57 BAB IV ANALISIS PROSES 4.1 Tahapan Produksi Film dokumenter TONGGAK melewati berbagai tahapan proses dari pra produksi, produksi dan pasca produksi, semua proses yang dilakukan berdasarkan arahan sang sutradara, baik dari pemilihan narasumber dan segala hal yang direkam atau kita ambil. Ditahapan produksi melihat dari apa jobdesk kita yang sudah ditentukan dalam rencan produksi, disini penulis sebagai seorang kameraman atau juga di sebut Dop memiliki kewenangan menentukan gambar apa yang akan diambil berdasarkan treatment si sutradara. 4.1.1 Pra Produksi Tahapan pra produksi adalah tahap paling awal, yaitu tahap mempersiapkan keperluan apa apa saja yang nantinya diperlukan disaat produksi nanti. Pada tahap ini semua crew menyiapkan atau melist kebutuhan mulai dari peralatan, surat perizinan, perbekalan, dan lain lain. Penulis bersama sutradara berdiskusi mengenai medan yang akan dilalui nanti, dikarnakan sang sutradara sudah pernah kelokasi yang nantinya ingin kita tuju, hal ini dilakukan demi penulis mengetahui gambaran tentang daerah itu. Selanjutnya penulis juga dapat membuat shooting list berdasarkan gambaran hasil diskusi tadi. Tahap pra produksi sangat menjadi penentu dalam tahap berikutnya, yaitu tahap produksi dan pasca produksi.
58 4.1.2 Produksi Proses produksi karya dokumenter ini dilakukan setelah semua proses pra produksi selesai disepakati oleh crew. Penentuan konsep tema produksi film dokumenter ini menggunakan gaya Documentary exposisi. Merupakan dokumenter yang alur ceritanya diperkuat dengan Vo sesuai dengan apa yang diinginkan oleh sang sutradara, selain itu penulis sebagai Dop dituntut untuk mendapatkan gambar gambar yang bagus dan juga cinematic. Pada proses produksi, proses perekaman multicam, dengan menggunakan tiga kamera. Yaitu 2 kamera Sony a6000 dan 1 Canon 7D. Pada awalnya shooting ingin dilakukan pada bulan bulan Oktober 2016 namun sayangnya kami terkendala di riset dan persiapan maka dari itu shooting baru bisa kami lakukan akhir bulan desember 2016. Produksi karya dokumenter ini dilakukan yaitu dengan mengambil beberapa gambar sesuai dengan treatment dan shooting list yang sudah dibuat. Dari konsep sinematografi yang penulis gunakan, penulis menggunakan teknik developing, dimana didalamnya terdapat unsur shoot size, camera angle, camera movement. 1. Kamera angle menurut Joseph V. Mascelli Pada pengaplikasian angle kamera pada dokumenter ini angle yang digunakan adalah: a. Bird Eye Sudut pengambilan gambar ini, posisi objek dibawah. Biasanya sudut pengmbilan gambar ini digunakan untuk menunjukkan apa yang sedang dilakukan objek, elemen apa saja yang ada disekitar objek, dan pemberian kesan perbandingan antara overview (keseluruhan) lingkungan dengan POI (Point Of Interest).
59 Gambar 4.1 ( bird eye ) b. Digunakan untuk merekam sudut lebih tinggi dibandingkan objek dan merekam dari bagian atas. Pengambilan angle seperti ini, mengesankan objek jadi terlihat kecil bertujuan agar gambar yang dihasilkan lebih dramatis lagi Gambar 4.2 ( high angle ) c. Pengambilan gambar yang sudut pengambilan sejajar dengan mata subjek, Hasilnya memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang. Teknik ini tidak memiliki kesan dramatis melainkan kesan wajar atau normal.
60 Gambar 4.3 ( eye level ) d. Low angle Sudut pengambilan gambar yang lebih rendah dari objek Gambar 4.4 ( low angle ) Teknik pengambilan gambar ini memposisikan kamera berada dalam posisi di bawah obyek yang akan diambil. Tujuan dari ini adalah untuk menciptakan karakter obyek menjadi berkekuatan tinggi terlihat perkasa, dan pandangan obyek dalam terlihat perspektif yang meninggi sehingga obyek seperti jagoan. Selain karna untuk menciptakan objek seperti yang disebutkan diatas, pengambilan ini dilakukan karna si objek berada diatas dan sulit untuk mengambil dari sudut angle
61 yang lain. 2. Tipe Komposisi gambar atau bisa dikenal size adalah besar kecilnya suatu subjek dan objek pada sebuah framing, yang memiliki makna atau arti yang berbeda beda ketika diimplementasikan dengan isi pesan yang ingin disampaikan melalui bahasa visual pada saat shooting. 1) Aerial Shot Gambar 4.5 (aerial hutan beguruh) Aerial atau pengambilan gambar dari udara dengan meletakkan kamera pada pesawat. Fungsi pengambilan gambar ini untuk melihat suasana dibawah atau daratan secara menyeluruh atau dalam skala yang lebih luas lagi. Motivasi didalam ini adalah, bagaimana penulis didalam hal ini sebagai Dop ingin mengambarkan keadaan hutan dalam skala yang lebih luas yang mulai secara perlahan tumbuh kembali dikarnakan pada tahun 2015 terjadi kebakaran yang cukup besar.
62 Gambar 4.6 ( aerial tugu Pangkalan Bun ) Gambar 4.7 ( aerial sungaiskonyer ) Aerial ini diambil bertujuan untuk mempertegas posisi objek yang diambil 2) Long Shot Gambar 4.8 ( long pembukaan lahan ) Pengambilan gambar yang mengambil keseluruhan objek yang menggambarkan aktifitas atau pergerakan secara menyeluruh. Motivasi dalam ini adalah, bagaimana dop ingin menggambarkan hutan yang subur dan lebat dibelakang sedangkan ada sebagian yang terkena pembukaan lahan.
63 3) Close up Gambar 4.9 ( close up pohon ulin yang tumbang ) Motivasi dalam ini adalah, saya sebagai Dop ingin menunjukan betapa kuat dan kokohnya pohon ulin ini, walaupun pohon ulin ini sudah lama tumbang namun tidak sedikitpun terlihat kropos dikayunya, namun hanya ada lumutnya saja. 4) Medium Shot Gambar 4.10 ( medium wawancara ) Jenis yang penulis pakai dalam format wawancara ini adalah medium, karna penulis selain ingin mendapatkan ekspresi dari si subjek yang ingin diambil, penulis juga ingin mendapatkan gerak atau gesture tubuh dari si subjek yang sedang diwawancara.
64 Tata letak kamera juga penulis sengaja diletakan tidak sejajara dengan si subjek, melainkan side, yaitu kamera yang diletakan agak meyamping, hal ini bertujuan seakan akan si narasumber sedang berbicara pada lawan bicaranya. 5) Big Close up Gambar 4.11 ( big close up wawancara ) Jenis ini penulis ambil untuk mengambarkan expresi atau raut wajah, ini bertujuan untuk mempertegas atau memperdalam emosi si subjek yang sedang diwawancara agar dapat lebih terasa lagi kepada penonton. 3. Time lapse Gambar 4.11 ( time lapse gelap ) Gambar 4.12 ( time lapse terang )
65 Pengambilan gambar pada suatu periodic waktu tertentu sampai waktu yang telah ditentukan, tujuan diambilnya time lapse ini untuk menggambarkan perbedaan waktu, dan juga dapat dipakai sebagai transisi gambar 4. Lens Movement Gambar 4.13 ( change focus ) Gambar 4.14 ( change focus ) Lens movement adalah suatu kegiatan menggerakan atau merubah pergerakan zoom in atau zoom out pada lensa atau juga merubah focus pada lensa terhadap objek tertentu. Tujuan penulis melakukan pengambilan gambar seperti ini yaitu untuk mengiring perhatian penonton kepada suatu objek tertentu.
66 5. Lighting Penulis mengunakan available light dengan maksud agar cahaya yang dihasilkan lebih natural dan juga pengunaan available light ini memudahkan Dop dalam mengejar momen ditiap nya, karna mengingat lokasi pengambilan gambarnya yang sama sekali tidak ada sumber listiknya. Maka dari itu dengan teknik available light ini penulis menghindari yang minim akan cahaya. 4.2 Lembar Kerja Produksi Director of Photography Camera Report Project Title : TONGGAK Director : Indah Mutia Dop : Muhammad Rievta Ikhwan Editor : Nur Aini Oktavianti Scene Shot Visual Type of Shot size 1 1 EXT. Establish Sungai Sekonyer Extreme long Angle 2 EXT. Sungai Sekonyer Long 2 1 EXT. Aligator di sungai Sekonyer 2 EXT. Buaya di sungai Sekonyer Close up 3 EXT. Biawak di sungai Sekonyer 4 EXT. Burung burung dipepohonan Low angle 5 EXT. Bekantan bergelayutan dipohon Long Low angle
67 3 1 EXT. Biji bijian dari tumbuhan Close up 4 1 EXT. Semut berbaris berjalan dipohon Close up 2 EXT. Jalan menuju ke hutan Long 5 1 EXT. Batang pohon 2 EXT. Batang pohon yang sudah berlumut 3 EXT. Bapak Surya sedang menjelaskan pohon ulin 4 EXT. Pohon ulin yang ditebang dan berlumut 6 1 EXT. Orang utan yang bergelantungan dipohon ulin 2 EXT. Orang utan yang bergelantungan dipohon ulin 7 1 EXT. Pohon tumbang yang sudah lapuk Long Close up Low angle Low angle 8 1 EXT. Beguruh yang terbakar Long 2 EXT. Orang berlarian memadamkan api 9 1 EXT. Establish Beguruh yang hangus terbakar Long Extreme long
68 10 1 EXT. Adut menjelaskan tentang kebakaran di Beguruh 11 1 EXT. Orang orang memadamkan api Long 12 1 EXT. Beguruh yang terbakar Extreme long 13 1 EXT. Daun daun kering Low angle 14 1 EXT. Establish Beguruh yang mulai tumbuh 15 1 EXT. Surya menjelaskan bahaya kelapa sawit 16 1 EXT. Establish Perkebunan Kelapa sawit Extreme long Extreme long 17 1 EXT. Jalan menuju perkebunan sawit Long 2 EXT. Pohon kelapa sawit 3 EXT. Biji kelapa sawit Close up Low angle 4 EXT. Air yang tercemar akibat sawit Long 18 1 INT. Kepala Balai TNTP menjelaskan kenapa banyak yang berebut untk menjadi bupati 19 1 EXT. Establish Hutan Beguruh Extreme long 20 1 EXT. Adut menjelaskan tentang perkembangan bibit ulin
69 21 1 EXT. Time Lapse Tugu Pangkalan Bun Long 2 EXT. Establish Tugu Pangkalan Bun Extreme long 22 1 EXT. Pasar Long 2 EXT. Para penjual 23 1 EXT. Kayu yang digunakan sebagai jalan setapak Long 2 EXT. Ibu ibu yang sedang mencuci Long 3 EXT. Kapal kapal lewat Long 4 EXT. Pemukiman yang ada dipinggir sungai Arut 24 1 EXT. Shodiq sedang menjelaskan kekuatan kayu ulin 25 1 EXT. Dermaga yang memakai kayu ulin 2 EXT. Tangga dermaga yang tua namun masih kuat 3 EXT. Jembatan didermaga terbuat dari kayu ulin Long Long 4 EXT. Establish Jembatan didermaga Long 26 1 EXT. Shodiq sedang menjelaskan betapa mahalnya kayu ulin
70 27 1 EXT. Establish pemukiman dipinggir sungai Arut 2 EXT. Orang yang sedang menyebrang sungai 3 EXT. Orang orang yang sedang mandi di sungai Extreme long Long Long 28 1 EXT. Establish Hujan Low angle 29 1 EXT. Tangga istana dari kayu ulin yang masih kuat 2 EXT. Kusen kusen istana dari kayu ulin yang masih kuat Close up Low angle 3 EXT. Pintu istana yang masih kokoh Low angle 4 EXT. Establish Istana Kuning Long 5 EXT. Pilar pilar istana Low angle 6 EXT. Establish Point of interest Istana Kuning 30 1 EXT. Alat berat yang sedang beroperasi 2 EXT. Roda roda alat berat yang dipenuhi lumpur 31 1 EXT. Establish Perkebunan Kelapa sawit Extreme long Long Extreme long
72 Warna Tipe Hitam Canon EOS 7D Ukuran Layar (in) 3.0 Megapiksel 18.0 Fitur Input Output Resolusi Layar Tipe Baterai Format Foto HD Recording Image Stabilization USB Component Video Composite Video USB HDMI 920000 dots Li-Ion JPEG, RAW Ukuran File Foto 5184 x 3456 Format Video Video HD Resolusi Video Focal Length Image Stabilization MOV Ya 1920x1080 18-135mm Ya ISO Range 100-12800 Range Shutter Speed Built in Flash Tipe Memory Card HDMI Port Tipe Layar 30-1/8000 detik Ya SD/SDHC/SDXC Ya LCD
74 Image Stabilization Ya ISO Range 100-25600 Range Shutter Speed Built in Flash Tipe Memory Card HDMI Port Tipe Layar 30-1/4000 detik Ya SD/SDHC/SDXC Ya LCD Gambar 4.16 ( sony a6000 ) 4.3 Kendala dan Pemecahan 4.3.1 Kendala Kendala dalam proses shooting pembuatan film dokumenter TONGGAK banyak saya temukan, baik dari segi teknis, lokasi, akses ke lokasi yang sangat jauh, transportasi yang minim sampai terkendala oleh cuaca, kendala teknis kami yaitu sulitnya mendapatkan sumber listrik didalam hutan untuk mengecharge batre batre kamera dan alat alat elektronik lainnya yang membutuhkan listrik. Untuk lokasi yang dituju juga sangat jauh, kami harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki sambil membawa peralatan shooting sekitar kurang lebih 10km dengan jalan yang rusak, licin, dan berlika-liku.
75 Selain itu penulis kekurangan stock gambar, tadinya penulis akan menggambil stock stock gambar pada saat perjalanan berangkat menuju lokasi, namun mengingat waktu tempuh cukup lama, sutradara mengambil keputusan untuk mengambil gambarnya pada saat pulangnya saja, sutradara beralasan jika sedikit sedikit mengambil gambar kita akan menjadi lama dan hari sudah gelap untuk ke lokasi utama, namun sayang ketika pulang, hujan turun dan mau tidak mau gambar yang tadinya akan saya diambil jadi tidak terlaksana, karna terkendala cuaca. Kami pun juga tidak menduga akan turun hujan lebat dan tidak ada tempat berteduh ditengah tengah hutan, peralatan kami pun basah dan cuman ada salah seorang dari crew kami yang membawa jas hujan, lalu semua peralatan kamera kami jadikan satu dan dibawa oleh salah satu crew yang memakai jas hujan. 4.3.2 Pemecahan Menyikapi kendala yang saya dan crew hadapi, khususnya penulis sebagai Dop yang terbentur masalah teknis, ada solusi yang penulis lakukan terkait kendala teknis yang kami hadapi, yaitu ketika kami pulang kepenginapan, hal pertama yang dilakukan adalah mengecharge semua batre batre yang kosong dan mengisi semua power bank power bank yang ada, karna kamera yang dipakai oleh kami ternyata juga bisa discharge dengan menggunakan power bank. Selanjutnya solusi untuk pengambilan gambar, yaitu saya sebagai Dop akan tetap mengambil gambar sesuai dengan apa yang saya anggap itu diperluka dan masuk kedalam treatment sang sutradara, agar waktu yang dilalui juga tidak terlalu lama, crew yang lain tetap berjalan namun penulis harus dengan sangat sigap untuk menyusul kembali ketertinggalan dengan crew yang sudah berada didepan, hal ini penulis lakukan semata mata untuk menghindari kejadian yang sebelumnya terjadi.