Poppy Intan Tjahaja, Putu Sukmabuana, Eko Susanto

dokumen-dokumen yang mirip
PARAMETER PERPINDAHAN 85 Sr DARI AIR KE IKAN LELE (Clarias sp) PADA SISTEM KOMPARTEMEN AIR - IKAN

Kajian Enceng Gondok (Eichornia Crassipes) Sebagai Fitoremedia 134 Cs

Studi Distribusi Radionuklida 134 Cs pada Sistem Perairan Tawar

PENENTUAN NILAI RASIO KONSENTRASI PADA PERPINDAHAN 60 Co DARI TANAH KE TANAMAN SAWI (Brassica juncea)

III. METODOLOGI PENELITIAN

PENYERAPAN RADIONUKLIDA Cs DARI TANAH BERAIR KE TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea sp)

BAB I PENDAHULUAN. terutama dipenuhi dengan mengembangkan suplai batu bara, minyak dan gas alam.

TRANSFER RADIONUKLIDA Cs DARI AIR KE IKAN LELE (Clarias sp.) SEBAGAI PARAMETER KAJIAN DOSIS INTERNA PADA MANUSIA

PENENTUAN FAKTOR TRANSFER 134 Cs DARI TANAH KE TANAMAN CABE RAWIT (Capsicum frutescens L.)

PENYERAPAN 134 Cs DARI TANAH OLEH TANAMAN PANGAN UBI JALAR (Ipomoea batatas)

PENYERAPAN 134 Cs PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa, L.)

Bab V Hasil dan Pembahasan

PENYISIHAN RADIOSESIUM DARI AIR OLEH TANAMAN ECENG GONDOK (Eichornia crassipes)

Setiawati, E Studi distribusi Radionuklida Cs-134 Pada Sistem Perairan Tawar.Tesis magister Bidang Khusus Biof isika Departemen Fisika ITB.

TUGAS AKHIR (SB )

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

DISTRIBUSI RADIONUKLIDA CS-134 PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG HIDUP DI AIR TERCEMAR CS-134

EFEKTIFITAS SISTEM AKUAPONIK DALAM MEREDUKSI KONSENTRASI AMONIA PADA SISTEM BUDIDAYA IKAN ABSTRAK

FAKTOR TRANSFER 137 Cs DAN 60 Co DARI TANAH KE PARE (Momordica charantia L) ABSTRACT

PENDAHULUAN. yang sering diamati antara lain suhu, kecerahan, ph, DO, CO 2, alkalinitas, kesadahan,

PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN BETOK (Anabas testudineus) YANG DIPELIHARA PADA SALINITAS BERBEDA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Youngster Physics Journal ISSN : Vol. 4, No. 1, Januari 2015, Hal

PREDIKSI DOSIS PEMBATAS UNTUK PEKERJA RADIASI DI INSTALASI ELEMEN BAKAR EKSPERIMENTAL

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Jurnal KELAUTAN, Volume 2, No.1 April 2009 ISSN :

II. BAHAN DAN METODE 2.1 Bahan Penelitian Jenis nutrien Kandungan (%) 2.2 Metode Penelitian Rancangan Penelitian

PENGARUH COD, Fe, DAN NH 3 DALAM AIR LINDI LPA AIR DINGIN KOTA PADANG TERHADAP NILAI LC50

BAB VI HASIL. Tabel 3 : Hasil Pre Eksperimen Dengan Parameter ph, NH 3, TSS

KAJIAN BAKU TINGKAT RADIOAKTIVITAS DI LINGKUNGAN UNTUK CALON PLTN AP1000

HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGARUH COD DAN SURFAKTAN DALAM LIMBAH CAIR LAUNDRI TERHADAP NILAI LC50 EFFECT OF COD AND SURFACTANT IN LAUNDRY LIQUID WASTE ON LC50 VALUE

Bab V Hasil dan Pembahasan. Gambar V.10 Konsentrasi Nitrat Pada Setiap Kedalaman

Bambang Pramono ( ) Dosen pembimbing : Katherin Indriawati, ST, MT

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

II. METODE PENELITIAN. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Agustus

BAB 4. METODE PENELITIAN

Lampiran 1. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian

PENYERAPAN 134 Cs DARI TANAH OLEH TANAMAN BUNGA MATAHARI (Helianthus anuus, Less)

BAB I PENDAHULUAN. suatu yang sudah tidak memiliki nilai manfaat lagi, baik itu yang bersifat basah

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

II. BAHAN DAN METODE

Konsentrasi (mg/l) Titik Sampling 1 (4 April 2007) Sampling 2 (3 Mei 2007) Sampling

PEMBERIAN MOLASE PADA APLIKASI PROBIOTIK TERHADAP KUALITAS AIR, PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN MAS (Cyprinus carpio)

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

ABSTRACT. Keywords : Biofilter, Cherax quadricarinatus, Glochidia

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

EVALUASI DOSIS RADIASI INTERNAL PEKERJA RADIASI PT-BATAN TEKNOLOGI DENGAN METODE IN-VITRO

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB III BAHAN DAN METODE

PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN TERHADAP PRODUKSI PEMBESARAN IKAN MAS (Cyprinus carpio) DI KERAMBA JARING APUNG WADUK CIRATA

GROWTH AND SURVIVAL RATE OF COMMON CARP (Cyprinus carpio L) WITH DIFFERENT BIOFILTER COMBINATION IN RECIRCULATION AQUAPONIC SYSTEM

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penyebaran Limbah Percetakan Koran Di Kota Padang (Studi Kasus Percetakan X dan Y)

Penentuan Konsentrasi dan Nilai Faktor Transfer Radionuklida Alam ( 226 Ra, 232 Th, 40 K) dari Tanah Sawah ke Beras menggunakan Spektrometer Gamma

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

PEMANTAUAN LINGKUNGAN DI SEKITAR PUSAT PENELITIAN TENAGA NUKLIR SERPONG DALAM RADIUS 5 KM TAHUN 2005

PENENTUAN WAKTU TUNDA PADA KONDISIONING LIMBAH HASIL PENGUJIAN BAHAN BAKAR PASCA IRADIASI DARI INSTALASI RADIOMETALURGI

Tingkat Penggunaan Limbah Laju Pertumbuhan %

UJI TOKSISITAS AKUT LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK DENGAN BIOTA UJI IKAN NILA (oreochromis Niloticus) dan TUMBUHAN KAYU APU (PISTA STRATIOTES)

METODOLOGI PENELITIAN. pengambilan sampel pada masing-masing 3 lokasi sampel yang berbeda

II. TINJAUAN PUSTAKA. Klasifikasi lele menurut SNI (2000), adalah sebagai berikut : Kelas : Pisces. Ordo : Ostariophysi. Famili : Clariidae

1) Staf Pengajar pada Prog. Studi. Budidaya Perairan, Fakultas

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN I. 1. Latar Belakang

KOMPARASI PRAKIRAAN DOSIS INTERNA SECARA IN-VIVO DAN IN-VITRO. R. Suminar Tedjasari, Ruminta Ginting, Tri Bambang L Pusat Teknologi Limbah Radioaktif

BAB I PENDAHULUAN. energi baru yang potensial adalah energi nuklir. Energi nuklir saat ini di dunia

PENGARUH UKURAN PARTIKEL BATU APUNG TERHADAP KEMAMPUAN SERAPAN CAIRAN LIMBAH LOGAM BERAT

3. METODE Penelitian 1: Kecernaan pakan dan kecernaan protein pada pemeliharaan ikan lele.

DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR ABSTRACT INTISARI DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN

I. PENDAHULUAN. dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia. Budidaya ikan lele

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAHAN DAN METODE. = data pada perlakuan ke-i dan ulangan ke-j µ = nilai tengah data τ i ε ij

BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN

ANALISIS UNSUR RADIOAKTIVITAS UDARA BUANG PADA CEROBONG IRM MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA

Teknik pembenihan ikan air laut Keberhasilan suatu pembenihan sangat ditentukan pada ketersedian induk yang cukup baik, jumlah, kualitas dan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2011

GAMMA RADIOACTIVITY ON DEEP GROUND IN REACTOR TRIGA 2000 BATAN BANDUNG

Uji Toksisitas Akut Limbah Oli Bekas di Sungai Kalimas Surabaya Terhadap Ikan Mujair ( Tilapia missambicus ) dan Ikan Nila (Oreochromis niloticus )

Air dan air limbah Bagian 2: Cara uji kebutuhan oksigen kimiawi (KOK) dengan refluks tertutup secara spektrofotometri

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

II. BAHAN DAN METODE

Widyanuklida, Vol. 16 No. 1, November 2017: ISSN

3. METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Lokasi Penelitian 3.2. Alat dan Bahan 3.3. Metode Pengambilan Contoh Penentuan lokasi

KEPADATAN POPULASI IKAN JURUNG (Tor sp.) DI SUNGAI BAHOROK KABUPATEN LANGKAT

I. PENDAHULUAN. mandi, mencuci, dan sebagainya. Di sisi lain, air mudah sekali terkontaminasi oleh

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2011 bertempat di. Balai Budidaya Ikan Hias, Natar, Lampung Selatan.

Gambar 4. Grafik Peningkatan Bobot Rata-rata Benih Ikan Lele Sangkuriang

BAB I PENDAHULUAN. air ikan dan hewan air lainnya hidup, tumbuh, dan berkembang. Cara yang umum

Bab III Metodologi Penelitian

515 Keragaan pertumbuhan benih Cherax... (Irin Iriana Kusmini)

BAB IV ANALISA DAN HASIL 4.2 SPESIFIKASI SUBMERSIBLE VENTURI AERATOR. Gambar 4.1 Submersible Venturi Aerator. : 0.05 m 3 /s

PENGARUH FOTOPERIODE TERHADAP PERTUMBUHAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) ABSTRAK

TENTANG PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN SEGAR ASAL HEWAN DAN/ATAU PANGAN SEGAR ASAL TUMBUHAN DARI NEGARA JEPANG TERHADAP KONTAMINASI ZAT RADIOAKTIF

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia telah mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan.

Transkripsi:

Akumulasi dan Distribusi 60 Co dalam Ikan Mas (Cyprinus carpio) pada Sistem Kompartemen Air-Ikan (Poppy) ISSN 1411 3481 AKUMULASI DAN DISTRIBUSI 60 Co DALAM IKAN MAS (Cyprinus carpio) PADA SISTEM KOMPARTEMEN AIR-IKAN ABSTRAK Poppy Intan Tjahaja, Putu Sukmabuana, Eko Susanto Pusat Teknologi Nuklir Bahan dan Radiometri - BATAN Jl.Tamansari 71 Bandung, 40132 E-mail: poppy@batan.go.id Diterima:16-11-2011 Diterima dalam bentuk revisi: 20-07-2012 Disetujui: 31-07-2012 AKUMULASI DAN DISTRIBUSI 60 Co DALAM IKAN MAS (Cyprinus carpio) PADA SISTEM KOMPARTEMEN AIR-IKAN. Dalam kajian keselamatan nuklir, data mengenai parameter perpindahan radionuklida pada berbagai kompartemen lingkungan sangat diperlukan untuk memperkirakan dosis radiasi interna yang diterima masyarakat melalui jalur lingkungan - bahan pangan manusia. Data parameter perpindahan telah dipublikasikan oleh International Atomic Energy Agency dalam Technical Report Series 472 untuk lingkungan beriklim sedang (temperate zone). Dalam rangka melengkapi data IAEA untuk wilayah tropis maka pada penelitian ini dipelajari akumulasi dan distrtibusi radionuklida 60 Co pada ikan air tawar Cyprinus carpio (ikan mas) secara percobaan laboratorium untuk menentukan parameter perpindahan 60 Co dari air ke ikan. Ikan mas dipelihara dalam 500 L air yang mengandung 60 Co dengan konsentrasi sekitar 30 Bq.mL -1. Radionuklida 60 Co yang diserap dan diakumulasi oleh ikan, serta 60 Co yang tertinggal di air diukur menggunakan spektrometer gamma. Hasil penelitian memperlihatkan 60 Co terdistribusi di seluruh bagian tubuh ikan dengan nilai rasio konsentrasi (CR) sebesar 3,08 ml.g -1 ; 1,55 ml.g -1 ; 1,14 ml.g -1 masing-masing untuk organ dalam, tulang dan daging. Nilai CR 60 Co dari air ke ikan dapat digunakan dalam prakiraan dosis radiasi interna yang diterima manusia melalui jalur air - ikan - manusia, sekaligus dapat melengkapi data parameter perpindahan IAEA untuk wilayah tropis. Kata kunci : radionuklida cobalt, 60 Co, rasio konsentrasi, air, ikan ABSTRACT THE ACCUMULATION AND DISTRIBUTION OF 60 Co IN CARP (Cyprinus carpio) IN WATER-FISH COMPARMENT SYSTEM. In relation with nuclear safety assessment, the parameter of radionuclide transfer in the environment is significantly needed for internal doses estimation received by public trough environment food product human pathways. International Atomic Energy Agency (IAEA) has published the transfer parameter data for temperate zone in Technical Report Series 472. In order to complete the IAEA data, especailly for tropical region, the accumulation and distribution of 60 Co in carp (Cyprinus carpio) was experimentally studied based on the water-fish compartment system. The carp were cultured in 500L water containing 60 Co of about 30 Bq.mL -1 in a water tank. The 60 Co concentration in fish and water were measured using gamma spectrometer. The 60 Co was accumulated and distributed in the fish tissues with the concentration ratio (CR) of 3.08 ml.g -1, 1.55 ml.g -1, and 1.14 ml.g -1 for internal organs, bones, and muscle, respectively. The CR of 60 Co in the fish will be useful in internal radiation dose estimation to human trough water-fish-human pathway, and will also complete the IAEA transfer parameter data for tropical region. Keywords: cobalt radionuclide, 60 Co, concentration ratio, water, fish 73

Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology Vol. 13, No.2, Agustus 2012;73-84 ISSN 1411-3481 1. PENDAHULUAN Pada saat terjadi kecelakaan reaktor nuklir, tidak menutup kemungkinan lepasnya sejumlah radionuklida hasil fisi dan aktivasi ke lingkungan yang nantinya dapat membahayakan masyarakat baik karena radiasi eksterna maupun interna. Kecelakaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Tokyo Elctric Power Co (Tepco), Fukushima Dai-ichi, Jepang belum lama ini merupakan contoh kasus kecelakaan PLTN yang dapat diambil sebagai pelajaran (lesson learned), berkaitan dengan dampak radiologik yang ditimbulkan. Pada kecelakaan PLTN Tepco sejumlah produk fisi, yaitu 134 Cs, 137 Cs, dan 131 I, terdeteksi di lingkungan dan tidak lama setelah itu terdeteksi juga di dalam produk pangan hasil pertanian dan perikanan (1-3). Radionuklida hasil aktivasi, yaitu 60 Co, terdeteksi juga di dalam genangan air di gedung turbin PLTN Tepco, Fukushima Daiichi (4), yang apabila terlepas ke lingkungan dapat menimbulkan kontaminasi lingkungan dan bahan pangan. Untuk menghindari paparan radiasi interna yang dapat diterima oleh manusia akibat mengkonsumsi bahan pangan yang tercemar radionuklida, pemerintah Jepang segera mengeluarkan larangan untuk mengkonsumsi beberapa jenis sayuran dan ikan yang diproduksi di wilayah Fukushima dan sekitarnya (3). Belajar dari kasus Fukushima, rencana pembangunan PLTN pertama di Indonesia selayaknya diikuti dengan kajian keselamatan yang lengkap. Dalam kaitannya dengan kajian keselamatan nuklir, data mengenai parameter perpindahan radionuklida pada berbagai kompartemen lingkungan sangat diperlukan untuk memperkirakan dosis radiasi interna yang mungkin diterima masyarakat melalui jalur lingkungan - bahan pangan manusia. International Atomic Energy Agency (IAEA) dalam Technical Report Series (TRS) 472 (5) telah melaporkan nilai parameter perpindahan berbagai radionuklida di berbagai kompartemen lingkungan. Namun tidak diketahui apakah data-data yang dilaporkan IAEA direkomendasikan untuk dapat diaplikasikan di Indonesia atau negara-negara lain, karena nilai parameter perpindahan bersifat sangat spesifik untuk kondisi lingkungan tertentu. Hal ini berkaitan dengan pengambilan keputusan dalam mencegah terjadinya paparan radiasi interna ke masyarakat. Data perpindahan beberapa radionuklida produk fisi, yaitu 134 Cs dan 85 Sr, yang spesifik iklim tropis Indonesia pada jalur air - ikan telah dipublikasikan (6-9). Namun demikian, masih diperlukan data untuk radionuklida lainnya mengingat konsumsi ikan merupakan jalur kritis paparan radiasi interna sejumlah radionuklida kepada manusia (10). Pada penelitian ini dipelajari akumulasi dan distribusi radionuklida 60 Co dalam ikan air tawar Cyprinus carpio (ikan mas) pada kondisi steady state secara percobaan dalam green house. Menurut data dari Badan Pusat Statistik, ikan mas merupakan jenis ikan yang relatif banyak dikonsumsi penduduk Indonesia dengan tingkat konsumsi 1,5 kg.tahun -1.jiwa -1 dari keseluruhan konsumsi ikan sebesar 30 kg.tahun -1.jiwa -1 (11). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nilai parameter perpindahan radionuklida 60 Co dari air ke ikan untuk 74

Akumulasi dan Distribusi 60 Co dalam Ikan Mas (Cyprinus carpio) pada Sistem Kompartemen Air-Ikan (Poppy) ISSN 1411 3481 prakiraan dosis radiasi interna masyarakat melalui jalur air - ikan manusia dan untuk melengkapi data IAEA mengenai parameter transfer radionuklida di lingkungan, khususnya untuk wilayah tropis. 2. TATA KERJA 2.1. Percobaan Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen mengacu pada model sistem dua kompartemen air-ikan (12). Sebagai kompartemen pertama adalah air yang dicemari dengan 60 Co dengan konsentrasi sekitar 30 Bq.mL -1, dan sebagai kompartemen ke dua adalah ikan mas. Pada penelitian ini digunakan 100 ekor ikan mas dengan ukuran 103,28±15,02 g yang diperoleh dari kolam pembudidayaan ikan mas di Cianjur, Jawa Barat. Ikan mas diaklimatisasi selama 2 minggu dalam bak percobaan yang terbuat dari serat gelas dengan kapasitas 800 L sampai ikan mampu beradaptasi. Selama aklimatisasi ikan diberi pelet pakan ikan komersial dua kali sehari. Sistem kompartemen air berupa bak yang dilengkapi dengan pompa sirkulasi dengan laju alir 35 L.menit -1, terjunan hidraulik, dan dua buah aerator untuk suplai oksigen ke air (Gambar 1). Karakter fisika dan kimia air yang digunakan dianalisis di laboratorium air Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB. Pompa sirkulasi air outlet inlet Terjunan hidraulis aerator Gambar 1. Sistem kompartemen air-ikan. 75

Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology Vol. 13, No.2, Agustus 2012;73-84 ISSN 1411-3481 Kontaminasi air dilakukan dengan menambahkan 60 Co dengan aktivitas 0,75 MBq/mL sebanyak 20 ml ke dalam 500 L air dalam bak yang mempunyai spesifikasi sama dengan bak yang digunakan untuk aklimatisasi. Setelah penambahan 60 Co, air disirkulasi selama 2 jam untuk memperoleh konsentrasi 60 Co yang homogen dalam air. Keseragaman konsentrasi diperiksa dengan cara mengambil sampel air sebanyak 100 ml di tiga titik pada bak air, kemudian konsentrasi 60 Co diukur dengan spektrometer gamma yang dilengkapi dengan detektor HPGe dan Multichannel Analyzer (MCA). Sebanyak 50 ekor ikan yang telah diaklimatisasi dan mampu beradaptasi kemudian dipindahkan ke dalam bak eksperimen. Sebagai kontrol dilakukan juga pemeliharaan ikan sebanyak 50 ekor pada sistem serupa, dengan kompartemen pertama adalah air tanpa 60 Co. Ikan mas dipelihara dalam air yang telah dikontaminasi 60 Co dan air tanpa 60 Co selama 60 hari. Seperti halnya pada saat aklimatisasi, ikan diberi pakan pelet komersial dua kali sehari. ph air dijaga tetap netral (ph 7) dan volume air dipertahankan tetap 500L untuk mencegah pemekatan konsentrasi 60 Co akibat penguapan air. Setiap 5 hari tiga ekor ikan diambil dan dipreparasi untuk pengukuran kandungan 60 Co. Sampel air sebanyak 100 ml juga diambil bersamaan waktunya dengan pengambilan ikan. Ikan dicuci dengan air mengalir, dibedah dan dipisahkan menjadi tiga bagian yaitu daging, tulang, dan organ dalam menggunakan gunting bedah dan pinset. Sampel bagian tubuh ikan ditimbang dengan neraca teknis Metler Toledo dengan ketelitian 0,01 g. Sampel bagian tubuh ikan didestruksi dengan HCl 1,8 M dalam vial plastik berkapasitas 200 ml hingga volume sampel menjadi 100 ml. Aktivitas 60 Co dalam air dan ikan diukur dengan detektor HPGe yang dilengkapi dengan MCA selama 600 detik. Dengan ukuran dan geometri sampel yang disesuaikan dengan material acuan serta waktu pengukuran selama 600 detik dihasilkan kesalahan relatif maksimum sebesar 10%. 2.2. Penentuan Nilai Rasio Konsentrasi (CR) Parameter perpindahan yang dihitung pada penelitian ini adalah rasio konsentrasi (CR) dan laju perpindahan 60 Co dari air ke ikan (u). Rasio konsentrasi dihitung dengan cara membandingkan konsentrasi 60 Co dalam jaringan tubuh ikan (C ikan ; Bq.g -1 basah) terhadap konsentrasi dalam air (C air ; Bq.mL -1 ) menggunakan persamaan [1] (5, 13) berdasar pada model kompartemen airikan seperti diperlihatkan Gambar 2. Perubahan konsentrasi 60 Co dalam jaringan tubuh ikan sebagai fungsi waktu (dct/dt) dapat dirumuskan melalui persamaan [2] (10). CR = C ikan / C air [1] Penyerapam Air Ikan Eliminasi Gambar. 2. Model kompartemen air ikan (8). 76

Akumulasi dan Distribusi 60 Co dalam Ikan Mas (Cyprinus carpio) pada Sistem Kompartemen Air-Ikan (Poppy) ISSN 1411 3481 dc (t) /dt = u[c eq -C (t) ] kc (t) [2] digunakan untuk percobaan. Karakteristik air yang digunakan diperlihatkan pada Tabel 1. dimana C (t) dan C eq adalah konsentrasi radionuklida pada jaringan ikan pada waktu t dan pada saat kondisi steady state tercapai (Bq.g -1 basah). Besaran u (hari -1 ) dan k (hari -1 ) mengekspresikan laju perpindahan dan eliminasi. Dari data pada Tabel 1 dapat dilihat bahwa karakteristik air yang digunakan masih di bawah baku mutu air untuk budidaya ikan air tawar, kecuali untuk parameter BOD (biological oxygen demand). Nilai DO (dissolved oxygen) lebih besar dari nilai baku mutu menandakan bahwa kondisi air 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Selama penelitian berlangsung kondisi air seperti ph, volume dan suhu diobservasi dan dijaga untuk memberikan kondisi yang baik bagi pertumbuhan ikan. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa suhu air berkisar antara 20 33 o C dan ph berfluktuasi antara 6 dan 7. Parameter air lainnya dianalisis di Laboratorium Air cukup baik, karena oksigen terlarut cukup tersedia untuk kebutuhan ikan. Dengan kondisi air seperti pada Tabel 1, ikan dapat tumbuh baik yang diindikasikan dengan terjadinya peningkatan berat badan ikan rata-rata selama penelitian berlangsung, dan pada ikan betina dijumpai adanya telur. Grafik pertumbuhan ikan diperlihatkan pada Gambar 3. Jurusan Teknik Lingkungan ITB, sebelum Tabel 1. Karakteristik air untuk memelihara ikan mas No. Parameter Hasil analisis (mg.l -1 ) Baku mutu* (mg.l -1 ) 1 TDS (Total dissolved solid) 336 1000 2 DO (Dissolved Oxygen) 4,9 3 3 BOD (Biological Oxygen Demand) 24 6 4 COD (Chemical Oxygen Demand) 41,67 50 5 Kalium (K) 29,62-6 Kalsium (Ca) 35,35-7 Strontium 1,38-8 Nitrat (NO 3 -N) 11,31 20 9 Nitrit (NO 2 -N) 0,023 0,06 10 Amonia (NH 3 -N) 0,188 - * Nilai baku mutu mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2001 (PP 82 tahun 2001) untuk kualitas air kelas 3, yaitu untuk pemeliharaan ikan air tawar. 77

Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology Vol. 13, No.2, Agustus 2012;73-84 ISSN 1411-3481 Berat ikan (g berat basah) 120 110 100 90 80 70 60 50 40 M t (t)= 80.778e 0.001t 0 10 20 30 40 50 60 70 Waktu (hari) Gambar 3. Berat basah ikan selama penelitian (61 hari). Konsentrasi 60 Co dalam air (Bq/mL) 40.00 35.00 30.00 25.00 20.00 15.00 10.00 5.00 0.00 C t (t)= 32.967e 3E 04t Penyerapan oleh ikan Peluruhan Fisik C t t)= 28.774e 0.038t 0 20 40 60 Waktu (hari) Gambar 4. Konsentrasi 60 Co dalam air sebagai fungsi waktu. 3.1 Analisis Air Sampel air sebanyak 100 ml diambil setiap 5 atau 6 hari sekali masing-masing dari bagian permukaan dan bagian bawah bak pemeliharaan ikan, kemudian aktivitas radionuklida 60 Co diukur. Pada sampel air dari bak kontrol tidak terdeteksi adanya radionuklida 60 Co. Konsentrasi radionuklida 60 Co pada sampel air dari bak yang dikontaminasi diperlihatkan pada Gambar 4. Konsentrasi 60 Co dalam air menurun selama waktu penelitian (61 hari) sebagai akibat adanya penyerapan dan akumulasi 60 Co oleh ikan mas, selain akibat dari peluruhan 60 Co dengan koefisien peluruhan 5,21 x 10-4 hari -1. Kontribusi peluruhan 60 Co hanya 2,12% dari keseluruhan penurunan konsentrasi 60 Co dalam air (89,44%) pada akhir penelitian. 78

Akumulasi dan Distribusi 60 Co dalam Ikan Mas (Cyprinus carpio) pada Sistem Kompartemen Air-Ikan (Poppy) ISSN 1411 3481 3.2 Analisis Sampel Ikan Sama halnya dengan sampel air, sampel ikan diambil setiap 5 hari. Sampel bagian tubuh ikan yang telah dipreparasi diukur menggunakan spektrometer gamma untuk mengetahui konsentrasi 60 Co. Akumulasi 60 Co dalam tubuh ikan dinyatakan sebagai CR. Distribusi akumulasi 60 Co dalam tubuh ikan diperlihatkan pada Gambar 5 dan 6 berupa plot CR yang berfluktuasi terhadap waktu, namun terlihat kecenderungan peningkatan nilai CR seiring dengan waktu. Nilai CR tampak menurun pada pengamatan hari ke 40 dan ke 45 karena ukuran berat ikan yang diambil sebagai sampel pada waktu itu cukup besar sehingga memperkecil nilai CR yang diperoleh. Pada hari ke 50 diasumsikan telah diperoleh CR maksimum dan dicapai kondisi steady state dimana penyerapan 60 Co oleh ikan tidak sebanding lagi dengan pertambahan berat badan ikan. Dari Gambar 5 dapat dilihat bahwa akumulasi 60 Co banyak terdapat pada bagian organ dalam ikan. Sampel organ dalam ikan terdiri dari insang, organ pencernaan, organ reproduksi dan organ ekskresi. Pada daging yang merupakan bagian tubuh ikan yang dikonsumsi manusia akumulasi 60 Co hanya 35% dari akumulasi pada organ dalam. Nilai CR suatu radionuklida pada biota ditentukan berdasarkan nilai maksimumnya. Dari penelitian ini nilai CR yang diperoleh untuk radionuklida 60 Co pada ikan mas adalah 3,08 ml.g -1 ; 1,55 ml.g -1 ; dan 1,14 ml.g -1 masing-masing untuk organ dalam, tulang dan daging. Nilai CR untuk keseluruhan tubuh ikan dibandingkan dengan daging sebagai bagian yang dikonsumsi diperlihatkan pada Gambar 6, besarnya nilai CR untuk seluruh tubuh ikan adalah 1,7 ml.g -1. Rasio Konsentrasi (ml/g) 4 3.5 3 2.5 2 1.5 1 0.5 0 Daging Tulang Organ Dalam 0 10 20 30 40 50 60 70 Waktu (hari) Gambar 5. Distribusi rasio konsentrasi 60 Co dalam bagian tubuh ikan. 79

Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology Vol. 13, No.2, Agustus 2012;73-84 ISSN 1411-3481 2.5 Rasio konsentrasi (ml/g) 2 1.5 1 0.5 Daging Ikan utuh 0 0 10 20 30 40 50 60 70 Waktu (hari) Gambar 6. Rasio konsentrasi 60 Co dalam tubuh ikan. Akumulasi radionuklida 60 Co dalam seluruh bagian tubuh ikan cenderung meningkat seiring dengan lamanya waktu pemeliharaan sampai hari ke 61. Akumulasi radionuklida 60 Co tampak tinggi pada bagian organ dalam dibandingkan dengan pada daging dan tulang. Setiap radionuklida mempunyai organ target tertentu dalam tubuh mahluk hidup. Unsur Co diakumulasi dalam tubuh tanaman dan hewan tetapi diketahui bahwa Co tidak bersifat biomagnifying di dalam rantai makanan (14). Oleh karena itu ikan maupun hewan lainnya biasanya tidak mengandung Co dengan konsentrasi yang tinggi. Apabila pada penelitian ini 60 Co banyak terdeteksi pada organ dalam kemungkinan disebabkan oleh akumulasi pada jaringan organ-organ atau karena air dan makanan yang mengandung 60 Co yang terperangkap dalam tubuh ikan, khususnya pada saluran pencernaan dan insang. Pada penelitian yang dilakukan sebelumnya diperoleh nilai parameter perpindahan radionuklida 134 Cs dan 85 Sr dalam ikan mas dan ikan lele (6-9). Hasilnya, dibandingkan dengan hasil penelitian ini diperlihatkan pada Tabel 2. Radionuklida 134 Cs dan 85 Sr lebih banyak diakumulasi oleh ikan daripada 60 Co, karena 135 Cs dan 85 Sr adalah analog unsur K dan Ca (14, 15) yang merupakan unsur yang diperlukan tubuh dalam jumlah besar, sedang unsur Co merupakan unsur mikro yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah kecil. Apabila dibandingkan dengan hasil yang didaftar oleh IAEA (5) nilai CR yang diperoleh untuk ikan-ikan tropis yang diteliti melalui percobaan laboratorium mempunyai nilai lebih kecil dari nilai minimum yang dipublikasikan IAEA. Penyebab perbedaan ini adalah dari jenis ikan yang berbeda dan kondisi lingkungan yang berbeda. Tiap spesies ikan mempunyai sistem metabolisme yang berbeda dan spesifik sehingga kebutuhan akan unsur juga berbeda, hal ini mengakibatkan kemampuan akumulasi unsur tertentu untuk setiap jenis ikan berbeda. 80

Akumulasi dan Distribusi 60 Co dalam Ikan Mas (Cyprinus carpio) pada Sistem Kompartemen Air-Ikan (Poppy) ISSN 1411 3481 Tabel 2. Nilai parameter perpindahan beberapa radionuklida dari air ke daging ikan No. Radionuklida Ikan CR (ml.g -1 ) Keterangan Acuan 1 Cs Mas (Cyprinus carpio) 9 Penelitian laboratorium (2) Lele (Clarias sp) 10,58 Penelitian laboratorium (3) Ikan air tawar 1,4x10 2 1,5x10 4 Penelitian lapangan (1) 2 Sr Mas (Cyprinus carpio) Lele (Clarias sp) 20 Penelitian laboratorium (4) 3,842 Penelitian laboratorium (5) Ikan air tawar 1,4x10-1 6,9x10 1 Penelitian lapangan (1) 3 Co Mas Penelitian ini 1,14 Penelitian laboratorium (Cyprinus carpio) Ikan air tawar 9,0 5,6x10 2 Penelitian lapangan (1) Tabel 3. Nilai laju perpindahan beberapa radionuklida dari air ke daging ikan No. Radionuklida Ikan Laju perpindahan (hari -1 ) Keterangan Acuan 1 134 Cs Mas 0,015 Penelitian laboratorium (6) (Cyprinus carpio) Lele 0,019 Penelitian laboratorium (7) (Clarias sp) 2 85 Sr Mas 0,029 Penelitian laboratorium (8) (Cyprinus carpio) Lele (Clarias sp) 0,023 Penelitian laboratorium (9) 3 60 Co Mas (Cyprinus carpio) 0,050 Penelitian laboratorium Penelitian ini Laju perpindahan 60 Co dari air ke daging ikan (u) dihitung menggunakan persamaan [2] untuk data pengamatan t=0 sampai tercapainya konsentrasi kesetimbangan 60 Co dalam daging, yaitu t=20 hari. Dari hasil perhitungan diperoleh data laju perpindahan 60 Co dari air ke daging ikan sebesar 0,05 hari -1, yang artinya dalam satu hari sebesar 0,05 bagian dari 60 Co yang ada di air berpindah ke dalam daging sampai tercapai konsentrasi 60 Co yang stabil. Laju perpindahan radionuklida dari air ke ikan dipengaruhi oleh jenis radionuklida, karakteristik kimia air, serta jenis dan umur ikan (5, 10, 14). Nilai laju perpindahan 60 Co dari air ke daging ikan mas relatif lebih tinggi dibandingkan dengan nilai laju perpindahan radionuklida 134 Cs dan 85 Sr dari air ke ikan mas dan lele (Tabel 3). 4. KESIMPULAN Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ikan mas dapat menyerap dan mengakumulasi 60 Co dari air tempat hidupnya. Radionuklida 60 Co terdistribusi ke seluruh tubuh ikan mas dengan akumulasi 81

Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology Vol. 13, No.2, Agustus 2012;73-84 ISSN 1411-3481 tertinggi pada organ dalam. Besarnya nilai CR 60 Co dari air ke ikan adalah 3,08 ml.g - 1; 1,55 ml.g -1 ; dan 1,14 ml.g -1 masing-masing untuk organ dalam, tulang, dan daging. Nilai rasio konsentrasi yang diperoleh dari penelitian ini dapat digunakan dalam memperkirakan dosis radiasi interna yang diterima manusia yang mengkonsumsi ikan mas yang hidup di air tercemar 60 Co. Besarnya nilai CR 60 Co pada ikan mas yang diperoleh dari penelitian ini jauh lebih kecil dari nilai yang dipublikasikan IAEA dari hasil pengukuran lapangan untuk ikan yang spesifik hidup di wilayah temperate. Nilai CR yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan dapat melengkapi data IAEA untuk wilayah tropis. 5. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan terima kasih kepada Ibu Neneng Nur Aisyah dan Bapak Widanda yang telah banyak memberikan bantuan selama pelaksanaan penelitian ini. 6. DAFTAR PUSTAKA 1. Ohta T, Mahara Y, Kubota T, Fukutani S, Fujiwara K,Takamiya K, et al. Prediction of groundwater contamination with 137 Cs and 131 I from the Fukushima nuclear accident in the Kanto district. J Environ Radioact 2012 September;111: 38-41. 2. Kato H, Onda Y, Teramage M. Depth distribution of 137 Cs, 134 Cs and 131 I in soil profile after Fukushima Daiichi nuclear power plant accident. J Environ Radioact 2012 September;111: 59-64. 3. Hamada N, Ogino H. Food safety regulations : what we learned from the Fukushima nuclear accident. J Environ Radioact 2012 September;111: 83-99. 4. Fukushima II s contaminated water: Cobalt-60, Cesium-134, Cesium-137, Yomiuri Shinbun June 7, 2011. 5. International Atomic Energy Agency. Handbook of parameter values for the prediction of radionuclide transfer in terrestrial and freshwater environment, Technical Reports Series no. 472, Vienna:IAEA; 2010. 6. Chussetijowati J, Tjahaja PI, Sukmabuana P. Penyerapan radiosesium-134 dalam air oleh ikan mas (Cyprinus carpio). Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Nuklir. Bandung: PTNBR BATAN;2007. 7. Tjahaja PI, Sukmabuana P. Akumulasi dan eliminasi radionuklida Cs pada ikan lele (Clarias batrachus). Prosiding Seminar Nasional Kesehatan dan Keselamatan Lingkungan V, Depok 14 Oktober 2009). Jakarta:PTKMR BATAN- FKM UI;2009. 8. Tjahaja PI, Sukmabuana P, Salami IRS, Muntalif BS. Laboratory experiment on the determination of radiostrontium transfer parameter in water- fish compartment system. J Environ Radioact, 2012 July;109: 60-63. 9. Tjahaja PI, Sukmabuana P, Chussetijowati J, Parameter perpindahan 85 Sr dari air ke ikan lele (Clarias sp) pada sistem kompartemen air ikan. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Nuklir, Bandung Juni 2011. Bandung:PTNBR BATAN UPI;2011. 10. Pinder JE, Hinton TG, Whicker FW, Smith JT. Cesium accumulation by fish following acute input to lakes: a 82

Akumulasi dan Distribusi 60 Co dalam Ikan Mas (Cyprinus carpio) pada Sistem Kompartemen Air-Ikan (Poppy) ISSN 1411 3481 comparison of experimental and Chernobyl-impacted systems. J Environ Radioact 2009;100:456-67. 11. Badan Pusat Statistik Indonesia. Pengeluaran untuk konsumsi penduduk Indonesia 2007. Jakarta:BPS Indonesia;2008. 12. Maltz J. Compartmental modelling. [Online course Berkeley univ]. [diakses 20 Mei 2009]. Available from: URL:http://mutilbl.gov/145b2004/comprev 2.pdf. 13. Man CK. and Kwok YH. Uptake of 137 Cs by fresh water fishes, Department of Applied Physisc, The Hongkong Polytehnics University, Hung Hom, Kowloon, Hongkong, 1999. 14. Yankovich TL. Mass balance approach to estimating radionuclide loads and concentrations in edible fish tissues using stable analogues. J Environ Radioact 2009;100:795 801. 15. Varga B, Lecrec E, Zagyvai P. The role of analogues in radioecology. J Environ. Radioact 2009;100:802-5. 83

Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology Vol. 13, No.2, Agustus 2012;73-84 ISSN 1411-3481 84