DIMANA BUMI DIPIJAK DISITU LANGIT DIJUNJUNG

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Demokrasi menjadi bagian bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu

TUGAS AGAMA KLIPING KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA, ANTAR SUKU, RAS DAN BUDAYA

I. PENDAHULUAN. Bangsa Indonesia merupakan suatu bangsa yang majemuk, yang terdiri dari

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berdiri diatas keberagaman suku,

BAB I PENGANTAR Latar Belakang. Kehidupan berbangsa dan bernegara mempengaruhi pembentukan pola

BAB I PENDAHULUAN. dan Satu Pemerintahan (Depag RI, 1980 :5). agama. Dalam skripsi ini akan membahas tentang kerukunan antar umat

2015 PENGARUH BUDAYA K-POP TERHADAP NASIONALISME REMAJA

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia penuh dengan keberagaman atau kemajemukan. Majemuk memiliki

PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIKULTURAL DALAM MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG BERKARAKTER. Muh.Anwar Widyaiswara LPMP SulSel

BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. tersebut sebenarnya dapat menjadi modal yang kuat apabila diolah dengan

BAB I PENDAHULUAN. nilai-nilai. Budaya dan nilai-nilai yang dipandang baik dan dijunjung tinggi oleh

29. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunadaksa (SDLB-D)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. beragam mempunyai perbedaan antar wilayah. Hubungan hidup antar sesama

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara yang kaya akan berbagai macam etnis,

BAB I PENDAHULUAN. informal dalam keluarga, komunitas suatu suku, atau suatu wilayah.

EKSISTENSI PANCASILA DALAM KONTEKS GLOBAL DAN MODERN PASCA REFORMASI

26. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)

26. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)

HILANGNYA KEDUDUKAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT

Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar Dosen : Muhammad Burhan Amin

TUGAS AKHIR KONFLIK DI INDONESIA DAN MAKNA PANCASILA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari banyak pulau

Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa negara Indonesia adalah negara kepulauan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki wilayah laut

I. PENDAHULUAN. Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang heterogen, kita menyadari bahwa bangsa

Mengetahui persiapan bangsa Indonesia dalam menghadapi globalisasi RINA KURNIAWATI, SHI, MH

IDENTITAS NASIONAL Pengertian Identitas Jenis Identitas Atribut Identitas

2015 KAJIAN NILAI-NILAI BUDAYA UPACARA ADAT NYANGKU DALAM KEHIDUPAN DI ERA MODERNISASI

BAB I. A. Latar Belakang Masalah. Manusia adalah makhluk individu sekaligus sebagai makhluk sosial. Sebagai

Memahami Budaya dan Karakter Bangsa

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Saat ini globalisasi berkembang begitu pesat, globalisasi mempengaruhi

BUTIR BUTIR PANCASILA YANG TERBARU BESERTA CONTOH PENGAMALAN

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Dari deskripsi dan pembahasan hasil penelitian pada bab IV, dapat peneliti

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. sekarang ini sedang dikembangkan oleh pemerintah Indonesia. Selain bertujuan

Salah satu faktor yang memengaruhi memudarnya sikap nasionalisme adalah kurangnya pemahaman siswa tentang sejarah nasional Indonesia.

MATA KULIAH : ILMU BUDAYA DASAR PERANAN BUDAYA LOKAL MENDUKUNG KETAHANAN BUDAYA NASIONAL

2016 DAMPAK KEBIJAKAN SUMEDANG PUSEUR BUDAYA SUNDA TERHADAP PENANAMAN NILAI-NILAI KESUNDAAN

BAB I PENDAHULUAN. anggota suatu kelompok masyarakat maupun bangsa sekalipun. Peradaban suatu

LAPORAN PENGAMATAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

BAB V PENUTUP. 5.1 Kesimpulan

BAB V PENUTUP. maupun negatif kepada umat manusia. Dampak tersebut berakibat kepada perubahanperubahan

BAB I PENDAHULUAN. untuk berbagai keperluan. Upacara adat adalah suatu hal yang penting bagi

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS)

BAB I PENDAHULUAN. sampai merauke, menyebabkan Indonesia memiliki banyak pulau. dijadikan modal bagi pengembang budaya secara keseluruhan.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

STRUKTUR KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA DAN SMK/MAK

Urgensi Memahami Kembali Pancasila Oleh : Bambang Trisutrisno Ketua Lembaga Kajian Pertahanan untuk Kedaulatan NKRI KERIS

BAB I. A. Latar Belakang Penelitian. sistem yang lain guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan

IMPLEMENTASI SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA. Adiyana Slamet, S.IP,. M.Si

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Marilah kita kaji sejenak arti kata belajar menurut Wikipedia Bahasa

MASYARAKAT DAN KESADARAN BUDAYA. Oleh: Resti Nur Laila, Atika Widayanti, Krissanto Kurniawan

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia hidup juga berbeda. Kemajemukan suku bangsa yang berjumlah. 300 suku hidup di wilayah Indonesia membawa konsekuensi pada

BAB I PENDAHULUAN. agama. Hal tersebut sangat berkaitan dengan jiwa Nasionalisme bangsa Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN. Bangsa Indonesia merupakan negara yang dikenal dengan masyarakatnya

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. lingkungan masyarakat. Keberagaman tersebut mendominasi masyarakat dan

SAMBUTAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT PADA ACARA PROGRAM PENYEBARAN DAN PENGIBARAN BENDERA MERAH PUTIH Dl PERSADA NUSANTARA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. kenyataan yang tak terbantahkan. Penduduk Indonesia terdiri atas berbagai

Dalam Acara ORIENSTASI STUDI DAN PENGENALAN KAMPUS BAGI MAHASISWA BARU TAHUN AKADEMIK 2016/2017. Drs. Suprijatna

Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

I. PENDAHULUAN. Bangsa Indonesia dikenal dengan keanekaragaman suku bangsa dan berbagai

PERAN PANCASILA SEBAGAI ALAT PEMERSATU BANGSA

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BAB XI MEMAKNAI HIDUP BERNEGARA. Dosen : Drs. Petrus Yusuf Adi Suseno, M.H. Modul ke: Fakultas MKCU. Program Studi Psikologi.

BAB I PENDAHULUAN. keanekaragaman budaya, adat istiadat, bahasa dan sebagainya. Setiap daerah pun

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA

BAB I PEDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. khas sekaligus aset bagi bangsa Indonesia. Generasi muda sudah banyak

BAHAN TAYANG MODUL 11 SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2016/2017 RANI PURWANTI KEMALASARI SH.MH.

MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA

2015 PEMBELAJARAN TARI KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN EMPATI SISWA KELAS VII A DI SMPN 14 BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN. BP. Dharma Bhakti, 2003), hlm Depdikbud, UU RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, (Jakarta :

I. PENDAHULUAN. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang heterogen atau majemuk, terdiri dari

B. Modernisasi Menyebabkan Terkikisnya Perhatian Generasi Muda Terhadap Budaya Bangsa

BAB I PENGANTAR Latar Belakang Masalah. kekayaan budaya yang amat sangat melimpah. Budaya warisan leluhur merupakan

Rumusan Isu Strategis dalam Draft RAN Kepemudaan PUSKAMUDA

BAB I PENDAHULUAN. negara ikut serta dalam memajukan kebudayaan nasional Indonesia dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Adicita itu pulalah yang merupakan dorongan para pemuda Indonesia

KURIKULUM Kompetensi Dasar. Mata Pelajaran PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN. Untuk KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2012

I. PENDAHULUAN. dilestarikan dan dikembangkan terus menerus guna meningkatkan ketahanan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan kewarganegaraan (PKn) adalah program pendidikan berdasarkan nilainilai

BAB I PENDAHULUAN. Pancasila tidak terbentuk begitu saja dan bukan hanya diciptakan oleh

PEMBENTUKAN WATAK BANGSA INDONESIA MELALUI PENDIDIKAN PANCASILA SEBAGAI UPAYA PEMBANGUNAN BANGSA INDONESIA ABAD 21

PERANAN NILAI BUDAYA DALAM MEMBANGUN KARAKTER BANGSA

2.4 Uraian Materi Pengertian dan Hakikat dari Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia Sebagai pendangan hidup bangsa Indonesia,

BAB 2 LANDASAN TEORI

disusun oleh Mirsa Ferriawan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mata Kuliah Pendidikan Pancasila Kelompok D Dosen : Drs.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan sistem yang harus dijalankan secara terpadu dengan

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIAH (SMP/MTs)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

TUGAS AKHIR PEMASYARAKATAN PANCASILA DALAM ERA GLOBALISASI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. bertambah dalam menghadapi era globalisasi, untuk menghadapi globalisasi dan

26. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

BAB I PENDAHULUAN. Islam adalah agama rahmatan lil alamin.ajarannya diperuntukkan bagi umat

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Yunita, 2014

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan diri. Berpikir kritis berarti melihat secara skeptikal terhadap apa yang

Transkripsi:

DIMANA BUMI DIPIJAK DISITU LANGIT DIJUNJUNG Bangsa Indonesia yang merupakan negara kepulauan, memiliki beraneka ragam suku bangsa dan budaya. Masing-masing budaya memiliki adat-istiadat, kebiasaan, nilai-nilai yang dipegang teguh oleh masyarakat budaya tersebut. Keberagaman budaya tersebut bisa menguntungkan, namun juga bisa merugikan. Keuntungan dari keberagaman budaya adalah Indonesia menjadi negara yang kaya akan budaya, sehingga menarik untuk dikunjungi dan dipelajari. Kerugiannya adalah keberagaman bisa menimbulkan perpecahan karena masing-masing budaya memiliki nilai-nilai yang dipegang, yang mempengaruhi bagaimana masyarakat di budaya tersebut mempersepsi sesuatu dan berperilaku. Oleh karena itu, bukan hal yang mustahil bila di Indonesia sering terjadi perselisihan paham di antara pemimpin daerah atau antar suku, hal tersebut karena cara persepsi dan cara pandang mereka berbeda. Namun masalah keberagaman budaya dengan beragam nilai, adat-istiadat, dan kebiasaan tidak membuat Indonesia tercerai-berai. Indonesia memiliki nilai-nilai luhur bangsa yang selalu dipegang, yaitu gotong-royong, tepa selira (toleransi), musyawarah mufakat, dan nilai-nilai lain yang tujuannya mempersatukan keberagaman budaya, suku, ras, dan agama. Gotong-royong mengajarkan agar masyarakat Indonesia mau saling membantu dan bekerja sama. Indonesia yang menganut adat timur dan budaya kolektif, membutuhkan rakyat yang mau bekerja sama satu sama lain dan hidup damai dalam kebersamaan. Tepa selira mengajarkan tentang toleransi. Keberagaman budaya dan agama atau kepercayaan, membuat banyak perbedaan pendapat, cara pandang, persepsi dan perilaku di antara masyarakat Indonesia. Dengan adanya sikap toleransi, maka perpecahan di antara masyarakat dapat diatasi. Musyawarah mufakat juga merupakan salah satu kelebihan budaya Indonesia, karena dengan bermusyawarah, kita dapat menemukan jalan keluar atau titik temu dari suatu permasalahan walaupun ada begitu banyak pendapat dari keberagaman yang ada. Contoh-contoh yang diuraikan di atas menunjukkan bagaimana psikologi lintas budaya melihat perilaku manusia dari berbagai macam budaya. Psikologi lintas budaya adalah suatu ilmu tentang persamaan dan perbedaan dalam melihat perilaku individu-individu dari beragam budaya dan kelompok etnis budaya. Nilai (values) adalah salah satu aspek yang dilihat dalam psikologi lintas budaya. Nilai (values) adalah suatu konsepsi yang dipegang secara kolektif oleh komunitas atau secara individual oleh seseorang. Kluckhohn menyatakan bahwa nilai (values) mempengaruhi pemaknaan dan tindakan seseorang. Nilai cenderung merupakan ciri yang stabil pada individu dan komunitas, dan muncul pada kekhasan kepribadian karakteristik budaya. Nilai-nilai budaya merupakan nilai-nilai yang disepakati dan tertanam dalam suatu masyarakat dan lingkup organisasi, yang mengakar pada kebiasaan, kepercayaan, dan karakteristiknya bisa menjadi pembeda, yang dapat dilihat dari perilakunya terhadap apa yang terjadi. Kearifan lokal merupakan salah satu bentuk nilai budaya. Kearifan lokal adalah pandangan hidup dan pengetahuan, serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka. Kearifan lokal mampu memodifikasi kehidupan manusia, walaupun setting dan konteksnya bisa berubah sesuai waktu. Nilai-nilai gotong-royong, tepa selira, musyawarah mufakat adalah contoh kearifan lokal yang dimiliki bangsa Indonesia.

Seiring dengan perkembangan jaman dimana teknologi mulai berkembang dan adanya modernisasi dan globalisasi, nilai-nilai luhur bangsa atau kearifan lokal bangsa tersebut mulai luntur. Globalisasi telah menuntut masyarakat untuk melewati batas waktu dan tempat. Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti bangsa lain, dan pada akhirnya mencapai kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia. Globalisasi memberi dampak positif dan negatif. Dampak positif globalisasi terhadap nilai-nilai yang ada di Indonesia dapat dilihat dari beberapa aspek: 1. Dari segi politik, pemerintah menjadi lebih terbuka dan demokratis. Kemajuan dunia informasi, membuat adanya informasi dua arah. Masyarakat juga menjadi lebih tahu tentang politik di negara lain dan bisa membandingkannya. Dampaknya adalah masyarakat menjadi lebih kritis. 2. Segi ekonomi, globalisasi membuka pasar internasional sehingga meningkatkan kesempatan kerja dan devisa negara (ekspor lebih luas). Globalisasi juga membuat Indonesia dan budayanya semakin dikenal luas oleh negara lain, sehingga pariwisata Indonesia menjadi lebih maju. 3. Segi sosial dan budaya. Bangsa Indonesia bisa belajar hal-hal positif dari budaya-budaya di negara lain. Contohnya pola pikir dan sikap disiplin dari negara Eropa dan Jepang. Bila nilainilai positif tersebut bisa diterapkan di negara Indonesia, maka rasa nasionalisme rakyat juga semakin kuat. 4. Dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi, adanya kesempatan bagi generasi muda di Indonesia untuk memperoleh pendidikan dari negara lain. Dengan adanya globalisasi, Indonesia bisa belajar banyak tentang kemajuan pengetahuan dan teknologi, sehingga bisa berusaha untuk lebih maju dan tidak tertinggal dari negara yang lain. Dampak negatif dari globalisasi adalah: 1. Dari segi ekonomi, adanya pemasaran global dan masuknya produk-produk dari luar Indonesia, membuat rasa cinta terhadap produk dalam negeri mulai berkurang. Orang Indonesia lebih menyukai membeli produk luar negeri karena harganya yang lebih murah (terutama produk buatan Cina) dan juga karena prestise. 2. Gaya hidup menjadi berubah. Adat ketimuran Indonesia mulai memudar dan tergantikan dengan adat barat. Generasi muda lebih menyukai gaya hidup barat yang bebas dan liberal. Kebebasan dan liberal membuat nilai-nilai religiusitas di Indonesia mulai memudar. 3. Kemajuan teknologi dan modernisasi membuat perubahan dalam tatanan hidup orang Indonesia. Di masa lalu nilai gotong-royong menjadi hal yang penting karena masyarakat bisa hidup bersama dan saling tolong-menolong. Di masa sekarang dimana teknologi mesin sudah semakin maju, tenaga manusia sudah tergantikan dengan tenaga mesin maka nilai kerja sama untuk menyelesaikan pekerjaan juga berubah. Modernisasi juga mengubah gaya hidup bangsa. Uang yang dulunya hanya merupakan alat tukar-menukar, sekarang menjadi

alat utama atau bahkan jadi kebutuhan utama manusia. Persaingan menjadi orang yang kaya membuat orang menjadi tidak peduli dengan orang lain dan hanya mementingkan kepentingannya sendiri dan bagaimana caranya untuk menjadi kaya secara materi. Oleh karena itu, tingkat kejahatan menjadi semakin meningkat. 4. Aspek sosial budaya. Globalisasi juga membuat adanya modernisasi. Modernisasi menuntut orang untuk lebih banyak bekerja dan menggunakan waktu semaksimal mungkin, juga menuntut orang untuk memberdayakan kemajuan teknologi. Perubahan ke arah modernisasi membuat masyarakat Indonesia yang memiliki budaya kolektif berubah ke arah budaya individualis. Masyarakat Indonesia menjadi lebih suka menghabiskan waktu untuk dirinya sendiri daripada bersosialisasi. Kebutuhan bersosialisasi hanya diperlukan pada saat sedang mengalami masalah. Bila dilihat dari uraian di atas, sudah banyak dampak yang diakibatkan oleh adanya globalisasi. Kearifan lokal Indonesia seperti nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, persaudaraan dan sikap ketauladanan lain mulai terkikis. Nilai spiritualitas dan kearifan bangsa mulai tergantikan dengan lebih banyak mengedepankan pertumbuhan ekonomi, pembangunan fisik, dan pembangunan halhal lain, untuk mendapat lebih banyak keuntungan secara materi. Keberhasilan tokoh masyarakat tidak lagi dilihat dari pengabdiannya pada masyarakat tapi lebih banyak diukur dari kekayaannya. Kita tidak dapat mengabaikan globalisasi (ancamannya dan kesempatannya). B elum ada model kebijakan yang tepat dan dapat bekerja di seluruh tempat: kesatuan bentuk kebijakan global belum ada (bentuk kearifan yang paling cocok untuk semua budaya belum ada). Memikirkan apa yang lebih baik, mengikuti globalisasi atau mempertahankan budaya lokal hanya akan menimbulkan kebingungan bagi generasi berikutnya. Yang paling penting untuk dipahami negara adalah walaupun ada globalisasi, kita masih punya banyak kekayaan budaya lokal atau kearifan lokal budaya yang bisa dikembangkan. Hal-hal yang bisa kita lakukan untuk tetap bisa bisa bertindak sesuai dengan nilai-nilai bangsa tapi bisa berpikir secara global adalah: 1. Tetap lanjutkan melihat ke dunia luar. Ada banyak hal dari dunia luar yang perlu kita pelajari. Bila kita hanya berada dan berpikir secara lokal tidak akan membantu kita untuk maju dan bersaing dengan budaya luar. Hanya berpikir lokal hanya membuat bangsa Indonesia terkucil dari negara lain. Kita bisa menjadi katak di dalam tempurung yaitu tidak mengalami perkembangan, bila kita hanya melihat belajar apa yang ada di dalam Indonesia tanpa melihat budaya lain. 2. Seleksi budaya. Kita bisa belajar untuk menyeleksi hal-hal baik dari negara luar atau sisi baik dari globalisasi. Hal-hal yang baik, bisa menjadi pemicu kita untuk belajar lebih baik lagi dan mengambil sisi positif dari budaya luar. Hal-hal negatif dari negara luar bisa kita ganti dengan hal-hal positif dari budaya kita sendiri. 3. Kenali kelemahan budaya kita sendiri. Kita bisa membandingkan budaya kita dengan budaya lain sehingga kita bisa melihat kelemahan dari budaya kita. Mengenali kelemahan bangsa bisa menjadi pemicu untuk menjadi lebih baik dan belajar untuk tidak sombong dengan budaya kita sendiri. Kesombongan akan menghambat kita untuk belajar. 4. Investasikan dasar-dasar dari pengetahuan lokal atau kearifan lokal. Penanaman nilai-nilai budaya dan kearifan bangsa sejak dini akan membantu generasi muda untuk belajar tentang hal-hal positif dari budayanya dan belajar untuk mencintai budaya negaranya sendiri. Selain

itu, tonjolkan kelebihan-kelebihan dari budaya yang dimiliki Indonesia sehingga negara lain bisa melihat nilai-nilai positif dari bangsa Indonesia. Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung mengandung makna kita harus tetap menjaga dan melakukan nilai-nilai budaya dimana kita tinggal. Namun, kita tidak boleh hanya terus melihat ke dalam (atau hanya belajar tentang budaya kita sendiri) karena akan menghambat kita untuk bisa maju. Globalisasi bisa membantu kita untuk bisa tetap belajar dari negara-negara lain. Act locally and think globally adalah bagaimana kita bisa tetap bertindak dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dalam budaya kita tetapi kita juga bisa berpikir global (berpikir mendunia) sehingga kita bisa maju dan bersaing dalam konteks internasional. Berpikir global adalah hal yang mudah karena informasi begitu cepat masuk dan kita bisa belajar banyak. Bertindak secara lokal adalah hal yang sulit dilakukan. Oleh karena itu penanaman nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sejak dini adalah hal yang penting, agar generasi muda bisa tetap melestarikan budaya bangsa.