BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

2015, No tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 23 Tahun 2009 Tentang Pengawasan Kampanye Pemilihan Umu

BADAN PENGAWAS PEMILHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA

- 2 - BAB I KETENTUAN UMUM

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG

BAB 1 Pendahuluan L IHA PEMILIHAN UMUM

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

BAB I KETENTUAN UMUM

2017, No BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Komisi ini yang dimaksud dengan: 1. Pemilihan Umum yang selanjutnya disebut Pemilu adala

MATERI TES TERTULIS DAN WAWANCARA PPK Materi test tulis : Pancasila dan UUD

KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI KALIMANTAN BARAT. NOMOR : 21/Kpts/KPU-Prov-019/2012 TENTANG

BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN

S A L I N A N. Lampiran : KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN NGANJUK Nomor : 03/Kpts/KPU-Kab/ /2012 Tanggal : 7 Mei 2012

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG

SALINAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN TUBAN KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN TUBAN. NOMOR : 10/Kpts/KPU Kab /2010 TENTANG

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MANDAILING NATAL. KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MANDAILING NATAL NOMOR : 51 /Kpts/KPU-Kab /2015.

- 3 - BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1. Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

-3- MEMUTUSKAN: Pasal I

2013, No.41 2 Mengingat haknya untuk ikut serta dalam kampanye Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perw

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN JEMBRANA

PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM NOMOR 18 TAHUN 2009 TENTANG

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2017 TENTANG TAHAPAN, PROGRAM DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM TAHUN 2019

MELALUI PENYEDIA PERKIRAAN BIAYA (RP) LOKASI PEKERJAAN SUMBER DANA (APBN/ APBD/ PHLN) JENIS BELANJA JENIS PENGADAAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PENGAWASAN DANA KAMPANYE PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.304, 2010 KOMISI PEMILIHAN UMUM. Kampanye. Pilkada. Pedoman Teknis.

BANTUAN DAN FASILITAS PEMERINTAH DAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PELAKSANAAN PEMILU PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2014

KOMISI PEMILIHAN UMUM KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN SUKAMARA

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 01 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN TATA CARA PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BARITO UTARA. KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BARITO UTARA Nomor : 1/HK.03.1-Kpt/6205/KPU-Kab/VII/2017

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI JAWA BARAT

KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA BANJARBARU NOMOR 39/Kpts/KPU-Kota /Tahun 2013 TENTANG

RANCANGAN PERATURAN KPU TENTANG TAHAPAN, PROGRAM DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM TAHUN 2019

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI JAWA BARAT

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN SAROLANGUN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

I. PENDAHULUAN. diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu

I. PENDAHULUAN. ini merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia. DPR dan DPRD dipilih oleh rakyat serta utusan daerah dan golongan

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 04 TAHUN 2007 TENTANG

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN SAMBAS

PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH UNTUK MEWUJUDKAN PEMILU 2019 YANG ADIL DAN BERINTEGRITAS

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

- 3 - Pasal 1 Dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum ini yang dimaksud dengan: 1. Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati

KOMISI PEMILIHAN UMUM

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM TENTANG PEMBENTUKAN DAN TATA KERJA PANITIA PEMILIHAN KECAMATAN, PANITIA PEMUNGUTAN SUARA, DAN KELOMPOK

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KOMISI PEMILIHAN UMUM Pemilihan. Kepala Daerah. Pedoman.

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2003 TENTANG PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

-2- BAB I KETENTUAN UMUM

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM

RANCANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DRAFT KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM,

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN WONOGIRI

BAB I PEDAHULUAN. pemilihan umum yang diberikan tugas menyelenggarakan Pemilihan

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM,

Pengantar. Purnomo S. Pringgodigdo

2 Nomor 11 Tahun 2014 tentang Pengawasan Pemilihan Umum; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum (Lembar

PERATURAN DEWAN KEHORMATAN PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM

PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG PENGAWASAN TAHAPAN PENCALONAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemilihan umum (Pemilu) adalah proses memilih orang untuk mengisi jabatan-jabatan politik tertentu. Jabatan-jabatan tersebut beranekaragam, mulai dari Presiden, Wakil Rakyat di berbagai tingkat pemerintahan, sampai Kepala Desa. Pada konteks yang lebih luas, Pemilu dapat juga berarti proses mengisi jabatan-jabatan seperti ketua OSIS atau Ketua Kelas walaupun untuk ini kata 'pemilihan' lebih sering digunakan. Pemilu merupakan salah satu usaha untuk mempengaruhi rakyat secara persuasif (tidak memaksa) dengan melakukan kegiatan, retorika, hubungan publik, komunikasi massa, lobi dan lain-lain kegiatan. Meskipun agitasi dan propaganda di Negara demokrasi sangat dikecam, namun dalam kampanye pemilihan umum, teknik agitasi dan teknik propaganda banyak juga dipakaioleh para kandidat atau politikus selalu komunikator politik. Dalam Pemilu, para pemilih dalam Pemilu juga disebut konstituen, dan kepada merekalah para peserta Pemilu menawarkan janji-janji dan program-programnya pada masa kampanye. Kampanye dilakukan selama waktu yang telah ditentukan, menjelang hari pemungutan suara. Kampanye wajib memuat Visi, Misi dan Program juga harus menjunjung tinggi pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945, menjaga dan meningkatkan moralitas dan nilai-nilai agama serta jati diri bangsa, meningkatkan kesadaran hukum, memberikan informasi yang benar, seimbang dan bertanggung jawab sebagai bagian dari pendidikan politik, dan menjalin komunikasi politik yang sehat antara pasangan calon dengan masyarakat sebagai bagian dari membangun budaya politik Indonesia yang demokratis dan bermartabat. Selama ini tahapan Pemilu yang paling menjadi perhatian yaitu pemungutan dan penghitungan suara. Fokus perhatian seluruh stakeholders politik dan Pemilu yang hanya tertuju pada kalah-menang seringkali menyebabkan kurangnya perhatian dan pemahaman akan pentingnya tahapan-tahapan lainnya dalam pemilu, terutama persoalan kampanye yang baik 1

dan berkualitas. Dalam pasal 77, UU No. 8 Tahun 2012 dinyatakan kampanye Pemilu merupakan bagian dari pendidikan politik masyarakat dan dilaksanakan secara bertanggungjawab. Makna dari bertanggungjawab berarti kampanye dilaksanakan sesuai dengan undang-undang atau ketentuan yang berlaku. Atau bisa juga bermakna setiap janji dalam kampanye benar-benar harus dapat dipertanggungjawabkan nantinya setelah memperoleh jabatan atau kekuasaan. Tahapan kampanye tanpa pemahaman yang baik dari kontestan ataupun masyarakat hanya akan terlihat seperti pesta umbul-umbul, baliho, spanduk, poster, stiker dengan berbagai slogan dan janji-janji kampanye. Semua atribut kampanye ini begitu banyak bertebaran di waktu masa pemilu da kepala daerah. Bahkan dalam bentuk kalender, souvenir dan bentuk lainnya masuk sampai ke rumah-rumah warga. Belum lagi kampanye pemilu dan pemilihan kepala daerah yang memenuhi media televisi. Media internetpun tak luput dijadikan media kampanye para kontestan pemilu. Tujuan dari penggunaan berbagai media tersebut tentunya agar kontestan pemilu atau pasangan calon kepala daerah dikenali dan mendapat simpati masyarakat yang akan memilih. Namun tidak jarang juga para kontestan Pemilu melanggar aturan atau ketentuan kampanye. Pada saat masa kampanye seringkali ditemukan atribut-atribut menempel dan tergantung di pohon-pohon pelindung, fasilitas-fasilitas umum dan kadangkadang yang lebih merisaukan masyarakat tentunya setelah kampanye atribut itu tidak dibersihkan lagi. Memperhatikan fenomena kampanye dan marketing politik seperti gambaran di atas, perlu rasanya perbaikan kualitas dan metode kampanye. Perbaikan ini tentu akan melibatkan stakeholders Pemilu dan pemilihan kepala daerah, seperti KPU, partai politik dan juga masyarakat. KPU, KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota sebagai Penyelenggara Pemilu dan pemilihan kepala daerah dapat memanfaatkan ruang yang diberikan Undang-undang untuk mengemas kampanye yang lebih dialogis dan juga terarah agar tujuan tahapan kampanye untuk penyampaian visi, misi dan program betul-betul bisa terlaksana serta bisa berjalan tertib. 2

Sebagaimana pengertian dari kampanye yang merupakan tahapan penyampaian visi, misi dan program-program kontestan pemilu, pada masa kampanye-lah kontestan pemilu berkomunikasi dengan masyarakat atau calon pemilih. Namun, apakah kampanye dengan berbagai janji yang disampaikan pada pemilu dan pemilihan kepala daerah kini sudah benarbenar dilakukan dengan jujur? Walaupun para kontestan pemilu sedang berlomba menduduki jabatan, sudah seharusnya tetap benar-benar tulus untuk membuat perbaikan di masa datang. Persoalan kejujuran adalah permasalahan integritas dari para kontestan itu sendiri. Tak jarang kontestan Pemilu yang dulu telah dipilih oleh masyarakat akhirnya dihujat akibat janji tak bersesuaian dengan kenyataan setelah menjabat. Kenyataan ini, lamakelamaan akan memperdalam jurang ketidakpercayaan antara masyarakat dan elit politik di negara kita. Dengan berpedoman PKPU Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota, KPU Kota Palangka Raya telah melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis tentang Pelaksanaan Kampanye Pasangan Calon Untuk PPK pada Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Tahun 2015. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 September 2015 di Aquarius Boutique Hotel Jl. Imam Bonjol No. 5 Palangka Raya dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang dari 5 (lima) Kecamatan se-kota Palangka Raya. B. Sasaran Terbentuknya Panitia Penyelenggara Bimbingan Teknis Tentang Aturan Pelaksanaan Kampanye Pasangan Calon Untuk PPK Se-Kota Palangka Raya Pada Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Tahun 2015. B. Maksud dan Tujuan Penyajian Laporan Panitia Penyelenggara Bimbingan Teknis Tentang Aturan Pelaksanaan Kampanye Pasangan Calon Untuk PPK Se-Kota Palangka Raya Dalam Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah dimaksudkan dan ditujukan untuk : 3

1. Memberikan gambaran pelaksanaan Kampanye dengan berpedoman pada PKPU Nomor 7 Tahun 2015 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota se-kota Palangka Raya ; 2. Sebagai pertanggungjawaban Panitia Penyelenggara Bimbingan Teknis Tentang Aturan Pelaksanaan Kampanye Pasangan Calon Untuk PPK se-kota Palangka Raya dalam Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Tahun 2015; 4

BAB II GAMBARAN UMUM A. Dasar Pelaksanaan Kegiatan 1. Sumber Dana Dokumen Pelaksanaan Anggaran ( DPA-PPKD Biro Keuangan ) 2. PKPU Nomor 7 Tahun 2015 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota (terlampir); 3. Keputusan KPU Kota Palangka Raya Nomor: 14/Kpts/KPU-Kota- 020.435925/Tahun 2015 tentang Panitia Penyelenggara Bimbingan Teknis Aturan Pelaksanaan Kampanye Pasangan Calon Untuk PPK Se- Kota Palangka Raya Suara dalam Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Tahun 2015 (terlampir). B. Jangka Waktu Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan Panitia Seleksi Pembentukan Panitia Penyelenggara Bimbingan Teknis Aturan Pelaksanaan Kampanye Pasangan Calon Untuk PPK Se-Kota Palangka Raya dalam Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Tahun 2015 dimaksudkan dan ditujukan untuk : 1. Mendapatkan gambaran tata cara pelaksanaan Kampanye yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku; 2. Mendapatkan informasi tentang beberapa larangan bagi pasangan calon serta tim kampanye dalam melakukan kampanye yakni larangan bagi pasangan calon untuk mencetak bahan kampanye selain yang diperbolehkan serta memasang dan mencetak alat peraga kampanye serta memasang iklan kampanye. C. Rencana Anggaran Biaya Pelaksanaan Kegiatan Segala biaya yang timbul untuk pelaksanaan kegiatan Panitia Seleksi Pembentukan Panitia Penyelenggara Bimbingan Teknis Aturan Pelaksanaan Kampanye Pasangan Calon Untuk PPK Se-Kota Palangka Raya dalam Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Tahun 2015 dimaksudkan dalam Penyelenggaraan Pemilihan 5

Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Tahun 2015 dibebankan pada DPA-PPKD Biro Keuangan. D. Uraian Tugas dan Susunan Panitia Pelaksana Kegiatan 1. Pengarah a. Memberikan arahan dalam perumusan kebijakan dan strategi umum; b. Memberikan arahan dalam membuat perencanaan kegiatan dan menetapkan langkah-langkah strategis dalam rangka efektifitas pencapaian tujuan dan sasaran; c. Memberikan arahan dalam melakukan koordinasi dengan anggota Tim Pelaksana Kegiatan/Instansi Pemerintah lainnya; dan d. Memberikan arahan dalam melakukan kaji ulang terhadap efektifitas implementasi kegiatan Panitia Pelaksana Kegiatan. 2. Penanggungjawab a. Membantu tugas Pengarah dalam memberikan bimbingan dan arahan; b. Mengkoordinasikan kelancaran penyelenggaraan Panitia Pelaksana Kegiatan dalam pencapaian sasaran; c. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas Panitia Pelaksana Kegiatan; dan d. Bertanggungjawab atas seluruh kegiatan Tim Pelaksana Kegiatan. 3. Ketua a. Bertugas menyusun program kerja bersama-sama dengan anggota Panitia Pelaksana Kegiatan; b. Mengkoordinasikan tugas-tugas anggota Panitia Pelaksana Kegiatan; c. Menetapkan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK); d. Melakukan supervise dan monitoring atas pelaksanaan Panitia Pelaksana Kegiatan; e. Memeriksa dan menandatangani Laporan Hasil Pelaksanaan Kegiatan Panitia Pelaksana Kegiatan secara Periodik. 4. Sekretaris a. Membantu kelancaran tugas Panitia Pelaksana Kegiatan dalam rangka pencapaian sasaran dan tujuan secara efektif; 6

b. Menyusun dan melaporkan hasil kegiatan; c. Menyimpan dan mengadministrasikan bahan/dokumen dari setiap pelaksanaan kegiatan Panitia Pelaksana Kegiatan. 5. Anggota a. Memberikan kontribusi yang nyata dalam mewujudkan tujuan dan sasaran kegiatan; b. Memfasilitasi setiap pelaksanaan kegiatan dan memelihara kerjasama; dan c. Membantu menyiapkan bahan/dokumen yang diperlukan dalam setiap pelaksanaan kegiatan Panitia Pelaksana Kegiatan. 7

BAB III URAIAN HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN A. Langkah langkah Pelaksanaan Kegiatan I. Tahap Persiapan 1. Melakukan Koordinasi dengan Kasubbag yang masuk dalam panitia guna membahas Tupoksi masing-masing; 2. Melakukan konsultasi dengan Sekretaris dan Tim Pengarah tentang rencana persiapan pelaksanaan kegiatan; 3. Menyiapkan administrasi dan mengajukan rencana usulan pembiayaan; 4. Mengajukan draf Keputusan Panitia Seleksi Pembentukan Panitia Kalimantan Tengah Tahun 2015 secara berjenjang kepada Ketua KPU Kota Palangka Raya; 5. Penyusunan SK Panitia Penyelenggara Bimbingan Teknis Aturan Pelaksanaan Kampanye Pasangan Calon Untuk PPK Se-Kota Palangka Raya dalam Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Tahun 2015; II. Tahap Pelaksanaan 1. Pembelian Alat Tulis Kantor untuk bahan kegiatan Pokja Mengadakan bahan dalam kegiatan Panitia Penyelenggara Bimbingan Teknis Aturan Pelaksanaan Kampanye Pasangan Calon Untuk PPK Se-Kota Palangka Raya dalam Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Tahun 2015 berupa ATK sebagai pendukung terlaksananya kegiatan; 2. Membuat dan mendistribusikan undangan rapat Undangan dibuat dan ditujukan kepada tim pelaksana kegiatan Panitia Penyelenggara Bimbingan Teknis Aturan Pelaksanaan Kampanye Pasangan Calon Untuk PPK Se-Kota Palangka Raya dalam Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Tahun 2015; 3. Melakukan pembagian uraian tugas sesuai kedudukan dalam Pokja ; 4. Menyiapkan bahan untuk kegiatan Bimtek dimaksud meliputi penggandaan Materi Kampanye dan PKPU nomor 7 Tahun 2015 8

tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur,Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota. B. Pencapaian Hasil Pelaksanaan Kegiatan Hasil Kegiatan Panitia Penyelenggara Bimbingan Teknis Aturan Pelaksanaan Kampanye Pasangan Calon Untuk PPK Se-Kota Palangka Raya dalam Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Tahun 2015 terdokumentasi dengan lengkap dan akuntabel. C. Hasil Pelaksanaan Kegiatan 1. Diperoleh gambaran tata cara pelaksanaan Kampanye yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku; `2. Mendapatkan informasi tentang beberapa larangan bagi pasangan calon serta tim kampanye dalam melakukan kampanye yakni larangan bagi pasangan calon untuk mencetak bahan kampanye selain yang diperbolehkan serta memasang dan mencetak alat peraga kampanye serta memasang iklan kampanye. 3. Bahan evaluasi yang kemudian akan digunakan untuk membuat kebijakan dalam pelaksanaan seleksi Calon Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara dalam Penyelenggaraan Pemilu dimasa yang akan datang. 9

BAB IV PENUTUP Pada pelaksanaan kegiatan Panitia Penyelenggara Bimbingan Teknis Aturan Pelaksanaan Kampanye Pasangan Calon Untuk PPK Se-Kota Palangka Raya dalam Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Tahun 2015 tentu masih terdapat kelemahan dan kekurangan. Untuk itu kritik dan saran membangun diharapkan guna evaluasi bagi pelaksanaan Bimtek-bimtek di masa yang akan datang agar bisa lebih baik lagi. Demikian laporan ini dibuat agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Ketua Panitia, Fitna Dewita, S.Sos 10