RIDWAN REMIN. Auahelap! Self Publishing

dokumen-dokumen yang mirip
Keberanian. Dekat tempat peristirahatan Belanda pada zaman penjajahan, dimulailah perjuangan nya.

Part 1 : Aku Menghajar Nenek-Nenek Dengan Cangkul

CINTA TELAH PERGI. 1 Penyempurna

Sahabat Terbaik. Semoga lekas sembuh ya, Femii, Aldi memberi salam ramah. Kemarin di kelas sepi nggak ada kamu.

Tugas Mid Semeter. Membuat Naskah Film Pendek

Damar, apakah pada akhirnya mereka ini bisa benar-benar pulang?

Mata ini sulit terpejam dan pendar-pendar rasa sakit di hati tidak dapat hilang menusuk dan menancap keras.

Dibalik perjuangan seorang "PAPA"

LAMPIRAN A. Skala Penelitian (A-1) Beck Depression Inventory (A-2) Skala Penerimaan Teman Sebaya (A-3) Skala Komunikasi Orangtua-Anak

Kehidupan itu terlalu penuh dengan kebahagian bagi orang yang menyadarinya Tommy membaca kalimat terakhir dari sebuah novel yang diterbitkan melalui

Aku menoleh. Disana berdiri seorang pemuda berbadan tinggi yang sedang menenteng kantong belanjaan di tangan kirinya. Wajahnya cukup tampan.

PEDOMAN WAWANCARA. 3. Pernahkah anda melakukan usaha untuk menggugurkan kandungan? tua/pasangan/orang-orang terdekat anda?

LIFE HISTORY. Note : II (12-18 tahun) Nama : Tetni br Tarigan Usia : 16 tahun

Sepanjang jalan tiada henti bercerita dan tertawa, aku menghitung bintang-bintang dan tak terasa sudah sampai di tempat mie ayam rica-ricanya Pasti

Persahabatan Itu Berharga. Oleh : Harrys Pratama Teguh Sabtu, 24 Juli :36

"Ya ampun ini anak pikirannya makan terus. Hahahaha," jawab Ricky "Yah keliatan kali dari pipi Ki. Hahaha," timpal Cella Persahabatan yang nyaris

KARENA KASIH Sebuah fragmen berdasarkan perumpamaan Anak Yang Hilang

Saat itu aku sedang berdua di rumah dengan Fadhil, Kak Dityo sedang berada di kampus, dan Kak Darma baru saja pulang.

Selesai mandi, istri keluar kamar mandi. Tubuhnya ditutupi handuk. Sambil mengeringkan rambut menggunakan handuk, istri berjalan menuju meja rias.

The New Beginning (2015)

I. Arga ( tentang Dia dan Dia )

Bab 1. Awal Perjuangan

membentak-bentak mereka apabila mereka tidak melakukan hal-hal yang Riani inginkan. Semua pelampiasan amarahnya kepada semua orang selalu dia tujukan

Hari Raya Korban? (Idul Adha)

1 Curahan Hati Sebatang Pohon Jati

Perpustakaan Unika LAMPIRAN KUESIONER 30

PERANCANGAN FILM KARTUN

BERSAMAMU KAWAN ( * )

PETUNJUK PENELITIAN. Nama : Usia : Pendidikan terakhir :

Chapter 1. Baik, selagi kalian mencatat, saya absen.

Dalam sehari, dia menghancurkan semua harapanku. Dalam sehari, dia membuatku menangis. Dalam sehari, dia menjadi mimpi terburukku

Sayang berhenti menangis, masuk ke rumah. Tapi...tapi kenapa mama pergi, Pa? Masuk Sayang suatu saat nanti pasti kamu akan tahu kenapa mama harus

Lampiran. Ringkasan Novel KoKoro. Pertemuan seorang mahasiswa dengan seorang laki-laki separuh baya di pantai

DI BALIK DINDING. Apa ya, yang berada di balik dinding itu?, selalu dan selalu dia bertanya-tanya

Karya Kreatif Tanah Air Beta. Karya ini diciptakan untuk menuturkan isi hati Mama Tatiana di dalam buku hariannya. Karya

Ingatan lo ternyata payah ya. Ini gue Rio. Inget nggak? Rio... Rio yang mana ya? Ok deh, gue maklum kalo lo lupa. Ini gue Rio, senior lo di Univ

Kita akan pergi untuk madu. Ayo, Beruang Kecil! Kita akan pergi untuk madu dan aku tahu ke mana.

Anam Rufisa. Catatan Anak Kelinci. Penerbit. Ana Monica Rufisa

Berpisah... mudah kau bilang begitu. Kau bilang ini hanya sementara, dan bukan selamanya. Tapi aku tetap tidak rela kau pergi. Di gerbang kampus itu

Cinta, bukan satu hal yang patut untuk diperjuangkan. Tapi perjuangan untuk mendapatkan cinta, itulah makna kehidupan. Ya, lalu mengapa...

Cinta & Kehidupan Lika-Liku Kehidupan

Yui keluar dari gedung Takamasa Group dengan senyum lebar di wajahnya. Usaha kerasnya ternyata tak sia-sia. Dia diterima berkerja di perusahaan itu

S a t u DI PAKUAN EXPRESS

Jingga Senja kazuka s publisher

GURU. Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru. Ayo silahkan perkenalkan diri.

NEGERI PRAYOGI. Sudah dua hari aku libur semester ganjil. Tidak sampai enam bulan lagi aku akan menempuh

Pagi hari di sekolah didalam kelas ada 3 orang anak murid yang sedang berbincang-bincang. Yaitu Ditra, Dila, Tantri, DITRA.

Ha??? Serius kita mau ngambil jurusan itu??? Mau jadi apa ke depannya??? Mau makan apa kita???

Si Fero yang Tinggi Hati

Bagian 1 : Tak Kan Kubiarkan Kau Merebutnya Dariku!

PIPIN, KAKEK, DAN KERETA API. El Johan Kristama

Hari Raya Korban? Hari Raya Korban? (Idul Adha) (Idul Adha) Yesus menyatakan:

Pada suatu hari saat aku duduk di bangku sudut sekolah, tiba-tiba seseorang menepuk pundakku dari belakang.

TUGAS PERANCANGAN FILM KARTUN. Naskah Film Dan Sinopsis. Ber Ibu Seekor KUCING

DIPA TRI WISTAPA MEMBILAS PILU. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

MEMBINGKAI ASA. Tarie Kertodikromo

Who Are We?? Zul Rachmat. Diterbitkan melalui: Oleh: (Chatreen Moko) Copyright 2013 by (Chatreen Moko) Penerbit

vioooooo, udah jam 6 lewat, kamu mau sekolah apa gak sih jerit mama dari dapur ketika mendapati sarapan yang disiapkannya masih rapi di meja makan.

Entahlah, suamiku. Aku juga tidak pernah berbuat jahat dan bahkan selalu rajin beribadah, jawab sang isteri sambil menahan air mata.

TUGAS BROADCASTING. Nim : STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Tak Ada Malaikat di Jakarta

Awalnya aku biasa saja tak begitu menghiraukannya, karena aku menganggap, dia sedang melampiaskan

SINOPSIS. Universitas Darma Persada

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

LUCKY_PP UNTUKMU. Yang Bukan Siapa-Siapa. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Tri Fina Cahyani,2013


Nyai Ontosoroh. Heny Marwati. Anak-Anak Bumi Manusia 3

Dillatiffa. Unfortunate

Untuk ayah.. Kisah Sedih.

Loyalitas Tanpa Batas

BAB II RINGKASAN CERITA. sakit dan mengantarkan adik-adiknya ke sekolah. Karena sejak kecil Lina

Ketika mimpi menjadi sebuah bayangan, aku menanyakan "kapan ini akan terwujud?" Mungkin nanti, ketika aku telah siap dalam segalagalanya

SATU ada yang tertinggal

Wanita Yang Berhikmat (Amsal 31 : 10-31) Ditulis oleh Saumiman Saud Kamis, 30 April :11

Lucu memang.. Aku masih bisa tersenyum manis, melihatmu disana tertawa lepas bersamanya.

LAMPIRAN I. Verbatim (Bahasa Indonesia) Subjek JP. S : Iya, tidak apa-apa kak, saya juga punya waktu luang dan tidak ada kesibukan

Air mataku berlinang-linang sewaktu dokter mengatakan

KISAH KISAH YANG HAMPIR TERLUPAKAN

Ibu, Ibu tenang yah. Sella nanti akan cari di mana Andrie berada, yang penting Ibu sabar dan gak usah kawatir yah Bu..! Iya de, Ibu mohon de.

AYAH MENGAPA AKU BERBEDA?

Aku memeluk Ayah dan Ibu bergantian. Aroma keringat menusuk hidungku. Keringat yang selama ini menghiasi perjuangan mereka membesarkanku. Tanpa sadar

LAMPIRAN-LAMPIRAN PEDOMAN WAWANCARA

Mendengar pertanyaan itu, Umair menjadi balik heran, lalu berkata; Wahai Amirul Mukminin! Mengapa engkau menyangka demikian?

Dari jarak sepuluh meter bisa kukenali siapa lelaki yang duduk menundukkan kepalanya dan bertumpu pada lengannya yang ia letakkan di atas lutut.

KAJIAN KASUS SISWA SD DAN PENGEMBANGAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SD. : Kemalasan Dalam Menghapal Dan Kasus Pembulian.

Penantian Terakhir. Susi Retno Juwita. Penerbit Nulisbuku.com

LAMPIRAN I. Verbatim (Bahasa Indonesia) P : Peneliti. S : Subjek. Subjek HK. P : Assalamu alaikum de, selamat siang. S : Wa alaikum salam, siang..

SEKENARIO BIMBINGAN DAN KONSELING KELUARGA

ART OF THE TRIOMPE. Oleh: Dwi Wulandari

- ephy - Catatan dan Novela. dalamceritasaja.blogspot.com

STRATEGI PELAKSANAAN 1 (SP1) PADA KLIEN DENGAN KEHILANGAN DAN BERDUKA. No. MR : 60xxxx RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor

CHAPTER 1. There s nothing left to say but good bye Air Supply

BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan anak untuk optimalisasi bagi perkembangannya.

BROADCASTING TV MIDTERMS

Alin Ifa. Hadiah Terbaik. Penerbit. AFTSA Publisher

1. a. Seberapa sering kamu dan seluruh keluargamu menghabiskan waktu bersamasama? b. Apa saja yang kamu lakukan bersama dengan keluargamu?

Bagaimana mungkin bisa Sekarang aku harus terbiasa dengan ketidakhadiranmu di sisiku? Alasan, perlukah alasan?

Keluarga 117. Bab 11. Keluarga

BAB V PEMBAHASAN MASALAH

Transkripsi:

RIDWAN REMIN Auahelap! Self Publishing

Inilah aku orangnya. Si pemilik nama Jono Adi Putro, atau yang biasa dipanggil Jono (doang) oleh orang-orang yang mungkin terlalu malas untuk menyebutkan nama belakangku yang tiada lain ialah nama dari almarhum Ayahku. Panggil Jono ajalah, Biar gampang. Lagian kalo panggil Adi atau Putro, nanti malah bokap lu yang nyaut. Kan, serem! begitulah, kata beberapa orang yang selera humornya tidak terlalu tinggi. Atau yang biasa kusebut, orang-orang jenaka! 2

Saat ini aku sedang berada di usia yang sangat matang. Usia yang sering kali dianggap ideal untuk seorang lelaki bujang diledeki lapuk. Aku memang tidak lebih tua dari Ibuku, itu jelas. Aku pun tidak lebih muda dari bayi yang baru lahir, dan sekali lagi, itu sudah tentu jelas. Sejak 6 tahun yang lalu, aku sudah resmi keluar dan meninggalkan bangku kuliah dengan gelar Sarjana Komunikasi di genggaman. Tua? Iya. Tapi aku tidak setua itu, masih sangat bertenaga. Tidak percaya? Sini kutonjok! Aku ini anak dari seorang Ayah yang kaya raya. Tapi sayang, Ayah telah meninggal sejak lama. Sejak aku masih kecil. Sejak aku masih belum terlalu mengerti untuk apa sebenarnya aku dilahirkan. Aku ingat, saat itu RCTI baru saja resmi menjadi stasiun televisi swasta ke-dua di Indonesia. Dan sejaman dengan itu, Ayah resmi meninggalkan aku dan Ibu. 20 Tahun yang lalu. Aku dan Ibu. Kami berdua tidak hanya ditinggalkannya begitu saja. Ia meninggalkan kami 3

dengan segudang harta warisan yang lebih dari cukup untuk memenuhi segala kebutuhan kami sewaktu-waktu. Bahkan, tidak hanya itu. Seperhitunganku, harta warisan Ayah tidak hanya akan memenuhi kebutuhanku dan Ibu, tapi juga mampu memenuhi kebutuhan anak-anakku nanti. Cucu-cucuku juga. Dan anak dan cucu dari para cucu-cucuku berikutnya. Harta warisan peninggalan Ayah memang sangat banyak. Banyak sekali. Mungkin, tidak akan pernah bisa dihabiskan seperti harta Keluarga Cendana. Kalau kau mengira aku sedang bercanda, ya terserah sajalah. Kesibukanku? Sekarang Aku berstatus sebagai pekerja kantoran di salah satu gedung perkantoran yang ada daerah Jakarta Selatan, bagian barat Indonesia. Aku memang anak orang kaya. Tapi bukan pula aku ini dibesarkan untuk menjadi pemalas yang hanya bisa menikmati hasil kerja keras orang tuaku saja tanpa melakukan usaha apa pun yang berguna. Selain itu, Ibu juga tidak suka melihatku bermalas-malasan. Selalu saja Ibu marah kalau 4

melihat anak semata wayangnya ini hanya berdiam diri di dalam rumah tanpa melakukan aktivitas apa pun yang menurutnya berguna. Keluar, gih! Jangan diem di rumah terus. Nanti keasikan diem malah gak bisa bergerak, lho. kata Ibu di satu waktu ketika aku sedang asik menganggur setelah lulus dari kuliah. Emangnya Ibu mau, aku pergi terus gak pulang-pulang lagi? kataku membela diri dari depan televisi yang sangat sulit ditinggali, jadi mending aku diem terus tapi tetep ada di rumah, kan? Terserah kamu, lah! kata Ibu, yang saat itu terlihat tiada beda seperti layaknya anak muda jaman sekarang yang sedang pusing meladeni kelakuan kekasihnya. Membicarakan Ibu, aku jadi kagum sekaligus sedih. Kesedihan tak pernah kurasakan sehebat ini sebelumnya. Kali ini air mataku teramat sulit 5

kubiarkan tetap diam di pelupuk mata. Rasanya mereka semua ingin melompat keluar; menyapa Ibu yang tengah terbaring lemas di kamarnya. Tubuh Ibu kini memang sudah benar-benar lemas, bahkan rasanya sudah terlalu lemas walau hanya untuk menghela napas. Sudah kubujuk Ia ke Dokter, tapi tak mau. Biarin Ibu istirahat di rumah aja, begitu katanya. Seharusnya aku sudah beristri. Karena tak setiap waktuku bisa selalu ada di sampingnya, menemaninya. Aku terlalu sibuk menjalani rutinitas karena tuntutan pekerjaan. Sampai-sampai aku malah lebih banyak berbagi waktu bersama orang-orang yang tak kukenali sebelumnya; merebut waktuwaktuku bercengkerama dengan orang yang kukenali dan kucintai, seharusnya. Seharusnya aku memang sudah beristri. Agar tak lagi hanya ada bantal dan guling yang menemaninya ketika aku sedang tak berada di rumah. 6

Kerap kulihat Ibu sedang bicara pada dinding kamar. Mencurahkan segala kepedihannya, menangis menahan rasa sakit yang sudah sejak lama menyetubuhinya. Tangisku pun pecah dibuatnya. 7

Mau Tahu Cerita Selengkapnya? Yuk Dibeli Bukunya! 8