PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

dokumen-dokumen yang mirip
BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 50 NOMOR 50 TAHUN 2008

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 49 NOMOR 49 TAHUN 2008

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG

LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG

LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG

LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG

BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 88 TAHUN 2008 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG

LEMBARAN DAERAH TAHUN 2010 NOMOR 14 PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 30 NOMOR 30 TAHUN 2008

LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG

WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI LOMBOK BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LOMBOK BARAT,

WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 33 TAHUN 2008 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

BUPATI MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,

BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR : 100 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 15-B TAHUN 2011

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 59 TAHUN 2012 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 54 NOMOR 54 TAHUN 2008 PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI KECAMATAN KOTA SEMARANG

WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 34 TAHUN 2008 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG

PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 55 NOMOR 55 TAHUN 2008 PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI KELURAHAN KOTA SEMARANG

WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

BERITA DAERAH KOTA SURAKARTA TAHUN 2011 NOMOR 49 PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 15-S TAHUN 2011 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

PEMBENTUKAN, KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI,

PEMBENTUKAN, KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI,

PEMBENTUKAN, KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI,

WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 54 TAHUN 2008

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah.

LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG

PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 116 TAHUN 2016 TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2009 NOMOR 27 SERI D

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 72 TAHUN 2008 TENTANG

WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG

WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 21 TAHUN 2008 TENTANG

WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA

WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 31 TAHUN 2008 TENTANG

PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 117 TAHUN 2016 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2006 NOMOR 4 SERI D

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 52 NOMOR 52 TAHUN 2008

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 46 NOMOR 46 TAHUN 2008

PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 93 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS KETAHANAN PANGAN KABUPATEN SRAGEN

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah.

LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG

WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 72 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI KANTOR KETAHANAN PANGAN

LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG

WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 18 TAHUN 2008 TENTANG

WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG

WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG

PEMBENTUKAN, KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI,

BUPATI PURBALINGGA PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 22 TAHUN 2011 TENTANG

WALIKOTA BANJARBARU PERATURAN WALIKOTA BANJARBARU NOMOR 31 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT KOTA BANJARBARU

PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN, PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN TEMANGGUNG

BUPATI WONOGIRI PERATURAN BUPATI WONOGIRI NOMOR 61 TAHUN 2008 TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 21 TAHUN 2009 PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 21 TAHUN 2009 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2012 NOMOR 10

WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 45 TAHUN 2008 TENTANG

WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA

WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 43 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA KANTOR KETAHANAN PANGAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

.s*" '^.WttB' WALIKOTA SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 126 TAHUN 2016 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA SURAKARTA TAHUN 2011 NOMOR 50 PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 15-T TAHUN 2011 TENTANG

PERATURAN DAERAH KOTA MOJOKERTO NOMOR 8 TAHUN 2003 TENTANG DINAS KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA KOTA MOJOKERTO

2. Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990 tentang Pariwisata; 3. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya;

WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG

GUBERNUR JAWA TENGAH

MEMUTUSKAN : PERATURAN BUPATI PURBALINGGA TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN.

PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG

SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 60 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN KETAHANAN PANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 32 TAHUN 2008

: a. bahwa berdasarkan Pasal 5 Peraturan Daerah Kota Semarang

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA

WALIKOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA DEPOK NOMOR 83 TAHUN 2016 TENTANG

Undang-Undang

BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI PURBALINGGA PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH

BUPATI NGAWI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI NGAWI,

WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 49 TAHUN 2008 TENTANG

Transkripsi:

PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 51 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI KANTOR KETAHANAN PANGAN KOTA SEMARANG Menimbang DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SEMARANG, : a. bahwa berdasarkan Pasal 55 Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah dan Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Semarang dan sebagai pelaksanaan Peraturan Daerah dimaksud, maka perlu segera menetapkan penjabaran tugas dan fungsi Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang; b. bahwa untuk melaksanakan maksud tersebut diatas perlu ditetapkan Peraturan Walikota Semarang tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kota Besar Dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogjakarta; 2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1976 tentang Perluasan Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1976 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3079); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 1992 tentang Pembentukan Kecamatan di Wilayah Kabupaten-Kabupaten Daerah Tingkat II Purbalingga, Cilacap, Wonogiri, Jepara dan Kendal serta Penataan Kecamatan di Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang - 1 -

dalam Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 89); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); 9. Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pengesahan, Pengundangan dan Penyebarluasan Peraturan Perundang-Undangan; 10. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 5 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan Pemerintahan Daerah Kota Semarang (Lembaran Daerah Kota Semarang Tahun 2008 Nomor 8, Tambahan Lembaran Daerah Kota Semarang Nomor 18); 11. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah dan Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Semarang (Lembaran Daerah Kota Semarang Tahun 2008 Nomor 16 Tambahan Lembaran Daerah Kota Semarang Nomor 23). Menetapkan MEMUTUSKAN : : PERATURAN WALIKOTA TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI KANTOR KETAHANAN PANGAN KOTA SEMARANG. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Walikota ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kota Semarang. 2. Pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 3. Pemerintah Daerah adalah Walikota dan perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah. 4. Walikota adalah Walikota Semarang. 5. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kota Semarang. 6. Kantor Ketahanan Pangan adalah Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang. - 2 -

7. Kepala Kantor adalah Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang. 8. Otonomi Daerah adalah hak, wewenang dan kewajiban Daerah Otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan Peraturan Perundang- Undangan. 9. Jabatan Fungsional adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak seorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan atau ketrampilan tertentu serta bersifat mandiri. 10. Kelompok Jabatan Fungsional adalah kelompok Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan profesinya dalam rangka mendukung kelancaran tugas pokok dan fungsi Kantor Ketahanan Pangan. BAB II ORGANISASI Pasal 2 Susunan Organisasi Kantor Ketahanan Pangan, terdiri dari : a. Kepala Kantor; b. Sub Bagian Tata Usaha; c. Seksi Pengembangan Ketersediaan Pangan; d. Seksi Pengembangan Distribusi Pangan; e. Seksi Konsumsi dan Keamanan Pangan; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional. BAB III PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 3 Kantor Ketahanan Pangan mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik di bidang pengembangan ketersediaan pangan, bidang pengembangan distribusi pangan serta bidang konsumsi dan keamanan pangan. Pasal 4 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, Kantor Ketahanan Pangan mempunyai fungsi : a. perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan ketersediaan pangan, bidang pengembangan distribusi pangan serta bidang konsumsi dan keamanan pangan; b. penyusunan rencana program dan rencana kerja anggaran di bidang pengembangan ketersediaan pangan, bidang pengembangan distribusi pangan serta bidang konsumsi dan keamanan pangan; c. pengkoordinasian pelaksanaan tugas di bidang pengembangan ketersediaan pangan, bidang pengembangan distribusi pangan serta bidang konsumsi dan keamanan pangan; - 3 -

d. pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang pengembangan ketersediaan pangan, pengembangan distribusi pangan serta konsumsi dan keamanan pangan; e. pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan ketersediaan pangan, pengembangan distribusi pangan serta konsumsi dan keamanan pangan; f. pengelolaan urusan ketatausahaan Kantor Ketahanan Pangan; g. pelaksanaan pembinaan, pemantauan, pengawasan dan pengendalian serta monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas Kantor Ketahanan Pangan; dan h. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan bidang tugasnya. Bagian Kedua Kepala Kantor Pasal 5 Kepala Kantor mempunyai tugas merencanakan, memimpin, mengkoordinasikan, membina, mengawasi dan mengendalikan serta mengevaluasi pelaksanaan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan Pasal 4. Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas : Bagian Ketiga Sub Bagian Tata Usaha Pasal 6 a. menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan perumusan kebijakan teknis di bidang Ketatausahaan; b. menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan rencana program dan rencana kerja anggaran dibidang Ketatausahaan; c. menyiapkan bahan dan melaksanakan pengkoordinasian penyusunan rencana program dan rencana kerja anggaran ketatausahaan, pengembangan ketersediaan pangan, pengembangan distribusi pangan serta konsumsi dan keamanan pangan; d. menyiapkan bahan dan melaksanakan pengkoordinasian penyusunan laporan kinerja dan realisasi anggaran ketatausahaan, pengembangan ketersediaan pangan, pengembangan distribusi pangan serta konsumsi dan keamanan pangan; e. menyiapkan bahan dan melaksanakan pengelolaan urusan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, kehumasan, keprotokolan, dan administrasi perjalanan dinas; f. menyiapkan bahan dan melaksanakan pengelolaan administrasi dan penyajian data kepegawaian; g. menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan produk hukum bidang ketahanan pangan; h. menyiapkan bahan dan melaksanakan dokumentasi kegiatan Kantor Ketahanan pangan; i. menyiapkan bahan dan melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan; j. menyiapkan bahan dan melaksanakan penyajian data dan informasi Kantor Ketahanan Pangan; k. menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan, pemantauan, pengawasan dan pengendalian di bidang ketatausahaan; l. menyiapkan bahan dan melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang ketatausahaan; m. menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan laporan realisasi anggaran Sub Bagian Tata Usaha; - 4 -

n. menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan laporan kinerja program Sub Bagian Tata Usaha; dan o. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Kantor sesuai dengan bidang tugasnya. Bagian Keempat Seksi Pengembangan Ketersediaan Pangan Pasal 7 Seksi Pengembangan dan Ketersediaan Pangan mempunyai tugas : a. menyiapkan bahan dan penyusunan perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan dan ketersediaan pangan; b. menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan rencana program dan rencana kerja anggaran di bidang pengembangan dan ketersediaan pangan; c. menyiapkan bahan pengkoordinasian pelaksanaan tugas anggaran di bidang pengembangan dan ketersediaan pangan; d. menyiapkan bahan dan melaksanakan identifikasi potensi sumber pangan dan ketersediaan pangan masyarakat; e. menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan produk pangan berbahan baku lokal; f. menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan pengembangan penganekaragaman produk pangan; g. menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan dan monitoring ketersediaan pangan masyarakat; h. menyiapkan bahan dan melaksanakan pencegahan dan penanggulangan masalah ketersediaan pangan; i. menyiapkan bahan dan melaksanakan pengembangan dan fasilitas forum ketahanan pangan; j. menyiapkan bahan dan melaksanakan penyajian data dan informasi di bidang pengembangan ketersediaan pangan; k. menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan, pemantauan, pengawasan dan pengendalian di bidang pengembangan ketersediaan pangan; l. menyiapkan bahan dan melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan ketersediaan pangan; m. menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan laporan realisasi anggaran Seksi Pengembangan Ketersediaan Pangan; n. menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan laporan kinerja program Seksi Pengembangan Ketersediaan Pangan; dan o. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Kantor sesuai dengan bidang tugasnya. Bagian Kelima Seksi Pengembangan Distribusi Pangan Pasal 8 Seksi Pengembangan Distribusi Pangan mempunyai tugas : a. menyiapkan bahan dan melaksanakan perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan distribusi pangan; b. menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan rencana program dan rencana kerja anggaran di bidang pengembangan distribusi pangan; - 5 -

c. menyiapkan bahan pengkoordinasian pelaksanaan tugas di bidang pengembangan distribusi pangan; d. menyiapkan bahan dan melaksanakan identifikasi infrastruktur distribusi pangan; e. menyiapkan bahan dan melaksanakan fasilitasi pengembangan infrastruktur distribusi pangan; f. menyiapkan bahan dan melaksanakan identifikasi kelompok rawan pangan; g. menyiapkan bahan dan melaksanakan penanganan dan penyaluran pangan untuk kelompok rawan pangan; h. menyiapkan bahan dan melaksanakan pencegahan dan pengendalian masalah pangan sebagai akibat penurunan akses pangan; i. menyiapkan bahan dan melaksanakan fasilitasi informasi harga pasar di pasaran; j. menyiapkan bahan dan melaksanakan pengumpulan dan analisis informasi daftar pasar; k. menyiapkan bahan dan melaksanakan penyajian data dan informasi di bidang pengembangan distribusi pangan; l. menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan, pemantauan, pengawasan dan pengendalian di bidang pengembangan distribusi pangan; m. menyiapkan bahan dan melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan distribusi pangan; n. menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan laporan realisasi anggaran Seksi Pengembangan Distribusi Pangan; o. menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan laporan kinerja program Seksi Pengembangan Distribusi Pangan; dan p. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Kantor sesuai dengan bidang tugasnya. Bagian Keenam Seksi Konsumsi dan Keamanan Pangan Pasal 9 Seksi Konsumsi dan Keamanan Pangan, mempunyai tugas : a. menyiapkan bahan dan melaksanakan perumusan kebijakan teknis di bidang konsumsi dan keamanan pangan; b. menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan rencana program dan rencana kerja anggaran di bidang konsumsi dan keamanan pangan; c. menyiapkan bahan dan melaksanakan pengkoordinasian pelaksanaan tugas di bidang konsumsi dan keamanan pangan; d. menyiapkan bahan dan melaksanakan identifikasi pangan pokok masyarakat; e. menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan keanekaragaman konsumsi pangan; f. menyiapkan bahan dan melaksanakan peningkatan mutu konsumsi masyarakat; g. menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan dan pengawasan mutu dan keamanan produk pangan masyarakat; h. menyiapkan bahan dan melaksanakan fasilitasi analisis mutu, gizi dan keamanan produk pangan masyarakat; i. menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan dan pengawasan produk pangan segar dan pabrikan skala kecil / rumah tangga; j. menyiapkan bahan dan melaksanakan pelatihan fasilitator ketahanan pangan bagi petugas dan masyarakat; - 6 -

k. menyiapkan bahan dan melaksanakan penyajian data dan informasi di bidang konsumsi dan keamanan pangan; l. menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan, pemantauan, pengawasan dan pengendalian di bidang konsumsi dan keamanan pangan; m. menyiapkan bahan dan melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang konsumsi dan keamanan pangan; n. menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan laporan realisasi anggaran Seksi Konsumsi dan Keamanan Pangan; o. menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan laporan kinerja program Seksi Konsumsi dan Keamanan Pangan; dan p. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Kantor sesuai dengan bidang tugasnya. BAB IV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 10 Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kantor Ketahanan Pangan sesuai dengan keahlian dan kebutuhan sesuai Peraturan Perundang-Undangan. Pasal 11 (1) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10, terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang diatur dan ditetapkan berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan. (2) Setiap Kelompok Jabatan Fungsional dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk dan bertanggungjawab kepada Kepala Kantor. (3) Jumlah tenaga fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional diatur berdasarkan Peraturan Perundang- Undangan. BAB V KETENTUAN PENUTUP Pasal 12 Peraturan Walikota ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Walikota ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kota Semarang. Ditetapkan di Semarang pada tanggal 24 Desember 2008 WALIKOTA SEMARANG ttd H. SUKAWI SUTARIP Diundangkan di Semarang pada tanggal 24 Desember 2008 SEKRETARIS DAERAH KOTA SEMARANG ttd H. SOEMARMO HS BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 51-7 -

- 8 -