAN METODE VIKERS DENGAN VARIASI GAYA PEMBEBANAN PADA BAJA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. alat Micro Vickers Hardness Tester. Alat tersebut bekerja dengan cara

BAB III. dan RX-KING ditujukan pada diagram dibawah ini yaitu diagram alir penelitian. Rumah Kopling F1-ZR. Rumah Kopling RX-KING.

JOB SHEET DAN LAPORAN PRAKTIKUM MATA KULIAH PRAKTIKUM METALURGI LAS

PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TERHADAP KEKERASAN, STRUKTUR MIKRO, DAN LAJU KOROSI PADA ALUMINIUM A 6061 DENGAN METODE UJI JOMINY

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH PROSES SEPUH TERHADAP KEKERASAN MATA KAPAK HASIL PANDAI BESI DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN KALIMANTAN SELATAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilakukan di Laboratorium Material Teknik Mesin Jurusan Teknik

ANALISA PENGARUH TEBAL PELAT PADA PENGELASAN LISTRIK TERHADAP KEKERASAN DAERAH HAZ BAJA KARBON St-37. By Nurfa Anisa Universitas Soerjo

PENGARUH TEMPERATUR DAN HOLDING TIME DENGAN PENDINGIN YAMACOOLANT TERHADAP BAJA ASSAB 760

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 3 SIFAT DAN PENGUJIAN BAHAN TEKNIK

Jl. Prof. Sudharto, SH., Tembalang-Semarang 50275, Telp * Abstrak. Abstract

Analisis Pengaruh Cooling Rate pada Material ASTM A36 Akibat Kebakaran Kapal Terhadap Nilai Kekuatan, Kekerasan dan Struktur Mikronya

BAB IV DATA HASIL PENELITIAN

Karakterisasi Material Sprocket

Gambar 4.1 Hasil anodizing aluminium 1XXX dengan suhu elektrolit o C dan variasi waktu pencelupan (a) 5 menit. (b) 10 menit. (c) 15 menit.

PEMBANDINGAN KEKUATAN TARIK TULANGAN DENGAN MENGGUNAKAN ALAT BRINEL DAN MENGGUNAKAN UTM (UNIVERSAL TEST MACHINE)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Uraian langkah-langkah penelitian dapat dijabarkan ke dalam diagram alir penelitian pada Gambar 3.

Gambar 3.1. Diagram Alir Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N. Retno Setiati ABSTRAK

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di beberapa tempat sebagai berikut:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH TEKANAN INJEKSI PADA PENGECORAN CETAK TEKANAN TINGGI TERHADAP KEKERASAN MATERIAL ADC 12

Pengaruh Variasi Arus dan Jenis Elektrode pada Pengelasan Smaw Terhadap Sifat Mekanik Baja Karbon

PENGARUH PROSES HEAT TREATMENT PADA KEKERASAN MATERIAL SPECIAL K (K100)

JURNAL LOGIC. VOL. 16. NO. 2. JULI

STUDI EKSPERIMENTAL MATERIAL BAJA TULANGAN DARI BERBAGAI DISTRIBUTOR DI BANDUNG ABSTRAK

Transkripsi:

JURNAL TEKNOLOGI PROSES DAN INOVASI INDUSTRI, VOL. 2, NO. 2, NOVEMBER 2017 85 Studi Uji Kekerasan Rockwell Superficial VS Micro Vickers Comparation Study Of Hardness Testing By Using Rockwell Superficial VS Microvickers Magdalena Feby Kumayasari Kementerian Perindustrian Baristand Industri Surabaya Surabaya, Indonesia magdalenafeby@gmail.com Arif Indro Sultoni Kementerian Perindustrian Baristand Industri Surabaya Surabaya, Indonesia arif.indro.sultoni@gmail.com Abstrak. Pengujian menggunakan mesin uji kekerasan Microvickers membutuhkan preparasi yang cukup sulit. Hal ini membuat banyak produsen yang lebih menyukai menggunakan pengujian Rockwell T karena proses yang lebih mudah dan cepat. Namun, pada kenyataannya pengujian Rockwell tidak dapat digunakan pada benda uji dengan ketebalan yang cukup tipis dasn lunak, sehingga mengakibatkan banyak sampel yang tidak lolos uji saat diuji menggunakan alat uji kekerasan microvickers pada tingkat kekekerasan lunak. Pada penelitian ini akan dilakukan perbandingan pengujian dengan dua metode kekerasan yang berbeda. Hal ini bertujuan agar mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil pengujian terhadap benda yang sama. Kekerasan yang digunakan adalah Rockwell superficial 15 T dan 30 T dengan Microvickers 2 kgf. Dari penelitian ini didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil uji kekerasan antara kedua metode itu, jika dilakukan pemolesan yang benar terhadap benda uji yang akan dilakukan menggunakan microvickers. Kata Kunci kekerasan, microvickers, Rockwell Superficial Abstract. Hardness test with micro hardness method needs complex preparation. It make many manufacturers choose T Rockwell Hardness Method than Microvickers because the simple and ease of preparation. However T Rockwell method can't applied for thin or soft materials that effect to many samples not pass due to standard when tested by using Microvickers. In this research will be compare of the two testing methods. The purpose of the research is to observe the differences of the methods. We use Rockwell superficial 15 T and 30 T compare to Microvickers 2 kgf. The result of the research is, it was no differences between of the methods if sample of Microhardness test well prepared. berbeda [1]. Ada beberapa jenis kekerasan yaitu, Ball identation test (Brinnel), Pyramida identation (Vickers), Cone and ball identation test (Rockwell), Uji kekerasan mikro atau knoop hardness [2]. Metode ini dibedakan oleh Indentor dan beban uji yang digunakan. Kekerasan Rockwell bertujuan untuk menentukan kekerasan suatu material dalam bentuk daya tahan material terhadap indentor berupa bola baja ataupun kerucut intan yang ditekankan pada permukaan material uji tersebut [3]. Nilai keras Rockwell T adalah angka yang didapat dari perbedaan antara kedalaman bekas penetrasi dari dua tahap pembebanan pada penetrator bola baja yang mempunyai diameter 1,588 mm (1/16 in) [4][5]. Hal ini ditunjukkan oleh gambar 1. Berbeda dengan pengujian kekerasan dengan metode Vickers, bertujuan menentukan kekerasan suatu material dalam yaitu daya tahan material terhadap indentor intan yang cukup kecil dan mempunyai bentuk geometri berbentuk piramida seperti ditunjukkan pada gambar 2 [3]. Nilai keras mikro Vickers adalah hasil bagi antara beban tekan statis maksimum dengan luas bidang penetrator [6][7][8]. L.I Heping et al [9], membandingkan kekerasan dua benda yang memiliki ketebalan berbeda yaitu 0,23 mm dan 0,98 mm. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa material reference yang digunakan untuk uji kekerasan Rockwell tidak boleh kurang dari 6 mm dan Vickers 5 mm. Key Word hardness, microvickers, Rockwell Superficial I. PENDAHULUAN Kekerasan merupakan salah satu metode yang lebih cepat dan lebih murah untuk menentukan sifat mekanik suatu material. Kekerasan bukanlah konstanta fisika, nilainya tidak hanya bergantung pada material yang diuji, namun juga dipengaruhi oleh metode pengujiannya. Apabila metode pengujian yang digunakan berbeda, maka hasil dari sifat mekanisnya pun akan

JURNAL TEKNOLOGI PROSES DAN INOVASI INDUSTRI, VOL. 2, NO. 2, NOVEMBER 2017 86 Pada penelitian ini dilakukan studi perbandingan uji kekerasan Rockwell Superficial 30 T dan MicroVickers dengan beban uji 2000 gf menggunakan paired sample T test. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara hasil pengujian yang dilakukan untuk memberikan referensi kepada produsen Logam dan Laboratorium uji. Paired-Sample T Test adalah analisis dengan melibatkan dua pengukuran pada subjek yang sama terhadap suatu pengaruh atau perlakuan tertentu. Apabila suatu perlakuan tidak memberi pengaruh, maka perbedaan rata-rata adalah nol. Beberapa contoh aplikasinya adalah : Untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah perlakuan terhadap suatu subject yang sama. Membadingkan dua metode pengukuran yang berbeda atau dua perlakuan yang berbeda yang dikenakan pada suatu subject yang sama. II. BAHAN DAN METODE Gambar 1. Prinsip Kerja Metode Pengukuran Kekerasan Rockwell [3][4] Pada penelitian sebelumnya, dilakukan pengujian kekerasan baja kelas lunak menggunakan metode Mikrovickers. Penelitian dilakukan pada material Baja lembaran dan gulungan canai dingin dengan ketebalan 0,20 mm. Didapatkan nilai kekerasan yang kurang memenuhi standar SNI. Dari hasil pemaparan penelitian, terdapat pertanyaan terkait penggunaan dengan metode lain. Dikarenakan banyak perusahaan yang tidak memiliki alat uji kekerasan microvickers dan mereka hanya memiliki alat uji Rockwell T. Namun kenyataanya, penggunaan alat uji rockwel T pada ketebalan 0,20 mm dapat menyebabkan deformasi pada bagian belakang baja tersebut. Sampel berupa baja lembaran/ Lapis Seng dengan tebal logam dasar 0,80 mm dan 1,00 mm tipe Lunak yang diambil dari perusahaan X. Material terlebih dahulu dihilangkan lapisan sengnya untuk kemudian dilakukan uji kekerasan Rockwell 30 T dan dilakukan pemolesan untuk pengujian microvickers dengan beban 2000 gf. Eksperimen dilakukan di Laboratorium Uji Baristand Industri Surabaya. Pertama tama sampel dibagi menjadi dua bagian. Sampel pertama untuk pengujian Rockwell 30T. Alat uji yang digunakan pada kekerasan adalah alat uji Digital Rockwell merk Future Tech Seri FR-3e. Sampel yang kedua dilakukan pemolesan dengan menggunakan kertas gosok nomor 400, 600, 800 dan 1000 sampai didapatkan permukaan yang halus seperti cermin. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pembacaan pada layar monitor mesin uji kekerasan MicroVickers. Alat uji yang digunakan adalah Digital Micro Hardness Tester merk High Wood. Permukaan beban uji ditekan dengan penetrator intan berbentuk piramida. Penekanan dilakukan dengan beban statis maksimum dan waktu pembebanan tertentu. Setelah beban diangkat dan memperlihatkan bekas penetrator berbentuk bujur sangkar, selanjutnya diagonal bujur sangkar tersebut diukur untuk menentukan dasar perhitungan nilai keras Vickers [6][10]. III. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 2. Prinsip kerja metode pengukuran kekerasan vickers [3] A. Perbandingan uji kekerasan Rockwel dan Microvickers pada sampel 0,80 mm Pertama tama sampel dibagi menjadi 2, satu sampel dilakukan pengujian rockwel 30 T dengan beban 30 kgf. Tabel 1 merupakan tabel hasil pengujian benda uji dengan ketebalan 0,80 mm menggunakan metode. Dari hasil tersebut kemudian dikonversikan ke dalam Vickers. Hal ini bertujuan agar mudah dalam melakukan perbandingan.

JURNAL TEKNOLOGI PROSES DAN INOVASI INDUSTRI, VOL. 2, NO. 2, NOVEMBER 2017 87 TABLE I. TABLE HASIL PENGUJIAN ROCKWELL 30 T PADA SAMPEL 0,80 MM Vickers (Konversi) 59.8 116.1 59.9 116.3 59.4 115.1 59.8 116.1 60.4 117 58.4 112 60 116.4 59 114 59.7 116 58.7 113 58.9 113.7 58.3 111.7 TABLE III. 178.1 178.6 116.5 179.2 179.7 115.1 T-TEST: TWO-SAMPLE ASSUMING EQUAL VARIANCES 30 T VS HV 2.0 TEBAL 0,80 MM Mean 114.4866667 114.24 Variance 3.026952381 2.176857143 Observations 15 15 Pooled Variance 2.601904762 df 28 t Stat 0.418789128 P(T<=t) one-tail 0.339282702 t Critical one-tail 1.701130908 P(T<=t) two-tail 0.678565404 t Critical two-tail 2.048407115 120 115 Sampel berikutnya dilakukan pengujian micro Vickers dengan beban 2 kgf. Tebal awal sampel adalah 0,812 mm, kemudian dipoles dan memiliki tebal akhir 0,761 mm. Sehingga pengurangan ketebalan adalah sebesar 0,051 mm..hasil dari pengujian Microvickers dapat dilihat pada Tabel 2. Dari kedua data tersebut kemudian dilakukan analisa paired sample t test. Tabel 3 merupakan hasil dari analisa paired sample t test. Pada Tabel 3, dapat diketahui bahwa nilai dari t hitung adalah 0,419 < 2,048 maka h o diterima Sehingga tidak ada perbedaan antara pengujian menggunakan microvickers dengan beban 2 kgf. TABLE II. TABLE HASIL PENGUJIAN MICROVICKERS PADA KETEBALAN 0,80 MM 183.1 178.3 113.5 183.9 179.8 112.1 181.5 181.8 112.3 180.6 179 114.7 183 179.7 112.7 182.1 178.3 114.2 175.9 182.5 115.4 180.6 179 114.7 180.3 181 113.6 180.1 181.6 113.3 179.8 177.4 116.2 178.5 178.5 116.4 179.3 183.1 112.9 110 105 Gambar 3. Grafik Pengujian Kekerasan Rockwell 30T vs Microvickers B. Perbandingan uji kekerasan Rockwel dan microvickers pada sampel 1,00 mm Tabel IV merupakan hasil dari pengujian kekerasan. Sedangkan table V merupakan hasil dari pengujian microvickers. Kedua hasil uji ini dilakukan paired sample t test untuk melihat apakah ada perbedaan terhadap kedua hasil pengujian ini. Pada table VI, dapat diketahui bahwa bahwa nilai dari t hitung adalah -2,179 > 2,056 maka h o ditolak Sehingga terdapat perbedaan antara pengujian menggunakan microvickers dengan beban 2 kgf. Tebal awal dari sampel ini adalah 0,992 mm, kemudian dipoles menjadi 0,950 mm. Sehingga pengurangan ketebalan hanya 0,42 mm. Hal inilah yang menyebabkan terjadi perbedaan hasil antara Rockwell 30 T dengan Microvickers 2 kgf.. TABLE IV. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Konversi Rockwell 30T HV 2.0 TABLE HASIL PENGUJIAN ROCKWELL 30 T PADA SAMPEL 1,00 MM 56.3 106.9 57.5 109.4 56.9 107.8

JURNAL TEKNOLOGI PROSES DAN INOVASI INDUSTRI, VOL. 2, NO. 2, NOVEMBER 2017 88 TABLE V. 57.6 109.7 56.8 107.7 58.4 112.2 58.6 112.7 57.7 110 57.4 109.1 56.4 107 57.8 110.3 56.2 106.7 56.8 107.7 TABLE HASIL PENGUJIAN MICROVICKERS PADA KETEBALAN 1,00 MM 184.4 183.3 109.7 180.5 180.4 113.8 182.4 181.4 112 177.4 179.4 116.2 184.3 178.9 112.4 183.2 182.9 110.6 178.2 174.7 119.1 182.2 181.3 112.2 181.3 181.3 112.6 181.8 177.2 115.1 182.4 182.4 111.4 179.8 182.8 112.8 177.7 180.5 115.6 183 180.8 112 179.5 180.2 114.6 182.1 181.5 112.2 185.4 184 108.7 Oleh karena itu kami akan melakukan pengujian ulang dengan membandingkan pengujian Rockwell 15 T dengan Microvickers 2 kgf. Pengujian Rockwel 15 T menggunakan beban yang lebih kecil, yaitu 15 kg saja. Diharapkan hasilnya tidak terjadi perbedaan terhadap kedua pengujian tersebut. TABLE VI. T-TEST: TWO-SAMPLE ASSUMING EQUAL VARIANCES 30 T VS HV 2.0 TEBAL 1,00 MM Mean 109.3214286 111.0785714 Variance 4.834120879 4.266428571 Observations 14 14 Pooled Variance 4.550274725 df 26 t Stat -2.179401685 P(T<=t) one-tail 0.019275394 t Critical one-tail 1.705617901 P(T<=t) two-tail 0.038550788 t Critical two-tail 2.055529418 TABLE VII. TABLE HASIL PENGUJIAN ROCKWELL 15 T PADA SAMPEL 1,00 MM Rockwell 15 T 81.3 113.3 81.1 112 81.6 115 80 106.7 80.7 109.3 80.6 108.7 80.4 107.8 81.2 112.7 82.2 117.7 81.3 113.3 82.2 117.7 81.6 115 81.4 114 81.4 114 TABLE VIII. T-TEST: TWO-SAMPLE ASSUMING EQUAL VARIANCES 15 T VS HV 2.0 TEBAL 1,00 MM Mean 113.3705882 113 Variance 12.06845588 6.46 Observations 17 17 Pooled Variance 9.264227941 df 32 t Stat 0.354973943 P(T<=t) one-tail 0.362469047 t Critical one-tail 1.693888703 P(T<=t) two-tail 0.724938094 t Critical two-tail 2.036933334 Tabel VII merupakan hasil dari pengujian Rockwell 15 T. Hasil dari paired sample t test pada kedua pengujian ini ditunjukkan pada tabel VIII. bahwa nilai dari t hitung adalah 0,355 < 2,037 maka h o diterima Sehingga tidak ada perbedaan antara pengujian menggunakan microvickers dengan beban 2 kgf dengan Rockwell 15 T

JURNAL TEKNOLOGI PROSES DAN INOVASI INDUSTRI, VOL. 2, NO. 2, NOVEMBER 2017 89 IV. KESIMPULAN Dari hasil dan pembahasan diataas dapat disimpulkan bahwa pada sampel dengan ketebalan 0,80 mm tidak terjadi perbedaan antara hasil pengujian Microvickers 2 kgf yang dipoles hingga memiliki perbedaan ketebalan 0,051 mm dengan Rockwell 30 T. Sedangkan pada benda uji 1,00 mm yang dipoles hingga memiliki pengurangan ketebalan 0,042 mm terjadi perbedaan jika dilakukan perbandingan antara microvickers 2 kgf dengan Rockwell T. Sehingga dibutuhkan pembanding dengan beban yang lebih kecil yaitu 15 kgf. Didapatkan bahwa tidak terjadi perbedaan antara Rockwell 15 T dan microvickers 2 kgf terhadap benda tersebut. DAFTAR PUSTAKA [1] G. Verdins, D. Kanaska, and V. Kleinbergs, Selection of the method of hardness test, in Engineering for Rural Development, 2013, pp. 217 222. [2] N. T. Nugraheni, K. N. Kusuma, R. Y. Sari, and A. Sugiharto, Uji kekerasan material dengan metode rockwell, Fis. Eksp. Lanjut(Metode Rockwell), pp. 1 9, 2014. [3] Gordon England, Material Teknik, in Harndess Testing, 1999, pp. 1 7. [4] B. S. Nasional, SNI Cara Uji keras Rockwell T. 1989. [5] M. Materials, Standard Test Methods for Rockwell Hardness and Rockwell Superficial Hardness of, Test, vol. 01, no. 01406785, pp. 1 16, 1981. [6] B. S. Nasional, SNI Mikro vickers beban 0,0098 sampai dengan 49 N, cara uji keras.. [7] W. Conshohocken, Standard Test Method for Vickers Indentation Hardness of Advanced Ceramics 1, Test, no. March, pp. 1 10, 2003. [8] ASTM E92-16., Standard Test Methods for Vickers Hardness and Knoop Hardness of Metallic Materials, ASTM B. Stand., vol. 82, no. July 2010, pp. 1 27, 2017. [9] L. I. Heping and Z. Xing, the Application and Effects of Thin Sheet Hardness Reference Materials Without Aging Effect, pp. 19 21, 2007. [10] ASTM, ASTM E384-2016, Standard Test Method for Microindentation Hardness of Materials, ASTM Standards, vol. i. pp. 1 43, 2016.