PENGARUH CIRCUIT TRAINING TERHADAP DAYA TAHAN ATLET FUTSAL SWAP JAKARTA DALAM INDONESIA FUTSAL LEAGUE (IFL) 2013

dokumen-dokumen yang mirip
PERBANDINGAN LATIHAN SPEED PLAY DAN LATIHAN CIRCUIT TRAINING TERHADAP KECEPATAN LARI SPRINT 100 METER DI SMAN 4 TAMBUN SELATAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Yoansyah, 2016

B. Tujuan. Makalah ini bertujuan : Dapat mengetahui tentang Futsal

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Olahraga semakin lama mendapat tempat di dunia kesehatan sebagai salah

PENGGUNAAN STRATEGI POWER PLAY DALAM PERTANDINGAN FUTSAL

2015 DAMPAK PENERAPAN POLA LATIHAN CIRCUIT TRAINING TERHADAP PENINGKATAN KONDISI FISIK PEMAIN SEPAKBOLA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. satu karakteristik permainan sepak bola yaitu menendang dan mengoper bola

SURVEI TINGKAT GENERAL ENDURANCE ATLET SEPAKBOLA PADA KLUB CAKRA BUANA KOTA TULUNGAGUNG TAHUN 2014/2015

DASAR PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR (DP3A) SOLO FUTSAL CENTER

Pengaruh Pelatihan Air Alert Menggunakan Metode Latihan Interval terhadap Peningkatan Power Otot Tungkai

BAB I PENDAHULUAN. Aji Rasa Kurniawan, 2014 HUBUNGAN ANTARA KOORDINASI MATA-KAKI DENGAN HASIL SHOOTING 8 METER CABANG OLAHRAGA FUTSAL

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

Cara Meningkatkan Kebugaran Jasmani

BAB I PENDAHULUAN. secara efektif sepanjang hari pada saat melakukan aktifitas, biasanya pada saat

BAB 1 : PENDAHULUAN. diperlukan dalam mensuplai energi untuk aktifitas fisik (1).

PERBEDAAN NILAI KAPASITAS VO 2 MAKSIMUM PADA ATLIT SEPAK BOLA DENGAN FUTSAL DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

PENGARUH LATIHAN KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP KEMAMPUAN SERVIS ATAS DALAM PERMAINAN BOLAVOLI MAHASISWA PUTRA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Agung Dwi Juniarsyah, 2013

BAB I PENDAHULUAN. Sesuai dengan penjelasan ketentuan umum undang-undang. keolahragaan No. 5 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan, yaitu:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pengaruh Latihan ladder drill Terhadap kelincahan dan Power Tungkai

BAB I PENDAHULUAN. Tubuh manusia dirancang oleh Tuhan untuk bergerak dalam melakukan

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat. Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.P.d)

PENGARUH METODE LATIHAN TRIANGLE RUN TERHADAP DAYA TAHAN (VO2MAX) PADA ANGGOTA EKSTRAKULIKULER SEPAKBOLA SMA NEGERI 1 CABANGBUNGIN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PENGARUH CIRCUIT TRAINING TERHADAP PENINGKATAN KEBUGARAN JASMANI DAN VO2MAX DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA. Jurnal. Oleh. Arif Cahyanto

BAB I PENDAHULUAN. para atlet sepak bola yang berkualitas. Namun masih banyak yang harus dilakukan

PENGARUH LATIHAN SIRKUIT TERHADAP PENINGKATAN KEBUGARAN JASMANI SISWA PUTRI. Jurnal. Oleh. Ramandhani Ardi Pratiwi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menghadapi era globalisasi, tantangan yang dihadapi akan semakin berat, hal ini disebabkan karena semakin

BAB I PENDAHULUAN. landasan awal dalam pencapaian prestasi (M. Sajoto, 1988)

BAB I PENDAHULUAN. serta sebagai sarana untuk meraih prestasi. latihan fisik yang teratur dan sesuai untuk mengembangkan kemampuan

BAB I PENDAHULUAN. secara efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan (Irianto, 2004).

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

ANALISIS TINGKAT KESEGARAN JASMANI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENJASKESREK IKIP PGRI PONTIANAK

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sepak bola merupakan cabang olahraga yang sudah memasyarakat dan

BAB I PENDAHULUAN. Sepak bola merupakan salah satu olahraga populer di dunia. Olahraga ini

PENGARUH METODE LATIHAN TEKNIK DISTRIBUSI TERHADAP KETERAMPILAN DRIBBLING ZIG ZAG PERMAINAN FUTSAL

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Bara Yusuf Saeful Putra, 2013

HUBUNGAN ANTARA WAKTU REAKSI DAN KEKUATAN OTOT LENGAN DENGAN KEMAMPUAN SERVIS BAWAH BOLA VOLI PADA MAHASISWA PUTRA SEMESTER II STKIP-PGRI PONTIANAK

BAB I PENDAHULUAN. atau kekurangan latihan fisik (Karhiwikarta, 1983). Pada saat berolahraga

PENGARUH CIRCUIT TRAINING TERHADAP KEBUGARAN JASMANI SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER BULU TANGKIS DI MTs NEGERI YOGYAKARTA 2 TAHUN AJARAN 2016/2017

BAB I PENDAHULUAN. Sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga populer di dunia

Idris Mohamad mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga ; Drs. Ahmad Lamusu, S.Pd M.Pd dosen pada Jurusan Pendidikan Keolahragaan dan

ANALISIS KONDISI FISIK PEMAIN SEPAK BOLA KLUB PERSEPU UPGRIS TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN. Di Indonesia olahraga yang sedang naik daun/yang sedang menjadi favorite

I. PENDAHULUAN. watak serta peradaban bangsa yang bermatabat, dan merupakan salah satu tujuan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pengertian Judul Solo International Futsal Academy Solo International Futsal Academy

SKRIPSI. Oleh : DWI SUSILO NPM

BAB 1 PENDAHULUAN. untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan tubuh (Giam dan Teh, 1992).

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

PROFIL KONDISI FISIK PEMAIN SEPAKBOLA PERKUMPULAN SEPAKBOLA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

BAB 1 PENDAHULUAN. Di dalam buku Coaching dan aspek aspek Psikologis dalam coaching

BAB I PENDAHULUAN. olahraga yang paling digemari masyarakat, terbukti dengan adanya klub-klub

BAB I PENDAHULUAN. dimainkan oleh berbagai kelompok umur, dari anak-anak, pemula, remaja, dewasa

PROFIL VO2MAX DAN DENYUT NADI MAKSIMAL PEMAIN DIKLAT PERSIB U-21

AKTIVITAS PENGEMBANGAN DAN KESEHATAN

PERBANDINGAN PENGARUH LATIHAN ANTARA SINGLE LEG HOP DENGAN DOUBLE LEG HOP TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI

BAB I PENDAHULUAN. memasyarakat dan digemari hampir semua orang. Orang bukan saja gemar

BAB IV PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA. Data hasil penelitian diolah untuk distandarisasikan dengan T-Score karena

EFEKTIVITAS MODEL LATIHAN PASSING CONTROL FEBI FUTSAL GAMES TERHADAP PENINGKATAN HASIL PASSING CONTROL OLAHRAGA FUTSAL UNTUK PEMAIN PEMULA

PENGARUH LATIHAN 360-DEGREE DRILL TERHADAP KELINCAHAN PADA SISWA EKSTRAKURIKULER SEPAKBOLA DI SMP NEGERI 6 PEKANBARU

PENINGKATAN HASIL SMASH DENGAN METODE LATIHAN PLIOMETRIK DAN MEMPERHATIKAN PANJANG TUNGKAI

PENGARUH CIRCUIT TRAINING TERHADAP KELINCAHAN PEMAIN PUTRA FUTSAL SMA MUHAMMADIYAH KOTA KEDIRI TAHUN AJARAN 2016/2017 SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Dalam mencapai tujuan tersebut ada beberapa hal yang dibutuhkan oleh. satu faktor yang penting lainnya adalah faktor fisik.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang , 2014

PENGARUH METODE LATIHAN DAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP DAYA TAHAN AEROB PEMAIN BULUTANGKIS PUTRA PB PG MRICAN KEDIRI

2015 KONTRIBUSI DENYUT NADI ISTIRAHAT DAN KAPASITAS VITAL PARU-PARU TERHADAP KAPASITAS AEROBIK

SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN KUALITAS PENULISAN KARYA ILMIAH STOK BINA GUNA, SABTU 16 SEPTEMBER 2017 PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SIDE SHUFFLE

DOSEN: TAHAJUDIN S, DRS

BAB I PENDAHULUAN. Futsal merupakan olahraga permainan yang di gemari oleh seluruh masyarakat di

I. PENDAHULUAN. mewujudkan tujuan yang akan dicapai. Oleh sebab itu, untuk mencapai tujuan

BAB I PENDAHULUAN. Olahraga saat ini telah menjadi kebutuhan setiap individu karena

Oleh: Bartolomeus Bramasakti N./ Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi / Fakultas Ilmu Keolahragaan / Universitas Negeri Yogyakarta.

BAB I PENDAHULUAN. bersabda, Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah Azza wa

I. PENDAHULUAN. Untuk mencapai kinerja (Performance) yang lebih baik dari seorang pemain

PENGARUH METODE LATIHAN PLYOMETRIC

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

2015 PENGARUH BENTUK LATIHAN ENVELOPE RUN DAN LATIHAN BOOMERANG RUN DENGAN METODE LATIHAN REPETISI TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PEMAIN SEPAK BOLA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Olahraga telah menjadi gejala sosial yang tersebar di seluruh dunia.

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Pada Program Studi Penjaskesrek.

BAB I PENDAHULUAN. Olahraga futsal kini menjadi olahraga permainan yang diminati dari

BAB I PENDAHULUAN. sehingga pada akhirnya akan diperoleh jiwa dan raga yang sehat.

PENGARUH LATIHAN CIRCUIT TRAINING TERHADAP DAYA TAHAN ATLET SEPAKBOLA SSB RUMBAI JUNIOR

BAB I PENDAHULUAN. Permainan sepak bola merupakan salah satu olahraga endurance beregu

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan kita terus menerus dimanjakan dengan segala sesuatu yang otomatis. bersenyawa dengan hidup manusia (Depdiknas, 2007).

PENGARUH PERMAINAN FUTSAL TERHADAP MOTOR ABILITY SISWA DI SDIT BANI SALEH 6 KOTA BEKASI. Oleh : Memet Muhamad, Drs., MPd.

2015 PENGARUH LATIHAN CIRCUIT TRAINING TERHADAP PENURUNAN LEMAK TUBUH DAN PENINGKATAN KEMAMPUAN DAYA TAHAN AEROBIK (VO2 MAX)

Gde Ryan Saputra, Gede Doddy Tisna MS, Made Budiawan. Jurusan Ilmu Keolahragaan Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pandega wreksa 10 Jalan Kaliurang 5,6 Yogyakarta, latihan bertempat di

Evaluasi Prestasi Atlet Wushu Koni Kota Medan Tahun Novita (Dosen Jurusan Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan)

PENINGKATAN TEKNIK SHOOTING MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI)

ARTIKEL SKRIPSI. Oleh : SUGENG SANTOSA

KONTRIBUSI KECEPATAN DAN KELENTUKAN TERHADAP HASIL MENGGIRING BOLA (Studi Pada Ekstrakurikuler Sepakbola Di SMK Pemuda Papar)

Profil Kondisi fisik..(bakhrudin Al Ayubi) 1

THE EFFECT BOW JUMPS EXERCISE TOWARD EXPLOSIVE POWER OF LEG MUSCLE OF MUSTANK PEKANBARU VOLLEYBALL CLUB

BAB III METODE PENELITIAN

PENDEKATAN TAKTIS UNTUK MENINGKAT KEMAMPUAN SHOOTING KE GAWANG PADA CABANG OLAHRAGA SEPAKBOLA JURNAL. Oleh GATOT WIDYA ANGGARA

PENGARUH METODE KOOPERATIF DAN KOMANDO TERHADAP KETERAMPILAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA

Transkripsi:

PENGARUH CIRCUIT TRAINING TERHADAP DAYA TAHAN ATLET FUTSAL SWAP JAKARTA DALAM INDONESIA FUTSAL LEAGUE (IFL) 2013 Mia Kusumawati Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Universitas Islam 45 Jl. Cut Meutia, No. 83 e-mail: miasubarno@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh circuit training terhadap pembinaan daya tahan tubuh (endurance). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Dalam penelitian ini penulis melakukan suatu percobaan berupa pemberian treatment berupa sirkuit training. Dalam pengambilan data dilakukan tes awal yang bertujuan untuk mengetahui data awal sampel sebelum diberikan treatment dan dilakukan tes akhir untuk mengetahui peningkatan hasil latihannya. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah peserta Liga Futsal Indonesia dari team SWAP futsal Jakarta, dan dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang. Setelah dilakukan pengolahan dan analisis data secara statistik diperoleh kesimpulan bahwa: Sirkuit training memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan daya tahan tubuh melalui penghitungan statistik diperoleh t-hitung = 4.8 yang lebih besar dari t-tabel = 2.26 pada taraf signifikansi α = 0.05 dan dk = 9. Dengan demikian, maka hipotesis yang diajukan oleh peneliti diterima, jadi Sirkuit Training memberikan peningkatan daya tahan tubuh atlit futsal yang signifikan. Kata Kunci: Latihan Sirkuit, Daya Tahan Abstract his study aims to determine the effect of circuit training to endurance training ( endurance ). The method used in this study is the experimental method. In this study the authors conducted an experimental form of treatment in the form of circuit training. In the initial test data collection which aims to determine the initial data sample before treatment is given and carried out tests to determine the final yield improvement training. The population in this study were participants of Indonesian Futsal League futsal team SWAP Jakarta, and with a sample size of 20 people. After processing and statistical analysis of the data it is concluded that : Circuit training have a significant influence on the improvement of the immune system is obtained by calculating the t- statistic = 4.8 which is greater than t - table = 2.26 at significance level α = 0.05, and df = 9. Thus, the hypothesis put forward by the researchers is received, so Circuit Training provides enhanced endurance athletes futsal significant. Keyword: Circuit Training, Endurance PENDAHULUAN Kata Futsal berasal dari bahasa Spanyol, yaitu Futbol (sepak bola) dan Sala (ruangan), yang jika digabung artinya menjadi Sepak Bola dalam Ruangan. Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua regu, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain 27

Jurnal Pendidikan Olah Raga, Vol. 3, No. 1, Juni 2014 cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan. Futsal diciptakan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Federation Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia. Futsal masuk ke Indonesia sebenarnya pada sekitar tahun 1998-1999. Lalu pada tahun 2000-an, futsal mulai dikenal masyarakat. Pada saat itulah futsal mulai berkembang dengan maraknya sekolah-sekolah futsal di Indonesia. Lalu pada tahun 2002 AFC meminta Indonesia untuk menggelar kejuaraan Piala Asia. Futsal di Indonesia saat ini sudah sangat berkembang. Akan tetapi, sampai saat ini olahraga futsal hanya bersifat rekreatif saja, belum menjadi sebuah olahraga profesional. Sekarang tinggal bagaimana Badan Futsal Nasional (BFN) dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dapat bekerja bahu-membahu untuk membawa olahraga ini dinikmati semua masyarakat dan menjadi sebuah olahraga yang profesional. Kemampuan fisik (physical performanca) merupakan salah satu faktor penting penting dalam mencapai prestasi, physical performance yang tinggi diharapkan melalui proses berlatih bekerja yang dilakukan secara berulang-ulang dengan jumlah beban yang meningkat. Soekarman (1997:67) menyatakan: Training pada masa sekarang ini tidak hanya berolahraga, tetapi sudah merupakan suatu proses yang kompleks dan canggih. Untuk memenuhi tuntutan daya tahan tersebut seorang para anggota Tim SWAP Futsal Jakarta harus mempunyai energi dalam jumlah banyak. Tuntutan energi dalam jumlah banyak itu akan diproduksi melalui sistem aerobik yang memerlukan oksigen, oleh karena itu tinggi rendahnya daya tahan seorang para pemain Tim SWAP Futsal Jakarta tergantung dari tinggi rendahnya kapasitas oksigen maksimal atau VO 2 maks. Tinggi rendahnya VO 2 maks para pemain Tim SWAP Futsal Jakarta sangat berpengaruh pada kondisi fisik atau kesegaran jasmani anggota Tim. Menurut Wagner (2008) tinggi rendahnya VO 2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jenis 28

latihan, keturunan, pengaruh keadaan, komposisi badan, jenis kelamin, dan umur. Fox (dalam Umar, 2001:59) menyatakan seseorang yang memiliki VO 2 maks yang tinggi tidak saja mampu melakukan aktivitas daya tahan dengan baik tetapi lebih dari itu, mereka akan mampu melakukan recovery (pemulihan asal) kondisi fisiknya lebih cepat dibandingkan dengan orang yang memiliki VO 2 maks yang rendah. Sehingga kemampuan mereka untuk untuk melakukan aktivitas berikutnya bisa lebih cepat dan mampu bertahan dalam jumlah waktu yang lama. Tinggi rendahnya VO 2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu dari faktor tersebut adalah organ tubuh yang pada dasarnya organ-organ tubuh tersebut sangat menunjang terhadap tingkat VO 2 maks. Organ-organ tersebut seperti; paru yang berfungsi untuk memasukkan oksigen dari luar kedalam tubuh, kualitas darah (hemogoblin) yang berfungsi untuk mengikat oksigen danmembawanya ke seluruh jaringan, jantung yang berfungsi memompa darah, dan sistem sirkulasi (pembuluh darah) yang berfungsi tempat jalannya darah serta jaringan tubuh yang akan mempergunakan oksigen untuk proses oksidasi sehingga menghasilkan energi. Bagi para pemain Tim SWAP Futsal Jakarta semakin baik kualitas faktor organ tubuh tersebut maka semakin baik dan tinggi pula tingkat VO 2 maks seorang pemain, sehingga akan meningkatkan daya tahan tubu bagi TIM SWAP Futsal Jakarta dan memiliki tingkat kesehatan dan kesegaran jasmani yang tinggi pula. Apabila tingkat kesegaran Jasmani para pemain Tim SWAP Futsal Jakarta bagus maka prestasi juga akan dapat meningkat dan lebih bagus lagi. Sebaliknya jika Para pemain Tim SWAP Futsal Jakarta mempunyai daya tahan yang rendah, maka mereka akan cepat mengalami kelelahan yang mengakibatkan emosi yang tidak stabil, mudah terombang-ambing dalam situasi atau suasana, kurang kosentrasi dan tidak fokus dalam pertandingan sehingga para pemain tim SWAP Futsal Jakarta dalam segi prestasi akan menurun. Untuk meningkatkan VO 2 maks latihan fisik harus dilakukan, peningkatan VO 2 maks sebaiknya dengan cara program latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan jantung maupun paru. Sedangkan untuk meningkatkan VO 2 maks yang dilakukan dengan Program latihan anerobik, secara langsung dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. Prestasi tinggi Tim SWAP Futsal Jakarta dalam tingkat Nasional hanya dicapai dengan menjalani latihan yang sistematik dan teratur. 29

Jurnal Pendidikan Olah Raga, Vol. 3, No. 1, Juni 2014 Dari keterangan diatas maka untuk meningkatkan dan memperbaiki prestasi Tim SWAP Futsal Jakarta dalam Indonesia Futsal League 2012 adanya program latihan kebugaran jasmani berupa program latihan fisik khususnya dalam hal meningkatkan daya tahan jantung dan paru paru (VO2) dengan cara latihan aerobik dan anaerobik. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti sangat tertarik untuk meneliti perbandingan antara Interval Training dan Sirkuit Training terhadap pembinaan daya tahan atlit futsal SWAP Jakarta dalam Indonesia Futsal League IFL 2012. KAJIAN PUSTAKA Daya tahan otot tidak hanya dikenal pada istilah kekuatan tetapi juga kemampuan otot berkontraksi dalam beberapa waktu tanpa mengalami kelelahan. Suharno (dalam Budiwanto, 2004: 35) menjelaskan bahwa daya tahan adalah kemampuan organ atlet untuk melawan kelelahan yang timbul saat melakukan aktivitas olahraga dalam waktu yang lama. Daya tahan atau endurance dalam hal ini dikenal dua macam daya tahan, yakni: daya tahan umum atau general endurance kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung, paru-paru, dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus yang melibatkan kontraksi sejumlah otot dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama. Daya tahan otot atau local endurance yaitu kemampuan seseorang dalam mempergunakan ototnya untuk berkontraksi secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama dengan beban tertentu. Jadi dapat disimpulkan bahwa daya tahan/endurance merupakan salah satu komponen kesegaran jasmani yang paling penting untuk dilatih, karena daya tahan ini secara langsung juga untuk melatih otot, kelenturan dan komponen kesegaran jasmani lainnya. Cirkuit Training Morgan dan Adamson (1953) di University of Leeds di Inggris (Wilmore : 1977) menjadi semakin populer dan diakui oleh banyak pelatih, ahli-ahli pendidikan jasmani, dan atlet sebagai suatu sistem latihan yang dapat memperbaiki secara serempak fitnets keseluruhan dari tubuh yaitu, komponen komponen power, daya tahan, kecepatan, fleksibilitas, mobilitas, dan komponen-komponen fisik lainnya karena itu bentuk-bentuk latihan dalam circuit training biasanya adalah kombinasi dari semua unsur fisik. 30

Latihannya berupa lari, naik turun tangga, lari ke samping atau kebelakang, melempar bola, memukul bola dengan raket, lompat-lompat, dan sebagainya. Bentuk bentuk latihannya biasanya disusun dalam lingkaran karena itu namanya circuit training. Menciptakan metode kesegaran jasmani dan latihan yang terbukti berhasil dalam beberapa masa. Karena pos-pos dari program latihan disusun. 1. Pos 1 : squat jump 2. Pos 2 : push up 3. Pos 3 : sit-up 4. Pos 4 : back-up 5. Pos 5 : lari zig zag 6. Pos 6 : shutel run 7. Pos 7 : driblling zig-zag 8. Pos 8 : passing bola 9. Pos 9 : heading bola 10. Pos 10: shooting bola Pelaksanaan circuit training adalah sebagai berikut : Dalam satu putaran antara lain pos-pos tersebut antara lain, Push up, Squat jump, Squat thrust, Pull up, Sit up, Back up, lari zig-zag, shuttle run. Disetiap pos atlet diharuskan melakukan suatu bentuk latihan tertentu. Latihan-latihannya biasanya berbentuk latihan-latihan kondisi fisik seperti untuk kekuatan, kecepatan, agilitas, daya tahan, dan sebagainya. SWAP Jakarta Berawal dari Turnamen Futsal yang dilaksanakan pada 29 30 Januari 2005 oleh suatu kepanitiaan yang bernama SWAP, dimana guna melaksanakan follow-up dari kegiatan tersebut guna membina para pemuda dalam dan guna mengembangkan cabang olah raga Futsal di Indonesia, pada 31 Januari 2005 didirikanlah SWAP Futsal Club ( SWAP FC ). Sejak didirikannya, SWAP FC telah mengikuti beberapa turnamen Futsal, seperti Biang Bola Cup II, Electro Futsal -Jaya Baya, dan POFTA. Dari sinilah, beberapa pemain SWAP FC mendapatkan kesempatan dalam seleksi pemain Tim Futsal Nasional dan 1 pemain SWAP FC, Niclaus Christian, pernah bergabung dalam Tim Futsal Nasional 31

Jurnal Pendidikan Olah Raga, Vol. 3, No. 1, Juni 2014 yang diberangkatkan ke Bangkok dalam Kejuaraan Futsal Asean pada 2 7 Mei 2005. Pada tahun 2006 SWAP FC telah terdaftar sebagai salah satu klub Futsal dalam Indonesian Futsal League, yang saat ini merupakan satu-satunya event resmi Badan Futsal Nasional dan karenanya telah mengikuti event ini untuk tahun pertamanya 2006-2007. Karenanya, sejak itu SWAP FC secara resmi telah menjadi anggota Badan Futsal Nasional. METODE Metode penelitian memberikan pegangan yang lebih jelas dalam melakukan penelitian, dapat menentukan batas penelitian yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Sehingga penulis dapat memusatkan perhatian dan berusaha kearah yang lebih nyata, lebih efektif dan dapat memberi gambaran yang lebih jelas tentang apa yang harus dilakukan serta bagaimana cara melakukan atau mengatasi kesulitan yang akan segera dihadapi oleh peneliti. Bila di tinjau dari tujuan penelitian yaitu untuk menguji, mengecek atau membuktikan kebenaran suatu hipotesis tentang sebab akibat sebagaimana tertuang dalam judul penelitian, Perbandingan Antara Interval Training dan Circuit Training Terhadap Pembinaan Daya Tahan Atlet Futsal SWAP Jakarta Dalam Indonesia Futsal League (IFL) 2012. Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode eksperimen dengan membentuk dua variabel bebas yang diteliti dan bagaimana pengaruhnya terhadap variabel terikat. Variabel bebas adalah Interval Training Circuit Training sedangkan variabel terikatnya adalah hasil peningkatan Daya tahan tubuh Atlet futsal Nasional SWAP Jakarta yang dicapai pada tes awal dan tes akhir melalui Bleep Test. Sehubungan dengan metode tersebut penulis mengutip pendapat (Sugiyono, 2008:72) metode eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Sedangkan menurut (Moh. Nazir, 2005 : 63) eksperimen adalah penelitian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap obyek penelitian serta adanya kontrol. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa metode eksperimen sebagai suatu metode dalam merencanakan penelitian dan dapat digunakan untuk menentukan pengaruh dari suatu peristiwa. sehingga diperoleh hasil yang dapat bermanfaat. 32

HASIL DAN PEMBAHASAN Data yang didapat dari tes awal dan akhir masih merupakan data mentah, oleh karena itu perlu diolah agar mempunyai arti untuk disimpulkan. Adapun proses pengolahan data dengan menggunakan pendekatan statistik. Hasil pengolahan data tersebut akan dikemukakan secara terperinci pada uraian berikut ini. Tabel 1. Hasil Penghitungan Nilai Rata-Rata dan Simpangan Baku Kedua Kelompok Sampel Kelompok Tes Awal Tes Akhir X SD X SD Sirkuit Training 434.5 43.4 3.6 434.5 46.6 3.2 Keterangan: = Jumlah X = Rata-rata SD = Standar Deviasi / Simpangan Baku Setelah nilai rata-rata dan simpangan baku dua kelompok tersebut diketahui, maka langkah selanjutnya adalah melakukan uji homogenitas dari kedua kelompok sampel tersebut dengan menggunakan uji kesamaan dua variasi. Hasil dari pengujian tersebut dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Hasil Pengujian Normalitas Lilliefors Bleep Test Kedua Kelompok Kelompok Periode Tes Lo-Hitung L-Tabel Kesimpulan Metode Sirkuit Tes Awal 0.1020 0.2580 Normal Training Tes Akhir 0.2004 0.2580 Normal Berdasarkan tabel diatas tersebut dapat diketahui bahwa nilai L dari daftar = 0.2580 Sedangkan nilai Lo tes awal kelompok metode Sirkuti Training = 0.1020, Lo tes akhir = 0.2004 Kriteria pengujiannya adalah: tolak hipotesis nol jika Lo yang diperoleh dari data pengamatan melebihi L dari daftar tabel. Dalam hal lainnya hipotesis nol diterima. Dengan demikian, data tes awal dan tes akhir kelompok metode Sirkuit Training berdistribusi normal, karena nilai Lo lebih kecil dari nilai L tabel. SIMPULAN Metode Sirkuit Training memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan daya tahan tubuh atlit futsal. Berikut penghitungan Sirkuit Training terhadap daya tahan 33

Jurnal Pendidikan Olah Raga, Vol. 3, No. 1, Juni 2014 tubuh diperoleh t-hitung = 4.8 yang lebih besar dari t-tabel = 2.26 pada taraf signifikansi α = 0.05 dan dk = 9. Hal ini menggambarkan bahwa metode Sirkuit Training dapat meningkatkan daya tahan tubuh atlit futsal. Bagi para Pembina, pelatih dan anak latih futsal khususnya, serta pembaca pada umumnya. Dalam proses pembinaan dan pelatihan anak latih pemula maupun profesional, terutama dalam melatih fisik khususnya daya tahan tubuh, hendaknya menggunakan latihan yang efektif seperti Sirkuit Training dan Interval Training. DAFTAR PUSTAKA Budiwanto, 2004), Pembinaan Kondisi Fisik Dalam Olahraga, Jakarta. Fox,EL. (2001). Sport Physiology. Tokyo : Sounders Collage Publishing Mohammad Nazir. 2005. Metode Penelitian. Jakarta. Ghalia Indonesia. Soekarman. 1997. Olahraga Tehnik dan Program Latihan. Jakarta : Akademika Pressindo Sugiyono. 2008. Metode penelitian, Jakarta 34