IMPLEMENTASI TUGAS DAN FUNGSI KEPALA DESA. (Studi Kasus di Desa Gedangan Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo) NASKAH PUBLIKASI

dokumen-dokumen yang mirip
PELECEHAN SEKSUAL PADA BURUH GENDONG (STUDI KASUS PADA BURUH GENDONG DI PASAR LEGI DALAM PERSPEKTIF GENDER) NASKAH PUBLIKASI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. semua program. Karena itu, upaya untuk memperkuat desa merupakan langkah

IMPLEMENTASI TUGAS DAN FUNGSI KEPALA DESA (STUDI KASUS DI DESA GEDANGAN KECAMATAN GROGOL KABUPATEN SUKOHARJO) SKRIPSI

PENGELOLAAN PENDAPATAN ASLI DESA (Studi Kasus di Desa Ngombakan Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo Tahun 2014)

NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

NASKAH PUBLIKASI EKA MARTININGSIH SRI RAHAYU A PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

ASPEK KERJA KERAS DAN SOLIDARITAS SOSIAL WANITA TANI. (Studi Kasus pada Kelompok Wanita Tani Mekar Sari di Desa Jurang Jero

PENANAMAN NILAI-NILAI KREATIF DAN CINTA TANAH AIR PADA SENI TARI. Polokarto Kabupaten Sukoharjo) NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan

UPAYA MENGENTASKAN KELUARGA MISKIN MELALUI BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT (BKM)

PROFESIONALISME BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM MENJALANKAN TUGAS DAN FUNGSINYA NASKAH PUBLIKASI

PRINSIP-PRINSIP EFEKTIFITAS PELAYANAN PUBLIK PADA APARAT DESA (STUDI KASUS DESA KEBONAGUNG KECAMATAN SIDOHARJO KABUPATEN WONOGIRI)

PENGEMBANGAN KOMPETENSI SOSIAL GURU (STUDI TENTANG PERAN GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MASYARAKATNYA DI SMP NEGERI 1 WONOSARI KLATEN)

NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan. Guna mencapai derajat. Sarjana S-1. Pendidikan Pancasiladan Kewarganegaraan.

PELAYANAN HAK MENDAPATKAN PENDIDIKAN PADA SISWA KURANG MAMPU (Studi Kasus Pelaksanaan Program Sintawati di SMA Negeri 1 Gondang Kabupaten Sragen

IMPLEMENTASI WEWENANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM PEMBAHASAN RAPERDES, PENGAWASAN PELAKSANAAN

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR TAHUN 2014 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SEMARANG,

NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

PENERAPAN STRATEGI NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 04 TAWANGMANGU TAHUN 2014/2015

IMPLEMENTASI KARAKTER DISIPLIN PADA PERANGKAT DESA DALAM MENJALANKAN TUGAS DAN FUNGSI. Studi kasus di Desa Papahan Kecamatan Tasikmadu

PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO

NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian Persyaratan Guna mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. kepada masyarakat serta tombak strategis untuk keberhasilan semua program.

BAB I PENDAHULUAN. akan berjalan dengan lancar apabila masyarakat ikut berpartisipasi dan memiliki

BAB III. Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010), hlm.60. Setia, 2002), hlm.

BAB III METODE PENELITIAN

TATA KELOLA PENYELENGGARA PEMERINTAHAN DESA MENURUT PP NO 72 TAHUN 2005 (STUDI KASUS DI DESA TARUBASAN KECAMATAN KARANGANOM KABUPATEN KLATEN)

P E M E R I N T A H K A B U P A T E N K E D I R I

NASKAH PUBLIKASI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1. Pendidilam Pancasila dan Kewarganegaraan

BUPATI GRESIK PROVINSI JAWA TIMUR

IMPLEMENTASI HAK ANAK DI KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTA (Studi Kasus Kota Layak Anak Tahun 2014) NASKAH PUBLIKASI

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 64 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA

PERAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM PENYUSUNAN PERATURAN DESA (Studi Kasus di Desa Pablengan Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar)

PROSES PENYUSUNAN PERATURAN DESA

PEMERINTAH KABUPATEN BOJONEGORO

- 1 - PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK PERATURAN DAERAH KABUPATEN GRESIK NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAHAN DESA

KEPALA DESA MENES KECAMATAN MENES KABUPATEN PANDEGLANG PERATURAN DESA MENES KECAMATAN MENES KABUPATEN PANDEGLANG NOMOR 4 TAHUN 2017 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI

BUPATI SIAK PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 8 TAHUN 2006 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIAK,

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA TAHUN 2006 NOMOR 13 SERI E NOMOR SERI 9 PERATURAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA NOMOR 10 TAHUN 2006

pencemara lingkungan dan berdekatan dengan pemukiman penduduk. Kemudian menimbulkan perselisihan dengan masyarakat.

PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN PEMALANG NOMOR 6 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DI DESA

BAB III METODE PENELITIAN

PERAN BPD DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERDESAAN (Studi Kasus di Desa Ciputih, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes)

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN ASAHAN

BUPATI SIAK PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 8 TAHUN 2006 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIAK,

PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI PROGRAM PAGI SEKOLAH

I. PENDAHULUAN. sendiri dalam mengatur kehidupan kemasyarakatannya. kecamatan (Widjaya, HAW 2008: 164). Secara administratif desa berada di

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Daerah Indonesia berdasarkan UUD 1945 Pasal 18 ayat (1) terdiri dari

PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PONOROGO NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN

PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN DAN KERJA KERAS PADA ANAK-ANAK KELUARGA PEDAGANG. (Studi Kasus di Pasar Raya Gentan, Baki, Sukoharjo) NASKAH PUBLIKASI

SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PEKALONGAN NOMOR 1 TAHUN 2017 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Oleh: LITA AYU SOFIANA A

BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN GROBOGAN NOMOR TAHUN 2015 TENTANG KEWENANGAN DAN KELEMBAGAAN DESA

PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 8 TAHUN 2006 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PADA SISWA TUNAGRAHITA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA KELAS X/C

PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT

Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

BAB III METODE PENELITIAN. memperoleh data dan informasi yang objektif dibutuhkan data-data dan

NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

PERAN UNITBINMAS (UNIT PEMBINAAN MASYARAKAT) DALAM MENANGGULANGI KENAKALAN REMAJA PELAJAR. (Studi Kasus Pada Polsek Kerjo Kabupaten Karanganyar)

salinan KEPALA DESA JAMBESARI KABUPATEN BANYUWANGI PERATURAN KEPALA DESA JAMBESARI NOMOR 1 TAHUN 2018

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 14 TAHUN 2007 SERI D ===============================================================

BAB III METODE PENELITIAN

BUPATI PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI PASURUAN NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA

NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SELAYAR NOMOR 11 TAHUN 2006 T E N T A N G SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA

BAB III METODE PENELITIAN

P E R A T U R A N D A E R A H

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana Strata 1 (S1) Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan

BAB III METODE PENELITIAN. dipengaruhi atau ditentukan oleh tepat tidaknya penelitian atau penentuan metode

SALINAN KEPALA DESA OLEHSARI KABUPATEN BANYUWANGI PERATURAN KEPALA DESA OLEHSARI NOMOR 01 TAHUN 2018 TENTANG

NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN GROBOGAN NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG KEWENANGAN DAN KELEMBAGAAN DESA

IMPLEMENTASI KARAKTER GOTONG ROYONG DAN PEDULI SOSIAL DALAM KERJA BAKTI MINGGUAN

BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 8 TAHUN 2017 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN BARITO UTARA

angka statistik, melainkan dalam bentuk kualitatif.

PRESIDEN NOMOR 4 TAHUN. Naskah Publikasi. Sarjana S-I

1. PENDAHULUAN. tiga prasyarat yaitu kompetisi didalam merebutkan dan mempertahankan

BUPATI MADIUN PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA

Apakah kalian mempunyai saudara atau kakek dan nenek yang tinggal

IMPLEMENTASI KARAKTER RELIGIUS PADA ANAK KELUARGA PERANGKAT DESA (STUDI KASUS DI DESA WONOREJO KECAMATAN POLOKARTO KABUPATEN SUKOHARJO)

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB III METODE PENELITIAN

KEPALA DESA SUMBANG KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS

KEPALA DESA PEJAMBON KABUPATEN BOJONEGORO PERATURAN DESA PEJAMBON NOMOR 03 TAHUN 2017 TENTANG

PERATURAN DESA PADI KECAMATAN GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR : 03 TAHUN 2001 T E N T A N G PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DI DESA PADI

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BUTON NOMOR 54 TAHUN 2008

LEMBARAN DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN ALOR NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAHAN DESA

PEMERINTAH KABUPATEN LINGGA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANYUWANGI,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PATI NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAHAN DESA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BULUKUMBA TAHUN 2006 NOMOR 18

PEMERINTAH KABUPATEN MAJENE

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas

NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

BAB I PENDAHULUAN. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sistem pemerintahan yang

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SINJAI NOMOR 8 TAHUN 2007 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MORAL SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA DALAM ETIKA PROFESI GURU DI SMP NEGERI 2 BOYOLALI

BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 21 TAHUN 2008 TENTANG

Transkripsi:

IMPLEMENTASI TUGAS DAN FUNGSI KEPALA DESA (Studi Kasus di Desa Gedangan Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo) NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Diajukan Oleh: KUNNICA FATKU ROHMAH A. 220090132 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2013

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi tugas dan fungsi Kepala Desa Gedangan. Implementasi tugas dan fungsi kepala desa meliputi: memimpin penyelenggara pemerintah desa, membina kehidupan masyarakat desa, membina perekonomian desa, memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat desa, mendamaikan perselisihan masyarakat desa, mewakili desa di dalam dan di luar peradilan dan dapat menunjuk kuasa hukumnya, menetapkan peraturan desa yang telah mendapat persetujuan bersama BPD, menjaga kelestarian adat istiadat yang hidup dan berkembang di desa yang bersangkutan, menjaga pemerintahan desa berjalan dengan baik, memelihara fasilitas umum, mewakili masyarakat desa didalam dan diluar masyarakat hukum. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Dengan strategi studi kasus. Teknik pengumpulan datanya dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan datanya menggunakan triangulasi sumber data dan teknik pengumpulan data. Analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tugas dan fungsi kepala desa dalam penyelenggaraan pemerintah desa. 2) mengidentifikasi faktor faktor pendukung dan penghambat kinerja kepala desa dalam penyelenggaraan pemerintah desa di Desa Gedangan Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. 3) narasumber dari penelitian ini adalah Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua BPD, Ketua RT, Ketua RW, Ketua Karang Taruna, Ketua Ibu-ibu PKK dan Tokoh Masyarakat di Desa Gedangan Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. 4) hasil penelitian ini menunjukkan kinerja Kepala Desa dalam memimpin pemerintahan desa dan mensejahterakan masyarakat desa masih mempunyai berbagai macam kendala. Hal tersebut mempengaruhi kinerja kepala desa sehingga menjadi tidak maksimal. Di butuhkan kerjasama dan komunikasi antar lini pemerintahan desa, lembaga di dalam desa dan masyarakat setempat agar mewujudkan keadaan desa yang sejahtera. Kata kunci: Tugas, Fungsi, Kepala Desa.

A. PENDAHULUAN Penyelenggaraan pemerintahan desa tidak terpisahkan dari penyelenggaraan otonomi daerah. Pemerintahan desa merupakan unit terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat serta tombak strategis untuk keberhasilan semua program. Karena itu, upaya untuk memperkuat desa merupakan langkah mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Penyelenggaraan pemerintahan desa merupakan sub sistem dari sistem penyelenggaraan pemerintahan, sehingga desa memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya. Pemerintah desa dalam melaksanakan tugas pembangunan dan penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat harus benar-benar memperhatikan hubungan kemitraan kerja dalam penyelenggaraan pemerintahannya. Kemitraan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa dimaksud berarti bahwa dalam melaksanakan tugas pembangunan maupun pemberian pelayanan kepada masyarakat, semua aparatur pemerintahan desa, baik itu kepala desa, sekretaris Desa, dan Badan Perwakilan Desa (BPD) harus benar-benar memahami kapasitas yang menjadi kewenangan maupun tugasnya masing-masing. Sehingga dalam melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan desa semua aparatur pemerintah tersebut dapat bersinergi dan bermitra dengan baik, serta tepat dalam meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan desa yang profesional dan akuntabel. Guna mewujudkan masyarakat yang demokratis dan tanggap akan pemerintahan di negaranya, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) menekankan perlunya masyarakat memahami dan mempelajari bagaimana aktifitas roda berjalannya pemerintahan negara. Dimulai dari yang terkecil yaitu pemerintahan desa. Masyarakat dituntut berperan serta dan memberikan sumbang saran, pemikiran, dan tenaganya dalam memajukan desanya. Sehingga sebuah desa dapat bekembang dengan memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia yang tersedia. Namun harapan ideal agar siswa dan warga negara faham dan selanjutnya berpartisipasi dalam pemerintahan, khususnya pemerintahan desa belum sebagaimana

diharapkan. Pada kenyataannya banyak masyarakat yang belum faham benar mengenai fungsi dan keberadaan desa berikut aparatnya. Hal ini tercermin dari minimnya partisipasi rakyat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Di samping itu aparat desa juga demikian, kasus pemahaman Kepala Desa Sanggung Kecamatan Gatak menunjukkan hal tersebut. Umar Hadi kepala desa Gatak di tahan oleh Kepolisian Resort Sukoharjo pada 22 Juni 2011. Umar Hadi dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan jalan Tahun Anggaran 2008. Umar Hadi di tuduh melarikan sejumlah drum berisi aspal bantuan pembangunan jalan dengan total kerugian negara dalam kasus itu sekitar Rp 28,5 juta.(ovi,2011). Dapat disimpulkan dari berbagai kasus yang menyangkut kepala desa khususnya tugas dan fungsinya yang berubah alih menjadi tindak pidana maupun penyelewengan kekuasaan, perlu adanya pemahaman yang lebih tentang PP no 72 tahun 2005 tentang desa. Masyarakat juga harus ikut andil dalam mengawasi kinerja perangkat-perangkat desa dimana kepala desa harus menjalankan kewajibannya sebagai pemimpin yang baik, sebagai contoh dan panutan yang baik bagi masyarakatnya agar kedepannya kemajuan dan kesejahteraan desa dapat tercapai. Berdasarkan kenyataan tersebut, maka penulis tertarik untuk meneliti mengenai pelaksanaan tugas dan fungsi kepala desa secara lebih terperinci khususnya di Desa Gedangan Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Serta penulis ingin mengetahui kendala-kendala yang dihadapi kepala desa dalam melaksanakan tugas dan fungsinya serta bagaimana kepala desa mengatasi masalah-masalah yang terjadi di dalam desanya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Rumusan tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk menggambarkan implementasi tugas kepala desa di Desa Gedangan Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. 2. Untuk mendeskripsikan implementasi fungsi kepala desa di Desa Gedangan Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo.

3. Untuk menggambarkan kendala implementasi tugas dan fungsi kepala desa di Desa Gedangan Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. 4. Untuk mendeskripsikan solusi mengatasi kendala impelementasi tugas dan fungsi kepala desa di Desa Gedangan Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. B. METODE PENELITIAN Lokasi tempat penelitian ini di Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, waktu pelaksanaannya selama 4 bulan, mulai bulan Januari sampai dengan April 2013. Penelitian kualitatif (qualitative research) adalah sesuatu penelitian yang di tunjukkan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran, orang secara individual maupun kelompok (Sukmadinata, 2011:60). Jadi jenis penelitian ini naturalistik/kualitatif menggunakan teknik analisis fenomena karena dalam penelitian ini yang dianalisis adalah Implementasi Tugas dan Fungsi Kepala Desa. Subjek penelitian adalah mencangkup semua pihak yang dapat memberikan informasi yang diperlukan dalam penelitian (Maryadi, dkk. 2011:13). Berdasarkan rumusan pengertian tersebut, maka yang menjadi subjek penelitian ini adalah subjek penelitian ini adalah Kepala Desa yaitu Bapak Agus Tri Raharjo, Sekretaris Desa yaitu Bapak Srihono, Ketua PKK yaitu Ibu Sri Suwarsi, Ketua Karang Taruna yaitu Saudara Anjang, Tokoh Masyarakat yaitu Bapak Walidi masyarakat. Pihak-pihak tersebut memahami dan berhubungan langsung dengan objek yang sedang diteliti sehingga dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. Objek penelitian adalah variabel yang diteliti, baik berupa peristiwa, tingkah laku, aktivitas, atau gejala-gejala sosial lainnya (Maryadi, dkk. 2011:13). Objek penelitian ini adalah implementasi tugas dan fungsi Kepala Desa di Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo seperti observasi di kantor kelurahan dan di desa tersebut. Sesuai dengan data yang dipelukan dalam penelitian ini, teknik pengumpulan datanya adalah dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang masing-masing secara singkat diuraikan berikut ini.

1. Observasi adalah memperhatikan sesuatu dengan menggunakan mata (Arikunto, 2006:156). Dalam penelitian ini yang di observasi adalah kepala desa menjalankan tugasnya dalam pemerintahan seperti memimpin rapat, mengikuti kerja bakti dan memberikan bantuan kepada warga masyarakat. 2. Wawancara adalah suatu tanya jawab lesan, dalam mana dua orang atau lebih berhadapan secar fisik, yag satu dapat melihat muka yang lain dan mendengar dengan telinga sendiri dari suaranya (Sukandarrumidi, 2006:88). Wawancara dalam penelitian ini dilakukan pada informan yaitu Kepala Desa yaitu Bapak Agus Tri Raharjo yang memimpin pemerintahan di desa tersebut, Sekertaris Desa yaitu Bapak Srihono yang membantu seluruh kegiatan kepala desa, Ketua BPD yaitu Bapak Sugiharjo, Ketua RT 02 yaitu Bapak Walidi, Ketua RW 04 yaitu Bapak Urip Sutanto, Ketua Karang Taruna yaitu saudara Anjang, dan Ketua Organisasi Ibu-ibu PKK yaitu Ibu Sri Suwarsi. 3. Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda dan sebagainya (Arikunto, 2006:231). Teknik dokumentasi dalam penelitian ini yaitu dengan memanfaatkan dokumntasi yang dimiliki oleh sekertaris desa berupa Arsip Profil Desa, Arsip laporan penyelenggaraan pemerintahan desa (LPPD), Surat pengembangan administrasi umum pemerintahan desa Tahun 2011, Surat penyerahan dana dari bendahar desa kepada ketua BPD untuk pengembangan administrasi umum tahap I tahun 2012, Surat pengembangan administrasi umum pemerintahan desa tunjangan pimpinan dan anggota BPD tahap II tahun 2012, data pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja desa, data organisasi masyarakat dan data program kerja evaluasi Analisis data yang digunakan sudah jelas, yaitu diarahkan untuk menjawab rumusan masalah atau menguji hipotesis yang telah dirumuskan dalam proposal (Sugiyono, 2010:243). Aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya

sudah jenuh (Miles and Huberman dalam sugiyono, 2010:246). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis interaktif. C. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Implementasi tugas dan fungsi kepala desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo di dapatkan beberapa kendala yang menghambat proses jalannya pemerintahan desa dengan baik, kendala tersebut antara lain minimnya dana alokasi desa untuk pembangnan desa, sumber daya manusia yang kurang berkualitas sangat mempengaruhi pembangunan desa gedangan, adanya masyarakat yang pro dan kontra dengan kinerja kepala desa gedangan, kepala desa kurang mendengar aspirasi msyarakat dan kurangnya komunikasi dengan warga desa, kesadaran masyarakat yang minim akan peraturan desa gedangan. Kepala Desa harus lebih mengoptimalkan kinerjanya terutama dalam hal mendengar aspirasi dan keluhan masyarakat. Sebagai pemimpin desa Kepala desa harus lebih peka dalam menyikapi hal-hal yang membuat masyarakat resah. Keha dan aspirasi masyarakat harus didengar dengak seksama kemudian menindak lanjuti permasalahan yang ada agar supaya kesejahteraan masyarakat dapat meningkat. Selain hal tersebut Kepala Desa juga harus meningkatkan kinerjanya dalam hal interaksi hubungan dengan organisasi desa lainnya, semisal karang taruna, BPD dan lain sebagainya. Perlu adanya sikap saling terbuka antar organisasi, perlu adanya sikap saling memperhatikan antar organisasi. Hal tersebut dimaksudkan agar jalannya roda pemerintahan desa dapat berjalan dengan lancar. Menyikapi hal tersebut diharapkan Kepala Desa meningkatkan Komunikasi dengan organisasi-organisasi didalam desa agar terjadi hubungan yang harmonis.

D. SIMPULAN Setelah melakukan kajian teori dan wawancara, maka dapat ditarik simpulan. Adapaun simpulan terhadap kajian teori dan wawancara yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Implementasi tugas dan fungsi kepala desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo dimulai dari survey yang dilakukan oleh kepala desa maupun perangkat desa Gedangan sebagai upaya mengetahui kendala/ keluhan dari masyarakat desa dan masalah yang dihadapi. Selanjutnya menindaklanjuti masalah tersebut agar terselesaikan sebagaimana mestinya. 2. Implementasi tugas dan fungsi kepala desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo dimulai dari musyawarah dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat dan warga masyarakat setempat. Melakukan diskusi dan mencari solusi permasalahan yang menyangkut desa. 3. Implementasi tugas dan fungsi kepala desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo dimulai dari keterlibatan masyarakat setempat yang diharapkan mampu memberikan kontribusi dan usaha dalam bentuk dana maupun tenaga dalam upaya pembangunan desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. 4. Implementasi Tugas dan Fungsi Kepala Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo masih di dapatkan beberpa kendala yang menghambat proses jalannya pemerintahan desa dengan baik, kendala tersebut antara lain: minimnya dana alokasi desa untuk pembangnan desa, sumber daya manusia yang kurang berkualitas sangat mempengaruhi pembangunan desa gedangan, adanya masyarakat yang pro dan kontra dengan kinerja kepala desa gedangan, kepala desa kurang mendengar aspirasi msyarakat dan kurangnya komunikasi dengan warga desa, kesadaran masyarakat yang minim akan peraturan desa gedangan. 5. Solusi dalam mengatasi kendala dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kepala desa gedangan antara lain adalah harus ada kesadara dari masyarakat desa agar ikut mengawasi jalannya roda pemerintahan desa, kepala desa harus lebih mendengar

keluha dari masyarakat, pembinaan perekonomian desa harus lebih di tingkatkan, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran dalam mematuhi peraturan desa, kaum muda diharapkan mamp memberikan solusi dalam membina dan melestarikan budaya desa dan peningkatan komunikasi yang baik antara kepala desa dengan lembaga pemerintahan desa lainnya agar terjalin kerjasama yang baik.

E. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharmi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:Rineka Cipta. Maryadi dkk. 2011. Pedoman Penulisan Skripsi. Surakarta : FKIP UMS Saparin. Sumber. 1979. Tata Pemerintahan Dan Administrasi Pemerintahan Desa. Jakarta: Ghalia Indonesia Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kualitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung:ALFABETA. Sukandarrumidi. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif (Petunjuk Praktis Untuk Penelitian Pemula. Yogyakarta:UGM Press. Sukmadinata, Nana Syaodih. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung:PT Remaja Rosdakarya. Surianingrat Bayu. 1985. Pemerintahan Administrasi Desa dan Kelurahan. Jakarta: Aksara Baru. Widjaja. HAW. 2003. Otonomi Desa. Jakarta: Rajawali Pers.