METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2011. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang Kandang C, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Analisis jumlah ookista Eimeria spp. dilakukan di Laboratorium Protozoologi, Bagian Parasitologi dan Entomologi Kesehatan, Departemen Ilmu Penyakit Hewan Dan Kesehatann Masyarakat Veteriner (IPHK), Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor. Ternak Materi Ternak yang digunakan yaitu ayam ras pedaging strain Cobb galur CP 707 produksi PT. Charoen Pokhpand Jaya Farm sebanyak 120 ekor yang berumur satu hari (Day Old Chick / DOC) dan dipelihara hingga umur 35 hari. Ransum Ransum yang digunakan selama penelitian yaitu ransum komersial CP 5-11 dari PT Charoen Pokhpand. Ransum ditambah Aclinop alam dengan beberapa tingkat penambahan yang berbeda yaitu 1 kg/100 kg ransum, 2 kg/100 kg ransum, dan 3 kg/100 kg ransum (R0, R1, R2, dan R3). Aclinop (Aquatic Clinoptilolite) yang digunakan berasal dari Lampung dan diproduksi oleh CV. Minatama. Hasil analisa kandungan nutrien Aclinop ditunjukkan pada Tabel 2. Kandungan nutrien ransum perlakuan ditunjukkan pada Tabel 3. Tabel 2. Hasil Analisis Proksimat Aclinop Nutrien Persentase (%) Kadar air 8,51 Protein kasar (PK) 0,13 Lemak kasar (LK) 0,36 Serat kasar (SK) 1,52 Abu 85,92 Ca 0,09 P total 14,02 ppm Sumber: Pusat Penelitian Sumberdaya Hayati dan Teknologi, IPB (2011)
Tabel 3. Kandungan Nutrien Ransum yang Diberikan pada Ayam Ras Pedaging Nutrien R0 R1 R2 R3 Standar Kadar air (%) 13,41 13,36 1 13,31 1 13,27 1 Maks. 13,00 2 Protein kasar (%) 20,16 19,96 1 19,77 1 19,58 1 Min. 15,00 2 Lemak kasar (%) 9,64 9,55 1 9,46 1 9,37 1 Min. 3,00 2 Abu (%) 4,66 5,46 1 6,25 1 7,03 1 Maks. 8,00 2 Serat kasar (%) 1,08 1,80 1 1,79 1 1,79 1 Maks. 6,00 2 Ca (%) 0,93 0,92 1 0,91 1 0,91 1 0,90-1,20 2 P total (%) 0,51 0,50 1 0,50 1 0,50 1 0,60-0,80 2 Energi metabolis (kkal/kg) 2900-3000 - - - 3050-3150 2 Keterangan: Hasil analisis Pusat Penelitian Sumberdaya Hayati dan Teknologi, IPB (2011). 1 Hasil Perhitungan, 2 BSN (2011) Litter Litter yang digunakan selama penelitian yaitu sekam padi dengan ketebalan 5 cm dari dasar lantai kandang. Penggunaan litter dilakukan dari awal pemeliharaan hingga ayam berumur 35 hari. Kandang Ayam ras pedaging dipelihara dalam kandang dengan litter berukuran 1x1 m 2. Kandang yang dibutuhkan 12 buah, masing-masing petak berisi DOC sebanyak 10 ekor. Bahan Analisis Eimeria spp. Bahan yang digunakan pada analisis Eimeria spp. adalah tinja ayam ras pedaging. Sampel tinja untuk tujuan analisis Eimeria spp. diambil pada saat ayam berumur 14 sampai 21 hari. Bahan lain yang digunakan larutan garam jenuh. Peralatan Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tempat ransum, tempat minum, plastik atau tirai penutup, kertas koran, lampu, gayung, ember, meteran, termometer dan seng. Peralatan untuk pengambilan tinja ayam ras pedaging digunakan timbangan, plastik penampung, sendok plastik, plastik hitam, alat tulis, dan spidol permanent. Peralatan untuk analisis tinja ayam ras pedaging yaitu kertas saring, kamar hitung McMaster, tabung sentrifuge, gelas ukur, tabung Erlenmeyer, pipet, corong, botol plastik, pengaduk, plastik besar, timbangan, lemari pendingin, dan sentrifuge. Alat-alat yang digunakan dalam analisis Eimeria spp. adalah kantong 10
transparan ukuran ½ kg, spidol permanen, label nama, keranjang penampung, mikroskop cahaya, pipet plastik, gelas plastik, tisu gulungan, sendok, dan pipet. Prosedur Persiapan Kandang Lantai dan pembatas kandang dibersihkan terlebih dahulu, disemprot dengan desinfektan dan dikapur untuk memutus rantai kehidupan mikroorganisme yang merugikan. Tempat ransum dan minum dicuci terlebih dahulu sebelum dipasang. Tiap kandang diberikan satu buah tempat ransum dan tempat minum serta satu buah lampu 40 watt. Pemeliharaan Day Old Chick (DOC) yang baru datang ditimbang bobot badan awalnya (gram/ekor) dan diperoleh rataan bobot badan DOC: 44,77 gram (R0); 44,77 gram (R1); 44,47 gram (R2) dan 44,83 gram (R3). Day Old Chick selanjutnya dimasukkan kedalam 36 kandang secara acak, dengan pembagian untuk masing-masing kandang berisi 10 ekor DOC. Day Old Chick yang baru datang diberi larutan air gula 10% untuk mengembalikan kondisi tubuh selama perjalanan. Ransum diberikan sesuai taraf perlakuan dari hari pertama sampai hari ke-35. Ransum dan minum diberikan ad libitum. Day Old Chick yang digunakan sudah dilengkapi dengan vaksin ND I, IBD, dan ND II. Ayam ras pedaging selama pemeliharaan diberi penambahan Aclinop alam kedalam ransum dengan beberapa taraf penambahan yang berbeda yaitu 0, 1, 2, dan 3 kg dalam 100 kg ransum (R0, R1, R2, dan R3). Penimbangan bobot ayam ras pedaging dan penghitungan jumlah konsumsi ransum dilakukan setiap minggu selama pemeliharaan. Pengambilan Sampel untuk Analisis Jumlah Ookista Eimeria spp. Sampel diambil dari 12 kandang ayam ras pedaging pada hari ke-14 sampai hari ke-21. Sampel tinja yang digunakan adalah tinja ayam ras pedaging yang segar. Tinja yang segar memiliki keadaan yang basah alami serta kondisinya masih dalam keadaan hangat. Tinja ayam ras pedaging diambil pada lima titik pada setiap sekat kandang (empat sudut dan satu bagian tengah). 11
Pemeriksaan Jumlah Ookista Eimeria spp. pada Sampel Tinja Ayam Ras Pedaging Pemeriksaan jumlah ookista Eimeria spp. pada tinja ayam ras pedaging dilakukan dengan metode pemeriksaan kamar hitung McMaster. Untuk menghitung jumlah ookista, sebanyak 1 gram tinja dicampur dengan 29 ml larutan pengapung dalam sebuah tabung kemudian disentrifus. Langkah-langkah penghitungan ookista Eimeria spp. dengan metode penghitungan McMaster adalah sebagai berikut. 1. Sebanyak 1 gram tinja ayam ras pedaging diletakkan pada gelas aduk dan ditambahkan 29 ml larutan garam jenuh. Campuran dihomogenkan dengan mengaduknya secara perlahan kemudian dilakukan penyaringan. 2. Campuran yang sudah diaduk dan disaring kemudian dipindahkan kedalam tabung kemudian di sentrifus dengan kecepatan 1500 rpm selama 10 menit. 3. Campuran yang sudah homogen dapat dipipet langsung ke kamar hitung McMaster 1 dan 2. 4. Campuran yang berada di dalam kamar hitung McMaster didiamkan selama 2-3 menit lalu amati di bawah mikroskop pada pembesaran objektif 10 kali dan pembesaran okuler 10 kali, sehingga total pembesaran menjadi 100 kali. Rancangan Percobaan Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan pada penelitian ini berupa taraf penambahan Aclinop dalam ransum, yang terdiri dari empat taraf perlakuan 0 kg Aclinop/100 kg ransum (R0), 1 kg Aclinop/100 kg ransum (R1), 2 kg Aclinop/100 kg ransum (R2), dan 3 kg Aclinop/100 kg ransum (R3). Setiap perlakuan dalam penelitian ini dilakukan pengambilan sampel tinja ayam ras pedaging yang diambil pada hari ke-14 (T 14 ), 15 (T 15 ), 16 (T 16 ), 17 (T 17 ), 18 (T 18 ), 19 (T 19 ), 20 (T 20 ), dan 21 (T 21 ) pemeliharaan. Sampel tinja ayam ras pedaging diambil dari 3 kandang yang berbeda dari setiap perlakuan. Keterangan : Model matematika rancangan percobaan ini menurut Gasperz (1995) adalah: Y ij = µ + P i + K j + ε ij Yij = Nilai pengamatan ookista Eimeria spp. ayam ras pedaging pada taraf penambahan Aclinop ransum yang berbeda. µ = Nilai tengah pengaruh pemberian taraf Aclinop pada ransum. 12
Pi = Pengaruh taraf perlakuan ke-i ( i = 0, 1, 2, 3 kg Aclinop/100 kg ransum) Kj = Pengaruh kelompok ke-j ( j = hari ke-14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, dan 21) ε ij = Pengaruh galat percobaan yang berasal dari faktor penambahan Aclinop taraf ke-i dan pada kelompok ke-j Data penghitungan jumlah Eimeria spp. yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA, sedangkan peubah pertambahan bobot badan, konversi ransum, konsumsi ransum, perhitungan ekonomi dan suhu kandang dijelaskan secara deskriptif. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Jumlah ookista Eimeria spp. dalam tiap gram tinja. Data perhitungan ini kemudian ditransformasi menggunakan transformasi akar X dengan nilai β = 1. Hasil data yang ditransformasi kemudian diolah dengan menggunakan ANOVA. Perhitungan ookista per gram tinja dapat dilakuan dengan rumus: Keterangan: n = Jumlah ookista di kamar hitung 2. Pertambahan bobot badan pada minggu ketiga (PBB) (gram/ekor/minggu). Perhitungan ini dilakukan dengan mengurangkan hasil penimbangan bobot badan ayam ras pedaging pada minggu ketiga (BB 3 ) dengan penimbangan bobot badan ayam ras pedaging pada minggu kedua (BB 2 ). Rumus yang digunakan adalah: PBB (gram/ekor/minggu) = BB 3 BB 2 3. Konsumsi ransum pada minggu ketiga (KR) (gram/ekor/minggu). Konsumsi ransum mingguan diperoleh dengan menghitung selisih antara jumlah pemberian ransum ayam ras pedaging dengan sisa ransum selama minggu ketiga. Rumus yang digunakan adalah: KR (gram/ekor/minggu) = Pemberian ransum (gram) - Sisa ransum (gram) 4. Konversi ransum (Feed Conversion Ratio/FCR). Konversi ransum merupakan nilai yang menunjukkan banyaknya ransum yang diperlukan (gram) untuk mendapatkan satu gram pertambahan bobot badan dalam minggu ketiga. Rumus yang digunakan adalah: 13
5. Penghitungan aspek ekonomi (keuntungan). Nilai keuntungan didapat berdasarkan perhitungan yang menghubungkan pertambahan bobot badan, konsumsi ransum komersial ayam ras pedaging dan penambahan Aclinop pada minggu ketiga pemeliharaan dengan asumsi Cateris Paribus. Pada kondisi tersebut, faktor-faktor lain yang mempengaruhi keuntungan diasumsikan konstan atau tidak berubah selama penelitian dilakukan. Nicholson (1991) menjelaskan bahwa asumsi Cateris Paribus adalah asumsi bahwa semua faktor lainnya yang relevan dipertahankan konstan ketika meneliti pengaruh satu variabel tertentu dalam sebuah model ekonomi. Dengan demikian, setelah dilakukan analisis tersebut, didapat sebuah fungsi keuntungan sebagai berikut. Keuntungan = 12.000 x (5.850 y + 6.000 z) Keterangan: x = Pertambahan bobot badan ayam ras pedaging (kg) y = Jumlah konsumsi ransum komersial ayam ras pedaging (kg) z = Jumlah penambahan Aclinop dalam ransum ayam ras pedaging (kg) * Koefisien fungsi yang digunakan merupakan asumsi harga pada saat penelitian (Februari sampai Maret 2011); 12.000 merupakan harga jual ayam ras pedaging/kg bobot badan hidup, 5.850 merupakan harga pakan ransum komersial/kg, dan 6.000 merupakan harga Aclinop/kg 6. Data lain yang diamati adalah suhu dan sirkulasi udara di dalam kandang ayam ras pedaging sebagai indikator penilaian dari kondisi lingkungan secara umum. Suhu kandang yang diukur pada pagi hari (pukul 06.00 WIB), siang hari (pukul 12.00 WIB) dan sore hari (pukul 18.00 WIB) dengan menggunakan termohigrometer. Rumus yang digunakan untuk mengukur rataan suhu harian adalah: Suhu ( C) = Keterangan : asumsi suhu pada malam dan pagi hari sama, sehingga terdapat empat kali pengukuran. T1 = suhu pada pukul 06.00 WIB, T2 = suhu pada pukul 12.00 WIB, dan T3 = suhu pada pukul 18.00 WIB. 14