BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Agar rancangan sistem yang telah dibuat bisa dioperasikan, maka perlu diadakan langkah-langkah kegiatan dari penerapannya. Adapun langkah-langkah kegiatan yan perlu dilakukan untuk menerapkan sistem link failover dan load balance tersebut adalah pembuatan konfigurasi dan pengujian sistem. 5.1 Lingkungan Implementasi Implementasi dilakukan pada jaringan backhaul IDC Cyber Cibubur milik PT Patrakom. Router dan switch IDC Cyber berada pada datacenter IDC yang terletak di lantai 7 Jl. Kuningan Barat No.8 Jakarta. Sedangkan router dan switch Cibubur berada di datacenter PT Patrakom yang ada di kantor PT Patrakom yang beralamat di Jalan Pringgondani 2 no 33, alternatif Cibubur Cileungsi, Depok. Lingkungan implementasi meliputi lingkungan perangkat keras (hardware dan lingkungan perangkat lunak ( software). Adapun penjelasannya yaitu sebagai berikut : 5.1.1 Lingkungan Perangkat Keras Spesifikasi hardware minimal yang diperlukan pada saat implementasi adalah: a. Router 1. CPU : Multicore CPU 2. DRAM : 512 MB 3. Flash Memory : 128 MB 4. Media Interface : RJ45 5-1
b. Switch 1. DRAM : 128 MB 2. Flash Memory : 64 MB 3. Media Interface : RJ45 5.1.2 Lingkungan Perangkat Lunak Spesifikasi software yang digunakan untuk membangun sistem ini adalah IOS C3825-ADVENTERPRISEK9-M, C3900-UNIVERSALK-M, C2960 LANBASE-M, C2960-LANBASEK9-M 5.2 Hasil Implementasi 5.2.1 Implementasi Backup Link a. Konfigurasi Port IDC Switch Kabel metro pada sisi IDC Cyber dimasukkan pada port gi0/32 IDC Switch, port tersebut dikonfigurasi dengan mode trunk. Pada switch ditambahkan vlan baru yakni vlan 33 untuk backup link metro. Vlan 33 kemudian diteruskan ke IDC Router melalui port switch gi0/47. Gambar 5.1 Konfigurasi Port IDC Switch 5-2
b. Konfigurasi Interface IDC Router Port IDC Switch yaitu port gi0/47 terhubung ke IDC Router port Gi0/1 dan sudah menggunakan konfigurasi trunk. Port Gi0/1 IDC Router juga menggunakan mode trunk pada router atau disebut mode dot1q. Gambar 5.2 Konfigurasi Interface IDC Router 5-3
c. Konfigurasi Port Switch Cibubur Pada sisi Cibubur kabel metro backup masuk ke port fa0/41 dengan konfigurasi trunk pada switch Cibubur. Vlan yang digunakan sama yakni vlan 33 dan diteruskan ke port switch Gi0/1 yang sudah dikonfigurasi trunk. Gambar 5.3 Konfigurasi Port Cibubur Switch 5-4
d. Konfigurasi Interface Router Cibubur Port Gi0/1 switch Cibubur terhubung dengan port Gi0/0 router Cibubur dengan konfigurasi trunk juga. Gambar 5.4 Konfigurasi Interface Router Cibubur Gambar 5.5 Test Ping IP Point to Point 5-5
5.2.2 Implementasi Link Failover Metode yang digunakan dalam membangun sistem link failover adalah dengan menambahkan routing dinamis EIGRP pada Cisco router di kedua sisi. a. Konfigurasi IDC Router Gambar 5.6 Konfigurasi EIGRP IDC Router 5-6
b. Konfigurasi Router Cibubur Pada sisi router cibubur EIGRP juga harus dikonfigurasi dan network address harus di-advertise ke alam routing EIGRP. Untuk memeriksa apakah routing EIGRP sudah establish atau belum, maka perlu dijalankan perintah show ip route eigrp pada router cisco. Gambar 5.7 Konfigurasi EIGRP Router Cibubur 5-7
5.2.3 Implementasi Unequal Load Balance Setelah link failover berjalan dengan baik, maka langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan unequal load balance. Caranya tinggal tambahkan command variance di dalam routing dinamis EIGRP. Adapun besaran variance atau rasio yang dipakai adalah 1:2, itu berarti setiap 1 paket data yang dilewatkan pada backup link maka pada link utama akan dilewatkan 2 paket data. a. Gambar Konfigurasi Router IDC Cyber Gambar 5.8 Konfigurasi Unequal Load Balancing IDC Router b. Gambar Konfigurasi Router Cibubur Gambar 5.9 Konfigurasi Unequal Load Balancing Router Cibubur 5-8
5.3 Hasil Pengujian 5.3.1 Skenario Coba Skenario atau metode yang digunakan dalam uji coba backup link, link failover dan load balance adalah metode black box. Metode ini digunakan untuk mengetahui apakah sistem tersebut berfungsi dengan benar. Pengujian black box adalah pengujian aspek fundamental sistem tanpa memperhatikan struktur logika internal perangkat lunak. Pengujian black box merupakan metode perancangan data uji yang didasarkan pada spesifikasi perangkat lunak. Data uji dibangkitkan, dieksekusi pada perangkat lunak dan kemudian keluaran dari perangkat lunak dicek apakah telah sesuai dengan yang diharapkan. Tabel 5.1 Skenario Hasil Pengujian Backup Link Id Nama Fungsi yang Skenario Hasil yang Diuji Diharapkan 1 Test Backup Link Interface Backup Link Melakukan test ping ip interface point to point pada masing-masing router Backup link yang baru diimplementasi kan berjalan dengan baik 5-9
Tabel 5.2 Skenario Hasil Pengujian Link Failover Id Nama Fungsi yang Skenario Hasil yang Diuji Diharapkan 1 Tes Link Failover Perpindahan dari jalur utama ke backup link Mematikan link utama dengan cara shutdown salah satu interface point to point router Jalur data berpindah dari link utama ke backup link Tabel 5.3 Skenario hasil Pengujian Unequal Load Balance Id Nama Fungsi yang Skenario Hasil yang Diuji Diharapkan 1 Unequal Load Balance Traffic data yang dibagi secara unequal dengan variance atau rasio 1:2 Melihat dan membandingka n besaran Traffic data pada grafik sistem monitoring jaringan Besaran Traffic data terbagi berdasarkan rasio 1:2 pada jaringan backhaul IDC Cyber - Cibubur 5-10
5.3.2 Hasil coba Tabel 5.4 Hasil Pengujian Backup Link Id Nama Fungsi yang Skenario Hasil Keterangan Diuji Pengujian Test Interface Melakukan Ping ip point Berhasil Backup Backup Link test ping ip to point Link interface hasilnya point to reply dan link point pada berjalan masing- dengan baik masing router Tabel 5.5 Hasil Pengujian Link Failover Id Nama Fungsi yang Skenario Hasil Keterangan Diuji Pengujian Tes Link Perpindahan Mematikan Backup link Berhasil Failover dari jalur link utama menggantika utama ke dengan cara n peran backup link shutdown utama jika salah satu link utama interface dimatikan, point to begitu juga point router sebaliknya 5-11
Tabel 5.6 Hasil Pengujian Unequal Load Balance Id Nama Fungsi yang Skenario Hasil Keterangan Diuji Pengujian Unequal Traffic data Melihat dan Traffic data Berhasil Load yang dibagi membandin yang Balance secara unequal gkan dilewatkan dengan besaran pada link variance atau traffic data utama lebih rasio 1:2 pada grafik besar sistem daripada monitoring traffic data jaringan yang dilewatkan pada backup link 5.3.3 Penghitungan Standar Deviasi Sistem diuji dengan cara mematikan link utama, sehingga akan terukur lama waktu convergence dari link utama ke backup link. Sampel dari hasil pengujian, dihitung dengan standar deviasi. Adapun hasil dari penghitungan convergence dapat dilihat pada tabel 5.7. 5-12
Tabel 5.7 Penghitungan Convergence No Percobaan Lama Convergence (detik) 1 Percobaan ke-1 5 2 Percobaan ke-2 4 3 Percobaan ke-3 5 4 Percobaan ke-4 5 5 Percobaan ke-5 4 6 Percobaan ke-6 4 7 Percobaan ke-7 5 8 Percobaan ke-8 4 9 Percobaan ke-9 5 10 Percobaan ke-10 5 5.10. Hasil penghitungan juga disajikan dalam bentuk chart seperti pada gambar Gambar 5.10 Chart Penghitungan Convergence 5-13
Pada tabel 5.8 dapat dilihat hasil penghitungan standar deviasi. Tabel 5.8 Penghitungan Standar Deviasi Sampel standar deviasi, s 0.516 Variance (Sampel Standar), s2 0.267 Populasi standar deviasi 0.489 Variance (Standar populasi) 0.24 Jumlah sampel 10 Sum 46 Mean (rata-rata) 4.6 5-14