BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. bahasa, yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain (Kridalaksana,

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. untuk memahami hal hal yang ada dalam penelitian. Konsep dipandang sebagai

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, TINJAUAN PUSTAKA. Konsep dipandang sebagai definisi operasional untuk menegaskan

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan. Seperti yang sering

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. dari objek, proses, atau apapun yang ada di luar bahasa yang digunakan oleh akal budi untuk

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Pemerolehan bahasa oleh anak-anak merupakan salah satu prestasi

BAB I PENDAHULUAN. atau bahasa ibunya. Pemerolehan bahasa biasanya dibedakan dari

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. luar bahasa yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain (Alwi

PEMEROLEHAN JENIS KATA PADA ANAK USIA LIMA TAHUN DI TAMAN KANAK-KANAK KARTIKA 1 17 YON ARMED DELI TUA

BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna di muka bumi.

BAB I PENDAHULUAN. maupun isyarat. Bahasa digunakan oleh siapa saja, mulai dari anak-anak sampai

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa adalah suatu sistem simbol lisan yang arbitrer yang dipakai oleh anggota

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian. Sudah berabad-abad yang lalu manusia menggunakan bahasa, baik bahasa tubuh, tulisan,

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa merupakan alat komunikasi yang dipelajari secara sosial oleh

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. selalu berkaitan dengan menggunakan referensi yang berhubungan, sehingga

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. melahirkan perasaan, dan memungkinkan individu menciptakan kegiatan

Journal Polingua Scientific Journal of Linguistic, Literature and Education

PEMEROLEHAN PREFIKS BAHASA INDONESIA PADA ANAK TK USIA 4 5 TAHUN DI YAYASAN PERGURUAN TK HELVETIA KAJIAN PSIKOLINGUISTIK SKRIPSI.

PEMEROLEHAN KATA ANAK USIA LIMA TAHUN MELALUI PENCERITAAN DONGENG DI TK AISYIYAH PILANG MASARAN SRAGEN NASKAH PUBLIKASI

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa digunakan manusia untuk mengungkapkan ide, gagasan, dan

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. yang dijadikan sebagai dasar pengembangan penulisan selanjutnya. Konsep

BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah mahluk sosial yang sempurna dibandingkan dengan mahluk ciptaan

BAB I PENDAHULUAN. Sesuai dengan hakikatnya, bahasa dimiliki oleh manusia saja. Tuhan memberi

PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA. Oleh : Ahwy Oktradiksa ( ) Dosen Pada Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Magelang

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan berbahasa seorang manusia tidak luput dari perkembangan

BAB I PENDAHULUAN. memahami maksud dan tujuan yang disampaikan oleh penutur berbeda-beda. Dilihat dari segi

b. Untuk memperkenalkan bahasa Batak Toba kepada masyarakat sebagai salah satu bahasa daerah yang turut memperkaya kebudayaan nasional.

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Dunia anak-anak merupakan dunia yang khas yang diindera dan

Mengapa Pengajaran Bahasa Kita Gagal?

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. Konsep adalah gambaran mental dari obyek, proses atau apa pun yang ada di luar

BAB I PENDAHULUAN. Pemerolehan bahasa adalah pemerolehan bahasa, seperti fonologi,

BAB I PENDAHULUAN. seorang anak. Untuk berbahasa, anak-anak harus menghubungkan leksikon yang

KONSEP DAN KOMPONEN. Oleh: Pujaningsih

NASKAH PUBLIKASI. Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1. Pendidikan Bahasa, Sastra, Indonesia, dan Daerah DIAN TITISARI A

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. Kalimat yang biasanya kita gunakan sehari-hari adalah kalimat tunggal

BAB I PENDAHULUAN. dapat berupa tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang. Dalam mata

BAB I PENDAHULUAN. disampaikan oleh pembicara melalui alat-alat artikulasi dan diterima melalui alat

BAB I PENDAHULUAN. ada dua proses yang terjadi, yaitu proses kompetensi dan proses performansi.

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. ada di luar bahasa yang digunakan akal budi memahami hal-hal lain (KBBI,

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA. beberapa konsep dasar yang dijadikan sebagai acuan yaitu:

BAB I PENDAHULUAN. benar. Ini ditujukan agar pembaca dapat memahami dan menyerap isi tulisan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. verba asal, yaitu verba yang dapat berdiri sendiri tanpa afiks dalam konteks

BAB I PENDAHULUAN. Pemerolehan bahasa merupakan periode seorang individu memperoleh

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. bahasa yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain ( Kridalaksana,

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Dardjowidjojo (2005: 5) untuk berkomunikasi, seseorang tidak dapat

BAB I PENDAHULUAN. para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan

PEMEROLEHAN RAGAM BAHASA JAWA PADA ANAK USIA 2 TAHUN (Studi kasus) ABSTRAK

: Bahasa Indonesia dalam Psikologi. Kalimat

PEMEROLEHAN BAHASA INDONESIA ANAK TUNARUNGU USIA 7-10 TAHUN ( STUDI KASUS PADA TINA DAN VIKI )

PEMEROLEHAN KOSAKATA DASAR BAHASA INDONESIA PADA ANAK USIA 4-6 TAHUN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Tindak tutur terdapat dalam komunikasi berbahasa. Tindak tutur merupakan tindakan

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORETIK

HIPOTESIS PEMEROLEHAN BAHASA DAN PEMEROLEHAN SINTAKSIS. Oleh: Hayatun Nufus (Dosen Universitas PGRI Palembang)

BAB 11 KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. bahasa yang digunakan akal budi memahami hal-hal lain ( KBBI,2007:588).

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal. Menurut makna. tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa potensi anak harus

I. PENDAHULUAN. sangat berperan penting di samping bahasa tulis. Percakapan itu terjadi apabila

Menurut Abdul Chaer setiap bahasa mempunyai sarana atau alat gramatikal tertentu untuk menyatakan makna-makna atau nuansa-nuansa makna gramatikal (Abd

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KATA SAMBUNG PADA KARANGAN SISWA SMP N 2 GATAK SUKOHARJO

BAB I PENDAHULUAN. Pada bagian pendahuluan ini berisi latar belakang masalah penelitian,

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. yang ada di luar bahasa yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal

BAB II KONSEP,LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. ekstrinsik; unsur dan hubungan itu bersifat abstrak dan bebas dari isi yang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. menunjang dalam kehidupan manusia. Peranan suatu bahasa juga sangat

PEMAKAIAN PERPADUAN LEKSEM BAHASA INDONESIA DALAM TABLOID NOVA EDISI JULI Jurnal Publikasi. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

BAB 1 PENDAHULUAN. sepuluh. Menurut Kridalaksana kelas kata terbagi sepuluh macam sebagai

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 7 TAHUN 3 BULAN DALAM BIDANG SINTAKSIS

BAB I PENDAHULUAN. Setiap anak yang terlahir ke dunia ini secara alamiah telah dilengkapi

PROGRAM PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU BAHASA INDONESIA SD. Oleh: BAHAUDDIN AZMY UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA 2012

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. (Wijana, 2009:1). Bahasa lisan atau ujaran yang dikirimkan secara lisan

Oleh: Dibimbing oleh : 1. Dr. Endang Waryanti, M.Pd 2. Dra. Sumiyarsi SRI RAHAYU SETIYA NINGSIH NPM:

TAHAPAN ASPEK-ASPEK PERKEMBANGAN MANUSIA

I. PENDAHULUAN. Bahasa memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Dengan bahasa

BAB 1 PENDAHULUAN. Bahasa merupakan sistem lambang bunyi yang bersifat dinamis, arbitrer,

BAB II KAJIAN PUSTAKA. onoma yang berarti nama dan syn yang berarti dengan. Secara harfiah sinonim

BAB I PENDAHULUAN. untuk menyampaikan suatu ide, pikiran, hasrat, dan keinginan kepada orang

PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA TIGA TAHUN

KISI UJI KOMPETENSI 2013 MATA PELAJARAN BAHASA JEPANG

BAB I PENDAHULUAN. yang belum mengecap ilmu pengetahuan di sekolah atau perguruan tinggi

ANALISIS TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MEMPENGARUHI DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA YANG EFEKTIF

Menurut Conny (2002: 49) perkembangan bahasa memperlihatkan berbagai prinsip yang juga menjadi karakteristik dari aspek perkembangan yang lain,

TATA KATA DAN TATA ISTILAH BAHASA INDONESIA

Penguasaan Kelas Kata Bahasa Indonesia. Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 18 Padang. Sri Fajarini. Mahasiswa Universitas Andalas)

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. jawaban suatu permasalahan. Atau konsep adalah gambaran mental diri objek, proses, atau

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KONSEP, DAN LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Menurut KBBI kata adalah unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan, yang

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. di luar bahasa, dan yang dipergunakan akal budi untuk memahami hal-hal tersebut

2016 PEMEROLEHAN KALIMAT PASIF BAHASA SUND A PAD A ANAK USIA PRASEKOLAH

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Interferensi terjadi pada masyarakat tutur yang memiliki dua bahasa atau

BAB I PENDAHULUAN. merupakan ungkapan manusia yang dilafalkan dengan kata-kata dalam. dan tujuan dari sebuah ujaran termasuk juga teks.

BAB I. dibedakan dari pembelajaran bahasa (language learning). Pembelajaran

PENGUASAAN MORFOFONEMIK PADA KARANGAN SISWA KETURUNAN CINA KELAS V SD NEGERI 16 BELINYU BANGKA

PENGGELEMBUNGAN DAN PENCIUTAN MAKNA PADA KOSAKATA BAHASA INDONESIA ANAK USIA 2 3 TAHUN: ANALISIS PSIKOLINGUISTIK SKRIPSI OLEH AMELIA IRAYANTI M.

BAB I PENDAHULUAN. misalnya di rumah, di jalan, di sekolah, maupundi tempat lainnya.

BAB I PENDAHULUAN. peristiwa berkomunikasi. Di dalam berkomunikasi dan berinteraksi, manusia

PEMEROLEHAN BAHASA JAWA PADA ANAK USIA DINI DI LINGKUNGAN PENUTUR MULTIBAHASA SERTA STRATEGI PEMERTAHANANNYA SEBAGAI PENGUAT JATI DIRI BUDAYA BANGSA

Transkripsi:

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Konsep adalah gambaran mental dari objek, proses, atau apapun yang ada di luar bahasa, yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain (Kridalaksana, 2008: 117). Konsep dari penelitian ini adalah pemerolehan bahasa. 2.1.1 Pemerolehan Bahasa Menurut (Chaer, 2003: 167) mengatakan pemerolehan bahasa merupakan proses yang berlangsung di dalam otak seseorang kanak-kanak ketika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya. Pemerolehan bahasa pertama itu terjadi apabila anak yang sejak semula tanpa bahasa kini telah memperoleh satu bahasa, yaitu bahasa ibunya. Menurut Tarigan (1987: 83), dalam proses perkembangan, semua anak manusia yang normal paling sedikit memeroleh satu bahasa yang alamiah. Dengan kata lain, setiap anak yang normal atau mengalami pertumbuhan yang wajar, memeroleh suatu bahasa yaitu bahasa pertama atau bahasa ibu dalam tahun-tahun pertama kehidupannya, kecuali ada gangguan psikologi seperti tuli ataupun alasan-alasan sosial, tetapi biasanya anak telah dapat berkomunikasi secara bebas pada saat dia mulai masuk sekolah. 6

2.1.2 Anak Usia Lima Tahun Pada umur lima tahun, seorang anak mulai memasuki peringkat kompetensi penuh. Pada umur ini anak-anak normal pada umumnya telah menguasai elemenelemen sintaksis bahasa ibunya. Bagaimanapun perbendaharaan katanya (kosakatanya) masih termasuk miskin tetapi terus tumbuh dengan kecepatan yang menakjubkan (Simanjuntak, 2009: 123). 2.2 Landasan Teori 2.2.1 Psikolinguistik Secara etimologi kata psikolinguistik terbentuk dari kata psikologi dan kata linguistik, yakni dua bidang ilmu yang berbeda, yang masing - masing berdiri sendiri, dengan prosedur dan metode yang berlainan. Namun, keduanya sama - sama meneliti bahasa sebagai objek formalnya. Hanya objek materinya yang berbeda, linguistik mengkaji struktur bahasa, sedangkan psikologi mengkaji perilaku berbahasa atau proses berbahasa. Psikolinguistik adalah studi tentang proses mental dalam pemakaian bahasa. Sebelum menggunakan bahasa, seorang pemakai bahasa terlebih dahulu memperoleh bahasa (Dardjowidjojo, 2003: 7). Harley (dalam Dardjowidjojo, 2003: 7) menyebutkan psikolinguistik sebagai proses dalam pemakaian bahasa. Menurut Buch (dalam Tarigan, 1984: 3) psikolinguistik merupakan suatu ilmu yang meneliti bagaimana sebenarnya para 7

pembicara/pemakai suatu bahasa membentuk atau membangun atau mengerti kalimatkalimat bahasa tersebut. 2.2.2 Kognitif Chomsky (dalam Chaer, 2009: 108) mengatakan bahwa teori kognitif didasarkan pada satu hipotetsis bahasa yang disebut hipotesis nurani (the innateness hypothesist). Hipotesis ini mengatakan bahwa otak manusia dipersiapkan secara genetik untuk berbahasa. Untuk itu otak manusia telah dilengkapi dengan struktur bahasa universal dan disebut Language Acquisition Device (LAD). Dalam proses pemerolehan bahasa, LAD ini menerima ucapan-ucapan dan data-data lain yang berkaitan melalui pancaindra sebagai masukan dan membentuk rumus-rumus linguistik berdasarkan masukan itu yang kemudian dinuranikan sebagai keluaran. Chomsky berpendapat tidak mungkin seorang anak mampu menguasai bahasa ibunya dengan mudah yaitu tanpa diajar dan begitu cepat dengan masukan yang sedikit (kalimat-kalimat tidak lengkap, berputusputus, salah, dan sebagainya) tanpa adanya struktur universal dan LAD itu di dalam otaknya secara genetik. Dalam proses pemerolehan bahasa, tugas kanak-kanak dengan alat yang dimilikinya (yaitu LAD) adalah menentukan bahasa masyarakat manakah masukan kalimat-kalimat yang didengarnya itu akan dimasukkan. Struktur awal atau skema murni yang dimilikinya semakin diperkaya setelah bertemu dengan masukan dari bahasa masyarakatnya (bahasa ibunya) dan kanak-kanak akan membentuk teori tata bahasanya berdasarkan itu. Tata bahasa itu terus-menerus disempurnakan berdasarkan masukan yang semakin banyak, dan sesuai dengan proses pematangan otaknya. Cara 8

kerja LAD ini dapat dijelaskan sebagai berkut: apabila sejumlah ucapan yang cukup memadai dari suatu bahasa (bahasa apa saja: Sunda, Batak, Cina, dan sebagainya) diberikan kepada LAD seorang kanak-kanak sebagai masukan (input), maka LAD itu akan membentuk salah satu tata bahasa formal sebagai keluaran (out put) nya. Jadi: Ucapan Ucapan bahasa X LAD Tata bahasa formal bahasa X Input Output 2.2.3 Jenis Kata Menurut Alisyahbana (1974: 79), kata adalah kesatuan kumpulan fonem atau huruf yang terkecil yang mengandung pengertian atau arti. Menurut jenisnya kata dibagi sepuluh macam, yaitu: 1. Kata benda adalah kata yang menyatakan tentang benda. Kata benda dibagi dua yaitu: kata benda kongkret merupakan kata benda yang nyata yang dapat dilihat atau diraba, contoh: buku, meja, jendela dan kata benda abstrak merupakan kata benda yang tidak dapat dilihat atau diraba, tetapi dapat dirasakan, contoh: sayang, benci, cinta. 2. Kata kerja adalah kata yang menyatakan pekerjaan atau perbuatan. Kata kerja dapat dibagi dua macam, yaitu kata kerja transitif yaitu kata kerja yang dapat diberi objek, 9

contoh: memasak, mencuci, menulis dan kata kerja intransitif yaitu kata kerja yang tidak dapat diberi objek, contoh: berdiri, mandi, terbang. 3. Kata keadaan adalah kata yang menyatakan situasi atau keadaan, contoh: aman, dingin, maju. 4. Kata ganti orang adalah kata yang berfungsi sebagai pengganti orang. Kata ganti ada tiga macam, yaitu: kata ganti orang I, contoh: saya dan aku (tunggal), kami dan kita (jamak), kata ganti orang II, contoh: kau dan kamu (tunggal), kalian (jamak), kata ganti orang III, contoh: ia dan dia (tunggal), mereka (jamak). 5. Kata keterangan adalah kata yang berfungsi untuk menyatakan keterangan. Kata keterangan dapat dibagi enam macam, yaitu: kata keterangan tempat, contoh: Adik mencuci piring di kamar mandi, kata keterangan waktu, contoh: Hotel itu dibangun pada tahun 2012, kata keterangan keadaan, contoh: Paman sudah berangkat ke Bandung, kata keterangan subjek, contoh: Daniel, yang rajin itu, mendapat penghargaan mahasiswa terbaik, keterangan predikat, contoh: Kakak belajar, mengemudi, mobil, keterangan objek, contoh: Ibu memotong sayur, bayam, di dapur. 6. Kata bilangan adalah kata yang menyatakan jumlah atau bilangan. Kata bilangan dibagi tiga macam, yaitu kata bilangan tertentu, contoh: satu, dua, tiga, empat, kata bilangan tidak tertentu, contoh: beberapa, sebanyak, sebagian, kata bilangan bertingkat, contoh: ke-22, ke-27. 7. Kata sambung adalah kata yang berfungsi untuk menyambungkan antara bagian pertama dan bagian berikutnya. Kata sambung dibagi tiga macam, yaitu kata sambung antara kata atau kelompok kata, contoh: atau, dan, kata sambung dalam kalimat, contoh: 10

sedangkan, daripada, walaupun, kata sambung antarkalimat, contoh: dengan demikian, oleh sebab itu. 8. Kata depan adalah kata yang berfungsi sebagai penunjuk pada keterangan tempat, contoh: ke, dari, di. 9. Kata sandang adalah kata yang berfungsi sebagai penegas kata-kata tertentu, contoh: sang, yang, si. 10. Kata seru adalah kata yang berfungsi untuk menyatakan seruan, contoh: aduh, wah, oh, aduh, dan lain-lain. 2.2 Tinjauan Pustaka Berdasarkan tinjauan pustaka yang dilakukan, maka ada sejumlah sumber untuk dikaji dalam penelitian ini, adapun sumbernya adalah sebagai berikut: Kaseng (1986) dalam penelitiannya yang berjudul Pemerolehan Struktur Bahasa Anak-Anak Prasekolah (Eka Bahasa Bugis), Kaseng meyimpulkan bahwa untuk memahami bahasa Bugis diperlukan daya asosiasi yang tinggi serta diperlukan dukungan konteks situasi atau objek, mengingat sifat-sifat kejiwaan yang dimiliki si anak, potensi alat ucap dan pengetahuan serta pengalaman yang dimilikinya. Berdasarkan analisis penelitian yang telah dilakukan bahwa peneliti mendapat informasi dari skripsi ini. Dardjowidjojo (2000) tentang penelitian longitudinalnya yang menggunakan waktu lima tahun terhadap cucunya Echa mengungkapkan bahwa pemerolehan bahasa itu terdiri atas pemerolehan fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, leksikon, dan 11

pragmatik. Pemerolehan bahasa juga mengatakan bahwa pemerolehan bahasa tidak dapat terjadi hanya karena adanya bekal kodrati (innate properties) belaka. Pemerolehan bahasa juga tidak mungkin terjadi hanya karena adanya faktor lingkungan saja, kedua-duanya diperlukan sebagai proses penguasaan bahasa. berdasarkan analisis penelitian yang telah dilakukan bahwa peneliti mendapat informasi yaitu pemerolehan bahasa terjadi karena adanya bekal kodrati (innate properties) dan adanya faktor lingkungan. Fauzi (2000) dalam skripsinya yang berjudul Pemerolehan Bahasa Anak-Anak Usia 0-5 Tahun: Analisis Psikolinguistik, membahas tentang tahap-tahap pemerolehan bahasa yang terdiri atas tahap perkembangan prasekolah dan tahap perkembangan kombinatori. Tahap perkembangan sekolah meliputi, tahap meraba, tahap holofrastik, tahap kalimat dua kata, tahap pengembangan tata bahasa, dan tahap kombinasi penuh. Tahap perkembangan kombinatori meliputi perkembangan negatif, dan perkembangan sistem bunyi. Fauzi juga membahas tentang perkembangan bahasa dan perkembangan kognitif. Berdasarkan analisis penelitian yang telah dilakukan bahwa teori psikolinguistik dan kognitif di landasan teori dapat digunakan sebagai bahan referensi menyangkut masalah yang dikaji. Agraida (2004) dalam skripsinya yang berjudul Pengaruh Lingkungan terhadap Pemerolehan Bahasa Indonesia Anak Prasekolah Binjai, menurutnya dari lingkungannya anak membentuk bahasanya. Lingkungan dan pembiasaan yang baik akan menghasilkan bahasa yang baik, tetapi lingkungan dan pembiasaan yang buruk akan menghasilkan bahasa yang buruk pula. Berdasarkan analisis penelitian yang telah 12

dilakukan bahwa peneliti mendapat informasi dari skripsi ini yaitu lingkungan sangat mempengaruhi dalam menghasilkan bahasa. Susanti (2005) menyatakan bahwa anak yang berbahasa Jawa dalam pemerolehan bahasanya mengikuti perkembangan anak secara umum dan tidak semua anak yang berbahasa Jawa mampu membentuk kalimat sederhana. Anak usia 1-3 tahun belum bisa membentuk kalimat tapi anak 3-5 tahun sudah mampu membentuk kalimat sederhana. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu metode observasi, metode simak dan menggunakan teknik rekam, catat, dan teknik gambar. Dalam analisis data digunakan metode padan dan digunakan teknik pilah dan teknik hubung banding membedakan. Berdasarkan analisis penelitian yang telah dilakukan dapat dikatakan bahwa teori psikolinguistik dan kognitif di landasan teori dapat digunakan sebagai bahan referensi menyangkut masalah yang dikaji dan metode yang digunakan untuk kajian penelitian. Marpaung (2006) dalam skripsinya yang berjudul Pemerolehan Bahasa Batak Toba Anak Usia 1-5 Tahun, menyimpulkan bahwa tahap-tahap perkembangan pemerolehan bahasa anak adalah tahap holofrastik (tahap linguistik pertama), tahap ucapan-ucapan dua kata, tahap perkembangan tata bahasa, tahap tata bahasa menjelang dewasa dalam bahasa Batak Toba. Berdasarkan analisis penelitian yang telah dilakukan bahwa peneliti mendapat informasi dari skripsi ini. Lumbanraja (2011) dalam skripsinya yang berjudul Pemerolehan Leksikal Nomina Bahasa Angkola Anak Usia 3-4 Tahun, dari data yang diperoleh hasil penelitian menyimpulkan bahwa pemerolehan leksikal nomina bahasa Angkola pada anak usia 3-4 tahun itu sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Masukan yang 13

diterima anak dari lingkungan sekitarnya mempengaruhi jumlah kosakata yang dapat dikuasai anak usia 3-4 tahun tersebut. Urutan pemerolehan leksikal nomina bahasa Angkola pada anak usia 3-4 tahun adalah nomina orang, nomina makanan, nomina hewan, nomina buah-buahan, nomina alat dapur, nomina sayur-sayuran, nomina elektronik, nomina minuman. Berdasarkan analisis penelitian yang telah dilakukan bahwa peneliti mendapat informasi dari skripsi ini yaitu pemerolehan nomina dipengaruhi oleh faktor lingkungan. 14