BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. apabila fungsi organ mata (makula dan saraf optik) normal, terdapat cukup cahaya

Prevalensi Buta Warna Pada Calon Mahasiswa yang Masuk di Universitas Tadulako

PENENTUAN TINGKAT BUTA WARNA BERBASIS HIS PADA CITRA ISHIHARA

Membedakan Warna Protanopia, Deuteranopia, Tritanopia. Sudjoko KUSWADJI Yayasan Sudjoko Kuswadji

Gambar 2.1. Anatomi Retina (Sherwood, 2011).

BAB I PENDAHULUAN. Manusia mempunyai panca indra. Indra pertama yang penting yaitu indra

IMPLEMENTASI SISTEM BERBASIS WEB untuk VISUALISASI TES BUTA WARNA (Colorblind Test) Eka Permana *1, Sella Tamara. #2

Aplikasi Simulasi Tes Buta Warna Berbasis Android Menggunakan Metode Ishihara

Instrumen Pengujian Buta Warna Otomatis

BAB II KAJIAN PUSTAKA. bergunamelakukanpengolahan data maupunkegiatankegiatansepertipembuatandokumenataupengolahan

BAB II DASAR TEORI. Pengolahan Citra

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

INDERA PENGLIHATAN KELOMPOK 9 PANJI KUNCORO ( ) NILA NURFADHILAH ( ) RAHMAD WEDI APRIANSYAH PUTRA ( )

PERANGKAT LUNAK TRANSFORMASI WARNA UNTUK PENDERITA BUTA WARNA TESIS

UNIVERSITAS INDONESIA

PREVALENSI BUTA WARNA PADA SISWA/SISWI SMU di KECAMATAN MEDAN HELVETIA

INSIDENSI BUTA WARNA SISWA KELAS X SMA SANTO THOMAS 1 MEDAN TAHUN Oleh : MINARNI ARITONANG

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

1. STRABISMUS (MATA JULING)

JURNAL IT STMIK HANDAYANI

Aplikasi Tes Buta Warna Dengan Metode Ishihara Berbasis Komputer

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

UNIVERSITAS INDONESIA

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP

LAPORAN AKHIR HIBAH UNGGULAN PROGRAM STUDI

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2004 Yogyakarta, 19 Juni 2004

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BLIND COLOR TEST BERBASIS MOBILE ANDROID. Mutia Hersanti Pembimbing : Tasmil Yanti, S.Kom., MM

COLOR BLIND APLICATION TEST USING ISHIHARA METHOD BASED ON ANDROID

BAB I PENDAHULUAN. negara berkembang lebih dari delapan dekade terakhir. Hipertensi merupakan

PEMERIKSAAN PERGERAKAN MATA VISUS & TES BUTA WARNA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Berikut tahapan penelitian yang dilakukan: 1. Menentukan kebutuhan data yang akan digunakan.

PENENTUAN TINGKAT BUTA WARNA DENGAN METODE SEGMENTASI RUANG WARNA FUZZY DAN RULE-BASED FORWARD CHAINING PADA CITRA ISHIHARA

BAB IV METODE PENELITIAN. Bidang Ilmu Kedokteran khususnya Ilmu Penyakit Dalam. Semarang Jawa Tengah. Data diambil dari hasil rekam medik dan waktu

BAB I PENDAHULUAN. kedokteran disebut dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE), yaitu

BAB I PENDAHULUAN. timbul yang disertai rasa gatal pada kulit. Kelainan ini terutama terjadi pada masa

BAB 1 PENDAHULUAN. mengidap diabetes. Baik pria maupun wanita, tua maupun muda, tinggal di kota

PEMERIKSAAN PERGERAKAN MATA VISUS & TES BUTA WARNA

BAB I PENDAHULUAN. payudara mengalami rudimeter dan tidak penting, sedang milik wanita menjadi

BAB III ANALISIS METODA

Aplikasi Pendiagnosa Kebutaan Warna dengan Menggunakan Pemrograman Borland Delphi

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

APLIKASI DIAGNOSA KEBUTAAN WARNA MENGGUNAKAN METODE ISHIHARA UNTUK ANROID

TES BUTA WARNA METODE ISHIHARA BERBASIS KOMPUTER (KELAS XI JURUSAN TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK SMK NEGERI 3 SEMARANG)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rizma Yuansih, 2014 Universitas Pendidikan Indonesia Repository.upi.edu Perpustakaan.upi.edu

LAMPIRAN. Lampiran Kuesioner untuk Pengidentifikasian Masalah. Berikut disertakan lampiran kuesioner yang berperan dalam proses

ABSTRAK. Kata Kunci: Gangguan Pendengaran, Audiometri

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. pernah dilakukan sebelumnya diantaranya :

Kanker Prostat. Prostate Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH. Nyeri kepala merupakan keluhan yang sering dijumpai di tempat

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pasien yang menderita suatu penyakit membutuhkan adanya obat sebagai

BAB I PENDAHULUAN. Kanker kulit terbagi 2 kelompok yaitu melanoma dan kelompok non

PENATALAKSANAAN SINAR INFRA MERAH DAN TERAPI LATIHAN PADA KONDISI OSTEOARTHRITIS GENU BILATERAL DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA

Orang buta tidak buta lagi Aku ingin melihat dunia!

BAB I PENDAHULUAN. Tumor kolorektal merupakan neoplasma pada usus besar yang dapat

Aplikasi Perancangan Tes Buta Warna Dengan Menggunakan Metode Ishihara

BAB I PENDAHULUAN. FAM (Fibroadenoma Mammae) merupakan tumor jinak payudara dan merupakan

BAB I PENDAHULUAN. (Kementrian Kesehatan RI, 2010). Kanker payudara bisa terjadi pada perempuan

BAB I PENDAHULUAN UKDW. tubuh manusia dan akan menyerang sel-sel yang bekerja sebagai sistem kekebalan

Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Buta Warna Berbasis Android

BAB 3 KERANGKA KONSEP. Gambar 3.1: Kerangka konsep tentang pola kelainan kulit pada pasien AIDS.

BAB 4 HASIL PENELITIAN

STIKOM SURABAYA BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Penyakit Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa jenis

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. Lulusan kedokteran gigi di tuntut untuk menyelesaikan pasien dengan

BAB 1 : PENDAHULUAN. Kanker payudara dapat tumbuh di dalam kelenjer susu, saluran susu dan jaringan ikat

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. dunia yang sebenarnya bisa dicegah. Sepanjang abad ke-20, telah terdapat 100

BAB 1 PENDAHULUAN. tubuh manusia. Hal itu dapat dipicu oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah dari

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. kanker yang paling tinggi di kalangan perempuan adalah kanker serviks. yang paling beresiko menyebabkan kematian.

BAB I PENDAHULUAN. disabilitas intelektual dapat belajar keterampilan baru tetapi lebih lambat

BAB I PENDAHULUAN. leiomyoma uteri, fibromioma uteri, atau uterin fibroid. 1 Angka kejadian

BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan dan teknologi yang sangat modern untuk meningkatkan

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu maupun perinatal. Memberikan manfaat dengan ditemukannya berbagai kelainan yang

BAB I PENDAHULUAN. dipantau selama 3,5 tahun mempunyai kompliksai yang paling sering adalah

BAB 1. PENDAHULUAN. Skizofrenia merupakan suatu gangguan jiwa berat yang perjalanan

BAB I PENDAHULUAN. Miopia adalah suatu kelainan refraksi dimana sinar-sinar sejajar yang

BAB I PENDAHULUAN. dengan dokter, hal ini menyebabkan kesulitan mendiagnosis apendisitis anak sehingga 30

BAB I PENDAHULUAN. Osteoporosis merupakan penyakit tulang yang pada tahap awal belum

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Pada Bab 5 ini akan disajikan simpulan dan saran berdasarkan hasil temuan

MODEL PENDIAGNOSA KEBUTAAN WARNA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ISHIHARA. Hari Murti, S.Kom, M.Cs dan Rina Candra Noor Santi, S.Pd, M.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Buta warna adalah suatu kelainan yang diakibatkan oleh ketidakmampuan bagian mata seseorang untuk mengenali warna tertentu. Seseorang dapat melihat karena bantuan photoreceptor yang terdiri dari sel-sel batang dan sel-sel kerucut yang terletak di dalam retina. Sel-sel yang bertanggung jawab mengenali warna adalah sel-sel kerucut. Sel-sel kerucut ini terdiri dari tiga tipe yang dibedakan berdasarkan warna yang dapat dikenali, yaitu S-cones yang sensitif terhadap warna biru, M-cones yang sensitif terhadap warna hijau dan L-cones yang sensitif terhadap warna merah. Kehilangan salah satu atau semua tipe sel kerucut tersebut menyebabkan seseorang menderita buta warna. Tabel 1.1 menunjukkan prevalensi penderita buta warna di seluruh dunia. Jumlah penderita buta warna memiliki rasio 1 dari 12 pria, atau sekitar 8%, dan rasio 1 dari 200 wanita di dunia ini [1]. Dari jumlah tersebut, total penderita yang mengalami buta warna parsial adalah yang paling banyak, yaitu mencapai 99%. Buta warna total sendiri adalah kejadian yang sangat jarang ditemui di dunia ini, sehingga persentasenya hanya senilai 0,00002%. Tabel 1.1 Prevalensi buta warna di seluruh dunia Laki-laki Perempuan Monochromacy Rod monochromacy 0,00001% 0,00001% (buta warna total) Dichromacy 2,4% 0,03% Protanopia (tidak 1-1,3% 0,02% dijumpai L-cones) 1

Tabel 1.1 Prevalensi buta warna di seluruh dunia (lanjutan) Laki-laki Perempuan Deuteranopia (tidak 1-1,2% 0,01% dijumpai M-cones) Tritanopia (tidak 0,001% 0,03% dijumpai S-cones) Anomali Trichromacy 6,3% 0,37% Protanomaly 1,3% 0,02% (kerusakan pada L- cones) Deuteranomaly 5,0% 0,35% (kerusakan pada M- cones) Tritanomaly (kerusakan pada S-cones) 0,01% 0,01% Penderita buta warna akan mengalami berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kesulitan membedakan warna di traffic lights, membedakan warna buah yang masak atau belum, dan lain-lain. Selain di kehidupan sehari-hari, penderita buta warna ini juga mengalami masalah di bidang akademik dan pekerjaan dikarenakan ketidakmampuannya mengenali dan membedakan warna tertentu [2]. Bahkan di beberapa institusi pendidikan, syarat bebas buta warna diwajibkan bagi siswa yang ingin mendaftar. Meski menghadapi permasalahan-permasalahan di atas, biasanya penderita buta warna tidak mengerti apa yang sedang dialaminya. Penderita belum akan tahu pasti ia menderita buta warna jenis apa, sebelum melakukan sejumlah rangkaian tes yang melakukan pengujian untuk membuktikan apakah seseorang memiliki penglihatan normal atau menderita buta warna jenis tertentu. Penderita yang sejak dini memeriksakan kondisinya akan lebih memiliki kesempatan mendapatkan terapi yang berkelanjutan. 2

Terdapat berbagai macam tes yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang menderita buta warna atau tidak. Salah satu tes tersebut adalah Ishihara plate test. Ishihara plate test merupakan tes yang paling sering digunakan untuk mendiagnosis kelainan buta warna parsial. Ishihara plate test ini menggunakan pelat-pelat pseudoisochromatic. Tes dilakukan dengan cara menguji pasien apakah dapat melihat pola angka atau bentuk tertentu yang tersamar dalam bentuk dot, seperti ditunjukkan pada Gambar 1.1. Karakteristik jawaban dapat berbeda-beda sesuai dengan tingkat keparahan buta warna [3]. Gambar 1.1 Pelat Ishihara test [4] Uji pelat ishihara dapat dilakukan melalui cara konvensional melalui booklet atau dengan menggunakan pengujian berbasis komputer. Telah banyak aplikasi yang tersedia di store yang menyediakan tes yang berbasis ishihara ini. Akan tetapi, tes yang ada masih terbatas pada penggunaan input konvensional seperti textbox untuk menangkap jawaban pengguna atau bahkan tanpa menggunakan input sama sekali sehingga pengguna langsung diberikan jawaban dan mencocokannya dengan angka yang pengguna lihat. Guna meningkatkan pengalaman pengguna dan menggantikan input konvensional yang sudah ada, diperlukan input yang intuitif dengan menggunakan cara alami manusia dalam berkomunikasi. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah input menggunakan ucapan atau speech. Pengenalan ucapan atau speech recognition telah banyak diimplementasikan dalam berbagai hal, seperti navigasi dan keperluan medis. 3

Oleh karena sebab di atas, diperlukan pengembangan sistem speech recognition yang kemudian diimplementasikan ke aplikasi uji buta warna. Setelah sebuah sistem speech recognition selesai dikembangkan, diperlukan integrasi dengan aplikasi uji buta warna agar aplikasi tersebut dapat mengenali angka melalui model yang telah dibuat. Pendekatan dengan menggunakan speech recognition diharapkan dapat menjadikan aplikasi tersebut lebih intuitif sehingga uji buta warna dalam aplikasi tersebut dapat dilakukan secara mandiri (self-assessment test). 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diangkat di atas, dengan demikian rumusan masalah untuk penelitian ini adalah : 1. Sistem uji buta warna yang sudah ada kurang intuitif dalam menerima input jawaban dari pengguna. 2. Sistem uji buta warna yang sudah ada kurang memberikan kesimpulan yang komprehensif mengenai kondisi penglihatan pengguna setelah menggunakan aplikasi. 3. Belum adanya aplikasi uji buta warna di store yang mengimplementasikan teknologi speech recognition. 1.3 Batasan Masalah Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah yang telah dikemukakan, penelitian ini mempunyai batasan-batasan masalah sebagai berikut : 1. Aplikasi self assesment test diagnosis buta warna menggunakan speech recognition ini hanya berjalan di platform Windows Phone. 2. Kosakata yang dapat dikenali dalam aplikasi terbatas pada keperluan aplikasi ini saja, yaitu pengenalan angka. 3. Aplikasi hanya dapat mengenali suara manusia dengan menggunakan bahasa Inggris. 4. Pelat ishihara yang digunakan terdiri dari pelat yang menampilkan angka, bukan berupa pola. 4

1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.4.1. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah membuat aplikasi self assessment test untuk mendeteksi buta warna dengan menggunakan metode Ishihara test menggunakan pendekatan speech recognition di platform Windows Phone. Input suara yang dapat dikenali dalam aplikasi adalah bahasa Inggris untuk kemudian aplikasi dapat menampilkan kesimpulan hasil tes berdasarkan input pengguna dari setiap pelat yang diberikan. 1.4.2. Manfaat Penelitian Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi implementasi nyata dari sistem speech recognition bahasa Inggris. Implementasi tersebut berupa aplikasi yang dapat membantu para pengguna terutama kalangan anak-anak dan remaja untuk dapat melakukan tes mandiri yang dapat mendeteksi apakah seseorang menderita buta warna parsial atau tidak. Dengan tes mandiri ini, diharapkan penderita buta warna parsial dapat mendeteksi kondisi penglihatannya sejak dini untuk dapat ditindak lanjuti melalui terapi-terapi dari dokter yang dapat mengurangi efek yang lebih lanjut. 5