dokumen-dokumen yang mirip
Fishermen's Perceptions About Business Fishing in The Kepenghuluan Parit Aman Bangko Subdistrict Rokan Hilir District Riau province ABSTRACT

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU

Farmers Group Dynamics Dumbo Catfish (Clarias Geriepenus) In The Hangtuah Village Of Perhentian District Kampar Regency Riau Province ABSTRACT

By: ABSTRACT. Kata Kunci : Attitude, Government assistance, Aquaculture.

ABSTRACT. Keywords : Sago, Farmers Group Dynamics

ABSTRACT. Keywords: Perceptions, Agricultural Extension Field, Farmers, The Importance of Role Extension

Elsa Christyn Gultom¹, Ridar Hendri², Kusai ² ABSTRACT

ANALYZE THE INCOME AND WALFARE FISHERMAN SOCIETY AT PINANG SEBATANG TIMUR VILLAGE TUALANG DISTRICT SIAK REGENCY RIAU PROVINCE

Ilham Drizal 1), Kusai 2), and Lamun Bathara 2) Fisheries and Marine Science Faculty Riau University ABSTRACT

Feasibility Analysis of Patin Fish Business (Pangasius Sutchi) In Sipungguk Village Pond Salo Sub District Regency of Kampar Riau Province

MOTIVATION LEVEL FISHERMEN DUANO TO FISHING ENTERPRISE TANJUNG PASIR VILLAGE OF RIAU PROVINCE. Abstract I. PENDAHULUAN

MOTIVASI PETANI UNTUK BERGABUNG DALAM KELOMPOK TANI DI DESA PAGARAN TAPAH KECAMATAN PAGARANTAPAH DARUSSALAM KABUPATEN ROKAN HULU

PERSEPSI DAN DINAMIKA KELOMPOK PENGRAJIN DALAM PENGEMBANGAN USAHA AGROINDUSTRI BERBASIS NENAS DI DESA KUALU NENAS KECAMATAN TAMBANG KABUPATEN KAMPAR

Ramliyus 1) ; Hendrik 2) ; Ridar Hendri 2) Gmail: ABSTRACT

1 SIKAP NELYAN TERHADAP TENAGA PENYULUH PERIKANAN LAPANGAN (Kasus Pada Nelayan Di Desa Sejangat Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau

WIFE CONTRIBUTION TO FISHERMAN HOUSEHOLD INCOME IN MERANTI BUNTING VILLAGE MERBAU DISTRICT MERANTI ISLAND REGENCY RIAU PROVINCE

Betti L Sianturi 1), Hendrik 2), and Ridar Hendri 2)

Persepsi Nelayan Tentang Profesi Nelayan Di Desa Sungai Selodang Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak Provinsi Riau. Oleh

OLEH FIRDAUS ALAM BUDI

PENGARUH FAKTOR INTERNAL PETANI DALAM MENGADOPSI TEKNOLOGI

PENDAHULUAN. Latar Belakang

KONTRIBUSI SUB SEKTOR PERIKANAN TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI PROVINSI RIAU

PENGARUH LUAS LAHAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI KARET DI DESA PULAU INGU KPECAMATAN BENAI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP USAHA BUDIDAYA IKAN DALAM KERAMBA DI DESA TERATAK BULUH KECAMATAN SIAK HULU KABUPATEN KAMPAR PROVNSI RIAU

ANALISIS DINAMIKA KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN HIAS AIR TAWAR DI KOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU

EFISIENSI WAKTU PENGISIAN PERBEKALAN TERHADAP WAKTU TAMBAT KAPAL PERIKANAN SONDONG DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) DUMAI PROVINSI RIAU

ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PEMASARAN PRODUK OLAHAN IKAN LELE (Clarias sp.) DI DESA HANGTUAH KECAMATAN PERHENTIAN RAJA KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU

PERSEPSI PETANI KOPI ARABIKA TERHADAP PROGRAM SERTIFIKASI ORGANIK DI KECAMATAN ATU LINTANG KABUPATEN ACEH TENGAH. Lintang of Central Aceh Regency)

Oleh. Cika Priandari 1) Hendrik 2) Firman Nugroho 3) ABSTRACT

ABSTRACT. Keyword : contribution, coal, income

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Sukabumi. Kecamatan Cisaat terdiri dari 13 Desa, meliputi Desa Nagrak, Desa

Analisis Biaya dan keuntungan...simon pardede

STUDI KOMPARATIF USAHA ALAT TANGKAP BUBU KARANG

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI IKAN LELE DUMBO (CLARIAS GARIEPINUS) DI KENAGARIAN LADANG PANJANG KECAMATAN TIGO NAGARI KABUPATEN PASAMAN

Analisis Usaha Pembesaran Ikan Gurami dan Ikan Patin Di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru Provinsi Riau.

USAHA PENGOLAHAN IKAN TAWES PRESTO DI PESISIR WADUK GAJAH MUNGKUR KABUPATEN WONOGIRI

PERUMUSAN STRATEGI PENINGKATAN MUTU TEKNIK PRODUKSI IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) BERDASARKAN METODE FORCE FIELD ANALYSIS (FFA)

PENGELUARAN RUMAH TANGGA PETANI KARET DI DESA PULAU JAMBU KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR

ANALISIS KELEMBAGAAN PEMASARAN DAN MARGIN TATANIAGA HASIL PERIKANAN TANGKAP DIDESA BULUH CINA KECAMATAN SIAK HULU KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU By

EVALUASI KINERJA USAHA AGRIBISNIS KERAPU

ADOPSI INOVASI PETANI KELAPA SAWIT RAKYAT TERHADAP PUPUK KOMPOS BIOTRIKOM DI DESA RANTAU BAIS KECAMATAN TANAH PUTIH KABUPATEN ROKAN HILIR

THE ROLE AND CONTRIBUTION OF BALAI BENIH IKAN (BBI) RAMBUNG MERAH TOWARDS DEVELOPMENT OF AQUACULTURE AT SIMALUNGUN DISTRICT OF NORTH SUMATERA PROVINCE

By Santy Pandiangan 1), Eni Yulinda 2), and Hamdi Hamid 3)

BUSINESS ANALYSIS ENLARGEMENT COMMON CARP (Cyprinus carpio) FLOATING NET CAGES IN TANJUNG ALAI VILLAGE XIII KOTO KAMPAR DISTRICT RIAU PROVINCE

MOTIVASI PETANI KAKAO BERGABUNG DALAM KELOMPOK TANI DI KELURAHAN KAPALO KOTO KECAMATAN PAYAKUMBUH SELATAN (Studi Kasus Kelompok Tani Tanjung Subur)

MOTIVASI MASYARAKAT TERHADAP PENANAMAN MAHONI (Swietenia macrophylla) STUDI KASUS DI DESA SUNGAI ENAU KECAMATAN KUALA MANDOR B KABUPATEN KUBU RAYA

ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN ANGGERAJA KABUPATEN ENREKANG

Analisis Pemasaran Kakao Pola Swadaya di Desa Talontam Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi

Oleh :KetutSiswaMitra Program StudiManajemenSumberDayaPerairan JurusanPerikanan Dan IlmuKelautan FakultasPertanian UniversitasWarmadewa Denpasar

STUDI PERBEDAAN BUDIDAYA PERIKANAN LELE DUMBO ANTARA KECAMATAN PACITAN DAN KECAMATAN PUNUNG DI KABUPATEN PACITAN

Delfira Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UNP

SIKAP NELAYAN TERHADAP PROGRAM UNGGULAN DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN DELI SERDANG

RINGKASAN EKSEKUTIF DASLINA

ANALISIS CURAHAN WAKTU KERJA WANITA PENGUSAHA AGROINDUSTRI MAKANAN SKALA RUMAH TANGGA DI KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR

Oleh : Rosda Malia, SP., M.Si* Leni Supartika Rahayu, SP** Kata Kunci: metode ceramah dan diskusi, Teknologi sistim tanam legowo.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

ANALISIS KELAYAKAN USAHA TAMBAK BANDENG DI DESA DOLAGO KECAMATAN PARIGI SELATAN KABUPATEN PARIGI MOUTONG

THE CONDITION OF MAIN FACILITY IN THE VILLAGE OF FISH MARKETING PAKNINGASAL BUKITBATU DISTRICT OF BENGKALIS REGENCY IN RIAU PROVINCE

ANALISIS PROFITABILITAS USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER DENGAN POLA KEMITRAAN DI KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL

PERSEPSI PEGAWAI TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN ATASAN LANGSUNG DI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KABUPATEN SIJUNJUNG

Development Prospects Arowana Fish (Scleropages formosus)

PERSEPSI PELAYANAN TERHADAP PARTISIPASI ANGGOTA KUD LEMBAH SAWIT DI DESA SIALANG BARU KECAMATAN LUBUK DALAM KABUPATEN SIAK

Tingkat Adopsi Inovasi Peternak dalam Beternak Ayam Broiler di Kecamatan Bajubang Kabupaten Batang Hari

Animal Agricultural Journal, Vol. 2. No. 2, 2013, p 1-7 Online at :

ABSTRACT. Hendra Saputra 1) dan Jamhari Hadipurwanta 2) ABSTRAK

PERSEPSI PETANI PADI TERHADAP PEMANFAATAN RICE TRANSPLANTER DI KECAMATAN POHJENTREK KABUPATEN PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR

Tilapia Farmers motivation (Oreocrhomis Niloticus) in Village Beringin Taluk District of Kuantan Tengah Regency Kuantan Singingi Riau Province

ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA KARAWANA KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI

PERSEPSI PETANI TERHADAP PERAN PENYULUH PERTANIAN DI DESA RASI KECAMATAN RATAHAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA

I. PENDAHULUAN. Lele (Clarias) merupakan salah satu dari berbagai jenis ikan yang sudah banyak

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ujang Muhaemin A, 2015

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Kampar terletak antara 1º 02' Lintang Utara dan 0º 20' Lintang

BAB I PENDAHULUAN. buatan. Diperairan tersebut hidup bermacam-macam jenis ikan. Hal ini merupakan

281 ZIRAA AH, Volume 32 Nomor 3, Oktober 2011 Halaman ISSN

BAB III METODE PENELITIAN

PENYULUHAN DAN KEBERDAYAAN PETANI KARET POLA SWADAYA DI KECAMATAN KELAYANG KABUPATEN INDRAGIRI HULU

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI PETANI DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI PADI DI DESA BUNGARAYA KECAMATAN BUNGARAYA KABUPATEN SIAK

Animal Agricultural Journal, Vol. 2. No. 2, 2013, p Online at :

KETERLAKSANAAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DI SMP MUHAMMADIYAH 8 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016

BIAYA PRODUKSI IKAN PATIN (Pangasius pangasius) (Kasus :Desa Kuok, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau)

ANALISIS PENGARUH FAKTOR PRODUKSI TERHADAP USAHA TANI IKAN LELE DI DESA PLIKEN KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS ABSTRAK

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

PENDAHULUAN. Latar Belakang. subsektor peternakan. Suatu negara dapat dikatakan sistem

PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN LELE SANGKURIANG DI KOLAM TANAH PADA KEGIATAN BINA DESA UPT 38 KELURAHAN SEI GOHONG ABSTRAK ABSTRACT

I. PENDAHULUAN * 2009 ** Kenaikan ratarata(%)

Nurida Arafah 1, T. Fauzi 1, Elvira Iskandar 1* 1 Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Usaha Pembesaran Lele Sangkuriang

BAGI HASIL KEMITRAAN AYAM PEDAGING PADA PT. X DI KABUPATEN MAROS, PROPINSI SULAWESI SELATAN

PERSEPSI ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI TERHADAP PROGRAM MODEL KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (M-KRPL) DI KABUPATEN SIAK

Transkripsi:

Perception Of Fish Farmers To Aquaculture Of Lele Dumbo (Clarias Gariepinus) In Pond Tarp In The Village Hangtuah In Perhentian Raja District Kampar Regency Of Riau Province By Bagus Pirmansyah 1) ; Kusai 2) and Lamun Bathara 2 ) Email: baguspirmansyah@gmail.com This study was conducted in June 2015 in the Village Hangtuah In Perhentian Raja District. This study aims to determine how the fish farmer's perception of the Catfish farming in the pond tarp after the flooding phenomenon. The method used in this research is survey method. To analyze the level of perception of fish farmers used the Likert scale. Based on the results of the study public perception of individual fish farmers are in the good category in the amount of 23 people (53.49%), while for the overall well being in either the category with a score of 3961. This suggests that the public perception of fish farmers either individually or overall are in good category that they agreed to continue these efforts. Key word: Dumbo Catfish, perception, 1. Student of the Fisheries and Marine Science, Riau University 2. Lecture of the Fisheries and Marine Science, Riau University Persepsi Pembudidaya Terhadap Usaha Budidaya Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Dalam Kolam Terpal Di Desa Hangtuah Kecamatan Perhentian Raja Kabupaten Kampar Provinsi Riau OLEH Bagus Pirmansyah 1), Kusai 2), Lamun Bathara 2) Email: baguspirmansyah@gmail.com 1) Mahasiswa Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau 2) Dosen Fakultas Peikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2015 di Desa Hangtuah Kecamatan Perhentian Raja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi pembudidaya ikan terhadap usaha budidaya Lele Dumbo dalam kolam terpal setelahadanya fenomena banjir.metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Untuk menganalisis tingkat persepsi pembudidaya ikan digunakan skala likert. Berdasarkan hasil penelitian persepsi masyarakat pembudidaya ikan secara perorangan berada pada kategori baik yaitu sebesar 23 jiwa (53,49 %) sedangkan untuk secara keseluruhan juga berada pada kategori baik yakni dengan nilai skor 3961. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat pembudidaya ikan baik secara perorangan ataupun secara keseluruhan berada dalam kategori baik yaitu mereka setuju untuk melanjutkan usaha tersebut. Kata kunci: Lele Dumbo, persepsi 1. Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau 2. Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau

PENDAHULUAN Perikanan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran, yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan. Peranan sektor perikanan dalam pembangunan nasional antara lain meningkatkan produksi perikanan, lapangan kerja baru, dan kebutuhan konsumsi ikan untuk memenuhi gizi masyarakat. Peningkatan produksi perikanan dapat dilakukan melalui usaha penangkapan dan budidaya baik di perairan umum maupun perairan kolam. Salah satu daerah yang memiliki potensi cukup besar dalam bidang usaha perikanan di Kabupaten Kampar ini adalah Desa Hangtuah Kecamatan Perhentian Raja. Potensi budidaya perikanan air tawar yang ada di Desa Hangtuah ini adalah usaha budidaya ikan dalam kolam. Jenis ikan yang dibudidayakan yakni ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus), pembudidayaan ikan Lele Dumbo yang ada di desa ini meliputi kegiatan usaha pembenihan dan pembesaran. Alasan pembudidaya ikan memilih jenis ikan Lele Dumbo dalam menjalankan usaha budidaya ikan ini dikarenakan teknologi budidaya ikan Lele Dumbo ini relatif mudah diterapkan sehingga dapat dibudidayakan pada lahan dan kondisi sumber air yang terbatas, proses produksi yang relatif cepat dan permintaan pasar akan Lele Dumbo konsumsi yang terus meningkat, sehingga membuat pembudidaya Lele Dumbo khususnya yang berada di Desa Hangtuah ini terus terpacu dalam mengembangkan usahanya. Usaha budidaya Lele Dumbo dalam kolam terpal ini sudah berjalan sekitar 5 tahun. Awalnya usaha budidaya Lele Dumbo ini hanya dilakukan oleh beberapa pembudidaya saja, akan tetapi karena usaha tersebut memiliki peluang bisnis yang cukup menggiurkan maka usaha budidaya Lele Dumbo ini mulai diikuti oleh masyarakat yang lainnya. Berbekal dari ilmu tentang budidaya Lele Dumbo seadanya serta keterlibatan pemerintah dalam proses penyuluhan maka usaha budidaya ikan Lele Dumbo di Desa Hangtuah ini mengalami peningkatan yang sangat pesat. Oleh karena itu desa ini juga dikenal dengan nama Kampung Lele. Desa ini memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha budidaya Lele Dumbo dalam kolam terpal dan memungkinkan untuk dikembangkan. Hal ini juga didukung dengan kualitas air di Desa Hangtuah ini yang baik untuk digunakan sebagai wadah budidaya. Menurut Gunawan (2009), penggunaan kolam terpal sebagai tempat pemeliharaan menjadi salah satu inovasi yang memberikan beberapa kelebihan dengan mengupayakan secara maksimal pemanfaatan lahan sisa yang tidak terpakai. Berdasarkan keterangan pembudidaya ikan bahwa usaha budidaya ikan di dalam kolam terpal ini memberikan keuntungan bagi pembudidaya ikan khususnya dan masyarakat setempat pada umumnya. Dengan keuntungan yang diperoleh pembudidaya ikan dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Keadaan ini berjalan cukup lancar namun pada bulan desember 2014 terjadi banjir yang menyebabkan banyak ikan yang hanyut dan menyebabkan pembudidaya mengalami kerugian yang cukup besar. Fenomena banjir tersebut menyebabkan volume produksi di desa ini menurun.

Walaupun demikian dengan daya yang seadanya para pembudidaya tersebut tetap melakukan usaha budidaya tersebut dalam jumlah yang tidak terlalu besar. Untuk meningkatkan kembali usaha budidaya tersebut diperlukan dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah setempat (Dinas Perikanan). Dalam proses peningkatan tersebut salah satu faktor yang diperlukan sebelum dilaksanakan kegiatan ini perlu diketahui terlebih dahulu bagaimana persepsi masyarakat tentang usaha budidaya ikan dalam kolam terpal pada saat ini. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2015 di Desa Hangtuah Kecamatan Perhentian Raja Kabupaten Kampar Provinsi Riau dengan pertimbangan bahwa di Desa Hangtuah ini terdapat usaha budidaya ikan dalam kolam terpal yang cukup berkembang, tetapi mengalami penurunan jumlah produksi sejak terjadinya banjir. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 350 orang yang terdiri atas 330 orang pembudidaya pembenihan ikan dan 20 pembudidaya pembesaran ikan. Mengingat populsai terdiri atas dua kelompok maka pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster sampling yaitu sebanyak 43 jiwa yang diambil secara proporsional dari masing masing kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yaitu melakukan pengamatan langsung dan pengambilan data terhadap objek-objek penelitian di lapangan dengan menggunakan daftar pertanyaan sebagai alat pengumpul data primer dan data sekunder. Menurut (Nazir, 2003) metode survei adalah penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta - fakta dari gejala gejala yang ada dalam mencari keterangan keterangan secara faktual, baik tentang institusi sosial, ekonomi atau politik dari suatu kelompok ataupun daerah. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung yang berpedoman pada kuesioner yang telah dipersiapkan. Data primer tersebut meliputi karakterisitik masyarakat seperti umur, tingkat pendidikan formal, pendapatan dan persepsi masyarakat tentang usaha budidaya ikan dalam kolam terpal. Skala Likert yang digunakan dalam penelitian ini merupakan Skala Likert yang telah dimodifikasi menjadi 3 ( tiga ) jenjang. Pokok - pokok skala persepsi yang dinyatakan positif (+) a. Sangat Setuju (SS) : 3 b. Ragu - Ragu (RR) : 2 c. Tidak Setuju (TS) : 1 Pokok pokok skala persepsi yang dinyatakan negatif (-) a. Sangat Setuju (SS) : 3 b. Ragu - Ragu (RR) : 2 c. Tidak Setuju (TS) : 1 Dari total pokok pokok skala tersebut dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kategori, yakni : rendah, sedang, dan tinggi. Untuk mendapatkan ketiga kategori tersebut dilakukan dengan : - 1 Untuk skor individu persepsi pembudidaya di Desa Hangtuah dapat dikategorikan sebagai berikut : - Skor : 36-64 = Tidak Baik - Skor : 65-90 = Cukup Baik - Skor : 91-117 = Baik Penetapan variable tingkat persepsi pembudidaya terhadap usaha budidaya ikan secara keseluruhan, sebanyak 43 responden,

jumlah item indikator 39, didapatkan kisarannya : - Skor : 1117-2794 = Tidak Baik - Skor : 2795-3912 = Cukup Baik - Skor : 3913-5030 = Baik Yang memiliki makna : - Tidak baik : pembudidaya ikan/ responden berpersepsi bahwa usaha budidaya ikan dalam kolam terpal tidak dapat dikembangkan lagi. - Cukup Baik : pembudidaya ikan/ responden berpersepsi bahwa usaha budidaya ikan dalam kolam terpal ragu ragu untuk dikembangkan lagi. - Baik : pembudidaya ikan/ responden berpersepsi bahwa usaha budidaya ikan dalam kolam dapat dikembangkan lagi. HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah Perkembangan Usaha Budidaya Lele Dumbo Desa Hangtuah merupakan salah satu daerah yang berpotensi dalam bidang usaha perikanan, hal ini dapat dilihat dengan banyaknya terdapat usaha budidaya Lele Dombo dalam kolam terpal di desa tersebut. Usaha budidaya Lele Dumbo dalam kolam terpal didaerah ini sudah berjalan sejak tahun 2004 yang baru dijalankan oleh sekitar 7 orang Pembudidaya, namun seiring berjalannya waktu masyarakat yang lain mulai melihat adanya peluang bisnis yang cukup menjanjikan, maka mulailah usaha budidaya Lele Dumbo di Desa Hangtuah ini berkembang. Hingga pada akhir tahun 2014 total pembudidaya Lele Dumbo di Desa Hangtuah ini jumlahnya sudah mencapai 350 orang, yang terdiri dari 330 pembudidaya benih dan 20 pembudidaya pembesaran Lele Dumbo dalam kolam terpal. Persepsi Pembudidaya Terhadap Usaha Budidaya Persepsi responden pembudidaya ikan di Desa Hangtuah diungkapkan pada 3 (tiga) sub persepsi yaitu : 1) input dan out put kolam 2) dampak kolam 3) respon terhadap pemerintah. Nilai persepsi pembudidaya ikan di Desa Hangtuah terhadap usaha budidaya pembenihan dan pembesaran Lele Dumbo dalam kolam terpal dapat dilihat melalui nilai persepsi pembudidaya secara perorangan dan secara bersama sama. Nilai persepsi pembudidaya ikan di Desa Hangtuah secara perorangan dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini : Tabel 1.Distribusi Nilai Responden Berdasarkan Persepsi di Desa Hangtuah Persepsi Skor (Jiwa) Persentase (%) Tidak Baik 39-64 0 0 0 0 Cukup Baik 65-90 19 1 20 46,51 Baik 91-117 14 9 23 53,49 33 10 43 100 Tabel 1 menunjukkan bahwa persepsi responden secara perorangan sebagian besar beada pada kategori baik yaitu sebesar 23 jiwa (53,49%). Pembudidaya ikan beranggapan bahwa usaha budidaya ikan didalam kolam terpal memberikan banyak manfaat terhadap pembudidaya ikan, salah satunya meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan pembudidaya ikan pada khususnya dan masyarakat Desa Hangtuah

pada umumnya, apabila dikelola dengan baik. Hanya saja untuk membuat usaha budidaya Lele Dumbo dalam kolam terpal membutuhkan modal yang besar untuk membeli bibit, terpal, pakan dan lain lain agar produksi yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan. Tabel 2. Uraian persepsi Nilai persepsi pembudidaya ikan di Desa Hangtuah secara keseluruhan yang merupakan kumpulan penilaian dari tiap bagian - bagian persepsi disajikan pada Tabel 2berikut : Tingkat Persepsi Masyarakat Pembudidaya Terhadap Usaha Budidaya dan Lele Dumbo di Desa Hangtuah Nilai In Put dan Output Kolam 2265 674 2939 Baik Dampak Kolam 408 129 537 Baik Respon Pemerintah 373 112 485 Cukup Baik 3046 915 3961 Baik Tabel 2 memperlihatkan bahwa persepsi pembudidaya ikan secara keseluruhan terhadap usaha budidaya pembenihan dan pembesaran ikan berada pada kategori " Baik" yakni dengan nilai skor 3691, yang berada pada kisaran 3691-4961. Nilai skor ini menunjukkan bahwa usaha pembudidaya ikan di Desa Hangtuah berpersepsi bahwa usaha budidaya ikan dalam kolam terpal bermanfaat dan setuju untuk dikembangkan karena usaha budidaya ikan dalam kolam terpal ini cukup menjanjikan dan memberikan dampak yang positif terhadap perekonomian pembudidaya ikan pada khususnya dan masyarakat Desa Hangtuah pada umumnya.selain itu usaha budidaya ikan dalam kolam terpal ini dapat dijadikan mata pencaharian pokok yang tidak hanya mengandalkan sektor perkebunan saja. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai bagian - bagian perepsi dari pembudidaya ikan terhadap usaha budidaya pembenihan dan pembesaran Lele Dumbo dalam kolam terpal dapat diketahui dengan kegiatan input dan out put kolam, dampak kolam, dan respon terhadap pemerintahdapat dilihat dari uraian berikut. Persepsi Terhadap In Put dan Output Kolam Desa Hangtuah merupakan salah satu desa yang sangat potensial untuk dijadikan sebagai tempat usaha budidaya ikan dalam kolam terpal mengingat masih banyaknya lahan juga oleh sumberdaya alam berupa lahan dan sumber air yang atau pekarangan setempat yang potensial untuk digunakan sebagai lahan hal ini didukung cukup bagus di daerah ini, serta tersedianya sumberdaya manusia yang mengelolanya. Persepsi pembudidaya ikan terhadap input dan output didesa Hangtuah sebagian besar tergolong pada kategori baik yang baik dan setuju untuk di kembangkan karena memberikan manfensi aat kepada mana potensi usaha budidaya ikan didesa Hangtuah ini memiliki potyang sangat

pembudidaya ikan pada khususnya dan masyarakat Desa Hangtuah pada umumnya. Untuk mengetahui nilai persepsi responden terhadap in put dan output kolam dapat dilihat pada Tabel 3 berikut : Tabel 3. Distribusi persepsi responden terhadap in put dan output kolam Persepsi Skor (Jiwa) Persentase (%) Tidak 0 28-45 0 0 0 Baik Cukup 0 46-63 0 0 0 Baik Baik 64-81 33 10 43 100 33 10 43 100 Tabel 3 menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap in put dan output kolam berada pada kategori baik yaitu 43 jiwa (100%). Hal ini menunjukkan secara umum bahwa masyarakat Desa Hangtuah masih tertarik untuk melanjutkan usaha ini. Usaha budidaya dalam kolam terpal didesa Hangtuah memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan, dimana masih terdapat banyak lahan yang kosong untuk melakukan usaha budidaya ikan dalam kolam terpal, terutama lahan yang terdapat disekitar pekarangan rumah selain itu Desa Hangtuah ini juga didukung oleh sumber kualitas air yang bagus untuk melakukan usaha budidaya ikan dalam kolam terpal. Persepsi Terhadap Dampak Kolam Pembudidaya ikan di Desa Hangtuah ini menilai bahwa keberadaan usaha budidaya ikan dalam kolam ini memberikan dampak positif bagi kehidupan perekonomian mereka, kegiatan usaha budidaya ikan dalam kolam ini menimbulkan rasa bangga bagi para pembudidaya ikan, karena dengan adanya kegiatan ini dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat, selain itu usaha budidaya ikan dalam kolam ini juga dapat merubah status sosial masyarakat kearah yang lebih baik, karena dengan adanya usaha budidaya ikan dalam kolam ini diharapkan dapat menambah penghasilan masyarakat. Untuk mengetahui nilai persepsi responden terhadap dampak kolam dapat dilihat pada Tabel 4 berikut :

Tabel 4.Distribusi Persepsi Responden Terhadap Dampak Kolam Persepsi Skor (Jiwa) Persentase (%) Tidak Baik 5-7 0 0 0 0 Cukup 9,3 8-10 3 1 4 Baik Baik 11-13 30 9 39 90,7 33 10 43 100 kolam terpal dan juga penyuluhan tentang pembuatan pakan ikan yang berasal dari ampas tahu, namun demikian pihak pemerintah tidak langsung turun ke lokasi budidaya untuk mempraktekkan penyuluhan tersebut. Masyarakat pembudidaya ikan berharap pihak pemerintah juga turun langsung ke lokasi budidaya untuk melihat keadaan kolam Tabel 4 memperlihatkan bahwa persepsi responden sebagian besar berada pada kategori baik yaitu sebanyak 39 jiwa (90,7 %). Hal ini dapat dimengerti mengingat hasil yang telah mereka dapatkan selama menjalani kegiatan usaha budidaya ikan dalam kolam terpal ini.masyarakat pembudidaya ikan sangat terbantu dari hasil kegiatan usaha budidaya ikan dalam kolam terpal ini, selain menambah hasil perekonomian mereka, usaha ini juga dapat menciptakan lapangan usaha baru bagi masyarakat sekitar. Persepsi Respon Terhadap Pemerintah Pihak pemerintah pernah mengadakan penyuluhan pada awal usaha budidaya ikan ini mulai berkembang. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak responden, pihak pemerintah pernah mengundang masyarakat pembudidaya ikan untuk mendengarkan penyuluhan tentang cara melakukan usaha budidaya ikan dalam Tabel 5. Distribusi persepsi respondenterhadap respon pemerintah Persepsi Skor mereka dan dapat memberikan solusi terhadap masalah - masalah yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha budidaya ikan dalam kolam. Pada awalnya pihak pemerintah juga pernah memberikan bantuan berupa pakan namun hanya sebatas membagikan saja dan hingga saat ini bahkan hingga pasca terjadinya fenomena banjir tidak tampak tindakan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat pembudidaya ikan. Untuk mengetahui nilai persepsi responden terhadap dampak kolam dapat dilihat pada Tabel 5 berikut : (Jiwa) Persentase (%) Tidak Baik 6-9 1 0 1 2,3 Cukup Baik 10-13 32 10 42 97,7 Baik 14-17 0 0 0 0 33 10 43 100

Tabel 5 memperlihatkan bahwa persepsi responden sebagian besar berada pada kategori cukup baik yaitu sebanyak 42 jiwa (97,7 %). Hal ini dapat terjadi dikarenakan lambatnya atau kurangnya kepeduliannya pihak pemerintah dalam menangangi atau menemani masyrakat pembudidaya ikan dalam mengembangkan usaha mereka. Pihak pemrintah seolah oleh terkesan acuh tak acuh terhadap keberlangsungan usaha mereka. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Karakteristik pembudidaya ikan di Desa Hangtuah ini sebagian besar berada pada usia produktif sebesar 30 jiwa (69,77%), sedangkan tingkat pendidikan responden sebagian besar berada dalam kategori sedang yaitu antara 7-12 tahun masa pendidikan yaitu sebesar 21 jiwa (48,83%) dan tingkat pendapatan keluarga pada kategori tinggi sebesar (72,10%). Nilai persepsi masyarakat pemdudidaya ikan terhadap usaha budidaya ikan dalam kolam terpal di Desa Hangtuah secara perorangan yang paling dominan berada pada kategori baik.artinya adalah responden berpersepsi bahwa usaha budidaya ikan dalam kolam terpal setuju untuk dikembangkan lagi dengan pertimbangan bahwa usaha ini memberikan dampak positif bagi mereka baik dalam segi perekonomian karena dapat menambah penghasilan maupun menciptakan lapangan kerja baru, selain itu usaha ini juga memberikan rasa bangga bagi mereka yang menekuninya. Saran Setelah dilakukan penelitian di Desa Hangtuah maka hendaknya disarankan kepada pemerintah untuk meningkatkan kembali usaha budidaya ikan dalam kolam terpal di Desa Hangtuah dan hendaknya pemerintah lebih perduli dan turun langsung ke lokasi untuk memberikan pengarahan kepada pembudidaya ikan di Desa Hangtuah. DAFTAR PUSTAKA Cangara, H. 2000. Pengantar Ilmu Komunikasi. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 156 hal. Data Statistik Perikanan Budidaya Provinsi Riau Tahun 2011. Margolang, A. 2012. Lele Dumbo Di Dalam Kolam Terpal. Pekanbaru Provinsi Riau. Gunawan, S. 2009. Kiat Sukses Budidaya Lele di Lahan Sempit. Jakarta: Agromedia Pustaka. Meldani, 2005. Persepsi Masyarakat Tentang Usaha Budidaya dalam Keramba di Desa Pulau Lawas Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Skripsi Faperika Unri. Pekanbaru, 57 hal. Najah, A. 2007. Hubungan Antara Persepsi Anak terhadap Pola Asuh Orang Tua dengan Motivasi Belajar. Skripsi Sarjana. Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. (Tidak Diterbitkan). Ridwan, dkk. 2007. Pengantar Statistika Untuk Penelitian Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Komunikasi, dan Bisnis. Alfabeta Bandung. 368 hal. Sarwon, S. W. 2002. Psikologi Sosial Individu dan Teori Teori Psikologi Sosial. Jakarta : Balai Pustaka. Satiadarma, MP. 2001 Persepsi Orang Tua Membentuk Perilaku Anak. Pustaka Populer Obor. Jakarta, 135 hal.