Chemistry in Education

dokumen-dokumen yang mirip
PENGARUH PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING. Info Artikel. Abstrak.

PENCAPAIAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR DENGAN MODEL SNOWBALLING PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DENGAN PENDEKATAN PMRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA

PENERAPAN METODE INKUIRI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS VII SMP KARTIKA 1-7 PADANG ARTIKEL OLEH: ZUMRATUN HASANAH

PENGARUH METODE AKTIF TIPE TEAM QUIZ BERBANTUAN QUESTION CARD TERHADAP HASIL BELAJAR. Info Artikel. Abstrak. , T Subroto, W Sunarto

PEMBELAJARAN BUFFER MENGGUNAKAN METODE INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN

PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN ASESMEN KINERJA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH

Edu Geography 3 (4) (2015) Edu Geography.

Unnes Physics Education Journal

PENGARUH MODEL GUIDED INQUIRY DISERTAI FISHBONE DIAGRAM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

KONTRIBUSI METODE TWO STAY TWO STRAY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

Unnes Science Education Journal

Journal of Mechanical Engineering Learning

Edu Elektrika Journal

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING BERBASIS ACTIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERCAPAIAN KOMPETENSI SISWA

ARTIKEL. Oleh : RINI MELIA SARI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

Automotive Science and Education Journal

EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE KASUS MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA

KEEFEKTIFAN VIRTUAL LABORATORY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI LARUTAN PENYANGGA DAN HIDROLISIS

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BERBANTUAN LEMBAR KEGIATAN SISWA. Abstrak. Abstract. Gallant Alim Purbowo, Mashuri, Putriaji Hendikawati

Keefektifan Pembelajaran Model Quantum Teaching Berbantuan Cabri 3D Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah

KEEFEKTIFAN HUKUMAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SD N 1 MAGELUNG KENDAL

Unnes Physics Education Journal

PERBANDINGAN METODE INKUIRI TERBIMBING DAN BEBAS TERMODIFIKASI TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR

Chemistry in Education

Economic Education Analysis Journal

PENGARUH PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING. Info Artikel. Abstrak. Abstract. , S Hadisaputro, Soeprodjo

Unnes Journal of Mathematics Education PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI LINGKARAN

UNESA Journal of Chemistry Education ISSN: Vol. 6, No. 1, pp January 2017

Journal of Mechanical Engineering Learning

Unnes Science Education Journal PENERAPAN MINDSCAPING BERVISI SCIENCE ENVIRONMENT TECHNOLOGY SOCIETY TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI LARUTAN PENYANGGA

Unnes Physics Education Journal

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH. Info Artikel. Abstra

Journal of Mechanical Engineering Learning

Artikel diterima: Oktober 2017; Dipublikasikan: November 2017

PENGARUH PEMBELAJARAN CREATESEM BERVISI SETS TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI BUFFER DAN HIDROLISIS GARAM

Journal of Mechanical Engineering Learning

Penerapan Strategi Genius Learning Dalam Pembelajaran Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 11 Padang ABSTRACT

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMAN 1 PANTAI CERMIN KABUPATEN SOLOK

Indonesian Journal of History Education

Unnes Journal of Mathematics Education

(THE DIFFERENCE OF THE STUDENTS RESULT OF LEARNING PROCESS USE GUIDED INQUIRY MODEL AND FREE INQUIRY ON THE ENVIROMENTAL CHANGES)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY

Unnes Physics Education Journal

Unnes Physics Education Journal

ARTIKEL PENELITIAN OLEH: HELMI SUSANTI

Wardah Fajar Hani, 2) Indrawati, 2) Subiki 1) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika. Dosen Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember

MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI PADA MATERI LAJU REAKSI KELAS XI SMA NEGERI 1 GRESIK

KEEFEKTIFAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PROBING-PROMPTING DENGAN PENILAIAN PRODUK

ABSTRACT. Keywords: Discovery learning, Image Media, and Learning Outcomes

The Effect Model Problem Based Learning on Learning Outcomes Biology Class X SMAN 1 Palembayan. ABSTRACT

PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING DENGAN MENGINTEGRASIKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMP NEGERI 1 KAMAL

Kata Kunci: Model Pembelajaran, Problem Based Learning, Hasil Belajar 1

Keefektifan CTL Berbantuan Macromedia Flash Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Materi Segiempat

PERBEDAAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DAN METODE CERAMAH BERMAKNA MATERI DESAIN GRAFIS SMAN 1 GONDANG TULUNGAGUNG

PENERAPAN MODEL CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII SMPN 29 PADANG

Indonesian Journal of History Education

Journal of Mechanical Engineering Learning

UNESA Journal of Chemistry Education ISSN: Vol. 6, No. 1, pp January 2017

KEEFEKTIFAN SOFTWARE GEOMETER'S SKETCHPAD PADA PEMBELAJARAN MODEL PASID TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA

UNESA Journal of Chemical Education ISSN: Vol. 2 No.2 pp May 2013

Laela Ngasarotur Risfiqi Khotimah Partono Pendidikan Fisika FKIP Universitas Muhammadiyah Metro

Edu Geography 3 (4) (2015) Edu Geography.

PENGARUH PENERAPAN VIRTUAL LABS BERBASIS INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA. Info Artikel. Abstrak. Abstract

PENGARUH PENERAPAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 PADANG-GANTING KABUPATEN TANAH DATAR.

KETERAMPILAN PROSES SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI LAJU REAKSI DI SMA MUHAMMADIYAH 3 SURABAYA

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGACU PADA MISSOURI MATHEMATICS PROJECT TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA DAN HIDROLISIS

PENGARUH PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP KOMPETENSI KIMIA SISWA

Unnes Physics Education Journal

Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Universitas Bung Hatta

PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE BERBASIS CREATIVE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR. Rizki Wulandari* dan Antonius Tri Widodo

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD DENGAN MICROSOFT POWER POINT

Unnes Journal of Mathematics Education

THE IMPLEMENTATION OF PROBLEM BASED LEARNING IN STUDENT S LEARNING OUTCOMES

ABSTRAK

ARTIKEL PENELITIAN PENGARUH METODE THE LEARNING CELL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI 28 KORONG GADANG KURANJI PADANG.

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

PENGARUH PENERAPAN TEKNIK BERKIRIM SALAM DAN SOAL TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII SMPN 3 LEMBAH GUMANTI TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Unesa Journal of Chemical Education ISSN: Vol. 2, No. 2, pp May 2013

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH KIMIA

UNESA Journal of Chemical Education ISSN: Vol.4, No.3. pp , September 2015

PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING DISERTAI MEDIA GAMBAR TERHADAP KOGNITIF SISWA KELAS VII MTs BAHRUL ULUM TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

ARTIKEL Oleh SILVA YUSALIM NPM:

RENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF MODEL PICTURE AND PICTURE DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS VII SMPN 1 TIUMANG KABUPATEN DHARMASRAYA

PENERAPAN METODE ROLE PLAYING DALAM PEBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 LUBUK LINGGAU. Ilmu Pendidikan

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES SISWA PADA MATERI LAJU REAKSI KELAS XI IPA MAN SUMENEP

KEEFEKTIFAN PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIK. Info Artikel. Abstra

Monif Maulana 1), Nur Arina Hidayati 2) 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UAD

PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DISERTAI PETA KONSEP DI MAN 2 JEMBER (Pada Pokok Bahasan Kinematika Gerak Lurus)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING BERBANTUAN LEMBAR KERJA BERSTRUKTUR TERHADAP HASIL BELAJAR

Transkripsi:

CiE 3 (1) (2014) Chemistry in Education http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chemined PENERAPAN PENDEKATAN INDUKTIF-DEDUKTIF DALAM PEMBELAJARAN KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN RZ Sania, S Priatmoko Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Semarang Gedung D6 Kampus Sekaran Gunungpati Telp. 8508112 Semarang 50229 Info Artikel Sejarah Artikel: Diterima 17 Januari 2013 Disetujui 17 Februari 2013 Dipublikasikan April 2014 Keywords: learning outcomes deductive approach inductive approach inductive deductive approach Abstrak Pembelajaran berpusat pada guru menyebabkan siswa tidak dapat membangun pengetahuannya sendiri sehingga menjadi pasif. Pendekatan induktif-deduktif merupakan pendekatan pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam membangun pengetahuan. Penelitian dilakukan di MAN 1 Magelang pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran dengan pendekatan induktif-deduktif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA MAN 1 Magelang tahun pelajaran 2012/2013. Desain penelitian yang digunakan adalah posttest only control design. Teknik sampling yang digunakan yaitu cluster random sampling, dengan kelas XI IPA 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 1 sebagai kelas kontrol. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji t terhadap nilai posttest. Dari hasil uji hipotesis tersebut diperoleh nilai t hitung sebesar 4,99 dan nilai t (0,95)(21) sebesar 1,72, yang berarti nilai t hitung lebih dari t (0,95)(21) sehingga nilai posttest kelas eksperimen sudah mencapai ketuntasan belajar dengan proporsi ketuntasan belajar klasikal kelas diatas 0,85. Pada pengujian aspek afektif dan psikomotor, rata-rata nilai hasil belajar kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan induktif-deduktif efektif pada hasil belajar kimia siswa MAN 1 Magelang pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Abstract Teacher centered learning cause students can t construct their own knowledge and becomes passive. Inductive deductive approach is a learning approach which make students enable to construct their knowledge. The research was conducted at MAN 1 Magelang on topic solubility and solubility product. The purpose of this research was to determine the effectiveness of learning with inductive deductive approach. The study population was all students in grade XI IPA MAN 1 Magelang school 2012/2013. The research design is posttest only control design. Sampling technique is cluster random sampling, class XI IPA 4 as an experimental class and class XI IPA 1 as the control class. Hypothesis test have been done using the t test for posttest values and the results obtained tvalue is 4.99 and t(0,95)(21) is 1.72, it means the tvalue is larger than t(0,95)(21) so that the posttest value of experimental class has reached completeness in learning with proportion classical completeness upper than 0.85. On affective and psychomotor aspects of testing, the average value of the experimental class learning better than classroom control. Based on the results of the research, concluded that learning use inductive deductive approach is effective in student MAN 1 Magelang learning outcomes chemistry on topic solubility and solubility product. 2013 Universitas Negeri Semarang Alamat korespondensi: Email: rr_saniazahra@yahoo.com ISSN NO 2252-6609

Pendahuluan Kimia merupakan salah satu cabang Ilmu Pendidikan Alam (IPA) yang menjelaskan tentang susunan, komposisi, struktur, sifat sifat dan perubahan materi, serta perubahan energi yang menyertainya. Pada umumnya siswa menganggap ilmu kimia itu sulit, dikarenakan ilmu kimia membutuhkan pemahaman yang tinggi, materi kimia mencakup aspek mikroskopis dan makroskopis, dan materi kimia selau mengalami perkembangan (Sirhan, 2007). Untuk mengatasi masalah tersebut, maka proses berpikir harus direncanakan sehingga setiap langkah eksplisit dan sangat terstruktur sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran (Bilica & Flores, 2009). Salah satu upayanya yaitu diberlakukannya pembelajaran yang berpusat pada siswa (learner centered) dengan menerapkan pendekatan induktif-deduktif. Pendekatan pembelajaran induktifdeduktif diawali dengan contoh contoh dengan tujuan siswa mengidentifikasi, membedakan, kemudian mengintepretasi, menggeneralisasi dan akhirnya mengambil kesimpulan. Kemudian secara deduktif siswa dapat memberikan contoh dari generalisasi tersebut (Prince & Felder, 2007). Terdapat tiga fase strategi pembelajaran induktif-deduktif yaitu: pembelajaran konsep, interpretasi data dan aplikasi prinsip. Pembentukan konsep merupakan proses berpikir kompleks yang mencakup membandingkan, menganalisa dan mengklasifikasikan dan penalaran induktif serta hasil dari sebuah pemahaman. Fase interpretasi data yaitu strategi mengajar yang dibangun meliputi menafsirkan, menyimpulkan dan generalisasi. Dari pembentukan konsep dan intepretasi data lalu siswa mengaplikasikan prinsip yang didapatnya (Joyce & Weil, 2002). Pendekatan induktif-deduktif merupakan istilah umum yang mencakup berbagai metode pembelajaran, termasuk pembelajaran inquiry, problem based learning, project based learning, case based learning, dan discovery learning (Prince & Felder, 2006). Secara singkat model ini merupakan strategi mengajar untuk mengembangkan keterampilan berpikir siswa (Sunhaji, 2008). Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh siswa setelah mengalami kegiatan belajar (Rifa i & Anni, 2009). Hasil belajar dapat dikatakan efektif jika ia mampu menyelesaikan, menguasai RZ Sania/Chemistry in Education 3 (1) (2014) 89 kompetensi atau mencapai tujuan pembelajaran minimal 65% dari seluruh tujuan pembelajaran. Sedangkan keberhasilan kelas dilihat dari jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar mencapai 85% dari jumlah siswa yang ada di kelas tersebut (Mulyasa, 2007). Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah penerapan pendekatan induktifdeduktif efektif terhadap hasil belajar kimia siswa MAN 1 Magelang?. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui keefektivan penerapan pendekatan induktif-deduktif pada hasil belajar kimia siswa Man 1 Magelang. Metode Penelitian Penelitian dilakukan di MAN 1 Magelang pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI IPA MAN 1 Magelang tahun pelajaran 2012/2013. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dengan pertimbangan hasil uji homogenitas dan kesamaan rata-rata, dan diperoleh kelas XI IPA 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 1 sebagai kelas kontrol. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, metode tes, lembar observasi dan angket atau kuesioner. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal posttest hasil belajar kognitif, lembar observasi afektif dan psikomotorik, serta angket tanggapan siswa untuk mengetahui respon siswa terhadap pendekatan pembelajaran yang digunakan. Data penelitian hasil belajar kognitif dianalisis secara statistik parametrik dihitung dengan uji ketuntasan belajar menggunakan uji t, uji proporsi ketuntasan belajar klasikal menggunakan uji z dan uji estimasi rata-rata sedangkan hasil belajar afektif dan psikomotor dianalisis secara deskriptif. Desain penelitian yang dipakai adalah posttest only control design yaitu penelitian dengan memberikan tes hasil belajar setelah dilakukan perlakuan (treatment) (Sugiyono, 2010). Variabel bebas penelitian ini adalah pendekatan pembelajaran yang digunakan, pada kelas eksperimen menggunakan pendekatan induktif-deduktif, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode ceramah. Variabel terikatnya yaitu hasil belajar kimia siswa materi kelarutan dan hasil kali kelarutan dengan variabel kontrol adalah guru, kurikulum dan jumlah jam pelajaran yang sama.

Hasil dan Pembahasan Penyebaran angket dalam penelitian bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerimaan siswa terhadap proses pembelajaran dengan pendekatan induktif-deduktif pada kelas eksperimen. Angket terdiri dari 4 indikator yang digeneralisasi menjadi 13 aspek pernyataan, yaitu keadaan siswa selama pembelajaran, partisipasi siswa, keadaan akademik, dan RZ Sania/Chemistry in Education 3 (1) (2014) kondisi sosial siswa. Keadaan, partisipasi dan kondisi sosial siswa selama pembelajaran menentukan keadaaan akademik siswa. Siswa yang selalu hadir dan aktif dalam pembelajaran memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap materi yang dipelajari sehingga keadaan akademik siswa juga baik. Hasil analisis angket tanggapan siswa terhadap pembelajaran kimia dengan pendekatan induktif deduktif dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Grafik analisis angket tanggapan siswa Hasil analisis angket menyatakan bahwa sebagian besar siswa setuju pada setiap aspek yang terdapat dalam angket. Siswa lebih menyukai pembelajaran dengan pendekatan induktif-deduktif karena lebih menyenangkan, menarik, dan dapat membuat siswa lebih mudah memahami konsep materi, hal ini dapat dilihat dari rasa ingin tahu siswa yang meningkat dalam pembelajaran dan mereka lebih termotivasi untuk giat belajar baik individu maupun kelompok. Pendekatan induktif-deduktif yang diterapkan di kelas eksperimen, dapat membiasakan siswa menjadi aktif dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, sehingga keaktifan dan keberanian menyampaikan pertanyaan, ide/pendapat, maupun keberanian mengerjakan tugas di depan kelas mereka menjadi lebih baik karena sudah terbiasa mereka terapkan dalam kegiatan belajarnya. Melalui pembelajaran tersebut, siswa tertarik untuk memperhatikan pelajaran dan antusias dalam pemahaman materi pembelajaran yang mereka temukan sendiri melalui keterampilan yang mereka miliki. Pembelajaran menggunakan pendekatan induktif deduktif memberikan kesempatan siswa untuk berpartisipasi secara aktif menggunakan konsep-konsep dan prinsip serta melakukan eksperimen-eksperimen yang memberi kesempatan siswa untuk menemukan konsep dan prinsip-prinsip sendiri dengan kata lain pendekatan induktif-deduktif ini menekankan pada pengembangan daya nalar dan kemampuan berpikir kritis siswa (Sulistyani, 2012). Kemampuan ranah afektif antara kelas eksperimen dengan kontrol menunjukkan adanya pengaruh positif terhadap penggunaan pembelajaran dengan pendekatan induktif-deduktif dalam pembelajaran kimia. Penilaian ranah afektif diperoleh dari hasil observasi terhadap siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Aspek afektif yang dinilai terdiri dari enam aspek dengan kategori tiap aspek meliputi sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Penilaian aspek afektif digunakan untuk mengetahui sikap siswa selama kegiatan pembelajaran. Perbandingan hasil belajar ranah afektif pada kelas eksperimen dan kelas dimuat pada Gambar 2. 90

RZ Sania/Chemistry in Education 3 (1) (2014) Gambar 2. Penilaian rata-rata afektif kelas eksperimen dan kelas kontrol Gambar 2 menunjukkan bahwa hasil belajar afektif kelas eksperimen lebih baik daripada hasil belajar afektif kelas kontrol. Pada analisis deskriptif nilai afektif, kelas eksperimen memperoleh rata-rata skor sebesar 3,41 sehingga predikat yang diperoleh berdasarkan kriteria sangat baik dan pada kelas kontrol rata-rata skor yang diperoleh sebesar 3,13 sehingga predikat yang diperoleh berdasarkan kriteria baik. Selain itu, dari Gambar 2 juga terlihat hasil penilaian aspek afektif di kelas eksperimen maupun kontrol menunjukkan ada dua aspek yang paling menonjol perbedaannya yaitu keaktifan dalam diskusi dan keberanian siswa dalam mengerjakan tugas di depan kelas. Hal tersebut disebabkan pada kelas eksperimen pembelajarannya menggunakan pendekatan induktif-deduktif sehingga siswa menjadi terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Pendekatan induktif-deduktif membiasakan siswa menjadi aktif dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, sehingga keaktifan dan keberanian menyampaikan pertanyaan, ide/pendapat, maupun keberanian mengerjakan tugas di depan kelas mereka menjadi lebih baik karena sudah terbiasa mereka terapkan dalam kegiatan belajarnya. Keaktifan siswa selama pembelajaran di kelas juga mempengaruhi ketrampilan dan kemampuan bertindak siswa selama proses praktikum (psikomotorik siswa). Penilaian ranah psikomotorik menggunakan lembar observasi atau lembar pengamatan yang dilakukan oleh observer. Penilaian ini dilaksanakan ketika siswa melaksanakan praktikum. Ada delapan aspek yang diobservasi pada aspek psikomotorik. Perbandingan hasil belajar ranah psikomotorik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dimuat pada Gambar 3. Gambar 3. Penilaian rata-rata psikomotorik kelas eksperimen dan kontrol Skor rata-rata psikomotorik siswa kelas eksperimen menurut Gambar 3 mencapai sebesar 3,60 termasuk dalam kategori sangat baik sedangkan rata-rata kelas kontrol sebesar 3,44 termasuk dalam kategori baik. Kegiatan pembelajaran dengan praktikum pada kelas eksperimen dapat menumbuhkan sikap rasa ingin tahu dan proses ilmiah pada siswa. Hasil yang diperoleh saat praktikum dikaitkan dengan teori yang ada dan informasi-informasi yang telah mereka bangun sebelumnya. Pembelajaran dengan pendekatan induktif-deduktif di kelas eksperimen ternyata membuat siswa lebih mudah memahami materi kelarutan dan hasil kali kelarutan dan terbiasa untuk menyelesaikan soal-soal yang dihadapinya dengan tepat sehingga pengamatan dapat dilakukan dengan mudah, siswa dapat menjabarkan hasil 91

RZ Sania/Chemistry in Education 3 (1) (2014) pengamatan dengan tepat, pertanyaanpertanyaan pada analisis data dapat dikerjakan siswa dengan mudah dan siswa dapat menyimpulkan hasil praktikum dengan tepat. Hasil analisis nilai posttest menunjukkan bahwa jumlah siswa kelas eksperimen menjawab benar pada setiap butir soal lebih banyak daripada kelas kontrol, khususnya pada tipe soal yang merupakan soal High Order Thinking (HOT) yang membutuhkan pemahaman yang lebih tinggi dan mengharuskan siswa berpikir tingkat tinggi. Hal ini disebabkan pada kelas eksperimen siswa terbiasa untuk mengidentifikasi, membedakan, menginterpretasi, mengeneralisasi, dan menarik kesimpulan sehingga siswa memperoleh kesempatan untuk membangun pengetahuannya sendiri. Hal ini menyebabkan siswa akan memperoleh pemahaman yang mendalam (deep learning) dan peningkatan kualitas siswa, sehingga memudahkan siswa dalam mengerjakan soal. Hal ini membuktikan bahwa ada keterkaitan antara penerapan pendekatan induktif yang diikuti dengan pendekatan deduktif (Heit & Rotello, 2010). Bentuk visualisasi rata-rata nilai posttest siswa dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 4. Grafik perbandingan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol Gambar 4 menunjukkan perbedaan rata-rata nilai posttest siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan selisih yang cukup besar. Diperoleh rata-rata nilai posttest kelas eksperimen yang menerapkan pendekatan induktif-deduktif sebesar 79,68 sedangkan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional sebesar 76,04. Penelitian ini menunjukkan pencapaian rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol sehingga dapat dikatakan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan induktifdeduktif dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini disebabkan siswa memperoleh kesempatan dan fasilitasi untuk membangun sendiri pengetahuannya sehingga mereka akan memperoleh pemahaman yang mendalam (deep learning) dan pada akhirnya meningkatkan mutu kualitas siswa. Perlakuan ini yang membuat siswa mudah memahami konsep materi yang diajarkan sehingga mudah dalam mengerjakan soal. Uji ketuntasan belajar bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar kimia kelas eksperimen dan kelas kontrol telah mencapai ketuntasan belajar atau tidak. Untuk mengetahui ketuntasan belajar individu dapat dilihat dari data hasil belajar siswa dan dikatakan tuntas belajar jika hasil belajarnya mendapat nilai 72 atau lebih sesuai dengan KKM mata pelajaran kimia materi kelarutan dan hasil kali kelarutan di MAN 1 Magelang. Berdasarkan hasil perhitungan uji ketuntasan belajar, diperoleh hasil bahwa ketuntasan belajar pada kelas eksperimen diperoleh t hitung sebesar 4,99 dengan t (0,95)(21) sebesar 1,72, sedangkan pada kelas kontrol diperoleh t hitung sebesar 2,02 dengan t (0,95)(23) sebesar 1,71, maka dapat disimpulkan bahwa rata rata hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol lebih dari 72 atau dapat dinyatakan telah mencapai ketuntasan belajar. Masing-masing kelompok eksperimen selain dihitung ketuntasan belajar individu juga dihitung ketuntasan belajar klasikal (keberhasilan kelas). Ringkasan perhitungan proporsi ketuntasan belajar dapat dilihat pada Tabel 1 Tabel 1. Proporsi ketuntasan belajar klasikal 92

Hasil analisis data kelas eksperimen mempunyai nilai Z hitung sebesar 0,176 dan Z (0,45) sebesar 0,1736, sehingga kelas eksperimen dikatakan telah mencapai ketuntasan hasil belajar individu dan klasikal. Kelas kontrol mempunyai nilai Zhitung sebesar -0,989 dengan Z (0,45) sebesar 0,1736, sehingga dapat dikatakan belum mencapai ketuntasan belajar klasikal. Pembelajaran dengan pendekatan induktifdeduktif didapat hasil belajar mencapai ketuntasan belajar klasikal (Immiyati & Muchlis, 2010). Uji estimasi rata-rata hasil belajar digunakan untuk mengetahui estimasi rata-rata hasil belajar bagi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Berdasarkan hasil perhitungan estimasi rata-rata pada t (0,975) untuk kelas eksperimen diperoleh nilai estimasi ratarata hasil belajar berkisar 76,82-82,54 dan untuk kelas kontrol diperoleh berkisar 72,44-79,64. Terdapat peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan induktif-deduktif serta peningkatan pemahaman konsep matematika siswa yang menggunakan pendekatan induktif-deduktif lebih baik dan signifikan dari pada pemahaman konsep matematika siswa yang menggunakan pembelajaran ceramah (Sutriyadi, 2012). Ratarata kelas eksperimen yang menggunakan pendekatan induktif ternyata lebih tinggi dibanding kelas kontrol (Rahmawati, 2011). Dari analisis hasil belajar kognitif, afektif, psikomotorik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol memperlihatkan bahwa nilai rata-rata untuk ketiga ranah hasil belajar pada kelas eksperimen selalu lebih tinggi dari ratarata kelas kontrol. Hal ini disebabkan kelas eksperimen menggunakan pendekatan induktifdeduktif yang lebih mengaktifkan siswa dalam pembelajaran dan dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri. Sehingga dapat dikatakan bahwa penerapan pendekatan induktif-deduktif efektif terhadap hasil belajar kimia siswa. Pembelajaran menggunakan pendekatan induktif deduktif memberikan kesempatan siswa untuk berpartisipasi secara aktif menggunakan konsep-konsep dan prinsip serta melakukan eksperimen-eksperimen yang memberi kesempatan siswa untuk menemukan konsep dan prinsip-prinsip sendiri. Dalam pelaksanaan pembelajaran ini, guru berperan RZ Sania/Chemistry in Education 3 (1) (2014) sebagai fasilitator siswa dalam menemukan pengetahuan mereka sendiri. Guru juga harus memberikan dukungan dan dorongan yang dapat meningkatkan kemampuan inkuiri dan intelektual siswa. SIMPULAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan induktif-deduktif lebih efektif terhadap hasil belajar kimia pokok bahasan kelarutan dan hasil kali kelarutan. Proporsi siswa yang mencapai ketuntasan belajar mencapai 0,85 dengan rata-rata nilai sebesar 79,68. DAFTAR PUSTAKA Bilica, K. & Margaret, F. 2009. Inductive & deductive science thinking. Journal of Science Scope. 9(2): 36-41 Heit, E. & Rotello, C. 2010. Relations between inductive reasoning and deduktive reasoning. Journal of Experimental Psycology : Learning, Memory, and Cognition. 36(3): 805-812 Immiyati, S. & Muchlis. 2010. Penerapan model pembelajaran deduktif untuk menuntaskan hasil belajar submateri pokok alkana, alkena, dan alkuna pada siswa kelas X SMA Negeri 17 Surabaya. Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Universitas Negeri Surabaya. 17(1): 13-21 Joyce, B. & Weil, M. 2002. Models of teaching. London: Prentice Hall International, Inc Mulyasa. 2007. Kurikulum tingkat satuan pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya Prince, M. & Felder, R. 2006. Inductive teaching and learning methods : definitions, comparisons, and research bases. Journal of Engineering Education. 95(2): 123-138. 2007. The many faces of inductive teaching and learning. Journal of College Teaching. 36(2): 14-20 Rahmawati, F. 2011. Pengaruh pembelajaran geometri dengan pendekatan induktif. Jurnal Pendidikan Matematika. 1(2): 73-79. Rifa i, A. & Anni, C.T. 2009. Psikologi pendidikan. Semarang : UNNES Sirhan, G. 2007. Learning difficulties in chemistry : an overview. Journal of Turkish Science Education. 4(2): 2-20 Sugiyono. 2010. Metode penelitian pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta. Sulistyani. 2010. Pendekatan induktif dalam pembelajaran kimia beracuan konstruktivisme untuk membentuk pemikiran kritis, kreatif, dan 93

RZ Sania/Chemistry in Education 3 (1) (2014) berkarakter. Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan Kimia 2010. Yogyakarta 30 Oktober 2010 Sunhaji. Strategi pembelajaran : konsep dan aplikasinya. Jurnal Pemikiran Alternatif Pendidikan. 13(3): 474-492 Sutriyadi, A.E. 2012. Pengaruh pembelajaran matematika dengan pendekatan induktif deduktif terhadap pemahaman siswa. Skripsi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia 94