RANCANG BANGUN RANGKAIAN TIMER OTOMATIS PESAWAT ATWOOD

dokumen-dokumen yang mirip
RANCANG BANGUN ALAT PERCOBAAN MOMEN INERSIA DENGAN MENGGUNAKAN TIMER OTOMATIS

PENENTUAN PERCEPATAN GRAVITASI PADA PERCOBAAN GERAK JATUH BEBAS DENGAN MEMANFAATKAN RANGKAIAN RELAI

RANCANG BANGUN ALAT UKUR PERCEPATAN GRAVITASI BUMI MENGGUNAKAN METODE AYUNAN MATEMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51

I. PENDAHULUAN. Kerja Siswa (LKS) sangat diperlukan untuk mengefektifkan kegiatan. pembelajaran. Media yang efektif hendaknya mampu meningkatkan

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR 1 PESAWAT ATWOOD NAMA : GIA.I.T.HENGKENG NIM : KELAS : 1B

ANALISIS KUAT TEKAN BETON TANPA TULANGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE UJI TAK RUSAK BERDASARKAN KECEPATAN GELOMBANG SONIK

II. TINJAUAN PUSTAKA. perantara atau pengantar ini, menurut Bovee dalam Asyhar (2011: 4),

PENENTUAN SIFAT LISTRIK AIR PADA WADAH ALUMINIUM DAN BESI BERDASARKAN PENGARUH RADIASI MATAHARI

RANCANG BANGUN ALAT UKUR WAKTU PADA PERCOBAAN VISKOSIMETER STOKES BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51

1. Tujuan 1. Mempelajari hukum Newton. 2. Menentukan momen inersia katrol pesawat Atwood.

RANCANG BANGUN SISTEM ALARM GEMPA BUMI BERBASIS MIKROKONTROLER AVR ATmega 16 MENGGUNAKAN SENSOR PIEZOELEKTRIK

PENENTUAN KADAR AIR UBI KAYU MENGGUNAKAN PLAT KAPASITOR SEJAJAR. Rizki Amelia*, Maksi Ginting, Sugianto

ANALISA PENGARUH INTI KOIL TERHADAP MEDAN MAGNETIK DAN MUATAN PADA KAPASITOR DALAM RANGKAIAN SERI LC. Sri Wahyuni *, Erwin, Salomo

PENGEMBANGAN ALAT GERAK JATUH BEBAS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KONSEP GERAK JATUH BEBAS

SISTEM SORTING BARANG BERDASARKAN KETINGGIAN BARANG MENGGUNAKAN SENSOR CAHAYA BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

PENENTUAN NILAI PERCEPATAN GRAVITASI BUMI (g) PADA PERCOBAAN AYUNAN MATEMATIS MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN BORLAND DELPHI 7.

BAB IV HASIL, PENGUJIAN DAN ANALISIS. Pengujian diperlukan untuk melihat dan menilai kualitas dari sistem. Hal ini

Pengembangan Sistem Mekatronika Pemindah dan Penyusun Barang tanpa Sensor Berbasis Mikrokontroller AT89S51

AUTOMATISASI KALIBRASI SENSOR SUHU PTC DAN NTC MEMPERGUNAKAN SUMBER TEGANGAN TERPROGRAM DAC7611

PENGEMBANGAN ALAT EKSPERIMEN PENENTUAN PERCEPATAN GRAVITASI BUMI BERDASARKAN TEORI BIDANG MIRING BERBASIS MICROCOMPUTER BASED LABORATOY (MBL)

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 10. PESAWAT SEDERHANALatihan Soal 10.2

BAB III PERANCANGAN PROTOTIPE

ANALISA PENGARUH INTI KOIL TERHADAP MEDAN MAGNETIK DAN MUATAN PADA KAPASITOR DALAM RANGKAIAN SERI LC

1. Latar Belakang Masalah

Tugas Akhir Untuk memenuhi persyaratan mencapai pendidikan Diploma III (D III) Disusun oleh : QODARUDIN ROBBANI J0D004047

POSITRON, Vol. VI, No. 1 (2016), Hal ISSN :

Pengaruh Panjang Tali Pada Bandul Matematis Terhadap Hasil Perhitungan Percepatan Gravitasi Bumi ARTIKEL. Oleh: Yunus Erdamansyah NIM

RANCANG BANGUN OTOMASI SISTEM PENGISIAN DAN PENGONTROLAN SUHU AIR HANGAT PADA BATHTUB MENGGUNAKAN DETEKTOR FASA. Tugas Akhir

RANCANG BANGUN OTOMASI SISTEM PENGONTROLAN INTENSITAS PENERANGAN LAMPU PIJAR MENGGUNAKAN PENGATURAN FASA SILICON CONTROLLED RECTIFIER (SCR)

Gambar 4.1. Pengujian Timer

PENENTUAN BESAR ENERGI LISTRIK AKI DENGAN MEMVARIASIKAN JUMLAH AIR SULING (H 2 O) DAN ASAM SULFAT (H 2 SO 4 )

PEMBUATAN ALAT PERAGA PENDIDIKAN FISIKA SUB MATERI GERAK JATUH BEBAS BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO

SISTEM PENGENDALI DAN PENGHITUNG WAKTU PADA DRAG RACE DENGAN MIKROKONTROLER AT89S51

RANCANG BANGUN PROTOTYPE ALAT PEMOTONG KERUPUK BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR 1 ALAT PENGUKUR PERCEPATAN GRAVITASI PADA GERAK JATUH BEBAS

PENGEMBANGAN SENSOR MAGNETIK MAGNETORESISTIF (MR) UNTUK APLIKASI KOMPAS ELEKTRONIK

HUKUM OHM. 1. STANDAR KOMPETENSI. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan seharihari.

DISPLAY ALAT UKUR VISKOSITAS PADA PERCOBAAN VISKOSIMETER STOKES DENGAN PEMROGRAMAN BORLAND DELPHI 7.0. Tugas Akhir

Perlengkapan Pengendali Mesin Listrik

PREDIKSI UAS 1 FISIKA KELAS X TAHUN 2013/ Besaran-besaran berikut yang merupakan besaran pokok adalah a. Panjang, lebar,luas,volume

PENENTUAN DISTRIBUSI INDUKSI MAGNETIK YANG DITIMBULKAN OLEH BERBAGAI JENIS TELEPON SELULER DENGAN MENGGUNAKAN PROBE MAGNETIK PASCO

SELF-STABILIZING 2-AXIS MENGGUNAKAN ACCELEROMETER ADXL345 BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8

BAB I PENDAHULUAN. Manusia memiliki kemampuan berpikir yang terus berkembang. Seiring

RANCANG BANGUN SISTEM PENGONTROL FREKUENSI GETARAN MENGGUNAKAN SERAT OPTIK

RANCANG BANGUN SISTEM PRINT OUT NOMOR ANTRIAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AT89S51

Rancang Bangun Alat Ukur Getaran Mesin Sepeda Motor Menggunakan Sensor Serat Optik

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Rancang Bangun Alat Ukur Kadar Air Agregat Halus Berbasis Mikrokontroler ATmega8535 dengan Metode Kapasitif untuk Pengujian Material Dasar Beton

PERANCANGAN INSTRUMENTASI PENGUKUR WAKTU DAN KECEPATAN MENGUNAKAN DT-SENSE INFRARED PROXIMITY DETECTOR UNTUK PEMBELAJARAN GERAK LURUS BERATURAN

Fisika Dasar. Dinamika Partikel. Siti Nur Chotimah, S. Si, M. T. Modul ke: Fakultas Teknik

ANALISIS PENGGERAK PADA SISTEM PENGAMAN PINTU BER-PASSWORD

PERANCANGAN ALAT PENGATUR TEMPERATUR AIR PADA SHOWER MENGGUNAKAN KONTROL SUKSESSIVE BERBASIS MIKROKONTROLER

Prosid i ng SNATIF K e - 4 Tahun ISBN:

Kumpulan Soal UN Materi Hukum Newton

PEMBUATAN SET EKSPERIMEN GERAK JATUH BEBAS BERBASIS MIKROKONTROLER DENGAN TAMPILAN PC

BAB 1 PENDAHULUAN. Alat ukur adalah sesuatu alat yang berfungsi memberikan batasan nilai atau harga

ANALISIS RUGI- RUGI DAYA PADA PENGHANTAR SALURAN TRANSMISI TEGANGAN TINGGI 150 KV DARI GARDU INDUK KOTO PANJANG KE GARDU INDUK GARUDA SAKTI PEKANBARU

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Nama : Timbangan Bayi. 2. Jenis : Timbangan Bayi Digital. 4. Display : LCD Character 16x2. 5. Dimensi : 30cmx20cmx7cm

JURNAL PRAKTIKUM GERAK LURUS BERATURAN DAN GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN ANGGI YUNIAR PUTRI KELOMPOK IF2B

A. Tujuan. 1. Mempelajari hukum Newton. 2. Menentukan momen inersia katrol pesawat Atwood.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

RANCANG BANGUN ALAT UKUR KECEPATAN PUTAR MOTOR DENGAN MIKROKONTROLER AT89S51 DAN ANTARMUKA SERIAL KOMPUTER TUGAS AKHIR

PENGEMBANGAN EKSPERIMEN FISIKA BERBASIS KOMPUTER

Pengukuran Waktu Tunda (Time Delay) pada Dua Sinyal dengan Cross Correlation Function (CCF)

RANCANG BANGUN SISTEM KEAMANAN PADA KANDANG SAPI MENGGUNAKAN SENSOR LDR BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR

SISTEM OTOMATISASI KRAN PENCUCI TANGAN

LEMBAR KERJA MAHASISWA FISIKA SEKOLAH II

PEMBUATAN DAN PENGUJIAN ALAT UNTUK MENENTUKAN KONDUKTIVITAS PLAT SENG, MULTIROOF DAN ASBES

PENGUKURAN INDUKSI MAGNETIK TOTAL DAN IDENTIFIKASI KANDUNGAN ELEMEN ENDAPAN PASIR BESI DI PANTAI BAGIAN SELATAN KOTA PADANG SUMATERA BARAT

ALAT PENDETEKSI TINGGI PERMUKAAN AIR SECARA OTOMATIS PADA BAK PENAMPUNGAN AIR MENGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK BERBASIS MIKROKONTROLER

RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL TEMPERATUR BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 PADA RUANG PENGERING

Alat Ukur Massa Menggunakan Flexiforce Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535

Gaya Angkat dan Perbedaan Tekanan di Dalam dan Luar Apollo Koran

RANCANG BANGUN ALAT UKUR TINGGI DAN BERAT BADAN BAYI BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8535 DENGAN SENSOR FOTOTRANSISTOR

TIMER DAN COUNTER. ERI SETIADI NUGRAHA, S.Pd. 2012

RANCANG BANGUN PENGENDALI MOTOR STEPPER UNTUK DETEKSI JUMLAH OBYEK PUTAR DENGAN MENGGUNAKAN KOMPUTER

Pengembangan Pesawat Atwood Berbasis Sensor LDR (Light Dependent Resistor) sebagai Alat Peraga GLB Dan GLBB

PEMBUATAN SET EKSPERIMEN GERAK PARABOLA DIGITAL BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA328 UNTUK MENGUKUR PARAMETER GERAK.

Rancang Bangun Sistem Aeroponik Secara Otomatis Berbasis Mikrokontroler

BAB 3 PERANCANGAN. Skema sistem lup tertutup dari alat yang dirancang digambarkan pada Gambar 3.1.

PEMBUATAN ALAT UKUR KUAT MEDAN MAGNET INDUKSI BERBASIS KOMPUTER. Elni Gusrini *1, Lazuardi U 2, Rahmondia N.Setiadi 2.

RANCANG BANGUN ALAT PENCAMPURAN MINUMAN RINGAN BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51

BAB IV HASIL AKHIR DAN PENGUJIAN

RANCANG BANGUN ALAT UJI KEBOCORAN PADA BOTOL AIR MINERAL BERBASIS MIKROKONTROLER

PEMBUATAN ALAT PENENTUAN PERCEPATAN GRAVITASI BUMI MENGGUNAKAN METODE PENDULUM BERBASIS SENSOR CAHAYA LDR.

PRAKTIKUM FISIKA DASAR GERAK JATUH BEBAS (PERCOBAAN ME2)

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA MENENTUKAN KOEFISIEN GESEK STATIS (FT-)

Aplikasi Gerbang Logika untuk Pembuatan Prototipe Penjemur Ikan Otomatis Vivi Oktavia a, Boni P. Lapanporo a*, Andi Ihwan a

LAPORAN PRAKTIKUM GERAK PADA BIDANG MIRING. (Disusun Guna Memenuhi Salah Satu Tugas Fisika Dasar I) Dosen Pengampu : Drs.Suyoso, M.Si.

Jurnal Coding Sistem Komputer Untan Volume 05, No.2 (2017), hal ISSN : X

Kenapa begini? Kenapa bola berperilaku seperti itu? Kenapa suatu benda dapat bergerak? Sebuah benda akan terus diam jika tidak ada gaya yang bekerja p

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR I PENGUKURAN KONSTANTA PEGAS DENGAN METODE PEGAS DINAMIK

Rancang Bangun Intrumentasi Pengukur Kecepatan Arus Air Berdasarkan Sistem Kerja Baling-Baling

PERANCANGAN DAN PENERAPAN SENSOR KUMPARAN UNTUK PERCOBAAN VISKOSITAS DENGAN METODE BOLA JATUH

BAB I PENDAHULUAN. yang berasal dari lingkungan atau benda diluar sistem sensor. Input rangsangan

RANCANG BANGUN SISTEM ELEKTROMEKANIK PADA OTOMASI ALAT PENCAMPUR CAT MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR

PEMANFAATAN ENERGI SURYA UNTUK MEMANASKAN AIR MENGGUNAKAN KOLEKTOR PARABOLA MEMAKAI CERMIN SEBAGAI REFLEKTOR

PERANGKAT LUNAK SISTEM PEMOTONG KERTAS BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 DENGAN BORLAND DELPHI 7

Rancang Bangun Teslameter Dengan Metode Induksi

Transkripsi:

RANCANG BANGUN RANGKAIAN TIMER OTOMATIS PESAWAT ATWOOD Dema Siska Afrilla, Walfed Tambunan, Sugianto Mahasiswa Program Studi S1 Fisika Bidang Fisika Eksperimen Jurusan Fisika Bidang Fisika Lingkungan Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau Kampus Bina Widya Pekanbaru, 28293, Indonesia demasiska@gmail.com ABSTRACT A research has been conducted on designing of an automatic atwood experiment using an automatic timer. The automatic timer consisted of 3 important components, four relays, a stopwatch, and an accelerometer. This automatic timer was used to determine the duration time of the weight falling from a certain height. Testing of the timer was performed on the atwood machine with mass m 1 0,2 kg and m 2 0,22 kg. This experiment was done at heights of 0,3 m, 0,4 m, 0,5 m, 0,6 m, 0,7 m, and 0,8 m, respectively. The experiment results were compared to the results of the same experiment but using a stopwatch instead of the automatic timer. Both of the experiments, using the automatic timer and the stopwatch are compared to the theoretical calculation. The results showed that the error percentage using the automatic timer ranged from 1,95 % - 4,34 % while the error percentage using stopwatch ranged from 5,96% to 12,88%, respectively. It showed that the result using the automatic timer gave lower percentage of error than the result using the stopwatch. Keywords: Automatic Timer, Atwood Machine, Accelerometer ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang rancang bangun rangkaian timer otomatis pesawat Atwood. Alat timer otomatis yang dibuat terdiri dari tiga komponen penting yaitu empat buah relay, stopwatch, dan sensor getar. Alat penghitung waktu otomatis ini digunakan untuk menentukan lamanya beban jatuh dari ketinggian tertentu sampai ke landasan. Pengujian alat ini dilakukan pada beban bermassa m 1 dan m 2 sebesar 0,2 kg dan 0,22 kg yang diuji pada ketinggian 0,3 m, 0,4 m, 0,5 m, 0,6 m, 0,7 m, dan 0,8 m dari landasan. Sebagai pembanding keakuratan alat ini, dilakukan pengukuran lamanya beban jatuh dengan menggunakan stopwatch secara manual. Hasil pengukuran yang menggunakan timer otomatis dan manual dengan stopwatch dibandingkan dengan teori dan diperoleh persentase kesalahan pengamatan secara otomatis terhadap teori berkisar antara 1,95 % sampai 4,34 %, sedangkan pengamatan yang dilakukan secara manual menghasilkan persentase kesalahan berkisar antara 5,96 % sampai 12,88 %. Hal ini menunjukkan bahwa pengamatan dengan menggunakan timer otomatis memiliki 1

pesentasi kesalahan lebih kecil daripada pengamatan dengan menggunakan stopwatch secara manual. Kata Kunci: Timer Otomatis, Pesawat Atwood, Sensor getar PENDAHULUAN Mesin Pesawat Atwood merupakan suatu alat fisika yang mulai dikembangkan pada abad ke delapan belas untuk mengukur percepatan gravitasi yang bekerja berdasarkan prinsip Hukum Newton. Alat ini terdiri dari dua sistem beban yang mula-mula diam diikatkan pada tali ringan yang melalui sebuah katrol licin (Tipler, 2001). Pada pengoperasian alat ini, yang dihitung adalah waktu yang dibutuhkan oleh suatu beban yang bergerak dengan kecepatan awalnya sama dengan nol sampai beban tersebut berhenti bergerak. Waktu yang diamati dihitung menggunakan alat yaitu stopwatch, dimana penggunaannya masih secara manual. Penggunaan suatu alat secara manual dinilai sudah umum, sangat sederhana, dan hasil yang diperoleh kurang akurat. Demikian juga pada pengoperasian pesawat Atwood data yang diperoleh secara manual mempunyai perbedaan persentase yang tinggi terhadap teori. Hal ini disebabkan ketika melakukan pengambilan data secara manual dalam pengaktifan dan penon-aktifan stopwatch tidak bertepatan dengan beban mulai bergerak dan beban berhenti bergerak, dengan kata lain terdapat selisih waktu yang terhitung oleh stopwatch antara pengaktifannya dengan beban yang akan bergerak dan penon-aktifan stopwatch terhadap beban ketika berhenti bergerak. Selain itu, alat manual merupakan teknologi lama yang penggunaannya rumit, karena dibutuhkan ketelitian yang tinggi bagi penggunanya saat pengoperasian alat tersebut. Pada pengoperasian mesin pesawat Atwood dibutuhkan ketelitian antara pengaktifan stopwatch dengan menjatuhkan beban dan penon-aktifan stopwatch saat beban berhenti bergerak, apabila terdapat selisih baik antara pengaktifan stopwatch dengan menjatuhkan beban maupun penonaktifan stopwatch pada saat beban berhenti bergerak maka data yang diperoleh tidak akurat. Griffith (1995), telah berhasil membuat suatu alat yang dapat dengan mudah menghitung waktu benda jatuh dari ketinggian tertentu dengan menggunakan alat yang disebut Free Fall Timer. Berdasarkan hal tersebut, dapat dirancang suatu sistem otomatisasi yang dapat digunakan dalam pengoperasian mesin pesawat Atwood sehingga data yang diperoleh lebih akurat. Sistem ini diharapkan dapat dengan otomatis mengaktifkan stopwatch ketika beban mulai bergerak dan menon-aktifkan stopwatch ketika beban berhenti bergerak. Sistem otomatisasi tersebut dapat dirancang dengan memanfaatkan pesatnya teknologi yang tersedia dalam skala laboratorium. Perancangan alat penghitung waktu (timer) otomatis untuk beban akan bergerak dan beban berhenti bergerak merupakan solusi yang dapat dimanfaatkan dalam pengoperasian mesin pesawat Atwood. Timer otomatis dirancang dengan menggunakan sifat magnet sementara yang berfungsi menahan beban yang 2

menggantung dan dihubungkan dengan stopwatch dan sensor getar. Ketiga komponen utama tersebut hubungkan dengan menggunakan rangkaian elektronika sedemikian rupa sehingga ketika sifat magnet hilang dan beban jatuh stopwatch dapat mencacah waktu dari beban mulai bergerak sampai beban menyentuh permukaan sensor getar dan berhenti bergerak. Perancangan sistem timer otomatis ini diharapkan dapat digunakan dalam pengoperasian mesin pesawat Atwood sehingga proses pengambilan data lebih mudah dan data yang diperoleh dari hasil penelitian akurat dan sesuai dengan teori dasar. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Komponen utama yang digunakan terdiri dari empat buah relay, stopwatch, dan sensor getar. Relay merupakan saklar elektronik yang menggunakan fungsi magnetik sehingga dapat membuka dan menutup rangkaian dengan menggunakan kontrol dari rangkaian elektronik lain. Relay terdiri dari coil dan contact (Wicaksono, 2002). Keutamaan relay diantaranya yaitu dapat menghasilkan arus yang besar walaupun bentuknya kecil (Sutisna, 1995), relay juga dapat mengontrol lebih dari satu kontak dalam satu waktu (Budiharto, 2004). Sensor getar merupakan suatu sensor yang mendeteksi tiap getaran. Sensor getar yang digunakan merupakan jenis sensor percepatan getaran (accelerometer). Accelerometer merupakan jenis sensor atau tranduser yang umum digunakan dalam pengukuran sinyal getaran. Sensor ini menggunakan efek Piezoelectric yang merupakan suatu efek yang reversibel, dimana terdapat efek piezoelektrik langsung (direct piezoelectric effect) yaitu produksi potensial listrik akibat adanya tekanan mekanik dan efek piezoelektrik balikan (converse piezoelectric effect) yaitu produksi tekanan akibat pemberian tegangan listrik yang menghasilkan perubahan dimensi (Triwahyuni, 2008). Komponen-komponen tersebut dihubungkan seperti pada Gambar 1. Ketika arus listrik dialirkan pada rangkaian tersebut, maka masingmasing relay pada kotak relay bekerja. Relay 1 bekerja mengaktifkan rangkaian secara keseluruhan, untuk mereset dan menimbulkan sifat magnet sementara pada solenoida maka harus menutup saklar yang terhubung dengan solenoida yaitu dengan cara menekan tombol relay 2. Setelah relay 2 ditekan, beban yang didekatkan dengan solenoida akan tertahan. Ketika relay 3 ditekan maka saklar yang terhubung dengan solenoida akan terbuka kembali, sehingga sifat magnetnya hilang dan beban yang semula tertahan oleh solenoida akan jatuh. Bersamaan dengan itu relay 3 bekerja mengaktifkan stopwatch sehingga waktu jatuhnya beban dapat dicacah. Ketika beban sampai ke landasan, terjadi tumbukan antara beban dengan landasan yang mengakibatkan terjadinya getaran pada landasan tersebut, sehingga terdeteksi oleh sensor getar yang dipasang pada landasan. Signal-signal getar yang diterima oleh sensor getar diubah menjadi signal listrik. Signal listrik ini dialirkan pada rangkaian dan diterima oleh relay 4 untuk menghentikan stopwatch sehingga sesaat setelah beban jatuh stopwatch berhenti mencacah. Dengan demikian waktu yang dibutuhkan beban dari ketinggian y terhadap landasan dapat terukur pada stopwatch. 3

Penelitian ini menggunakan sampel berupa beban yang terbuat dari besi dengan beban m 1 dan m 2 secara berturut-turut sebesar 0,2 kg dan 0,22 kg. Sampel diuji pada ketinggian 0,3 m, 0,4 m, 0,5 m, 0,6 m, 0,7 m, dan 0,8 m dari landasan. Gambar 1 menunjukan skema rangkaian timer otomatis pada pesawat Atwood yang telah dihubungkan dengan empat buah relay, sensor getar dan solenoida. Pengujian yang pertama dilakukan adalah pengukuran waktu jatuhnya beban sampai ke landasan pada pesawat Atwood dengan menggunakan stopwatch secara manual pada masing-masing ketinggian yang dilakukan di Laboratorium Fisika Dasar Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Pengujian yang kedua adalah pengukuran waktu jatuhnya beban sampai ke landasan pada pesawat Atwood secara otomatis dengan menggunakan alat timer otomatis yang telah dirancang. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 1. Skema rangkaian timer otomatis pada pesawat Atwood Timer otomatis yang dibuat dapat mencacah waktu dengan baik dalam skala milisekon (ms). Timer otomatis mulai bekerja ketika relay 2 aktif dan berhenti ketika beban tepat mengenai sensor melalui kontrol relay 4. Data waktu yang diperoleh dapat diolah sehingga diketahui percepatan beban. Waktu dan percepatan rata-rata beban pada masing-masing ketinggian ditampilkan pada Tabel 1. Tabel 1. Durasi waktu hasil pengamatan dan hasil penghitungan teori untuk beban m 1 dan m 2 : 0,2 kg dan 0,22 kg. t teori (s) t otomatis (s) t manual (s) eror t otomatis (%) eror t manual (%) No. y a teori a otomatis a manual (m) (m/s 2 ) (m/s 2 ) (m/s 2 ) 1 0,3 1,13 0,47 1,16 0,45 1,27 0,37 1,95 12,00 2 0,4 1,31 0,47 1,35 0,44 1,48 0,37 2,80 12,88 3 0,5 1,46 0,47 1,51 0,44 1,62 0,38 3,02 10,94 4 0,6 1.6 0,47 1.66 0.44 1.77 0.38 3,27 10,63 5 0,7 1,73 0,47 1,80 0,43 1,88 0,40 4,34 8,54 6 0,8 1,85 0,47 1,93 0,43 1,96 0,42 3,69 5,96 4

Berdasarkan data pada Tabel 1 maka dapat diplot grafik antara ketinggian terhadap waktu tempuh ratarata beban yang jatuh pada ketinggian 0,3 m sampai 0,8 m seperti Gambar 2. Ketinggian (y) 0.9 0.8 0.7 0.6 0.5 0.4 0.3 0.2 0.6 0.8 1.0 1.2 1.4 1.6 1.8 2.0 2.2 Gambar 2. y vs t teori y vs t otomatis y vs t manual Waktu (t) Grafik hubungan ketinggian (y) terhadap waktu (t) pada kombinasi massa m 1 dan m 2 berturut-turut 0,2 kg dan 0,22 kg Berdasarkan data Tabel 1 dan Gambar 2 untuk pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan alat timer otomatis besarnya percepatan pada beban m 1 dan m 2 berturut-turut 0,2 kg dan 0,22 kg yang dijatuhkan dari ketinggian yang bervariasi yaitu 0,3 m, 0,4 m, 0,5 m, 0,6 m, 0,7 m, dan 0,8 m memiliki selisih yang kecil yaitu berkisar antara 0,43 m/s 2 sampai 0,45 m/s 2, sedangkan pada pengamatan secara manual percepatan yang diperoleh memiliki selisih yang cukup jauh dari masing-masing ketinggian yaitu berkisar antara 0,37 m/s 2 sampai 0,42 m/s 2. Data waktu otomatis yang diperoleh memiliki selisih yang kecil terhadap teori. Selisih waktu terkecil terjadi pada saat beban berada pada ketinggian 0,3 m dari landasan dengan waktu 1,16 s, sedangkan waktu secara teori diperoleh 1,13 s, dan selisih waktu terbesar terjadi pada saat beban berada pada ketinggian 0,8 m dari landasan dengan waktu 1,93 s sedangkan waktu secara teori diperoleh 1,85 s. Gambar 2 dapat diketahui bahwa antara waktu tempuh beban terhadap ketinggian tertentu hubungan secara eksponensial, dimana kuadrat waktu tempuh beban sebanding dengan ketinggian beban tersebut terhadap landasan. Persentase kesalahan dari masing-masing pengamatan baik secara otomatis maupun manual dapat diperoleh dengan membandingkan data terhadap teori. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa telah berhasil dibuat suatu rangkaian timer otomatis yang dapat mempermudah menentukan lamanya beban jatuh pada ketinggian yang bervariasi yaitu 0,3 m, 0,4 m, 0,5 m, 0,6 m, 0,7 m, dan 0,8 m pada alat Pesawat Atwood dengan menggunakan stopwatch, relay, dan sensor getar sebagai komponen utama. Alat timer otomatis yang dibuat telah bekerja dengan baik, hal ini ditunjukkan dengan berhasilnya pengoperasian alat timer otomatis dalam mencacah waktu beban yang akan jatuh sampai beban tiba pada landasan dengan catatan waktu yang diperoleh mendekati dengan penghitungan secara teori. Dapat dilihat berdasarkan selisih waktu antara waktu yang dibutuhkan oleh beban dalam menempuh jarak tertentu yang diperoleh menggunakan timer otomatis dengan waktu yang dihitung secara teoritis berkisar antara 0,03-0,08 s. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh perbedaan persentase kesalahan waktu yang dibutukan oleh beban untuk bergerak dari ketinggian tertentu dengan menggunakan timer otomatis terhadap 5

teori berkisar antara antara 1,95 % sampai 4,34 %, sedangkan pengamatan yang dilakukan secara manual maka diperoleh perbedaan persentase kesalahan berkisar antara 5,96 % sampai 12,88 %. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya perlu dilakukan pengembangan dalam hal tampilan data. Perlu ditambahkan suatu rangkaian eksternal untuk menghubungkan bangun rangkaian otomatis ini kepada komputer dan pemograman yang mendukung, sehingga data waktu yang diperoleh dapat langsung tampil pada layar komputer. Triwahyuni, Dona. 2008. Sintesis dan Karakterisasi Bahan Piezoelektrik Bi 0,5 Na 0,5 TiO 3 (BNT) dengan Metoda Molten Salt. Thesis. FMIPA Universitas Andalas: Padang. Wicaksono. 2002. Modul Keseluruhan Automatisasi. Skripsi. Teknik Elektro Universitas Kristen Petra: Surabaya. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Drs. Maksi Ginting, M.Si selaku Kepala Laboratorium Fisika Dasar yang telah memberikan izin kepada peneliti untuk melakukan penelitian di Laboratorium Fisika Dasar demi terlaksananya penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA Budiharto. 2004. Interfacing Computer dan Mikrokontroler. PT Elex Media Koputindo: Jakarta. Sutisna. 1995. Rangkaian Elektronik (Terjemahan). Erlangga: Jakarta. Griffith. 1995. Instruction manual and Experiment Guide for the PASCO Scientific Model ME9202C Free Fall Timer. PASCO Scientific: USA. Tipler. 2001. Fisika untuk Sains dan Teknik Erlangga: Jakarta. 6