BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
LCD gimana sih kerjanya

Pengaruh Perubahan Ketebalan Terhadap Tegangan Ambang Dan Waktu

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Kumpulan Soal Fisika Dasar II.

1 BAB I PENDAHULUAN. mungkin memiliki keseimbangan antara sistem pembangkitan dan beban, sehingga

I. PENDAHULUAN. Kaca merupakan salah satu produk industri kimia yang banyak digunakan dalam

Interferensi Cahaya. Agus Suroso Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Institut Teknologi Bandung

jendela ini didispersikan dalam bahan polimer sehingga teknologinya disebut Polymer Dispersed Liquid Crystal (PDLC). Saat kristal cair mendapat

PRINSIP KERJA LCD DAN PEMBUATANNYA (LIQUID CRYSTAL DISPLAY)

RANCANG BANGUN BRACKET LCD MOBILE DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUAD PLAN

BAB III ANALISIS DATA PEMBUATAN FILM POLIVINILYDENE FLUORIDE SEBAGAI SENSOR PIEZOELEKTRIK

BAB I PENDAHULUAN. fenomena partial discharge tersebut. Namun baru sedikit penelitian tentang

KATA PENGANTAR. Page 2. Bekasi, 29 Februari Penyusun

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. spektrofotometer UV-Vis dan hasil uji serapan panjang gelombang sampel dapat

PEMODELAN PERUBAHAN INDEKS BIAS BAHAN OPTIK SEBAGAI FUNGSI FREKUENSI GELOMBANG AKUSTIK

LEMBARAN SOAL. Mata Pelajaran : FISIKA Sat. Pendidikan : SMA/MA Kelas / Program : XII ( DUA BELAS )

BAB I PENDAHULUAN. Terjadinya kegagalan alat-alat listrik yang bertegangan tinggi ketika dipakai

HASIL DAN PEMBAHASAN. Struktur Karbon Hasil Karbonisasi Hidrotermal (HTC)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Logo SEMINAR TUGAS AKHIR. Henni Eka Wulandari Pembimbing : Drs. Gontjang Prajitno, M.Si

Karakterisasi XRD. Pengukuran

A. 100 N B. 200 N C. 250 N D. 400 N E. 500 N

Xpedia Fisika. Optika Fisis - Soal

BAB I PENDAHULUAN. Tenaga listrik adalah unsur yang paling penting dalam kehidupan modern

Untuk terang ke 3 maka Maka diperoleh : adalah

BAB I PENDAHULUAN. tegangan tinggi digunakan dalam peralatan X-Ray. Dalam bidang industri, listrik

SOAL UJIAN PRAKTIK SMA NEGERI 78 JAKARTA

Bab III Metodologi Penelitian

Interferometer Fabry Perot : Lapisan optis tipis, holografi.

PR ONLINE MATA UJIAN: FISIKA (KODE A07)

BAB III METODE PENELITIAN. mulai bulan Maret 2011 sampai bulan November Alat alat yang digunakan dalam peneletian ini adalah

OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2010 BIDANG ILMU FISIKA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang dan Rumusan Masalah. Pada saat ini, polimer telah banyak diaplikasikan untuk berbagai

KAITAN TENIK INDUSTRI DENGAN ILMU ALAM

1 BAB I PENDAHULUAN. Energi listrik merupakan kebutuhan utama dan komponen penting dalam

STUDI AWAL FABRIKASI DYE SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC) DENGAN EKSTRAKSI DAUN BAYAM SEBAGAI DYE SENSITIZER DENGAN VARIASI JARAK SUMBER CAHAYA PADA DSSC

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Sifat gelombang elektromagnetik. Pantulan (Refleksi) Pembiasan (Refraksi) Pembelokan (Difraksi) Hamburan (Scattering) P o l a r i s a s i

SINTESIS LAPISAN TIPIS SEMIKONDUKTOR DENGAN BAHAN DASAR TEMBAGA (Cu) MENGGUNAKAN CHEMICAL BATH DEPOSITION

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan November 2013 s/d Mei 2014.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kebutuhan akan energi listrik terus bertambah dengan bertambahnya

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KD Standar Kompetensi 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah.

BAB 10 GELOMBANG BUNYI DALAM ZAT PADAT ISOTROPIK

BAB I PENDAHULUAN. SiO 2 memiliki sifat isolator yang baik dengan energi gapnya mencapai 9 ev,

JURNAL Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 03, No.02,juli 2015

BAB I PENDAHULUAN. modern pada fotokonduktor ultraviolet (UV) membutuhkan material

TEORI MAXWELL Maxwell Maxwell Tahun 1864

A. PENGERTIAN difraksi Difraksi

BAB GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

PENENTUAN KEMURNIAN MINYAK KAYU PUTIH DENGAN TEKNIK ANALISIS PERUBAHAN SUDUT PUTAR POLARISASI CAHAYA AKIBAT MEDAN LISTRIK LUAR

Antiremed Kelas 12 Fisika

2015 DESAIN DAN OPTIMASI FREKUENSI SENSOR LINGKUNGAN BERBASIS PEMANDU GELOMBANG INTERFEROMETER MACH ZEHNDER

PRODI D3 TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI UPN VETERAN YOGYAKARTA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGUJIAN TEGANGAN TEMBUS KARPET INTERLOCKING PT. BASIS PANCAKARYA LAPORAN

OLIMPIADE SAINS NASIONAL TAHUN 2009 TINGKAT KABUPATEN/KOTA FISIKA SMP

III. PROSEDUR PERCOBAAN. XRD dilakukan di Laboratorium Pusat Survey Geologi, Bandung dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sama yaitu isolator. Struktur amorf pada gelas juga disebut dengan istilah keteraturan

A. DISPERSI CAHAYA Dispersi Penguraian warna cahaya setelah melewati satu medium yang berbeda. Dispersi biasanya tejadi pada prisma.

ALAT ANALISA. Pendahuluan. Alat Analisa di Bidang Kimia

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan pada Juni 2014 sampai dengan Desember 2014.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM FISIKA DASAR II CINCIN NEWTON. (Duty Millia K)

BAB I PENDAHULUAN. konsumen yang letaknya saling berjauhan. Karena dengan menaikkan tegangan maka

BAB II PENGUJIAN-PENGUJIAN PADA MATERIAL

INTERFEROMETER DAN PRINSIP BABINET

LATIHAN UJIAN NASIONAL

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

MAKALAH CEPAT RAMBAT BUNYI DI UDARA

Gambar dibawah memperlihatkan sebuah image dari mineral Beryl (kiri) dan enzim Rubisco (kanan) yang ditembak dengan menggunakan sinar X.

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. pada permukaannya digoreskan garis-garis sejajar dengan jumlah sangat besar.

INTERFERENSI DAN DIFRAKSI

PERANCANGAN ALAT UKUR TSS (TOTAL SUSPENDED SOLID) AIR MENGGUNAKAN SENSOR SERAT OPTIK SECARA REAL TIME

BAB I PENDAHULUAN. Energi listrik menjadi kebutuhan yang penting dalam kehidupan manusia saat ini,

KARTU SOAL DAN SPESIFIKASI SOAL UJIAN PRAKTIK SMA NEGERI 78 JAKARTA

Gambar Semikonduktor tipe-p (kiri) dan tipe-n (kanan)

METODE X-RAY. Manfaat dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :

BAB III METODE PENELITIAN. Pada bab ini akan dijelaskan tentang metode penelitian aplikasi multimode

BAB GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan di Kelompok Bidang Bahan Dasar PTNBR-

Tabung Sinar Katoda (CRT)

PAKET SOAL 1.c LATIHAN SOAL UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2011/2012

ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP (UAS) TAHUN PELAJARAN Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Program : X Hari / Tanggal : Jumat / 1 Juni 2012

Interferometer Michelson

BAB III METODE PENELITIAN

Fisika EBTANAS Tahun 1996

PENGGUNAAN TENAGA MATAHARI (SOLAR CELL) SEBAGAI SUMBER DAYA ALAT KOMPUTASI LAPORAN TUGAS AKHIR

BAB III TEGANGAN GAGAL DAN PENGARUH KELEMBABAN UDARA

LABORATORIUM SISTEM TRANSMISI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BATERAI BATERAI ION LITHIUM

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

PENGUKURAN NILAI DIELEKTRIK MATERIAL CALCIUM COPPER TITANAT ( CaCu 3 Ti 4 O 12 ) MENGGUNAKAN SPEKTROSKOPI IMPEDANSI TERKOMPUTERISASI

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR - - GELOMBANG ELEKTROMAGNET - G ELO MB ANG ELEK TRO M AG NETIK

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kristal cair adalah fase material yang terletak di antara fase kristal padatan dan cairan isotropik. Fase ini memiliki sifat dari cairan isotropik dan kristal secara bersama-sama, yaitu memiliki sifat seperti kristal yang memiliki keteraturan arah (orientasi) dan seperti cairan yang tidak memiliki keteraturan posisi. Material kristal cair bersifat anisotropik pada sifat optik, elektrik dan magnetiknya (Acharya, 2009). Kristal cair memegang peranan penting pada kemajuan teknologi layar atau display. Teknologi display yang menggunakan material kristal cair ini disebut Liquid Crystal Display (LCD). Kristal cair memiliki respon yang cepat terhadap medan listrik eksternal, inilah yang menjadi alasan utama kristal cair berperan penting pada teknologi display. Kristal cair merupakan material dielektrik yang memiliki nilai resistivitas tinggi. Arah dari molekul kristal cair dapat diubah dengan mudah oleh medan listrik yang dihasilkan oleh tegangan yang dikenakan pada kristal cair. Ketika molekul kristal cair mengalami perubahan arah, sifat optik dari kristal cair juga mengalami perubahan (Yang dan Wu, 2006). Sifat kristal cair yang memiliki respon sensitif terhadap medan listrik eksternal juga dijadikan sebagai prinsip dasar dalam pemanfaatan kristal cair sebagai kandidat soft actuator dan otot- otot buatan (Yusuf,2006). Selain dimanfaatkan dalam teknologi display dan soft actuator, kristal cair juga dimanfaatkan dalam pembuatan mood ring. Mood ring adalah cincin yang batu cincinya dapat mengalami perubahan warna sesuai dengan emosi pemakainya. Batu cincin pada mood ring terbuat dari batu kuarsa berongga yang diisi dengan kristal cair termotropik. Kristal cair memiliki respon yang sensitif terhadap perubahan suhu. Perubahan suasana hati atau emosi pemakai menyebabkan perubahan suhu tubuh yang kemudian mempengaruhi suhu kristal cair yang terkandung dalam batu cincin. Perubahan suhu ini menyebabkan molekul kristal cair terpilin (twist) sehingga panjang gelombang cahaya yang 1

2 diserap dan direfleksikan berubah pula. Perbedaan panjang gelombang yang diserap dan direfleksikan oleh kristal cair menyebabkan perubahan warna yang tampak pada batu cincin (Helmenstine, 2014). Kristal cair nematik merupakan salah satu jenis kristal cair yang banyak diteliti. Molekul kristal cair ini berbentuk seperti batang (rod-like shape) dan Rata rata arah molekul dari kristal cair nematik ditentukan oleh orde orientasi yaitu unit vektor yang dinamakan direktor. Akan tetapi arah tersebut akan berubah secara perlahan apabila ada medan eksternal yang bekerja pada kristal cair nematik. Perubahan arah ini disebut sebagai deformasi (Chandrasekhar, 1992). Kristal cair nematik yang sudah banyak diteliti yaitu kristal cair nematik 4- methoxy-benzilidene-4-buthyl-anyline (MBBA) yang memiliki tetapan dielektrik anisotropi negatif ( ). Di laboratorium Fisika Material dan Instrumentasi FMIPA UGM telah dilakukan penelitian dengan menggunakan kristal cair MBBA. Dari penelitian ini teramati pola konvektif Williams Domain pada bidang- xy. Pola Williams Domain yang berupa garis gelap terang terbentuk ketika kristal MBBA diberi tegangan listrik yang sedikit lebih besar dari tegangan ambang (Vc). Pola ini merupakan suatu pola konvektif yang muncul sebagai akibat adanya pengaruh medan listrik pada lapisan kristal cair nematik. Pola konvektif ini memiliki panjang gelombang yang sebanding dengan tebal lapisan kristal cair dan sebagian besar direktor berkelakuan stasioner dengan modulasi yang kecil. Panjang gelombang pola Williams Domain diukur dengan melakukan difraksi sinar laser pada saat terjadi pola tersebut. Dari penelitian ini juga diperoleh diagram fase dalam hubungan antara frekuensi medan listrik eksternal dengan panjang gelombang pola konvektif (λ) Williams Domain, yang menunjukan bahwa semakin tinggi frekuensi yang diberikan pada sampel menyebabkan panjang gelombangnya semakin mengecil dan mendekati ketebalan sampel (Subekti, 2011). Berdasarkan uraian di atas, penelitian yang dilakukan adalah melakukan pengamatan terhadap pola konvektif yang diahsilkan kristal cair nematik 4-cyano- 4 -penthylbiphenyl (5CB) yang memiliki tetapan dielektrik anisotropi positif

3 ( ), dengan menggunakan elektroda transparan ITO/SiO sebagai elektroda. Lapisan SiO yang bersifat isolator, dikikis terlebih dahulu sebagian untuk memperoleh lapisan semikonduktor ITO yang nantinya akan berinteraksi dengan medan listrik. Sedangkan di bagian yang berinteraksi dengan sampel tetap dibiarkan berlapis SiO. Sandwich cell yang telah siap kemudian diberi medan listrik eksternal, lalu diamati dengan polarizing microscope untuk mendapatkan pola konveksi tertentu. Selanjutnya dilakukan pengukuran panjang gelombang ( ) dari pola tersebut untuk mendapatkan hubungan frekuensi medan listrik yang dikenakan pada kristal cair nematik dengan panjang gelombang pola konvektif yang dihasilkan. 1.2 Rumusan Masalah Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana membuat lapisan tipis kristal cair nematik 5CB menggunakan elektroda ITO/SiO skala laboratorium? 2. Bagaimana diagram fase dalam hubungan antara frekuensi dengan panjang gelombang pola konvektif kristal cair nematik 5CB? 1.3 Batasan Masalah Batasan masalah dalam penelitian ini adalah 1. Sampel yang digunakan adalah kristal cair nematik 5CB penjajaran planar dengan ketebalan 50 μm menggunakan elektroda transparan ITO/SiO, dimana lapisan SiO dikikis sebagian yaitu seluas 5 x 20 mm. 2. Proses pengambilan data pola konvektif menggunakan polarizing microscope yang terintegrasi dengan CCD Camera dengan penampil monitor LCD. Pengambilan data dilakukan dengan memvariasi frekuensi medan listrik yang diberikan pada sampel. 3. Efek elektrokonveksi diamati di bawah pengaruh frekuensi dan tegangan AC. 4. Suhu sampel dibuat tetap yaitu pada suhu (27 C.

4 5. Proses pengambilan data gambar mikrometer objektif dengan polarizing microscope yang terintegrasi dengan CCD Camera dengan penampil monitor LCD. Perbesaran polarizing microscope yang digunakan sama dengan perbesaran saat pengambilan data pola konvektif. 1.4 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Membuat lapisan tipis kristal cair nematik 5CB penjajaran planar dengan ketebalan 50 μm menggunakan elektroda transparan ITO/SiO skala laboratorium. 2. Mengetahui diagram fase dalam hubungan antara frekuensi dengan panjang gelombang pola konvektif kristal cair nematik 5CB. 1.5 Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini antara lain adalah : 1. Dapat diketahui pola konvektif kristal cair nematik 5CB. 2. Dapat diketahui diagram fase dalam hubungan antara frekuensi dengan panjang gelombang pola konvektif kristal cair nematik 5CB. 1.6 Sistematika Penulisan Skripsi ini terdiri dari enam bab yang terdiri atas Bab I yaitu Pendahuluan, Bab II yaitu Tinjauan Pustaka, Bab III yaitu Dasar Teori, Bab IV yaitu Metode Penelitian, Bab V yaitu Hasil Penelitian dan Pembahasan serta Bab VI yaitu Penutup. Bab I berisi pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan skripsi ini. Latar belakang menjelaskan latar belakang yang menjadi dasar penelitian ini dilakukan. Selanjutnya dari latar belakang inilah dilakukan perumusan masalah serta batasan-batasan tentang masalah yang akan diteliti. Dalam Bab I ini juga dituliskan tujuan dan manfaat dilakukan penelitian ini serta sistematika penulisan skripsi.

5 Bab II berisi tinjauan pustaka. Tinjauan pustaka ini terdiri dari uraian sistematis tentang beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Bab III merupakan dasar teori yang terkait dengan penelitian yang dilakukan serta menjadi bahan acuan teoritik. Dasar teori pada bab ini membahas tentang kristal cair secara umum, kristal cair nematik, efek elektrokonveksi, dan Carr-Helfrich mechanism. Bab IV merupakan metode penelitian yang berisi metode yang digunakan dalam penelitian ini, alat yang digunakan serta prosedur penelitian yang dilakukan. Bab V berisi tentang hasil penelitian yang diperoleh serta pembahasan terhadap hasil tersebut. Hasil yang diperoleh disajikan dalam bentuk gambar, tabel dan grafik. Selanjutnya dilakukan pembahasan terhadap bentuk-bentuk tersebut. Bab VI merupakan penutup yang berisi tentang kesimpulan dari hasil penelitian dan pembahasan serta saran untuk penelitian yang akan dilakukan selanjutnya.