BAB II TINJAUAN PUSTAKA

dokumen-dokumen yang mirip
EDITOR ORANG YANG TERLATIH DAN TERDIDIK UNTUK MENGEDIT FILM DAN REKAMAN VIDEO

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Finishing Audio Visual dengan Analisa Editing

MENGIDENTIFIKASI TRANSISI SHOT. Untuk Memenuhi Tugas Penyuntungan Digital II Dosen Pengampu : Ranang Agung S., S.Pd., M.Sn

Modul ke: EDITING II EDITING LINIER DAN NON LINIER. Fakultas Ilmu Komunikasi. Bagus Rizki Novagyatna. Program Studi Broadcasting.

Ciri khas tulisan feature

SOSIAL MEDIA. Munif Amin Romadhon. munifamin. Munif Amin. munifamin89

Tahapan Editing & Teknik Dasar Editing

MENGIDENTIFIKASI CUTTING TRANSITION PADA FILM DAN KESAN YANG DITIMBULKAN

IDENTIFIKASI TRANSISI SHOT PADA EDITING VIDEO

MENGIDENTIFIKASI TRANSISI SHOT & CUTTING. Untuk memenuhi tugas Penyuntingan Digital II Dosen Pengampu : Ranang Agung S., S.Pd., M.Sn.

Modul. SEKOLAH MENULIS DAN KAJIAN MEDIA (SMKM-Atjeh) PRODUKSI BERITA TELEVISI 1 Kamaruddin Hasan 2

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan dan kepentingannya. Seperti yang diibaratkan oleh Djafar Assegaf. sarana untuk mendapatkan informasi dari luar.

- Menyusun, memotong dan memadukan kembali (film/rekaman) menjadi sebuah cerita utuh dan lengkap. (kamus besar bahasa indonesia, P&K 1994)

MENGIDENTIFIKASI TRANSISI SHOT PADA SEBUAH VIDEO SERTA KESAN YANG DITIMBULKAN

MENGIDENTIFIKASI TRANSISI SHOT

BAB I PENDAHULUAN. kepada orang lain secara timbal balik. tertentu, yang akhirnya semakin meningkatkan kebutuhan-kebutuhan pada

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. Produksi merupakan tahap lanjutan dari tahap pembuatan video feature,

Mata Kuliah - Advertising Project Management-

(Sumber: Film The Raid 2, TC 00:01:49-00:01:50)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. Produksi merupakan tahap lanjutan dari tahap pembuatan video dokumenter,

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

TEKNIK EDITING II. Pertemuan 3. Yosaphat Danis Murtiharso, S.Sn., M.Sn. Modul ke: Fakultas Ilmu Komunikasi. Program Studi Broadcasting

LAPORAN ASPEK EDITING DALAM TRAILER KAMPUNG SENI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. Produksi merupakan tahap lanjutan dari tahap pembuatan film, merupakan

BAB III LANDASAN TEORI. 3.1 Televisi Sebagai Media Massa Elektronik. berwarna yang mempunyai berbagai jenis pemancar (TV kabel).

BAB III LANDASAN TEORI

Jurnalistik (journalistic) artinya kewartawanan atau kepenulisan. Kata dasarnya jurnal (journal), artinya laporan atau catatan, atau jour dalam

Harwanto dan M. Arif, penulis mendapatkan penjelasan mengenai peran editor dalam. proses produksi Redaksi Pagi. Hasilnya adalah sebagai berikut:

BAB IV TAHAP PRODUKSI DAN PASCA PRODUKSI PROGRAM

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. Pada Bab IV ini membahas tentang bagaimana penerapan elemen-elemen. rancangan karya terhadap pengembangan film pendek ini.

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB III TINJAUAN PUSTAKA. penjelasan-penjelasan mendetail beserta sumber-sumber teoritis yang berkaitan


Tahapan Proses Pembuatan Animasi / Pipeline

BAB III KONSEP PERANCANGAN. Tujuan peneliti dalam film dokumenter SENJANG ini, peneliti ingin

Teknik Reportase dan Wawancara

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1. Judul Perancangan 2. Latar Belakang

LAPORAN ASPEK EDITING DALAM TRAILER KAMPUNG SENI

BAB I PENDAHULUAN. baru, baik yang bergabung dalam major label maupun indie label. Indie label dan

PENGANTAR EDITING SUTRADARA SKENARIO

Pelatihan singkat pengambilan gambar dan hal-hal yang harus diperhatikan

Tugas Praktikum Media Siaran FEATURE. Disusun Oleh : DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Mengelola bisnis media penyiaran merupakan salah satu bisnis yang paling

LITBANG KOMPAS NURUL FATCHIATI

LAMPIRAN 1. Wawancara dengan Eksekutif Produser (Endan Syafardan) Hasil wawancara dengan eksekutif produser program berita Warta Malam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III LANDASAN TEORI. 1.1 Televisi Sebagai Media Pembelajaran

TEKNIK EDITING II. Pertemuan 6. Yosaphat Danis Murtiharso, S.Sn., M.Sn. Modul ke: Fakultas Ilmu Komunikasi. Program Studi Broadcasting

BAB IV PELAKSANAAN KULIAH KERJA MEDIA

LAPORAN VIDEO TRAILER KAMPUNG SENI #2 ISI SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. yang hanya dapat dilihat sepintas, juga sangat mempengaruhi cara-cara penyampaian

LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR ASISTENSI LEMBAR ASITENSI KHUSUS KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR ISTILAH DAFTAR ISI

BAB II. KERANGKA TEORI dan FOCUS of INTEREST

SOFTWARE TERBAIK UNTUK VIDEO EDITING

Materi Perkuliahan I BERITA TV

BAB IV TEKNIS PERANCANGAN DAN MEDIA. produksi yaitu media utama yang berupa motion graphic video.

BAB I PENDAHULUAN. Dalam menyampaikan sebuah informasi, banyak media yang dapat dipakai

Dokumenter Episode ke 3. Menemukan Ide dan Merumuskan Konsep

BAB II LANDASAN TEORI

PRODUKSI FILM ANIMASI SEDERHANA

DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP

REVIEW TUGAS AKHIR AUDIO VISUAL PROGRAM DOKUMENTER SOLO ECO-CITY TUGAS PENYUNTINGAN DIGITAL II

BAB I PENDAHULUAN. game berjalan beriringan, dan para desainer saling bersaing secara kreatif. Fakta

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang


Muhamad Husni Mubarok, S.Pd., M.IKom

BAB 5 EVALUASI. Gambar 5.1 Editing imovie

POST PRODUCTION. Pasca Produksi

BAB I PENDAHULUAN. sangat mudah ditemukan untuk menjadi media hiburan. Dalam buku Mari Membuat

BAB III LANDASAN TEORI

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. kemudian berusaha mengembangkan bersama-sama dengan pencipta lagu.

BAB III TINJAUAN PUSTAKA. Dalam Bab III, Tinjauan Pustaka, penulis akan menerangkan tentang. Revohutionary Premiere 6 D. Vision (2002: 25) video

KAMPUNG SENI ISI LAPORAN PENYUNTINGAN DIGITAL VIDEO TRAILER

BAB III LANDASAN TEORI

LAPORAN PRODUKSI TEASER KAMPUNG SENI ISI SURAKARTA

Produksi suatu program acara terdiri atas tiga bagian utama, yaitu: 1. Praproduksi (perencanaan) 2. Produksi (eksekusi program out door/in door) 3.

BAB III KONSEP PERANCANGAN. Tujuan peneliti dalam film dokumenter Creation Of Daniel s ini, peneliti

BAB 2 KAJIAN PUSTAKA

BAB III PENYAJIAN DATA. wawancara dari para editor program berita kabar riau di Dumai Vision yang

LAPORAN EDITING TEASER KAMPUNG SENI 2015

PAV SUDUT PENGAMBILAN GAMBAR (CAMERA ANGLE) Camera angle adalah sudut dimana kamera mengambil gambar suatu obyek, pemandangan atau adegan.

TUGAS PENYUNTINGAN DIGITAL

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. tugas akhir ini akan membuat sebuah film animasi 2D dengan rigging. Pada Bab

APLIKASI ULEAD VIDEO STUDIO

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA

BAB 2 KAJIAN PUSTAKA

Editing Video Menggunakan Adobe Premiere Pro

BAB II LANDASAN TEORI

Ketentuan Penulisan. Skripsi/Kajian Komunikasi

BAB I PENDAHULUAN. diperlukan dalam penyampaian pesan. Salah satu media audio visual yaitu film.

Referensi DOKUMENTER. dari Ide sampai ProduksI. Gerzon R. Ayawaila 2008 FFTV IKJ PRESS

REVIEW KARYA AUDIO VISUAL VIDEO MUSIK KISAH HATI. Kelompok 3. Disusun Oleh : Devita Nela Sari ( ) Ogy Prabu Santosa ( )

Mata Kuliah : PR Writing 1. Topik ke-8: Menulis Feature. abdurrahman/prw1/2009 1

BAB III LANDASAN TEORI

Transkripsi:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Feature Menurut Daniel R. Williamson, feature adalah artikel yang kreatif, kadang-kadang subjektif yang dirancang terutama untuk menghibur dan memberitahu pembaca tentang peristiwa, situasi, atau aspek kehidupan (Mappatoto, 1999:3). Dalam buku Seandainya Saya Wartawan Tempo mendefinisikan, cerita feature adalah artikel yang kreatif, kadang-kadang subjektif, yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian, keadaan, atau aspek kehidupan. 2.1.1 Kekhasan feature Kerap orang mencampurkan feature dengan opini dan news, karena memang diantara kedua ragam itulah tempatnya. Akan tetapi,sebenarnya feature punya cirri khas sendiri. Lebih dari dua dekade terakhir, ragam ini sangat penting perannya, terutama Karena feature sanggup bersaing dengan media elektronika. Dari sisi kecepatan, media cetak tidak akan sanggup mengalahkan media elektronika. Tidak mungkin media cetak melakukan liputan langsung seperti media elektronika. Namun, sisi keterbatasan media elektronika juga ada. Karena terbatas oleh durasi, media elektronika menyiarkan berita hanya sekilas,tidak dalam. Nah, disitulah letak kelebihan media cetak. Media cetak bisa mengulas suatu peristiwa atau objek secara dalam. Bahasannya begitu dalam dan mempesona, memenuhi ingin tahu pembaca, apalagi jika ditulis secara baik sehingga mencekam. (R. Masri Sareb Putra:82) 8

Asep Syamsul M. Romli menjelaskan bahwa dari sejumlah pengertian feature yang ada, dapat ditemukan beberapa ciri khas tulisan feature, antara lain : 1. Mengandung segi human interest Tulisan feature memberikan penekanan pada fakta-fakta yang dianggap mampu menggugah emosi-menghibur, memunculkan empati dan keharuan. Dengan kata lain, sebuah feature juga harus mengandung segi human interest atau human touch menyentuh rasa manusiawi. Karenanya feature termasuk kategori soft news (berita ringan) yang pemahamannya lebih menggunakan emosi. Berbeda dengan hard news (berita keras) yang isinya mengacu pada pemahaman dan lebih banyak menggunakan pemikiran. 2. Mengandung unsur sastra Satu hal penting dalam sebuah feature adalah harus mengandung unsur sastra. Feature ditulis dengan cara atau gaya menulis fiksi. Karenanya tulisan feature mirip dengan sebuah cerpen atau novel bacaan ringan dan menyenangkan. Namun tetap informative dan factual. Karenanya pula seorang penulis feature pada dasarnya adalah seseorang yang sedng bercerita. Karakteristik menurut Drs. Umar Nur Zain ada 6 yaitu 1. Kreatifitas (creativity) Memungkinkan penulis menciptakan sebuah cerita (dengan teknik berkisah) namun bukan secara fiktif 2. Subjectivitas (subjectivity) Dengan menggunakan modal aku, memungkinkan penulis memasukan emosi dan pemikirannya. 3. Informatif ( informativeness) Feature memang terkadang tiadak memiliki nilai berita. Ia justru cenderung memberi nilai informasi mengenai situasi atau aspek kehidupan. 9

4. Menghibur (entertainment) Selain memberikan informasi, jenis feature tertentu bersifat memberikan hiburan kepada penonton lewat sajian yang ringan. 5. Melawan kebasian Berita dapat termakan waktu dalam 24 jam, tetapi feature tidak termakan waktu 6. Sebagai penyaluran pendapat pers dan masyarakat (Zain, 1995:20-23) 2.1.2 Jenis-Jenis Feature Jenis-jenis Feature antara lain: a. Feature Berita Mengandung unsur bentuknya, berhubungan dengan peristiwa aktual yang menarik perhatian khalayak. Feature ini biasanya berupa pengembangan dan pendalaman (News Analysis) dari sebuah straight news / issue yang masih menjadi perhatian publik. b. Feature Artikel Cenderung menonjolkan segi sastra, namun masih tetap mengandung segi jurnalistik. Karena segi obyektifitasnya juga masih terjaga. Biasanya dalam bentuk laporan yang mempunyai segi aktual tapi bukan berita. c. Feature Human Interest Muatan isinya langsung dapat menyentuh rasa perikemanusiaan pembaca, seperti kegembiraan, kejengkelan, bahkan kebencian. d. Feature Profil Tokoh/ Biografi Bercerita tentang biografi singkat tokoh-tokoh tertentu yang menarik untuk dibahas. Misal: tulisan tentang seseorang tokoh yang baru meninggal (in memorian). e. Feature Otobiografi Manusiawi Khusus menceritakan riwayat hidup tokoh tertentu. Biasanya tokoh yang masih hidup dan menunjukkan unsur yang dapat digolongkan ke dalam keintiman 10

pribadi, hal-hal yang bersifat subyektif dari sudut pandang tertentu yang jarang diketahui orang. f. Feature Perjalanan/ Petualangan Ditulis oleh pelaku perjalanan petualang secara langsung atau tidak langsung. Feature menggunakan laporan kisah perjalanan, fakta-fakta yang ditemui, dan kesan-kesan yang dirasakan selama perjalanan itu. Dalam feature jenis ini, subyektifitas penulis sangat menonjol dengan sudut pandang aku atau kami. g. Feature Sejarah Bercerita tentang fakta sejarah peristiwa dan tokoh masa lampau di suatu daerah/ tempat. Contoh : peristiwa proklamasi, dakwah Islam walisongo di Jawa Tengah. Feature sejarah yang baik mampu membawa penontonnya ke masa silam seolah para pembaca ikut masuk kedalam peristiwa sejarah yang ditontonnya. h. Feature Ilmiah/ pengetahuan popular Feature tentang ilmu pengetahuan. Penulis menyajikan dalam bentuk ringan dan sederhana dan mudah dimengerti orang awam, menyajikan fakta ilmiah yang akurat dalam bahasa non teknik, mudah dimengerti pembaca dalam bidang itu. i. Feature Tips / Petunjuk Praktis dikenal juga dengan informasi how to do it. Merupakan bimbingan bagi pembaca tentang harapan praktis suatu pengetahuan. Kadang tulisan memberikan uraian atau pengetahuan secara praktis dan dapat dipraktekkan. Bahasa harus menarik dengan gaya ringan dan berisi. Misalnya, cara menjahit, resep makanan, merangkai bunga, kerajinan tangan, cara mengoperasikan kamera, dll. j. Feature Interpretatif Feature yang memberikan interpretasi. Tetapi bedanya terutama pada cara penyajian, cara penulisan terutama titik beratnya pada rasa manusiawi. (Pratikto, 1984:96-102) 11

2.2 EDITING 2.2.1 Pengertian Editing Editing berasal dari bahasa inggris, yaitu dari kata edit yang artinya membaca, memperbaiki dan mempersiapkan naskah untuk diterbitkan. Kata editing telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi penyuntingan. Orang yang mengerjakan editing disebut editor (bahasa inggris) dan disebut penyuntingan (bahasa indonesia). Sedangkan proses pengerjaannya disebut copyediting. Dalam bidang penelitian, kata editing diartikan sebagai kegiatan meneliti atau memeriksa naskah (manuscript) untuk menjaga kebenaran dan keahliannya. (www.rayakultura.net/pengantar - editing diakses 8 Januari 2017) Editing dalam bahasa Indonesia bersinonim dengan kata editing. Leo Nardi berpendapat editing film adalah merencanakan dan memilih serta menyusun kembali potongan gambar yang diambil oleh juru kamera untuk disiarka kepada masyarakat (Nardi,1977:47). Editor orang yang sangat penting dalam paska produksi sering kali dihadapkan dengan deadline. Maka beberapa PH dan televisi membuat SOP atau standart operation serta manajemen waktu. Dan seringkali aturan itu berbeda dengan PH atau Televisi lainnya. Editor itu penyunting gambar, ia yang akan menyususn serangkaian hasil shooting menjadi satu kesatuan cerita. Tak sekedar potong sambung, ia harus memiliki kemampuan serta instring sehingga hasilnya tidak asal-asalan. Aspek penyambungan gambar seperti ritmik, tempo, spasial, dan ruangan itu sebagai syarat utama yang mesti dipahami oleh para Editor. Editing secara umum menurut Goodman dan Mc Grath, 2003:5 diartikan sebagai kegiatan mengumpulkan, menyiapkan, dan mengatur materimateri untuk dipublikasikan.editing juga memperbaiki, menghapus, atau mengurangi. Definisi tersebut adalah definisi yang masih bersifat umum, karena 12

masih belum bisa dispesifikasikan untuk perfilman. Secara khusus, editing berarti sebuah proses mengumpulkan, mengatur, dan menyatukan semua materi menjadi satu kesatuan yang sanggup bercerita melalui gambar dan suara. Materi diatas diartikan sebagai shot-shot, foto, ilustrasi, animasi, judul, suara, musik, dan unsur-unsur lain yang bisa dimasukkan kedalam sebuah film. Rubin (2000:130) juga menyebutkan bahwa jika merekam gambar adalah menangkap waktu, maka editing adalah memanipulasi waktu. Istilah editing telah dikenal luas dan banyak orang memberi pemahaman sendiri. Pekerjaan editing berkaitan dengan sebagai berikut: Menata, menambahakan atau memindahkan, klip video atau klip audio. Menerapkan Colour Correction, filter dan sebagainya. Membuat Transisi atau klip. 2.2.2 Jenis jenis Editing 2.2.2.1 Editing Continuitas (Continuty cutting) yaitu menyambungkan potongan yang sesuai, dimana aksi yang berkesinambungan dan mengalir dari shot satu ke shot yang lainnya. 2.2.2.2 Editing kompilasi (Compilation cutting) yaitu proses editing yang sering digunakan untuk membuat dokumentasi dan laporan perjalanan. Karena bersifat snapshot yang mengasyikkan dari informasi visual, ini semua dihubungkan oleh narasi yang berkesinambungan. Editing kompilasi ini akan sedikit menemui masalah karena semua shot menggambarkan apa yang terdengar/narasi. 2.2.2.3 Editing kontinuitas dan kompilasi (continuity and compilation) film film cerita yang menggunakan editing kontinuitas boleh juga sesekali menggunakan editing kompilasi seperti serangkaian long shot introduksi, sebuah sekuen editing dengan waktu dan ruang yang diringkaskan. (Mascelli, 1998: 149) 13

2.2.3 Beberapa Istilah Dalam Video Editing 1. Capture device adalah alat atau perangkat keras yang mengubah atau mengkonfersi video analog ke video digital. 2. Compressors and codec adalah perangkat lunak atau program yang memadatkan atau menghilangkan compress atau pemadatan untuk membuat ukuran video menjadi lebih kecil 3. Editing adalah proses mengubah dan memanipulasi serta mengumpulkan clip video, audio track, grafik dan material lain menjadi satu paket tayangan yang baik dan menarik. 4. Edit decision list adalah daftar putusan mengenai hal-hal yang dimasukkan atau dikeluarkan dalam proses editing 5. Encoding adalah proses mengubah klip video dalam format tertentu misalnya format 3gp menjadi format avi, wmv, mpeg, dat. 6. Linear editing adalah juga dikenal sebagai tape to tape editing. Suatu metode editing yang mengubah video klip dari tape satu ke tape yang lain sesuai hasil yang diharapkan. 7. Non linear editing adalah suatu metode editing yang menggunakan perangkat lunak computer untuk mengubah klip video. 8. Transisi adalah jalan atau cara mengubah atau memadukan satu shot ke shot berikutnya. 9. Post production adalah segala sesuatu yang terjadi pada klip video atau audio setelah produksi atau setelah klip video atau audio direkam atau di shoting. Pada intinya dengan memahami kaidah three match cut daitas maka penonton secara tidak sadar akan merasakan kesinambungan cerita, penonton tidak akan merasakan adanya cut atau sambungan antar shot. 14

2.2.4 Tahapan Editing a. Logging adalah Proses memotong gambar, mencatat waktu pengambilan gambar dan memilih shot-shot yang ada disesuaikan dengan camera report. b. NG Cutting adalah memisahkan shot-shot yang tidak baik. c. Capture adalah proses memindahkan gambar dari kaset ke computer. d. Assembly adalah penyususnan gambar sesuai naskah. e. Rought cut adalah hasil edit sementara, sangat dimungkinkan terjadinya perubahan. f. Fine cut adalah hasil edit akhir setelah mencapai tahapan ini, susunan gambar sudah tidak bisa lagi berubah. g. Visual graphic adalah penambahan unsur unsur graphic dalam film. Seperti teks, animasi, color grading dsb. h. Sound editing mixing adalah proses editing dan penggabungan suara. Suara meliputi dialog, musik, dan efek suara. i. Married print adalah proses penggambungan suara dan gambar yang tadinya terpisah menjadi satu kesatuan. j. Master edit adalah hasil akhir. 2.2.5 Penata Suara atau Audio Sebagai media audio visual, pengembangan film sama sekali tidak boleh hanya memikirkan aspek visual, sebab suara juga merupakan aspek kenyataan hidup. Tata suara dikerjakan distudio suara. Secara garis besar audio dapat dibagi beberapa bagian, yaitu : 1. Sound effect yaitu suara yang muncul baik dari efek suara benda, atau untuk mendukung dubbing. 2. Atmosfer yaitu Suara suasana lingkungan kehidupan rill. 3. Music ilustrasi yaitu suara yang muncul ditunjukkan untuk dapat membangun suasana. 15

4. Narasi yaitu Suara manusia yang ditunjukkan untuk memberikan keterangan terhadap suatu adegan. 5. Dialog yaitu suara manusia yang muncul akibat dari suatu percakapan baik satu orang maupun dua orang. 2.2.6 Jenis Jenis Transisi (Gaskill dan Englander, 1947:81) : 1. Dissolve, pergantian antara shot satu dengan shot yang lain dengan cara tumpang tindih atau bersilang. Efek yang ditimbulkan transisi ini adalah efek dramatisi adegan, seperti kisah cinta. 2. Fade in, pergantian layar gelap menuju adegan berikutnya secra perlahan lahan dan halus. 3. Fade out, pergantian dari sebuah shot adegan menuju layar gelap secara perlahanlahan. 4. Blur pan, perpindahan dari adegan satu ke adegan lainnya dengan cara panning kamera secara cepat hingga gambar yang terlihat secara kabur, kemudian jelas kembali dengan adegan baru. 5. Wipes, transisi dengan cara mengganti shot satu dengan cara digeser diikuti shot yang lain. 2.2.7 Proses Mixing Tahapan akhir dimana editor melakukan proses pengisian audio (suara), ilustrasi music dan efek khusus untuk audio. Pada tahapan ini, segala sesuatu yang berkaitan dengan pengontrolan suara mulai dari dialog, suara latar, music pendukung adegan, sampai dengan efek-efek suara yang dibutuhkan. dapat memadukan 2 gambar atau lebih untuk ditampilkan dalam satu frame, selain itu juga memadukan suara agar menjadi satu kesatuan yang enak untuk di dengar (jaka warsihna, 2009:43) 16

2.3 TUGAS / JABATAN EDITOR Para ahli dari Negara maju telah membuat kelompok editor sesuai tugas/ jabatan dan kewenangannya, sebagai berikut : 2.3.1.1 Chief editor adalah kedudukan, tugas (jabatan tertinggi) tugasnya mengelola bidang editoral, ia memberi tugas, mengorganisasi memberi keputusan dalam editorial. 2.3.1.2 Managing editor adalah pembantu chief editor yang tugasnya mengatur pelaksanaan teknis kegiatan editorial. Setiap editor tugas teknis nya berbedabeda, dalam hal bidang editorial, dikoordinasikan oleh Managing editorial agar dapat bersinergi positif. 2.3.1.3 Senior editor adalah pembantu chief editor yang tugasnya melakukan substantive editing (editing substansi) dan merencanakan semua pekerjaan editorial,mulai dari perencanaan dan perolehan naskah.tugas/ jabatan ini biasa disebut pula sebagai acquisition editor, yaitu editor yang memberi keputusan layak / tidak banyaknya naskah untuk diterbitkan. 2.3.1.4 Copy editor adalah editor yang melakukan tugas teknis berupa perbaikan dan pemeriksaan nskah sesuai kaidah yang berlaku. 2.3.1.5 Right editor adalah editor yang melakukan tugas mengurus hak cipta,isbn,kdt, dan pernerbitan dengan pihak terkait. 2.3.1.6 Picture editor adalah editor yang melakukan tugas mengurus tentang visual grafik, misalnya ilustrasi (lukisan, foto, table, diagram, meliputi bentuk, ukuran dan warnanya) desain, seting, dantata letak halaman sehingga hasil (terbitan) produksi cetak berkualitas baik. 17