BAB IV HASIL PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAGI OPERATOR HEAVY DUTY TRUCK SAPTAINDRA SEJATI SITE ADARO MINING OPERATION TANJUNG TABALONG KALIMANTAN SELATAN

Manajemen Risiko Kelelahan: Preskriptif versus Pendekatan Berbasis Risiko

TUGAS KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

CV. WARNET FAUZAN TANGERANG

BAB I PENDAHULUAN. Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu ilmu tentang mengantisipasi,

BAB V MANAJEMEN PERUSAHAAN

PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN PERIODE BULAN JANUARI-MARET 2018

BAB V PEMBAHASAN. ANTAM Tbk. GMBU Pongkor hal ini Berdasarkan Undang-undang No 1

DRIVER MANAGEMENT SYSTEM

PENDERITA JANTUNG MENJADI BUGAR MELALUI OLAHRAGA

MEMPELAJARI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PT TIRTA ALAM SEGAR OLEH: SNEZANA YOFANDA/

BAB I PENDAHULUAN. dan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan rumah sakit. menimbulkan dampak negatif dan mempengaruhi derajat kesehatan mereka.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. termasuk air putih, selain menyusui selama 6 bulan sejak dilahirkan. 3 Cara

BAB I PENDAHULUAN. sepanjang hari. Kehidupan manusia seolah tidak mengenal waktu istirahat. Dalam

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. pengupasan tanah pucuk (top soil removal). Top Soil Removal dilakukan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

2016, No Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 150,

BAB 6 HASIL PENELITIAN

KUISIONER PENELITIAN

BAB V PEMBAHASAN. a. Komponen part yang tidak digunakan (barang yang tidak berguna/tidak. sesuai kegunaannya harus disingkirkan atau dibuang)

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. pengumpulan data observasional dan kuesioner.

SUMBER DAYA MANUSIA DAN DESAIN KERJA

BAB III METODOLOGI. dimana dari tahap ini peneliti memperoleh data-data dari perusahaan industri dan

BAB IV PELAKSANAAN, HASIL DAN KENDALA PENDAMPINGAN KELUARGA

BAB I PENDAHULUAN. berpotensi mengalami kecelakaan kerja berupa kecelakaan lalu lintas (road. jalan serta cuaca turut berperan (Bustan, 2007).

BAB VI DAMPAK DARI WORK FAMILY CONFLICT. bekerja. Dampak dari masalah work family conflict yang berasa dari faktor

HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENT ( HSE ) DEPARTMENT PT. GRAHAINDO JAYA GENERAL CONTRACTOR

BAB VI HASIL PENELITIAN. VI.1.1 Sejarah didirikannya PT. Lotus Indah Textile Industries

BAB 6 KESIMPULAN. Tabel 6.1 Rangkuman Hubungan Kerjasama Departemen Housekeeping N O HUBUNGAN KERJASAMA DALAM HAL 6-1

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan

BAB II LANDASAN TEORI. diri, motivasi yang kuat untuk meneruskan sesuatu usaha, kegembiraan dan

DAFTAR ISI. Daftar Isi... i BAB I KONSEP PENILAIAN Bagaimana Instruktur Akan Menilai Tipe Penilaian... 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


BAB I PENDAHULUAN. sesuai dengan kemampuan karyawan itu sendiri. Lebih tepatnya energi yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Armaidi Darmawan, dr, M.Epid Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas/Keluarga PSPD Unja

PERSEPSI, SIKAP DAN PERILAKU PENYEBAB KECELAKAAN KERJA PADA TAMBANG

PENTINGNYA PENERAPAN PROGRAM K3 PERKANTORAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KINERJA SEKRETARIS

SISTIM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) SESUAI PP NO. 50 TAHUN 2012

Standard Operating Procedure INDUKSI K3LH

BAB III PENYAJIAN DATA. Dalam Proses Penyembuhan Kesehatan Mental Klien Rumah Sakit Jiwa Tampan

BAB III USULAN PENSOLUSIAN MASALAH 3.1 Program Dari dua permasalahan yang diprioritaskan, terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan penulis selama

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. Di zaman globalisasi dan pasar bebas WTO (World Trade Organization)

BAB 1 : PENDAHULUAN. dinyatakan bahwa pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

BAB VIII PERAN ORGANISASI DALAM MENGHADAPI MASALAH WORK FAMILY CONFLICT. organisasi dengan bukti meningkatnya hubungan konflik kerja-keluarga yang

SISTEM PENGELOLAAN KESELAMATAN KERJA KONTRAKTOR

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit merupakan salah satu bentuk sarana kesehatan, baik yang

BAB I PENDAHULUAN. membuat penampilan menarik, kebugaran jasmani mempunyai fungsi yang

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1. 1 Data Kecelakaan Kerja Tahun Cacat Total

BAB I PENDAHULUAN. pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PP RI No. 50 Tahun

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 1 : PENDAHULUAN. yang menjadi penentu pencapaian dan kinerja suatu perusahaan. Jika dalam proses

7.1.Project Control. Schedule kunjungan ke lapangan dan partisipasi audit. Meninjau ulang temuan audit dan pelaporan perbaikan

BAB VI HASIL PENELITIAN. analisis univariat dilakukan untuk menjelaskan karakteristik masing masing

LAMPIRAN I KUESIONER

2. Karyawan shift Shift 1 : istirahat 30 menit ( ) Shift 2 : istirahat 30 menit ( )

(SMKP) ELEMEN 6 DOKUMENTASI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN (SMKP) MINERAL DAN BATUBARA

BAB I PENDAHULUAN. Obesitas didefinisikan sebagai suatu keadaan dengan akumulasi lemak yang

BAB III METODE PENELITIAN. indikator manajemen adalah penelitian denganmetode. campuran (mix method) dengan desain explanatory sequential.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Implementasi Kartu observasi bahaya atau HOC (Hazard Observation Card) Implementasi merupakan aspek yang sangat penting

PROGRAM KERJA PANITIA PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT RSIA CITRA INSANI

3. Mempererat silaturahim dan menjalin kerjasama yang sinergi dengan pondokpondok pesantren di Indonesia khususnya Pesantren Modern Darussalam

Studi Baseline dan Riset Formatif Program Suplementasi Tablet Tambah Darah bagi Remaja Putri di 3 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat

Lampiran 1 CHECK LIST PRAKUALIFIKASI CSMS

DIPLOMA PSIKOLOGI ISLAM DAN KAUNSELING WPK (Minggu 2)

PT MDM DASAR DASAR K3

BAB I PENDAHULUAN. Tenaga kerja menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 13 Tahun

BAB I PENDAHULUAN. Karena tanpa pengaturan sumber daya manusia yang tepat, maka. banyak artinya tanpa dikelola oleh manusia secara baik.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANGKET UJI COBA PENELITIAN. 1. Identitas Siswa Nama : Kelas : Jenis Kelamin : Alamat :...

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan selanjutnya (Potter & Perry,

Jurnal Teknologi Pertambangan Volume. 1 Nomor. 1 Periode: Maret-Agustus 2015

BAB IV PENUTUP. Unit Budi Luhur Yogyakarta. Dapat dilihat dari kegiatan-kegiatan yang

CONTOH (SAMPLE) Penerapan Sistem K3LM Proyek Konstruksi

Fungsi Jabatan Tugas, wewenang dan tanggung jawab masing-masing jabatan adalah sebagai berikut: 1. Jajaran Direksi Perusahaan a.

SATUAN ACARA PENYULUHAN MENGENAI OBESITAS

BAB V PEMBAHASAN. keselamatan kerja yang diantaranya adalah program Lock Out Tag

BAB IV IMPLEMENTASI DAN KEBUTUHAN SUMBERDAYA MANUSIA

BAB VI KESIMPULAN DAN ARAHAN

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V MANAJEMEN PERUSAHAAN

adalah 70-80% angkatan kerja bergerak disektor informal. Sektor informal memiliki

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Menurut World Health Organization,

8 Cara Menurunkan Kadar Gula Secara Alami

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kesehatan adalah faktor yang sangat penting bagi produktivitas dan

BAB I PENDAHULUAN. keduanya merupakan peran bagi pria, sementara bagi wanita akan menjadi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN di RS PKU Muhammadiyah Gamping yang merupakan salah satu. Yogyakarta. RS PKU Muhammadiyah Gamping

kelompok 2 : M.Taufik Nugraha Nurul Fitriani Sumy Kustinah

I Love My Job and My Family:

BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang

Transkripsi:

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Hasil Penelitian PT. Saptaindra Sejati adalah sebuah perusahaan kontraktor jasa pertambangan. Dan dalam proses produksi penambangannya menggunakan alat berat dimana dalam pengoperasiannya banyak terdapat bahaya yang memilki potensi besar untuk terjadinya kecelakaan maupun penyakit akibat kerja (PAK). Dari beberapa aktivitas kerja diperusahaan, pekerjaan operator unit alat berat HDT (Heavy Duty Truck) menjadi pekerjaan yang paling beresiko terkena kelelahan. Hal tersebut dibuktikan adanya beberapa kecelakaan terhadap operator unit alat berat HDT (Heavy Duty Truck) yang diakibatkan oleh kelelahan pada tahun 2013. Perusahaan telah melakukan pengukuran kelelahan kerja bagi operator unit HDT dengan menggunakan kuisioner yaiutu indikator pengukuran perasaan lelah. Hasil pengukuran perasaan lelah operator HDT dapat dilihat pada lampiran 2. Berdasarkan masalah yang ada maka penulis melakukan kegiatan untuk mendapatkan data-data mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan dan pengendaliannya seperti dibawah ini : 29

30 1. Upaya pengendalian kelelahan yang dilakukan oleh perusahaan Sebagai perusahaan kontraktor yang memiliki kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan semua operator dan karyawan, departemen safety health and environment (SHE) telah menyusun program-program guna meminimalkan kecelakaan akibat operator kelelahan/fatigue. Adapun program-program yang dilaksanakan adalah sebagai berikut : a. Promosi kesehatan kerja 1) Fatigue spouse dan family training Setiap operator harus memastikan dirinya sehat untuk bekerja dan tidak merasa mengantuk maka wajib mengisi form cheklist bugar selamat yang berfungsi sebagai pertanyaan kebugaran masingmasing apakah operator fit untuk bekerja atau tidak. Program ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai pelatihan bagi istri dan orang tua operator dalam rangka pengelolaan keletihan operator dalam mewujudkan kebugaran operator karena kebugaran sangat mutlak untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Skematis trining fatigue spouse dan family seperti berikut : (a) Pemetaan tempat tinggal operator dengan data ter up date sebanyak 30 operator. (b) Memberikan undangan kepada istri operator. (c) Keluarga operator dijemput menggunakan bus. (d) Pelsksanaan training fatigue spouse dan family.

31 (e) Pelaksanaan mining tour yaitu peserta diajak ke view point dengan menggunakan transportasi bus perusahaan dengan didampingi oleh departemen produksi untuk melihat pekerjaanpekerjaan suami peserta di perusahaan pertambangan. (f) Feed back pasca mining tour yaitu peserta diajak kembali keruangan training dan diberikan materi tentang pesan untuk menjaga keletihan operator oleh keluarga. (g) Peserta dikembalikan kerumahnya masing-masing. 2) Family education Program yang dirancang oleh manjemen perusahaan dari departemen human capital, departemen Produksi, dan juga departemen SHE yang mempunyai tujuan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada para keluarga karyawan, khususnya mengenai kelelahan dan bagaimana cara memberikan perilaku kepada suami yang bekerja diperusahaan pertambangan, setelah bekerja dan pulang kerumah masing-masing. Dan dengan adanya program ini diharapkan kepada karyawan ataupun keluarga karyawan mengerti apa yang harus dilakukan dilingkungan keluarganya setelah sang suami pulang kerja, sehingga karyawan bisa menikmati jam istirahatnya dirumah dengan nyaman tanpa ada gangguan baik dari luar ataupun persoalan rumah tangga yang dapat mengakibatkan kelelahan dan mengakibatkan suatu yang fatal nantinya diperusahan.

32 Konsep dari program ini adalah dengan mengundang karyawan beserta keluarganya ke hotel ASTON tanjung, setiap hari sabtu pada minggu ke 2 dan ke 4 di setiap bulannya, untuk diberikan pengertian-pengertian pekerjaan karyawan ditambang. Dan diharapkan karyawan maupun keluarganya sadar akan berat dan berbahayanya pekerjaan ditambang tersebut. Sehingga dengan adanya program ini dapat menjadikan budaya K3 dilingkungan keluarga. Selain itu, program yang dilakukan oleh manajemen perusahaan ini juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara manajemen perusahaan dengan anggota keluarga karyawan, dan pihak keluarga dapat mengenal mengenai perusahaan tempat suaminya bekerja. 3) Senam sehat jasmani Senam tersebut dikususkan kepada operator-operator unit alat berat yang diselenggarakan setiap bulannya sebanyak 2 kali diminggu kedua dan minggu keempat bersamaan dengan general safety talk. Acara ini dilakukan diarea TOS 68 dengan dipimpin oleh instruktur senam. Dengan senam ini untuk memberikan kesegaran dan kebugaran kepada operator dan lebih siap untuk bekerja, selain itu juga untuk menghilangkan kepenatan operator dengan pekerjaannya.

33 4) Pemberian makanan dan minuman tambahan Program pemberian makanan dan minuman tambahan kepada operator. Setiap hari jumat diberikan menu makanan yang berbeda dengan makanan pada hari lainnya dan diberikan makanan tambahan dikarenakan shift kerja yang panjang selama 12 jam. 5) Training fatigue management (Rest management) Training ini diberikan kepada operator dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman operator terhadap kelelahan, seperti penjelasan kelelahan, faktor penyebab kelelahan bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan karena kelelahan saat bekerja, dan tips kepada operator bagaimana cara untuk mencegah dan mengatasi kelelahan dengan baik dengan mengetahui cara aman yang dilakukan agar tidak terjadi insiden akibat kelelahan serta pengelolaan waktu istirahat dengan baik. 6) Kampanye kelelahan Sebagai perusahaan yang mempunyai komitmen dan kepedulian untuk menjunjung tinggi keselamatan kerja (safety) PT. Saptaindra sejati site ADMO melaksanakan program kampanye kelelahan dengan berbagai macam metode dan media, berikut beberapa bentuk kampanye kelelahan yang dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan informasi kepada karyawan mengenai bahaya melakukan suatu pekerjaan pada keadaan lelah (fatigue) :

34 a) Induksi K3 Induksi adalah pemberian materi atau pengarahan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kepada karyawan baru atau karyawan perusahaan yang telah meninggalkan aktivitas kerja di site (cuti, training,) selama 2 minggu atau lebih. Dengan program ini bertujuan untuk memberikan pengarahan kepada karyawan untuk mengetahui gambaran-gambaran mengenai bahya di are tambang termasuk juga kelelahan. Dan untuk menyadarkan karyawan bahwa pentingnya bekerja dengan selamat serta bahayanya bekerja ketika lelah. b) Spanduk dan Baliho Dengan diadakannya program ini yang merupakan bentuk komunikasi untuk memberikan ajakan, himbauan dan peringatan kepada karyawan untuk memperhatikan bahayanya faktor kelelahan pada saat bekerja. Spanduk dan baliho ini dipasang pada tempat-tempat yang strategis agar para karyawan terbiasa melihat dan memahaminya. Dan harapanya kepada semua karyawan perusahaan mengerti, memahami dan sadar tentang bahayanya mengemudi atau bekerja ketika dalam keadaan lelah. c) Pertemuan 5 Menit (P5M) / Briefing Merupakan bentuk komunikasi secara langsung antara pengawas dengan operator-operator sebelum dilakukannya aktivitas dari suatu pekerjaan. Hal ini juga membahas tentang

35 masalah-masalah safety yang harus diperhatikan oleh operator pada saat melakukan pekerjaanya masing-masing untuk bekerja hati-hati dan mengutamakan keselamatan serta memperhatikan didalamnya dibahas aspek masalah kelelahan. d) Safety talk Safety talk adalah kegiatan rutin yang dijadwalkan oleh manajemen perusahaan dan dimonitoring oleh SHE yang dilaksanaakan seminggu sekali setiap hari jumat. Adapun materi yang disampaikan di safety talk ini mengenai rivew statistik kecelakaan yang ada di perusahaan dan bagaimana karyawan maupun operator menyadari bahwa pentingnya keselamatan saat bekerja agar tidak menimbulkan kerugian baik bagi perusahaan maupun karyawan tersebut, pembacaan janji K3LH karyawan PT. Saptaindra Sejati serta pembacaan 4 langkah keselamatan. Adapun materi tambahan yang disampaikan pada saat safety talk ini memberikan info, pembahasan mengenai keselamatan kerja (K3) yang mengkaji ulang kegiatan yang telah dilakukan selama 1 minggu terakhir,insiden yang terjadi di area tam bang sebagai informasi K3 dalam wadah forum komunikasi dengan harapan semua karyawan dan operator mengerti tentang tingkat kepuasan kerja, masalah-masalah pribadi, psikologi dan keterbatasan serta tindak perbaikan.

36 e) Pembuatan buku saku mengenai fatigue management Pembuatan buku saku ini disajikan bersamaan dengan buku saku mengenai K3LH yang disusun oleh departemen SHE yang berisikan materi tentang keselamatan dan kesehatan kerja. Buku saku ini diberikan kepada operator. Dengan ini karyawan bisa memberikan pengetahuannya juga kepada keluarga dirumah sehingga keluarga dapat mengerti tentang kelelahan yang didapatkan dari aktivitas pekerjaan operator dan karyawan lain tersebut. Sedangkan Buku saku fatigue handbook ini dibuat untuk diberikan kepada semua operator unit alat berat yang berisikan pemahaman, pengetahuan tentang fatigue, penyebabpenyebabnya pemicu fatigue dan bagaimana cara untuk mencegahnya kepada operator. Dan buku ini disajikan secara menarik, memakai bahasa yang singkat, padat, jelas dan mudah dipahami dan menarik perhatian operator untuk membacanya. f) Broadcast reminder Merupakan pesan-pesan keselamatan yang disampaikan disetiap jam dan jam-jam rawan mengantuk dari melalui media radio yang berada disetiap unit HDT (Heavy Duty Truck). b. Pencegahan kelelahan kerja 1) Pengisian Cheklist Bugar Selamat Pengisian form cheklist bugar selamat sebagai awal untuk mengidentifikasi apakah operator fit atau tidak untuk bekerja.

37 Apabila bugar selamat tidak terpenuhi maka operator harus mendapat konseling dari GL MP (manpower poll support) untuk menyatakan siap bekerja atau tidak, apabila tidak siap bekerja maka operator dipulangkan. 2) Supervisor Fatigue Observation (SFO) Supervisor fatigue observation adalah kegiatan inspeksi terencana disetiap pagi apabila cuaca alam tidak hujan dan memungkinkan untuk melakukan kegiatan ini, dengan tujuan untuk mengecek kondisi operator unit alat berat dalam keadaan fit untuk bekerja atau tidak, dan dilakukan secara acak dilokasi area tambang. Supervisor fatigue observation dilakukan oleh SHE mining, produksi dan paramedik perusahaan. Inspeksi ini dilakukan dengan menghentikan unit alat berat diarea tambang, dan melakukan kegiatan seperti ; Interview, Pengecekan tensi darah, kadar oksigen dalam darah dan chek nadi, sertaengisian formulir SFO ( supervisor fatigue observation). Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui apakah operator yang sedang mengoperasikan unit alat berat dalam kondisi fit atau tidak untuk mengoperasikan unit alat berat tersebut. Apabila ditemukan kondisi operator yang tidak fit untuk melanjutkan aktivitas kerjanya maka dilakukan tindakan perintah oleh penginspeksi kepada operator istirahat selama 60 menit dan setelah itu dilakukan pemantauan kembali kondisi operator tersebut. Jika hasilnya membaik operator

38 diperbolehkan kembali melakukan aktivitasnya kembali, namun jika kondisi operator tidak memungkinkan untuk melanjutkan aktivitasnya maka operator disuruh beristirahat sampai akhir shift dan dilakukan tindakan lebih lanjut untuk dilakukan pemeriksaan kembali di klinik perusahaan. Kegiatan inspeksi supervisor fatigue observation ini dilakukan pada jam-jam rawan mengantuk, yaitu pukul 01.00-05.00 juga dilakukan secara rutin pada tempat area tambang secara acak. 3) Sistem Kerja Untuk sistem kerja bagi operator di perusahaan terbagi menjadi 2 sistem kerja yaitu 2 shift kerja pada hari jum at dengan 12 jam kerja dengan 1 jam istirahat dan 3 shift kerja pada hari sabtu sampai kamis dengan jam kerja selama 8 jam kerja dengan 1 jam istirahat. Berikut tabel pembagian shift kerja operator di PT. Saptaindra Sejati site ADMO. Tabel 4.1. Pembagian sistem kerja perusahaan No Hari Shift 1 Shift 2 Shift 3 1. Sabtu Kamis 24.30 07.30-15.30 15.30-24.30-07.30 2. Jum at 07.00-19.00 19.00- - sumber PT. Saptaindra Sejati site ADMO 2014 07.00

39 Berdasarkan observasi banyak operator pada saat jam istirahat berkumpul di Change Shift Area (CSA) untuk makan siang, beribadah, tidur, maupun bercanda dengan operator lainnya. Perusahaan memperkerjakan operator HDT selama 8 jam kerja termasuk waktu istirahatnya dan di hari jum at selama 12 jam kerja termasuk waktu istirahat. Operator HDT bekerja selama 6 hari dan off 1 hari, sedangkan roster kerjanya 3 bulan cuti 2 minggu. Perusahaan telah menganjurkan waktu istirahat bagi operator diluar jam kerja dengan tidur minimal 6-7 jam kerja, karena untuk mencegah terjadinya kelelahan. 4) Lingkungan Kerja Lingkungan kerja operator HDT meliputi penerangan di tempat kerja, getaran dari unit HDT, iklim kerja, dan kebisingan dari unit, hasil pengukuran lingkungan kerja tersebut, Perusahaan melakukan pengendalian terhadap faktor lingkungan kerja yang dapat mempengaruhi kelelahan kerja terhadap operator seperti pengukuran dan monitoring penerangan, kebisingan, getaran, dan iklim kerja. Fasilitas air conditioner (AC) diunit sebagai pengendalian iklim kerja. Pemakaian APD ear plug sebagai pengendalian kebisingan dari unit. Dilakukan survey ergonomi dan dilakukan pengukuran penerangan di tempat kerja pada malam hari.

40 5) Kebutuhan Kalori Pekerjaan yang dilakukan oleh operator HDT merupakan pekerjaan yang tergolong kedalam pekerjaan yang berat. Sehingga membutuhkan pemenuhan kalori didalam tubuhnya. Pemenuhan kebutuhan kalori operator termasuk kedalam gizi kerja bagi operator diberikan makanan yang disajikan dari perusahaan seperti nasi, buah, sayuran, protein dan air minum. Pengecualian pada hari jum at, operator yang bekerja selama 12 jam diberikan asupan makanan tambahan seperti snack dan minuman bernutrisi. 6) Maintenance Unit Unit alat berat merupakan salah satu faktor yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja apabila kondisi unit tersebut terdapat kerusakan-kerusakan. Namun dengan adanya maintenance unit secara terjadwal yang dilakukan setiap 250,500,1000,2000 MH dalam jangka unit tersebut beroperasi dan jika mencapai 6000 MH maka unit tersebut dilakukan overhaul. Dan sebelum dioperasikan dilakukan Program Pemeriksaan Harian (P2H) sebagai pengecekan keadaan unit siap untuk dioperasikan atau ada yang perlu diperbaiki. 7) Road Maintenance Lingkungan kerja yang ekstrim merupakan karakteristik dari area kerja tambang. Lokasi tambang yang terletak di daerah perbukitan mengakibatkan jalan tambang dibuat naik turun. Sehingga sulit

41 untuk dilakukan pengendalian terhadap lingkungan kerja yang ekstrim. Untuk mengendalikannya perusahaan melakukan road maintenance yaitu perawatan jalan yang dilalui HDT dengan meratakan permukaan jalan yang bergelombang (undulating) dengan menggunakan unit grader dan membersihkan spoil-spoil yang berada dipinggir jalan dan menyebabkan penyempitan jalan dapat dilakukan dengan unit grader atau dozer. c. Pengobatan kelelahan kerja Perusahaan dalam melakukan pengobatan terhadap operator yang mengalami kelelahan kerja apabila operator saat dilakukan SFO dan atau operator melaporkan bahwa dirinya mengalami kelelahan kerja kepada pengawasnya, operator dibawa ke klinik perusahaan untuk mendapatkan pemeriksaan dari dokter dan atau medis klinik perusahaan dan diberikan obat serta rekomendasi untuk selanjutnya agar operator lebih baik keadaannya dan fit kembali untuk bekerja. d. Rehabilitasi kelelahan kerja Setelah operator mendapatkan program pengobatan kelelahan kerja dari klinik perusahaan, kesehatan operator di periksa kembali kondisi operator tersebut dan diberikan motivasi untuk berpola hidup sehat agar lebih siap dan bersemangat untuk bekerja kembali. e. Evaluasi program pengendalian kelelahan kerja Monitoring adalah kegiatan yang dilakukan untuk memonitoring upaya-upaya dari berbagai program-program yang telah dijalankan

42 untuk meminimalisir insiden yang diakibatkan oleh kelelahan kerja. Semua program tersebut selalu dipantau dalam pelaksanaannya dapat berlangsung sesuai jadwal dan sesuai target yang diinginkan di perusahaan. Evaluasi yang dilakukan di perusahaan untuk mengukur dan menilai apakah program yang telah direncanakan dan dilaksanakan sesuai dengan target harapan yang diinginkan. Hal ini sangat penting sebagai perbaikan apabila melaksanakan program yang sama atau programprogram yang baru.