DI INDONESIA PADA SISWA KELAS XI TKR 2

dokumen-dokumen yang mirip
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERMAIN JAWABAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN

ELSA YUNIAR PRAMITA DEWI A

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. kelangsungan kehidupan dalam masyarakat, bangsa dan negara, karena dengan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. penting untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Di setiap pembelajaran di kelas

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan sarana penting pengembangan ilmu dan pondasi

SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Pendidikan Kewarganegaraan. diajukan oleh:

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

PENGARUH KEDISIPLINAN MENGGUNAKAN WAKTU BELAJAR DAN PERILAKU SISWA DALAM MENERIMA PELAJARAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN

PENGARUH AKTIVITAS BELAJAR SISWA DAN PARTISIPASI DALAM. KEGIATAN OSIS TERHADAP PRESTASI BELAJAR PKn PADA SISWA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dapat memperoleh ilmu pengetahuan serta keterampilan yang berguna untuk masa

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan

SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat sarjana S-1 Pendidikan Kewarganegaraan. disusun oleh: FEBRI ARIFIN A

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan

SKRIPSI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Pendidikan Kewarganegaraan. Diajukan Oleh: ERMAWATIK A

PENGARUH KEAKTIFAN SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DAN PEMAHAMAN PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS VII

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. tercipta cenderung menjadikan siswa atau peserta didik pasif, tidak kreatif, dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. dalam mengajar. Ketersediaan bahan ajar pada setiap satuan pendidikan diatur

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Proses pendidikan dapat berlangsung dalam dua tahapan, yakni proses

BAB I. aktivitas guru sebagai pengajar. Siswa dapat dikatakan belajar dengan aktif

(Penelitian PTK Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Nogosari) SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1

BAB I PENDAHULUAN. dan prinsip-prinsip yang saling berkaitan satu sama lain. Guru tidak hanya

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

PENGARUH TATA TERTIB DAN BIMBINGAN WALI KELAS TERHADAP PENEGAKAN KEDISIPLINAN SISWA SMK MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA DAN MOTIVASI BELAJAR. SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR Pkn SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH 4 SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dipelajari sejak SD. sampai SMA bahkan perguruan tinggi.

PERAN ORGANISASI BRAJA JATI DALAM PENGEMBANGAN DEMOKRASI DAN DEMOKRASI DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. Berkomunikasi adalah salah satu keterampilan berbahasa. Keterampilan

BAB I PENDAHULUAN. observasi, eksperimen, penyimpulan, penyusunan teori dan seterusnya. mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lainnya.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu proses untuk membantu manusia dalam mengembangkan potensi pada dirinya

BAB I PENDAHULUAN. berlangsung. Guru sebagai pengajar berharap agar para siswanya. kurang baik. Kompetensi tersebut menurut Benyamin Bloom (1956)

SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian prasyarat Guna mencapai derajat Sarjana S- 1. Pendidikan Kewarganegaraan ROSY HANDAYANI A.

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN TIPE SNOW BALL DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari seberapa maju pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan salah satu persoalan penting bagi kemajuan

PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE KEEP ON LEARNING SKRIPSI

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN MOTIVASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI ASSESSMENT FOR LEARNING (AFL) DENGAN PENDEKATAN UMPAN BALIK

BAB I PENDAHULUAN. terus berkembang pesat sekarang ini, akan membawa berbagai dampak

BAB I PENDAHULUAN. Pancasila dan Undang Undang Dasar mencoret-coret buku, bahkan ada yang selalu memandang keluar pintur.

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan. Diajukan Oleh:

BAB I PENDAHULUAN. karena belajar merupakan kunci untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Tanpa

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1. Program Studi Pendidikan Akuntansi. Disusun Oleh :

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan. semua pihak dapat memperoleh informasi dengan melimpah, cepat, dan

PENGARUH METODE KOOPERATIF TIPE CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) DAN TTW (THINK-TALK-WRITE) DALAM PEMBELAJARAN

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan pada hakikatnya adalah suatu proses dimana induvidu dapat

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT)

BAB I PENDAHULUAN. untuk mendorong kemajuannya dengan kekreatifan guru dan murid. Selain itu,

BAB I PENDAHULUAN. globalisasi seperti sekarang ini akan membawa dampak diberbagai bidang

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dengan orang lain. Negara kesatuan Republik Indonesia memiliki

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. mutu pendidikan, karena pendidikan merupakan sarana yang sangat penting

BAB I PENDAHULUAN. atur dalam Undang Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 1989 Bab III. memperoleh Pendidikan, kemudian pada pasal 6 berbunyi:

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF METODE LIGHTENING THE LEARNING CLIMATE UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Transkripsi:

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN CARD SORT BERVARIASI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN PKn MATERI BUDAYA POLITIK DI INDONESIA PADA SISWA KELAS XI TKR 2 SMK MUHAMMADIYAH DELANGGU KLATEN TAHUN 2010 SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian prasyarat Guna mencapai derajat Sarjana S- 1 Pendidikan Kewarganegaraan ARIS MIATUN A 220070046 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010 1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Proses pembelajaran di kelas sering kali menghadapi banyak permasalahan. Salah satunya adalah kurangnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Keaktifan siswa merupakan sebuah bentuk interaksi antara peserta didik dengan pendidik dalam pembelajaran di kelas. Keaktifan dalam proses pembelajaran mempunyai peranan penting dalam rangka untuk memahami suatu materi mata pelajaran tertentu. Materi Budaya Politik di Indonesia merupakan salah satu materi mata pelajaran PKn yang dipelajari di SMK kelas XI TKR 2 semester I di SMK Muhammadiyah Delanggu Klaten. Pemahaman siswa tentang materi Budaya Politik di Indonesia sangat kurang. Hal ini dikarenakan keaktifan siswa pada waktu mengikuti materi ini, baik dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan sangat kurang. Jumlah siswa dalam satu kelas adalah 42 siswa. Dari jumlah siswa tersebut hanya 13 orang yang aktif dalam proses pembelajaran PKn materi Budaya Politik di Indonesia baik yang bertanya dan berpendapat serta menjawab pertanyaan. Sementara itu sebanyak 29 siswa tidak aktif dalam mengikuti materi tersebut. Keadaan tersebut diperparah oleh kurangnya kreativitas guru dalam menggunakan strategi pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut guru telah mencoba berbagai strategi pembelajaran. Strategi yang telah dilaksanakan guru selama ini diantaranya adalah ceramah dan penugasan. Beberapa strategi tersebut dirasa 1

2 kurang efektif dalam meningkatkan keaktifan siswa. Pada saat guru menerangkan siswa hanya mendengarkan penjelasan guru, ada yang memperhatikan dan ada pula yang melakukan aktivitas lain misalnya: mengobrol dengan teman sebangkunya, mencoret-coret buku, bahkan ada yang tidur. Sementara itu, ketika guru memberi tugas siswa kurang sungguh-sungguh dalam mengerjakannya. Melihat kelemahan pada strategi pembelajaran yang telah diterapkan, maka guru mencoba memakai strategi lain yaitu strategi diskusi dan tim quiz, tetapi hasilnya juga belum maksimal. Berdasarkan kenyataan tersebut, maka dapat dilihat adanya kesenjangan antara apa yang terjadi dengan apa yang diharapkan. Rendahnya keaktifan dalam mempelajari materi Budaya Politik di Indonesia secara tidak langsung mempengaruhi tujuan materi pembelajaran yang hendak dicapai. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan kelas yang diharapkan mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran PKn materi Budaya Politik di Indonesia. Solusi alternatif yang ditawarkan adalah memakai strategi pembelajaran Card Sort bervariasi. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran PKn materi Budaya Politik di Indonesia pada dasarnya dapat dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan baik dari dalam diri siswa (internal) maupun dari luar diri siswa (eksternal). Beberapa masalah yang berkaitan dengan upaya untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran PKn materi tentang Budaya Politik di Indonesia antara lain: kondisi fisik siswa, cara mengajar guru, suasana kelas, media yang digunakan dalam pembelajaran, penguasaan materi siswa, perhatian

3 siswa, dan penerapan strategi pembelajaran Card Sort bervariasi. Dalam konteks ini tentu saja masih banyak lagi masalah yang dapat dikemukakan yang berkaitan dengan upaya meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran PKn materi tentang Budaya Politik di Indonesia. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas maka dipandang cukup penting untuk mengadakan penelitian tindakan kelas tentang Penerapan Strategi Pembelajaran Card Sort Bervariasi sebagai Upaya Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Proses Pembelajaran PKn Materi Budaya Politik di Indonesia pada Siswa Kelas XI TKR 2 SMK Muhammadiyah Delanggu Klaten Tahun 2010. B. Perumusan Masalah Permasalahan yang berkaitan dengan judul sangat luas sehingga tidak mungkin permasalahan yang ada dapat terjangkau dan terselesaikan semua. Perlu adanya pembatasan dan pemfokusan masalah sehingga masalah yang diteliti lebih jelas dan kesalahpahaman dapat dihindari. Dalam penelitian tindakan kelas ini variabel penelitian sebanyak dua jenis. 1. Variabel penerapan strategi pembelajaran Card Sort bervariasi sebagai variabel terikat. Adapun yang menjadi bagian dari variabel tersebut adalah sebagai berikut. a. Siswa SMK Muhammadiyah Delanggu Klaten. b. Kelas XI TKR 2 semester I.

4 c. Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan materi Budaya Politik di Indonesia. 2. Variabel peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sebagai variabel bebas. Berdasarkan identifikasi permasalahan di atas maka dapat dirumuskan suatu permasalahan sebagai berikut: Apakah Penerapan Strategi Pembelajaran Card Sort Bervariasi dapat Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Proses Pembelajaran PKn Materi Budaya Politik di Indonesia pada Siswa Kelas XI TKR 2 SMK Muhammadiyah Delanggu Klaten Tahun 2010?. C. Tujuan Penelitian Tujuan merupakan titik puncak untuk merealisasikan aktivitas yang akan dilaksanakan sehingga dapat dirumuskan secara jelas. Pada penelitian ini, perlu adanya tujuan yang berfungsi sebagai acuan pokok terhadap masalah yang akan diteliti sehingga akan dapat bekerja secara terarah dalam mencari data sampai langkah pemecahan masalahnya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Tujuan Umum a. Untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran PKn khususnya meteri Budaya Politik di Indonesia. b. Untuk meningkatkan kreatifitas siswa. c. Untuk meningkatkan keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat. d. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

5 2. Tujuan Khusus Untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran PKn meteri Budaya Politik di Indonesia melalui penerapan strategi pembelajaran Card Sort bervariasi pada siswa kelas XI TKR 2 SMK Muhammadiyah Delanggu Klaten Tahun 2010. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis a. Mendapatkan teori baru tentang kurangnya keaktifan siswa dalam pembelajaran di kelas melalui penerapan strategi pembelajaran Card Sort bervariasi. b. Sebagai dasar untuk kegiatan penelitian selanjutnya yang sejenis. 2. Manfaat Praktis a. Manfaat bagi Siswa: 1) Menarik perhatian siswa dalam menerima mata pelajaran PKn khususnya materi Budaya Politik di Indonesia. 2) Untuk mengembangkan kreatifitas siswa. 3) Untuk mempermudah siswa dalam menerima mata pelajaran PKn khususnya materi Budaya Politik di Indonesia. 4) Untuk meningkatkan keaktifan siswa. b. Manfaat bagi Guru: 1) Untuk pengembangan materi pelajaran. 2) Untuk memperluas wawasan guru akan landasan dan filsafat pendidikan.

6 3) Untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap potensi dan keberagaman peserta didik. 4) Untuk mengembangkan kemampuan guru dalam menyusun kurikulum atau silabus baik dalam bentuk dokumen maupun implementasi dalam pembelajaran. 5) Untuk mengembangkan kemampuan guru dalam menyusun rencana dan strategi pembelajaran sesuai standar kompetensi. 6) Mendapatkan strategi pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan keaktifan siswa. 7) Untuk mengadakan feed back dalam proses pembelajaran PKn khususnya materi Budaya Politik di Indonesia. 8) Meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan evaluasi hasil belajar. c. Manfaat bagi Sekolah: 1) Untuk meningkatkan profesionalisme guru. 2) Meningkatkan mutu sekolah.