BAB I Pendahuluan Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
Rumah Sakit Umum Kelas C Di Kabupaten Wonosobo

BAB I PENDAHULUAN NAMA RS JENIS KELAS ALAMAT JUMLAH TEMPAT TIDUR. Belum ditetapkan TOTAL 596. Sumber:

MARKAS PUSAT DINAS KEBAKARAN SEMARANG BAB I PENDAHULUAN

Gambar 1. 1 : Keindahan Panorama Bawah Laut Pulau Biawak

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Sasaran yang hendak dicapai dengan adanya Wedding Hall ini adalah:

RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH DI KABUPATEN SEMARANG BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN TUGAS AKHIR 135. LP3A - Beachwalk Mall di Tanjung Pandan, Belitung

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

SLB TUNAGRAHITA KOTA CILEGON BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang.

REDESAIN PASAR INDUK BATANG Penekanan Desain Arsitektur Tropis

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Pengembangan Terminal Bandar Udara Tunggul Wulung

PERERENCANAAN GELANGGANG OLAHRAGA DI KAWASAN HUTAN KOTA BEKASI BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. Pengembangan Terminal Penumpang Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang Hans Dian Sintong

Redesain Kantor Bupati Kabupaten Sukoharjo BAB I PENDAHULUAN

BAB IV KRSIMPULAN, BATASAN DAN ANGGAPAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Tugas Akhir 138 Rumah Sakit Gigi dan Mulut di Semarang BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

REDESAIN KANTOR DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Data Jumlah Pendaftar SMK se-kota Semarang Tahun No Tahun Ajaran Pendaftar Diterima

1BAB I PENDAHULUAN. KotaPontianak.Jurnal Lanskap Indonesia Vol 2 No

Curug Sewu Hotel and Resort Kabupaten Kendal BAB I PENDAHULUAN

PERANCANGAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. LP3A Teater Universitas Diponegoro, Semarang. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB 1 PENDAHULUAN. Auditorium Universitas Diponegoro 2016

Rest Area KM 22 Jalan Tol Semarang - Solo Jovi Permata Anggriawan (L2B008052) BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN CITY HOTEL DI MEDAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

SEASIDE HOTEL DI JEPARA BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN FRANSISCA RENI W / L2B

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. 1.2 Tujuan dan Sasaran

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Bab 1 Pendahuluan Latar belakang

UNIVERSITAS DIPONEGORO

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Peningkatan pertumbuhan perekonomian akan turut meningkatkan peranan sektor transportasi dalam menunjang

APARTEMEN DI BEKASI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Gedung Rehabilitasi Narkoba Provinsi Jawa Tengah di Kota Semarang BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

1 A p a r t e m e n S i s i n g a m a n g a r a j a S e m a r a n g

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

Dari data di atas, dapat dilihat bahwa daerah perbatasan Jawa Tengah- Jawa Barat saat ini belum memiliki fasilitas kesehatan yang memadai, khususnya

HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN PERNYATAAN UCAPAN TERIMA KASIH ABSTRAK DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR DIAGRAM DAFTAR LAMPIRAN

Bab I Pendahuluan. Tabel 1.1. Tabel Hasil Penjualanan Sepeda Motor di Indonesia Tahun2013 Sumber: otonity.com (di unduh pada 1 Januari 2014)

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 komposisi penduduk

BAB 1 PENDAHULUAN. Relokasi Stasiun Merak 1

BAB I PENDAHULUAN. 1 diakses tanggal 25 Juni 2009.

BAB I PENDAHULUAN PENGEMBANGAN FISIK BANGUNAN TPI JUWANA 1.1. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang

BADAN PERTANAHAN NASIONAL KABUPATEN SLEMAN Tugas Akhir 126 Arsitektur Undip BAB I PENDAHULUAN

APARTEMEN DI BANDUNG BAB I PENDAHULUAN

Asrama Mahasiswa UNDIP Mohammad Iqbal Hilmi L2B09060

BAB I PENDAHULUAN LP3A TUGAS AKHIR 135 MONALISA SAPUTRI SARANA REKREASI & EDUKASI PETERNAKAN SAPI PERAH DI DESA JETAK 1

PUSAT PELATIHAN BASKET KLUB SAHABAT SEMARANG BAB 1 PENDAHULUAN

Rusunawa Buruh di Kawasan Industri Mangkang Semarang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan nasional memiliki peranan yang sangat penting bagi warga negara. Pendidikan nasional bertujuan untk

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PAVILIUN GARUDA II RUMAH SAKIT DR. KARIADI SEMARANG Dengan Penekanan Desain Arsitektur Modern

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG

STASIUN MRT BLOK M JAKARTA DENGAN KONSEP HEMAT ENERGI BAB I PENDAHULUAN

TUGAS AKHIR 131/ BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

TUGAS AKHIR PERIODE 36 LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR TERMINAL BUS TIPE A KOTA TEGAL

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan transportasi meningkat dengan pesat sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada, saat ini

BAB 1 PENDAHULUAN APARTEMEN DI SEMARANG 1

LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR SEMARANG BOOK HOUSE

SEMARANG CINEMA CENTER Dengan Penekanan Desain Eco-Architecture

BAB I PENDAHULUAN. Diagram 1.1. Data Statistik Kenaikan Angka Lansia Sumber: Badan Pusat Statistik,2010

BAB I PENDAHULUAN [TYPE HERE] [TYPE HERE]

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

KAMPUS FKIP UHAMKA TA 131/53 BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. Tugas Akhir Periode 135

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Kereta api merupakan salah satu alat transportasi darat antar kota yang diminati oleh seluruh lapisan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Tugas Akhir BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan dan Sasaran Perencanaan dan Perancangan Tujuan. Apartemen di Jakarta

BAB I PENDAHULUAN STIRENA ROSSY TAMARISKA ( ) 1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Transkripsi:

BAB I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Kesehatan merupakan kebutuhan setiap manusia. Memperoleh pelayanan Kesehatan merupakan hak setiap Individu tanpa terkecuali. Tingkat kesehatan secara tidak langsung memengaruhi aktifitas social, ekonomi, politik, dan budaya dari sebuah Negara maupun daerah. Pembangunan Pelayanan kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan pelayanan Kesehatan dalam rangka meningkatkan tingkat kesehatan merupakan kewajiban seluruh rakyat Indonesia, baik Masyarakat, Pemerintah, maupun Swasta. Upaya penyelenggaraan Kesehatan masih belum sepenuhnya terselenggara dengan terpadu, berkesinambungan, dan menyeluruh salah satunya adalah di Kabupaten Wonosobo. Jumlah sarana dan prasarana kesehatan di Indonesia masih belum memadai. Tercatat jumlah Puskesmas untuk seluruh Indonesia sebanyak 8.737 unit. Untuk rumah sakit sebanyak 1.523 RS, terdiri dari 552 RS milik pemerintah, 768 RS milik swasta, 78 RS milik BUMN dan 125 RS milik TNI & Polri, dengan jumlah seluruh tempat tidur sebanyak 163.680 buah. Penyebaran sarana dan prasarana kesehatan belum merata. Rasio sarana dan prasarana kesehatan terhadap jumlah penduduk di luar Pulau Jawa lebih baik dibandingkan dengan di Pulau Jawa (Kemenkes RI, 2010). Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 56 Tahun 2014 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit, Rumah Sakit Umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit. Rumah Sakit Umum mempunyai misi memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tugas rumah sakit umum adalah melaksanakan upaya pelayanan kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan peningkatan dan pencegahan serta pelaksanaan upaya rujukan. Rumah sakit umum merupakan fasilitas yang mudah ditemui di suatu negara, dengan kapasitas rawat inap sangat besar untuk perawatan intensif ataupun jangka panjang. Rumah sakit jenis ini juga dilengkapi dengan fasilitas bedah, bedah plastik, ruang bersalin, laboratorium, dan sebagainya. Tetapi kelengkapan fasilitas bervariasi sesuai kemampuan penyelenggaranya. Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang dalam hal pemenuhan fasilitas pelayanan kesehatan terutama Rumah Sakit (RS) sebagai sebuah sarana rujukan pelayanan kesehatan tertinggi dalam wilayah Kabupaten memiliki jumlah yang masih terbatas. Menurut data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (2010), fasilitas sarana kesehatan (RS) di Kabupaten Wonosobo terdiri dari 2 RSU dan 1 RSK. Sebagai perbandingan sarana RS di Ex-Karesidenan Kedu seperti Kabupaten Temanggung yang memiliki 4 RS, Kabupaten/Kota Magelang 13 RS, Kabupaten Kebumen 8 RS, Kabupaten Purworejo 8 RS. Rel o k a s i R u m a h S a k i t U m u m D a e r a h W o n o s o b o Page 1

Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo adalah rumah sakit kelas C milik Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Rumah sakit ini terletak dipusat kota Wonosobo dengan kapasitas tempat tidur terpasang saat ini (paska pembangunan) adalah 246 TT. Luas tanah 7445 m2 yang terbagi menjadi 2 area yaitu area barat seluas 1356 m2 dan area timur seluas 6090 m2. Sedangkan luas bangunan secara keseluruhan adalah 5207,7 m2. Bangunan rumah sakit terbagi menjadi gedung A : 4 lantai, gedung B : 4 lantai, gedung C : 3 lantai, gedung D : 2 lantai, gedung E : 1 lantai dan gedung barat : 4 lantai ( Buku Pedoman Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo, 2011). Rumah Sakit Kelas C menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 56 Tahun 2014 adalah rumah sakit umum yang memberikan pelayanan paling sedikit terdiri dari Pelayanan Medik, pelayanan Kefarmasian, Pelayanan keperawatan dan kebidanan, Pelayanan penunjang Klinik, Pelayanan penunjang nonklinik, dan pelayanan Rawat inap. Rumah sakit ini juga menampung pelayanan rujukan dari puskesmas. (Permenkes RI No. 56 Tahun 2014) Berdasarkan Peraturan yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia dalam buku pedoman Teknis Fasilitas Rumah Sakit kelas C tahun 2007, Lokasi harus mudah dijangkau oleh masyarakat atau dekat ke jalan raya dan tersedia infrastruktur dan fasilitas dengan mudah, misalnya tersedia pedestrian, Aksesibel untuk penyandang cacat. Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo ini memiliki aksesibilitas yang kurang memadai karena berada pada tapak yang relative sempit. Keberadaan Pedestrian di sekitar Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo ini kurang terpelihara serta kurang aksesibel bagi kaum Difabel. Seringkali, pedestrian ini dijadikan sebagai Tempat berjualan bagi para pedagang kaki lima sehingga menyebabkan kawasan ini menjadi crowded. Dalam Buku Pedoman Teknis Fasilitas Rumah Sakit Kelas C disebutkan bahwa Untuk tapak RS yang berbentuk memanjang mengikuti panjang jalan raya maka pintu masuk kearea IGD harus terletak pada pintu masuk yang pertama kali ditemui oleh pengguna kendaraan untuk masuk kearea RS.. Namun pada Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo, pintu masuk UGD terletak pada pintu masuk yang terakhir. Pada bagian UGD, aksesibilitas menuju UGD juga kurang memadai karena terbatasnya lahan yang ada menyebabkan pelayanan kesehatan Darurat dari Rumah sakit ini menjadi kurang Representatif. Bangunan Ruang Rawat Inap harus terletak pada tempat yang tenang (tidak bising), aman dan nyaman tetapi tetap memiliki kemudahan aksesibilitas dari sarana penunjang rawat inap (Depkes RI, 2007). Dalam Buku Pedoman Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo tahun 2011 disebutkan bahwa Lokasi RSUD Wonosobo berada dipusat keramaian tepatnya bersebelahan dengan pusat ekonomi yaitu pasar tradisional maupun modern (swalayan), pusat pemerintahan, pusat pendidikan dan dikelilingi oleh perkampungan yang padat. Letak Rumah sakit Umum Daerah Wonosobo yang berdekatan dengan Pasar dan pusat perekonomian di Kabupaten Wonosobo mengakibatkan tingkat kebisingan di Rumah sakit ini menjadi cukup tinggi. Oleh karena itu, perlu dilakukan Relokasi Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo ini ke Lokasi yang lebih Tenang, memiliki Aksesibilitas yang cukup baik, serta berada pada lahan yang mencukupi supaya Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo ini menjadi rumah Sakit yang lebih Representatif dan mampu memberikan pelayanan kesehatan secara optimal kepada Masyarakat. Rel o k a s i R u m a h S a k i t U m u m D a e r a h W o n o s o b o Page 2

1.2. Tujuan dan Sasaran 1.2.1. Tujuan Tujuan dari Penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo ini adalah untuk dijadikan Acuan dalam penyusunan Tugas Akhir dengan Judul Relokasi Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo. 1.2.2. Sasaran 1.3. Manfaat Terwujudnya suatu langkah dalam penyusunan Tugas Akhir Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo berdasarkan aspek-aspek panduan perencanaan dan Perancangan. Aspek ini meliputi Konsep perancangan, pemilihan tapak, program ruang, mekanikal elektrikal dan aspek lain yang berkaitan dengan Perencanaan dan perancangan. 1.3.1. Manfaat Subyektif Memenuhi salah satu persyaratan mata kuliah Tugas Akhir pada Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. 1.3.2. Manfaat Obyektif Perancangan Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo ini diharapkan dapat menjadi suatu masukan yang bisa menjadi pedoman bagi pemerintah dan pihak yang terkait dalam mengembangkan Fasilitas kesehatan berupa Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo. 1.4. Ruang Lingkup 1.4.1. Substansial 1.4.2. Spasial Ruang Lingkup pembahasan secara substansial meliputi aspek-aspek arsitektural perencanaan dan perancangan Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo. Masalah yang berada di luar lingkup arsitektural akan dibahas seperlunya dengan batasan sepanjang hal tersebut masih dianggap relevan. Ruang lingkup pembahasan secara spasial merupakan pemilihan lokasi / tapak perencanaan dan perancangan Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo. Penentuan lokasi tapak akan dipiih melalui beberapa alternative tapak yang dipertimbangkan dengan kriteria penentuan tapak. Rel o k a s i R u m a h S a k i t U m u m D a e r a h W o n o s o b o Page 3

1.5. Metode Pembahasan Dalam menyusun Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur ini menggunakan beberapa metode dalam memperoleh data, yaitu : 1.5.1. Metode Deskriptif Metode yang dilakukan dengan pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan dengan cara : studi pustaka/ studi literatur, data dari instansi terkait, observasi lapangan serta pengumpulan data melalui internet. 1.5.2. Metode Dokumentatif Metode yang dilakukan dengan mendokumentasikan data yang menjadi bahan penyusunan laporan ini. Cara pendokumentasian data adalah dengan memperoleh gambar visual melalui foto-foto yang di hasilkan. 1.5.3. Metode Komparatif Metode yang dilakukan dengan membandingkan Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo dengan pedoman Teknis Fasilitas Rumah Sakit Umum yang sesuai dengan Rumah sakit Umum Daerah Wonosobo. Dari data - data yang telah terkumpul, dilakukan identifikasi dan analisa untuk memperoleh gambaran yang cukup lengkap mengenai karakteristik dan kondisi yang ada, sehingga dapat tersusun suatu Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo. 1.6. Sistematika pembahasan Sistematika pembahasan dan penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur Rumah sakit Umum Daerah Wonosobo ini adalah sebagai berikut: Bab I PENDAHULUAN Berisi tentang latar belakang, tujuan dan sasaran, manfaat, ruang lingkup pembahasan, metode pembahasan, sistematika pembahasan dan alur pikir Bab II TINJAUAN PUSTAKA Berisi tentang teori-teori dan Pedoman tentang Rumah sakit Umum yang digunakan sebagai Acuan dalam perencanaan dan perancangan Rumah sakit Umum Daerah Wonosobo Bab III DATA Membahas tentang tinjauan Kota Wonosobo berupa data data fisik dan nonfisik, seperti letak geografi, luas wilayah, kondisi topografi, iklim, demografi, serta kebijakan tata ruang wilayah di Kota Wonosobo, serta Tinjauan Khusus Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo. Selain itu Rel o k a s i R u m a h S a k i t U m u m D a e r a h W o n o s o b o Page 4

terdapat juga pembahasan mengenai potensi dan masalah Kesehatan di kota Wonosobo dan faktor faktor yang mendukung Perencanaan dan Perancangan Rumah sakit Umum Daerah Wonosobo. Bab IV ANALISA Menguraikan analisa-analisa yang bersifat penajaman terhadap materi yang dikaitkan dengan konteks lahan perencanaan dan perancangan Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo Bab V HASIL/KESIMPULAN Berisi Program Ruang, Konsep Perancangan, Pemilihan Tapak serta Analisa Potensi dan Masalah Tapak terpilih dari Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo. Rel o k a s i R u m a h S a k i t U m u m D a e r a h W o n o s o b o Page 5

1.7. Alur Pikir AKTUALITA Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Tengah dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi. Di Kabupaten Wonosobo terdapat beberapa fasilitas kesehatan yaitu RSUD, RSI, serta PKU. Fasilitas pelayanan pada Rumah sakit Umum di Wonosobo masih kurang memadai dan belum sepenuhnya memenuhi aturan dan pedoman Rumah Sakit Umum URGENSI Dibutuhkan Rumah sakit dengan Fasilitas yang memadai serta sesuai dengan standar pelaksanaan rumah sakit dari Kementrian kesehatan sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan secara optimal kepada masyarakat kabupaten Wonosobo. ORIGINALITAS Perencanaan dan perancangan bangunan Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo pada lokasi yang lebih Representatif dengan fasilitas kesehatan yang lebih memadai dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh kementrian kesehatan. STUDI PUSTAKA Tinjauan Tentang Rumah Sakit Umum, Persyaratan, dan aturan-aturan terkait DATA DATA LAPANGAN Tinjauan Kab. Wonosobo Tinjauan lokasi / site DATA STUDI BANDING Rumah Sakit Nasional Diponegoro, Rumah Sakit Sultan Agung, RSI Muh. Kendal. ANALISA Analisa potensi dan permasalahan Tapak, serta Fasilitas Kesehatan Rumah sakit Umum Daerah Wonosobo Pelaku dan aktifitas dalam Rumah sakit Umum Daerah Wonosobo Kebutuhan ruang dan fasilitas berdasarkan standard perencanaan dan perancangan Pemilihan dan pengolahan tapak Pendekatan Program Perencanaan dan Perangcangan Arsitektur yang mengacu pada aspek-aspek kontekstual, fungsional, arsitektural, teknis, dan kinerja F E E D B A C K Kompilasi data dari seluruh tinjauan yang berisi kesimpulan berdasarkan perbandingan antara Studi banding dan pedoman tentang Rumah Sakit Umum Kelas C dengan Kondisi eksisting Rumah sakit Umum Daerah Wonosobo Relokasi Rumah sakit Umum Daerah Wonosobo Rel o k a s i R u m a h S a k i t U m u m D a e r a h W o n o s o b o Page 6