BAB IV INTERPRETASI HASIL PENELITIAN. dengan tujuan yang ditetapkan dalam penelitian. Hasil dari penelitian ini

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III PENYAJIAN DATA

BAB II KAJIAN TEORITIS. 1. Strategi Komunikasi dalam Perencanaan Komunikasi

BAB I PENDAHULUAN. penting bagi kehidupan manusia baik itu individu, kelompok maupun

BAB IV ANALISIS DATA MODEL KOMUNIKASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PT. PERTAMINA (PERSERO) MOR V SURABAYA

PEMBERDAYAAN MAHASISWA SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MEDIA MASYARAKAT DI KARESIDENAN MADIUN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV ANALISIS DATA. A. Temuan Penelitian Dalam penelitian kualitatif analisis data merupakan tahap yang

BAB IV ANALISIS DATA. dari penelitian kualitatif ini berupa data-data yang bersifat Deskriptif. Hal

BAB IV ANALISIS DATA. wisatawan pasca konflik ini pihak Dinas Pariwisata telah melakukan beberapa

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

negeri namun tetap menuntut kinerja politisi yang bersih.

BAB V POLA KOMUNIKASI ANTARA FORUM JURNALIS SALATIGA DENGAN PEMERINTAH KOTA SALATIGA Pola Komunikasi FJS dan Pemerintah Kota Salatiga

BAB IV ANALISIS DATA. kualitatif yang berguna untuk menelaah semua data yang diperoleh. 1. Proses Komunikasi Dalam Kelompok

BAB I PENDAHULUAN. mempublikasikan setiap ada agenda yang diadakan oleh perusahaan.

BAB V PENUTUP. Pemkab Sragen, dalam hal ini Disparbudpor, telah melaksanakan komunikasi

BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN

BAB IV ANALISIS DATA. Humas merencanakan beragam jenis program Corporate Social

BAB IV ANALISIS DATA. mengetahui bagaimana strategi Humas dalam meningkatkan citra perusahaan di

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian dari BAB IV yang telah

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

BAB 1 PENDAHULUAN. bangsa bukan hanya tugas pendidikan formal saja, tetapi pendidikan nonformal. terutama masyarakat sasaran pendidikan nonformal.

BAB IV ANALISIS DATA. berguna untuk menelaah data yang telah diperoleh peneliti dari informan

PERILAKU KOMUNIKASI KOMUNITAS LESBI DI MAKASSAR

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.24/MEN/2010 TENTANG

TEKNOLOGI KOMUNIKASI. Wenny Maya Arlena, MSi

No Pertanyaan Jawaban 1 Bagaimana cara Humas

KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI KALIMANTAN BARAT. NOMOR : 21/Kpts/KPU-Prov-019/2012 TENTANG

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan. Berdasarkan pemaparan dan analisa data pada bab bab sebelumnya,

panduan praktis Edukasi Kesehatan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

METHODE. 1. Pembinaan Bakti TNI. a. Bakti TNI adalah :

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Seiring dengan perkembangan zaman, segala sesuatu yang ada di

BAB V PENUTUP. pedagang lansia dengan menggunakan komunikasi teori persuasif adalah pola

BAB IV INTERPRETASI HASIL PENELITIAN. Pada bab ini akan disajikan pembahasan hasil penelitian.

BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan mekanisme yang menyebabkan adanya hubungan

KOMUNIKASI INTERAKTIF PADA PEMERINTAH DAERAH

BAB I PENDAHULUAN. bersosial. Karena polisi memiliki kewenangan terhadap hukum yang telah

BAB II STRUKTURAL FUNGSIONAL TALCOTT PARSONT. Kajian teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori struktural fungsional

BAB I PENDAHULUAN. khalayaknya. Setiap ide, gagasan yang dipandang sebagai upaya pembaruan atau

BAB I PENDAHULUAN. pada hakikatnya sudah dikenal sejak lama sebelum kebudayaan tulis atau

BAB IV PENUTUP. A. Kesimpulan. Dari hasil penelitian yang telah dibahas mengenai strategi Badan

BAB V PENUTUP. Ngobrol Santai, PMS (Pengajian Malam Selasa), MANTAB (Madrasah Ngaji. 2. Strategi komunikasi RadioMu antara lain yaitu :

Basic Data Sheet. : Peningkatan Minat Baca Anak-Anak di Desa Lorog, Pacitan, Jawa Timur. : Menteri Pendidikan. Dana Project :

BAB IV ANALISIS DATA. bersih dan aman masih sulit ditemukan. Maka, PT Diva Lestari memberanikan diri

ASOSIASI PROFESI TEKNIK INDONESIA

BAB III PENYAJIAN DATA. Pada bab ini penulis akan menyajikan data-data yang diperoleh. 101 FM dalam mempertahankan program Siaran Harmony Indonesia.

WALI KOTA BANDUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALI KOTA BANDUNG,

BAB V PENUTUP. pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (Actuating), dan pengawasan. kegiatan sosialisiasi zakat sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang

PETUNJUK TEKNIS I. PENDAHULUAN

BIRO HUMAS SEKRETARIAT PROVINSI SUMATERA BARAT

ANGGARAN DASAR RUMAH TANGGA PATROLI KEAMANAN SEKOLAH SMA NEGERI 1 BOYOLANGU BAB I KETENTUAN UMUM

BAB III PENYAJIAN DATA. A. Model Komunikasi Humas PT TASPEN (Persero) Cabang Pekanbaru

S A L I N A N. Lampiran : KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN NGANJUK Nomor : 03/Kpts/KPU-Kab/ /2012 Tanggal : 7 Mei 2012

BAB I PENDAHULUAN. perlu berinteraksi dengan sesama manusia sebagai aplikasi dari proses sosial

BAB I PENDAHULUAN. penyebaran informasi suatu lembaga bisa menjadi lebih dikenal oleh

BAB I PENDAHULUAN. penting bagi kita, karena komunikasi mempunyai peranan penting bagi kebutuhan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Sebagai makhluk sosial manusia tidak lepas dari bantuan orang lain

BAB I PENDAHULUAN. spiritual, dan etika di berbagai aspek kehidupan sosial masyarakat. Berbicara soal mistik,

BAB IV PELAKSANAAN MAGANG. A. Deskripsi Laporan Pelaksanaan Kuliah Kerja Media (KKM) selama 2 bulan dalam menjalankan Kuliah Kerja Media, yaitu:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian yang dilakukan tentang Strategi Promosi Dinas Pariwisata Dan

PENGARUH TAYANGAN STAND UP COMEDY TERHADAP WAWASAN MAHASISWA MENGENAI MASALAH SOSIAL

BAB I PENDAHULUAN. sikap, dan perilaku publik, mengidentifikasi kebijakan-kebijakan dan prosedurprosedur

BAB 1 PENDAHULUAN. Sebagai suatu institusi atau lembaga pendidikan atau sarana pendidikan formal,

ANALISIS PENGGUNAAN DIKSI PADA ARTIKEL SURAT KABAR SOLOPOS EDISI APRIL - MEI 2010

HASIL DAN PEMBAHASAN. profil Desa Sukanegara, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang tahun 2016.

Wisnu Martha Adiputra, SIP, MSi. Fisipol UGM Modul Hospital Disaster Plan Surabaya, 10 Mei 2010

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN. SLB B YRTRW Solo dalam mengakses informasi berita televisi Seputar

BAB IV ANALISA DATA. yang telah dipilih selama penelitian berlangsung. Selain itu juga berguna untuk

RENCANA STRATEGIS ORGANISASI DESA CEGAH NARKOBA (DCN) OLEH : MUHAMMAD FAUZI C-HI-6 BAGIAN I: ORIENTASI ORGANISASI

BAB I PENDAHULUAN. Penggunaan situs berbagai perusahaan atau hompage saat ini tengah

BAB III PENYAJIAN DATA. tinjauan penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi Humas Dinas

BAB IV GAMBARAN UMUM

BAB I PENDAHULUAN. Setiap dampak positif yang muncul dari event harus dapat dikelola dengan

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

BAB IV PEMBAHASAN. dan berorientasi pada masa depan untuk berinteraksi pada suatu. tujuan, karena dengan adanya strategi yang dibuat atau

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. 4.1 Latar Belakang Biro Hubugan Masyarakat Setda Provinsi Riau

Kata kunci: public relations, manajemen, staff public relations, Mirota Kampus.

BAB I PENDAHULUAN. disampaikan akan berlangsung efektif apabila memiliki satu kesepahaman

BAB IV ANALISIS PROSES KOMUNIKASI VIRTUAL PADA KOMUNITAS WOSCA. Proses komunikasi virtual pada komunitas women online community

Saya lebih takut menghadapi tiga surat kabar daripada seribu ujung bayonet. (Napoleon)

Konsep Dasar DKV sebagai Sarana Informasi Pencegahan Hiv/Aids Kiriman: I Putu Gede Mertanaya, Mahasiswa PS. DKV ISI Denpasar Konsep merupakan

BAB I PENDAHULUAN. memahami kedudukannya serta peranannya dalam masyarakat.

PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR : PK. 15 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KEHUMASAN DI LINGKUNGAN BADAN SAR NASIONAL

BERITA LITERASI MEDIA DAN WEBSITE KPI (ANALISIS ISI KUANTITATIF BERITA MENGENAI LITERASI MEDIA PADA WEBSITE KOMISI PENYIARAN INDONESIA)


I. PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan salah satu hal yang sangat vital dalam kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dunia telah menjadi sistem pertukaran informasi yang pesat dan

BAB III PENYAJIAN DATA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan suatu cara yang digunakan untuk mencapai

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MANDAILING NATAL. KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MANDAILING NATAL NOMOR : 51 /Kpts/KPU-Kab /2015.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Penelitian

3) Kegiatan Kontrak Politik dan penanda tanganan kontrak politik dengan 307 desa, dihadapan notaris dan disaksikan oleh puluhan ribu masyarakay

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan ilmu pengetahuan membawa dampak yang signifikan bagi

BAB I PENDAHULUAN. Pada masa era globalisasi ini komunikasi merupakan salah satu kunci utama

POLICY BRIEF ANALISIS DAN EVALUASI HUKUM DALAM RANGKA PARTISIPASI PUBLIK DALAM PROSES PENGAMBILAN KEBIJAKAN PUBLIK

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian

Transkripsi:

BAB IV INTERPRETASI HASIL PENELITIAN A. Temuan Penelitian Dalam sebuah penelitian diharapkan akan memperoleh hasil sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dalam penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah data yang kemudian dianalisis dengan teknik dan metode yang telah ditentukan. Dalam bab ini akan disajikan pembahasan hasil penelitian. Dalam penelitian kualitatif analisis data merupakan tahap untuk menelaah data yang diperoleh dari beberapa informan yang telah dipilih selama penelitian berlangsung. Selain itu juga berguna untuk menjelaskan dan memastikan kebenaran dari hasil temuan penelitian. Analisis data ini telah dilakukan sejak awal penelitian dan bersamaan dengan proses pengumpulan data dilapangan. Dalam penelitian yang telah dilakukan, peneliti menemukan beberapa temuan. Berikut adalah penjelasan hasil penelitian yang telah dilakukan : 1. Perencanaan komunikasi organisasi Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (Surabaya) untuk literasi media pada masyarakat Surabaya Dari data peneitian, peneliti menggunakan teknik wawancara dan observasi untuk mengumpulkan data. Data yang diperoleh akan dipilah- 85

86 pilah dan akan di analisis. Dalam suatu organisasi IMIKI memiliki kegiatan setiap tahun untuk meningkatkan pemahaman media kepada masyarakat agar masyarakat bisa cerdas dalam bermedia. Dari kegiatan tersebut bisa dikatakan bahwa organisasi ini mempunyai rencana (planning) dalam organisasinya yang dilakukan secara sistematis. Literasi media yang dilakukan setiap tahun ini untuk mensosialisasikan literasi media kepada masyarakat. George R. Terry mendefinisikan management merupakan sebuah proses yang khas, yang terdiri dari tindakan-tindakan: perencanaan, pengorganisasian, penggiatan, dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumbersumber lainnya. 80 Komunikasi organisasi merupakan proses menciptakan dan saling menukar pesan dalam satu jaringan hubungan yang saling ketergantungan satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau yang selalu berubah-ubah. Dalam strategi komunikasi organisasi peneliti melihat, ada 4 komponen komunikasi organisasi IMIKI yaitu : 1.1 Mengenali sasaran komunikasi, Agar komunikasi bisa berjalan efektif, suatu organisasi harus bisa mengenali sasaran. Tergantung tujuan yang diinginkan organisasi, agar komunikasi hanya sekedar mengetahui atau agar komunikan melakukan tindakan tertentu. Pesan komunikasi yang akan 80 Tommy Suprapto. Pengantar Teori dan Manajemen Komunikasi. (Yogyakarta: Media Pressindo, 2000) hlm 122

87 disampaikan kepada komunikan harus disesuaikan dengan tujuannya. Jika pesan yang yang disampaikan kepada khalayak untuk dipersuasikan, maka akan lebih efektif bila organisasi dibagi beberapa kelompok lalu, menyebar dan menyampaikan pesan atau informasi kepada khalayak. Dengan begitu ada timbal balik dari khalayak. Dalam hal ini, literasi media yang dilakukan oleh IMIKI bertujuan untuk menyadarkan masyarakat dan membuat masyarakat bisa cerdas bermedia. Kegiatan literasi media ini dilakukan dengan bekerjasama dengan pihak KPID dan juga ijin kepada Ketua RT yang daerahnya dipilih oleh IMIKI. Setelah mendapat ijin dari RT setempat baru IMIKI membagi anggotanya menjadi dua orang untuk menyebar dan menyampaikan informasi tentang media dan juga mengajak masyarakat untuk cerdas media. Hal ini dibuktikan dengan ungkapan dari Devisi Humas IMIKI : kita membagi anggota IMIKI menjadi satu kelompok dua orang. Lalu kita dikoordinasikan oleh ketua untuk terjun ke masyarakat sesuai dengan pembagian wilayah yang ada dalam data yang diberikan oleh ketua Rt setempat. Setelah itu, kita menjelaskan materi yang sudah kita siapkan kepada masyarakat. Biasanya masyarakat itu tanya-tanya bagaimana sih dampak media. jadi kita dengan masyarakat saling berinteraksi. Setidaknya kita melakukan sosialisasi ini dengan cara yang masyarakat biasa lakukan. Agar masyarakat itu tidak tegang. Biasanya terakhir kita minta kontak dari masyarakat setelah itu kita juga memberikan kontak dari pihak KPID.. 81 Dalam mengenali sasaran, juga terdapat faktor situasi kondisi. Dimana biasanya faktor inilah yang menghambat komunikasi, seperti 81 Hasil wawancara dengan informan Adit tanggal 09 Juni 2016 pukul 20.26

88 kondisi cuaca atau kondisi komunikan (keadaan fisik dan psikis) yang akan membuat komunikasi tidak efektif. 2.1 Pemilihan media komunikasi Media komunikasi saat ini memang sudah banyak dan semakin modern. Untuk mencapai sasaran komunikasi, organisasi bisa menggunakan media komunikasi yang saat ini banyak digunakan khalayak. Tergantung pada tujuan yang akan dicapai, pesan yang akan disampaikan, dan teknik yang digunakan. Seperti, pesan melalui media tulisan atau media cetak, media audiovisual. Dalam hal ini, IMIKI menggunakan media tulisan dan komunikasi secara langsung untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat. Media tulisan yang digunakan IMIKI meliputi Komiki, brosur, planfet, spanduk, dan poster. 3.1 Pengkajian tujuan pesan komunikasi Pesan komunikasi mempunyai tujuan tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari banyak isi pesan komunikasi yang disampaikan kepada komunikan dengan gabungan lambang, seperti pesan komunikasi melalui surat kabar, film, atau televisi. Dalam hal ini, pesan yang disampaikan IMIKI dengan tujuan agar masyarakat bisa memahami media secara benar dan cerdas dalam bermedia dengan menggunakan teknik informatif, persuasif dan juga intruksi. IMIKI mengajak masyarakat agas sadar akan media dan cerdas dalam bermedia. Bisa menggunakan media secara bijak dan benar. IMIKI juga menggandeng komunitas lain untuk mengadakan kegiatan melek

89 media di pusat tempat umum. Dengan berorasi dan memberikan brosur kepada masyarakat yang ada ditempat tersebut. 4.1 Peranan komunikator dalam komunikasi Ada faktor penting pada diri komunikator untuk melancarkan komunikasi yaitu daya tarik sumber dan kredibilitas sumber. Berdasarkan kedua faktor tersebut, seorang komunikator dalam menghadapi komunikan harus bersikap empatik, yaitu kemampuan seseorang untuk memproyeksikan dirinya kepada peranan orang lain. dengan kata lain, seorang komunikator dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Dalam hal ini, IMIKI sebagai komunikator menyampaikan pesan karena adanya keprihatinan atas penggunaan media yang tidak sesuai dengan kegunaannya. IMIKI merupakan organisasi yang berkecimpung dibidang media. yang juga berperan penting dalam perkembangan media yang saat ini. Dengan begitu kepercayaan masyarakat kepada komunikator muncul karena pengetahuannya tentang media. Dengan begitu pesan yang disampaikan IMIKI dapat diterima oleh masyarakat dan dapat mengubah sikap, opini, dan perilaku masyarakat akan penggunaan media. Kegiatan literasi media yang dilakukan oleh IMIKI pada masyarakat di kota Surabaya adalah menggunakan fungsi manajemen. Manajemen ini ditandai dengan empat komponen menurut George R. Terry, yaitu Planning, Organizing, Actuating, dan

90 Controlling. Berikut empat tahap manajemen yang diterapkan oleh IMIKI cabang SMST : a. Planning (Perencanaan) Yaitu sebagai dasar pemikiran dari tujuan dan penyusunan langkah-langkah yang akan dipakai untuk mencapai tujuan. Merencanakan berarti mempersiapkan segala kebutuhan, memperhitungkan matang-matang apa saja yang menjadi kendala, dan merumuskan bentuk pelaksanaan kegiatan yang bermaksud untuk mencapai tujuan. Dalam hal ini perencanaan yang dilakukan oleh IMIKI agar dapat mencapai tujuannya untuk membuat masyarakat paham dan cerdas dalam bermedia dengan beberapa hal yang perlu disiapkan sebagai berikut : 1) Target atau Sasaran Literasi Media Target literasi media IMIKI adalah masyarakat menengah dan masyarakat bawah. Diantaranya yaitu usia SD sampai dengan SMP, Usia SMA sampai Mahasiswa, dan para orang tua. 2) Aktor Literasi Media Aktor yang mensosialisasikan literasi media adalah seluruh anggota IMIKI termasuk Ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara dan devisi-devisinya. 3) Media Publikasi Kegiatan Dalam mensosialisasikan literasi media IMIKI menggunakan beberapa media untuk memudahkan kegiatan ini

91 dikalangan masyarakat dan anak-anak. Diantaranya yaitu brosur, stiker, spanduk, liflet, jejaring sosial dan lain-lain. 4) Waktu Sosialisasi Literasi Media IMIKI memiliki agenda literasi media di jangka waktu setahun sekali, tepatnya di bulan Mei sampai Juli. Dengan begitu, literasi media yang dilakukan IMIKI sudah terjadwal dengan efektif. 5) Teknis Sosialisasi Literasi Media Secara umum sosialisasi literasi media ini dirancang dalam bentuk komunikasi tatap muka kepada seluruh masyarakat dan juga seminar. Dalam bentuk tatap muka, anggota IMIKI dibagi menjadi satu kelompok dua orang agar komunikasi dengan masyarakat bisa efektif dan juga mendapat umpan balik dari masyarakat. Hal ini agar komunikasi bisa berjalan dua arah antara penyuluh (IMIKI) dengan masyarakat, sehingga mereka tidak mudah jenuh dalam menerima materi. b. Organizing (Pengorganisasian) Yaitu sebagai cara untuk mengumpulkan orang-orang dan menempatkan mereka menurut kemampuan dan keahliannya dalam pekerjaan yang sudah direncanakan. Dalam hal ini, IMIKI melakukan pengorganisasian dengan beberapa komponen berikut ini :

92 1) Tim sosialisasi literasi media Secara keseluruhan anggota IMIKI ikut dalam kegiatan literasi media pada masyarakat di Surabaya. Mulai dari Ketua, Wakil Ketua, Bidang pengabdian masyarakat, humas, sekretaris dan seluruh anggota IMIKI yang aktif dan sudah mendapat pengetahuan tentang media. 2) Jadwal sosialiasasi literasi media IMIKI mempunyai jadwal khusus yang sifatnya rutinan dalam kegiatan literasi media. agenda rutin ini dilakukan setahun sekali pada bulan Mei hingga Juli dan rencananya literasi media akan dilakukan sebulan sekali hingga seminggu sekali. Dengan target yang lebih sistematis. c. Actuating (Pelaksanaan/ Penggerakan) Yaitu untuk menggerakan kelompok agar berjalan sesuai dengan pembagian kerja masing-masing serta menggerakan seluruh sumber daya yang ada dalam organisasi agar pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan bisa berjalan sesuai rencana dan bisa mencapai tujuan. Pada pelaksanaan kegiatan literasi media, IMIKI bekerjasama dengan pihak pemerintah yaitu KPID Jatim. Mekanismenya dilakukan dengan sosialisasi literasi media terjun langsung ke masyarakat dan juga mengadakan agenda melek media dengan cara orasi di tempat-tempat umum yang banyak dikunjungi oleh masyarakat. Dengan perijinan kepada ketua RT dan

93 masyarakat, kegiatan literasi media baru bisa dilakukan dengan persetujuan pihak tersebut. Berbeda dengan perijinan di tempattempat umum, perijinan dilakukan kepada pihak terkait seperti pihak dinas dan pihak kepolisian. Sosialisasi literasi media yang dilakukan oleh IMIKI dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi penyampaian materi dan sesi tanya jawab. Pada sesi tanya jawab, banyak dari masyarakat yang bertanya, sharing dan mengeluh tentang tayangan yang ada di media. Dengan demikian, semakin mempermudah IMIKI dalam menegaskan kembali perannya sebagai komunikator (pemberi informasi tentang media) pada masyarakat. Dalam kegiatan literasi media ini, IMIKI berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga bisa mengetahui secara langsung antusias dan tingkat pengetahuan masyarakat tentang literasi media. Selain itu IMIKI juga mengadakan simulasi pengaduan dengan memberikan nomer dari pihak KPID Jatim kepada masyarakat. Nomer pengaduan ini diberikan setelah sosialisasi literasi media dilakukan. Hal ini karena agar masyarakat bisa mengawasi tayangan yang ada di media khususnya televisi dan bisa langsung disampaikan kepada pihak KPID. d. Controlling (Pengawasan) Yaitu untuk mengawasi apakah gerakan dari organisasi ini sudah sesuai dengan rencana atau belum. Serta mengawasi

94 penggunaan sumber daya dalam organisasi agar bisa terpakai secara efektif dan efisien tanpa ada yang melenceng dari rencana. Pengawasan kegiatan literasi media ini dilakukan oleh seluruh anggota IMIKI dalam pertemuan rutin yang dilakukan setiap satu minggu sekali. Selain mengevaluasi tugas dan kewajiban IMIKI secara keseluruhan, dalam pertemuan ini tentu membahas tentang bagaimana mekanisme kegiatan literasi media yang sudah dilaksanakan di beberapa kampung dan sekolah yang ada di Surabaya. Dan hasilnya positif, masyarakat sangat berantusias dalam mengikuti acara tersebut. Dalam kegiatan literasi media, masyarakat juga banyak mengeluh tentang tayangan media yang nantinya IMIKI akan langsung menyampaikan hal tersebut kepada pihak KPID Jatim. Tidak hanya itu, IMIKI juga memberikan kontak dari pihak pemerintah setiap selesai sosialisasi literasi media. Dengan begitu, masyarakat bisa langsung melakukan pengaduan ketika ada konten mdia yang tidak layak. Mereka juga meminta kontak dari masyarakat agar bisa memantau masyarakat setelah diadakannya sosialisasi literasi media. Agar IMIKI mengetahui apakah ada perubahan dari masyarakat setelah adanya sosialisasi literasi media.

95 2. Aktivitas yang dilakukan organisasi Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (Surabaya) untuk literasi media pada masyarakat Surabaya Komunikasi organisasi adalah proses menciptakan dan saling menukar pesan dalam satu jaringan hubungan yang saling tergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau selalu berubah-ubah. Dalam suatu organisasi terdapat berbagai aktivitas untuk mencapai tujuan. Penyuluhan atau sosialisasi merupakan aktivitas komunikasi yang mengelola informasi dengan tujuan untuk perubahan sikap. Karena tujuannya adalah perubahan sikap, maka pemilihan dan penggunaan medianya adalah yang mampu merubah perilaku khalayak. Dalam hal ini IMIKI melakukan kegiatan literasi media yang merupakan agenda rutin wajib tahunan yang ada dalam program kerja IMIKI. untuk itu, aktivitas literasi media ini dibuat secara terperinci apa saja yang akan dilakukan IMIKI dalam literasi media pada masyarakat. Ada dua aktivitas literasi media yang dilakukan oleh IMIKI yaitu: a. Sosialisasi sesuai dengan tempat yang telah ditentukan Sosialisasi yang dilakukan di kampung-kampung dengan cara komunikasi secara langsung tatap muka dengan seluruh anggota IMIKI. Dengan begitu komunikasi berjalan dua arah. Komunikasi dua arah ini membuat masyarakat dan anggota IMIKI saling timbal balik (feedback).

96 b. Sosialisasi di tempat umum Tidak hanya itu, di hari melek media IMIKI juga melakukan agenda literasi media yang dinamakan melek media. agenda ini dilakukan dengan cara orasi di tempat-tempat umum dan membagikan brosur tentang media dan dampaknya serta mensosialisasikannya kepada masyarakat. Dalam kegiatan literasi media tersebut, IMIKI juga menyiapkan materi yang disampaikan kepada masyarakat. Materi yang disampaikan oleh IMIKI disesuaikan dengan tema yang diusung dalam literasi media. 3. Evaluasi yang dilakukan organisasi Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (Surabaya) untuk literasi media pada masyarakat Surabaya Dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh suatu organisasi pasti ada evaluasi yang dilakukan. Evaluasi sangat dibutuhkan dalam suatu strategi komunikasi. Agar organisasi bisa mengetahui apakah rencana yang dibuat sudah mencapai tujuan atau belum dan evaluasi juga untuk merencanakan program yang akan dilakukan kedepannya. Suatu organisasi atau instansi melakukan evaluasi akan mempunyai manfaat yang cukup baik untuk organisasinya, salahsatunya untuk membantu menentukan kebijakan yang baik, membantu memperbaiki kesalahankesalahan dan kelemahan-kelemahan yang ada, menganalisis masalahmasalah yang terjadi dengan penyelesaiannya; memperbaiki kinerja anggota. Dalam hal ini, evaluasi yang dilakukan IMIKI berencana akan

97 melakukan agenda tahunan literasi media ini menjadi agenda rutinan, Dengan hal ini diharapkan masyarakat dan IMIKI serta pemerintah bisa memantau media. Dengan rencana agenda rutinan ini dilakukan dengan jangka waktu satu bulan sekali sampai dengan satu minggu sekali. Mereka juga berencana melakukan literasi media di lingkungan sekolahsekolah dengan menjadikan literasi media menjadi pelajaran tambahan yang wajib diikuti murid-murid. Mereka juga berencana ingin menggandeng media, terutama media televisi dan media online. Dengan begitu, komunikasi yang dilakuikan oleh IMIKI kepada masyarakat bisa efektif dengan bantuan dan kerjasama dari pihak terkait sperti pihak pemerintah dan pihak media. Maka dari hasil wawancara dan pengamatan yang saya lakukan, bahwa strategi komunikasi IMIKI untuk literasi media pada masyarakat belum efektif karena belum menjalin kerjasama dengan media audiovisual seperti, radio, televisi dan juga koran. Melihat saat ini masyarakat lebih sering mengetahui informasi dari media tersebut. Kegiatan komunikasi yang terjadi antara IMIKI dengan masyarakat dengan menggunakan media tulisan dan secara lisan yang menghasilkan masyarakat yang cerdas dalam bermedia. Semakin banyak kerjasama dengan media lain semakin masyarakat bisa menerima pesan yang disampaikan. B. Konfirmasi Temuan dengan Teori Untuk menghasilkan teori yang baru atau pengembangan teori yang sudah ada, maka hasil dari penelitian ini dicari referensinya dengan

98 teori-teori yang sudah ada dan berlaku dalam ilmu pengetahuan. Sebagai langkah selanjutnya dalam penulisan skripsi ini adalah konfirmasi atau perbandingan antara temuan dengan teori yang sudah ada relevansinya atau kesesuaian dengan temuan tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan teori sistem sosial, teori yang dipopulerkan oleh Talcott Parsons dengan model yang digunakan dalam mengidentifikasi adalah AGIL (Adaptasi, Goal, Integration, Letancy) yang menjelaskan fungsi dasar sistem sosial yang harus ditampilkan kalau sistem itu ingin bertahan. Adaptation, artinya kemampuan organisasi untuk lingkungan. Goal attanment, artinya kemampuan organisasi untuk mengaktulisasikan dan mencapai tujuan sistem secara objektif. Integration, artinya kemampuan organisasi untuk mengintegrasikan bagian-bagian yang berbeda dari satu sistem. Latency, artinya kemampuan organisasi untuk mempertahankan organisasi agar dapat bertahan, dietrima, dan hidup terus. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dengan Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia, dapat diambil beberapa kesimpulan mengenai hubungan temuan yang ada dilapangan dengan teori yang digunakan ketika penelitian berlangsung. Antara lain : 1. Strategi komunikasi IMIKI untuk literasi media pada masyarakat dilakukan dengan beberapa tahap : a. Perencanaan Dalam sebuah perencanaan dibutuhkan beberapa komponen agar literasi media yang dilakukan oleh organisasi bisa berjalan baik,

99 antara lain : Merencanakan target yang akan diadakan literasi media, pesan yang disampaikan kepada komunikan untuk mencapai tujuan, media yang digunakan untuk mempermudah jalannya literasi media, peranan komunikator untuk meyakinkan komunikan. Hal ini dibuktikan dengan penjelasan dalam teori sistem sosial bahwa Fungsi menyesuaikan diri dengan lingkunan yang disebut dengan fungsi adaptasi. Bentuk adaptasi dari organisasi ditunjukkan dalam fungsi ekonomi yang memerhatikan faktor-faktor sumber daya manusia, modal, teknologi, peralatan dan material demi kehidupan organisasi. b. Pengorganisasian Pengorganisasian dilakukan sebagai cara untuk mengumpulkan orang-orang dan menempatkan mereka menurut kemampuan dan keahliannya dalam pekerjaan yang sudah direncanakan. IMIKI menentukan tim dalam kegiatan literasi media dengan pembagian anggota menjadi beberapa kelompok yang telah diberikan materi yang sesuai dengan tema literasi media. Hal ini dibuktikan dengan penjelasan dalam teori sistem sosial bahwa hal tersebut termasuk pada fungsi integrasi. Fungsi ini merumuskan perangkat peraturanperaturan yang menjamin agar setiap unsur dalam organisasi akan bekerja satu arah dan tidak berlawanan. c. Pelaksanaan atau penggerakan Pada pelaksanaan kegiatan literasi media, IMIKI bekerjasama dengan pihak pemerintah yaitu KPID Jatim. Mekanismenya dilakukan dengan sosialisasi literasi media terjun langsung ke

100 masyarakat dan juga mengadakan agenda melek media dengan cara orasi di tempat-tempat umum yang banyak dikunjungi oleh masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan penjelasan dalam teori sistem sosial bahwa hal tersebut termasuk pada level atas yaitu sistem institusi yang berfungsi untuk menghubungkan organisasi dengan masyarakat luas. d. Pengawasan Pengawasan dilakukan untuk mengawasi apakah gerakan dari organisasi ini sudah sesuai dengan rencana atau belum. IMIKI memberikan kontak dari pihak pemerintah setiap selesai sosialisasi literasi media. Dengan begitu, masyarakat bisa langsung melakukan pengaduan ketika ada konten mdia yang tidak layak. Mereka juga meminta kontak dari masyarakat agar bisa memantau masyarakat setelah diadakannya sosialisasi literasi media. Agar IMIKI mengetahui apakah ada perubahan dari masyarakat setelah adanya sosialisasi literasi media. Hal ini dibuktikan dengan penjelasan dalam teori sistem sosial bahwa hal tersebut termasuk pada Fungsi mempertahankan pola. Organisasi harus menjadi agen perubahan. Parsons memerhatikan organisasi secara total, organisasi sebagai sistem sosial relasi antara organisasi dalam jaringan yang tidak dapat dipisahkan dengan institusi sosial lain dalam masyarakat. Sistem ini mempunyai sebagian level yang berbeda, ia mengidentifikasi tiga level struktur organisasi. Pada bagian bawah ada sistem yang bersifat

101 sistem teknik, dimana sistem ini menjalankan aktivitas produksi dan layanan. Dalam organisasi IMIKI aktivitas yang dilakukan untuk literasi media pada masyarakat dilakukan dengan cara sosialisasi. Sosialisasi yang dilakukan merupakan suatu aktivitas organisasi yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Pada level kedua ada sistem manajerial yang menjalankan fungsi utama untuk memediasi organisasi dengan tugas lingkungan, dan menjalankan fungsi mengadministarasikan peranan organisasi internal. Organisasi IMIKI melakukan kegiatan literasi media dengan membagi tugas kepada anggota-anggotanya dan mereka juga memeberikan materi sebelum terjun kepada masyarakat. Sedangkan pada level atas ada sistem institusi yang berfungsi untuk menghubungkan organisasi dengan masyarakat luas. Pada level ini, IMIKI melakukan kegiatan literasi media dengan perijinan kepada pihak terkait dan juga bekerjasama dengan pihak pemerintah untuk memperlancar jalannya kegiatan literasi media.