BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri (Kridalaksana, 1993:21). Sosiolinguistik memandang bahasa sebagai sistem sosial dan sistem komunikasi serta merupakan bagian dari masyarakat dan kebudayaan tertentu, sedangkan yang dimaksud dengan pemakaian bahasa adalah bentuk interaksi sosial yang terjadi dalam situasi konkret (Appel dalam Suwito, 1982:2). Bahasa bukan merupakan sistem tunggal, melainkan terdiri dari subsistem morfologi, sintaksis, dan leksikon (Chaer dan Leoni 2004:15). Bahasa adalah alat komunikasi antar anggota masyarakat yang berupa bunyi suara atau lambang yang dikeluarkan oleh manusia untuk menyampaikan isi hatinya kepada manusia lain (Soekono, 1984:1). Bahasa adalah alat komunikasi antar anggota masyarakat, berupa lambang bunyi ujaran, yang dihasilkan oleh alat ucap manusia (Keraf, 1990:1). Menurut pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa bahasa merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang merupakan alat komunikasi antaranggota masyarakat berupa bentuk dan makna. Bahasa adalah alat komunikasi dan alai interaksi yang hanya dimiliki oleh manusia (Chaer, 2004:1). Menurut pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa bahasa merupakan suatu sistem yang berupa lambang dan bunyi bersifat arbitrer sebagai alat komunikasi. Berdasarkan pendapat tersebut pada dasarnya menyatakan bahwa bahasa adalah alat komuinikasi yang hanya dimiliki oleh makhluk hidup yang disebut manusia. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa makhluk hidup yang lain tidak memiliki bahasa sebagai alat komunikasi. Masyarakat itu terdiri dari individu individu, secara keseluruhan individu saling mempengaruhi dan saling bergantung, maka bahasa yang sebagai milik masyarakat juga tersimpan dalam diri masing-masing individu. setiap individu 1
dapat bertingkah laku dalam wujud bahasa, dan tingkah laku bahasa individual dapat berpengaruh luas pada anggota masyarakat bahasa lain. Oleh karena itu, individu tetap terikat pada aturan permainan yang berlaku bagi semua anggota masyarakat. Bahasa berfungsi di tengah masyarakat dan berupaya menjelaskan kemampuan manusia menggunakan aturan-aturan berbahasa secara tepat dalam situasi-situasi yang bervariasi. Dalam variasi bahasa setidaknya terdapat tiga hal, yaitu pola-pola bahasa yang sama, pola-pola bahasa tersebut dapat dianalis secara deskriptif, pola-pola yang dibatasi oleh makna tersebut dipergunakan oleh penuturnya untuk berkomunikasi. Disamping itu, variasi bahasa disebabkan oleh perbedaan tempat atau lingkungan pemakai bahasa, waktu, dan pemakai (Pateda, 1987:52). Variasi bahasa merupakan bahasan pokok dalam studi sosiolinguistik, Kridalaksana (1974) mendefinisikan sosiolinguistik sebagai cabang linguistik yang berusaha menjelaskan ciri-ciri variasi bahasa dan menetapkan korelasi ciriciri variasi bahasa tersebut dengan ciri-ciri sosial kemasyarakatan. Kemudian dengan mengutip pendapat Fishman (1971:4) Kridalaksana mengatakan bahwa sosiolinguistik adalah ilmu yang mempelajari ciri dan fungsi berbagai variasi bahasa, serta hubungan diantara bahasa dengan ciri dan fungsi itu dalam suatu masyarakat bahasa. Jadi variasi bahasa yang disebut idiolek yakni variasi bahasa yang bersifat perseorangan. Bahasa adalah salah satu unsur kebudayaan universal yang memiliki banyak fungsi. Fungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi yang hanya dimiliki oleh manusia. Namun tampaknya bahasa merupakan alat komunikasi yang paling baik, paling sempurna, dibandingkan dengan alat komunikasi lainnya. Variasi bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen. Dalam hal variasi bahasa ini ada dua pandangan. Pertama, variasi itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa itu, Jadi variasi bahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa. Kedua, variasi bahasa sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam. Kedua pandangan ini dapat saja 2
diterima ataupun ditolak. Lebih jelasnya, variasi bahasa itu dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya keragaman sosial dan fungsi kegiatan di dalam masyarakat sosial. Perkembangan teknologi dan budaya asing saat ini sangat berpengaruh dalam kehidupan kita sehari-hari. Terutama dalam kehidupan serta pergaulan remaja. Semakin majunya teknologi dan ditambah dengan pengaruh budaya asing tersebut, maka akan mengubah sikap, perilaku, serta perbuatan mereka. Bahasa Alay digolongkan ke dalam kategori bahasa slang, yaitu variasi sosial yang bersifat khusus dan rahasia. Namun seiring dengan perkembangan zaman, bahasa Alay semakin banyak dipakai sebagai bahasa lisan dalam percakapan sehari-hari oleh masyarakat khususnya pada kalangan remaja, terutama masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan. Saat ini dalam lingkungan pergaulan telah dikenal dengan nama bahasa Alay. Alay adalah gejala yang dialami pemuda-pemudi Indonesia yang ingin diakui statusnya diantara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tulisan gaya berpakaian, dan meningkatkan kenarsisan. Cukup kreatif di dunia Alay ini seperti pengguna internet sejati (Koentjaraningrat dalam Fanayun, 2010:6). Penggunaan kata anak muda dirasa kurang sesuai, karena penggunaan bahasa Alay ini marak dipopulerkan oleh ABG (anak baru gede) tingkat SMP maupun SMA. ABG selalu berhasil menciptakan sebuah gaya baru mengenai dirinya. Keberadaan bahasa Alay dianggap kaum muda sebagai alat komunikasi dalam pergaualan sehari-hari, baik lisan maupun tulisan. Bahasa ini dianggap sebagai media berekspresi. Namun tanpa disadari lama kelamaan bahasa Alay bisa mengancam eksistensi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan karena menyimpang dari kaidah-kaidah bahasa yang baik dan benar. Berikut adalah contoh kata dari bahasa Alay yang digunakan oleh remaja. NO BAHASA ALAY MAKNA 1 Aq,akyu Aku, saya 2 CediH,cedhi Sedih 3 Kamoe,kamyu, Kamu 4 Cekoyah Sekolah 3
5 Cemungut Semangat 6 Haghaghaghaghag,wkwkwkwkw Ketawa 7 Bobox,bubuk Tidur 8 Miapah Demi apa Penggunaan bahasa Alay pada kalangan remaja khususnya bagi anak SMP dan SMA pada saat ini tentu saja mengkhawatirkan. Hal ini terbukti bahwa bahasa tersebut tidak sesuai dengan kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Penelitian mengenai bahasa Alay ini telah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya. Namun penelitian ini berbeda dengan penelitian yang ada sebelumnya karena fokus yang diteliti adalah bahasa alay pada remaja, khususnya anak SMP dan SMA yang masih terus mempertahankan eksistensinya. Setiap bahasa di dunia memiliki sifat unik dan tidak semua masyarakatnya dapat mempertahankan eksistensinya. Hal inilah yang menjadi latar belakang peneliti tertarik untuk meneliti Tinjauan Sosiolinguistik Bahasa Alay dalam Konstelasi Kebahasaan Saat Ini. Peneliti ingin mengungkapkan keunikan bahasa Alay pada remaja yang masih mempertahankan eksistensi bahasa Alay tersebut. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas,agar penelitian ini jelas dan lebih terarah maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut : 1. Bagaimanakah bentuk penggunaan bahasa Alay pada remaja? 2. Apa faktor- faktor penyebab terjadinya bahasa Alay pada remaja? 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.3.1 Tujuan Penelitian Sesuai dengan masalah penelitian, maka tujuan penelitian ini adalah : 1. Mendeskripsikan bentuk penggunaan bahasa Alay pada anak remaja. 2. Untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab terjadinya bahasa Alay pada remaja. 4
1.3.1 Manfaat Penelitian 1.3.1.1 Manfaat Teoritis Secara teoritis penelitian ini berguna untuk mengembangkan kajian ilmu komunikasi pada umumnya dan komunikasi kelompok secara khusus yaitu penggunaan bahasa alay sebagai bahasa komunitas. 1.3.1.2 Manfaat Praktis Secara praktis, hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi : a. Bagi Masyarakat Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi kepada mahasiswa mengenai adanya faktor sosiolinguistik yang diterapkan pada pemakaian bahasa Alay. b. Bagi Pengguna Bahasa Alay Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai bahasa Alay digunakan dalam pergaulan. 5