KERTAS KERJA PERSEORANGAN (KKP) RENCANA KERJA PENINGKATAN KINERJA PENYUSUNAN PERATURAN BUPATI TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENYUSUNAN RANCANGAN DAN PENGELOLAAN APBDESA OLEH SUB BAGIAN PENDAPATAN DAN KEKAYAAN DESA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BANTUL OLEH : PESERTA NO : 06/DIKLAT PIM IV/V/DIY/2013 PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DIKLAT PIM IV ANGKATAN V YOGYAKARTA 2013 1
2 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Desa dalam UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dinyatakan sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batasbatas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asalusul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Substansi undangundang ini menegaskan tentang janji pemenuhan kebutuhan (demand complience scenario) dalam konteks pembangunan nasional di tingkat desa. Selanjutnya Pasal 212 ayat (16) undangundang di atas menyatakan bahwa pengelolaan keuangan desa dilakukan oleh kepala desa yang dituangkan dalam peraturan desa tentang anggaran pendapatan dan belanja desa (). Keuangan desa adalah semua hak dan kewajiban desa yang dapat dinilai dengan uang, serta segala sesuatu baik berupa uang maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik desa berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban. Hak dan kewajiban sebagaimana tersebut menimbulkan pendapatan, belanja dan pengelolaan keuangan desa. Sumber pendapatan desa dapat berasal dari pendapatan asli desa, bagi hasil pajak daerah dan retribusi daerah kabupaten/kota, bagian dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh kabupaten/kota, bantuan dari Pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota,
3 dan hibah dan sumbangan dari pihak ketiga. Sedangkan belanja desa digunakan untuk mendanai penyelenggaraan pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Pedoman pengelolaan keuangan desa tersebut ditetapkan oleh Bupati/Walikota dengan berpedoman pada peraturan perudangundangan. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa, disebutkan bahwa keuangan desa harus dikelola berdasarkan azasazas transparan, akuntabel, partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran. Kepala Desa dalam melaksanakan pengelolaan keuangan desa dibantu oleh Pelaksana Teknis Pengelolaan Keuangan Desa (PTPKD) yang terdiri dari Sekretaris Desa dan perangkat desa lainnya. Proses penyusunan dimulai dari tahapan perencanaan yaitu melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMD) dan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDesa) yang disusun oleh Kepala Desa bersama dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Kemudian Sekretaris Desa menyusun Rancangan Peraturan Desa (Raperdes) tentang berdasarkan pada RKPDesa sebagai dasar penetapan. Seluruh pendapatan dan belanja dilaksanakan melalui rekening kas desa. Kabupaten Bantul Provinsi Jawa Tengah secara administratif terdiri dari 16 kecamatan dan 162 desa. Dalam rangka meningkatkan transparansi dan kinerja pengelolaan keuangan desa di desadesa di wilayah Kabupaten Bantul maka Pemerintah Kabupaten Bantul diharapkan dapat memberikan petunjuk teknis yang komprehensif tentang pengelolaan keuangan desa sesuai ketentuan yang berlaku melalui Peraturan Bupati.
4 B. Isu Aktual merupakan bagian integral dari perangkat kebijakan pembangunan dan rumah tangga desa. Dalam mendukung pelaksanaan pembangunan di desa diperlukan kepastian biaya yang berasal dari berbagai sumber baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat setempat. Oleh karena itu proses pengelolaan keuangan desa harus dapat dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Namun demikian saat ini pengelolaan keuangan desa di desadesa di wilayah Kabupaten Bantul masih belum optimal. Dengan menggunakan analisis USG (Urgency, Seriousness, Growth), isu aktual yang akan diangkat dalam penulisan Kertas Kerja Perseorangan (KKP) ini adalah sebagai berikut (tabel 1): No Tabel 1. Analisis USG Isu Aktual Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa Setda Kab. Bantul Isu Aktual 1. Kurang optimalnya penyusunan rancangan oleh Pemerintah Desa di Kabupaten Bantul 2. Kurangnya kegiatan monitoring pemanfaatan aset desa dalam rangka meningkatkan sumber pendapatan desa 3. Kurangnya kualitas laporan pertanggungjawaban oleh perangkat desa. Keterangan : 5 : Sangat Tinggi 4 : Tinggi 3 : Sedang 2 : Rendah 1 : Sangat Rendah Kriteria Total Prioritas U S G 5 5 5 15 I 5 4 5 14 II 5 4 4 13 III
5 Berdasarkan analisis USG tersebut maka isu aktual yang dipilih adalah nomor urut 1 dengan skor tertinggi 15 yaitu Kurang optimalnya penyusunan rancangan oleh Pemerintah Desa di Kabupaten Bantul. Untuk memvalidasi pemilihan isu aktual tersebut maka dilakukan dengan teknik analisis APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Layak) sebagai berikut: 1. Aktual, karena penyusunan rancangan merupakan isu yang sedang terjadi saat ini di Kabupaten Bantul dan rutin terjadi setiap tahun anggaran. 2. Problematik, karena dalam penyusunan rancangan oleh Pemerintah Desa di Kabupaten Bantul saat ini masih banyak menemukan kendalakendala, khususnya kendala di bidang kualitas sumber daya manusia yang kurang memadai. 3. Kekhalayakan, karena penyusunan rancangan ini menyangkut kepentingan dan hajat hidup orang banyak yaitu masyarakat desa. 4. Layak, karena penyusunan rancangan merupakan hal yang realistis dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi penyusun sebagai Kepala Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa untuk meningkatkan kinerja penyusunan rancangan melalui penyusunan petunjuk teknisnya. Berangkat dari permasalahan tersebut di atas dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi dalam organisasi sebagai Kepala Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa pada Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul serta berdasarkan tema Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan V Tahun 2013 yaitu Pengembangan Agropolitan dan Representasi Gender Berbasis Informasi Data Pelayanan Publik dan Komitmen Pegawai Menuju Kesejahteraan Masyarakat maka penyusunan Kertas Kerja
6 Perseorangan (KKP) ini mengambil judul : Rencana Kerja Peningkatan Kinerja Penyusunan Peraturan Bupati Tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan Oleh Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul. C. Masalah Pokok Masalah pokok yang akan dibahas dalam Kertas Kerja Perseorangan ini adalah kurangnya pemahaman perangkat desa tentang penyusunan rancangan di Kabupaten Bantul. Hal tersebut antara lain disebabkan oleh belum tersusunnya Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan. Untuk mengatasi masalah tersebut, Kepala Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa pada Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul telah merumuskan permasalahan yang akan dibahas yaitu Bagaimana cara meningkatkan kinerja penyusunan Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan di Kabupaten Bantul? D. Pengertian dan Lingkup Bahasan Untuk mendapatkan pengertian dan kesatuan pendapat dalam memahami Kertas Kerja Perseorangan ini penyusun memberikan batasan pengertian istilah pokok yaitu sebagai berikut:
7 1. Rencana Kerja adalah rancangan kerja dalam rangka pencapaian target atau tujuan yang diharapkan dengan menggunakan berbagai metode maupun analisis (LAN, 2008). 2. Kinerja adalah sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, pencapaian hasil kerja (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2008). 3. Penyusunan adalah proses, cara, perbuatan menyusun (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2008). 4. Peraturan Bupati adalah peraturan yang dibuat oleh Bupati untuk melaksanakan kewenangan dan tugas sebagaimana diamanatkan oleh peraturan perundangundangan yang lebih tinggi (Permendagri No. 15 Tahun 2006 tentang Jenis dan Produk Hukum Daerah). 5. Petunjuk Teknis adalah ketentuan teknis untuk memberi arah, ketentuan atau bimbingan bagaimana suatu program/kegiatan harus dilakukan (Kemendiknas, 2008). 6. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa () adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa, dan ditetapkan dengan peraturan desa (Permendagri No. 37 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa). E. Metode Pengumpulan Data Data yang digunakan untuk penyusunan Kertas Kerja Perseorangan ini terbagi ke dalam 2 jenis yaitu data primer dan data sekunder. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan dapat diuraikan sebagai berikut:
8 1. Data Primer a. Observasi Yaitu pengamatan langsung berdasarkan pengalaman kerja seharihari sebagai Kepala Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa pada Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul sehingga mengetahui permasalahan yang ada terkait dengan penyusunan rancangan. b. Wawancara Yaitu melakukan tanya jawab langsung dengan pihakpihak terkait yang dapat memberikan informasi berkaitan dengan tema penyusunan Kertas Kerja Perseorangan ini. 2. Data Sekunder a. Metode Kepustakaan Yaitu pengumpulan teori dan peraturanperaturan yang terkait dengan tema dan pokok masalah dengan cara mempelajari bukubuku literatur / referensi. b. Metode Dokumentasi Yaitu pencatatan dokumen serta arsip yang berupa sumber informasi mengenai penyusunan oleh Pemerintah Desa di Kabupaten Bantul. c. Perolehan materi di kelas, khususnya pada materi Pola Kerja Terpadu (PKT), Kertas Kerja Perseorangan (KKP), dan Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan (PMPK).
9 F. Alur pikir Alur pikir disusun berdasarkan prinsip Pola Kerja Terpadu agar diperoleh gambaran permasalahan yang sesungguhnya sesuai dengan tema yang diangkat. Alur pikir ini dimulai dari masalah utama yang dihadapi saat ini oleh Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa yaitu Masih terlambatnya penyusunan rancangan oleh Pemerintah Desa di Kabupaten Bantul. Keadaan sekarang yang menggambarkan tingkat kinerja saat ini yaitu Kurangnya pemahaman perangkat desa tentang penyusunan rancangan, sehingga keadaan yang diinginkan di masa mendatang yaitu Terwujudnya pemahaman perangkat desa yang memadai tentang penyusunan rancangan. Untuk mewujudkan hal tersebut maka sasaran yang ingin dicapai adalah Tersusunnya Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan melalui pelaksanaan kegiatan alternatif yang ditetapkan yaitu Menyusun Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan. Untuk lebih jelasnya alur pikir tersebut dapat digambarkan sebagai berikut (gambar 1): KEADAAN SEKARANG
10 MASALAH UTAMA Masih terlambatnya penyusunan rancangan oleh Pemerintah Desa di Kabupaten Bantul Kurangnya pemahaman perangkat desa tentang penyusunan rancangan KEADAAN YANG DIINGINKAN Terwujudnya pemahaman perangkat desa yang memadai tentang penyusunan rancangan SASARAN Tersusunnya Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan UMPAN BALIK KEGIATAN Menyusun Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan Gambar 1. Bagan Alur Pikir G. Sistematika Penyajian Sistematika penyajian dalam penulisan Kertas Kerja Perseorangan ini disusun sebagai berikut : BAB I. PENDAHULUAN Berisikan latar belakang masalah penulisan Kertas Kerja Perseorangan (KKP), isu aktual, masalah pokok, alur pikir, pengertian dan ruang lingkup, metode pengumpulan data dan sistematika penyajian. BAB II. KEADAAN SEKARANG
11 Berisi uraian tentang visi dan misi, struktur organisasi, tugas pokok dan fungsi serta gambaran kondisi umum obyek yang ada saat ini. BAB III. KEADAAN YANG DIINGINKAN Berisikan uraian tentang gambaran keadaan yang diinginkan pada masa mendatang apabila sasaran terwujud. BAB IV. MASALAH DAN PEMECAHANNYA Berisi uraian tentang masalahmasalah yang ada dan mencoba untuk memberikan alternatif pemecahan masalah yang dijabarkan dalam matrik rincian kerja beserta paket kerja dan jadwal kegiatan serta pengendalian status kemajuan. BAB V. KESIMPULAN Berisi uraian halhal penting yang ditemukan dalam keseluruhan pembahasan Kertas Kerja Perseorangan.
BAB II KEADAAN SEKARANG A. Gambaran Umum 1. Visi dan Misi Organisasi Pengertian visi menurut Lembaga Administrasi Negara (LANRI) adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan berisikan citacita yang ingin diwujudkan oleh instansi pemerintah. Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul telah menetapkan visi organisasi yang mengacu pada visi daerah dalam RPJMD Kabupaten Bantul sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul Tahun 20092013 yaitu Terwujudnya profesionalisme dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan administrasi menuju terwujudnya Bantul yang tentram, demokratis dan sejahtera. Untuk mewujudkan visi tersebut dilaksanakan melalui penetapan strategi dalam misi organisasi. Menurut Lembaga Administrasi Negara (LANRI), misi merupakan pernyataan yang menetapkan tujuan instansi pemerintah dan sasaran yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu melalui penerapan strategi yang telah dipilih. Adapun misi Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul tahun 20092013 yaitu sebagai berikut: a. Mengembangkan sistem penyelenggaraan pemerintahan umum, desa dan kelurahan, pembangunan, dan kemasyarakatan yang akuntabel dan transparan; 12
13 b. Meningkatkan pembinaan dan perumusan peraturan perundangundangan, bantuan dan pelayanan hukum, kesadaran hukum serta dokumentasi dan informasi hukum; c. Mewujudkan kelembagaan dan ketatalaksanaan yang efektif dan efisien serta peningkatan kinerja perangkat daerah; d. Mengembangkan sistem informasi manajemen, jaringan komunikasi data, telekomunikasi dan informatika guna mewujudkan pelaksanaan e Government. e. Mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan pengamalan agama, peningkatan kualitas pendidikan, pelestarian kebudayaan, pemberdayaan perempuan, pemuda dan olah raga, pengembangan serta kemitraan, wawasan kebangsaan dan kepedulian sosial; f. Mewujudkan tertib administrasi dan pengendalian kualitas pembangunan guna tercapainya efektifitas dan efisiensi pelaksanaan pembangunan daerah; g. Meningkatkan kemampuan perusahaan daerah, kemandirian perekonomian rakyat, pengelolaan energi dan sumber daya mineral serta daya saing produk daerah; h. Mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang jelas, tertib, transparan dan akuntabel; i. Mewujudkan pengelolaan sarana dan prasarana pemerintah daerah secara profesional, akuntabel dan transparan; j. Meningkatkan penyelenggaraan administrasi ketatausahaan, kerumahtanggaan, hubungan masyarakat (humas) dan protokol, serta dokumentasi.
14 Dari 10 (sepuluh) misi tersebut, yang dilaksanakan oleh Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul adalah misi nomor 1 yaitu Mengembangkan sistem penyelenggaraan pemerintahan umum, desa dan kelurahan, pembangunan, dan kemasyarakatan yang akuntabel dan transparan. 2. Struktur Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 1 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul merupakan unsur staf pimpinan Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Daerah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati. Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul memiliki susunan organisasi sebagai berikut: a. Sekretaris Daerah; b. Asisten Pemerintahan, membawahi: 1) Bagian Pemerintahan Umum, membawahi: a) Sub Bagian Tata Pemerintahan Umum; b) Sub Bagian Pertanahan dan Ketertiban; c) Sub Bagian Otonomi Daerah dan Kerjasama. 2) Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan, membawahi: a) Sub Bagian Tata Pemerintahan Desa dan Kelurahan; b) Sub Bagian Perangkat dan Lembaga Desa dan Kelurahan; c) Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa.
15 3) Bagian Hukum, membawahi: a) Sub Bagian Perundangundangan; b) Sub Bagian Dokumentasi dan Informasi Hukum; dan c) Sub Bagian Pelayanan Hukum dan Hak Azasi Manusia. 4) Bagian Pengelolaan Data Elektronik, membawahi: a) Sub Bagian Pengembangan Sistem Informasi Manajemen; b) Sub Bagian Pendayagunaan Sistem Informasi Manajemen; c) Sub Bagian Sandi dan Telekomunikasi. c. Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, membawahi: 1) Bagian Administrasi Pembangunan, membawahi: a) Sub Bagian Penyusunan Program; b) Sub Bagian Pengendalian; c) Sub Bagian Pelaporan. 2) Bagian Perekonomian, membawahi: a) Sub Bagian Perekonomian Rakyat; b) Sub Bagian Sumber Daya Alam; c) Sub Bagian Perusahaan Daerah. 3) Bagian Kesejahteraan Rakyat, membawahi: a) Sub Bagian Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan; b) Sub Bagian Pemuda, Olah Raga, Peranan Wanita dan Tenaga Kerja; c) Sub Bagian Sosial. d. Asisten Administrasi, membawahi:
16 1) Bagian Perlengkapan dan Keuangan, membawahi: a) Sub Bagian Pengadaan; b) Sub Bagian Pemeliharaan; c) Sub Bagian Keuangan. 2) Bagian Organisasi dan Kepegawaian, membawahi: a) Sub Bagian Kelembagaan dan Analisis Jabatan; b) Sub Bagian Ketatalaksanaan; c) Sub Bagian Kepegawaian. 3) Bagian Umum, membawahi: a) Sub Bagian Tata Usaha; b) Sub Bagian Rumah Tangga; c) Sub Bagian Protokol dan Hubungan Masyarakat. e. Kelompok Jabatan Fungsional. 3. Sumber Daya Manusia Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul mempunyai sumber daya manusia (SDM) per Agustus 2013 sebanyak 9 orang PNS. Komposisi SDM Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Setda Kabupaten Bantul untuk mendukung tugas pokok dan fungsi adalah sebagai berikut: a. Berdasarkan pangkat/golongan 1) Golongan IV : 2 orang 2) Golongan III : 7 orang 3) Golongan II : orang 4) Golongan I : orang
17 b. Berdasarkan jenjang pendidikan 1) Pasca sarjana (S.2) : 3 orang 2) Sarjana (S.1) : 4 orang 3) Diploma 3/Akademi : orang 4) SLTA : 2 orang Sedangkan jumlah SDM yang ada di Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa pada Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul adalah sebanyak 3 orang dengan rincian sebagai berikut: a. Berdasarkan pangkat/golongan 1) Golongan IV : orang 2) Golongan III : 3 orang 3) Golongan II : orang 4) Golongan I : orang b. Berdasarkan jenjang pendidikan 1) Pasca sarjana (S.2) : orang 2) Sarjana (S.1) : 2 orang 3) Diploma 3/Akademi : orang 4) SLTA : 1 orang 4. Sarana dan Prasarana Untuk kelancaran pencapaian tujuan/hasil tidak lepas dari tersedianya sarana dan prasarana yang berfungsi untuk mendukung kinerja SDM di Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul. Adapun sarana dan prasarana yang dimiliki Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa pada Bagian
18 Pemerintahan Desa dan Kelurahan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul adalah sebagai berikut: a. Kendaraan roda dua : 1 unit b. Komputer : 2 unit c. Laptop : 2 unit d. Printer : 2 unit e. Mesin ketik : 1 unit f. Meja kerja : 4 buah g. Kursi kerja : 4 buah h. Almari : 2 buah i. Filing cabinet : 2 buah 5. Tugas Pokok dan Fungsi Berdasarkan Peraturan Bupati Bantul Nomor 18 Tahun 2009 tentang Uraian Tugas dan Fungsi Jabatan Struktural Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul, disebutkan bahwa Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi, pembinaan, dan pengendalian kegiatan di bidang pendapatan dan kekayaan desa. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa mempunyai fungsi/uraian tugas sebagai berikut: a. menyusun program kegiatan Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa berdasarkan hasil evaluasi kegiatan tahun lalu sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku serta sumber data yang tersedia sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan;
19 b. menjabarkan perintah atasan melalui pengkajian permasalahan dan peraturan perundangundangan agar pelaksanaan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan kebijakan atasan; c. membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan bidang tugasnya dan memberi petunjuk / arahan baik secara lisan maupun tertulis guna kelancaran pelaksanaan tugas; d. menyiapkan data dan mengkaji permasalahan yang berkaitan dengan kerja sama antar Desa, perselisihan antar Desa, monitoring pemanfaatan aset Desa dalam rangka meningkatkan sumber pendapatan desa; e. menyiapkan bahan dan petunjuk teknis pengelolaan keuangan dan kekayaan Desa dan bantuan keuangan kepada Kelurahan; f. menyiapkan bahan, pembinaan dan fasilitasi penyusunan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban dan Kelurahan; g. melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan, pendapatan dan kekayaan desa; h. melaksanakan inventarisasi dan pelelangan tanah bekas bondo Desa yang Desanya menjadi Kelurahan; i. menyiapkan bahan dalam rangka memfasilitasi permasalahanpermasalahan yang timbul berkenaan dengan tanah kas Desa dan tanah bekas bondo Desa yang Desanya menjadi Kelurahan; j. melaksanakan monitoring, evaluasi, dan menilai prestasi kerja pelaksanaan tugas bawahan secara berkala melalui sistem penilaian yang tersedia sebagai cerminan penampilan kerja;
20 k. membuat laporan pelaksanaan tugas kepada atasan sebagai dasar pengambilan kebijakan; l. menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan baik lisan maupun tertulis sebagai bahan masukan guna kelancaran pelaksanaan tugas; dan m. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya. B. Gambaran Khusus Dalam upaya pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pada Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa masih banyak dijumpai hambatan. Permasalahan utama yang dihadapi saat ini oleh Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa pada Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul adalah masih terlambatnya penyusunan rancangan oleh Pemerintah Desa di Kabupaten Bantul. Hal tersebut disebabkan oleh: 1. Kurangnya koordinasi antar Pemerintah Desa Dalam kegiatan penyusunan rancangan diperlukan adanya koordinasi yang baik antar pihak yang terkait sehingga terjalin kerjasama yang baik pula. Dengan terciptanya koordinasi yang baik dalam penyusunan rancangan tersebut, maka diharapkan tercapainya tujuan penggunaan secara tepat sasaran atau timbulnya efektivitas dalam penggunaan. Adapun pihakpihak terkait dalam penyusunan rancangan adalah Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Sekretaris Desa, Bendahara Desa, Ketua RT, Ketua RW, Kepala Dusun, dan perangkat pemerintahan desa lainnya. Pihakpihak terkait tersebut
21 harus memiliki kemampuan dalam mengerjakan pekerjaan, memiliki tanggung jawab dan memiliki strategi yang bisa diterapkan untuk mencapai tujuan yang sudah direncanakan yang dalam hal ini tercapainya seluruh perencanaan dalam penyusunan. Saat ini pelaksanaan koordinasi antar Pemerintah Desa dalam penyusunan tersebut belum berjalan dengan optimal sehingga mengakibatkan masih adanya penyusunan rancangan yang belum sesuai dengan aturan atau ketentuan administrasi yang berlaku. 2. Kurangnya pemahaman perangkat desa tentang penyusunan rancangan Penyusunan rancangan harus mengacu pada ketentuan dan peraturan yang berlaku yaitu Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa dan Peraturan Bupati Bantul tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa yang ditetapkan setiap tahun anggaran. Namun karena kurangnya sosialisasi peraturan dan petunjuk teknis serta kurangnya pembinaan dalam penyusunan rancangan kepada perangkat desa yang ada di wilayah Kabupaten Bantul sehingga menyebabkan masih banyak perangkat desa yang belum memahami dengan baik tentang tata cara penyusunan rancangan tersebut. 3. Kurangnya kepedulian Kepala Desa dalam penyusunan rancangan Dalam penyusunan rancangan dibutuhkan dukungan dan peran leadership dari seorang Kepala Desa sebagai pemimpin di tingkat desa.
22 Namun pada kenyataannya masih banyak Kepala Desa yang kurang memiliki kepedulian dalam proses penyusunan rancangan dan bahkan tidak sedikit pula Kepala Desa yang kurang memahami tata cara penyusunan. 4. Kurangnya kepedulian perangkat desa terhadap rancangan Disamping Kepala Desa, perangkat desa yang terdiri dari Bendahara Desa, Kepala Dusun, Kepala Urusan dan perangkat desa lainnya cenderung kurang memiliki kepedulian terhadap proses penyusunan rancangan. Mereka pada umumnya hanya berorientasi pada besaran nilai uang/anggaran yang dapat diperoleh dari tanpa memahami tata cara administrasi dan pelaporan pertanggungjawabannya. Untuk memilih masalah pokok yang menjadi prioritas dari keempat masalah tersebut di atas maka dilakukan dengan menggunakan analisis USG (Urgency, Seriousness, Growth) sebagai berikut (tabel 2): No Masalah Pokok 1 Kurangnya koordinasi antar Pemerintah Desa 2 Kurangnya pemahaman perangkat desa tentang penyusunan rancangan 3 Kurangnya kepedulian Kepala Desa dalam penyusunan rancangan 4 Kurangnya kepedulian perangkat desa terhadap rancangan Keterangan: 1 : Sangat Rendah 2 : Rendah Tabel 2. Masalah Pokok yang Dipilih (Model USG Skala Nilai 15) Prioritas Total Rangking U S G 5 4 4 13 II 5 5 5 15 I 4 4 4 12 III 4 4 3 11 IV
23 3 : Sedang 4 : Tinggi 5 : Sangat Tinggi Berdasarkan pada tabel hasil analisis USG di atas dapat diketahui bahwa masalah pokok prioritas yang dihadapi Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa dalam upaya meningkatkan kinerja penyusunan rancangan di Kabupaten Bantul adalah nomor urut 2 yaitu Kurangnya pemahaman perangkat desa tentang penyusunan rancangan. Hal tersebut disebabkan oleh: 1. Masih rendahnya kualitas SDM di pemerintahan desa Secara umum kualitas SDM di pemerintahan desa yang ada di Kabupaten Bantul masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari tingkat pendidikan SDM di pemerintahan desa yang sebagian besar merupakan lulusan SLTA atau lebih rendah sehingga berpengaruh terhadap pemahamannya dalam proses penyusunan rancangan. 2. Belum tersusunnya Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan Dalam penyusunan rancangan diperlukan petunjuk teknis penyusunan rancangan dan pengelolaan dalam bentuk Peraturan Bupati (Perbup) Bantul. Penyusunan Perbup tersebut sudah harus ditetapkan pada tahun berjalan sebagai pedoman penyusunan rancangan di tahun berikutnya. Namun sampai dengan saat ini Perbup tentang petunjuk teknis penyusunan rancangan dan pengelolaan masih belum tersedia sehingga menjadi salah satu penghambat dalam penyusunan rancangan di Kabupaten Bantul.
24 3. Kurangnya pembinaan / bimbingan teknis tentang penyusunan rancangan Untuk meningkatkan pemahaman aparatur pemerintahan desa dalam penyusunan rancangan di Kabupaten Bantul dapat dilakukan melalui pembinaan dan bimbingan teknis tentang penyusunan rancangan. Namun dikarenakan keterbatasan sumber daya yang dimiliki, baik sumber daya manusia maupun anggaran maka intensitas pelaksanaan pembinaan tersebut masih sangat sedikit. 4. Kurangnya motivasi perangkat desa dalam penyusunan rancangan Halhal yang mempengaruhi motivasi perangkat desa dalam penyusunan rancangan antara lain yaitu karakteristik perorangan (umur, masa kerja), karakteristik pekerjaan (tanggung jawab pekerjaan dan variasi tugas) serta karakteristik situasi pekerjaan (supervisi, hubungan antar manusia, insentif, pelatihan dan kesempatan untuk memperoleh pendidikan lebih lanjut). Faktor insentif, umur dan variasi tugas merupakan penyebab dominan rendahnya motivasi perangkat desa dalam penyusunan rancangan di Kabupaten Bantul. Untuk menentukan masalah spesifik prioritas dari keempat masalah tersebut di atas digunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) dengan skala penilaian dari 1 sampai 5 sebagaimana tabel berikut ini (Tabel 3):
25 No Masalah Spesifik 1 Masih rendahnya kualitas SDM di pemerintahan desa Tabel 3. Masalah Spesifik yang Dipilih (Model USG Skala Nilai 15) Prioritas Total Rangking U S G 5 4 4 13 II 2 Belum tersusunnya Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan 3 Kurangnya pembinaan / bimbingan teknis tentang penyusunan rancangan 4 Kurangnya motivasi perangkat desa dalam penyusunan rancangan 5 5 4 14 I 4 4 4 12 III 4 3 4 11 IV Keterangan: 1 : Sangat Rendah 2 : Rendah 3 : Sedang 4 : Tinggi 5 : Sangat Tinggi Berdasarkan pada tabel hasil analisis USG di atas dapat diketahui bahwa masalah spesifik prioritas adalah nomor urut 2 dengan nilai total USG 14 yaitu Belum tersusunnya Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan.
BAB III KEADAAN YANG DIINGINKAN A. Gambaran Umum Kebijakan yang dilakukan Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul adalah dengan meningkatkan program/kegiatan di bidang peningkatan kapasitas dan kesejahteraan aparatur dan perangkat desa guna mewujudkan sistem penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan yang akuntabel dan transparan. Penetapan indikator kinerja atau ukuran kinerja akan digunakan untuk mengukur kinerja atau keberhasilan program/kegiatan dan merupakan syarat penting untuk menetapkan rencana kinerja sebagai penjabaran dari RPJMD. Secara umum rencana kinerja yang telah ditetapkan oleh Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Setda Kab. Bantul mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD Kab. Bantul, yaitu: 1. Meningkatkan pendapatan daerah dan pelayanan umum. 2. Meningkatkan kesejahteraan aparat Pemerintah Desa. 3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi aparat Pemerintah Desa. 4. Meningkatkan pembinaan penyelenggaraan administrasi desa. 5. Memberikan/menyalurkan bantuan dalam rangka peningkatan penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan pembangunan desa. Sedangkan program/kegiatan yang dilaksanakan untuk mewujudkan rencana kinerja tersebut antara lain yaitu: 1. Penyelenggaraan pemilihan Kepala Desa. 2. Pengisian perangkat desa sekabupaten Bantul. 26
27 3. Pembekalan perangkat desa baru. 4. Fasilitasi pelaksanaan penyaluran bantuan tunjangan dan kesejahteraan kepada Kepala Desa dan Perangkat Desa. 5. Penyusunan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati tentang Pemerintahan Desa. 6. Evaluasi rancangan. 7. Fasilitasi pelaksanaan Alokasi Dana Desa. 8. Monitoring bantuan keuangan kepada Pemerintah Desa. 9. Monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan desa. 10. Inventarisasi tanah kas desa. Berdasarkan visi dan misi dan dengan melihat kenyataan yang ada pada saat ini sebagaimana telah diuraikan pada bab terdahulu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan ke arah yang lebih baik agar terwujud hal yang diharapkan di masa yang akan datang. Adapun keadaan yang diinginkan di masa yang akan datang adalah terwujudnya pemahaman perangkat desa yang memadai tentang penyusunan rancangan sehingga diharapkan akan dapat memperlancar pendistribusian bantuan anggaran kepada desadesa di wilayah Kabupaten Bantul. B. Gambaran Khusus Untuk mewujudkan sasaran utama yang ingin diwujudkan di masa yang akan datang yaitu Terlaksananya penyusunan rancangan secara tepat waktu oleh Pemerintah Desa di Kabupaten Bantul maka Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa telah menganalisis faktorfaktor yang dapat mendukung pencapaian sasaran tersebut yaitu: 1. Terwujudnya koordinasi yang baik antar Pemerintah Desa
28 Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan koordinasi yang baik antar Pemerintah Desa yaitu dengan melaksanakan rapat koordinasi rutin bidang pemerintahan desa yang difasilitasi oleh Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Dengan adanya rapat koordinasi rutin tersebut maka diharapkan kendalakendala dan permasalahan yang dihadapi dalam penyusunan rancangan dapat terselesaikan dengan baik. 2. Terwujudnya pemahaman perangkat desa yang memadai tentang penyusunan rancangan Dengan meningkatnya pemahaman perangkat desa tentang penyusunan rancangan maka diharapkan proses penyusunan menjadi lebih tepat waktu dan secara legal formal sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa dan peraturan lainnya. 3. Terwujudnya kepedulian Kepala Desa dalam penyusunan rancangan Dengan adanya kepedulian Kepala Desa dalam penyusunan rancangan maka diharapkan akan dapat meningkatkan motivasi aparatur pemerintah desa dan perangkat desa lainnya sehingga proses penyusunan rancangan menjadi lebih lancar dan tepat waktu. 4. Terwujudnya kepedulian perangkat desa terhadap rancangan Dengan adanya kepedulian perangkat desa terhadap rancangan maka diharapkan kinerjanya makin meningkat sehingga rancangan yang dihasilkan juga semakin berkualitas.
29 Dari halhal yang sudah diuraikan di atas dapat dilihat bahwa sasaran pokok yang ingin dicapai oleh Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa, Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul adalah Terwujudnya pemahaman perangkat desa yang memadai tentang penyusunan rancangan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut: 1. Tersedianya SDM yang berkualitas di pemerintahan desa Dengan tersedianya SDM yang berkualitas di pemerintahan desa maka diharapkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya menjadi lebih optimal, termasuk dalam penyusunan rancangan. 2. Tersusunnya Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan Dengan tersusunnya Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan maka diharapkan akan dapat dijadikan pedoman bagi Kepala Desa dan perangkat desa lainnya dalam penyusunan rancangan sehingga rancangan yang dihasilkan menjadi lebih tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 3. Terwujudnya pembinaan / bimbingan teknis tentang penyusunan rancangan Dengan adanya pembinaan / bimbingan teknis tentang penyusunan rancangan maka diharapkan akan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan aparatur pemerintahan desa dalam penyusunan rancangan.
30 4. Terwujudnya motivasi perangkat desa dalam penyusunan rancangan Dengan adanya motivasi yang tinggi dari perangkat desa dalam penyusunan rancangan maka diharapkan akan dapat mewujudkan kerjasama dan koordinasi yang baik antar perangkat desa dalam proses penyusunan rancangan. Dari keempat sasaran tersebut, sasaran spesifik yang ingin diwujudkan oleh Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa adalah Tersusunnya Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan. Untuk mencapai sasaran tersebut maka alternatif kegiatan yang dapat dilaksanakan antara lain : 1. Melakukan identifikasi permasalahan dalam penyusunan rancangan. 2. Menyusun Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan. 3. Mengumpulkan ketentuan peraturan tentang penyusunan rancangan.
BAB IV MASALAH DAN PEMECAHANNYA A. Identifikasi Masalah Kendala yang muncul dalam pelaksanaan tugas tentunya perlu dicari bentuk yang tepat dan sesuai untuk memecahkan masalah tersebut. Untuk mencapai hasil yang diinginkan dari beberapa masalah yang ada harus diidentifikasi secara cermat dan tidak mengesampingkan kemungkinankemungkinan yang muncul. Dengan demikian perlu adanya perencanaan yang matang dengan mengedepankan masalah yang paling dianggap dominan dan perlu prioritas penanganan dengan mencari alternatif pemecahannya. Berdasarkan hasil identifikasi masalah dalam rangka melaksanakan tugas dan tanggung jawab ditemui beberapa masalah maupun hambatan yang terjadi dan harus segera diselesaikan demi meningkatkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa pada Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul. Untuk lebih mempermudah dalam menganalisis perlu dirumuskan menjadi satu masalah utama yang dianggap paling mendesak dan diprioritaskan untuk ditindaklanjuti. Masalah utama yang dihadapi oleh Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa adalah Masih terlambatnya penyusunan rancangan oleh Pemerintah Desa di Kabupaten Bantul. Hal ini disebabkan oleh: 1. Kurangnya koordinasi antar Pemerintah Desa 2. Kurangnya pemahaman perangkat desa tentang penyusunan rancangan 31
32 3. Kurangnya kepedulian Kepala Desa dalam penyusunan rancangan 4. Kurangnya kepedulian perangkat desa terhadap rancangan Dari keempat faktor penyebab terjadinya masalah tersebut, yang paling dominan adalah Kurangnya pemahaman perangkat desa tentang penyusunan rancangan, hal ini disebabkan oleh : 1. Masih rendahnya kualitas SDM di pemerintahan desa 2. Belum tersusunnya Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan 3. Kurangnya pembinaan / bimbingan teknis tentang penyusunan rancangan 4. Kurangnya motivasi perangkat desa dalam penyusunan rancangan Dari keempat masalah spesifik tersebut, masalah yang paling dominan adalah Belum tersusunnya Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan. Secara sistematik gambaran tersebut pada analisis situasi dapat ditunjukkan dalam pohon masalah seperti berikut (gambar 2):
33 POHON MASALAH (Pernyataan negatif) 4 Pendistribusian bantuan anggaran kepada desadesa di wilayah Kabupaten Bantul terlambat AKIBAT 1 Masih terlambatnya penyusunan rancangan oleh Pemerintah Desa di Kabupaten Bantul 2 a b c Kurangnya koordinasi antar Pemerintah Desa Kurangnya pemahaman perangkat desa tentang penyusunan rancangan Kurangnya kepedulian Kepala Desa dalam penyusunan rancangan d SEBAB Kurangnya kepedulian perangkat desa terhadap rancangan 3 a b c d Masih rendahnya kualitas SDM di pemerintahan desa Belum tersusunnya Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan Kurangnya pembinaan / bimbingan teknis tentang penyusunan rancangan Kurangnya motivasi perangkat desa dalam penyusunan rancangan Gambar 2. Bagan Pohon Masalah Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa
34 B. Sasaran Berdasarkan identifikasi dan analisis masalah di atas, maka langkah selanjutnya adalah merumuskan sasaran utama yaitu : Terlaksananya penyusunan rancangan secara tepat waktu oleh Pemerintah Desa di Kabupaten Bantul. Setelah dilakukan analisis dan identifikasi sasaran, maka ditemukan 4 (empat) sasaran pokok yang dapat mewujudkan sasaran utama yaitu: 1. Terwujudnya koordinasi yang baik antar Pemerintah Desa 2. Terwujudnya pemahaman perangkat desa yang memadai tentang penyusunan rancangan 3. Terwujudnya kepedulian Kepala Desa dalam penyusunan rancangan 4. Terwujudnya kepedulian perangkat desa terhadap rancangan Dari keempat faktor di atas yang sangat dominan adalah Terwujudnya pemahaman perangkat desa yang memadai tentang penyusunan rancangan. Untuk bisa mewujudkan hal di atas, perlu didukung beberapa faktor : 1. Tersedianya SDM yang berkualitas di pemerintahan desa 2. Tersusunnya Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan 3. Terwujudnya pembinaan / bimbingan teknis tentang penyusunan rancangan 4. Terwujudnya motivasi perangkat desa dalam penyusunan rancangan Dari keempat faktor ini yang paling dominan adalah Tersusunnya Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada pohon sasaran sebagai berikut (Gambar 3):
35 POHON SASARAN (Pernyataan Positif) 4 Terwujudnya pendistribusian bantuan anggaran yang tepat waktu kepada desadesa di wilayah Kabupaten Bantul AKIBAT 1 Terlaksananya penyusunan rancangan secara tepat waktu oleh Pemerintah Desa di Kabupaten Bantul 2 a b c Terwujudnya koordinasi yang baik antar Pemerintah Desa Terwujudnya pemahaman perangkat desa yang memadai tentang penyusunan rancangan Terwujudnya kepedulian Kepala Desa dalam penyusunan rancangan d SEBAB Terwujudnya kepedulian perangkat desa terhadap rancangan 3 a b c d Tersedianya SDM yang berkualitas di pemerintahan desa Tersusunnya Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan Terwujudnya pembinaan / bimbingan teknis tentang penyusunan rancangan Terwujudnya motivasi perangkat desa dalam penyusunan rancangan Gambar 3. Bagan Pohon Sasaran Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa
36 C. Alternatif Kegiatan Dengan mempertimbangkan sumber daya yang ada, baik tenaga, biaya, waktu yang disesuaikan dengan tugas wewenang dan tanggungjawab, maka ditetapkan alternatif kegiatan untuk meningkatkan penyusunan Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan adalah sebagai berikut : 1. Melakukan identifikasi permasalahan dalam penyusunan rancangan Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahanpermasalahan yang selama ini ditemukan dalam penyusunan rancangan. Dari hasil identifikasi tersebut selanjutnya akan dirumuskan strategi dan langkahlangkah yang dapat dilaksanakan untuk meningkatkan kinerja penyusunan rancangan di Kabupaten Bantul. Kelebihan alternatif kegiatan ini yaitu biaya yang dibutuhkan relatif rendah, sedangkan kelemahannya yaitu dampak / manfaat yang dihasilkan masih belum optimal untuk mewujudkan sasaran yang diinginkan. 2. Menyusun Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan Penyusunan Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan bertujuan untuk memberikan pedoman dan petunjuk teknis kepada aparatur pemerintahan desa sekabupaten Bantul dalam proses penyusunan rancangan sehingga diharapkan rancangan yang dihasilkan menjadi lebih tepat waktu dan tepat mutu. Kelebihan dari alternatif kegiatan ini yaitu dari segi biaya cukup rendah,
37 sedangkan dampak/manfaat yang diperoleh sangat tinggi dan sesuai dengan sasaran yang diinginkan dimasa yang akan datang. 3. Mengumpulkan ketentuan peraturan tentang penyusunan rancangan Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan referensi peraturan perundangan yang terkait dalam proses penyusunan rancangan. Dengan adanya referensi yang memadai maka diharapkan Raperbup yang dihasilkan juga lebih berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Kelebihan alternatif kegiatan ini yaitu biayanya yang relatif rendah, sedangkan kelemahannya yaitu dampak/manfaat yang diperoleh relatif kecil apabila dibandingkan dengan 2 (dua) alternatif kegiatan lainnya. Dari ketiga alternatif tersebut yang dianggap paling dominan untuk dilaksanakan adalah Menyusun Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan. Untuk memberikan penegasan alternatif yang dipilih maka digunakan metode Cost Benefit Analysis (CBA) sebagaimana tabel berikut ini (Tabel 4): No Tabel 4. Analisis Alternatif Pemecahan Masalah Alternatif 1 Melakukan identifikasi permasalahan dalam penyusunan rancangan 2 Menyusun Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan 3 Mengumpulkan ketentuan peraturan tentang penyusunan rancangan Benefit Cost Rasio Rangking (Manfaat) (Biaya) 4 2 2 II 5 2 2,5 I 3 2 1,5 III Keterangan Skala Penilaian: 1 : Sangat Rendah, 2 : Rendah, 3 : Sedang, 4 : Tinggi, 5 = Sangat Tinggi
38 Rangking I adalah alternatif kegiatan prioritas Secara sistematik gambaran tersebut pada analisis situasi dapat ditunjukkan dalam gambar pohon alternatif (gambar 4): POHON ALTERNATIF Terwujudnya pendistribusian bantuan anggaran yang tepat waktu kepada desadesa di wilayah Kabupaten Bantul Terlaksananya penyusunan rancangan secara tepat waktu oleh Pemerintah Desa di Kabupaten Bantul Terwujudnya pemahaman perangkat desa yang memadai tentang penyusunan rancangan Tersusunnya Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan Melakukan identifikasi permasalahan dalam penyusunan rancangan Menyusun Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan Mengumpulkan ketentuan peraturan tentang penyusunan rancangan Gambar 4 Bagan Pohon Alternatif D. LangkahLangkah Tindakan
39 Untuk lebih meningkatkan efektifitas serta akurasi pelaksanaan semua kegiatan yang sesuai dengan program kerja yang telah ditentukan diperlukan ketepatan atau parameter berupa bagan jadwal kegiatan, apakah tepat waktu atau sebaliknya dan juga sekaligus sebagai tolok ukur untuk mengevalusi semua kegiatan yang telah menjadi program. Agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik maka perlu dibuat langkahlangkah penyusunan sebagai berikut: 1. Matrik Rincian Kerja (MRK) Merupakan kerangka yang menghubungkan sasaran dengan kegiatan dan sumber yang diperlukan secara sistematis, antara lain menggambarkan tentang sasaran, kegiatan pokok kerja, serta pokok akhir yang memuat seluruh fungsi manajemen bahkan termuat kejelasan siapa mengerjakan apa, bila mana, dimana dan bagaimana, yaitu: a. Sasaran Umum Tersusunnya Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan melalui penyusunan Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan. b. Sasaran Khusus Tersusunnya Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan melalui penyusunan Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan selama 2 (dua) hari yaitu tanggal 19 20 Maret 2014 dengan biaya sebesar Rp 7.000.000 (tujuh juta rupiah) yang berasal dari dana APBD tahun 2014 bertempat di ruang rapat dilaksanakan oleh Sub Bagian
40 Pendapatan dan Kekayaan Desa Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Sekretariat Daerah Kab. Bantul. c. Kegiatan Menyusun Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan selama 2 (dua) hari yaitu tanggal 19 20 Maret 2014 dengan biaya sebesar Rp 7.000.000 (tujuh juta rupiah) yang berasal dari dana APBD tahun 2014 bertempat di ruang rapat dilaksanakan oleh Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Sekretariat Daerah Kab. Bantul. d. Pokok Kerja Kegiatan ini dibagi menurut proses kerja yang meliputi persiapan, pelaksanaan dan pengendalian: 1). Persiapan : 5 pokok akhir 2). Pelaksanaan : 2 pokok akhir 3). Pengendalian : 3 pokok akhir e. Pokok Akhir Menguraikan secara rinci kegiatan pokok kerja dikaitkan dengan penanggung jawab yang terlibat sebagai berikut : 1) Pokok akhir dalam kegiatan ini berjumlah 10 (sepuluh) kegiatan. 2) Penanggung jawab dalam kegiatan ini sebanyak 6 (enam) orang. f. Penanggung Jawab Adalah pelaku/pelaksana yang terlibat langsung dengan penyelesaian pokok akhir, untuk lebih jelas dapat dilihat dari Matrik Rincian Kerja. 2. Paket Kerja Penjadwalan
41 Paket kerja adalah matrik yang memuat rincian kerja, pokok akhir, yang memuat siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang penanggung gugat, apa yang dikerjakan, bila mana (waktunya) akan dilaksanakan, dimana pekerjaan itu akan dilaksanakan, serta biaya yang diperlukan untuk mencapai sasaran khusus yang direncanakan. Adapun paket kerja yang disusun dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah terdiri dari : a. Pembentukan tim b. Pencairan dana c. Penyusunan draf Raperbup d. Pembuatan undangan e. Penyiapan tempat f. Pelaksanaan FGD (Focused Group Discussion) Pembahasan Raperbup g. Penyempurnaan Raperbup h. Pemantauan i. Penilaian j. Pelaporan 3. Penjadwalan Langkah selanjutnya adalah membuat jadwal kegiatan yang menggambarkan kapan kegiatan tersebut akan dimulai dan kapan direncanakan selesai. Penjadwalan dibuat dalam bentuk peta garis, menggambarkan kapan kegiatan dimulai dan kapan direncanakan selesai.
Matrik Rincian Kerja Penyusunan Perbup Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan Oleh Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul SIABIDIBA SASARAN KEGIATAN POKOK KERJA Tersusunnya Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan melalui penyusunan Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan selama 2 (dua) hari yaitu tanggal 19 20 Maret 2014 dengan biaya sebesar Rp 7.000.000 yang berasal dari dana APBD tahun 2014 bertempat di ruang rapat dilaksanakan oleh Sub Bagian PKD Bagian Pemdes dan Kelurahan Setda Kab. Bantul Menyusun Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan selama 2 (dua) hari yaitu tanggal 19 20 Maret 2014 dengan biaya sebesar Rp 7.000.000 yang berasal dari dana APBD tahun 2014 bertempat di ruang rapat dilaksanakan oleh Sub Bagian PKD Bagian Pemdes dan Kelurahan Setda Kab. Bantul PERSIAPAN PELAKSANAAN PENGENDALIAN N O Penanggung Jawab Kabag PDK M Pokok O Akhir R 1. Pembentukan tim PK 1 2. Pencairan dana PK 2 3. Penyusunan draf PK 3 Raperbup 4. Pembuatan undangan PK 4 Kasubbag PKD PK 1 PK 2 PK 3 PK 4 5. Penyiapan tempat PK 5 6. Pelaksanaan FGD PK PK 6 6 Pembahasan Raperbup 7. Penyempurnaan PK PK 7 7 Raperbup 8. Pemantauan PK 9. Penilaian PK 9 10. Pelaporan PK 10 8 PK 9 PK 10 Yosef Anung PK 1 PK 2 Sigit Setiadi PK 1 PK 3 PK 4 PK 5 PK 6 Martini PK 1 Narasumber Jumlah 5 3 PK 5 PK 6 PK 7 PK 8 PK 9 PK 10 3 PK 4 PK 5 PK 6 4 4 PK 6 6 3 2 3 PK 10 4 JUMLAH 8 10 7 7 4 1 Gambar 5 42 Bagan Matrik Rincian Kerja 41
43 Tabel 5. Pembentukan Tim Paket Kerja No. 1 Pokok Akhir : Pembentukan Tim Penyelesaian : 2 hari (3 4 Maret 2014) Penanggung Gugat : Kasubbag PKD No. Uraian Kerja Penanggung Jawab 1 Mengkonsep undangan rapat Kasubbag PKD pembentukan tim 2 Mengetik undangan rapat Sigit Setiadi pembentukan tim 3 Meneliti dan memaraf undangan Kasubbag PKD rapat 4 Meneliti dan menandatangani Kabag Pemdes dan undangan Kelurahan 5 Mengagenda dan memberi cap Sigit Setiadi surat undangan 6 Menggandakan dan mengirim Sigit Setiadi undangan 7 Menyiapkan sarana dan tempat Martini rapat 8 Melaksanakan rapat Kabag Pemdes dan pembentukan tim Kelurahan 9 Menyusun daftar nama tim kerja Kasubbag PKD dan uraian tugasnya 10 Membuat SK tim pelaksana Kasubbag PKD kegiatan 11 Mengesahkan SK tim pelaksana Kabag Pemdes dan kegiatan Kelurahan 12 Menyediakan konsumsi rapat Yosef Anung (14 or x Rp.10.000) 13 Menotulen hasil rapat Martini pembentukan tim 14 Mengkaji hasil rapat untuk Kasubbag PKD ditindaklanjuti Waktu (Hari) 1 hari 1 hari Biaya (Rp) 10.000 140.000 Jumlah 5 orang 2 Hari 150.000
44 Tabel 6. Pencairan Dana Paket Kerja No. 2 Pokok Akhir : Pencairan Dana Penyelesaian : 2 hari (56 Maret 2014) Penanggung Gugat : Kasubbag PKD No. Uraian Kerja Penanggung Jawab 1 Mengetik nota pencairan dana Yosef Anung kegiatan 2 Meneliti dan memaraf nota Kasubbag PKD pencairan dana kegiatan 3 Memeriksa dan menandatangani Kabag Pemdes dan nota pencairan dana Kelurahan 4 Mengajukan nota pencairan Yosef Anung dana kepada bendahara Waktu (Hari) 2 hari Biaya (Rp) 10.000 Jumlah 3 orang 2 Hari 10.000 Tabel 7. Penyusunan Draf Raperbup Paket Kerja No. 3 Pokok Akhir : Penyusunan Draf Raperbup Penyelesaian : 3 hari (711 Maret 2014) Penanggung Gugat : Kasubbag PKD No. Uraian Kerja Penanggung Jawab Waktu (Hari) Biaya (Rp) 1 Mengumpulkan dasar hukum penyusunan Raperbup Kasubbag PKD 2 Mempelajari dasar hukum penyusunan Raperbup Kasubbag PKD 3 Mengidentifikasi permasalahan penyusunan rancangan Kasubbag PKD 4 Menyusun draf Raperbup tentang Petunjuk Teknis 3 hari Kasubbag PKD Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan 5 Memeriksa dan memberi paraf Kabag Pemdes dan draf Raperbup Kelurahan 6 Menggandakan draf Raperbup untuk pembahasan Sigit Setiadi 200.000 Jumlah 3 orang 3 Hari 200.000
45 Tabel 8. Pembuatan undangan Paket Kerja No. 4 Pokok Akhir : Pembuatan undangan Penyelesaian : 3 hari (1214 Maret 2014) Penanggung Gugat : Kasubbag PKD No. Uraian Kerja Penanggung Jawab Waktu (Hari) Biaya (Rp) 1 Mengetik surat undangan FGD Martini pembahasan Raperbup 2 Meneliti dan memaraf surat Kasubbag PKD undangan 3 Memeriksa dan menandatagani Kabag Pemdes dan 2 hari surat undangan Kelurahan 4 Menggandakan surat undangan Martini FGD pembahasan Raperbup 5 Memberi cap dinas dan Martini mengagenda surat undangan 6 Mengirimkan surat undangan Sigit Setiadi 1 hari 50.000 Jumlah 4 orang 3 Hari 50.000 Tabel 9. Penyiapan Tempat Paket Kerja No. 5 Pokok Akhir : Penyiapan Tempat Penyelesaian : 2 hari (17 18 Maret 2014) Penanggung Gugat : Kasubbag PKD No. Uraian Kerja Penanggung Jawab Waktu (Hari) Biaya (Rp) 1 Mengkoordinir penyiapan tempat FGD pembahasan Raperbup Kasubbag PKD 2 Menyiapkan sarana (LCD, laptop, Sigit Setiadi sound sistem) 3 Menyiapkan spanduk dan dekorasi Sigit Setiadi 4 Menyiapkan meja dan kursi Martini 5 Menyiapkan daftar presensi FGD pembahasan Raperbup 6 Menyiapkan daftar honor narasumber 7 Memesan konsumsi kegiatan FGD pembahasan Raperbup Martini 2 hari Sigit Setiadi Yosef Anung 1.200.000 Jumlah 4 orang 2 Hari 1.200.000
46 Tabel 10. Pelaksanaan FGD Pembahasan Raperbup Paket Kerja No. 6 Pokok Akhir : Pelaksanaan FGD Penyelesaian : 1 hari (19 Maret 2014) Penanggung Gugat : Kasubbag PKD No. Uraian Kerja Penanggung Jawab Waktu (Hari) Biaya (Rp) 1 Mengkoordinir pelaksanaan Kasubbag PKD FGD pembahasan Raperbup 2 Menyiapkan acara FGD Sigit Setiadi pembahasan Raperbup 3 Melaksanakan presensi kepada Sigit Setiadi peserta FGD 4 Membagikan materi draf Martini Raperbup 5 Menyampaikan laporan Kasubbag PKD 6 Membuka FGD pembahasan Kabag Pemdes dan draf Raperbup Kelurahan 1 hari 7 Membahas substansi draf Narasumber Raperbup 8 Melaksanakan diskusi dan Narasumber tanya jawab 9 Menyiapkan dan membagikan Martini konsumsi 10 Menutup acara FGD Kabag Pemdes dan pembahasan draf Raperbup Kelurahan 11 Membayar honor narasumber Yosef Anung 4.890.000 dan biaya penunjang (ATK, transport dll) Jumlah 6 orang 1 Hari 4.890.000
47 Tabel 11. Penyempurnaan Raperbup Paket Kerja No. 7 Pokok Akhir : Penyempurnaan Raperbup Penyelesaian : 1 hari (20 Maret 2014) Penanggung Gugat : Kasubbag PKD No. Uraian Kerja Penanggung Waktu Biaya (Rp) Jawab (Hari) 1 Mempelajari hasil pembahasan Kasubbag PKD FGD Raperbup 2 Melakukan koordinasi dengan Kasubbag PKD 200.000 Bagian Hukum Setda Kab. Bantul (biaya snack rapat) 3 Menyempurnakan draf Raperbup Kasubbag PKD sesuai hasil pembahasan 1 hari 4 Mengetik hasil penyempurnaan Sigit Setiadi draf Raperbup 5 Memeriksa dan menyetujui draf Kabag Pemdes Raperbup dan Kelurahan 6 Mengajukan draf Raperbup ke Kasubbag PKD Bagian Hukum Setda Kab. Bantul untuk pengesahan Jumlah 3 orang 1 Hari 200.000 Tabel 12. Pemantauan Paket Kerja No. 8 Pokok Akhir : Pemantauan Penyelesaian : 14 hari (320 Maret 2014) Penanggung Gugat : Kasubbag PKD No. Uraian Kerja Penanggung Jawab Waktu (Hari) Biaya (Rp) 1 Mengamati kegiatan persiapan Kasubbag PKD tempat 2 Mengamati pelaksanaan FGD Kasubbag PKD pembahasan draf Raperbup 3 Mencatat hasil pemantauan Kasubbag PKD 14 hari 4 Menyimpulkan hasil pemantauan Kasubbag PKD 5 Merekap dan mendokumentasikan hasil pemantauan Yosef Anung 100.000 Jumlah 2 orang 14 Hari 100.000
48 Tabel 13. Penilaian Paket Kerja No. 9 Pokok Akhir : Penilaian Penyelesaian : 14 hari (320 Maret 2014) Penanggung Gugat : Kasubbag PKD No. Uraian Kerja Penanggung Jawab Waktu (Hari) Biaya (Rp) 1 Menyiapkan format penilaian / Yosef Anung evaluasi kegiatan 2 Mempelajari dan meneliti hasil Kasubbag PKD penilaian / evaluasi 3 Mengoreksi hasil penilaian Kasubbag PKD 14 hari 4 Menandatangani hasil Kabag Pemdes dan penilaian Kelurahan 5 Merekap dan mendokumentasikan hasil penilaian Yosef Anung 100.000 Jumlah 3 orang 14 Hari 100.000 Tabel 14. Pelaporan Paket Kerja No. 10 Pokok Akhir : Pelaporan Penyelesaian : 15 hari (321 Maret 2014) Penanggung Gugat : Kasubbag PKD No. Uraian Kerja Penanggung Jawab Waktu (Hari) Biaya (Rp) 1 Mengkoordinir penyusunan laporan kegiatan Kasubbag PKD 2 Menyiapkan data laporan Yosef Anung 3 Menyusun konsep laporan Kasubbag PKD 4 Meneliti, menyetujui dan Kasubbag PKD 15 hari memaraf konsep laporan 5 Mengetik laporan Sigit Setiadi 6 Meneliti, menyetujui dan Kabag Pemdes dan menandatangani laporan Kelurahan 7 Menggandakan laporan Sigit Setiadi 100.000 Jumlah 4 orang 15 Hari 100.000
49 Tabel 15. Rekapitulasi Biaya No. Pokok Akhir Waktu (Hari) Paket Kerja Biaya (Rp.) 1 Pembentukan tim 2 Paket Kerja 1 150.000 2 Pencairan dana 2 Paket Kerja 2 10.000 3 Penyusunan draf Raperbup 3 Paket Kerja 3 200.000 4 Pembuatan undangan 3 Paket Kerja 4 50.000 5 Penyiapan tempat 2 Paket Kerja 5 1.200.000 6 Pelaksanaan FGD Pembahasan Raperbup 1 Paket Kerja 6 4.890.000 7 Penyempurnaan Raperbup 1 Paket Kerja 7 200.000 8 Pemantauan 14 Paket Kerja 8 100.000 9 Penilaian 14 Paket Kerja 9 100.000 10 Pelaporan 15 Paket Kerja 10 100.000 Jumlah 7.000.000
No Pokok Akhir 1 Pembentukan tim 2 Pencairan dana Tabel 16. Penjadwalan Penyusunan Perbup Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan Oleh Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa Setda Kabupaten Bantul Tahun 2014 Waktu 3 Penyusunan draf Raperbup 4 Pembuatan undangan 5 Penyiapan tempat 6 Pelaksanaan FGD Pembahasan Raperbup 7 Penyempurnaan Raperbup 8 Pemantauan 9 Penilaian 10 Pelaporan Maret 2014 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 S A B T U M I N G G U S A B T U M I N G G U S A B T U M I N G G U S A B T U M I N G G U 50 49
BAB V KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis yang telah diuraikan pada Bab I sampai dengan Bab IV, maka dalam upaya peningkatan kinerja penyusunan Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan oleh Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul dapat disimpulkan halhal sebagai berikut : 1. Penyusunan rancangan oleh Pemerintah Desa di Kabupaten Bantul saat ini masih sering terlambat disebabkan oleh kurangnya pemahaman perangkat desa tentang penyusunan rancangan. Hal ini mengakibatkan terlambatnya pendistribusian bantuan anggaran kepada desadesa di wilayah Kabupaten Bantul. 2. Kurangnya pemahaman perangkat desa tentang penyusunan rancangan disebabkan oleh belum tersusunnya Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan. 3. Kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu menyusun Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rancangan dan Pengelolaan selama 2 (dua) hari yaitu tanggal 19 20 Maret 2014 dengan biaya sebesar Rp 7.000.000 (tujuh juta rupiah) yang berasal dari dana APBD tahun 2014 dilaksanakan oleh Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Sekretariat Daerah Kab. Bantul. 51
52 DAFTAR PUSTAKA Buku / Literatur : Pemerintah Kabupaten Bantul, 2009, Rencana Strategis Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul Tahun 20092013, Bantul. Pemerintah Kabupaten Bantul, 2013, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2012 Bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul, Bantul. Pitoyo, Djoenaedi Tamim, 2008, Kertas Kerja Perseorangan, Bahan Ajar Diklatpim IV LANRI. Pitoyo, Djoenaedi Tamim, 2008, Pola Kerja Terpadu (PKT), Bahan Ajar Diklatpim IV LANRI., 2008, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online dengan alamat http://kbbi.web.id (diakses tanggal 23 September 2013) PeraturanPeraturan : Pemerintah RI, 2004, UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Pemerintah RI, 2006, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2006 tentang Jenis dan Produk Hukum Daerah. Pemerintah RI, 2007, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa. Pemerintah Kabupaten Bantul, 2009, Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 1 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul Pemerintah Kabupaten Bantul, 2009, Peraturan Bupati Bantul Nomor 18 Tahun 2009 tentang Uraian Tugas dan Fungsi Jabatan Struktural Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul.
lampiran 53