82 BAB IV DESAIN DAN METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan kausalitas yang bertujuan untuk menguji hipotesis mengenai pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen. Peneliti menggunakan desain penelitian tersebut untuk membuktikan secara empiris dan menganalisa variabel-variabel yang berhubungan dengan penelitian ini. Data yang dimasukkan dalam penelitian ini merupakan data skunder yang diambil dari laporan keuangan yang telah diaudit dan dipublikasi (bertujuan untuk mendapatkan variabel yang berhubungan dengan penelitian ini). Objek dalam Penelitian ini ad alah membahas pengaruh debt ratio, dividen payout ratio, size, earning growth, return on equity dan arus kas operasi terhadap price earning ratio pada perusahaan sektor finance dan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2009 sampai dengan 2012. B. Definisi dan Operasionalisasi Variabel Variabel dalam penelitian ini dapat didefinisikan sebagai berikut : Variabel Dependen : 1) Price earning ratio menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar per dollar laba yang dilaporkan adalah rasio harga pasar per saham terhadap laba per saham (Brigham, 2013), dihitung menggunakan persamaan sebagai berikut:
83 PER = P... (1) E P = Harga Saham Per Lembar E = Earning Per Lembar Saham Variabel Independen : 2) Debt ratio atau leverage adalah rasio total utang dibagi total aktiva, rasio tersebut digunakan untuk mengukur prosentase dana yang disediakan oleh kreditur (Brigham, 2013). Faktor debt ratio = Total Liabilitas /Total Aset... (2) 3) Divident payout ratio Dividen payout ratio adalah dividen kas tahunan dibagi laba tahunan atau dividen per lembar saham dibagi laba per saham. Menurut Prastowo dan Rifka (2002) DPR digunakan untuk mengukur proporsi laba bersih per satu lembar saham yang dibayarkan dalam bentuk dividen, yang dihitung dengan formula sebagai berikut : DPR = DPS. (3) EPS DPR = Dividen Pay out Ratio DPS = Dividen per share EPS = Earning Per Share 4) Return on equity Return on equity yang dimaksud dalam penelitia ini adalah rasio yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan
84 keuntungan bagi seluruh pemegang saham, baik saham biasa maupun saham preferen. ini dapat dihitung dengan rumus yaitu : Return on equity = Laba Setelah Pajak. (4) Ekuitas Pemegang Saham 5) Earning growth Dalam penelitian ini struktur pertumbuhan laba yang dipahami adalah pertumbuhan yang konstan. Diasumsikan laba dari tahun ke tahun sama sehingga setiap penambahan laba dianggap sebagai pertumbuhan laba. g = EPSt EPSt-1 (5) EPSt-1 EPSt = Earning pada tahun t EPSt-1 = Earning pada sebelum tahun t g = tingkat pertumbuhan laba 6) Firm Size Dalam penelitian ini Firm size atau ukuran Perusahaan diukur dari jumlah seluruh aset perusahaan. 7) Arus Kas Operasi Dalam penelitian ini data arus kas adalah nilai yang dapat dilihat dalam laporan arus kas (cash flow statement) dari aktivitas operasi yang bernilai positif. C. Pengukuran Variabel Dalam penelitian ini pengukuran variabel menggunakan skala rasio karena memungkinkan bagi peneliti untuk melakukan kalkulasi aritmatik, dan pengukuran dimulai dari angka nol (merupakan bilangan riil).
85 TABEL 4.1 Definisi Variabel Operasional Variabel Definisi/Indikator Skala Pengukuran/Sumber PER Perbandingan antara harga pasar per saham terhadap laba per saham PER = P / E DR Perbandingan antara total utang terhadap total aktiva DR = Debt / TA DPR Perbandingan antara dividen per lembar saham dengan laba per saham DPR = DPS / EPS Earning Growth ROE Setiap penambahan laba dianggap sebagai pertumbuhan laba yang digunakan untuk mengukur tingkat keuntungan dari investasi pemilik modal dan dihitung berdasarkan pembagian antara laba bersih (keuntungan neto sesudah pajak) dengan modal sendiri g = (EPSt - EPSt-1) / EPSt-1 Laba Setelah Pajak Ekuitas Pemegang Saham Size skala perusahaan diukur dari jumlah aset perusahaan Interval Total Aset Arus Kas Operasi Nilai yang dapat dilihat dalam laporan arus kas (Cash flow Statement) dari aktivitas operasi Interval Nilai Arus Kas Operasi yang bernilai positif D. Populasi dan Sampel Dalam penelitian ini populasi yang dipilih adalah Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia khusus disektor finance dan manufaktur. Pengambilan
86 sampel dengan metode purposive sampling. Adapun kriteria yang akan digunakan dalam pengambilan sampel adalah sebagai berikut : a. Perusahaan tidak melakukan stock split. b. Penerbitan Laporan keuangan dilakukan oleh Perusahaan setiap tahun pada periode penelitian c. Kelengkapan data terkait variabel penelitian dimiliki oleh setiap perusahaan yang menjadi sampel. Dari teknik pengambilan sampel diperoleh perusahaan yang memenuhi kiteria sebagai sampel adalah sebanyak 27 Perusahaan disektor finance dan 45 Perusahaan disektor manufaktur selama 4 tahun penelitian yaitu tahun 2009-2012. E. Teknik Pengumpulan Data Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik pengumpulan data arsip. Pengumpulan data arsip dalam penelitian ini berupa data sekunder, karena data tersebut sudah disediakan oleh perusahaan publik sehingga peneliti dapat langsung menggunakannya. Data dikumpulkan dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia khususnya di sektor finance dan manufaktur yang telah telah dipublikasikan dari Tahun 2009 sampai dengan 2012 dan diperoleh dari Buku Indonesian Capital Market Directory tahun 2012 dan http//www.bei.go.id. Jenis data yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah data sekunder diantaranya :
87 a. Laporan Keuangan Perusahaan (Laporan Laba / Rugi, Neraca, dan Laporan Arus kas) serta -rasio keuangan yang terdapat pada Laporan Kinerja emiten. b. Harga Saham Perusahaan F. Metode Analisis Pengolahahan data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi multivariate dengan program SPSS versi 21.00, sehingga akan dapat dilihat pengaruh dari masing-masing variabel independent terhadap variabel dependent. Sebelum dilakukan pengolahan terhadap data untuk analisis regresi multivariate, data harus memenuhi uji asumsi klasik (Imam Ghozali : 2011), diantaranya : a. Uji Normalitas Uji normalitas data dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Tujuan dilakukannya Uji Normalitas adalah untuk menguji apakah dalam permodelan regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi secara normal. Untuk menguji apakah residual berdistribusi normal atau tidak dapat dilakukan pengujian dengan dua cara yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik. Cara termudah dalam melihat normalitas residual adalah dengan grafik histogram yang dapat digunakan unutk membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Apabila grafik histogram menunjukkan pola yang mendekati bentuk bel dan plot linear memperlihatkan data yang bergerak mengikuti garis linear diagonal maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal dan memenuhi asumsi normalitas.
88 b. Uji Multikolinearitas Ketika hasil estimasi statistik (hasil regresi) telah didapatkan, tidak dengan sendirinya hasil ini bisa digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Hasil regresi harus diuji untuk memastikan terpenuhinya asumsi klasik. Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (Ghozali : 2011). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara vaiabel bebas. Multikolonieritas dapat dilhat dari nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF). Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel independen manakah yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya. c. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik autokorelasi kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (periode sebelumnya). Autokorelasi muncul karena adanya observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lain. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Untuk mengetahui ada atau tidaknya autokorelasi pada sebuah model regresi dapat dideteksi dengan memanfaatkan uji Durbin Watson (DW test). Apabila nilai DW ternyata lebih besar dari batas atas (du) maka tidak terdapat autokorelasi pada model regresi. d. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heterokedastisitas yaitu adanya ketidaksamaan
89 varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi (Ghozali, 2013). Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap maka disebut homoskedasitas, dan jika berbeda maka disebut heterokedastisitas (Ghozali, 2013). Model regresi yang baik adalah yang homoskedasitas dan tidak terjadi heterokedastisitas (Ghozali, 2013). Ada beberapa cara yang digunakan untuk mengetahui terjadinya heterokesdastisitas atau tidak, salah satunya adalah dengan melihat grafik Scatterplot. Jika tidak ada pola yang jelas serta titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2013). e. Uji Linearitas Uji ini digunakan untuk melihat apakah spesifikasi model yang digunakan sudah benar atau tidak (Ghozali, 2013). Apakah fungsi yang digunakan dalam suatu studi empris sebaiknya berbentuk linear, kuadrat atau kubik (Ghozali, 2013). Dengan uji ini akan diperoleh informasi apakah model empiris sebaiknya linear, kuadrat atau kubik (Ghozali, 2013). Setelah memenuhi syarat asumsi klasik, maka dilakukan uji statistik regresi linier dengan program SPSS Versi 21.00, sehingga akan dapat diketahui pengaruh masing-masing variabel independent terhadap variabel dependent. Model Persamaan dalam penelitian adalah sebag ini berikut : Y1 = α + β1.x1+ β2.x2+ β3.x3+β4.x4+β5.x5+β6.x6+ε... (6) Y1 = Price Earning ratio (PER) pada sektor finance α = Konstanta β = Koefisien masing-masing Variabel Independent
90 X1 = Faktor Debt Ratio X2 = Divident Payout Ratio X3 = Return On Equity X4 = Earning Growth X5 = Firm Size X6 = Arus Kas Operasi ε = Disturbance error (faktor pengganggu residual) Untuk melakukan pengujian terhadap tingkat signifikansi dari pengaruh masing-masing variabel independent yang akan digunakan di dalam penelitian ini terhadap variabel dependent maka perlu dilakukan uji statistik ( Uji t ). Hipotesis 1 sampai dengan Hipotesis 6 harus diuji dengan alat uji t pada tingkat signifikansi 5 %. Uji hipotesis dilakukan dengan komparasi antara nilai t hitung dengan nilai t tabel, jika nilai t hitung ternyata lebih besar dari nilai t tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. Apabila nilai t hitung ternyata lebih kecil dari nilai t tabel maka Ha ditolak dan Ho diterima. Untuk mengetahui seberapa tingkat signifikansi variabel independent terhadap variabel dependent secara simultan dilakukan Uji statistik dengan uji F. Uji F dilakukan dengan cara komparasi antara Nilai F hitung dengan nilai F tabel dengan tingkat signifikansi 5 %, apabila nilai F hitung terlihat lebih besar dari pada nilai F tabel maka analisanya adalah Ha diterima dan Ho ditolak. Apabila nilai F hitung lebih kecil dari pada nilai F tabel maka analisanya Ha ditolak dan Ho diterima.