Gambar 2.1. Tanaman Jagung

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Jagung

TINJAUAN PUSTAKA. Karakter Vegetatif dan Reproduktif Jagung (Zea mays L.)

TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Botani, klasifikasi, dan syarat tumbuh tanaman jagung. Jagung manis (Zea mays saccharata) termasuk tanaman semusim dari jenis

TINJAUAN PUSTAKA Deskripsi dan Syarat Tumbuh Jagung

TINJAUAN PUSTAKA. yang semula berkembang dari buku di ujung mesokotil, kemudian set akar

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Jagung merupakan tanaman berumah satu, bunga jantan terbentuk pada

STRUKTUR BIJI JAGUNG. Ada 3 bagian dasar yang menyusun biji yaitu : 1. Embrio

Morfologi Tanaman dan Fase Pertumbuhan Jagung

Hasil dari tabel sidik ragam parameter tinggi tanaman menunjukkan beda. nyata berdasarkan DMRT pada taraf 5 % (lampiran 8) Hasil rerata tinggi tanaman

TINJAUAN PUSTAKA Botani Jagung

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Daryanto ( 2013 ) mengemukakan bahwa Sistematika tanaman (taksonomi)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Jagung

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Klasifikasi ilmiah tanaman jagung sebagaimana diketahui adalah: Kelas: Monocotyledoneae. Familia: Poaceae.

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Steenis (1987) kedudukan tanaman jagung (Zea mays L) dalam

Akar kait atau penyangga adalah akar adventif yang muncul pada dua atau tiga buku di atas permukaan tanah. Fungsi dari akar penyangga adalah menjaga

TINJAUAN PUSTAKA. Morfologi dan Fisiologi Tanaman Jagung (Zea mays L.)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2 Tinjauan Pustaka. 2.1 Polimer. 2.2 Membran

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Rukmana (1997), klasifikasi tanaman jagung (Zea mays L.) adalah sebagai

BAB IV HASIL DAN PEMBAHSAN

BAB I PENDAHULUAN. Pada beberapa tahun belakangan ini penelitian mengenai polimer

II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jagung (Zea mays.l) keluarga rumput-rumputan dengan spesies Zea mays L.

TINJAUAN PUSTAKA. Botani dan Ekologi Tanaman Jagung (Zea mays L.)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Steenis (2003), tanaman jagung diklasifikasikan dalam Kingdom:

UJI BEBERAPA VARIETAS JAGUNG (Zea mays L.) HIBRIDA PADA TINGKAT POPULASI TANAMAN YANG BERBEDA. Oleh. Fetrie Bestiarini Effendi A

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. keluarga remput-rumputan dengan spesies Zea mays L. Secara umum, klasifikasi jagung dijelaskan sebagai berikut :

Makalah Percobaan Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan

BAB I PENDAHULUAN. seperti asam karboksilat, karbokamida, hidroksil, amina, imida, dan gugus lainnya

II. TINJAUAN PUSTAKA. Secara morfologi tanaman jagung manis merupakan tanaman berumah satu

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pada awalnya kedelai dikenal dengan beberapa nama botani yaitu Glycine soja

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Jagung

TINJAUAN PUSTAKA. dari keluarga rumput-rumputan. Berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia

II. TINJAUAN PUSTAKA. Jagung manis termasuk dalam golongan famili graminae dengan nama latin Zea

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA. Sistematika tanaman tebu adalah sebagai berikut : kingdom : Plantae ;

BAB III METODE PENELITIAN

TINJAUAN PUSTAKA. Botani Tanaman. diikuti oleh akar-akar samping. Pada saat tanaman berumur antara 6 sampai

BAB I PENDAHULUAN Rumusan Masalah Apakah media tanam berupa pasir, tanah humus, tanah liat, dan serbuk sisa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Jagung manis (Zea mays saccharata [Sturt.] Bailey) termasuk dalam famili

II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Kombinasi Pupuk Kimia dan Pupuk Organik terhadap Tanaman Jagung Manis

TINJAUAN PUSTAKA. Botani tanaman. Tanaman jagung termasuk dalam keluarga rumput rumputan dengan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dan berkembang baik secara optimal. Ruang atau tempat yang dimaksud diatas

II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jagung Manis. Tanaman jagung manis diklasifikasikan ke dalam Kingdom Plantae (Tumbuhan),

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA. (tumbuhan), Divisi: Tracheophyta, Kelas: Magnoliophyta, Ordo: Leguminales,

KOMPOSISI BIJI PADI. Sekam

II. TINJAUAN PUSTAKA. luas di seluruh dunia sebagai bahan pangan yang potensial. Kacang-kacangan

TINJAUAN PUSTAKA. Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman semusim, termasuk golongan rumputrumputan.

II. TINJAUAN PUSTAKA. di Indonesia karena merupakan bahan baku untuk industri pangan maupun

TINJAUAN PUSTAKA. Amerika Jacquin. Taksonomi dari kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) adalah:

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman jagung manis (Zea mays sacharata Sturt.) dapat diklasifikasikan

TINJAUAN PUSTAKA Botani Ubijalar

Daun pertama gandum, berongga dan berbentuk silinder, diselaputi plumula yang terdiri dari dua sampai tiga helai daun. Daun tanaman gandum

TINJAUAN PUSTAKA Botani

II. TINJAUAN PUSTAKA. Sorgum (Sorgum bicolor (L.) Moench) merupakan tanaman yang termasuk di

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Sharma (2002) dalam taksonomi tumbuhan, tanaman jagung. Sistem perakaran tanaman jagung mempunyai perakaran yang tersebar

TINJAUAN PUSTAKA. atas. Umumnya para petani lebih menyukai tipe tegak karena berumur pendek

II. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Hikam (2007), varietas LASS merupakan hasil rakitan kembali varietas

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Klasifikasi tanaman mentimun ( Cucumis sativus L.) (Cahyono, 2006) dalam tata nama tumbuhan, diklasifikasikan kedalam :

TINJAUAN PUSTAKA. dalam buku Steenis (2003), taksonomi dari tanaman tebu adalah Kingdom :

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Steenis (1978) kedudukan tanaman jagung (Zea mays L.) dalam

II. TINJAUAN PUSTAKA. vegetasinya termasuk rumput-rumputan, berakar serabut, batang monokotil, daun

IDENTIFIKASI DAN EVALUASI KEGIATAN BREEDING TANAMAN JAGUNG PADA KELOMPOK TANI DI KABUPATEN LUMAJANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA. Botani Tanaman. Sistem perakaran tanaman bawang merah adalah akar serabut dengan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

I. TINJAUAN PUSTAKA. Gladiol (Gladiolus hybridus L) tergolong dalam famili Iridaceae yang

II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Morfologi dan Syarat Tumbuh Tanaman Kedelai. Kedelai merupakan tanaman asli subtropis dengan sistem perakaran terdiri dari

TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Jagung

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 2.1 Klasifikasi dan Morfologi Kopi Liberika (Coffea liberica)

TINJAUAN PUSTAKA. Sistematika Tebu (Saccharum officinarum L.) adalah sebagai berikut;

TINJAUAN PUSTAKA. dan akar udara. Akar seminal merupakan akar-akar radikal atau akar primer

TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman jagung termasuk Class Monocotyledone, ordo Graminae,

TINJAUAN PUSTAKA. Botani Tanaman Padi. tunggang yaitu akar lembaga yang tumbuh terus menjadi akar pokok yang

II. Tinjauan Pustaka. dikonsumsi oleh setengah dari penduduk yang ada di bumi ini. Menurut Chevalier

Menurut van Steenis (2003), sistematika dari kacang tanah dalam. taksonomi termasuk kelas Dicotyledoneae; ordo Leguminales; famili

ORGAN DAN SISTEM ORGAN PADA TUMBUHAN. Pertemuan Ke-5

II. TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman pangan

II. TINJAUAN PUSTAKA. sedikit glukosa, fruktosa, dan maltosa. Komponen terbesar pati endosperm adalah

II. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Subekti (2010), biji jagung memiliki bentuk teratur, bergaris pada

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Industri yang menghasilkan limbah logam berat banyak dijumpai saat ini.

TINJAUAN PUSTAKA. Botani Tanaman. Tanaman kedelai (Glycine max L. Merrill) memiliki sistem perakaran yang

TINJAUAN PUSTAKA. Jagung (Zea mays L) adalah anggota keluarga Graminae, ordo Maydeae, genus Zea (Fischer

Transkripsi:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tanaman Jagung Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman yang termasuk didalam famili Graminae, termasuk dalam tumbuhan yang menghasilkan biji (Spermatophyta), sedangkan bijinya tertutup oleh bakal buah sehingga termasuk dalam golongan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae), dimasukan ke dalam kelas Monocotyledoneae, ordo Graminaceae dan digolongkan ke dalam genus Zea dengan nama ilmiah Zea mays. L. Gambar 2.1. Tanaman Jagung Sumber : http://nad.litbang.pertanian.go.id (5 Maret 2016) Jagung merupakan tanaman semusim (Annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam waktu 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan vegetatif. Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m. Tinggi tanaman biasanya diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan. 4

5 2.1.1. Morfologi Tanaman Jagung Morfologi tanaman jagung terdiri dari beberapa bagian yaitu sistem perakaran, batang, daun, bunga, tongkol, dan juga biji yang memiliki fungsinya masing-masing. 2.1.1.1. Sistem Perakaran Jagung mempunyai akar serabut dengan tiga macam akar, yaitu akar seminal, akar adventif, dan akar kait atau penyangga. Akar adventif berkembang menjadi serabut akar tebal. Akar seminal hanya sedikit berperan dalam siklus hidup jagung. Akar adventif berperan dalam pengambilan air dan hara. Bobot total akar jagung terdiri dari atas 52% akar adventif seminal dan 48% akar nodal. Perkembangan akar jagung (kedalaman dan penyebarannya) bergantung pada varietas, pengolahan tanah, fisik dan kimia tanah, keadaan air tanah, dan penumpukan. Akar jagung dapat di jadikan indikator toleransi tanaman terhadap cekaman aluminium. Tanaman yang toleran aluminium, tudung akarnya terpotong dan tidak mempunyai bulu-bulu akar (Syafruddin, 2002).Penumpukan nitrogen dengan takaran berbeda menyebabkan perbedaan perkembangan (plasticity) sistem perakaran jagung (Smith et al, 1995). Gambar 2.2. Sistem Perakaran Tanaman Jagung Sumber : http://joogee2-chocohazenut.blogspot.co.id (5 Maret 2016)

6 a. Akar Seminal Akar seminal adalah akar yang berkembang dari radikula dan embrio. Pertumbuhan akar seminal melambat setelah plumula muncul ke permukaan tanah dan pertumbuhan akar seminal akan berhenti setelah fase V3. b. Akar Adventif Akar adventif adalah akar yang semula berkembang dari buku di ujung mesokotil, kemudian set akar adventif berkembang dari tiap buku secara berurutan dan terus ke atas antara 7-10 buku, semuanya di bawah permukaan tanah. c. Akar Kait Akar kait atau penyangga adalah akar adventif yang muncul pada dua atau tiga buku di atas permukaan tanah. Fungsi dari akar penyangga adalah menjaga tanaman agar tetap tegak dan mengatasi rebah batang. Akar ini juga membantu penyerapan hara dan air. 2.1.1.2. Batang dan Daun Tanaman jagung mempunyai batang yang tidak bercabang, bebrbentuk silindris, dan terdiri atas sejumlah ruas dan buku ruas. Pada buku ruas terdapat tunas yang berkembang menjadi tongkol. Dua tunas teratas berkembang menjadi tongkol yang produktif. Batang memiliki tiga komponen jaringan utama, yaitu kulit (epidermis), jaringan pembuluh (bundles vaskuler), dan pusat batang (pith). Bundles vaskuler tertata dalam lingkaran konsentris dengan kepadatan bundles vaskuler yang tinggi, dan lingkaran-lingkaran menuju pericarp dekat epidermis. Kepadatan bundles vaskulerberkurang begitu mendekati pusat batang. Konsentrasi bundles vaskuler yang tinggi di bawah epidermis menyebabkan batang tanah rebah. Genotipe jagung yang mempunyai batang kuat memiliki lebih banyak lapisan jaringan sklerenkim berdinding tebal di bawah epidermis batang dan sekeliling bundlesvaskuler (Palliwal, 2000). Terdapat variasi ketebalan kulit antargenotipe yang dapat digunakan untuk seleksi toleransi tanaman terhadap rebah batang.

7 Sesudah koleoptil muncul di atas permukaan tanah, daun jagung mulai terbuka. Setiap daun terdiri atas helaian daun, ligula, dan pelepah daun yang erat melekat pada batang. Jumlah daun sama dengan jumlah buku batang. Jumlah daun umumnya berkisan antara 10-18 helai, rata-rata munculnya daun yang terbuka sempurna adalah 3-4 hari setiap daun. Tanaman jagung di daerah tropis mempunyai jumlah daun relatif lebih banyak dibanding di daerah beriklim sedang (temperate)(palliwal, 2000). Sudut daun jagung juga beragam, mulai dari sangat kecil hingga sangat besar (Gambar 2.1). Bentuk ujung daun jagung juga berbeda-beda, yaitu: runcing, runcing agak bulat, bulat, bulat agak tumpul, dan tumpul (Gambar 2.2). Gambar 2.3. Sudut Daun Jagung Sumber : https://agroekoteknologi08.wordpress.com(5 Maret 2016) Gambar 2.4. Bentuk Ujung Daun Jagung Sumber : https://agroekoteknologi08.wordpress.com (5 Maret 2016)

8 2.1.1.3. Bunga Jagung juga disebut tanaman berumah satu (monoeciuos) karena bunga jantan dan betinanya terdapat dalam satu tanaman. Bunga betina, tongkol, muncul dari axillary apices tajuk. Bunga jantan (tassel) berkembang dari titik tumbuh apikal di ujung tanaman. Pada tahap awal, kedua bunga memiliki primordia bunga biseksual. Selama proses perkembangan, primordia stamen pada axillary apices bunga tidak berkembang dan menjadi bunga betina. Demikian pula hanya promordia ginaecium pada apikal bunga, tidak berkembang menjadi bunga jantan (Palliwal, 2000). Serbuk sari (pollen) adalah trinukleat. Pollen memiliki sel vegetatif, dua gamet jantan dan mengandung butiran-butiran pati. Dinding tebalnya terbentuk dari dua lapisan, exine dan intin, yang cukup keras. Karena adanya perbedaan perkembangan bunga pada spikelet jantan yang terletak di atas dan bawah dan ketidaksinkronan matangnya spike, maka pollen pecah secara kontinu dari tiap tassel dalam tempo seminggu atau lebih. Gambar 2.5. Bunga Jantan Sumber : http://nengulpahh.blogspot.co.id (5 Maret 2016) Gambar 2.6. Bunga Betina Sumber : https://id.wikipedia.org (5 Maret 2016)

9 Rambut jagung (silk) adalah pemanjangan dari saluran stylar ovary yang matang pada tongkol. Rambut jagung tumbuh dengan panjang hingga 30,5 cm atau lebih sehingga keluar dari ujung kelobot. Panjang rambut jagung bergantung pada panjang tongkol dan kelobot. 2.1.1.4. Tongkol dan Biji Tanaman jagung mempunyai satu atau dua tongkol, tergantung varietas. Tongkol jagung diselimuti oleh daun kelobot. Tongkol jagung yang terletak pada bagian atas umumnya lebih dahulu terbentuk dan lebih besar dibanding yang terletak pada bagian bawah. Setiap tongkol terdiri atas 10-16 baris biji yang jumlahnya selalu genap. Gambar 1.7. Tongkol Jagung Sumber : http://peternakan.litbang.pertanian.go.id(5 Maret 2016) Biji jagung disebut kariopsis, dinding ovari atau pericarp menyatu dengan kulit biji atau testa, membentuk dinding buah. Biji jagung terdiri atas tiga bagian utama, yaitu pericarp, endosperm, dan embrio. Pati endosperm tersusun dari senyawa anhidroglukosa yang sebagian besar terdiri atas dua

10 molekul, yaitu amilosa dan amilopektin, dan sebagian kecil bahan antara (White, 1994). Namun pada beberapa jenis jagung terdapat variasi proporsi kandungan amilosa dan amilopektin. Protein endosperm biji jagung terdiri atas beberapa fraksi, yang berdasarkan kelarutannya dikalsifikasikan menjadi albumin (larut dalam air), globumin (larut dalam larutan salin), zein atau promlamin (larut dalam alkohol konsentrasi tinggi), dan glutein (larutan dalam alkali). Pada sebagian besar jagung, proporsi masing-masing fraksi protein adalah albumin 3%, globulin 3%, prolamin 60%, dan glutein34% (Vasal, 1994). a. Pericarp Pericarp merupakan lapisan luar yang tipis, berfungsi mencegahembrio dari organisme pengganggu dan kehilangan air (Hardman and Gunsolus, 1998). b. Endosperm Endosperm merupakan cadangan makanan, mencapai 75% dari bobot biji yang mengandung 90% pati dan 10% protein, mineral, minyak, dan lainnya (Hardman and Gunsolus, 1998). c. Embrio Embrio merupakan miniatur tanaman yang terdiri atas plamule, akar radikal, scutelum, dan koleoptil (Hardman and Gunsolus, 1998). Gambar 2.8. Biji jagung Sumber : http://www.generasibiologi.com (5 Maret 2016)

11 2.2. Selulosa Selulosa merupakan senyawa organik dengan rumus (C6H10O5)n, sebuah polisakarida yang terdiri dari rantai linier dari beberapa ratus hingga lebih dari sepuluh ribu ikatan β(1 4) unit D-glukosa. Selulosa merupakan komponen struktural utama dinding sel dari tanaman hijau, banyak bentuk ganggang dan oomycetes. Beberapa spesies bakteri mengeluarkan itu untuk membentuk biofilm. Selulosa adalah senyawa organik yang paling umum di bumi. Sekitar 33% dari semua materi tanaman adalah selulosa (isi selulosa dari kapas adalah 90% dan dari kayu 40%-50%). Unit penyusun (building block) selulosa adalah selobiosa karena unit keterulangan dalam molekul selulosa adalah 2 unit gula (D-glukosa). Selulosa adalah senyawa yang tidak larut didalam air dan ditemukan pada dinding sel tumbuhan terutama pada tangkai, batang dahan, dan semua bagian berkayu dari jaringan tumbuhan. Selulosa merupakan polisakarida struktural yang berfungsi untuk memberikan perlindungan, bentuk, dan penyangga terhadap sel, dan jaringan. Selulosa tidak pernah ditemukan dalam keadaan murni di alam, tetapi selalu berasosiasi dengan polisakarida lain seperti lignin, pectin, hemiselulosa, dan xilan. Kebanyakan selulosa berasosiasi dengan lignin sehingga sering disebut sebagai lignoselulosa. Selulosa, hemiselulosa, dan lignin dihasilkan dari proses fotosintesis. Sumber : Lehniger, (1993) Gambar 2.9.Struktur Kimia Selulosa

12 Didalam tumbuhan molekul selulosa tersusun dalam bentuk fibril yang terdiri atas beberapa molekul paralel yang dihubungkan oleh ikatan glikosidik sehingga sulit diuraikan. Komponen-komponen tersebut dapat diuraikan oleh aktifitas mikroorganisme. Beberapa mikroorganisme mampu menghidrolisis selulosa untuk digunakan sebagai sumber energi, seperti bakteri dan fungi. 2.3. Super Absorbent Polymer (SAP) Super absorbent polymer merupakan jaringan hidrofilik dengan kapasitas penyerapan terhadap air yang tinggi. Super absorbent polymer mendapatkan perhatian dalam dekade terakhir ini oleh karena aplikasinya yang luas dalam berbagai bidang. Super absorbent polymer digunakan dalam produk higienis, perkebunan, sistem pelepasan obat, segel, pelepasan air dari batubara, dan salju artifisial.super absorbent natural lambat laun digantikan oleh super absorbent sintetik yang memiliki masa pakai lama, kapasitas absorbsi terhadap air dan kekuatan gel yang tinggi. Hanya beberapa studi telah dilakukan pada polimerisasi larutan berkonsentrasi tinggi dari monomer akrilik yang umumnya telah terpatenkan (Doane, SW., 2008: 1-10). Pada awalnya super absorbent polymerdibuat dari selulosaataupolivinil alkohol yang mempunyai gugus hidrofilikdan mempunyai daya afinitastinggi terhadap air. Super absorbent polymerjenisini mempunyai beberapa kelemahan diantaranya kapasitas absorpsirelatif kecil, kurang stabil terhadap perubahan ph, suhu, dan sifat fisiknya tidak baik. Dewasa ini sedang dikembangkan Super absorbent polymerdari polimer organik yang dimodifikasi dengan mineral alam seperti bentonit, kuarsa, dan silika. Super absorbent polymerhasil modifikasi ini mempunyai sifat fisik dan kimia yang jauh lebih baik. Super absorbent polymerdapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis. Berdasarkan morfologinya,diklasifikasikan menjadi polimerserbuk, partikel, bola, serat, membran, dan emulsi (Elliot 1997). Ditinjau dari jenis bahan penyusunnya ada super absorbent polymermakromolekul alam, semipolimer sintetis,dan polimer sintetis, sedangkan dilihat dari proses pembuatannya dapat dibedakan menjadi polimer cangkok dan polimertaut-silang. Gugus utama super absorbent polymeradalah gugus hidrofilik misalnyagugus karboksilat (-COOH) yang mudah menyerap air. Ketika super

13 absorbent polymer dimasukkan ke dalam air atau pelarut akan terjadiinteraksi antara polimer dan molekul air. Modifikasi pati menjadi superabsorben terjadi pada gugus hidroksil. Ikat silang akan menyebabkan superabsorben berbentuk 3 dimensi yang menciptakan ruang untuk memerangkap molekul air. Ikatsilang juga mencegah pembengkakan tak terbatas yangterjadibila superabsoben sudah memerangkap air. Interaksi yangdominanterjadi adalah hidrasi (Elliot 1997). Karena karakteristiknya yang unggul maka superabsorben dipakai secara luas seperti agrikultur, holtikultur, sanitasi, dan medis. Kemampuan gel yang membengkak dan melepaskan air ke sekelilingnya secara terkendali telah menjadikan material superabsorben dipakai untuk produk-produk pengendali kelembaban, keperluan farmasi, dan sebagai pengkondisi tanah. Karakteristik lain dari superabsorben adalah sifat seperti karet alam yang dapat digunakan untuk mengendalikan konsistensi produk dalam bidang kosmetik, dan dipakai untuk memberi sifat-sifat yang berdampak segel untuk produk-produk yang kontak dengan air atau larutan encer, seperti kawat dan kabel bawah tanah.

14 2.4. Acuan Penelitian Acuan penelitian ini merupakan sumbe-sumber untuk memulai penelitian dengan dasar dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, seperti pada tabel dibawah ini: No Judul 1. Deni, dkk. (Agust 2008). Tabel 2.1. Daftar Penelitian-Penelitian yang Relevan Tujuan Penelitian Pembuatan komposit polimer superabsorben menggunakan monomer akrilamida dan zeolit alam. Metode Dibuat dengan proses polimerisasi dan grafting akrilamida dengan zeolit alam menggunaka n mesin berkas elektron. Hasil dan Kesimpulan Bertambahnya dosis radiasi akan meningkatkan konversi komposit yang dihasilkan dan kapasitas absorpsi polimer superabsorben. Setelah tecapai ikatan polimer yang sempurna, penambahan dosis radiasi akan menurunkan kapasitas absorpsi. Semakin besar perbandingan akrilamida terhadap zeolit alam menaikkan konversi komposit yang dihasilkan dan kapasitas absorpsi. 2. Wiwien, dkk. (Jan 2012). Membuat polimer cerdas superabsorben (PCS) dari ampas tebu dan karakterisasiny a. Dilakukan dengan metode grafting menggunaka n radiasi pengion dari mesin berkas elektron. Polimer superabsorben dapat digunakan sebagai soil conditioner yang berfungsi untuk menyerap dan penyimpan air tanah, pemberi nutrisi bagi tanaman, dan dapat memperbaiki sifat tanah. 3. Abidin, dkk. Polimer superabsorben disintesis dari Karakteristik produk SAP dipelajari SAP dapat dibuat dari akrilamida dengan prinsip polimerisasi

15 (2012). monomer akrilamida menggunakan crosslingker N,N-metilene bisakrilamide (MBA) dan inisiator amonium persulfat (APS). 4. Muthoharoh, dkk. (Jul 2012). Untuk menghasilkan polimer superabsorben dari hidrogel kitosan terikat silang dengan agen pengikat silang yang bervariasi, yaitu formaldehide, asetaldehide, dan glutaraldehide, guna menentukan komposisi dan kondisi optimum untuk menghasilkan hidrogel kitosan terikat silang yang memiliki sifat mekanik dan daya absorb yang baik dengan FTIR untuk menganalisis gugus fungsi yang terbentuk untuk menunjukan bahwa polimerisasi betul terjadi dan produknya berupa. Polimer hidrogel kitosan yang dihasilkan berupa film dan dilakukan uji kemampuan daya absorb (swelling) dengan kondisi ph dan suhu medium yang bervariasi serta di karakterisasi menggunaka n FTIR. radikal melalui polimerisasi larutan. Analisis FTIR mengkonfirmasi hasil polimerisasi ini dengan memperlihatkan gugusgugus hidrofilik yang bisa muncul pada spektra poliakrilamida, termasuk pembentukan cross-lingking oleh MBA Polimer superabsorben dari hidrogel kitosan terikat silang dapat disintesis dengan reaksi ikat silang antara larutan kitosan dengan agen pengikat silang.