BAB IV ANALISIS MOTIVASI ORANG TUA UNTUK MENUMBUHKAN MINAT ANAK MEMBACA AL-QUR AN. A. Analisis Minat Anak Membaca Al-Qur an di TPQ Nurul Afkar

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV ANALISIS PERANAN ORANG TUA DALAM MEMOTIVASI ANAKNYA UNTUK BELAJAR AL QUR AN DI TAMAN PENDIDIKAN

BAB V PEMBAHASAN. A. Motivasi Belajar Membaca Al-Qur an pada Siswa di Madrasah. karena itu peran seorang guru bukan hanya semata-mata mentransfer ilmu

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB V PEMBAHASAN PENELITIAN. yang diperoleh dari hasil wawancara (interview), observasi dan data

BAB 1. Pendahuluan. Adolescent atau remaja, merupakan masa transisi dari anak-anak menjadi dewasa.

BAB V PEMBAHASAN. dengan judul skripsi ini dan untuk menjawab fokus masalah, maka dalam bab ini

BAB IV ANALISIS UPAYA GURU MENUMBUHKAN KESADARAN BERINFAK. SISWA MTs MA HADUL MUTA ALLIMIN SIDOREJO COMAL KABUPATEN PEMALANG

BAB I PENDAHULUAN. kembali pemikiran kita tentang makna pendidikan itu sendiri. Pendidikan terkait dengan nilai-nilai, mendidik berarti memberikan,

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana Strata 1 (S1) Program Studi Pendidikan Akuntansi

BAB IV ANALISIS MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU TENAGA PENDIDIK DI SDI HIDAYATULLAH SEMARANG

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.1

BAB I PENDAHULUAN. Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan(Dengan Pendekatan Baru), PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2013, hlm

BAB I PENDAHULUAN. Remaja Rosdakarya, 2009, Hlm. 1 2 Ramayulis, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2015, hlm.339

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Remaja Rosdakarya, 2011), hlm Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, (Bandung:

BAB IV ANALISIS POLA BIMBINGAN AGAMA ISLAM ANAK KARYAWAN PT. PISMATEX DI DESA SAPUGARUT

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB V PEMBAHASAN. skripsi ini. Adapun hal-hal yang diuraikan berkaitan dengan fokus masalah yaitu:

BAB IV HASIL PENELITIAN. Negeri 2 Sumbergempol Tulungagung, terlihat bahwa secara terus-menerus

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. hipotesis penelitian; f) kegunaan penelitian; g) penegasan istilah.

BAB I PENDAHULUAN. Wina Sanjaya, Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, Kencana, Jakarta, 2008, hlm. 17 2

HaidarPputra Daulay, Pendidikan Islam, Kencana, Jakarta, 2004, hlm

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELAJAR SISWA KELAS I SDN 7 KUTE PANANG. Zaki Al Fuad 1 dan Zuraini 2 ABSTRAK

Seorang wanita memiliki kesempatan dan potensi yang lebih. besar untuk berperan secara langsung dalam pendidikan anak, terlebih

HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA SMA NEGERI 1 TERAS, BOYOLALI

BAB I PENDAHULUAN. ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendidikan.

PENANAMAN NILAI-NILAI KREATIF DAN CINTA TANAH AIR PADA SENI TARI. Polokarto Kabupaten Sukoharjo) NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan usaha manusia untuk menumbuhkan dan

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH. Pada hakekatnya pendidikan merupakan sarana yang dapat

BAB I PENDAHULUAN. atau penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental. 2 Lebih jauh pendidikan

BAB IV ANALISIS UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT ANAK UNTUK BELAJAR HAFALAN JUZ AMMA DI MADRASAH DINIYAH

UPAYA GURU DALAM MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 22 BANDA ACEH. Rafika, Israwati, Bachtiar.

BAB I PENDAHULUAN. pengertian. Tesis ini berjudul Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam. Peserta Didik Kelas VII Di SMP Negeri 2 Adiluwih yaitu:

BAB 1 PENDAHULUAN. dinamis dalam diri (inner drive) yang mendorong seseorang. arti tidak memerlukan rangsangan (stimulus) dari luar dirinya,

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN. 1. Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi

BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik. 1) Secara garis besar peran guru dalam menanamkan nilai budi pekerti

BAB IV ANALISIS TENTANG PROSES PENANAMAN NILAI NILAI AGAMA ISLAM PADA SISWA TAMAN KANAK KANAK DI R.A TARBIYATUL ISLAM

BAB I. Pendahuluan. membimbing dan mendidik peserta didik berdasarkan hukum-hukum Islam. untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Secara umum tujuan pendidikan dapat dikatakan membawa anak ke arah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB V PEMBAHASAN. A. Pengaruh Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa

2015 PERBEDAAN MINAT SISWA SMK NEGERI 13 DAN SMK FARMASI BUMI SILIWANGI KOTA BANDUNG DALAM AMATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN

BAB I PENDAHULUAN. ditetapkan oleh Allah SWT. yang disebut dengan sunnatulllah. Jadi, tidak seorangpun di

Hubungan Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Mata Pelajaran Ekonomi

BAB IV ANALISIS. A. Analisis Bentuk Partisipasi Orang tua Terhadap Pelaksanaan. Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Wahid Hasyim Desa

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Pendidikan di mulai dari kandungan, hingga dewasa yang didapatkan

Faturrahman Dkk, Pengantar Pendidikan, Prestasi Pustaka Publisher, Jakarta, 2012, hlm. 1 Faturrahman, Ibid, hlm. 15 3

BAB IV PENUTUP. jumlah skor rata-rata berada pada klasifikasi sedang, yakni antara

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

peraturan yang guru berikan. Guru juga dapat memberikan penjelasan kepada siswa hubungan antara sikap disiplin belajar dengan prestasi sehingga hal

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam rangka mewujudkan salah satu tujuan kemerdekaan indonesia

BAB I PENDAHULUAN. dan mengandung sangsi terhadap pelanggarnya. 1

BAB I PENDAHULUAN. setiap individu atau kelompok untuk merubah sikap dari tidak tahu menjadi tahu

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELAJAR PEMERIKSAAN FISIK DI LABORATORIUM PADA MAHASISWA AKADEMI KEBIDANAN WIRA HUSADA NUSANTARA MALANG

PERANAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKANKEDISIPLINAN BELAJAR SISWA

BAB IV PENERAPAN METODE QIRA ATI DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA AL-QUR AN DI TPQ BINTANG KECIL 02 SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. kompleks sehingga sulit dipelajari dengan tuntas. Oleh sebab itu masalah

BAB V PEMBAHASAN. menghormati sesama manusia di MTsN Tulungagung. yang menghormati sesama manusia dapat dikatakan sudah dapat dijalankan

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan di segala bidang kehidupan. Perubahan dan perbaikan dalam

pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya pendidikan merupakan usaha manusia, artinya manusialah yang

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan, manusia dapat merubah pola pikir yang akan berpengaruh pada

BAB I PENDAHULUAN. Umbara, Bandung, 2003, hlm Ahmad Juntika Nurihsan dan Akur Sudiarto, Manajemen Bimbingan dan Konseling di

BAB IV ANALISIS POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN BAKAT ANAK DI REMBUN SIWALAN PEKALONGAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB II KAJIAN PUSTAKA

pelatihan, bantuan teknis dan lain-lain sesuai apa yang dilaporkan BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB I PENDAHULUAN. Mitra Pustaka, 2006), hlm 165. Rhineka Cipta,2008), hlm 5. 1 Imam Musbikiin, Mendidik Anak Kreatif ala Einstein, (Yogyakarta:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB IV FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDUKUNG PELAKSANAAN BIMBINGAN KEAGAMAAN ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK ANAK USIA DINI DI TK PELITA BANGSA

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. orang tua terhadap prestasi belajar pada siswa kelas IV SD se Gugus

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana Strata 1 (S1) Program Studi Pendidikan Akuntansi

PROCEEDINGS INTERNATIONAL SEMINAR

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pada era globalisasi seperti ini perkembagan ilmu pengetahuan dan

BAB I PENDAHULUAN. Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, PT Remaja Rosdakarya,Bandung, 2003, hlm 3-4 2

BAB I PENDAHULUAN. seluruh aspek kepribadian manusia yang berjalan seumur hidup. Penyelenggaraan

BAB I PENDAHULUAN. menjadi dewasa. Remaja memiliki beberapa karakter yang khas, salah satunya

BAB V PENUTUP. mengenalkan kepada siswa tentang bacaan Al-Qur an yang

PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI SOSIAL DAN SANTUN PESERTA DIDIK MELALUI BUDAYA SEKOLAH

BAB 1 PENDAHULUAN. sendiri dan besama-sama membangun bangsa. Salah satu upaya peningkatan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Choirul Mahfud, Pendidikan Multi Kultural, Kita, Pustaka Belajar, Yogyakarta, Cet I, 2006, hlm.34. 2

BAB I PENDAHULUAN. melalui metode pengajaran dalam pendidikan islam di dalamnya memuat

BAB I PENDAHULUAN. didik. Untuk menghadapi dampak negatif globalisasi, agar anak didik berkualitas,

DINAMIKA MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA MANDIRI DI SMPN 10 BANDA ACEH

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

MENINGKATKAN KEMANDIRIAN MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK ABA 010 CABANG KUOK KABUPATEN KAMPAR

BAB IV ANALISIS STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI SMP WAHID HASYIM PEKALONGAN

BAB V PEMBAHASAN. personal guru dalam kategori tinggi. Hal ini dibuktikan dengan perhitungan

Oleh : AMINUDIN NIM

Sunarti MI Al-Istiqamah Banjarbaru, Abstract

BAB IV ANALISIS IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MORAL SISWA. DI MTs HASBULLAH KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN PEKALONGAN

BAB I PENDAHULUAN. Dwi Sunar Prasetyono, Rahasia Mengajarkan Gemar Membaca pada Anak Sejak Dini, (Jogjakarta: Think, 2008), hlm 50

Terpuji Siswa Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Syafi iyah Proto 01. metode deskriptif yaitu menggambarkan fenomena fenomena yang ada

PELAKSANAAN KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DI GUGUS MANGGA KECAMATAN JAYA BARU KOTA BANDA ACEH. Sri Risky Ramadani, Nurhaidah, Soedirman Z.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. afektif, maupun psikomotorik. Kenyataannya pendidikan yang dilakukan pada

V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Informan pertama bernama Prayoga yang usianya 17 tahun. Informan memeluk

Transkripsi:

BAB IV ANALISIS MOTIVASI ORANG TUA UNTUK MENUMBUHKAN MINAT ANAK MEMBACA AL-QUR AN Atas dasar hasil penelitian yang telah dipaparkan pada bab tiga, maka akan dilakukan analisis secara simultan terhadap motivasi orang tua untuk menumbuhkan minat anak membaca Al-Qur an. A. Analisis Minat Anak Membaca Al-Qur an di TPQ Nurul Afkar Minat anak dalam membaca Al-Qur an dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah dari pihak orang tua. Orang tua lah yang mendambakan anaknya sukses kelak. Menurut Ahmad D. Marimba minat adalah kecenderungan jiwa kepada sesuatu, karena kita merasa ada kepentingan dengan sesuatu itu, pada umumnya disertai dengan perasaan senang akan sesuatu itu. 1 Minat dapat diartikan sebagai suatu ketertarikan terhadap suatu objek, yang kemudian mendorong individu untuk mempelajari dan menekuni segala hal yang berkaitan dengan minatnya tersebut. Minat yang diperoleh melalui adanya suatu proses belajar dikembangkan melalui proses menilai suatu objek yang kemudian menghasilkan suatu penilaian-penilaian tertentu terhadap objek yang menimbulkan minat seseorang. Penilaian-penilaian terhadap objek yang diperoleh melalui proses belajar itulah yang kemudian menghasilkan suatu 1 Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, Cet ke 4 (Bandung: PT Alma Arif, 1980), hlm. 79 68

69 keputusan mengenai adanya ketertarikan atau ketidaktarikan seseorang terhadap objek yang dihadapinya. Di TPQ Nurul Afkar merupakan salah satu TPQ yang didalamnya terdapat anak-anak yang perlu ditumbuhkan minatnya dalam membaca Al- Qur an. Minat anak dalam membaca Al-Qur an di TPQNurul Afkar sangat berkaitan erat dengan motivasi orang tua dalam mendorong anaknya untuk minat membaca Al-Qur an. Dalam melakukan penelitian, peneliti menemukan anak-anak yang kurang dalam membaca Al-Qur an. Ketika peneliti melakukan konfirmasi terhadap anak yang minatnya belum ada, ternyata prestasi mereka masih utuh dengan alasan lebih suka bermain sama teman. Beragam perilaku orang tua dan anggota lainnya dalam menumbuhkan minat anak membaca Al-Qur an. Keragaman sikap tersebut disebabkan oleh keinginan anak dan faktor lingkungan. Faktor lingkungan tersebut juga mempengaruhi anak-anak di TPQ Nurul Afkar. Anak tersebut hidup disekitar teman-teman yang baik atau buruk, maka akan membentuk karakter dan minat mereka terhadap sesuatu. Keinginan anak yang berbeda- beda dan faktor dari pihak lain yaitu teman bermainnya sangat mempengaruhi minat anak untuk bisa menumbuhkan minat anak membaca Al-Qur an. Anak yang dipengaruhi teman diantaranya: SLS, AY, RZ, GH. Salah satu ungkapan dari wali murid di TPQ yaitu ibu HM tentang kemauan anak yang berbeda-beda dimana itu dapat memunculkan keinginan dan kemauan yang berbeda-beda. Minat anak membaca Al-Qur an dipengaruhi

70 kemauan yang ada pada diri anak, masing-masing menimbulkan keinginan yang berbeda. Hal ini yang mempengaruhi dari munculnya bentuk motivasi yang diberikan orang tua kepada anaknya. B. Analisis Bentuk Motivasi Orang Tua Untuk Menumbuhkan Minat Anak Membaca Al-Qur an Bentuk motivasi orang tua untuk menumbuhkan minat anak membaca Al-Qur an di TPQ, yang diperoleh berdasarkan hasil wawancara dengan para guru, wali murid,peserta didik di TPQ Nurul Afkar, dapat dianalisis sebagai berikut: 1. Dukungan nasihat Dengan metode ini pendidik dan orang tua dapat menanamkan pengaruh yang baik kedalam jiwa apabila digunakan dengan cara yang dapat mengetuk relung jiwa melalui pintunya yang tepat. Bahkan, dengan metode ini pendidik mempunyai kesempatan yang luas untuk mengarahkan peserta didik kepada kebaikan dan kemaslahatan serta kemajuan masyarakat. 2 Banyak para orang tua menggunakan strategi ini, yaitu Ibu KML, Ibu MN, Bapak DD, Bapak LD, Ibu SP, Ibu HM mereka memperlakukan anak mereka dengan penuh perhatian serta melalui nasihat-nasihat yang dapat membuat anak mereka sadar diri, misalnya ibu KML berpendapat bahwa anak seharusnya diberikan nasihat dengan aturan-aturan yang hendak 2 Hery Noer Aly, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Logos, 1999), hlm.191

71 dilanggar ataupun tidak, karena hal itu akan mengantarkan pemahaman mereka bahwa tindakan tersebut perlu dilakukan atau tidak. Sedangkan bapak DD memberikan dorongan dengan menasehati anaknya untuk belajar ngaji agar bisa mengenal agama untuk kebahagiaan hidup anaknya kelak. Akibat-akibat dari penggunaan bentuk nasehat ini terhadap anak adalah mereka belajar bahwa tindakan mereka itu tepat dan sah. Boleh jadi strategi tersebut bisa menjadi patokan untuk tindakan selanjutnya. 2. Tujuan Tujuan adalah hal yang ingin dicapai oleh seorang individu. Tujuan tersebut mengarahkan kepada perilaku dalam hal ini memilih-milih lembaga pendidikan yang sesuai dengan tujuan yang dikehendaki. Dari zaman ke zaman tentunya setiap manusia memiliki tujuan dalam hidup, karena tujuan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh individu dalam setiap usaha yang dilakukan. Tujuan ini bisa jadi sama tetapi usaha untuk mencapainya bisa jadi berbeda. Tujuan mendorong seseorang untuk bertindak atau berbuat untuk mencapainya, semakin tinggi suatu tujuan, semakin kuat usaha yang harus dilakukannya. 3 Tujuan orang tua yang ingin agar anaknya bisa mempelajari Al- Qur an membuat orang tua di TPQ Nurul Afkar melakukan motivasi yang berbeda-beda, diantaranya dengan adanya tujuan yang disampaikan kepada anak. hampir setiap orang tua menanamkan tujuan pada anak, sehingga 3 Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003), hlm. 62

72 anak bisa tertarik mempelajari Al-Qur an, yaitu ibu SP, ibu MN, bapak DD, bapak MM, ibu IK, bapak LD, ibu JTM sehingga anak menjadi termotivasi karena adanya tujuan itu. Salah satu tujuan yang disampaikan oleh ibu SP kepada anaknya yaitu dengan adanya tujuan yang jelas, supaya buat kedepannya menjadi lebih baik, sehingga anak menjadi terdorong untuk mencapai tujuan tersebut. 3. Memberikan Hadiah (reward) Hadiah adalah salah satu bentuk motivasi orang tua yang diberikan kepada anak. hadiah dapat berbentuk apa saja, yaitu: fasilitas yang diberikan orang tua, rekreasi atau jalan-jalan. Dengan memberikan hadiah pada anak, memunculkan minat anak dalam membaca Al-Qur an di TPQ. Pemberian hadiah untuk perbuatan yang sesuai dengan yang diinginkan akan berfungsi untuk memperkuat pendapat atau keyakinan individu bahwa perbuatan tersebut benar atau dibenarkan. Dalam psikologi dikenal dengan istilah reinforcement, atau penguatan. Namun pemberian hadiah yang dilakukan secara terus-menerus lama-kelamaan tidak akan berfungsi efektif lagi karena menerima hadiah menjadi jenuh. 4 Pemberian hadiah pada anak dilakukan oleh beberapa orang tua, diantara nya yaitu: ibu SP, bapak LD dan Ibu HM. Dengan memberikan hadiah itu kepada anaknya yang mendapat nilai prestasinya bagus. Pemberian hadiah bapak DD kepada anaknya bertujuan untuk 4 Suharsini Arikunto, Manajemen Pengajaran secara Manusiawi (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1993), hlm. 166

73 menyemangati anaknya agar senantiasa konsisten untuk berangkat ke TPQ dan rajin dalam mempelajari Al-Qur an. Banyak ragam motivasi yang dapat dilakukan orang tua untuk mendorong anaknya tekun, giat, dan disiplin dalam mempelajari Al- Qur an. Semua motivasi tersebut di atas baik, asal diberikan dengan kasih sayang dan rasa nyaman pada anak. 4. Hukuman(punishment) Hukuman sebagai reinforcement yang negatif tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak, dapat menjadi alat motivasi. Karena itu orang tua harus memahami prinsip-prinsip pemberian hukuman. 5 Hukuman kadang dipakai untuk mendorong seorang anak agar menjadi lebih baik, hukuman yang dilakukan adalah yang bersifat mendidik dan dilakukan tanpa menggunakan kekerasan. Bentuk dari hukuman yang dberikan orang tua kepada anak nya berupa pemotongan uang saku (jajan), belajar membaca jilid sendiri dirumah, dan sebagainya. Hal ini dilakukan oleh ibu JTM, Ibu SP dan bapak MM untuk memotivasi anaknya dalam mempelajari Al-Qur an. Hukuman yang dilakukan kepada anaknya, membuat sikap nya jadi lebih baik, hal ini terbukti dengan MS, SLS dan SBRN menjadi lebih rajin berangkat ke TPQ dan gemar membaca Al-Qur an. Hukuman(punishment) yang dilakukan oleh orang tua semata-mata memiliki tujuan yang baik, tetapi jangan sampai hukuman itu membuat 5 Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar ( Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2011), hlm. 34

74 anak menjadi takut kepada orang tua, hukuman harus didasari dengan mengandung unsur pendidikan, jangan hanya asal hukum yang membuat anak takut dan tidak menghormati orang tua lagi. Salah satu hukuman dari pihak orang tua kepada anaknya misal bapak MM dengan melakukan hukuman yang mengandung unsur mendidik yaitu menghukum anaknya yang tidak mau mempelajari Al-Qur an dengan tidak memberikan uang saku kepada anaknya karena tidak mau berangkat ke TPQ. Berbeda lagi dengan ibu JTM yang masih mengandung unsur kekerasan yaitu memarahi anaknya untuk tidak pulang ke rumah, karena tidak mau berangkat ngaji, hal yang dilakukan ibu JTM mempunyai tujuan yang baik, tetapi hanya cara dan perlakuan kepada anaknya yang masih salah. Cara pemberian hukuman yang masih mengandung kekerasan inilah yang tidak diperbolehkan, karena bisa membuat anak menjadi enggan untuk melakukan sesuatu dengan maksimal. C. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Orang Tua untuk Menumbuhkan Minat Anak Membaca Al-Qur an. 1. Faktor Pendukung a) Kompetensi Ustadz dan ustadzah Fasilitas Faktor dukungan dari kemampuan/kompetensi yang dimiliki ustadz dan ustadzah sebagai pendidik salah satunya kemampuan mengelola emosi (memiliki kecerdasan emotional yang baik). Lima kemampuan yang harus dimiliki ustadz dan ustadzah dalam

75 menumbuhkan minat anak membaca Al-Qur an di TPQ Nurul Afkar, diantaranya: kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati, ketrampilan sosial. Setiap ustadz dan ustadzah pasti memiliki cara untuk mengajar yang berbeda-beda, dengan adanya kemampuan/kompetensi yang ada dalam diri setiap ustadz dan ustadzah membuat anak menjadi tertarik untuk mempelajari Al-Qur an, dengan adanya faktor pihak lain yaitu pihak teman dan ustadz dan ustadzah, serta orang tua dapat membuat anak terdorong untuk mewujudkan apa yang menjadi minatnya. b) Media pelajaran Unsur lain yang berfungsi mendukung minat adalah alat yang digunakan dalam pelajaran atau media pendidikan. 6 Di TPQ Nurul Afkar walaupun masih menggunakan media yang sederhana, tetapi anak merasa senang, dengan media yang sederhana anak juga bisa memahami apa yang disampaikan oleh ustadz dan ustadzahnya. Media adalah alat yang harus ada dalam proses pembelajaran, karena tanpa adanya media maka tujuan yang ingin dicapai tidak dapat tersampaikan secara sempurna. Dalam dunia pendidikan, baik itu formal maupun non formal media dan sarana prasarana yang mendukung dalam proses mencerdaskam anak, sangatlah diperlukan. 6 Ibid., hlm.105

76 2. Faktor penghambat a) Minimnya tenaga ustadz dan ustadzah Minimnya ustadz dan ustadzah, maka harus dicari alternatif lain yaitu dengan menambah satu ustadz dan ustadzah yang berkompeten. Dalam bukunya Suharsini Arikunto disebutkan tiga kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru yang profesional. Ketiga kemampuan tersebut dikenal dengan tiga kompetensi yaitu: profesional, personal dan sosial. 7 b) Faktor keinginan anak yang berbeda-beda Masalah minat dan keinginan anak yang berbeda-beda dalam menerima materi solusinya adalah bagaimanatugas dan peranan ustadz dan ustadzahdisini difungsikan yaitu dengan pendekatan dan pembinaan secara terus menerus. Intinya adalah hambatan-hambatan yang ada dalam TPQ Nurul Afkar, hendaknya jangan menjadi kendala yang berlarut-larut sehingga kegiatan tersebut tidak sampai berhenti. Kendala itu hendaknya diperhatikan oleh semua pihak,tidak hanya ustadz dan ustadzah sebagai pendidik di TPQ tetapi elemen-elemen lain yang juga ikut berperandidalamnya. 7 Ibid., hlm.238-239