BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di instalasi rekam medis RSUP Dr. Kariadi

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. menitikberatkan pada prevalensi terjadinya DM pada pasien TB di RSUP

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini meliputi bidang Mikrobiologi klinik dan infeksi.

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian di bidang Ilmu Penyakit Dalam. Waktu: Waktu penelitian dilaksanakan pada Maret-Juli 2013.

BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah di bidang Ilmu Kardiologi dan

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian di bidang ilmu Kardiovaskuler.

BAB I PENDAHULUAN. plak yang tersusun oleh kolesterol, substansi lemak, kalsium, fibrin, serta debris

BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah ilmu anestesi dan terapi intensif.

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. membatasi banyaknya variabel yang akan dikaji, dan membatasi subjek penelitian.

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian di bidang Ilmu Penyakit Saraf.

BAB IV METODE PENELITIAN. Bidang Ilmu Kedokteran khususnya Ilmu Penyakit Dalam. Semarang Jawa Tengah. Data diambil dari hasil rekam medik dan waktu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Disiplin ilmu yang terkait pada penelitian ini adalah ilmu kedokteran

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat dr. Kariadi. Penelitian dilakukan dari bulan Februari 2016 Juli 2016

BAB 4 METODE PENELITIAN. Pulmonologi serta Ilmu Mikrobiologi Klinik.

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini mencakup bidang Ilmu Penyakit Saraf.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian belah lintang (Cross Sectional) dimana

BAB IV METODE PENELITIAN. Bidang keilmuan penelitian ini adalah Ilmu Anestesi dan Ilmu Bedah Jantung.

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk penelitian Ilmu Penyakit Dalam.

BAB III METODE PENELITIAN. Kedokteran Universitas Diponegoro Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Kariadi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah penelitian di bidang Ilmu Kesehatan Mata.

BAB III METODE PENELITIAN. multipara dengan Pap smear sebagai baku emas yang diukur pada waktu yang. bersamaan saat penelitian berlangsung.

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup keilmuan pada penelitian ini mencakup bidang Ilmu Penyakit

BAB 4 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah penelitian di bidang Ilmu Kesehatan

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup tempat : RSIA. Hermina Pandanaran Semarang. Indonesia.

BAB IV METODE PENELITIAN. Dilaksanakan pada bulan Maret Juni 2015 di klinik VCT RSUP Dr.

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN. Onkologi dan Bedah digestif; serta Ilmu Penyakit Dalam. Penelitian dilaksanakan di Instalasi Rekam Medik RSUP Dr.

BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup keilmuan dalam penelitian ini adalah bidang Ilmu. Mikrobiologi Klinik dan ilmu penyakit infeksi.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di RSUD RAA Soewondo Pati dan dilakukan. pada 1Maret 2016 sampai dengan bulan 1 April 2016.

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini mencakup bidang fisiologi dan ergonomi. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan

BAB 4 METODE PENELITIAN. Manajemen ICU, dan ICU RSUP dr. Kariadi Semarang. Penelitian dimulai bulan

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini mencakup bidang Ilmu Penyakit Dalam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret Juni 2013 di RSUP. Dr.

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian adalah Ilmu Bedah khususnya Bedah Ortopedi.

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini mencakup bidang Neurologi.

BAB IV METODE PENELITIAN. ditetapkan di Ruang Pemulihan RSUP Dr. Kariadi Semarang. Penelitian ini dilaksanakan di RSUP Dr.

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian di bidang Ilmu Penyakit Dalam.

BAB IV METODE PENELITIAN. Penyakit Dalam sub bagian Infeksi Tropis. Bagian /SMF Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr. Kariadi Semarang mulai 1

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian di bidang Obstetri dan Ginekologi dan Patologi

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup keilmuan penelitian adalah Rehabilitasi Medik.

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Penyakit Dalam khususnya Ilmu

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah neurologi dan psikiatri.

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV MEDOTE PENELITIAN. 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Penyakit Saraf (Neurologi).

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. khususnya Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Psikiatri

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Tempat penelitian ini dilakukan adalah RSUP Dr. Kariadi Semarang.

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian adalah Ilmu Penyakit Saraf. Penelitian dilakukan di Bangsal Rawat Inap Penyakit Saraf RS Dr.

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUP Dr. Kariadi,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian di bidang SMF Kardiologi dan Kedokteran

BAB III METODE PENELITIAN. Kariadi Semarang pada periode Maret Juni neutrofil limfosit (NLR) darah tepi sebagai indikator outcome stroke iskemik

BAB IV METODE PENELITIAN. Infeksi dan Penyakit Tropis dan Mikrobiologi Klinik. RSUP Dr. Kariadi Semarang telah dilaksanakan mulai bulan Mei 2014

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah keilmuan tentang fisika medis.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN. khususnya sub bidang geriatri dan ilmu manajemen rumah sakit. Kariadi Semarang, Jawa Tengah. sampai jumlah sampel terpenuhi.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Poliklinik Mata dan CDC RSUP dr. one group pretest and posttest design.

BAB 4 METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah ICU RSUP dr. Kariadi Semarang.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN. Bidang keilmuan penelitian ini adalah ilmu anestesiologi dan terapi intensif.

BAB IV METODE PENELITIAN. Ilmu Penyakit Dalam sub bagian Reumatologi. Penelitian ini dilakukan di poliklinik Penyakit Dalam sub bagian

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. Ruang lingkup keilmuan dari penelitian adalah mencakup bidang Ilmu

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini mencakup bidang Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Poliklinik Jantung dan Pembuluh Darah, Laboratorium Kateterisasi Jantung, dan Bagian Rekam Medik Rumah Sakit Permata Medika (RSPM) Semarang. Waktu penelitian dimulai dari tahap penyusunan proposal sampai dengan jumlah subjek penelitian terpenuhi, yaitu pada bulan Desember 2015-Mei 2016. 3.3 Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian uji diagnostik pemeriksaan ABI dan CIMT dibandingkan dengan pemeriksaan angiografi koroner sebagai baku emasnya. 47

48 3.4 Populasi dan Subjek Penelitian 3.4.1 Populasi Target Populasi penelitian adalah pasien PJK yang sudah dilakukan pemeriksaan angiografi koroner. 3.4.2 Populasi Terjangkau Pasien PJK yang sudah dilakukan pemeriksaan angiografi koroner di RSPM. 3.4.3 Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah pasien PJK yang sudah dilakukan pemeriksaan angiografi koroner di RSPM pada bulan Januari 2015- Mei 2016. 3.4.3.1 Kriteria Inklusi 1) Pasien bersedia untuk diikutkan dalam penelitian 3.4.3.2 Kriteria Eksklusi 1) Penyakit jantung rematik 2) Penyakit katup aorta 3) Sudah dilakukan angiografi koroner, namun mengalami infark miokard baru 3.4.3.3 Cara Pengambilan Subjek Penelitian Subjek pada penelitian ini diperoleh dengan metode nonprobability sampling, yaitu dengan cara purposive sampling, di mana setiap pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan

49 tidak termasuk kriteria eksklusi akan dianalisis sampai jumlah target subjek penelitian terpenuhi. 3.4.3.4 Besar Subjek Penelitian Dihitung menggunakan rumus besar subjek penelitian untuk penelitian uji diagnostik (proporsi tunggal), dengan langkah: 1) Menentukan besar subjek penelitian yang didiagnosis positif oleh baku emas Besar subjek penelitian dihitung dengan rumus besar subjek penelitian untuk uji diagnostik dengan interval kepercayaan 95% dan presisi penelitian 10%. Sensitivitas metode ABI dan CIMT yang diharapkan adalah 85%. Untuk uji sensitivitas diperlukan jumlah subjek penelitian minimal: N = Za2 PQ d 2 N = besar subjek penelitian minimal P = sensitivitas yang diinginkan, yaitu 0,85 Q = 1-P, yaitu 0,15 d = presisi penelitian, yaitu 0,1 Zα = deviat baku alpha, yaitu 1,96 Sehingga, N = (1,96)2 X 0,85 X 0,15 (0,1)2

50 N = 48,98 2) Menghitung besar subjek penelitian keseluruhan dengan melakukan koreksi prevalensi kasus, dengan besar subjek penelitian untuk uji diagnostik N = N Pr N = besar subjek penelitian untuk uji diagnostik N = besar subjek penelitian yang didiagnosis positif oleh baku emas Pr = prevalensi PJK, yaitu 1,5 12 N = 48,98 1,5 N = 32,65 Sehingga jumlah subjek penelitian minimal yang diperlukan adalah 33 orang. 3.5 Variabel Penelitian 3.5.1 Variabel Prediktor Variabel prediktor dalam penelitian ini adalah pemeriksaan untuk diagnosis PJK menggunakan metode ABI dan CIMT. 3.5.2 Variabel Outcome Variabel outcome dalam penelitian ini adalah pemeriksaan untuk diagnosis PJK menggunakan metode angiografi koroner.

51 3.6 Definisi Operasional Tabel 2. Definisi Operasional Variabel No Variabel Definisi Operasional Skala 1 Angiografi Pemeriksaan yang digunakan sebagai baku Nominal koroner emas diagnosis PJK dengan cara memasukkan zat kontras ke dalam arteri koronaria melalui kateter yang dipasang pada arteri femoralis atau arteri brachialis, lalu difoto dengan menggunakan mesin sinar-x yang dapat diubah posisinya. Dikelompokkan menjadi: 1. Positif: stenosis 50% 2. Negatif: stenosis < 50% atau tidak ada stenosis (normo koroner) 2 ABI Perbandingan nilai tekanan sistolik Nominal tertinggi dari arteri dorsalis pedis atau arteri tibialis posterior dengan tekanan sistolik tertinggi arteri brachialis dengan metode plethysmography. Dikelompokkan menjadi: 1. Positif: nilai ABI < 0,9 atau > 1,3 2. Negatif: nilai ABI 0,9-1,3 3 CIMT Pengukuran ketebalan tunika intima-media arteri karotis dengan B-mode ultrasound. Dikelompokkan menjadi: 1. Positif: nilai CIMT 0,9 atau ada penebalan 50% dari lokasi sekitar (plak) 2. Negatif: nilai CIMT < 0,9 mm Nominal

52 3.7 Cara Pengumpulan Data 3.7.1 Bahan 1) Rekam medis pasien 3.7.2 Alat 1) Untuk memeriksa ABI menggunakan MESI ABPI MD dengan metode oskilometrik. 2) Untuk memeriksa CIMT menggunakan alat USG Ultrasonix SonixTouch probe linier frekuensi 7,5 MHz. 3) Untuk memeriksa angiografi koroner menggunakan alat angiografi koroner 2008 Siemens Artis Zee Ceiling-NISR8065 (single plane C-arm) beserta alat lain yang diperlukan dalam prosedur pemeriksaan dan perawatan pasca pemeriksaan, seperti kateter, zat kontras, guidewire, sheath, anestesi lokal, dan lain-lain. 3.7.3 Jenis Data 1) Data primer, meliputi: nama, usia, jenis kelamin, dan status merokok. 2) Data sekunder, meliputi: berat badan, tinggi badan, status hipertensi, status diabetes mellitus, status dislipidemia, hasil pemeriksaan angiografi koroner, nilai ABI, dan nilai CIMT. Pemeriksaan angiografi koroner, ABI, dan CIMT seluruhnya dilakukan oleh satu orang saja yang telah memiliki kompetensi untuk melakukan pemeriksaan tersebut.

53 3.7.4 Cara Kerja 1) Pasien dilakukan pemeriksaan angiografi koroner, cara kerja: 1. Melakukan evaluasi sebelum pemeriksaan kateterisasi dan mempersiapkan pasien sesuai prosedur pemeriksaan 2. Pasien berbaring rileks dan tetap sadar selama pemeriksaan berlangsung, memasang sadapan pada dada pasien untuk memantau irama dan denyut jantung selama pemeriksaan 3. Melakukan tindakan asepsis dan memberikan anestesi lokal pada lokasi sekitar tempat memasukkan kateter (biasanya arteri femoralis) 4. Melakukan palpasi untuk menentukan lokasi arteri, melakukan arterial puncture sekitar 1-3 cm di bawah ligamentum inguinal untuk mendapat akses arteri, memasukkan guidewire, lalu melepaskan jarum, memasukkan sheath (dilakukan insisi kecil apabila diperlukan), kemudian memasukkan kateter 5. Kateter dapat diarahkan sampai ke ventrikel kiri untuk mengukur tekanan akhir diastolik dan tekanan sistolik ventrikel kiri. Setelah kateter mencapai aorta ascendens, diarahkan ke ostium arteri koronaria kanan, disuntikkan kontras dan diambil gambar dengan mesin sinar-x untuk evaluasi cabang arteri koronaria kanan. Setelah itu melakukan pencitraan pada arteri koronaria kiri dan cabangnya. Pengambilan gambar dilakukan dalam berbagai posisi (kombinasi antero-posterior (AP),

54 cranial, caudal, left lateral, right lateral, right anterior oblique (RAO), left anterior oblique (LAO), jarang sekali menggunakan posterior oblique, serta dapat diatur posisi sudut dari mesin sinar-x). 11 posisi yang umum digunakan dengan berbagai sudut adalah AP, AP-cranial, AP-caudal, left lateral, right lateral, RAO, RAO-cranial, RAO-caudal, LAO, LAOcranial, dan LAO-caudal. Posisi ini juga didefinisikan dalam sudut dari cranial ke caudal, dan sudut dari kiri ke kanan. Sudut pengambilan gambar ini bervariasi tergantung dari anatomi pasien, jantung, dan arteri koronaria 6. Setelah prosedur selesai, lepaskan kateter, dilakukan pencabutan sheath dan penekanan, lakukan pemeriksaan dan perawatan pascakateterisasi serta imobilisasi 6-8 jam 7. Mencatat hasil pemeriksaan angiografi koroner 2) Setelah pasien dilakukan pemeriksaan angiografi koroner, saat pasien datang untuk kontrol rutin, peneliti meminta persetujuan pasien dalam informed consent tertulis dan melakukan wawancara (nama, usia, jenis kelamin, dan status merokok) 3) Pasien dilakukan pemeriksaan ABI, cara kerja: 1. Pasien berbaring di tempat tidur tanpa menggunakan bantal. Sebelum dilakukan pemeriksaan, pasien beristirahat minimal 5 menit

55 2. Memasang manset pada lengan dan kedua kaki (merah pada lengan atas, kuning pada tungkai kiri bawah dekat maleolus, dan hijau pada tungkai kanan bawah dekat maleolus) 3. Menekan tombol start dan menunggu sekitar 3 menit 4. Mencatat nilai hasil pemeriksaan ABI 4) Pasien dilakukan pemeriksaan CIMT, cara kerja: 1. Pasien berbaring di tempat tidur dan pemeriksa duduk di sebelah kanan pasien 2. Mengekstensikan leher dan memposisikan kepala pasien menoleh ke kontralateral dari sisi leher yang akan diperiksa 3. Mengoleskan gel pada transduser 4. Melakukan skrining arteri karotis komunis menggunakan transduser dengan orientasi transversal dari proksimal ke distal sambil melihat layar monitor dan mencari lokasi sinus atau bulbus karotikus 5. Memposisikan orientasi transduser menjadi longitudinal pada sisi lateral arteri karotis kemudian merekam pencitraan pada monitor dalam bentuk gambar diam 6. Melakukan pengukuran ketebalan tunika intima-media pada dinding arteri pada bagian tengah arteri karotis komunis dan bulbus karotikus menggunakan perangkat lunak pada alat USG. Masing-masing diukur dua kali dan diambil nilai rata-ratanya

56 7. Melakukan pemeriksaan dan pengukuran pada arteri karotis sisi leher yang lain dengan cara yang sama 8. Mencatat nilai ketebalan tunika intima-media arteri karotis komunis 5) Melengkapi lembar pengumpulan data subjek penelitian dengan melihat data pada rekam medis (berat badan, tinggi badan, status hipertensi, status diabetes mellitus, dan status dislipidemia) 6) Melakukan pengolahan dan analisis data untuk mengetahui sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi positif, nilai prediksi negatif, positive likelihood ratio, negative likelihood ratio, akurasi, dan prevalensi.

57 3.8 Alur Penelitian Populasi terjangkau Memenuhi kriteria inklusi dan tidak termasuk kriteria eksklusi Informed consent PJK signifikan PJK tidak signifikan Diperiksa ABI Diperiksa CIMT Diperiksa ABI Diperiksa CIMT + - + - + - + - Uji Diagnostik Gambar 14. Alur Penelitian 3.9 Analisis Data Uji diagnostik dilakukan untuk membandingkan pemeriksaan ABI dan CIMT dengan angiografi koroner sebagai pemeriksaan baku emas PJK. Data yang telah diperoleh diolah dengan cara tabulasi dan ditampilkan dalam bentuk tabel 2x2 untuk hasil uji diagnostik, kemudian dihitung nilai diagnostiknya, meliputi: sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi positif, nilai prediksi negatif, positive likelihood ratio, negative likelihood ratio, akurasi, dan prevalensi.

58 Keterangan: 1) Sensitivitas = proporsi hasil pemeriksaan PJK yang menunjukkan hasil positif pada metode baku emas dan pada metode yang diuji (positif benar) dibandingkan dengan seluruh hasil positif pada metode baku emas saja (positif benar dan negatif semu) atau kemungkinan bahwa hasil uji diagnostik akan positif bila dilakukan pada sekelompok subjek yang sakit 2) Spesifisitas = proporsi hasil pemeriksaan PJK yang menunjukkan hasil negatif pada metode baku emas dan pada metode yang diuji (negatif benar) dibandingkan dengan seluruh hasil negatif pada metode baku emas saja (negatif benar dan positif semu) atau kemungkinan bahwa hasil uji diagnostik akan negatif bila dilakukan pada sekelompok subjek yang sehat 3) Nilai prediksi positif = probabilitas seseorang menderita PJK apabila hasil uji diagnostiknya positif 4) Nilai prediksi negatif = probabilitas seseorang tidak menderita PJK apabila hasil uji diagnostiknya negatif 5) Positive likelihood ratio = probabilitas dari seseorang menderita PJK dengan hasil diagnosis positif dibagi dengan probabilitas dari seseorang tidak menderita PJK dengan hasil diagnosis positif

59 6) Negative likelihood ratio = probabilitas dari seseorang menderita PJK dengan hasil diagnosis negatif dibagi dengan probabilitas dari seseorang tidak menderita PJK dengan hasil diagnosis negatif 7) Akurasi = kemampuan suatu tes untuk mendeteksi secara benar dari seluruh subjek yang diperiksa 8) Prevalensi = jumlah subjek yang menderita sakit dari seluruh subjek yang diperiksa Tabel 3. Tabel 2x2 Pemeriksaan ABI-Angiografi Koroner Angiografi koroner (baku emas) ABI Positif Negatif Jumlah Positif A B A+B Negatif C D C+D Jumlah A+C B+D A+B+C+D Tabel 4. Tabel 2x2 Pemeriksaan CIMT-Angiografi Koroner Angiografi koroner (baku emas) CIMT Positif Negatif Jumlah Positif A B A+B Negatif C D C+D Jumlah A+C B+D A+B+C+D

60 Keterangan: A = Positif benar bila hasil pemeriksaan uji diagnostik dan baku emas positif B = Positif palsu bila hasil pemeriksaan uji diagnostik positif tetapi baku emas negatif C = Negatif palsu bila hasil pemeriksaan uji diagnostik negatif tetapi baku emas positif D = Negatif benar bila hasil pemeriksaan uji diagnostik dan baku emas negatif Cara menentukan: 1) Sensitivitas = A A+C x 100% 2) Spesifisitas = D B+D x 100% 3) Nilai prediksi positif = 4) Nilai prediksi negatif = A A+B x 100% D D+C x 100% 5) Positive likelihood ratio = A (A+C) B (B+D) 6) Negative likelihood ratio = C (A+C) D (B+D) = sensitivitas 100 spesifisitas = 100 sensivitas spesifisitas 7) Akurasi = 8) Prevalensi = A+D A+B+C+D x 100% A+C A+B+C+D x 100% Baku emas merupakan standart untuk pembuktian ada atau tidaknya penyakit pada pasien dan merupakan sarana diagnostik terbaik yang ada, meskipun bukan yang termurah dan ternyaman bagi pasien.

61 3.10 Etika Penelitian Penelitian ini telah mendapatkan ethical clearance dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro atau RSUP Dr. Kariadi Semarang (No. 213/EC/FK-RSDK/2016) dan telah mendapat izin dari Rumah Sakit Permata Medika Semarang (No. 266/Dir/RSPM/III/2016). Persetujuan subjek penelitian untuk diikutsertakan dalam penelitian telah diminta dalam informed consent. Identitas dan data yang diperoleh dari subjek penelitian akan dirahasiakan. Subjek penelitian tidak dibebani biaya apapun. 3.11 Jadwal Penelitian Tabel 5. Jadwal Penelitian Bulan ke- Kegiatan 1 2 3 4 5 6 Studi Literatur Penyusunan Proposal Seminar Proposal Persiapan Penelitian Penelitian Pengolahan Data dan Analisis Data Penyusunan Hasil Seminar Hasil