Paket Hapalan Tata Negara dan Kewarganegaraan

dokumen-dokumen yang mirip
Tugas dan Wewenang serta Dasar Hukum Lembaga Negara

UU 22/2003, SUSUNAN DAN KEDUDUKAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

RANGKUMAN KN KEDAULATAN ARTI : KEKUASAAN TERTINGGI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2003 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. 1.4 Metode penelitian

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ara urut ut UUD 1945 Hasil Amandemen

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERUBAHAN KETIGA UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN

ANOTASI UNDANG-UNDANG BERDASARKAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2014 TENTANG

LEMBAGA LEMBAGA NEGARA. Republik Indonesia

2018, No Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2014 tentang P

JANGAN DIBACA! MATERI BERBAHAYA!

R U J U K A N UNDANG UNDANG DASAR 1945 DALAM PUTUSAN-PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

SOAL VALIDITAS Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberikan tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d,!

MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA

MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA BAHAN TAYANGAN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA

NEGARA DAN BENTUK PEMERINTAHAN F I R M A N, S. S O S., M A

BAB II TUGAS DAN WEWENANG LEMBAGA KEKUASAAN EKSEKUTIF, LEGISLATIF, DAN YUDIKATIF DI INDONESIA

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

Hubungan Antar Lembaga Negara IRFAN SETIAWAN, S.IP, M.SI

POLITIK DAN STRATEGI (SISTEM KONSTITUSI)

UNDANG-UNDANG DASAR 1945 PEMBUKAAN

Peristilahan Pengertian HTN Inti permasalahan HTN Peranan Hukum dalam HTN Ruang Lingkup HTN Perbedaan HTN dengan HAN Lembaga Negara Indonesia

Struktur Pemerintahan. Kedudukan, fungsi, dan kewenagan lembaga-lembaga negara. UUD 1945 dan amandemennya

PERUBAHAN KETIGA UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Dasar Pemikiran Perubahan. Sebelum Perubahan. Tuntutan Reformasi. Tujuan Perubahan. Kesepakatan Dasar. Dasar Yuridis. Hasil Perubahan.

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2014 TENTANG MAJELIS PERMUSYAWARAN RAKYAT,

RINGKASAN PERBAIKAN PERMOHONAN PERKARA Registrasi Nomor : 72/PUU-X/2012 Tentang Keberadaan Fraksi Dalam MPR, DPR, DPD dan DPRD

Ulangan Akhir Semester (UAS) Semester 1 Tahun Pelajaran

Tugas Lembaga PKN. Disusun oleh: Rafi A. Naufal R. Raden M. Adrian Y.

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 DAN AMANDEMENNYA

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

MATRIKS UUD 1945 dan Hasil Amandemen UUD Pertama, Kedua, Ketiga dan Keempat UUD 1945

CONTOH SOAL DAN JAWABAN UKG PKN SMP Berikut ini contoh soal beserta jawaban Uji Kompetensi Guru PKn SMP

PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1/DPR RI/TAHUN 2009 TENTANG TATA TERTIB

DPR Sebagai Pembuat Undang Undang

PERUBAHAN KETIGA UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UU & Lembaga Pengurus Tipikor L/O/G/O

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

1. Mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Tugas dan Fungsi MPR Serta Hubungan Antar Lembaga Negara Dalam Sistem Ketatanegaraan

Pasal 3 (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan Undangundang Dasar. ***) (2) Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Pres

LEMBAGA NEGARA DALAM PERSPEKTIF AMANDEMEN UUD 1945 H. BUDI MULYANA, S.IP., M.SI

Presiden dan Wakil Presiden dalam Sistem Hukum Ketatanegaraan Indonesia. Herlambang P. Wiratraman 2017

Faridah T, S.Pd., M.Pd. NIP Widyaiswara LPMP Sulawesi Selatan

Lembaga Kepresidenan dalam Sistem Presidensial

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

UNDANG UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 DALAM SATU NASKAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERUBAHAN UUD 1945 SEBELUM DAN SESUDAH AMANDEMEN PERUBAHAN UUD 1945 SEBELUM DAN SESUDAH AMANDEMEN

Title? Author Riendra Primadina. Details [emo:10] apa ya yang di maksud dengan nilai instrumental? [emo:4] Modified Tue, 09 Nov :10:06 GMT

MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA

2 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rak

TATA TERTIB DPR. Bab I Ketentuan Umum. Pasal 1. Dalam Peraturan Tata Tertib ini yang dimaksud dengan :

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN...1 A. Latar Belakang...1. B. Rumusan Masalah...7. C. Tujuan Penelitian...8. D. Manfaat Penelitian...

Program Sasaran

D. Semua jawaban salah 7. Kekuasaan Kehakiman ialah kekuasaan yang merdeka artinya A. Terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah B. Tidak bertanggung

PERBANDINGAN UUD SEBELUM AMANDEMEN DAN SESUDAH AMANDEMEN

BAB II KAJIAN TEORETIK DAN KAJIAN NORMATIF

PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG TATA TERTIB DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

RINGKASAN PERBAIKAN PERMOHONAN KEDUA Perkara Nomor 79/PUU-XII/2014 Tugas dan Wewenang DPD Sebagai Pembentuk Undang-Undang

ANALISIS UUD 1945 SEBELUM DAN SESUDAH AMANDEMEN. Pasal 19 s/d 37. Tugas untuk memenuhi Mata Kulia Pendidikan Kewarganegaraan

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN PEMBUKAAN ( P r e a m b u l e)

PEMERINTAHAN DAERAH. Harsanto Nursadi

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RINGKASAN PERMOHONAN Perkara Nomor 79/PUU-XII/2014 Tugas dan Wewenang DPD Sebagai Pembentuk Undang-Undang

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. : SMP NEGERI 1 Prambanan, Sleman. Alokasi Waktu : 6 X 40 Menit ( 3 x pertemuan )

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 PEMBUKAAN. (Preambule)

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

2 c. bahwa beberapa ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakila

STRUKTUR PEMERINTAHAN DAERAH MUCHAMAD ALI SAFA AT

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA,

BAB II TINJAUAN KEBERADAAN LEMBAGA PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

RANI PURWANTI KEMALASARI SH.MH. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS. Program Studi MANAJEMEN.

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 PEMBUKAAN. (Preambule)

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN PEMBUKAAN ( P r e a m b u l e)

KEKUASAAN PEMERINTAH NEGARA MENURUT UUD NRI 1945 PERKEMBANGAN DAN DINAMIKANYA

2013, No Mengingat dan tata cara seleksi, pemilihan, dan pengajuan calon hakim konstitusi serta pembentukan majelis kehormatan hakim konstitusi;

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Konstitusi dan Rule of Law

Transkripsi:

1

2

Paket Hapalan Tata Negara dan Kewarganegaraan Negara dan Bangsa Teori terjadinya negara Pendekatan faktual (primer) Teori Keterangan Contoh Occupatie Pendudukan Liberia Separatie Pemisahan diri Belgia dari Belanda, Bosnia, Kroasia dari Yugoslavia Fusi Inovatie Cessie Beberapa Negara melebur menjadi Negara baru Suatu Negara lenyap, dan muncul negaranegara baru Penyerahan suatu daerah kepada Negara lain Proklamasi Pernyataan kemerdekaan Indonesia Pendekatan Teoritis (sekunder) Jerman Barat+Jerman Timur = Jerman Kolombia Venezuela+kolombia baru Sleeswijk diserahkan Austria pada Prusia Teori Keterangan Tokoh pendukung Ketuhanan Timbulnya Negara adalah atas Friederich Julius Stahl, Agustinus, kehendak Tuhan Thomas Aquninos Perjanjian Masyarakat Kekuasaan Hukum alam Rakyat melakukan kontrak sosial untuk mengatur agar tidak terjadi kekacauan Negara terbentuk berdasarkan kekuasaan Negara terbentuk melalui proses sederhana Grotius, John Locke, Immanuel Kant, Thomas Hobbes, J.J. Rousseau Kalikles, Voltaire, Karl Max, Frederick Engels, F. Oppenheimer Plato, AristoteleS Bentuk Negara 1. Negara Kesatuan : dipimpin suatu pemerintah pusat yang mengatur seluruh daerah secara totalitas 2. Negara Serikat : gabungan dari beberapa negara bagian Bentuk pemerintahan Monarki (kerajaan) Absolut Konstitusional Parlementer Dikepalai oleh raja, kekuasaan tak terbatas Dikepalai oleh raja, kekuasaan dibatasi undang-undang Kepala Negara adalah raja, kepala pemerintahan adalah 3

Republik Absolut Konstitusional Parlementer perdana menteri Dikepalai oleh presiden, kekuasaan tak terbatas Dikepalai oleh presiden, kekuasaan dibatasi undang-undang Kepala Negara adalah presiden, kepala pemerintahan adalah perdana menteri Sistem pemerintahan Ciri Presidensil Presiden adalah kepala pemerintahan sekaligus kepala negara Parlementer Presiden sebagai kepala Negara, eksekutif terdiri dari perdana menteri dan menteri yang bertanggung jawab pada parlemen Kelebihan Badan eksekutif lebih stabil Sistem pertanggungjawaban jelas dan pembuatan keputusan tidak memakan waktu lama Kekurangan Contoh Negara Sistem pertanggungjawaban kurang jelas; pembuatan keputusan memakan waktu lama Amerika Serikat, Cina, Pakistan, Indonesia Pemerintahan kurang stabil karena parlemen sewaktu-waktu dapat menjatuhkan eksekutif Inggris, Jepang Unsur Negara 1. Wilayah; yang terdiri dari darat, laut, angkasa, dan wilayah ekstrateritorial. 2. Penduduk; yang terdiri dari warga negara dan bukan warga negara. 3. Pemerintah 4. Kedaulatan; yang terdiri dari pengakuan de facto(secara fakta) dan de jure(secara yuridis). 4

Lembaga Tinggi Negara PRESIDEN Presiden berperan sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara dan panglima militer tertinggi. Presiden memiliki jabatan lima tahun dan dapat dipilih lagi untuk satu kali masa jabatan. Syarat presiden : 1. Warga Indonesia 2. Tidak mengkhianati negara 3. Mampu secara jasmani dan rohani Wewenang presiden sebagai kepala negara : 1. Mengangkat duta dan konsul 2. Menerima penempatan duta negara lain 3. Memberi grasi dan rehabilitasi 4. Memberi amnesti dan abolisi 5. Memberi gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan lainnya Wewenag presiden sebagai kepala pemerintahan : 1. Berhak mengajukan RUU kepada DPR 2. Menetapkan peraturan pemerintah 3. Membuat perjanjian internasional 4. Menjalankan fungsi eksekutif 5. Mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri 6. Membuat perjanjian dengan negara lain Wewenang presiden sebagai panglima tertinggi : 1. Memegang kuasa tertinggi atas AD, AL dan AU 2. Menyatakan perang, membuat perdamaian dengan negara lain 3. Menyatakan keadaan bahaya DPR Fungsi DPR 1. Fungsi Legislasi 2. Fungsi Anggaran 3. Fungsi Pengawasan Wewenang DPR 1. Membentuk undang-undang yang dibahas dengan presiden untuk mendapat persetujuan bersama 2. Membahas dan memberikan keputusan terhadap Peraturan Pemerintah Pengganti UU 3. Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban keuangan negara yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan 5

4. Menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara bersama Presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD 5. Memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan dengan memperhatikan pertimbangan DPD 6. Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban keuangan negara yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan 7. Mengajukan, memberikan persetujuan, pertimbangan/konsultasi, dan pendapat 8. Menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat 9. Melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang ditentukan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan undang-undang Hak DPR 1. Hak inisiatif : mengajukan RUU 2. Hak angket : mengadakan penyelidikan kebijakan 3. Hak budget : anggaran 4. Hak amandemen : mengubah RUU 5. Hak interpelasi : meminta keterangan 6. Hak petisi : mengajukan pertanyaan atas kebijakan Hak anggota DPR 1. Mengajukan rancangan undang-undang 2. Mengajukan pertanyaan 3. Menyampaikan usul dan pendapat 4. Memilih dan dipilih 5. Membela diri 6. Imunitas 7. Protokoler 8. Keuangan dan administratif Alat kelengkapan DPR 1. Pimpinan DPR 2. Badan Musywarah 3. Komisi 4. Badan Urusan Rumah Tangga 5. Badan Kerja Sama antar Parlemen 6. Panitia khusus MPR Tugas dan wewenang MPR 1. Mengubah dan menetapkan UUD 2. Memutuskan usul DPR berdasarkan putusan MK untuk memberhentikan p-residen dan wakilnya dalam masa jabatanya dan wakil presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan alasannya didalam siding 3. Melantik presiden dan wakil presiden dalam sidang paripurna MPR 6

4. memutuskan usul Dewan Perwakilan Rakyat berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk 5. memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden dalam masa jabatannya setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan penjelasan untuk menyampaikan penjelasan dalam Sidang Paripurna Majelis; 6. melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya; 7. memilih dan melantik Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatanya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari; 8. memilih dan melantik Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya, dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya sampai habis masa jabatannya. Hak-hak Anggota MPR RI 1. mengajukan usul pengubahan pasal Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 2. menentukan sikap dan pilihan dalam pengambilan keputusan 3. memilih dan dipilih 4. membela diri 5. imunitas 6. Protokoler, dan 7. keuangan dan administratif Alat kelengkapan MPR 1. Pimpinan Majelis 2. Badan pekerja majelis 3. Komisi majelis 4. Panitia Ad hoc DPD Wewenang Dewan Perwakilan Daerah ( DPD ) 1. Dapat mengajukan ke DPR RUU yang terkait dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemerkaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya dan pertimbangan keuangan pusat dan daerah. 2. Ikut membahas RUU yang terkait dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya dan pertimbangan keuangan pusat dan daerah. 3. Memberi pertimbangan kepada DPR atas RUU PABN dan RUU yang terkait dengan pajak, pendidikan dan agama. 4. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan UU yang terkait otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya 7

alam dan sumber daya ekonomi lainnya dan pertimbangan keuangan pusat dan daerah serta menyampaikan hasil pengawasan kepada DPR. 5. Menerima hasil pemeriksaan keuangan dari BPK. 6. Memberikan pertimbangan kepada DPR mengenai pemilihan anggota BPK. Hak-Hak Anggota DPD RI 1. Menyampaikan usul dan pendapat 2. Memilih dan dipilih 3. Membela diri 4. Imunitas 5. Protokoler, dan 6. Keuangan dan Administratif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tugas dan wewenang BPK a. Memeriksa tanggungjawab pemerintah tentang keuangan Negara b. Memeriksa semua pelaksanaan APBN c. Pelaksanaan pemerintah dilaksanakan berdasarkan ketentuan-ketentuan UU d. Hasil pemeriksaan BPK diberitahukan kepada DPR e. Memeriksa tanggung jawab keuangan Negara apakah telah digunakan sesuai yang telah disetujui DPR. Komisi Yudisial Tugas dan wewenang KY 1. Mengusulkan calon hakim agung kepada DPR untuk mendapat kan persetujuan dan selanjut nya ditetapkan sebagai hakim agung oleh presiden 2. Mengusulkan pengangkatan Hakim Agung 3. Melakukan pendaftaran calon Hakim Agung 4. Melakukan seleksi terhadap Calon Hakim Agung 5. Menetapkan calon Hakim Agung 6. Mengajukan Calon Hakim Agung ke DPR 7. Menjaga dan menegakkan kehormatan, kleluhuran martabat, serta perilaku hakim Mahkamah Agung Tugas dan wewenang MA 1. Berwenang mengadili pada tingkat kasasi, menguji peraturan perundangundangan dibawah Undang-Undang, dan mempunyai wewenang lainnya yang diberikan olehundang-undang 2. Mengajukan 3 orang anggota Hakim Konstitusi 3. Memberikan pertimbangan dalam hal Presiden membergrasi dan rehabilitasi. 8

4. Mengawasi dan memimpin jalannya perelihan pemerintahan pada seluruh tingkat pengadilan 5. Menguji secara meteril perundang undangan dibawah UU. Mahkamah Konstitusi Tugas dan wewenang MK 1. Menguji Undang-Undang terhadap UUD 1945 2. Memutus sengketa kewenangan antara lembaga-lembaga Negara, yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945 3. Memutus pembubaran partai politik 4. Memutus perselisihan tentang hasil Pemilu 5. memberi keputusan atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan Wakil Presiden Menurut UUD 1945 9

Kewarganegaraan Penduduk Warga negara : sekelompok manusia yang tinggal di wilayah suatu negara : sekelompok manusia yang secara hukum diakui menjadi warga negara. Asas kewarganegaraan - Asas Ius Sanguinis (keturunan) : kewarganegaraan menurut kewarganegaraan orang tua - Asa Ius Soli (tempat kelahiran) : kewarganegaraan menurut tempat lahir Stelsel kewarganegaraam 1. Stelsel aktif : secara aktif melakukan tindakan hukum untuk memperoleh kewarganegaraan, missal naturalisasi. 2. Stelsel pasif : secara langsung menjadi warga negara tanpa melakukan tindakan hukum tertentu. Hubungan Internasional Politik bebas aktif : Bebas : bebas menentukan sikap dan pandangan terhadap masalah internasional, dan tidak memihak kepada salah satu kekuatan dunia. Aktif : Indonesia aktif memperjuangkan perdamaian dan ketertiban dunia. Asas Hubungan Internasional Asas territorial : asas yang didasarkan pada kekuasaan negara atas wilayahnya Asas kebangsaan : asas yang didasarkan pada kekuasaan negara untuk warga negaranya Asas kepentingan umum : asas yang didasarkan pada wewenang negara untuk melindungi dan mengatur kepentingan dalam kehidupan bermasyarakat. Asas Hukum Internasional Egality : Berkedudukan sama Courtesy : Saling menghormati Reprocity : Pembalasan yang setimpal Pacta sunt servanda : Yang telah dibuat harus ditaati Rebus sig stantibus : digunakan untuk perubahan manusia Tahap Perjanjian Internasional (Konvensi Wina 1961) 1. Perundingan (Negoitation) 2. Penandatangan (Signature) 3. Pengesahan (Ratification) Otonomi Daerah UU terkait : UU 32 tahun 2004 Pasal di UUD terkait : Pasa 18, 18A, 18B 10

Asas Otonomi Daerah 1. Desentralisasi : penyerahan wewenang oleh pemerintah pusat kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan 2. Dekonsentrasi : pelimpahan wewenang pleh pemerintah pusat kepada gubernur sebagai wakil pemerintah pusat dan/atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu 3. Tugas pembantuan : penugasan dari pemerintah pusat kepada daerah untuk melakukan tugas tertentu. Prinsip Otonomi Daerah 1. Otonomi seluas-luasnya 2. Otonomi yang nyata 3. Otonomi yang bertanggung jawab Sumber Pendapatan Daerah 1. Pendapatan Asli Daerah (PAD) : pajak daerah, retribusi daerah, pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah 2. Dana Perimbangan : a. Dana Bagi Hasil : PBB, BPHTB, PPh, dan sumber daya alam b. Dana alokasi umum : bersumber APBN, dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar daerah c. Dana Alokasi Khusus : bersumber APBN, dipergunakan untuk membantu mendanai kegiatan khusus pada daerah tertentu sesuai dengan prioritas nasional 3. Lain-lain pendapatan yang sah : hibah, dana darurat, dll. Paket Undang- Undang UU No 20/2003 : Sistem Pendidikan Nasional UU No 24/2003 : Mahkamah Konstitusi UU No 23/1999 jo No 3/2004 : Bank Indonesia UU No 12/2006 : Warga Negara UU NO 39/1999 : Hak Asasi Manusia UU No 26/2000 : Pengadilan Ham UU No 07/1984 : Diskriminasi Thd Wanita UU No 23/2002 : Perlindungan Anak UU No 29/1999 : Ratifikasi Konvensi Diskriminasi Rasial UU No 11/2005 : Ratifikasi Kovenan Nak Ekonomi, Sosial, Budaya UU No 12/2005 : Ratifikasi Kovenan Hak Sipil&Politik 11

12

13