TANGGUNG JAWAB DISTRIBUTOR DALAM CACAT PRODUK PADA TRANSAKSI E-COMMERCE MELALUI FACEBOOK

dokumen-dokumen yang mirip
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN DALAM MELAKUKAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DI INDONESIA

JURNAL HUKUM HAK KONSUMEN ATAS GANTI RUGI PELAKU USAHA YANG WANPRESTASI DALAM KONTRAK ONLINE INDONESIA

TANGGUNG JAWAB PIHAK RETAILTERHADAP PRODUK YANG TELAH KADALUWARSA YANG MENIMBULKAN KERUGIAN PADA KONSUMEN DI KELURAHAN SANUR KOTA DENPASAR

ASPEK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN DI INDONESIA TERKAIT CACAT TERSEMBUNYI PADA PRODUK MINUMAN BOTOL

TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA ATAS PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL YANG MENGANDUNG BAHAN KIMIA OBAT

PENYELESAIAN SENGKETA ANTARA KONSUMEN DENGAN PELAKU USAHA MELALUI MEDIASI DI BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN (BPSK) KOTA DENPASAR

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN AKIBAT WANPRESTASI DALAM TRANSAKSI ELEKTRONIK

MEKANISME PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN SECARA MEDIASI TERHADAP PRODUK CACAT DALAM KAITANNYA DENGAN TANGGUNG JAWAB PRODUSEN

LEMBAGA PERLINDUNGAN HUKUM BAGI NASABAH BANK PENGGUNA AUTOMATED TELLER MACHINE (ATM)

KEKUATAN MENGIKAT KONTRAK BAKU DALAM TRANSAKSI ELEKTRONIK

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN TERHADAP PRAKTEK PELAKU USAHA DI DENPASAR

Oleh : I Gusti Ayu Indra Dewi Dyah Pradnya Paramita Desak Putu Dewi Kasih. Bagian Hukum Bisnis, Fakultas Hukum, Universitas Udayana ABSTRACT

BAB III PENUTUP. perjanjian konsinyasi dalam penjualan anjing ras di Pet Gallery Sagan

PENYELESAIAN SENGKETA PERDATA DI PENGADILAN NEGERI DALAM KAITANNYA DENGAN TRANSAKSI YANG MENGGUNAKAN INTERNET

ABSTRAK. Dewi Karina Crietie Alvin ( )

Oleh L.P Hadena Hoshita Adiwati Bagian Hukum Perdata Fakultas Hukum Universitas Udayana

AKIBAT HUKUM ATAS PELANGGARAN MEREK OLEH PIHAK YANG BUKAN PEMEGANG LISENSI

PENGATURAN UPAYA HUKUM DAN EKSEKUSI PUTUSAN BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN (BPSK)

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PELAKU USAHA TERKAIT WANPRESTASI YANG DILAKUKAN KONSUMEN DENGAN CARA HIT AND RUN

TANGGUNG JAWAB PENYEWA DALAM PERJANJIAN SEWA MENYEWA KENDARAAN RODA EMPAT DI KOTA GIANYAR

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN DALAM TRANSAKSI ONLINE DI BALI

Oleh: Made Mintarja Triasa I Gusti Ayu Puspawati Ida Bagus Putu Sutama Bagian Hukum Bisnis Fakultas Hukum Universitas Udayana

BAB I PENDAHULUAN. Banyaknya barang dan jasa yang melintasi batas-batas wilayah suatu negara

BAB I PENDAHULUAN. Banyak makanan import yang telah masuk ke Indonesia tanpa disertai

PERLINDUNGAN HUKUM DAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN BELANJA ONLINE DI LUAR PENGADILAN Oleh. Ni Komang Ayuk Tri Buti Apsari *

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK

BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Kompas 18 Maret 2004, Perlindungan terhadap konsumen di Indonesia ternyata masih

SANKSI TERHADAP PELAKU USAHA TERKAIT DENGAN PELANGGARAN PERIKLANAN SESUAI DENGAN UNDANG- UNDANG PERLINDUNGAN KONSUMEN

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PIHAK KONSUMEN DARI TAMPILAN IKLAN SUATU PRODUK YANG MENYESATKAN DAN MENGELABUI. Oleh: Rizky Novyan Putra

BAB II TINJAUAN TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN. Bagi para ahli hukum pada umumnya sepakat bahwa arti konsumen

BAB I PENDAHULUAN. internet sebagai media baru, mendorong perubahan ini menjadi lebih maju.

Diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi Syarat-syarat untuk menyelesaikan program Studi Ilmu Hukum (S.1) dan mencapai Gelar Sarjana Hukum

BAHAN KULIAH ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA DAGANG Match Day 11 PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN

SYARAT SUBJEKTIF SAHNYA PERJANJIAN MENURUT KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA (KUH PERDATA) DIKAITKAN DENGAN PERJANJIAN E-COMMERCE

I. PENDAHULUAN. (interconnection networking), yaitu suatu koneksi antar jaringan komputer.

BAB 1 PENDAHULUAN. penting untuk dapat mempengaruhi pola perdagangan. Kemampuan

BAB I PENDAHULUAN. Pada masa sekarang ini banyak terjadi sengketa baik dalam kegiatan di

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan akan tempat yang dapat dipergunakan sebagai tempat berteduh,

PELAKSANAAN PERJANJIAN BAKU DALAM PERJANJIAN PENGANGKUTAN BARANG MELALUI PERUSAHAAN ANGKUTAN DARAT PADA PT ARVIERA DENPASAR

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN DALAM TRANSAKSI JUAL BELI-ONLINE (E-COMMERCE) Oleh: Cindy Aulia Khotimah Jeumpa Crisan Chairunnisa

TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN SEKURITAS TERHADAP INVESTOR DALAM PERDAGANGAN SAHAM SECARA ELEKTRONIK

BAB I PENDAHULUAN. negosiasi diantara para pihak. Melalui proses negosiasi para pihak berupaya

HAK-HAK KONSUMEN DALAM PEREDARAN PRODUK MAKANAN DAN MINUMAN DALAM RANGKA PERLINDUNGAN KONSUMEN

ABSTRAK. Kata Kunci: Pertanggungjawaban, kargo pusat, agen. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. yang melindungi kepentingan konsumen 1. Adapun hukum konsumen diartikan

LAYANAN PURNA JUAL PRODUK ELEKTRONIK DENGAN GARANSI. Oleh Dian Pertiwi Ketut Sudiarta Hukum Bisnis Fakultas Hukum Universitas Udayana

PELAKSANAAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN OLEH BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN DI KOTA DENPASAR

TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA TERHADAP KONSUMEN YANG MENGALAMI KERUGIAN AKIBAT PRODUK MAKANAN KADALUARSA

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP WISATAWAN BERKAITAN DENGAN USAHA JASA RESTORAN DI DESA PADANG BAI KARANGASEM

BAB I PENDAHULUAN. sengketa yang terjadi diantara para pihak yang terlibat pun tidak dapat dihindari.

PENYELESAIAN SENGKETA PENANAMAN MODAL ASING DI BALI

PELAKSANAAN MEDIASI SENGKETA KONSUMEN OLEH BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN SEBAGAI WUJUD PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN

BAB IV ANALISIS HUKUM MENGENAI TANGGUNG JAWAB OPERATOR SELULER TERHADAP PELANGGAN SELULER TERKAIT SPAM SMS DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8

Pembangunan nasional merupakan pencerminan kehendak untuk terusmenerus. terpadu, terarah, dan berkesinambungan dalam rangka mewujudkan suatu

BAB I PENDAHULUAN. terkait dalam bidang pemeliharaan kesehatan. 1 Untuk memelihara kesehatan

KEABSAHAN KONTRAK ELEKTRONIK DALAM KAITAN DENGAN KECAKAPAN MELAKUKAN PERBUATAN HUKUM OLEH PARA PIHAK

TANGGUNG GUGAT PRODUCT LIABILITY DALAM HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN DI INDONESIA

PERLINDUNGAN HUKUM T ERHADAP KONSUME N AKI BAT PERSAING AN CURANG

ABSTRAK ABSTRACT. Key Word : , legal evidence, evidence

PELANGGARAN MEREK TERKENAL MELALUI JUAL-BELI BARANG DI MEDIA JEJARING SOSIAL FACEBOOK

ANALISIS YURIDIS JUAL BELI BARANG MELALUI TOKO ONLINE (E-COMMERCE)

BAB III PENUTUP. tujuan dari penelitian penulisan skripsi ini, yaitu antara lain:

E-Journal Graduate Unpar Part B : Legal Science

Abstract. Keywords: Responsibility, contractor, tort, compensation. Abstrak

PEMBAYARAN DALAM PERJANJIAN JUAL BELI BARANG LUKISAN PADA STUDIO OF ARTIST PAINTING DEWA PUTU TORIS DI SUKAWATI

Juridical Review of Consumer Protection in Sell and Purchase Transaction Through

Perjanjian Jual Beli Barang Melalui Elektronik Commerce (E-Com)

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN TERHADAP TRANSAKSI JUAL BELI MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL

BAB III TINJAUAN UMUM KONTRAK DAN PERJANJIAN. Perjanjian, adapun yang dimaksud dengan perikatan oleh buku III KUH

TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA PENGIKLAN JIKA TERJADI KERUGIAN YANG DIALAMI OLEH KONSUMEN

BAB I PENDAHULUAN. dan perdagangan nasional telah menghasilkan berbagai variasi barang atau jasa

BAB I PENDAHULUAN. mempengaruhi lahirnya bentuk-bentuk perbuatan hukum baru. 1

TANGGUNG JAWAB PT. ROYAL EKSPRESS INDONESIA ATAS KERUSAKAN BARANG BERDASARKAN PERJANJIAN PENGIRIMAN BARANG

PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM KEGIATAN TRANSAKSI JUAL BELI ONLINE DI INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tak lepas dari bermacam-macam

TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA ATAS INFORMASI SUATU PRODUK MELALUI IKLAN YANG MENGELABUI KONSUMEN

PENYELESAIAN SENGKETA WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN KERJASAMA SEKOLAH DASAR NOMOR 3 PENATIH DENGAN PT.PRIMAGAMA DENPASAR MEGA KARLINA NPM.

E-Commerce. Ade Sarah H., M. Kom

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP DANA NASABAH YANG DISIMPAN PADA LEMBAGA PERKREDITAN DESA (LPD)

BAB I PENDAHULUAN. secara material maupun spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang

PENEGAKAN HUKUM LINGKUNGAN MELALUI ASPEK HUKUM PERDATA

PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL ANTARA PEKERJA DAN PENGUSAHA

TANGGUNG JAW AB PELAKU USAHA LAUNDRY TERKAIT DENGAN KLAUSULA EKSONERASI PERJANJIAN LAUNDRY DI KECAM ATAN KEDIRI

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PELANGGARAN PRIVASI KONSUMEN DALAM BERTRANSAKSI ONLINE

BAB I PENDAHULUAN. membawa dampak cukup pesat bagi perkembangan pertumbuhan dan perekonomian dunia usaha

BAB I PENDAHULUAN. sengketa dengan orang lain. Tetapi di dalam hubungan bisnis atau suatu perbuatan

TANGGUNG JAWAB HUKUM PERUSAHAAN (PERSEROAN TERBATAS) TERHADAP KESALAHAN KARYAWAN YANG MERUGIKAN KONSUMEN

KAJIAN YURIDIS KEABSAHAN JUAL BELI SECARA ELEKTRONIK (E-COMMERCE) DENGAN MENGGUNAKAN KARTU KREDIT

PERLINDUNGAN HUKUM KONSUMEN TERHADAP PRODUK MAKANAN YANG DIPASARKAN PELAKU USAHA MENURUT UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1999

TANGGUNG JAWAB HUKUM PELAKU USAHA TERHADAP KONSUMEN Oleh : Sri Murtini Dosen Fakultas Hukum Universitas Slamet Riyadi Surakarta.

Thomas Hendri Hananto

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP DANA NASABAH PADA KOPERASI DALAM HAL WANPRESTASI

KREDIT MACET PADA KOPERASI SENIMAN SANGGAR KEMBANG BANG BANJAR KEDISAN TEGALLALANG GIANYAR

ABSTRAK KAJIAN YURIDIS ATAS DOKTRIN CAVEAT VENDITOR

SKRIPSI KLAUSULA BAKU DALAM PERJANJIAN E-COMMERCE DITINJAU DARI SUDUT PERLINDUNGAN KONSUMEN

I. PENDAHULUAN. menimbulkan pengaruh terhadap berkembangnya transaksi-transaksi bisnis yang

TANGGUNG JAWAB PT KARYA AGUNG DEWATA SEBAGAI DEVELOPER TERHADAP KONSUMEN DITINJAU DARI HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN

TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA TERHADAP PENGGUNAAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN PADA JAJANAN ANAK SEKOLAH DASAR DI KOTA DENPASAR. Oleh. Putu Bagus Satya Nugraha

JURNAL TANGGUNG JAWAB HUKUM PT. KERETA API INDONESIA TERHADAP KERUGIAN PENUMPANG AKIBAT KECELAKAAN KERETA API. Diajukan Oleh :

Transkripsi:

TANGGUNG JAWAB DISTRIBUTOR DALAM CACAT PRODUK PADA TRANSAKSI E-COMMERCE MELALUI FACEBOOK ABSTRACT oleh Nessya Nindri Sari I Ketut Westra Dewa Gede Rudy Bagian Hukum Bisnis Fakultas Hukum Universitas Udayana Social dynamics in today's world has changed rapidly. Electronic commerce is a product of the growth in the field of information and communication technology (ICT) has revolutionized the way in which commercial transactions being conducted worldwide. Distributors have realized the potential to utilize social media in terms of creating brand awareness, generate revenue, get feedback from consumers. But there are also distributors who cheat and run away from the responsibility of making the consumer loses. Consumer protection should receive more attention, because it has become part of the economic development of Indonesia. Keywords: Electronic commerce, responsibility, distributors. ABSTRAK Dinamika sosial masyarakat di dunia saat ini telah mengalami perubahan pesat. Transaksi elektronik merupakan produk dari pertumbuhan di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah merevolusi cara dimana transaksi komersial sedang dilakukan di seluruh dunia. Distributor telah menyadari potensi untuk memanfaatkan media sosial dalam hal menciptakan pengenalan merek, menghasilkan pendapatan, mendapatkan umpan balik dari konsumen. Tetapi ada juga distributor yang berbuat curang dan lari dari tanggung jawab sehingga membuat konsumen mengalami kerugian. Perlindungan konsumen harus mendapat perhatian yang lebih, karena telah menjadi bagian pembangunan ekonomi Indonesia. Kata kunci: Transaksi elektronik, tanggung jawab, distributor. I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dinamika sosial masyarakat di dunia saat ini telah mengalami perubahan pesat. Hal ini ditandai oleh perkembangan yang spektakuler di bidang teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Pemasaran produk tidak hanya dilakukan melalui media massa tetapi juga dapat melalui dunia maya (virtual world). Transaksi jual beli barang pun yang pada awalnya bersifat konvensional perlahanlahan beralih menjadi transaksi jual beli barang secara elektronik yang 1

menggunakan media internet yang dikenal dengan istilah electronic commerce (ecommerce) atau kontrak dagang elektronik. Melalui internet, produk dapat dipasarkan dalam dunia maya dengan jangkauan yang lebih luas dibandingkan melalui media massa, hanya saja tidak semua jejaring (social networking) seperti facebook dapat menjangkau konsumen (merchant) di seluruh dunia. Perlindungan konsumen harus mendapat perhatian yang lebih, karena investasi asing telah menjadi bagian pembangunan ekonomi Indonesia dan dalam dunia perdagangan internasional perlindungan konsumen diperlukan karena merupakan suatu cara untuk menangkis implikasi negatif bagi perlindungan konsumen Indonesia. 1 Pelanggaran terhadap hak-hak konsumen tersebut perlu diatasi dengan peraturan perundang-undangan guna meningkatkan harkat dan martabat konsumen serta meningkatkan kesadaran, kepedulian, kemampuan, pengetahuan, dan kemandirian konsumen untuk melindungi haknya, serta menumbuh kembangkan sikap pelaku usaha yang bertanggung jawab. 2 1.2. Tujuan Penelitian Adapun yang menjadi tujuan dari penulisan jurnal ini adalah agar masyarakat lebih memahami bagaimana bentuk tanggung jawab distributor dan upaya hukum dalam hal penyelesaian sengketa pada transaksi e-commerce. 1.3. Metode Pendekatan Jurnal ini dibuat dengan menggunakan metode pendekatan penelitian hukum empiris, maka pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (the statute approach) dan pendekatan fakta (the fact approach). Data yang digunakan dalam penulisan jurnal ini bersumber pada data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh langsung hal. 2. 1 Erman Rajaguguk et.al, 2000, Hukum Perlindungan Konsumen, Mandar Maju, Bandung, 2 Gunawan Widjaja dan Ahmad Yani, 2002, Hukum Tentang Perlindungan Konsumen, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, hal. 2. 2

melalui wawancara dan/atau survei di lapangan yang berkaitan dengan perilaku masyarakat, sedangkan data sekunder diperoleh melalui bahan pustaka. Teknik pengumpulan data dalam data primer menggunakan teknik wawancara baik dari informan maupun responden agar mendapat jawaban yang relevan dengan masalah yang diteliti. Sedangkan dalam data sekunder dilakukan dengan studi dokumen dan pemilihan secara selektif pendapat-pendapat dari para ahli hukum dari bahan-bahan hukum yang relevan. 1.4. Masalah Hukum Dalam E-commerce Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat diajukan rumusan masalah sebagai berikut: 1 Bagaimanakah tanggung jawab distributor terhadap cacat produk dalam transaksi e-commerce melalui facebook? 2 Bagaimanakah upaya hukum yang ditempuh konsumen dalam hal sengketa yang berkaitan dengan tanggung jawab distributor dalam transaksi e- commerce melalui facebook? II. PEMBAHASAN 2.1. Tanggung Jawab Distributor Terhadap Cacat Produk Dalam Transaksi E- commerce Melalui Facebook Tanggung jawab hukum atas produk (product liability) dalam hal tidak terdapat hubungan perjanjian (no privity of contract) antara pelaku usaha dengan konsumen, tanggung jawab pelaku usaha didasarkan pada product liability atau pertanggung jawaban produk. 3 Product liability meletakkan tanggung jawab produk terhadap distributor atau dikenal dengan strict liability yaitu apabila terdapat kesalahan atau cacat produk akibat atau dianggap kesalahan dari pihak distributor dan menyebabkan kerugian konsumen atau pihak lain, maka hal tersebut menjadi tanggung jawab distributor secara mutlak, tanpa kesalahan. Prinsip tanggung jawab ini menetapkan bahwa suatu tindakan dapat dihukum atas dasar perilaku berbahaya yang merugikan, tanpa mempersoalkan 3 Edmon Makarim, 2005, Pengantar Hukum Telematika, Rajawali Pers, Jakarta, hal. 401. 3

ada tidaknya kesengajaan atau kelalaian. Jadi kesalahan tidak menjadi faktor yang menentukan, namun ada pengecualian-pengecualian yang memungkinkan untuk dibebaskan dari tanggung jawab, misalnya adanya force majure/over macht yang diatur dalam Pasal 1245 KUH Perdata. 2.2. Upaya Hukum yang Ditempuh Konsumen Dalam Hal Sengketa Yang Berkaitan Dengan Tanggung Jawab Distributor Dalam Transaksi E- commerce Melalui Facebook Penyelesaian sengketa konsumen sepenuhnya diatur dalam Undang- Undang Perlindungan Konsumen Bab X yang terdiri dari empat pasal yaitu dimulai dari Pasal 45 sampai dengan Pasal 48 Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Penyelesaian sengketa konsumen melalui pengadilan ini mengacu pada ketentuan peradilan umum yang berlaku. Proses beracara di pengadilan menurut hukum perlindungan konsumen menggunakan sistem pembuktian terbalik. Menurut Undang Undang Nomor 30 Tahun 1999, penyelesaian sengketa diluar pengadilan dapat dilakukan dengan arbitrase, yang melahirkan putusan arbitrase yang bersifat final and binding serta dituangkan dalam perjanjian arbitrase. Penyelesaian sengketa diluar pengadilan atau yang lebih dikenal dengan Alternative Dispute Resolution (ADR) dapat ditempuh dengan berbagai cara. ADR tersebut dapat berupa negosiasi, mediasi, konsiliasi, minitrial, summary jury trial, settlement conference serta bentuk lainnya. 4 Penyelesaian sengketa konsumen diluar pengadilan juga dapat dilakukan melalui pendekatan secara kekeluargaan. Dasar hukumnya terdapat dalam KUH Perdata (Buku ketiga, Bab XVIII, Pasal 1851 sampai dengan Pasal 1864 tentang perdamaian) dan dalam Pasal 45 ayat (2) dan Pasal 47 Undang-Undang Perlindungan Konsumen. 4 Yahya Harahap, 1997, Beberapa Tinjauan Mengenai Sistem Peradilan dan Penyelesaian Sengketa, Citra Aditya Bakti, Bandung, hal. 186. 4

III. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan atas permasalahan diatas, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Distributor bertanggungjawab apabila cacat produk yang terjadi adalah sepenuhnya kesalahan distributor selaku pelaku usaha. Tanggung jawab distributor dapat berupa ganti rugi dengan produk yang sama, ganti rugi dengan uang yang senilai dengan harga produk tersebut beserta ongkos kirimnya, atau berupa membayar perawatan dan pengobatan konsumen apabila cacat produk tersebut menimbulkan gangguan kesehatan pada konsumen. 2. Upaya yang ditempuh apabila distributor selaku pelaku usaha tidak mau bertanggungjawab atas terjadinya cacat produk dalam transaksi jual beli di facebook adalah dengan penyelesaian sengketa diluar pengadilan (Alternative Dispute Resolution), yaitu: konsiliasi, mediasi, dan arbitrase. Selain itu, penyelesaian sengketa diluar pengadilan juga dapat dilakukan dengan pendekatan secara kekeluargaan. Apabila tidak berhasil, maka dapat ditempuh melalui pengadilan. Daftar Pustaka Buku Edmon Makarim, 2005, Pengantar Hukum Telematika, Rajawali Pers, Jakarta. Erman Rajaguguk et.al, 2000, Hukum Perlindungan Konsumen, Mandar Maju, Bandung. Gunawan Widjaja dan Ahmad Yani, 2002, Hukum Tentang Perlindungan Konsumen, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Yahya Harahap, 1997, Beberapa Tinjauan Mengenai Sistem Peradilan dan Penyelesaian Sengketa, Citra Aditya Bakti, Bandung. Peraturan Perundang-Undangan Kitab Undang Undang Hukum Perdata, Terjemahan R. Subekti dan R. Tjitrosudibio, Tahun 2009 Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Undang Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa 5