BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III ANALISA DAN DESAIN. yang jelas untuk perbaikan ataupun pengembangan dari suatu sistem.

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM. kecamatan di kota medan masih bersifat manual. Bentuk manual yang dibuat oleh petugas

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB 4 PERANCANGAN Perancangan Algoritma Algoritma shortest path (Haversine formula)

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM


BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN UJI COBA

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN. sistem yang akan dirancang, evaluasi pada masalah yang ada adalah : informasi lokasi SMU dan SMK di kota medan.

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

Transkripsi:

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM III.1. Analisa Masalah Kemudahan untuk mendapatkan informasi rumah susun merupakan salah satu tuntutan di Kota Medan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal atau hanya sekedar mendapatkan informasi dan lokasi tentang rumah susun. Biasanya masyarakat yang ingin mendapatkan informasi tersebut memiliki kendala seperti tidak mengetahui dengan pasti lokasi rumah susun karena minimnya sumber informasi dan pencarian yang dilakukan juga akan banyak menghabiskan waktu serta biaya. Ketersediaan teknologi informasi dapat membantu para penggunanya dalam banyak jenis kebutuhan, termasuk sebagai sarana akses informasi yang dapat dilakukan secara lebih mudah, cepat dan murah. Serta penyebaran informasi mengenai rumah susun juga akan lebih efektif dan efisien, oleh sebab itu dibutuhkan suatu media yang mudah diakses oleh khalayak sebagai sarana untuk mendapatkan informasi lokasi dan jarak yang akan ditempuh menuju lokasi rumah susun di wilayah Kota Medan. Dalam hal ini penulis membangun sebuah aplikasi web Sistem Informasi Geografis (SIG) dan menerapkan metode Haversine Formula sebagai rumus untuk mendapatkan perhitungan perkiraan jarak lokasi. Haversine Formula digunakan untuk menentukan jarak antara dua titik di bumi berdasarkan letak garis lintang dan bujur (wahyuni Eka Sari, et al, 2013). Penggunaan metode 37

38 Haversine Formula akan sangat membantu dalam aplikasi web ini untuk menghasilkan perhitungan jarak ke lokasi rumah susun. Penulis memilih berbasis web dikarenakan dapat diakses dimana saja oleh banyak media yang memiliki fasilitas internet. III.2 Penerapan Metode Haversine Formula Dalam penyelesaian aplikasi web gis rumah susun di Kota Medan, metode haversine formula akan digunakan dalam perhitungan jarak lokasi antara pengguna dengan lokasi rumah susun, adapun rumus dari haverine formula adalah sebagai berikut : Gambar III.1. Rumus Haversine Formula (Sumber : Wahyuni Eka Sari, et al ; 2013) Keterangan : R = jari-jari bumi sebesar 6371(km) Δlat = besaran perubahan latitude Δlong = besaran perubahan longitude c = kalkulasi perpotongan sumbu d = jarak (km) 1 derajat = 0.017453293

39 Rumus Haversine : Langkah (1).. Δlat = lat2 lat1 Δlong = long2 long1 Konversi titik koordinat latitude dan longtitude kedalam bentuk radian Langkah (2). Cari nilai a : a = sin 2 ( Δlat 2 + cos lat1. cos lat2. sin2 ( Δlong 2 ) Langkah (3). Cari nilai c: c = 2*atan2( a, (1-a)) = 2 * asin( a) Langkah (4). Cari nilai d: d = R * c Contoh kasus 1 : Titik koordinat asal atau lokasi 1 : lat1= 3.6427702, long1= 98.6749809 Titik koordinat tujuan atau lokasi 2 : lat2= 3.653975, long2= 98.670074 Langkah (1).. Δlat = lat2 lat1 Δlat = 3.653975-3.6427702 = 0.0112048 Δlong = long2 long1 Δlong = 98.670074-98.6749809 = -0.0049069 Konversi kedalam bentuk radian: lat1 = 0.017453293 * 3.6427702 = 0.063578336 radian

40 lat2 = 0.017453293 * 3.653975 = 0.063773896 radian long1 = 0.017453293 * 98.6749809 = 1.722203353 radian long2 = 0.017453293 * 98.670074 = 1.722117712 radian Δlat=0.017453293*(3.653975-3.6427702)=0.017453293*0.0112048=0.000195561 Δlong=0.017453293*(98.670074-98.6749809)=0.017453293*-0.0049069=0.000085642 Langkah (2) a = sin^2 (Δlat /2) + cos(lat1) * cos(lat2) * sin^2(δlong/2) a = sin (0.000195561/2) 2 + cos(0.063578336) * cos(0.063773896) * sin(0.000085642/2) 2 Perhitungan melalui Ms.Excel : = sqrt((sin((0.000195561)/2)^2)+cos(0.063578336)*cos(0.063773896)* (sin((0.000085642)/2)^2)) = 0.000106711 Langkah (3) c=2 * asin ( a) c = 2 * asin ( 0.000106711) Perhitungan melalui Ms.Excel : = 2 * asin ( 0.000106711) = 0.000213422 Langkah (4). d = 6371 * (0.000213422) Perhitungan melalui Ms.Excel : = 6371.1 * 0.000925488 = 1.35970968 km = 1.4 km

41 Contoh kasus 2 : Titik koordinat asal atau lokasi 1 : lat1= 3.6427702, long1= 98.6749809 Titik koordinat tujuan atau lokasi 2 : lat2= 3.682442, long2= 98.690994 Langkah (1). Δlat = lat2 lat1 Δlat = 3.682442-3.6427702 = 0.0396718 Δlong = long2 long1 Δlong = 98.690994-98.6749809 = 0.0160131 Konversi kedalam bentuk radian: lat1 = 0.017453293 * 3.6427702 = 0.063578336 radian lat2 = 0.017453293 * 3.682442 = 0.064270739 radian long1 = 0.017453293 * 98.6749809 = 1.722203353 radian long2 = 0.017453293 * 98.690994 = 1.722482835 radian Δlat=0.017453293*(3.682442-3.6427702)=0.017453293*0.0396718=0.000692404 Δlong=0.017453293*(98.690994-98.6749809)=0.017453293*0.0160131=0.000279481 Langkah (2).. a = sin^2 (Δlat /2) + cos(lat1) * cos(lat2) * sin^2(δlong/2) a = sin (0.000692404/2) 2 + cos(0.063578336) * cos(0.064270739) * sin(0.000279481/2) 2 Perhitungan melalui Ms.Excel : = sqrt((sin((0.000692404)/2)^2)+cos(0.063578336)*cos(0.064270739)* (sin((0.000279481)/2)^2)) = 0.000373234

42 Langkah (3) c=2 * asin ( a) c = 2 * asin ( 0.000373234) Perhitungan melalui Ms.Excel : = 2 * asin ( 0.000373234) = 0.000746468 Langkah (4).. d = 6371 * (0.000746468) Perhitungan melalui Ms.Excel : = 6371.1 * 0.000746468 = 4.75574446 km = 4.8 km Pada kedua kasus diatas penulis mengambil titik lokasi awal di Jl. Alumanium Raya Medan dengan titik koordinat latitude 3.6427702 dan longtitude 98.6749809 dengan menetapkan radius 5 km. Dari hasil pencarian, lokasi rumah susun terdekat yang ditemukan ada dua titik lokasi yaitu rumah susun kayu putih yang berada di jl.kayu Putih dengan jarak 1,4 km dan rumah susun tangkahan yang berada di jl. Rawe IV dengan jarak yang didapat 4,8 km. Berdasarkan hasil penerapan haversine formula lokasi terdekat yang didapatkan adalah rumah susun kayu putih yang beralamat di jl.kayu Putih dengan jarak 1,4 km.

43 III.2.1 Flowchart Adapun bentuk atau notasi program Flowchart berdasarkan rumus diatas dapat dilihat pada gambar III.2, adalah sebagai berikut : Start Input Lattitude dan Longtitude (Lokasi 1) Input Lattitude dan Longtitude (Lokasi 2) Cari Nilai Δlat = lat2 lat1 Cari Nilai Δlong = long2 long1 Lat1= radian.lat1 Lat2= radian.lat2 Δlat= radian. Δlat Cari Radian : long1= radian.long1 long2= radian.long2 Δlong= radian. Δlong Cari Nilai a : a = sin 2 (Δlat/2) + cos(lat1)*cos(lat2)*sin 2 (Δlong/2) penjumlahan dan perkalian dalam bentuk radian Cari Nilai c : c = 2 * asin ( a) Kalkulasi perpotongan sumbu Cari Nilai d : d = R * c Mencari jarak (km) Hasil Perhitungan End Gambar III.2. Flowchart Perhitungan Haversine Formula

44 III.3. Desain Sistem Untuk membantu merancang aplikasi web gis dengan penerapan metode Haversine Formula dalam pencarian rumah susun di kota Medan. Penulis mengusulkan pembuatan sebuah sistem dengan menggunakan aplikasi pemrograman yang lebih akurat dan lebih mudah dalam pengolahannya, dengan menggunakan bahasa pemrograman html, php, dan JavaScript. Database yang digunakan adalah MySql, sedangkan Google Maps dimanfaatkan sebagai peta untuk penempatan lokasi rumah susun yang disertai informasi perkiraan jarak. Dalam Perancangan sistem ini akan digunakan beberapa diagram UML (Unified Modelling Language) untuk memvisualisasikan atau menspesifikasikan mekanisme kerja sistem. Adapun diagram UML yang penulis gunakan seperti use case diagram, class diagram, activity diagram, dan sequence diagram. III.3.1. Desain Sistem Global Pada perancangan sistem ini terdiri dari tahap perancangan yaitu : 1. Perancangan Use Case Diagram 2. Perancangan Class Diagram 3. Perancangan Activity Diagram 4. Perancangan Sequence Diagram 5. Perancangan Database 6. Perancangan Tampilan

45 III.3.2. Use Case Diagram Dalam penyusunan suatu program diperlukan suatu model data yang berbentuk diagram yang dapat menjelaskan suatu alur proses sistem yang akan dibangun. Berikut merupakan gambaran sistem informasi lokasi rumah susun yang penulis rancang dengan use case diagram. <<include>> Logout <<include>> Manage Data Kecamatan Login About Us <<include>> <<include>> <<include>> Manage Data Desa Manage Data Rusun <<extend>> <<extend>> Home Admin Map Ubah Password <<include>> <<extend>> Cari Lokasi Rusun <<include>> Map Visitor Home About Us Gambar III.3. Use Case Diagram Penerapan Haversine pada Aplikasi Informasi Lokasi dan Pencarian Rumah Susun Berdasarkan gambar III.3, actor pertama sebagai admin harus melakukan aktivitas login terlebih dahulu untuk dapat melakukan pengelolaan data kecamatan, data desa, data lokasi rumah susun, serta melakukaan perubahan password. Sedangkan actor kedua sebagai visitor atau pengunjung dapat melakukan aktivitas melihat tampilan utama (Home) pada sistem, menampilkan informasi dan

46 perkiraan jarak lokasi rumah susun pada peta, dan melihat informasi tentang website rumah susun atau About Us. III.3.3. Class Diagram Class diagram merupakan hubungan antar kelas dan penjelasan detail tiap-tiap kelas didalam model desain dari suatu sistem, juga memperlihatkan aturan-aturan dan tanggung jawab entitas yang menentukan perilaku sistem. Class menggambarkan keadaan (atribut/properti) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metode/fungsi). Bentuk class diagram dari sistem yang akan dibangun dapat dilihat pada Gambar III.4 berikut : Data Rusun -kdrusun -nm_usun -alamat -kd_kecam -kd_desa -jenis -r_lingkup -status -gambar -ket -lat -lng +Tambah() +Edit() +Hapus() +Batal() 0..* 0..* 1 Kecamatan -kd_kecam -nm_kecam +Tambah() +Edit() +Hapus() +Batal() 1 1 Desa/Kelurahan -kd_desa -nm_desa -kd_kecam +Tambah() +Edit() +Hapus() +Batal() 1 1..* Gambar III.4. Class Diagram Penerapan Haversine pada Aplikasi Informasi Lokasi dan Pencarian Rumah Susun

47 III.3.4. Acitvity Diagram Activity Diagram menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, keputusan yang mungkin terjadi dan bagaimana mereka berakhir. 1. Activity Diagram Login Berikut adalah activity diagram login yang menggambarkan aktivitas admin pada saat akan masuk kedalam sistem, seperti pada gambar III.5 berikut : Login Admin Aplikasi Database Pilih Menu Login Form Login Input Username dan Password Klik Login Valid Enable Database Invalid Klik Ok Pesan Kesalahan Halaman Utama Admin (Home) Gambar III.5. Acitvity Diagram Login Sistem

48 2. Activity Diagram Data Kecamatan Berikut adalah activity diagram kecamatan yang menggambarkan aktivitas admin pada saat akan mengelola data kecamatan, seperti pada gambar III.6 berikut : Data Kecamatan Admin Aplikasi Database Pilih Menu Kecamatan Form Data Kecamatan Input Data Kecamatan Tambah Tambah Tidak Klik Tambah Data ditambah Ubah Data Kecamatan Edit Tidak Edit Klik Tambah Data diubah Klik Hapus Hapus Hapus Tidak Konfirmasi Penghapusan Klik Ok Ya Tidak Data dihapus Form Data Kecamatan Gambar III.6. Activity Diagram Kecamatan

49 3. Activity Diagram Data Desa Berikut adalah activity diagram desa yang menggambarkan aktivitas admin pada saat akan mengelola data desa, seperti pada gambar III.7 berikut : Data Desa Admin Aplikasi Database Pilih Menu Desa Form Data Desa Input Data Desa Tambah Tambah Tidak Klik Tambah Data ditambah Ubah Data Desa Edit Edit Tidak Klik Tambah Data diubah Klik Hapus Hapus Hapus Tidak Konfirmasi Penghapusan Klik Ok Ya Tidak Data dihapus Form Data Desa Gambar III.7. Activity Diagram Desa

50 4. Activity Diagram Data Rumah Susun Berikut adalah activity diagram data rumah susun yang menggambarkan aktivitas admin pada saat akan mengelola data lokasi rumah susun, seperti pada gambar III.8 berikut : Data Rumah Susun Admin Aplikasi Database Pilih Menu Rusun Form Data Rusun Input Data Rusun Tambah Tambah Tidak Klik Tambah Data ditambah Ubah Data Rusun Edit Edit Tidak Klik Tambah Data diubah Klik Hapus Hapus Hapus Tidak Konfirmasi Penghapusan Klik Ok Ya Tidak Data dihapus Form Data Rusun Gambar III.8. Activity Diagram Data Rumah Susun

51 5. Activity Diagram Ganti Password Berikut adalah activity diagram ganti password yang menggambarkan aktivitas admin pada saat akan mengubah password admin, seperti pada gambar III.9 berikut : Ubah Password Admin Aplikasi Database Pilih Menu Password Tabel Data Admin Klik Ubah Form Ubah Password Input Data Ubah Password Klik Simpan Ya Data password diubah Klik Batal Tidak Tabel Data Admin Gambar III.9. Activity Diagram Ganti Password 6. Activity Diagram Logout Berikut adalah activity diagram Logout yang menggambarkan aktivitas admin pada saat akan keluar dari sistem, seperti pada gambar III.10 berikut :

52 Logout Admin Sistem Pilih Menu Logout Konfirmasi Keluar Klik Ok Keluar Keluar Tidak Disabled Halaman Admin Home (Visitor) Gambar III.10. Activity Diagram Logout 7. Activity Diagram Melihat Aplikasi Berikut adalah activity diagram melihat aplikasi yang menggambarkan aktivitas visitor atau pengunjung pada saat mengakses aplikasi web, seperti pada gambar III.11 berikut : Melihat Aplikasi Web Visitor Sistem Akses Aplikasi Tampil Halaman Utama Home Map About Us Login a Gambar III.11. Activity Diagram melihat aplikasi

53 8. Activity Diagram Pencarian Rumah Susun Berikut adalah activity diagram pencarian rumah susun yang menggambarkan aktivitas visitor atau pengunjung untuk melakukan pencarian informasi rumah susun dan menampilkan jaraknya, seperti pada gambar III.12 berikut : Pencarian Rumah Susun (Map) Visitor Sistem Pilih Menu Map Halaman Map Tampil Lokasi Rusun Cari Lokasi Terdekat Klik Tampil Lokasi Rusun Buka Tidak Buka Menampilkan Lokasi Tidak Klik Cari Lokasi Terdekat Form Lokasi Terdekat Input lokasi dan radius Klik Search Menampilkan Lokasi Terdekat Halaman Map Gambar III.12. Activity Diagram Pencarian Rumah Susun

54 III.3.5. Sequence Diagram Sequence diagram menggambarkan perilaku pada sebuah skenario, diagram ini menunjukkan sejumlah contoh objek dan message (pesan) yang diletakkan diantara objek-objek ini di dalam use case, berikut gambar sequence diagram : 1. Sequence Diagram Login admin Sequence Diagram Login menggambarkan serangkaian kinerja sistem login yang dilakukan oleh admin dimulai dari akses aplikasi web, lalu admin memilih menu login untuk memasukkan username dan password, apabila valid maka sistem akan mengaktifkan menu admin, sedangkan jika tidak valid maka akan kembali ke form login. Admin Menu Utama Form Login Proses Login Tabel Admin Menu Utama (Admin) Akses Halaman ( ) Menu ( ) Klik Menu Login ( ) Input Username dan Password ( ) Batal () Connection Database ( ) Verifikasi Login ( ) Login Valid ( ) Login Invalid ( ) Gambar III.13. Sequence Diagram Login Admin 2. Sequence Diagram Data Kecamatan Sequence Diagram data kecamatan menggambarkan admin dengan aplikasi web dan database dalam melakukan pengolahan data kecamatan.

55 Admin Menu Utama Form Data Kecamatan Proses Tabel Kecamatan Akses Halaman ( ) Menu ( ) Klik Menu Kecamatan ( ) Tambah Data ( ) Connection Database () Batal ( ) Edit Data ( ) Connection Database () Batal ( ) Hapus Data ( ) Connection Database () Batal ( ) Close Form ( ) Gambar III.14. Sequence Diagram Data Kecamatan 3. Sequence Diagram Data Desa Sequence Diagram data desa menggambarkan admin dengan aplikasi web dan database dalam melakukan pengolahan data desa. Admin Menu Utama Form Data Desa Proses Tabel Desa Tabel Kecamatan Akses Halaman ( ) Menu ( ) Klik Menu Desa ( ) Tambah Data ( ) Connection Database () Join () Batal ( ) Edit Data ( ) Connection Database () Join () Batal ( ) Hapus Data ( ) Connection Database () Join () Batal ( ) Close Form ( ) Gambar III.15. Sequence Diagram Data Desa 4. Sequence Diagram Data Rumah Susun Sequence Diagram data rumah susun menggambarkan admin dengan aplikasi web dan database dalam melakukan pengolahan data lokasi rumah susun.

56 Admin Menu Utama Form Data Rusun Proses Tabel Rusun Tabel Desa Tabel Kecamatan Akses Halaman ( ) Menu ( ) Klik Menu Rusun ( ) Tambah Data ( ) Connection Database () Join () Join () Batal ( ) Edit Data ( ) Connection Database () Join () Join () Batal ( ) Hapus Data ( ) Connection Database () Join () Join () Batal ( ) Close Form ( ) Gambar III.16. Sequence Diagram Data Rumah Susun 5. Sequence Diagram Ganti Password Sequence Diagram Ganti Password menggambarkan admin dengan aplikasi web dan database dalam melakukan perubahan password. Admin Menu Utama Form Data Admin Form Ubah Password Proses Tabel Admin Akses Halaman ( ) Menu ( ) Klik Menu Password ( ) Klik Ubah ( ) Data Password Baru () Connection Database () Batal ( ) Gambar III.17. Sequence Diagram Ganti Password 6. Sequence Diagram Halaman Map Sequence Diagram Halaman Map menggambarkan visitor dengan sistem untuk melihat informasi dan lokasi terdekat rumah susun.

57 Visitor Menu Utama Form Map Proses Tabel Rusun Akses Halaman ( ) Menu ( ) Click Menu Map ( ) Pilih Tampilkan Lokasi Rusun () Connection Database () Informasi Lokasi ( ) Gambar III.18. Sequence Diagram Tampil Lokasi Rusun Visitor Menu Utama Form Map Form Info Lokasi Proses Tabel Rusun Akses Halaman ( ) Menu ( ) Pilih Tampilkan Lokasi Rusun () Click Menu Map ( ) Pilih Cari Lokasi Terdekat () Input Lokasi dan Radius () Connection Database () Informasi Lokasi ( ) Gambar III.19. Sequence Diagram Cari Lokasi Terdekat III.4. Perancangan Database Database merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Untuk merancang database secara konseptual tentunya diperlukan alat bantu, baik untuk menggambarkan keterhubungan antar data maupun pengoptimalan rancangan database.

58 Untuk mendukung proses pembentukan database tersebut, ada beberapa peralatan yang digunakan seperti kamus data, design tabel, E-R Diagram dan Normalisasi. III.4.1 Kamus Data Kamus data merupakan kumpulan elemen-elemen atau simbol-simbol yang digunakan untuk membantu dalam penggambaran atau pengidentifikasian setiap field atau file didalam sistem. Kamus data berfungsi antara lain untuk menjelaskan arti aliran data dan penyimpanan data, mendeskripsikan komposisi paket data yang bergerak melalui aliran data dan menjelaskan spesifikasi nilai dan satuan yang relevan dengan data. Berikut adalah kamus data dari penerapan haversine pada aplikasi informasi dan lokasi rumah susun : 1. Admin = pengguna + sandi 2. Kecamatan = kd_kecam + nm_kecam 3. Desa = kd_desa + nm_desa + kd_kecam 4. Data Rusun = kdrusun + nm_rusun + alamat + kd_kecam + kd_desa + jenis + r_lingkup + status + gambar + ket + lat + lng III.4.2 Design Tabel Perancangan struktur database adalah untuk menentukan file database yang digunakan seperti field, tipe data, ukuran data. Sistem ini dirancang dengan menggunakan database MySql. Adapun rancangan tabel database yang dirancang pada aplikasi web ini adalah sebagai berikut :

59 1. Tabel Admin Nama Database : dbrusun Nama Tabel : admin Primary Key (*) : pengguna Tabel III.1. Tabel Admin Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan *pengguna Varchar 30 Username sandi Varchar 30 Password 2. Tabel Kecamatan Nama Database : dbrusun Nama Tabel : kecamatan Primary Key (*) : kd_kecam Tabel III.2. Tabel Kecamatan Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan *kd_kecam char 8 Kode Kecamatan nm_kecam Varchar 30 Nama Kecamatan 3. Tabel Desa Nama Database : dbrusun Nama Tabel : desa Primary Key (*) : kd_desa Foreign Key (**) : kd_kecam

60 Tabel III.3. Tabel Desa Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan *kd_desa char 8 Kode Desa nm_desa varchar 30 Nama Desa **kd_kecam char 8 Kode Kecamatan 4. Tabel Data Rusun Nama Database : dbrusun Nama Tabel : datarusun Primary Key (*) : kdrusun Foreign Key (**) : kd_kecam dan kd_desa Tabel III.4. Tabel Data Rusun Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan *kdrusun char 8 Kode Rusun nm_rusun varchar 35 Nama Rusun alamat varchar 100 Alamat Rusun **kd_kecam char 8 Kode Kecamatan **kd_desa char 8 Kode Desa jenis varchar 35 Jenis r_lingkup varchar 40 Ruang Lingkup status varchar 30 Status gambar mediumblob - Gambar ket text - Keterangan lat float 10,6 Latitude lng float 10,6 Longtitude III.4.3 Normalisasi Normalisasi database merupakan suatu pendekatan sistematis untuk meminimalkan redudansi data pada suatu database agar database tersebut dapat bekerja dengan optimal. Normalisasi merupakan teknik analisis data yang

61 mengorganisasikan atribut-atribut dengan cara mengelompokkan sehingga terbentuk entitas yang non-redudant, stabil, dan fleksibel. Berikut ini adalah proses normalisasi tabel database perancangan aplikasi web rumah susun : 1. Normalisasi Tahap Pertama Pada tahap ini, dibentuk tabel-tabel yang menampung data yang ada dan dikelompokkan berdasarkan suatu karakteristik tertentu. a. Tabel Admin Tabel III.5. Normalisasi Pertama Tabel Admin Pengguna sandi b. Tabel Kecamatan Tabel III.6. Normalisasi Pertama Tabel Kecamatan kd_kecam nm_kecam c. Tabel Desa Tabel III.7. Normalisasi Pertama Tabel Desa kd_desa nm_desa kd_kecam d. Tabel Data Rusun Tabel III.8. Normalisasi Pertama Tabel Data Rusun kdrusun nm_rusun alamat kd_kecam kd_desa jenis r_lingkup status gambar ket lat lng

62 2. Normalisasi Tahap Kedua Pada tahap ini, dilakukan penentuan field kunci dari masing-masing tabel, kunci tersebut akan mewakili tabel. a. Tabel Admin Tabel III.9. Normalisasi Kedua Tabel Admin [Pengguna*] sandi b. Tabel Kecamatan Tabel III.10. Normalisasi Kedua Tabel Kecamatan [kd_kecam*] nm_kecam c. Tabel Desa Tabel III.11. Normalisasi Kedua Tabel Desa [kd_desa*] nm_desa kd_kecam d. Tabel Data Rusun Tabel III.12. Normalisasi Kedua Tabel Data Rusun [kdrusun*] nm_rusun alamat kd_kecam kd_desa jenis r_lingkup status gambar ket lat lng 3. Normalisasi Tahap Ketiga Pada tahap ini, dilakukan penentuan relasi antar tabel, sehingga akan ditemukan adanya field kunci sekunder pada tabel-tabel tertentu.

63 a. Tabel Admin Tabel III.13. Normalisasi Ketiga Tabel Admin [Pengguna*] sandi b. Tabel Kecamatan Tabel III.14. Normalisasi Ketiga Tabel Kecamatan [kd_kecam*] nm_kecam c. Tabel Desa Tabel III.15. Normalisasi Ketiga Tabel Desa [kd_desa*] nm_desa [kd_kecam**] d. Tabel Data Rusun Tabel III.16. Normalisasi Ketiga Tabel Data Rusun [kdrusun*] nm_rusun alamat [kd_kecam**] [kd_desa**] jenis r_lingkup status gambar ket lat lng III.4.4. E-R (Entity Relationship) Diagram Setelah merancang database maka dapat dibuatkan relasi antar tabel sebagai kebutuhan data. Relasi ini menggambarkan hubungan antara satu tabel dengan tabel yang lain. Apakah hubungan satu dengan satu, satu dengan banyak dan banyak dengan banyak. Adapun relasi antar tabel dapat ditunjukkan pada gambar III.20.

64 Sandi Pengguna admin 1 olah data kd_desa kd_kecam m kdrusun nm_rusun alamat datarusun r_lingkup status gambar kd_desa jenis lat m ket lng kd_kecam nm_desa desa m memiliki m kecamatan kd_kecam nm_kecam Gambar III.20. ERD Penerapan Haversine pada Aplikasi Informasi Lokasi dan Pencarian Rumah Susun III.5. Perancangan Tampilan Pada tahap ini adalah tahap perancangan tampilan (User Interface) yang akan dibangun, yaitu tahap rancangan tampilan secara keseluruhan. III.5.1. Rancangan Output Perancangan tampilan output berisikan pemilihan menu dan hasil pencarian lokasi rumah susun. Adapun rancangan output dari sistem yang akan dibangun adalah sebagai berikut : 1. Tampilan Utama Pada tampilan utama ini terdapat empat menu yaitu home, map, about us, dan login. Seperti pada gambar dibawah ini :

65 Gambar III.21. Tampilan Utama pada Aplikasi Web 2. Peta (Map) Menu map adalah menu yang akan menampilkan form peta, untuk pencarian informasi lokasi rumah susun di kota Medan. Gambar III.22. Tampilan Map atau Peta pada Aplikasi Web 3. Tentang Rusun (About Us) Menu About Us adalah form yang akan menjelaskan informasi tentang web rumah susun dan perancang.

66 Gambar III.23. Tampilan About Us pada Aplikasi Web III.5.2. Rancangan Input Berikut ini adalah tampilan input yang akan penulis rancang untuk aplikasi web informasi lokasi dan pencarian rumah susun di kota Medan : 1. Form Login Pada tampilan Form Login yang menjadi inputan adalah Username dan Password, seperti gambar dibawah ini : Gambar III.24. Tampilan Login Admin pada Aplikasi Web 2. Form Input Data Kecamatan Pada tampilan Form Input Data Kecamatan yang menjadi inputan adalah kode kecamatan dan nama kecamatan, seperti gambar III.25 berikut.

67 Gambar III.25. Tampilan Form Input Data Kecamatan 3. Form Input Data Desa Pada tampilan Form Input Data Desa yang menjadi inputan adalah kode desa, nama desa dan kode kecamatan, seperti gambar dibawah ini : Gambar III.26. Tampilan Form Input Data Desa 4. Form Input Lokasi Rusun Pada tampilan Form Input Lokasi Rusun yang menjadi inputan adalah titik koordinat rusun, kode rusun, alamat, desa, kecamatan, ruang lingkup, jenis, status dan rincian lainya seperti gambar III.27 berikut ini :

68 Gambar III.27. Tampilan Form Input Data Rusun 5. Form Ubah Password Form ubah password berfungsi untuk mengubah password admin. Pengubahan password akan dilakukan oleh administaror. Tampilan dari form ubah password ada pada gambar III.28 berikut : Gambar III.28. Tampilan Form Ubah Pasword Admin