PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR KELAS VIII SMP/MTs

dokumen-dokumen yang mirip
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI LINGKARAN UNTUK SISWA SMP KELAS VIII JURNAL

BAB III METODE PENELITIAN

Abstrak. 1) 2)

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian untuk mengembangkan suatu produk. Adapun produk yang

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI BANGUN DATAR BERORIENTASI PADA PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII SMP

BAB III METODE PENELITIAN. model probing prompting pada materi segitiga dan segi empat untuk SMP kelas

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan R & D (Research and

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terdiri dari lima tahap yaitu Analysis (Analisis), Design (Perancangan),

Pengembangan Perangkat Pembelajaran dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia pada Materi Lingkaran untuk Siswa Kelas VIII SMP

BAB III METODE PENELITIAN. menghasilkan suatu produk baru melalui proses pengembangan dan validasi.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PMRI PADA MATERI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG UNTUK SMP KELAS IX

research and development untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS)

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research and

Pengembangan Perangkat Pembelajaran (Siti Mufidah)11

BAB III METODE PENELITIAN. dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) pada

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan

BAB III METODE PENELITIAN. dihasilkan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan

BAB III METODE PENELITIAN. pengembangan. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods)

BAB III METODE PENELITIAN

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI LINGKARAN UNTUK SISWA SMP KELAS VIII

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS GUIDED DISCOVERY PADA MATERI HIMPUNAN UNTUK SISWA SMP KELAS VII. Jurnal

BAB III METODE PENELITIAN. pengembangan atau Research and Development (R&D). Menurut. dengan pendekatan problem solving pada materi himpunan untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Realistik (PMR) bagi siswa SMP kelas VIII sesuai Kurikulum 2013.

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS ETNOMATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and

BAB III METODE PENELITIAN. dalam bahasa Inggris disebut Research and Development (R&D). Menurut Wina

BAB III METODE PENELITIAN

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK PADA MATERI PLSV KELAS VII SMP

PENGEMBANGAN LKS DENGAN PENDEKATAN PMRI PADA SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL UNTUK SMP KELAS VIII

BAB III METODE PENELITIAN. atau dalam bahasa Inggris disebut Research and Development (R&D).

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang terdiri dari lima fase

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Produk yang dikembangkan adalah perangkat pembelajaran berupa LKS berbasis

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Berdasarkan model pengembangan ADDIE yaitu tahap analysis (analisis),

Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Materi Garis dan Sudut dengan Pendekatan Inquiry Berbantuan Software Wingeom

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa SMP kelas VIII ini

BAB III METODE PENELITIAN. (RME) berbasis Teori Multiple Intelligence Howard Gardner. Waktu : 23 Maret April 2016

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK

Siti Nurhayati 21, Didik S. Pambudi 22, Dinawati Trapsilasiwi 23

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Penelitian Prosedur pengembangan LKS materi Bangun Ruang Sisi Datar yang

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan penelitian penembangan yaitu suatu penelitian

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PADA BAHASAN HIMPUNAN DENGAN PENDEKATAN PROBLEM SOLVING UNTUK SISWA SMP KELAS VII

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS ICT PADA POKOK BAHASAN LINGKARAN UNTUK SISWA KELAS VIII SMP/MTS

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK KELAS V SEKOLAH DASAR

BAB III METODE PENELITIAN. dikembangkan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran yang terdiri

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan project based learning. Bahan ajar yang dikembangkan berupa RPP

BAB III METODE PENELITIAN. materi aritmetika sosial untuk SMP kelas VII dengan model pembelajaran Group

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING SETTING CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA MATERI GARIS DAN SUDUT KELAS VII

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS REALISTIK PADA MATERI BARISAN DAN DERET DI KELAS X SMA TAMANSISWA PADANG

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan pendekatan kontekstual dan model pembelajaran probing prompting pada

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. LKS (Lembar Kerja Siswa) berbasis etnomatematika pada kompetensi segitiga.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan. Hasil dari

BAB II KAJIAN TEORI. berbagai metode sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL SETTING KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI HIMPUNAN UNTUK SISWA KELAS VII SMP/MTs

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and

BAB III METODE PENELITIAN. tersebut, maka desain dari penelitian ini adalah penelitian pengembangan

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATERI TEOREMA PYTHAGORAS BERBASIS PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH YANG MENGACU PADA LEARNING TRAJECTORY

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian pada skripsi ini adalah penelitian pengembangan, model yang

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID DENGAN PROGRAM CONSTRUCT 2 PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR UNTUK SISWA SMP KELAS 8

BAB III METODE PENELITIAN

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI PERBANDINGAN KELAS VII SMP/MTs

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Research and Development (R&D)

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DENGAN PENDEKATAN PROJECT BASED LEARNING PADA MATERI PROGRAM LINEAR UNTUK SISWA KELAS X SMK. Jurnal

BAB III METODE PENELITIAN PENGEMBANGAN. penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D).

PENGEMBANGAN LKS BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK DAN STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R PADA MATERI HIMPUNAN KELAS VII SMPN 11 KOTA JAMBI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. mengembangkan perangkat pembelajaran matematika berupa RPP dan LKS pada

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK TOPIK MATRIKS DI SMK KELAS X JURNAL

Jurnal Silogisme: Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Oktober 2016, Vol. 1, No.1. ISSN:

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKDP) BERBASIS GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN PRACTICAL SKILLS DAN PEMAHAMAN KONSEP IPA PESERTA DIDIK SMP

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development).

BAB IV PEMBAHASAN. yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Berikut

Agung Setiabudi et al., Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika...

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kurikulum, dan analisis siswa.

Oleh : Ika Dewi Fitria Maharani, Bambang S.H.M, M.Kom Pendidikan Matematika, FMIPA, UNY

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang mengacu learning trajectory dan berorientasi pada kemampuan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL QUANTUM TEACHING DENGAN PENDEKATAN REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK

E-journal Prodi Edisi 1

Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA SMP/MTS Berbasis Contextual Teaching And Learning (Studi pada Materi Pokok Asam, Basa, dan Garam)

DEVELOP MATHEMATICS LEARNING INSTRUMENTS WITH APPROACH REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) ON PLANE OF TRIANGLE FOR 7 th GRADE SMP/ MTs

BAB III METODE PENELITIAN. Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) berbasis inkuiri terbimbing yang

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS REALISTIK UNTUK MATERI RUANG DIMENSI TIGA PADA KELAS X SMA N 1 BONJOL KABUPATEN PASAMAN ABSTRACT

BAB III METODE PENELITIAN. berbagai sudut pandang yang tidak bisa dipisahkan. Jika dilihat dari sudut

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang telah dilakukan, diperoleh hasil penelitian dan pembahasan masing-masing

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBANTU WONDERSHARE DENGAN PENDEKATAN RME PADA MATERI SMP

METODE PENELITIAN. yang dikembangkan oleh Thiagarajan (1974: 5) yaitu 4D model. Produk yang

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan metode Research and Development (R&D). Sugiyono

Rizallisa Ariyanti*), Anna Cesaria**), Merina Pratiwi**) ABSTRACT

PENGEMBANGAN LKS MATEMATIKA BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING SISWA KELAS VII SMP MATERI BANGUN DATAR SEGI EMPAT

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Berdasarkan penelitian pengembangan yang telah dilakukan, diperoleh hasil

Implementasi Pendekatan Guided discovery dalam Game Edukasi Matematika untuk Siswa SMP

ABSTRACT. Keywords : media, computer, RME, circle, ADDIE

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK PADA POKOK BAHASAN LINGKARAN KELAS VIII SMP

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI KUBUS DAN BALOK UNTUK SISWA KELAS VIII SMP/MTS

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan Van den Akker (1999:3-5) tujuan penelitian pengembangan bisa

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) MATEMATIKA REALISTIK BERBASIS PEMECAHAN MASALAH DI KELAS X SMK

Transkripsi:

Pengembangan Perangkat Pembelajaran... (Idza Nudia Linnusky) 1 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR KELAS VIII SMP/MTs DEVELOPMENT OF TEACHING SET BASED ON REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION APPROACH IN SOLID GEOMETRY TOPIC FOR 8 th GRADE OF JUNIOR HIGH SCHOOL Oleh: Idza Nudia Linnusky 1), Dr. Ariyadi Wijaya 2) 1) Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta 2) Dosen Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta 1) idzalinsky2@gmail.com, 2) a.wijaya@uny.ac.id Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKS dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik pada materi bangun ruang sisi datar kelas VIII SMP/MTs yang memenuhi kualifikasi valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model ADDIE, meliputi 5 tahap yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi instrumen kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Instrumen kevalidan meliputi lembar penilaian RPP dan lembar penilaian LKS. Instrumen kepraktisan meliputi angket respon siswa, angket respon guru, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Instrumen keefektifan yaitu tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran memenuhi kriteria (1) valid dengan rata-rata skor untuk RPP 4,4 dan rata-rata skor untuk LKS 4,28 dari skor maksimal 5, (2) praktis dengan rata-rata skor angket respon siswa 4,00 dan rata-rata skor angket respon guru 4,28 dari skor maksimal 5, serta rata-rata keterlaksanaan pembelajaran 94, 96%, dan (3) efektif dengan ketuntasan tes hasil belajar 81,25%. Kata kunci: perangkat pembelajaran, Pendidikan Matematika Realistik Abstract This study aimed to develop teaching set in the forms of lesson plans and student worksheets based on Realistic Mathematics Education approach in solid geometry topic for 8 th grade of junior high school that fulfilled the valid, practical, and effective criteria. This study classified as research and development study based on ADDIE model which includes five stages namely: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The instruments used in this study include the validity instruments, the practicality instruments, and the effectiveness instrument. The validity instruments include the evaluation sheet of lesson plans and the evaluation sheet of student worksheets. The practicality instruments include the evaluation questionnaire for students, the evaluation questionnaire for teacher, and the observation sheet of accomplished learning. The effectiveness instrument was achievement test. The result of the study showed that the teaching set fulfilled the criteria (1) valid with the mean score of lesson plans is 4,4 from the 5 scale and the mean score of student worksheets is 4,28 from the 5 scale, (2) practical with the mean score of students questionnaire is 4,00 from the 5 scale, the mean score of teacher s questionnaire is 4,28 from the 5 scale, and the mean of the percentage of accomplished learning is 94,96%, (3) effective with the completeness of achievement test is 81,25%. Keywords: teaching set, Realistic Mathematics Education PENDAHULUAN Pendidikan mempunyai peran yang penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan diselenggarakan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan agar dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan, matematika merupakan salah satu

2 Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 Tahun 2017 mata pelajaran yang wajib ada dalam kurikulum. Salah satu konsep matematika yang diajarkan di sekolah adalah geometri. Obyek geometri merupakan benda-benda pikiran yang bersifat abstrak. Di sisi lain, geometri sangat dekat dengan siswa karena banyak ditemukan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun dekat dengan siswa, namun masih banyak siswa yang belum menguasai materi geometri. Hal ini ditunjukkan dengan daya serap siswa SMP terhadap materi geometri pada saat Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2014/2015 rendah dibandingkan materi matematika yang lain. Laporan hasil UN mata pelajaran matematika tahun pelajaran 2014/2015 yang diterbikan oleh BSNP ditampilkan pada Tabel 1. Tabel 1. Laporan Hasil UN Mata Pelajaran Matematika Tahun Pelajaran 2014/2015 No Materi Kab. Sleman Provinsi Nasional 1. Operasi 65,36 63,30 60,64 Bilangan 2. Operasi 59,97 58,00 57,28 Aljabar 3. Bangun 57,02 55,19 52,04 Geometris 4. Statistika dan Peluang 64,49 63,87 60,78 Penguasaan terhadap materi merupakan bagian dari tujuan pembelajaran. Salah satu yang mengakibatkan tercapai atau tidaknya tujuan pembelajaran adalah perencanaan pembelajaran. Menurut Martinis Yamin dan Maisah (2009:124), perencanaan pembelajaran merupakan hal penting dalam mencapai keberhasilan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran disusun oleh guru dalam bentuk perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran adalah suatu atau beberapa persiapan yang disusun oleh guru baik secara individu maupun kelompok agar pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran dapat dilakukan secara sistematis dan memperoleh hasil yang diinginkan (Nazarudin, 2007:111). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) merupakan bagian dari perangkat pembelajaran. RPP merupakan penjabaran silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (Rusman, 2010: 5). RPP disusun oleh guru sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Menurut Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses, setiap guru berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis. RPP harus memuat komponen-komponen, yaitu identitas mata pelajaran, Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar. Selain itu, terdapat prinsipprinsip RPP yang harus diperhatikan dalam penyusunan RPP, meliputi: (1) memperhatikan perbedaan individu peserta didik, (2) mendorong partisipasi aktif peserta didik, (3) mengembangkan budaya membaca dan menulis, (4) memberikan umpan balik dan tindak lanjut, (5) keterkaitan dan keterpaduan, (6) menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa guru di Sleman, guru sudah menyusun RPP sendiri yang digunakan sebagai acuan dalam kegiatan pembelajaran. Hasil studi terhadap beberapa RPP yang dibuat oleh guru menunjukkan bahwa RPP disusun secara lengkap dan sistematis, namun sebagian besar kegiatan pembelajaran yang tercantum di RPP berpusat kepada guru. Siswa lebih banyak menerima pengetahuan dan tidak memiliki kesempatan untuk menemukan pengetahuannya sendiri. Hal ini dapat mengakibatkan pengetahuan menjadi kurang bermakna, karena pengetahuan akan bermakna apabila dicari dan ditemukan sendiri oleh siswa (Lahadisi, 2014: 86). Lembar Kegiatan Siswa (LKS) adalah lembaran-lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa (Suyono dan Hariyanto, 2015: 262). LKS merupakan salah satu sumber belajar. Penggunaan LKS dalam pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas siswa, serta dapat mengarahkan siswa untuk menemukan pengetahuan melalui aktivitasnya sendiri. LKS dikatakan berkualitas baik apabila memenuhi syarat didaktik, konstruksi dan teknis (Hendro Darmodjo dan Jenny R.E. Kaligis, 1992: 41).

Selain itu, ditinjau dari isi materi, LKS dikatakan baik apabila memenuhi aspek kebenaran, keluasan, dan kedalaman konsep menurut Hermawan (Endang Widjajanti, 2010:5). Berdasarkan hasil observasi, kebanyakan sekolah menggunakan buku cetak sebagai sumber belajar. Buku cetak tersebut kebanyakan berisi materi, informasi pendukung materi, beberapa petunjuk, contoh soal, dan latihan soal, sehingga kurang mengarahkan siswa untuk menemukan pengetahuannya sendiri. Siswa menjadi cenderung menghafalkan rumus dan strategi dalam menyelesaikan suatu permasalahan. LKS masih jarang digunakan dalam pembelajaran, padahal LKS dapat mengarahkan siswa untuk menemukan pengetahuan melalui aktivitasnya (Hendro Darmodjo & Jenny R.E. Kaligis, 1992:40). LKS yang biasanya digunakan dalam pembelajaran merupakan LKS yang diterbitkan oleh penerbit yang mencakup ringkasan materi dan latihan soal. Piaget (Erman Suherman, 2001: 39) mengatakan bahwa karakteristik anak terbagi menjadi empat tahap perkembangan kognitif, yaitu tahap sensori motor (usia 0-2 tahun), tahap pra operasi (usia 2-7 tahun), tahap operasi konkret (usia 7-11 tahun), dan tahap operasi formal (usia 11 tahun dan seterusnya). Siswa SMP di Indonesia berusia sekitar 12-15 tahun, sehingga berdasarkan tahap perkembangan kognitif yang dikemukakan Piaget, siswa SMP berada pada tahap operasi formal. Anak pada tahap operasi formal seharusnya sudah mampu melakukan penalaran dengan menggunakan halhal yang abstrak, tanpa harus berhadapan dengan objek atau peristiwanya langsung. Namun pada kenyataannya belum semua siswa SMP sudah masuk ke dalam tahap operasi formal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Afsheen Yousaf dan Tenzilla Khan (2014: 420), sebagian besar siswa SMP kelas VIII masih berada pada tahap operasi konkret, paling banyak hanya 23,33% siswa yang sudah masuk pada tahap operasi formal. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang dapat menjembatani dari tahap konkret ke tahap formal. Pengembangan Perangkat Pembelajaran... (Idza Nudia Linnusky) 3 Pembelajaran dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik dapat menjadi salah satu pilihan untuk menjembatani proses belajar siswa dari tahap operasi konkret menuju tahap operasi formal. Pembelajaran matematika dengan Pendidikan Matematika Realistik merupakan pembelajaran dengan konteks atau permasalahan realistik sebagai titik awal. Suatu pengetahuan akan menjadi bermakna bagi siswa apabila proses pembelajaran dilaksanakan dalam suatu konteks (CORD, 1999: 1). Pembelajaran dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik adalah pembelajaran yang memuat karakteristik Pendidikan Matematika Realistik dan mengikuti langkah-langkah pembelajarannya. Menurut Murdani (2013: 26), langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan Pendidikan matematika Realistik, meliputi: (1) memahami masalah kontekstual, (2) menyelesaikan masalah kontekstual, (3) membandingkan dan mendiskusikan jawaban, (4) menyimpulkan. Menurut Treffers (Ariyadi Wijaya, 2012: 21), karakteristik Pendidikan Matematika Realistik, yaitu penggunaan konteks, penggunaan model untuk matematisasi progresif, pemanfaatan hasil konstruksi siswa, interaktivitas, dan keterkaitan. Berdasarkan penjabaran di atas, maka dilakukan penelitian dengan tujuan menghasilkan perangkat pembelajaran dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik pada materi bangun ruang sisi datar. Perangkat pembelajaran dibatasi pada RPP dan LKS. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi siswa yaitu dengan membantu siswa memahami materi pembelajaran matematika melalui pengalaman sehari-hari. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi guru yaitu sebagai referensi untuk meningkatkan kreatifitas guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau research and development dengan produk yang dikembangkan yaitu perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKS

4 Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 Tahun 2017 dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik pada materi bangun ruang sisi datar. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan, yaitu Analysis (analisis), Design (desain), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), dan Evaluation (evaluasi). Tahap analisis (analysis) dilaksanakan agar perangkat pembelajaran yang dikembangkan sesuai dengan karakteristik siswa, tujuan belajar, materi pembelajaran, dan lingkungan belajar. Tahap ini meliputi kegiatan analisis kebutuhan, kompetensi, dan karakteristik siswa. Tahap perancangan (design) merupakan tahap merancang produk secara rinci. Kegiatan pada tahap ini yaitu membuat rancangan RPP dan LKS dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik yang mengacu pada standar proses dan hasil pada tahap analisis. Tahap pengembangan (development) merupakan tahap merealisasikan produk dengan melaksanakan kegiatan pengembangan perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKS yang sesuai dengan rancangan pada tahap perancangan. Kemudian produk tersebut divalidasi oleh 2 dosen ahli sebagai validator. Setelah selesai validasi, dilaksanakan revisi produk tahap 1 sesuai dengan kritik dan saran dari validator. Tahap implementasi merupakan tahap mengujicobakan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan kepada subyek penelitian. Hasil dari tahap ini yaitu data yang digunakan untuk mengukur kepraktisan dan keefektifan perangkat pembelajaran. Pada tahap evaluasi, dilaksanakan kegiatan pengukuran terhadap ketercapaian perangkat pembelajaran, yang meliputi kriteria kepraktisan dan keefektifan. Selain itu, pada tahap ini juga dilaksanakan revisi produk tahap 2 yang disesuaikan dengan saran dan kritik dari siswa dan guru matematika. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Negeri Godean pada tanggal 20 April 25 Mei 2016. Subyek uji coba penelitian ini adalah siswa kelas VIII C MTs Negeri Godean tahun pelajaran 2015/2016 yang terdiri dari 32 siswa. Data, Intrumen, dan Teknik Pengumpulan Data Instrumen yang digunakan untuk mengukur kevalidan yaitu lembar penilaian kevalidan RPP dan lembar penilaian kevalidan LKS. Lembar penilaian kevalidan RPP disusun sesuai dengan komponen dan prinsip-prinsip penyusunan RPP yang telah ditetapkan dalam Permendiknas nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses. Lembar penilaian kevalidan LKS meliputi aspek identitas RPP, perumusan tujuan pembelajaran, pemilihan materi ajar, pemilihan pendekatan dan metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, pemilihan sumber belajar, dan penilaian hasil belajar. Lembar penilaian kevalidan LKS disusun berdasarkan syarat-syarat LKS yang baik menurut Hendro Darmodjo dan Jenny R.E. Kaligis (1992: 41), yang meliputi syarat didaktik, teknis, dan konstruktif, serta aspek isi/materi LKS yang meliputi aspek kebenaran, keluasan, dan kedalaman konsep menurut Hermawan (Endang Widjajanti, 2010: 5). Instrumen yang digunakan untuk mengukur kepraktisan yaitu angket respon siswa, angket respon guru, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Angket respon siswa dan angket respon guru disusun dalam bentuk angket yang terdiri dari peryataan positif dan negatif, serta berdasarkan kriteria kepraktisan, yaitu dapat dimanfaatkan dan mudah digunakan (Nieveen, 1999:127). Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran disusun sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran pada RPP dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik. Instrumen yang digunakan untuk mengukur keefektifan yaitu tes hasil belajar. Tes hasil belajar merupakan tes tertulis yang terdiri dari soal pilihan ganda dan uraian. Penyusunan soal pada tes hasil belajar disesuaikan dengan indikator pembelajaran yang telah dirumuskan dari SK/KD materi yang dikembangkan dalam perangkat pembelajaran. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data kualitatif dan kuantitatif. Data

kualitatif meliputi saran, masukan, dan komentar dari dosen ahli, siswa, dan guru. Data kuantitatif meliputi hasil penilaian RPP dan LKS oleh dosen ahli, pengisian angket respon oleh siswa dan guru, pengisian lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh observer, dan hasil dari ketercapaian tes hasil belajar siswa. Teknik Analisis Data Data kualitatif dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif dan digunakan sebagai landasan dalam melakukan revisi produk. Analisis data kuantitatif meliputi analisis kevalidan, analisis kepraktisan, dan analisis keefektifan. Analisis kevalidan merupakan analisis terhadap lembar penilaian kevalidan RPP dan LKS. Analisis terhadap lembar penilaian kevalidan RPP dan lembar penilaian kevalidan LKS dilakukan dengan langkah-langkah berikut: (1) tabulasi data, (2) penghitungan rata-rata skor tiap aspek, (3) pengkonversian rata-rata skor tiap aspek ke nilai kualitatif dengan pedoman menurut S. Eko Putro Widyoko (2008:238) pada tabel berikut. Tabel 2. Pedoman Pengkonversian Nilai ke Nilai Kualitatif Interval Skor Kategori X > 4,2 Sangat Baik 3,4 < X 4,2 Baik 2,6 < X 3,4 Cukup Baik 1,8< X 2,6 Kurang Baik X 1,8 Sangat Kurang Baik Analisis kepraktisan merupakan analisis terhadap angket repon siswa, angket respon guru, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Angket respon siswa dan angket respon guru dianalisis dengan langkah yang sama seperti analisis lembar penilaian kevalidan RPP dan lembar penilaian kevalidan LKS. Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dianalisis dengan langkah-langkah berikut: (1) menghitung banyaknya observer memilih jawaban ya pada aspek yang diamati, (2) menghitung persentase banyaknya jawaban ya, (3) membandingkan persentase yang didapat dengan kriteria penilaian keterlaksanaan pembelajaran, (4) menghitung Pengembangan Perangkat Pembelajaran... (Idza Nudia Linnusky) 5 rata-rata persentase untuk keseluruhan pertemuan dan membandingkannya dengan kriteria penilaian keterlaksanaan pembelajaran menurut Nana Sudjana (2005:118). Tabel 3. Kriteria Penilaian Keterlaksanaan Pembelajaran Rentang Skor Kriteria 90% Sangat baik 80% < 90% Baik 70% < 80% Cukup 60% < 70% Kurang < 60% Sangat Kurang Analisis keefektifan merupakan analisis terhadap tes hasil belajar siswa. Tes hasil belajar dianalisis dengan langkah-langkah berikut: (1) menghitung nilai yang diperoleh masing-masing siswa menurut pedoman penskoran, (2) menentukan ketuntasan siswa berdasarkan kriteria ketuntasan minimal yang berlaku di sekolah, yaitu 75, (3) menghitung persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal, (4) mengonversikan persentase ketuntasan belajar siswa ke interval kriteria ketuntasan tes hasil belajar siswa menurut S. Eko Putro Widyoko (2008:242). Tabel 4. Interval Kriteria Ketuntasan Tes Hasil Belajar Rentang Skor Kriteria 80% < x 100% Sangat baik 60% < x 80% Baik 40% < x 60% Cukup 20%< x 40% Kurang HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKS dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik pada materi bangun ruang sisi datar. Produk dikembangkan dengan mengikuti prosedur ADDIE, yang meliputi tahap analisis (analysis), perancangan (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Perangkat pembelajaran dikembangkan menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik yang mencakup 5

6 Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 Tahun 2017 karakteristik, yaitu penggunaan konteks, penggunaan model untuk matematisasi progresif, pemanfaatan hasil konstruksi siswa, interaktivitas, dan keterkaitan. Selain itu, perangkat pembelajaran disusun dengan mengikuti langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik berikut: (1) memahami masalah kontekstual, (2) menyelesaikan masalah kontekstual, (3) membandingkan dan mendiskusikan jawaban, (4) menyimpulkan. Karakteristik dan langkahlangkah pembelajaran dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik pada RPP dimunculkan dalam kegiatan pembelajaran dengan rincian sebagai berikut. 1. Keterkaitan Keterkaitan yang dimaksud adalah keterkaitan antara materi yang akan dipelajari dengan materi yang pernah dipelajari. Keterkaitan dimunculkan pada kegiatan pendahuluan yaitu dalam apersepsi. Pada apersepsi, siswa diingatkan kembali tentang materi pembelajaran sebelumnya yang menjadi materi prasyarat. 2. Penggunaan Konteks Karakteristik penggunaan konteks dimunculkan pada kegiatan inti yaitu pada langkah memahami masalah kontekstual. Kegiatan pada langkah ini yaitu siswa diberikan konteks terkait materi prasyarat. 3. Matematisasi Matematisasi muncul pada kegiatann ini yaitu pada langkah menyelesaikan masalah kontekstual. Bentuk kegiatan dalam langkah ini antara lain: a. Siswa diberikan gambar contoh nyata benda berbentuk bangun ruang pada materi unsur-unsur bangun ruang, kemudian siswa menggambarkan model bangun ruang tersebut. b. Siswa menggambarkan jaring-jaring bangun ruang yang mereka temukan setelah melakukan pembongkaran model bangun ruang pada materi jaring-jaring. c. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan pada materi luas permukaan dan volume bangun ruang. Jawaban dari pertanyaan yang diberikan, pertama-tama merupakan informasi yang tersedia dalam konteks. Kemudian siswa diarahkan untuk menyelesaikan konteks secara formal. 4. Konstruksi Konstruksi dimunculkan pada kegiatan inti yaitu pada langkah menyelesaikan masalah kontekstual. Pada langkah menyelesaikan masalah kontekstual, siswa membentuk sendiri konsep matematika, seperti pengertian, jaring-jaring, dan rumus-rumus dalam bangun ruang dengan bantuan pertanyaanpertanyaan yang terdapat dalam LKS. Jika siswa mengalami kesulitan mencari jawaban, maka guru memberikan pancinganpancingan. 5. Interaktivitas Interaktivitas muncul pada kegiatan inti yaitu pada langkah menyelesaikan masalah kontekstual. Pada langkah ini, siswa menyelesaiakan konteks secara berkelompok sehingga memungkinkan adanya interaksi antar siswa. Kemudian interaktivitas juga muncul pada langkah membandingkan dan mendiskusikan jawaban. Pada langkah ini, beberapa perwakilan siswa maju ke depan kelas untuk menampilkan hasil diskusi kelompoknya. Kemudian siswa lain yang tidak maju memberi tanggapan. Kegiatan ini memungkinkan terjadinya interaksi antar siswa. Selain itu juga memungkinkan interaksi antara guru dan siswa, karena guru yang memandu kegiatan ini. LKS memiliki tiga fitur, yaitu Ayo Mengingat, Konteks dan Kegiatan. Fiturfitur pada LKS memuat karakteristik Pendidikan Matematika Realistik dengan rincian sebagai berikut. 1. Ayo Mengingat Ayo Mengingat berisi pertanyaanpertanyaan yang jawabannya merupakan materi prasyarat. Ayo Mengingat bertujuan untuk mengingatkan kembali materi-materi yang menjadi materi prasyarat. Ayo Mengingat memuat karakteristik Pendidikan Matematika Realistik, yaitu keterkaitan. 2. Konteks Konteks berisi permasalahan realistik yang sesuai dengan materi yang akan dipelajari. Konteks memuat karakteristik Pendidikan Matematika Realistik, yaitu penggunaan konteks. Penyelesain pada konteks memuat karakteristik Pendidikan Matematika Realistik, yaitu matematisasi.

3. Kegiatan Kegiatan merupakan bagian LKS yang berisi tentang kegiatan apa saja yang harus dilakukan siswa dalam pembelajaran. Kegiatan terdiri dari Ayo Mengamati, Ayo Melukis dan Ayo Menemukan. Ayo Mengamati merupakan kegiatan mengamati gambar yang tersedia. Kemudian berdasarkan gambar tersebut, siswa menyimpulkan konsep. Kegiatan Ayo Mengamati memuat karakteristik Pendidikan Matematika Realistik, yaitu konstruksi. Selain itu, kegiatan ini juga memuat karakteristik interaktivitas karena dilakukan secara berkelompok sehingga memungkinkan adanya interaksi antar siswa. Ayo Melukis yaitu kegiatan menggambarkan bangun ruang pada objek 2 dimensi, dalam hal ini kertas, berdasarkan pada objek nyatanya. Ayo Melukis memuat karakteristik Pendidikan Matematika Realistik, yaitu matematisasi. Kegiatan Ayo Menemukan merupakan kegiatan untuk menemukan rumus-rumus dalam materi bangun ruang sisi datar. Kegiatan ini memuat karakteristik Pendidikan Matematika Realistik, yaitu konstruksi dan interaktivitas, karena kegiatan ini dilakukan secara berkelompok. RPP dan LKS dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik yang dikembangkan kemudian dinilai berdasarkan kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Penilaian kevalidan dilakukan setelah produk selesai dikembangkan yaitu pada saat validasi oleh validator. Penilaian kepraktisan dan keefektifan dilakukan pada saat implementasi. Kevalidan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan diukur berdasarkan penilaian kevalidan RPP dan penilaian kevalidan LKS oleh dua dosen ahli sebagai validator. Analisis data hasil penilaian kevalidan RPP dan LKS dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 5. Hasil Analisis Lembar Penilaian Kevalidan RPP No Aspek yang dinilai Rata-Rata Tiap Aspek Kualifikasi 1. Identitas RPP 4,5 Sangat Baik 2. Perumusan tujuan pembelajaran 4,5 Sangat Baik Pengembangan Perangkat Pembelajaran... (Idza Nudia Linnusky) 7 No Aspek yang dinilai 3. Pemilihan materi ajar 4. Pemilihan pendekatan dan metode pembelajaran 5. Kegiatan pembelajaran 6. Pemilihan sumber belajar 7. Penilaian hasil belajar Rata-Rata Keseluruhan No Rata-Rata Kualifikasi Tiap Aspek 4,17 Baik 4,25 Sangat Baik 4,38 Sangat Baik 4,5 Sangat Baik 4,5 Sangat Baik 4,4 Sangat Baik Tabel 6. Hasil Analisis Lembar Penilaian Kevalidan LKS Aspek yang dinilai A. Kualitas isi materi LKS B. Kesesuaian dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik C. Kesesuaian dengan syarat didaktik D. Kesesuaian dengan syarat konstruksi E. Kesesuaian dengan syarat teknis Rata-Rata Keseluruhan Rata-Rata Kualifikasi Tiap Aspek 4,42 Sangat Baik 4,3 Sangat Baik 4,12 Baik 4,33 Sangat Baik 4,45 Sangat Baik 4,33 Sangat Baik Berdasarkan analisis terhadap hasil penilaian RPP diperoleh rata-rata skor 4,4 dari skor maksimal 5 dengan kualifikasi sangat baik. Hasil penilaian RPP menunjukkan bahwa RPP yang dikembangkan telah sesuai dengan prinsipprinsip penyusunan RPP yang tercantum dalam Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses.

8 Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 Tahun 2017 Berdasarkan analisis terhadap hasil penilaian LKS diperoleh rata-rata skor 4,33 dari skor maksimal 5 dengan kualifikasi sangat baik. hasil penilaian LKS menunjukkan bahwa LKS yang dikembangkan telah sesuai dengan klasifikasi LKS yang baik menurut Hendro Darmodjo dan Jenny R.E Kaligis (1992: 42), yaitu memenuhi syarat didaktik, konstruksi, dan teknis. Selain itu, LKS juga memenuhi kualifikasi LKS yang baik menurut Hermawan (Endang Widjajanti, 2010: 5) yaitu memenuhi syarat kualitas isi materi LKS yang meliputi kebenaran, keluasan, dan kedalaman konsep. Berdasarkan hasil analisis terhadap penilaian kevalidan perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKS dapat diperoleh kesimpulan bahwa RPP dan LKS yang dikembangkan memenuhi kualifikasi valid. Hal ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran telah memenuhi validitas isi yaitu materi yang terdapat dalam perangkat pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan validitas konstruk yaitu semua komponen dalam perangkat pembelajaran saling terkait (Nieveen, 1999:127). Kepraktisan perangkat pembelajaran diukur berdasarkan hasil angket respon siswa, angket respon guru, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil analisis terhadap angket respon siswa, angket respon guru, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran ditampilkan pada tabel berikut. Tabel 7. Hasil Analisis Angket Respon Siswa No Aspek Rata-Rata Kualifikasi Tiap Aspek 1. Kemudahan 4,06 Baik 2. Kemanfaatan 3,95 Baik Rata-Rata 4,00 Baik Keseluruhan Tabel 8. Hasil Analisis Angket Respon Guru No Aspek Rata-Rata Kualifikasi Tiap Aspek 1. Kemudahan 4,56 Sangat Baik 2. Kemanfaatan 4 Baik Rata-Rata 4,28 Sangat Baik Keseluruhan Tabel 9. Hasil Analisis Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Pertemuan Persentase Kualifikasi ke- keterlaksanaan 1 88,24% Baik 2 100% Sangat Baik 3 94,12% Sangat Baik 4 94,12% Sangat Baik 5 100% Sangat Baik 6 100% Sangat Baik 7 88,24% Baik Rata-rata keseluruhan 94,96% Sangat Baik Hasil analisis angket respon siswa menunjukkan bahwa rata-rata skor yang diperoleh 4 dari skor maksimal 5 dengan kualifikasi baik. Hasil analisis angket respon guru menunjukkan bahwa rata-rata skor yang diperoleh 4,28 dari skor maksimal 5 dengan kualifikasi sangat baik. Hasil analisis lembar obervasi keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa rata-rata keterlaksanaan pembelajaran keseluruhan 94,96% dengan kualifikasi sangat baik. Berdasarkan hasil analisis angket respon siswa, angket repon guru, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik yang disusun praktis. Hal ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kepraktisan menurut Nieveen (1999:127), yaitu perangkat pembelajaran mudah digunakan dan bermanfaat. Keefektifan perangkat pembelajaran diukur berdasarkan ketercapaian tes hasil belajar siswa. Hasil analisis tes hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 10. Hasil Analisis Tes Hasil Belajar Nilai tertinggi 92 Nilai terendah 57 Banyak siswa yang tuntas 26 Banyak siswa yang tidak tuntas 6 Persentase ketuntasan belajar 81,25% Persentase ketuntasan belajar diperoleh 81,25 % memenuhi kualifikasi sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa siswa memberikan apresiasi yang baik terhadap pembelajaran

menggunakan perangkat pembelajaran dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik, sehingga siswa mendapatkan nilai yang bagus dan banyak siswa yang tuntas. Berdasarkan ketuntasan belajar siswa tersebut, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik efektif digunakan dalam pembelajaran. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKS dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik pada materi bangun ruang sisi datar yang telah dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Saran Perangkat pembelajaran dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik yang telah dikembangkan diharapkan dapat digunakan sebagai sumber belajar oleh siswa maupun guru dalam pembelajaran materi bangun ruang sisi datar pada sekolah-sekolah yang memiliki karakteristik sama dengan sekolah yang menjadi tempat implementasi. Pengembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan dan materi lain dapat dilakukan dengan prosedur yang sama dengan prosedur yang digunakan dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA Ariyadi Wijaya. (2012). Pendidikan Matematika Realistik, Suatu Alternatif Pendekatan Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Graha Ilmu. CORD. (1999). Teaching Mathematics Contextually. Waco: CORD Communication, Inc. Endang Widjajanti. (2008). Kualitas Lembar Kerja Siswa. Makalah pada Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat dengan judul Pelatihan Penyusunan LKS Mata Pelajaran Kimia Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Bagi Guru SMK/MAK, Yogyakarta. Pengembangan Perangkat Pembelajaran... (Idza Nudia Linnusky) 9 Erman Suherman, dkk. (2001). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: JICA. Hendro Darmodjo & Jenny R.E. Kaligis. (1992). Pendidikan IPA 2. Jakarta: Depdikbud. Lahadisi. (2014). Inkuiri: Sebuah Strategi Menuju Pembelajaran Bermakna. Jurnal Al-Ta dib, 7 (2), 85-98. Martinis Yamin & Maisah. (2009). Manajemen Pembelajaran Kelas; Strategi Meningkatkan Mutu Pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada. Murdani. dkk. (2013). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Realistik Untuk Meningkatkan Penalaran Geometri Spasial Siswa di SMP Negeri Arun Lhokseumawe. Jurnal Peluang, 1 (2), 22-32. Nana Sudjana. (2005). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Nazarudin. (2007). Manajemen Pembelajaran Implementasi Konsep, Karakteristik dan Metodologi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum. Yogyakarta: Teras. Nieveen, Ninke. et al. (1999). Design Approaches and Tools in Education and Training. Dordrecht: Kluwer Academic Publishers. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 Mengenai Standar Proses. Rusman. (2012). Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Depok: PT Raja Grafindo Persada. S. Eko Putro Widyoko. (2009). Evaluasi Program Pembelajaran: Panduan Praktis bagi Guru dan Calon Pendidik. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Suyono & Hariyanto. (2015). Implementasi Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Yousaf, Ashfeen & Khan, Tenzilla. (2014). Recognition of Cognitive Development Stages in Students with Reference to Pagetian Cognitive Stages. International Journal of English and Education, 3 (2), 410-422.