RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TIGA VARIETAS SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) DENGAN PERBEDAAN SISTEM PENGOLAHAN TANAH

dokumen-dokumen yang mirip
RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TIGA VARIETAS SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) DENGAN PERBEDAAN SISTEM PENGOLAHAN TANAH SKRIPSI OLEH:

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH DENGAN PENGOLAHAN TANAH YANG BERBEDA DAN PEMBERIAN PUPUK NPK

I. PENDAHULUAN. Ketahanan pangan dan krisis energi sampai saat ini masih menjadi salah satu

RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) TERHADAP PEMBERIAN MULSA DAN BERBAGAI METODE OLAH TANAH SKRIPSI

Respons Pertumbuhan dan Hasil Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) Terhadap Jarak Tanam dan Waktu Penyiangan Gulma

RESPONS JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK ORGANIK GRANUL YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS

Respons Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) terhadap Pemberian Mulsa dan Berbagai Metode Olah Tanah

I. PENDAHULUAN. Ketergantungan terhadap bahan pangan impor sebagai akibat kebutuhan. giling (Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, 2015).

I. PENDAHULUAN. Sorgum merupakan salah satu jenis tanaman serealia yang memiliki potensi besar

Pengaruh Populasi Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) dan Jagung (Zea mays L.) terhadap Pertumbuhan dan Produksi Pada Sistem Pola Tumpang Sari

I. PENDAHULUAN. Pangan merupakan substansi pokok dalam kehidupan manusia sehingga

I. PENDAHULUAN. industri dan sumber energi. Sorgum juga mempunyai potensi sebagai bahan baku

Tanggap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Pada Dosis Pupuk Kalium dan Frekwensi Pembumbunan

I. PENDAHULUAN. Adalah penting bagi Indonesia untuk dapat mewujudkan ketahanan pangan

I. PENDAHULUAN. keharusannya memenuhi kebutuhan pangan penduduk. Berdasarkan Sensus

RESPOMS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SAAWI (Brassica Juncea. L) TERHADAP INTERVAL PENYIRAMAN DAN KONSENTRASILARUTAN PUPUK NPK SECARA HIDROPONIK

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Pengkajian Teknologi

Jurnal Pertanian Tropik ISSN No : Vol.4, No.3. Desember (22) :

I. PENDAHULUAN. Ketahanan pangan dan energi masih menjadi salah satu perhatian besar di

Gusti Handayani, Jonatan Ginting, Haryati Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, USU, Medan Corresponding author:

PENGARUH WAKTU PENYIANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS SORGUM

I. PENDAHULUAN. Jagung merupakan kebutuhan yang cukup penting bagi kehidupan manusia dan

THE EFFECT OF WEED CONTROL AND SOIL TILLAGE SYSTEM ON GROWTH AND YIELD OF SOYBEAN (Glycine max L.)

I. PENDAHULUAN. terutama pangan dan energi dunia, termasuk Indonesia akan dihadapkan pada

RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH TERHADAP BAHAN ORGANIK Tithonia diversifolia DAN PUPUK SP-36 ABSTRACT

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang sebelumnya dilakukan oleh

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2013 musim ke-44 sampai

TANGGAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) TERHADAP DOSIS PUPUK KALIUM DAN FREKUENSI PEMBUMBUNAN SKRIPSI OLEH :

I. PENDAHULUAN. Jagung (Zea mays L.) merupakan tanaman pangan penting di dunia setelah

PENGARUH PENGOLAHAN TANAH DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI

Respons Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Hibrida Terhadap Pemberian Kompos Limbah Jagung dan Pupuk KCl

UJI BEBERAPA VARIETAS JAGUNG (Zea mays L.) HIBRIDA PADA TINGKAT POPULASI TANAMAN YANG BERBEDA. Oleh. Fetrie Bestiarini Effendi A

I. PENDAHULUAN. Sorgum merupakan salah satu tanaman pangan yang sudah lama dikenal oleh

Jurnal Agroekoteknologi FP USU E-ISSN No Vol.5.No.1, Januari 2017 (7): 47-54

BAHAN DAN METODE. Pada musim tanam pertama penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)

STUDY TENTANG TIGA VARIETAS TERUNG DENGAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN

PENGARUH KERAPATAN DAN KEDALAMAN TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU (Vigna radiata L.)

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Pengkajian Teknologi

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan yang terletak di Desa Rejomulyo,

III. BAHAN DAN METODE. Universitas Lampung pada titik koordinat LS dan BT

II. TINJAUAN PUSTAKA. A. Botani Tanaman Sorgum. Berdasarkan klasifikasi botaninya, Sorghum bicolor (L.) Moench termasuk

KAJIAN PENANAMAN KEDELAI DI BAWAH KELAPA SAWIT UMUR EMPAT TAHUN DI PTPN III KEBUN RAMBUTAN

RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS UBI JALAR (Ipomoea batatas L. Lam) TERHADAP PEMBERIAN KOMPOS JERAMI PADI SKRIPSI OLEH:

Pengaruh Tiga Jenis Pupuk Kotoran Ternak (Sapi, Ayam, dan Kambing) Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Brachiaria Humidicola

Respons Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Urin Kambing Pada Beberapa Jarak Tanam

I. PENDAHULUAN. Jagung termasuk bahan pangan penting karena merupakan sumber karbohidrat

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian

I. PENDAHULUAN. Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian dari keluarga

I. PENDAHULUAN. Kebutuhan energi dunia yang dinamis dan semakin terbatasnya cadangan energi

PENGARUH PUPUK KANDANG KELINCI DAN PUPUK NPK (16:16:16) TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Unit

Pertumbuhan Dan Produksi Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Dengan Pemberian Pupuk Kandang Sapi Dan Pupuk Fosfat

PERTUMBUHAN DAN HASIL BERBAGAI VARIETAS KACANG HIJAU (Vigna radiata (L.) Wilczek) PADA KADAR AIR YANG BERBEDA

I. PENDAHULUAN. Di Indonesia komoditas tanaman pangan yang menjadi unggulan adalah padi,

III. BAHAN DAN METODE. Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas

Pertumbuhan dan Produksi Sorgum Manis (Sorghum bicolor (L.) Moench) Terhadap Pemberian Mulsa dan Bahan Organik

Respons Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Terhadap Pemberian Pupuk Bokashi dan Frekuensi Pembumbunan

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA AKSESI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) LOKAL HUMBANG HASUNDUTAN PADA BERBAGAI DOSIS IRADIASI SINAR GAMMA

TANGGAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG VARIETAS P-23 TERHADAP BERBAGAI KOMPOSISI VERMIKOMPOS DENGAN PUPUK ANORGANIK

II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pengenalan Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor [L] Moench) Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor [L.] Moench) termasuk dalam divisi

PENGARUH AKSESI GULMA Echinochloa crus-galli TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI

PENGARUH POPULASI KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) DAN JAGUNG (Zea mays L.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADA SISTEM POLA TUMPANG SARI SKRIPSI

BAHAN DAN METODE. Y ij = + i + j + ij

Respons Pertumbuhan Beberapa Varietas Sorgum (Sorghum bicolor L.) Pada Tanah Salin Dengan Pemberian Giberelin

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. sungai Niger di Afrika. Di Indonesia sorgum telah lama dikenal oleh petani

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Pengkajian Teknologi

TUMPANG GILIR (RELAY PLANTING) ANTARA JAGUNG DAN KACANG HIJAU ATAU KEDELAI SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN PRODUKTIVITAS LAHAN KERING DI NTB

sehingga diharapkan dapat menghasilkan keturunan yang memiliki toleransi yang lebih baik dibandingkan tetua toleran (segregan transgresif).

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Unit

III. BAHAN DAN METODE

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober Januari 2014 di

Tanggap Pertumbuhan dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) pada Pemberian Pupuk Cair

Respons Dua Varietas Kedelai (Glycine max (L.) Merrill.) pada Pemberian Pupuk Hayati dan NPK Majemuk

PENGARUH DOSIS DAN WAKTU APLIKASI PUPUK UREA DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG (Zea mays, L.) PIONEER 27

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH ( Arachis hypogaea L.) PADA BEBERAPA PENGOLAHAN TANAH INSEPTISOL DAN PEMBERIANPUPUK KASCING

RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSIUBI JALAR (Ipomoea batatas L.) TERHADAP TINGGI BEDENGAN DAN DOSIS PUPUK KANDANG AYAM SKRIPSI OLEH :

EFEKTIFITAS JARAK TANAM DAN JUMLAH BENIH PER LUBANG TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI GOGO

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Politeknik Negeri Lampung yang berada pada

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian

ANALISIS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS JAGUNG ( Zea mays L. ) PADA BERBAGAI TINGKAT PEMBERIAN AIR SKRIPSI

Aplikasi Pupuk Kandang dan Pupuk SP-36 Untuk Meningkatkan Unsur Hara P Dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Tanah Inceptisol Kwala Bekala

Respons Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Semangka (Citrullus vulgaris Schard.) terhadap Pemberian Giberelin dan Pupuk TSP

RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG SABRANG (Eleutherine americana Merr) TERHADAP PEMBELAHAN UMBI DAN PERBANDINGAN MEDIA TANAM ABSTRACT

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMBELAHAN UMBI BIBIT PADA BEBERAPA JARAK TANAM

BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Universitas Sumatera Utara, Medan, dengan ketinggian tempat

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.) SKRIPSI OLEH :

Pengaruh Beberapa Jarak Tanam terhadap Produktivitas Jagung Bima 20 di Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat

UJI KETAHANAN BEBERAPA VARIETAS JAGUNG (Zea mays L.) TERHADAP PENYAKIT KARAT DAUN (Puccinia polysora Underw.) DI DATARAN RENDAH ABSTRACT

Percobaan 4. Tumpangsari antara Jagung dengan Kacang Tanah

SKRIPSI OLEH : MARIA MASELA S. SITANGGANG/ AGROEKOTEKNOLOGI

RESPONS PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) TERHADAP PEMBERIAN ABU JANJANG KELAPA SAWIT DAN PUPUK UREA PADA MEDIA PEMBIBITAN SKRIPSI OLEH :

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu. Bahan dan Alat. Metode Penelitian

HASIL DAN PEMBAHASAN

The Growth and Production of Hybrid Corn at Various Manure Cow Mixture and N, P, K, Mg

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) VARIETAS TUK-TUK TERHADAP JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK KCl

RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS BAWANG MERAH(

TINJAUAN PUSTAKA. tersebut dinamakan akar adventif (Duljapar, 2000). Batang beruas-ruas dan berbuku-buku, tidak bercabang dan pada bagian

Respons Pemberian Pupuk Hayati pada Beberapa Jarak Tanam Pertumbuhan dan Produksi Kailan (Brassica oleraceae var. acephala)

Transkripsi:

1163. Jurnal Online Agroekoteknologi Vol.1, No.4, September 2013 ISSN No. 2337-6597 RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TIGA VARIETAS SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) DENGAN PERBEDAAN SISTEM PENGOLAHAN TANAH Leonard Septian Munthe 1*, T. Irmansyah 2, Chairani Hanum 2 1 Alumnus Program Studi Agoekoteknologi, Fakultas Pertanian USU, Medan 20155 2 Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Peranian USU, Medan 20155 *Corresponding author : E-mail : leonardmoenthe@rocketmail.com ABSTRACT Growth and Yield Response of Three Sorghum Varieties (Sorghum bicolor (L.) Moench) on Different Soil Tillage. The aim of this research was to compare growth and yield of three varieties of sorghum on different soil tillage. It was conducted at Pasar 1, Tanjung Sari, Medan about 25 m above sea level on June to October 2012 by using Split Plot Design with two factors. The first factor was sorghum variety (Sangkur, Kawali, Numbu) and the second one were different soil tillage (no tillage, once tillage, twice tillage). The research land had sandy loam soil texture. The results of research showed that growth and yield of Sangkur, Kawali, and Numbu weren t effected by soil tillage treatment but without tillage treatment showed the best result. Numbu had better result on shoot dry weight (59.29%), biomass weight (59.37%), root volume (64.83%), yield per sample (59.42%), and 1000 grains weight (56.83%) compared with other varieties. The interaction between sorghum variety and different soil tillage had no significantly effect on growth and yield of sorghum. Key words : Sorghum, variety, soil tillage, growth, yield ABSTRAK Respons pertumbuhan dan produksi tiga varietas sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) dengan perbedaan pengolahan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan dan produksi tiga varietas sorgum pada pengolahan tanah yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di lahan masyarakat Pasar 1, Tanjung Sari, Medan dengan ketinggian 25 m diatas permukaan laut pada bulan Juni sampai Oktober 2012 menggunakan rancangan petak terbagi dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu varietas sorgum (Sangkur, Kawali, Numbu) dan faktor kedua yaitu perbedaan pengolahan tanah (tanpa olah tanah, satu kali olah, dua kali olah). Lahan penelitian memiliki tekstur tanah lempung berpasir. Hasil penelitian menunjukkan komponen pertumbuhan dan produksi varietas Sangkur, Kawali, dan Numbu tidak dipengaruhi oleh perlakuan pengolahan tanah namun perlakuan tanpa olah tanah cenderung menunjukkan hasil terbaik. Varietas Numbu menunjukkan hasil yang lebih baik pada bobot kering tajuk (59.29%), bobot biomassa (59.37%), volume akar (64.83%), produksi per sampel (59.42%), bobot 1000 biji (56.83%) dibandingkan dengan dua varietas lainnya. Interaksi antara varietas sorgum dengan perbedaan pengolahan tanah berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan produksi sorgum. Kata kunci : sorgum, varietas, pengolahan tanah, pertumbuhan, produksi PENDAHULUAN Sorgum merupakan salah satu jenis tanaman serealia yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia karena mempunyai daerah adaptasi yang luas. Sorgum toleran terhadap

1164. Jurnal Online Agroekoteknologi Vol.1, No.4, September 2013 ISSN No. 2337-6597 kekeringan dan genangan air, dapat berproduksi pada lahan marginal, serta relatif tahan terhadap gangguan hama/penyakit. Biji sorgum dapat digunakan sebagai bahan pangan serta bahan baku industri pakan dan pangan seperti industri gula, monosodium glutamate (MSG), asam amino, dan industri minuman. Dengan kata lain, sorgum merupakan komoditas pengembang untuk diversifikasi industri secara vertikal (Sirappa, 2003). Tanaman ini telah lama dibudidayakan namun masih dalam areal yang terbatas. Di Indonesia sorgum dikenal sebagai palawija dengan sebutan cantel, jagung cantel, dan gandrung. Sorgum merupakan bahan pangan yang juga mengandung karbohidrat seperti beras, terigu dan jagung. Sorgum adalah salah satu bahan pangan yang potensial untuk substitusi terigu dan beras karena masih satu famili dengan gandum dan padi, hanya berbeda subfamili, sehingga karakteristik tepungnya relatif lebih baik dibanding tepung umbi-umbian. Oleh karena itu sorgum merupakan pengganti karbohidrat alternatif (Ruchjaniningsih, 2008). Masalah utama pengembangan sorgum adalah nilai keunggulan komparatif dan kompetitif sorgum yang relatif rendah dan usaha tani sorgum di tingkat petani belum intensif. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan pengelolaan sistem produksi sorgum secara menyeluruh (holistik) melalui empat dimensi, yaitu wilayah (areal tanam sorgum), ekonomi (nilai keunggulan komparatif dan kompetitif sorgum terhadap komoditas lain), sosial (sikap dan persepsi produsen terhadap sorgum sebagai bagian dari usaha taninya), dan industri (nilai manfaat sorgum sebagai bahan baku industri makanan dan pakan ternak) (Sirappa, 2003). Areal yang berpotensi untuk pengembangan sorgum di Indonesia sangat luas, meliputi daerah beriklim kering atau musim hujannya pendek serta tanah yang kurang subur. Pengembangan sorgum juga tidak terlepas pengolahan tanah karena pengolahan tanah merupakan paket teknologi dalam kegiatan pembudidayaan sorgum. Pengolahan tanah pada dasarnya adalah usaha memanipulasi tanah secara mekanik agar tercipta suatu keadaan yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Tujuan pokok adalah menyiapkan tempat tumbuh bagi bibit tanaman, daerah perakaran yang baik, membenamkan sisa-sisa tanaman dan memberantas gulma (Musa, dkk, 2006).

1165. Jurnal Online Agroekoteknologi Vol.1, No.4, September 2013 ISSN No. 2337-6597 Dalam kaitannya dengan pengolahan tanah telah dikenal pengolahan tanah konservasi. Pengolahan tanah konservasi bertujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani sekaligus menekan erosi agar system pertanian dapat berkelanjutan. Salah satu pertimbangan ekonomisnya adalah bahwa teknologi dapat menghemat biaya persiapan lahan dan meningkatkan intensitas tanam melalui peghematan waktu persiapan lahan (Santoso, 2004). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan dan produksi tiga varietas sorgum dengan pengolahan tanah yang berbeda. BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan di lahan masyarakat Pasar 1, Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan dengan ketinggian tempat + 25 meter di atas permukaan laut (dpl) pada bulan Juni sampai Oktober 2012. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah benih tanaman sorgum varietas Sangkur, Kawali, dan Numbu, pupuk pupuk 67,2 g Urea/plot, 42 g SP-36/plot, 16,8 g KCl/plot (sebagai pupuk dasar), fungisida, dan air. Lahan penelitian memiliki tekstur tanah lempung berpasir. Sedangkan alat yang digunakan untuk penelitian ini adalah cangkul, tugal, gembor, handsprayer, meteran, pacak sampel, pacak perlakuan, alat tulis, label, karung, tali, ember, pisau, plastik, gelas ukur, oven, timbangan, dan kalkulator. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama pengolahan tanah yang terdiri dari 3 jenis, yaitu : tanpa olah tanah, hanya pemangkasan gulma, diolah atau dicangkul 1x kemudian diratakan, diolah atau dicangkul 2x kemudian diratakan. Faktor kedua varietas terdiri dari varietas Sangkur, varietas Kawali, varietas Numbu. Analisis data menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5% pada perlakuan yang berpengaruh nyata. Pengolahan tanah dan pembuatan plot dengan ukuran 120 cm x 280 cm dilakukan 2 minggu sebelum penanaman. Penanaman sebanyak 2 benih per lubang tanam dengan jarak tanam yang digunakan 70 x 20 cm. Pupuk yang diberikan yaitu 90 Kg N/ha, 45 Kg P2O5 /ha dan 30 Kg,

1166. Jurnal Online Agroekoteknologi Vol.1, No.4, September 2013 ISSN No. 2337-6597 K2O/ha. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan penyemprotan fungisida dengan bahan aktif Mankozeb 80% dengan dosis 0.5 cc/liter air pada saat umur tanaman 6 MST. Peubah amatan terdiri dari bobot kering tajuk (g), bobot kering akar (g), rasio tajuk akar, bobot biomassa (g), volume akar, produksi per sampel (g), bobot 1000 biji (g), dan indeks panen. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis data secara statistik menunjukkan bahwa perlakuan pengolahan tanah dan interaksi perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh peubah amatan. Varietas sorgum berbeda nyata terhadap peubah amatan bobot kering tajuk, bobot biomassa, volume akar, produksi per sampel, dan bobot 1000 biji. Tabel 1. Rataan bobot kering tajuk, bobot biomassa, volume akar, produksi per sampel, dan bobot 1000 biji Rataan Perlakuan Bobot Kering Bobot Volume Produksi Per Bobot 1000 Tajuk (g) Biomassa (g) Akar (g) Sampel (g) Biji (g) Pengolahan Tanah T 0 (Tanpa olah tanah) 154.2 783.47 123.33 101.94 28.1 T 1 (1x olah) 141.88 819.91 136.22 101.71 28.19 T 2 (2x olah) 99.39 765.11 120.44 93.15 26.02 Varietas V 1 (Sangkur) 110.10b 647.71b 114.00b 76.18c 24.96b V 2 (Kawali) 110.06b 688.51b 100.44b 99.17b 22.33c V 3 (Numbu) 175.32a 1032.27a 165.56a 121.45a 35.02a Interaksi T 0 V 1 102.88 690.53 116.67 81.86 25.76 T 0 V 2 119.83 640.2 100.67 102.54 23.48 T 0 V 3 239.89 1019.67 152.67 121.41 35.06 T 1 V 1 145.2 625.27 118.67 76.61 25.72 T 1 V 2 89.33 705.33 107.33 99.91 22.33 T 1 V 3 190.51 1129.13 182.67 128.62 36.53 T 2 V 1 81.62 627.33 106.67 70.07 23.39 T 2 V 2 121 720 93.33 95.05 21.19 T 2 V 3 95.56 948 161.33 114.34 33.49 Keterangan : Data yang diikuti oleh huruf yang sama pada baris yang sama berbeda tidak nyata berdasarkan uji BNT 5% Berdasarkan hasil penelitian dapat dapat diketahui bahwa varietas berbeda nyata pada parameter bobot kering tajuk, bobot biomassa, volume akar, produksi per sampel, dan bobot 1000

1167. Jurnal Online Agroekoteknologi Vol.1, No.4, September 2013 ISSN No. 2337-6597 biji, namun berbeda tidak nyata pada parameter bobot kering akar, rasio tajuk akar, dan indeks panen. Masing-masing varietas memiliki perbedaan pada bobot kering tajuk, hal ini menunjukkan bahwa peubah amatan tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik dari varietas yang diuji. Varietas Numbu memiliki bobot kering tajuk yang lebih besar dibandingkan yang lainnya. Pertumbuhan yang berbeda antar varietas sorgum diduga disebabkan oleh adanya perbedaan kecepatan pembelahan, perbanyakan dan pembesaran sel (Effendi, 2006). Perbedaan tanggap setiap varietas juga terdapat pada bobot biomassa. Perbedaan biomassa terjadi karena beda varietas sesuai dengan taraf pertumbuhan. Penelitian Zamroni (2003) menyatakan bahwa distribusi bahan kering ke batang dan daun lebih dipengaruhi oleh faktor genetik (varietas tanaman) dari pada faktor lingkungan. Volume akar masing-masing varietas juga menunjukkan perbedaan dimana varietas Numbu memiliki volume akar terbesar dibanding yang lainnya. Hal ini disebabkan faktor genetik. Beberapa sifat agronomi tanaman dipengaruhi oleh lingkungan, terutama sifat-sifat fenotif tetapi ekspresi gen yang membawa karakter tertentu tidak dapat dipengaruhi lingkungan (Aswani dan Dwiwarni, 2000). Komponen produksi yaitu produksi persampel, bobot 1000 biji dipengaruhi oleh varietas. Setiap varietas menunjukkan perbedaan pada komponen tersebut. Hal ini disebabkan adanya perbedaan faktor genetik yang dimiliki masing-masing varietas. Hal ini sesuai dengan penelitian Sutihati (2003) yang menyatakan bahwa perlakuan varietas berpengaruh terhadap peubah pertumbuhan dan hasil. Pengolahan tanah berpengaruh tidak nyata diduga karena lahan penelitian memiliki kondisi tanah yang gembur dengan tekstur lempung berpasir dan juga didukung dengan daya adaptasi sorgum yang baik, sehingga tidak dilakukannya pengolahan tanah pun tanaman sorgum masih dapat tumbuh dengan baik. Sirappa (2003) mengungkapkan bahwa tanaman sorgum toleran terhadap

1168. Jurnal Online Agroekoteknologi Vol.1, No.4, September 2013 ISSN No. 2337-6597 kekeringan dan genangan air, dapat berproduksi pada lahan marginal, serta relatif tahan gangguan hama atau penyakit. Walaupun secara statistik pengolahan tanah berpengaruh tidak nyata pada semua parameter namun perlakuan tanpa olah tanah cenderung menunjukkan hasil terbaik pada produksi per sampel. Hal ini diduga karena adanya pengikisan tanah oleh air hujan dengan curah hujan tinggi yang berlangsung pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2012 sehingga perlakuan tanpa olah tanah cenderung mempertahankan kepadatan tanah dibandingkan dengan pengolahan tanah satu kali dan dua kali yang cenderung mudah menyebabkan terjadinya erosi yang dapat menyebabkan tercucinya unsur hara di dalam tanah. Ini menunjukkan bahwa pengolahan tanah pada seluruh permukaan tanah tidak selalu menguntungkan. Penelitian Triyono (2007) menyatakan bahwa pada pengolahan tanah dua kali kecenderungan terjadi erosi lebih besar dibanding dengan pengolahan tanah satu kali dan tanpa pengolahan tanah. Perlakuan tanpa olah tanah cenderung menunjukkan hasil terbaik juga diduga karena tanah pada lahan penelitian memiliki kondisi tanah yang gembur dengan tekstur lempung berpasir sehingga mendukung pengolahan tanah dengan sistem tanpa olah tanah, karena pada tanah dengan kondisi tersebut pengolahan tanah relatif tidak dibutuhkan. Dalam penelitian Santoso (2004) dinyatakan bahwa dalam hubungannya dengan pengolahan tanah, kesesuaian lahan untuk sistem tanpa olah tanah dibagi menjadi tiga tingkatan : (1) Jenis tanah yang sesuai untuk sistem tanpa olah tanah yaitu tanah yang memiliki drainase baik dan tekstur lempung atau tanah berpasir kasar dengan kandungan bahan organik laebih dari 2 %, (2) Jenis-jenis tanah yang kurang sesuai yaitu tanah-tanah yang drainasenya agak baik dan strukturnya lemah, (3) Jenis tanah yang paling rendah kesesuaiannya untuk sistem tanpa olah tanah yaitu tanah yang berstruktur lemah dan drainase sangat buruk seperti tanah-tanah yang memiliki tekstur liat. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa interaksi antara varietas dan sistem pengolahan tanah yang berbeda berpengaruh tidak nyata pada semua parameter pengamatan. Hal ini diduga karena lahan yang digunakan memiliki kondisi tanah yang gembur sehingga pengolahan

1169. Jurnal Online Agroekoteknologi Vol.1, No.4, September 2013 ISSN No. 2337-6597 tanah relatif tidak dibutuhkan. Kondisi tanah yang gembur mengakibatkan sorgum tidak menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap pengolahan tanah karena sesuai dengan yang dikehendekai sorgum. Menurut Kusuma (2008) kondisi tekstur tanah yang dikehendaki tanaman sorgum adalah bertekstur sedang. Tanaman sorgum mampu hidup hampir diseluruh kondisi lahan karena tanaman sorgum dapat hidup pada tanah dengan kemasaman tanah berkisar 5,5 sampai 7,5. KESIMPULAN Perlakuan pengolahan tanah berpengaruh tidak nyata pada komponen pertumbuhan dan produksi sorgum namun perlakuan tanpa olah tanah cenderung menunjukkan hasil terbaik. Varietas Numbu menunjukkan hasil yang lebih baik pada bobot kering tajuk (59.29%), bobot biomassa (59.37%), volume akar (64.83%), produksi per sampel (59.42%), bobot 1000 biji (56.83%) dibandingkan dengan dua varietas lainnya. Interaksi antara varietas sorgum dengan perbedaan pengolahan tanah berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan produksi sorgum. DAFTAR PUSTAKA Asnawi, R dan I. Dwiwarni. 2000. Pengaruh Mulsa Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Enam Varietas Cabai (Camsiucum annum Linn.). Jurnal Tanah Tropika 5 (1) : 5-8. Effendi, F. B. 2006. Uji Varietas Jagung (Zea mays L.) Hibrida Pada Tingkat Populasi Tanaman yang Berbeda. Skripsi. Program Studi Agronomi, Institut Pertanian Bogor, Bogor. Kusuma, J., F. N. Azis, Erifah, M. Iqbal, A. Reza, Sarno. 2008. Sorgum. Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Musa, L., Muklis da Rauf, A. 2006. Dasar-Dasar Ilmu Tanah (Foundametal of Soil Science). Departemen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan. Ruchjaniningsih. 2008. Rejuvenasi dan Karakterisasi Morfologi 225 Aksesi Sorgum. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan, Sulawesi Selatan. Santoso, M. B. 2004. Efisiensi dan Produktivitas Pada Tumpang Sari Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) dan Berbagai Kerapatan Kacang Hijau (Vigna radiate L.) Dengan Pengolahan Tanah yang Berbeda. Tesis. Sekolah Pasca Sarjana, IPB, Bogor. Sirappa, M. P. 2003. Prospek Pengembangan Sorgum di Indonesia Sebagai Komoditas Alternatif untuk Pangan, Pakan dan Industri. Jurnal Litbang Pertanian 22 (4) : 133-140. Sutihati, I. 2003. Pengaruh Dosisi Pupuk Nitrogen Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Jagung (Zea mays L.) Hibrida. Skripsi. Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

1170. Jurnal Online Agroekoteknologi Vol.1, No.4, September 2013 ISSN No. 2337-6597 Triyono, K. 2007. Pengaruh Sistem Pengolahan Tanah dan Mulsa Terhadap Konservasi Sumber Daya Tanah. Jurnal Inovasi Pertanian 6 (1) : 11-12.