DEWI SUSANTI ( S)

dokumen-dokumen yang mirip
Putri Kusumawati Priyono

Oleh : Yuyun Wahyu Indah Indriyani ABSTRAK

Sri Wahyuni, Endang Wahyuningsih ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. menyusu dalam 1 jam pertama kelahirannya (Roesli, 2008). Peran Millenium

PERAN SERTA SUAMI DALAM PROSES MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JOGONALAN KLATEN. Sugita Dosen Poltekkes Surakarta Jurusan Kebidanan ABSTRAK

HUBUNGAN KEBIASAAN MENYUSUI DENGAN STATUS GIZI BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WIRADESA KABUPATEN PEKALONGAN

Jurnal Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya, Volume 2, Nomor 2, September 2016 ISSN X

Volume 3 No. 1 Maret 2012 ISSN :

Sugiarti dan Vera Talumepa

Oleh : Suharno, S.Kep.,Ners ABSTRAK

Fristia Hidayat b023 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudi Waluyo Ungaran Progran Studi Diploma IV Kebidanan

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN KADER TENTANG TUGAS KADER POSYANDU

Siti Rohma Perbasya 1 dan Fitri Ekasari 2 ABSTRAK

BAB 1 PENDAHULUAN. pemberian (ASI) masih jauh dari yang diharapkan. Menurut Survei Demografi

PENGARUH PELATIHAN PEMBERIAN MAKAN PADA BAYI DAN ANAK TERHADAP PENGETAHUAN KADER DI WILAYAH PUSKESMAS KLATEN TENGAH KABUPATEN KLATEN

Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Ibu Hamil tentang Pemanfaatan Kelas Ibu Hamil di Desa Nagrak Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Diare Pada Balita di Kelurahan Jaya Mekar Wilayah Kerja Puskesmas Baros Kota Sukabumi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DI DESA BUTUH KECAMATAN TENGARAN KABUPATEN SEMARANG

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ARTIKEL

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DI RUANG MAWAR ABSTRAK

FAKTOR DETERMINAN RENDAHNYA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Inisiasi Menyusu Dini ( IMD) adalah suatu proses membiarkan bayi dengan

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH. Indonesia masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara

Lilis Suryani 1), Carudin 2) Program Studi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Singaperbangsa Karawang emal:

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

NASKAH PUBLIKASI. Disusun Oleh : MIRANTI OCTARINA

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG IMUNISASI DI PUSKESMAS PEMBANTU BATUPLAT

DAFTAR PUSTAKA. Ahmadi, Abu dan Nur Unbiyati Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU BERSALIN DENGAN INISIASI MENYUSU DINI DI BIDAN PRAKTEK SWASTA BENIS JAYANTO NGENTAK KUJON CEPER KLATEN. Wahyuningsih ABSTRAK


HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN DENGAN PELAKSANAAN ASUHAN PERSALINAN NORMAL (APN) DI RSUD CIDERES KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2015.

Oleh : Desi Evitasari, Selvia Septiani ABSTRAK. : Pengetahuan, Ibu Hamil, Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BERSALIN DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSUI DINI DIKAMAR BERSALIN PUSKESMAS PUTRI AYU KOTA JAMBI TAHUN 2013

PENGARUH PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN KERJA DENGAN PERILAKU BIDAN DALAM PENERAPAN 58 LANGKAH APN DI RSUD KOTA BEKASI TAHUN 2014

HUBUNGAN ANTARA SIKAP IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDAWUNG II SRAGEN

Heni Hirawati P, Masruroh, Yeni Okta Triwijayanti ABSTRAK

HUBUNGAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG SDIDTK TERHADAP PELAKSANAAN SDIDTK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN KARANGANOM KLATEN

BAB III METODE PENELITIAN. beberapa variabel. Dengan teknik korelasi dapat diketahui hubungan variasi

BAB I PENDAHULUAN. tujuan tersebut yaitu dengan pemberian Air Susu Ibu (ASI) sampai bayi

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI PERAWAT DENGAN SIKAP PERAWAT DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL PASIEN RAWAT INAP DI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN

PENGARUH PELATIHAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA (DTKB) TERHADAP MOTIVASI DAN KETRAMPILAN KADER DI DUSUN SORAGAN NGESTIHARJO KASIHAN BANTUL

HUBUNGAN PELATIHAN PEMBERIAN MAKANAN PADA BAYI DAN ANAK (PMBA) DENGAN KETERAMPILAN KONSELING PADA BIDAN DI WILAYAH KAWEDANAN PEDAN TAHUN 2014

Volume 4 No. 2, September 2013 ISSN :

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TRIMESTER I TENTANG ANTENATAL CARE DIPUSKESMAS JEPON KABUPATEN BLORA. Oleh

Oleh : Rita Nurhayati, Ruri Yuni Astari, M.Keb SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) YPIB MAJALENGKA ABSTRAK

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DI RUANG MAWAR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. H. SOEWONDO KENDAL

BAB I PENDAHULUAN. 2006). Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI) tahun 2014

PENGARUH PEMBERIAN KONSELING TERHADAP PENGETAHUAN DAN MINAT PENGGUNA KONTRASEPSI MAL DI PONET GROBOGAN GROBOGAN JAWA TENGAH

PENGARUH PENYULUHAN MP ASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU DALAM PEMBERIAN MP ASI DI PUSKESMAS SAMIGALUH I

ABSTRAK. Kata kunci : Berat Badan Bayi, ASI Eksklusif, MP-ASI

BAB VI SIMPULAN DAN SARAN. Wilayah Kerja Puskesmas Pakis pada tanggal 30 Juni Juli. pengetahuan responden tidak signifikan.

SUYANI PROGRAM STUDI BIDAN PENDIDIK JENJANG D IV SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AISYIYAH YOGYAKARTA

Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Inisiasi Menyusu Dini di BPS Hj. Umah Kec. Cidadap Kel. Ciumbuleuit Kota Bandung

Rizka Artanti. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Meningkatkan Kinerja Bidan dalam Upaya Menurunkan Angka Kejadian Partus Lama di RSUD Rokan Hulu. Andriana* Syafneli**

PERBEDAAN PEMBERIAN PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PHBS PADA IBU RUMAH TANGGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKALONGAN SELATAN

Hikmatul Khoiriyah Akademi Kebidanan Wira Buana ABSTRAK

MOTIVASI IBU POSTPARTUM MELAKUKAN SENAM NIFAS SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BBLR DI RSUD. PROF. DR. HI. ALOEI SABOE KOTA GORONTALO TAHUN Tri Rahyani Turede NIM

BAB 1 PENDAHULUAN. pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs) Di negara

Oleh : EndykaEryeFrety, S. ST., dan Evi Susianti S.ST Dosen Akademi Kebidanan Sakinah Pasuruan

Program Studi DIII Kebidanan, Fikkes, Universitas Muhammadiyah Semarang

Dukungan Suami dengan Kemauan Ibu Hamil dalam Pemberian ASI Eksklusif 62

Dinamika Kebidanan vol. 2 no. 1. Januari 2012

Program Studi S-1 Keperawatan STIKes Kusuma Husada Surakarta. Program Studi S-1 STIKes Kusuma Husada Surakarta

PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI TERHADAP KECEPATAN PENGELUARAN COLOSTRUM DI WILAYAH PUSKESMAS POLANHARJO KLATEN

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA HARJOBINANGUN PURWOREJO GITA APRILIA ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. mencerminkan keadaan derajat kesehatan di suatu masyarakat. Data. Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007

BAB 1 PENDAHULUAN. Melahirkan merupakan pengalaman menegangkan, akan tetapi sekaligus

BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MENDERITA KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DI KECAMATAN WONOSALAM KABUPATEN DEMAK

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU BEKERJA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SUMBEREJO KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK TAHUN 2011

BAB I PENDAHULUAN. target Millenium Depelopment Goals (MDGs) Dimana angka kematian bayi

KONSELING GIZI IBU HAMIL OLEH TENAGA KESEHATAN (BIDAN, PETUGAS GIZI) TERHADAP KEJADIAN ANEMIA DI PUSKESMAS JOGONALAN I

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Faktor resiko kematian ibu dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi,

NASKAH PUBLIKASI. Disusun oleh : Nama Mahasiswa : Sri Setiyo Ningrum NIM :

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG KEHAMILAN RESIKO TINGGI DIPUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN

DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DAN HUBUNGANNYA DENGAN KECEMASAN IBU PRIMIPARA DALAM MERAWAT BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH

BAB 1 PENDAHULUAN. salah satunya yaitu melalui promosi pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif

GAMBARAN TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 6-24 BULAN YANG MENDAPAT ASI EKSKLUSIF DI DESA GASOL KECAMATAN CUGENANG KABUPATEN CIANJUR ABSTRAK

Upaya Kader Posyandu Dalam Peningkatan Status Gizi Balita di Kelurahan Margasuka Kota Bandung

HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP PEMBERIAN ASI PADA IBU MENYUSUI DI DESA LOLONG KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN PEKALONGAN

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PERAWATAN PAYUDARA TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TRISEMESTER III DI RSUD SURAKARTA

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA KADER POSYANDU BALITA DALAM PELAKSANAAN POSYANDU DI KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK TAHUN 2011

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS TEGALREJO YOGYAKARTA 2014 NASKAH PUBLIKASI

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG POSYANDU TERHADAP STATUS GIZI ANAK BALITA

HUBUNGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 4-5 TAHUN DI DESA TAWANREJO BARENG KLATEN

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PROFIL KB IUD PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DONOROJO PACITAN

1

Nisa khoiriah INTISARI

Transkripsi:

PENGARUH PELATIHAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DUKUN BAYI UNTUK MEMOTIVASI IBU HAMIL MELAKUKANINISIASI MENYUSU DINI (IMD) SETELAH PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KANDANGSERANG Skripsi DEWI SUSANTI (09.0388.S) JALU YOGA ANGGARAKASIH (09.0411.S) PROGRAM STUDI SI KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATANMUHAMMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN 2013

Pengaruh Pelatihan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap Peningkatan Pengetahuan Dukun Bayi untuk Memotivasi Ibu Hamil Melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Setelah Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Kandangserang Dewi Susanti dan Jalu Yoga A Nur Izzah Priyogo, Ratnawati Prodi S1 Keperawatan STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Dukun bayi adalah seorang anggota masyarakat pada umumnya seorang wanita yang mendapat kepercayaan serta memiliki keterampilan menolong persalinan secara turun menurun.pelatihan Inisiasi Menyusu Dini adalah suatu bentuk pelatihan tentang langkah-langkah proses membiarkan bayi menyusu sendiri setelah kelahiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan Inisiasi Menyusu Dini(IMD) terhadap peningkatan pengetahuan dukun bayi untuk memotivasi ibu hamil melakukan Inisiasi Menyusu Dini(IMD) setelah persalinan di wilayah kerja Puskesmas Kandangserang. Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimental dengan metode one-group pretest-posttest without control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan totalsampling. Uji statistik yang digunakan yaitu uji paired t-testdengan α value 5%. Hasil penelitian ini berdasarkan uji statistik ρ value 0,001 menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada pelatihan Inisiasi Menyusu Dini(IMD) terhadap peningkatan pengetahuan dukun bayi untuk memotivasi ibu hamil melakukan Inisiasi Menyusu Dini(IMD) setelah persalinan. Rekomendasi untuk dukun bayi agar dapat memberikan motivasi dan dorongan kepada ibu hamil tentang pentingnya melakukan Inisiasi Menyusu Dini(IMD) setelah persalinan, dan perlu adanya kebijakan pemerintah untuk membuat suatu program pembinaan dan pelatihan secara baik dan terorganisir kepada dukun bayi. Kata kunci : Motivasi, Pelatihan Inisiasi Menyusu Dini(IMD), Pengetahuandukun bayi.

Pendahuluan Pilar utama dalam proses menyusui adalah inisiasi dini atau lebih dikenal dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Inisiasi Menyusu Dini(IMD) didefinisikan sebagai proses membiarkan bayi Menyusu sendiri setelah kelahiran (Yuliarti 2010, h.25). Metode IMD diperkenalkan oleh Edmond pada maret 2006. Metode ini dilandaskan pada reflek atau kemampuan bayi dalam mempertahankan diri (survival instinc). Inisiasi Menyusu Dini (IMD) berperan dalam pencapaian tujuan Millenium Development Goals(MDGs) tahun 2015. Salah satunya adalah membantu menurunkan angka kematian anak dan balita sekitar 40% yang terjadi pada usia bayi baru lahir (dibawah satu bulan). Selain itu, dengan IMD dapat mengurangi angka kematian bayi baru lahir dan mengurangi angka kematian balita 8,8%. IMD juga meningkatkan keberhasilan menyusui eksklusif dan lama menyusui sampai 2 tahun. Dengan demikian, dapat menurunkan kematian anak secara menyeluruh (Roesli 2008, hh.31-36). Angka kematian bayi di Indonesia selama Januari-November 2012 tergolong tinggi yaitu 31 kematian per 1.000 kelahiran. Angka tersebut 5,2 kali dibandingkan Malaysia, 2,4 kali dibandingkan Thailand, dan 1,2 kali dibandingkan Filiphina (Kompas, 19 Desember 2012). Sedangkan angka kematian bayi (AKB) di Jawa tengah, sebanyak 5.112 kasus selama Januari- November 2012 meningkat dari tahun 2011, kematian bayi sebanyak 4.282 kasus (Kompas, 27 Desember 2012). Kemudian data Angka Kematian Bayi (AKB) yang peneliti dapat dari data survey oleh Dinkes Kabupaten Pekalongan pada tahun 2010 adalah 11 kematian per 1000 kelahiran hidup,

selanjutnya pada tahun 2011 mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu sebesar 8,5 kematian per 1000 kelahiran hidup. Hasil survey tahun 2012 untuk AKB di Kabupaten Pekalongan mengalami peningkatan kembali yaitu 10,98 kematian per 1000 kelahiran hidup (Dinkes, 2012). Koesno (2003) fenomena dukun bayi merupakan salah satu bagian yang cukup besar pengaruhnya dalam menentukan status kesehatan ibu dan bayi, karena sekitar 40% kelahiran bayi di Indonesia dibantu oleh dukun bayi. Keadaan ini semakin diperparah karena umumnya dukun bayi yang menolong persalinan tersebut bukan dukun terlatih (repository.usu.ac.id diperoleh tanggal 5 februari 2013). Hal tersebut juga dikuatkan dengan data yang peneliti dapatkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan yang diperoleh pada 4 Februari 2013, bahwa dari 26 puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan terdapat sejumlah 131 dukun bayi yang belum dilatih dari jumlah keseluruhan 381 dukun bayi yang ada di Kabupaten Pekalongan. Puskesmas Kandangserang adalah puskesmas dengan jumlah dukun bayi terbanyak yaitu 49 dukun bayi dan ada 40 dukun bayi yang masih dalam pembinaan. Sedangkan pada urutan kedua dengan jumlah 26 dukun bayi yang masih dalam pembinaan adalah puskesmas Karanganyar (Dinkes 2012). Tujuan : untuk mengetahui pengaruh pelatihan Inisiasi Menyusu Dini(IMD) terhadap peningkatan pengetahuan dukun bayi untuk memotivasi ibu hamil melakukan IMD setelah persalinan di wilayah kerja Puskesmas Kandangserang. Metode Penelitian

Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian pra-eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pretest-postest design without control group, yaitu penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan pretest (pengamatan awal) terlebih dahulu sebelum diberikan intervensi, setelah itu diberikan intervensi, kemudian dilakukan postest (pengamatan akhir) (Hidayat 2008, h. 54). Penelitian ini dilakukan pada tanggal 29 Mei dan 5 juni 2013 di Wilayah Kerja Puskesmas Kandangserang dan Desa Gembong Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan pada dukun bayi secara total sampling dengan jumlah responden 18. Teknik analisa data menggunakan uji t-test dependent. Hasil Penelitian Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan pada pelatihan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap peningkatan pengetahuan dukun bayi untuk memotivasi ibu hamil melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di wilayah kerja Puskesmas Kandangserang dibuktikan dengan hasil rata-rata sebelum dilakukan pelatihan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah 22,44 dan ratarata sesudah dilakukan pelatihan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah 28,28 dari hasil tersebut maka terjadi peningkatan pengetahuan pada dukun bayi Dukun bayi adalah seorang anggota masyarakat pada umumnya seorang wanita yang mendapat kepercayaan serta memiliki keterampilan menolong persalinan secara turun menurun, belajar secara praktis atau cara lain yang menjurus kearah peningkatan keterampilan tersebut serta memiliki tugas dalam kesehatan (Ambarwati & Rismintari 2009, h.135).dukun bayi memiliki peranan

untuk memotivasi ibu sebelum dan setelah persalinan mengenai kesehatan ibu dan anak.namun, ilmu atau pengetahuan yang dimiliki dukun bayi tersebut sangat terbatas karena didapatkan secara turun-temurun (tidak berkembang) (Meilani, dkk 2009, h. 134). Sehinggalebih praktis dan menguntungkan jika mendidik dukun bayi dalam jangka pendek dan memanfaatkan tenaga dukun bayi yang telah ada yang sangat besar sekali arti dan peranannya (Anggorodi 2009, h. 11). Notoatmodjo (2005, h.173) menyatakan bahwa pelatihan memiliki tujuan penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sebagai kriteria keberhasilan program secara keseluruhan.upaya pelatihan harus bisa memberikan pengalaman belajar yang baik bagi petugas maupun masyarakat. Manfaat pembinaan dan kemitraan dukun bayi menurut Ambarwati & Rismintari (2009, h.136) salah satunya adalah meningkatkan hubungan dengan masyarakat dalam pemberian informasi dan motivasi kesehatan sesuai tugas dan fungsinya, dimana tujuan dari penelitian yang kami lakukan pada tanggal 29 Mei 2013 dan pada tanggal 5 Juni 2013 yaitu setelah dukun bayi diberikan pelatihan tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) diharapkan dukun bayi dapat memberikan motivasi kepada ibu hamil setelah persalinan untuk melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Sunaryo (2004, h.143) menyatakan bahwa motivasi merupakan semua hal verbal, fisik, atau psikologis yang membuat seseorang melakukan sesuatu sebagai respons. Dukun bayi sudah memperoleh pengetahuan tentang motivasi pada saat dilakukan pelatihan dan saat dilakukan evaluasi, dukun bayi sudah memahami dengan baik maksud dari kata motivasi serta cara-cara yang bisa dilakukan dukun bayi untuk memotivasi ibu hamil melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) setelah

persalinan. Sehingga peran dukun bayi yang sangat dipercaya dalam masyarakat dapat diterapkan dengan memotivasi dan memberikan informasi tentang pentingnya ibu hamil melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) setelah persalinan,dan dukun bayi juga dapat membantuprogram Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di wilayah kerja Puskesmas Kandangserang agar dapat berjalan dan direalisasikan dengan baik oleh masyarakat, serta mendukung keberhasilan program Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2015 yang bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan, angka kelaparan, dan angka kematian bayi (Roesli 2012, h.32).

Simpulan Penelitian mengenai pengaruh pelatihan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap peningkatan pengetahuan dukun bayi untuk memotivasi ibu hamil melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di wilayah kerja Puskesmas Kandangserang ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dukun bayi sebelum dan sesudah diberikan pelatihan tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD), serta untuk mengetahui sejauhmana pengaruh pelatihan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap peningkatan pengetahuan dukun bayi untuk memotivasi ibu hamil melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di wilayah kerja Puskesmas Kandangserang. Adapun hasil penelitian ini sebagai berikut : 1. Rata-rata pengetahuan dukun bayi sebelum dilakukan pelatihan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di Wilayah Kerja Puskesmas Kandangserangdengan nilai 22,44. 2. Rata-rata pengetahuan dukun bayi sesudah dilakukan pelatihan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di Wilayah Kerja Puskesmas Kandangserang dengan nilai 28,28. 3. Ada pengaruh pelatihan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap peningkatan pengetahuan dukun bayi untuk memotivasi ibu hamil melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) setelah persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Kandangserang.

Saran 1. Bagi Dukun Bayi Untuk dukun bayi agar dapat memberikan motivasi atau dorongan kepada masyarakat khususnya ibu hamil tentang pentingnya melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) setelah persalinan, dan selalu menjalankan perannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2. Bagi Instansi (Puskesmas Kandangserang) Perlu adanya tindak lanjut (follow up) dari Puskesmas Kandangserang untuk melakukan pembinaan dan pelatihan secara baik dan terorganisir kepada dukun bayi agar pengetahuan dukun bayi dapat lebih meningkat dari sebelumnya, sehingga dukun bayi dapat menjadi mitra yang baik bagi petugas kesehatan terkait sesuai dengan tugas dan fungsinya. 3. Bagi Profesi Keperawatan Profesi keperawatan perlu berperan serta dalam meningkatkan kerjasama (mitra) dengan dukun bayi dalam memberikan asuhan keperawatan komunitas di masyarakat. 4. Bagi peneliti lain Dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian one group pretest-postest design without control group yaitu penelitian jenis eksperimen tanpa adanya kelompok pembanding (control). Sehingga peneliti selanjutnya supaya menggunakan kelompok control dan jumlah sampel yang digunakan perlu ditambah untuk memperoleh variasi hasil yang lebih kompleks.

REFERENSI Buku : Ambarwati & Rismintari 2009, Asuhan Kebidanan Komunitas, Nuha Medika, Yogyakarta. Anggorodi, R 2009, Dukun Bayi dalam Persalinan oleh Masyarakat Indonesia, dilihat 30 Januari 2013, <journal.ui.ac.id/index.php/health/article> Arikunto, S 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, PT. Rineka Cipta, Jakarta. Dahlan, S, 2009, Statistik untuk kedokteran dan kesehatan, edk.4, Salemba Medika, Jakarta. Depkes 2008, Modul Praktik Inisiasi Menyusu Dini, Depkes RI, Jakarta. Hidayat, A 2008, Metode Penelitian Keperawatan Dan Teknik Analisis Data, Salemba Medika, Jakarta. Machfoedz, I 2010, Metodologi Penelitian (Kuantitatif & Kualitatif), Fitramaya, Yogyakarta. Meilani, N dkk 2009, Kebidanan Komunitas, Fitramaya, Yogyakarta. Notoatmodjo, S 2010, Ilmu Perilaku Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta. Notoatmodjo, S 2007, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Rineka Cipta, Jakarta. Notoatmojdo, S 2005a,Metodologi Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta 2005b, Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasinya, Rineka Cipta, Jakarta. 2003a,Metodologi Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta. 2003b, Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta

Nursalam 2008, Konsep dan Penerapan Metologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Salemba Medika, Jakarta. Nursalam & Efendi 2008, Pendidikan dalam Keperawatan, Salemba Medika, Jakarta. Proverawati & Rahmawati 2010, Kapita Selekta Asi dan Menyusui, Nuha Medika, Yogyakarta. Riyanto 2010, Pengolahan Dan Analisis Data Kesehatan, Nuha Medika, Jogjakarta. Roesli, U 2008, Inisiasi Menyusu Dini plus ASI Eksklusif, Pustaka Bunda, Jakarta. 2012, Panduan Inisiasi Menyusu Dini plus Asi Eklusif, Pustaka Bunda, Jakarta. Siswosuharjo& Chakrawati 2010, Panduan Super Lengkap Hamil Sehat, Penebar Plus, Semarang. Sugiyono 2008, Statistik Non Parametris untuk Penelitian, Alfabeta, Bandung. Sunaryo 2004, Psikologi untuk Keperawatan, EGC, Jakarta. Suryoprajogo, 2009, Keajaiban Menyusui, Keyword, Jogjakarta. Wawan & Dewi 2010, Teori & Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia, Nuha Medika, Yogyakarta. Yuliarti, N 2010, Keajaiban ASI Makanan Terbaik Untuk Kesehatan, Kecerdasan, dan Kelincahan si kecil,andi, Yogyakarta. Karya Tulis Ilmiah : Handayani, 2008, Hubungan Tingkat Pengetahuan Bidan Tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan Praktek Bidan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di Wilayah Kerja Puskesmas Karanganyar, KTI, STIKES Muhammadiyah Pekajangan.

Tesis : Martha, E 2011, Model Pelatihan Peduli Dukun Bayi untuk Meningkatkan Potensi Sebagai Agent of Change Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di Kabupaten Bogor, dilihat 30 Januari 2013, <journal.ui.ac.id/index.php/health/article> Website : Koesno 2003, Fenomena Dukun Bayi,dilihat tanggal 5 februari 2013, <repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23974/4/chapter%20i.pdf> Menkokesra 2010, Perbaikan Gizi Kunci Penekan Angka Kematian Bayi, dilihat 30 Januari 2013, <http://www.menkokesra.go.id/content/menko-kesraperbaikan-gizi-kunci-penekan-angka-kematian-bayi> Suaedy 2011, Penerapan Berbagai Metode Pembelajaran Dalam Kegiatan Diklat, dipublikasikan 9 september 2011, dilihat 15 februari 2013, <http://bdksurabaya.kemenag.go.id/file/dokumen/penerapanberbag AIMETODEPEMBELAJARANDALAMKEGIATANDIKLAT.pdf>.