30 BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM 3.1 Perancangan Sistem Perancangan sistem monitoring pemancar NEC dengan fitur sms alert meliputi dari mempersiapkan kebutuhan hardware meliputi router Mikrotik dan server Nagios. Masing-masing site terdapat pemancar NEC yang nanti dihubungan dengan jaringan Local Area Network (LAN) pada kantor transmisi Metro TV. Jaringan LAN tersebut kemudian di-routing menggunakan Mikrotik. Koneksi dari site daerah ke site pusat Jakarta menggunakan fasilitas VPN yang terpasang pada Mikrotik. Dengan menggunakan fasilitas VPN, maka pemancar di setiap daerah bisa dipantau dari Jakarta. Untuk lebih jelasnya mengenai koneksi jaringan untuk sistem monitoring ini bisa dilihat pada Gambar 3.1. Gambar 3.1 Koneksi jalur VPN dari kantor transmisi Jakarta dan Bandung
31 Pada Gambar 3.1 merupakan contoh koneksi jalur VPN pada kantor transmisi Jakarta dengan kantor transmisi Bandung. Jalur VPN tersebut menggunakan provider Telkom Speedy yang lebih terjaga karena menggunakan prinsip leased line. Site yang akan dipantau meliputi 7 kota besar di Indonesia yaitu Medan, Palembang, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya. Infrastruktur pada masing-masing kantor transmisi berbeda. Pada kantor transmisi cabang hanya terdapat pemancar NEC yang dikoneksikan dengan switch melalui kabel ethernet. Dari switch kemudian disambung ke Mikrotik untuk di-routing kan. Pada Gambar 3.2 merupakan infrastruktur pada kantor cabang Bandung. Untuk infrastruktur pada kantor cabang di 6 kota lainnya sama seperti infrastruktur pada kantor cabang Bandung. Gambar 3.2 Kondisi Infrasruktur di Kantor Cabang Bandung Pada setiap kantor cabang diberikan 1 komputer untuk melihat keadaan pemancar melalui aplikasi website yang disediakan oleh vendor NEC. Pada kantor pusat Jakarta, terdapat perbedaan infrastruktur. Infrastruktur ini berbeda dikarenakan di Jakarta memang dikhususkan untuk memonitoring pemancar di setiap daerah serta untuk mengirimkan notifikasi dalam bentuk SMS gateway. Pada Gambar 3.3 akan menjelaskan tentang infrastruktur pada kantor pusat Jakarta.
32 Gambar 3.3 Kondisi Infrasruktur di Kantor Pusat Jakarta Server monitoring digunakan untuk menjadi pool data dari setiap data pemancar yang dikirimkan ke kantor pusat Jakarta. Server monitoring ini terkoneksi dengan SMS gateway sehingga ketika sistem monitoring mendeteksi ada gangguan pada pemancar daerah maka langsung mengirim sms ke setiap user. Untuk PC monitoring berfungsi untuk melihat keadaan setiap pemancar di daerah namun hanya untuk monitoring saja. 3.1.1 Perencanaan kebutuhan hardware Pada sistem monitoring dan notifikasi ini diperlukan beberapa hardware guna mendukung sistem tersebut. Beberapa hardware yang diperlukan akan dijelaskan pada bagian berikut ini : 1. Server Server monitoring menggunakan sebuah notebook dengan spesifikasi : Intel Pentium Core i3, 2.0 GHz, RAM 4GB dan hardisk sebesar 160GB. Server ini nantinya juga terpasang sistem pelaporan otomatis menggunakan sistem aplikasi SMS gateway.
33 2. Router Untuk router pada kantor pusat Jakarta menggunakan jenis Mikrotik Cloud Router CCR1009-8G-1S-1S+. Router ini mempunyai RAM sebesar 2GB dan CPU 1,2 GHz sehingga bisa meng-handle trafik beserta rules yang ada dengan sangat mudah. Sedangkan untuk router pada kantor cabang di 6 kota besar hanya menggunakan Mikrotik RB750GL dengan 5 port ethernet dan RAM sebesar 64MB. 3. Kabel jaringan Koneksi jaringan yang digunakan dalam implementasi ini adalah kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) CAT-5 yang sering digunakan pada jaringan Local Area Network. 4. SMS gateway Dalam pengiriman SMS ke setiap user, menggunakan sebuah SMS gateway dengan modem Wavecom M1306B. Modem ini sering digunakan oleh operator pulsa karena kehandalannya dalam menangani proses sms. 3.1.2 Perencanaan kebutuhan software Dalam implementasi sistem ini diperlukan beberapa software guna mendukung berjalannya sistem dengan baik. Berikut software yang diperlukan dalam pembuatan sistem ini. 1. Linux Mint 13 Maya Sistem operasi ini akan berisikan aplikasi Nagios untuk sistem monitoringnya. Begitu juga untuk aplikasi Gammu yang digunakan sistem pelaporan sms notifikasinya. 2. Nagios Sistem monitoring yang digunakan adalah Nagios dengan versi 4.0.8 dimana yang versi ini yang mudah didapat. Nagios juga free source dimana tidak memerlukan lisensi ketika menggunakan aplikasi ini. Nagios juga kompatibel digunakan dalam sistem operasi Linux Mint.
34 3. Gammu Gammu merupakan salah satu aplikasi sms gateway yang free license sehingga bisa digunakan kapan saja dan bisa dikombinasikan dengan aplikasi yang lain. 3.1.3 Perancanaan kebutuhan jaringan monitoring Jaringan monitoring ini terdapat 2 perencanaan. Untuk perencanaan pertama digunakan untuk mengatur komunikasi data antar perangkat pemancar dengan operator daerah setempat atau jaringan LAN pada kantor cabang. Sedangkan untuk perancangan kedua merupakan komunikasi antar kantor cabang dengan kantor pusat Jakarta menggunakan Virtual Private Network (VPN). Perencanaan jaringan LAN di kantor cabang diperlukan guna memudahkan operator daerah dalam memantau perangkat di kantor cabang. Dalam perencanaan jaringan kebutuhan jaringan ini setiap kota diberikan subnet sebesar /28 dimana hanya ada 16 host yang bisa dipantau pada jaringan monitoring ini. Setiap kantor diberikan satu buah Mikrotik, satu switch dan diberi alamat gateway pada Mikrotik sebagai komunikasi antar perangkat dengan router sehingga data bisa dikirimkan menuju kantor pusat. Setiap pemancar di kota tersebut memiliki nomor IP yang berbeda-beda. Daftar IP pemancar pada setiap daerah dapat dilihat pada Tabel 3.1 dibawah ini Tabel 3.1 Daftar IP pemancar masing-masing site Perangkat IP Address Gateway Pemancar NEC Bandung 192.168.83.2 192.168.83.1 Pemancar NEC Palembang 192.168.83.18 192.168.83.17 Pemancar NEC Semarang 192.168.83.50 192.168.83.49 Pemancar NEC Surabaya 192.168.83.66 192.168.83.65 Pemancar NEC Medan 192.168.83.82 192.168.83.81 Pemancar NEC Yogyakarta 192.168.83.98 192.168.83.97 Untuk perencanaan jaringan VPN antar kantor cabang dan kantor pusat hanya membutuhkan rancangan pada daftar IP pada masing-masing kantor cabang dengan kantor pusat. Dengan adanya VPN, informasi dari kantor cabang bisa langsung dikirim ke kantor pusat. Pada Tabel 3.2 merupakan daftar IP VPN pada masing-masing kantor di Metro TV
35 Tabel 3.2 Daftar IP VPN pada Kantor Pusat dan Kantor Cabang Kota IP Address VPN Gateway Jakarta 192.168.89.1 - Bandung 192.168.89.2 192.168.89.1 Palembang 192.168.89.3 192.168.89.1 Medan 192.168.89.4 192.168.89.1 Semarang 192.168.89.5 192.168.89.1 Surabaya 192.168.89.6 192.168.89.1 Yogyakarta 192.168.89.7 192.168.89.1 Dengan adanya VPN pada kantor pusat dan kantor cabang maka komunikasi data untuk monitoring bisa dengan mudah dikirim dan diterima ke kantor pusat. Selain itu, dengan adanya VPN, user dari kantor pusat Jakarta dengan mudah memonitoring pemancar pada kantor cabang. 3.2 Sistem Kerja Di dalam sistem implementasi ini terdapat 2 sistem kerja yaitu sistem kerja untuk sistem monitoring dan sistem pelaporan otomatisnya menggunakan sms gateway. 3.2.1 Sistem kerja monitoring pemancar Pada sistem kerja monitoring pemancar dapat dijabarkan pada Gambar 3.4 yang berupa flowchart cara kerja monitoring pemancar tersebut. Sistem monitoring nya berlaku jika pemancar sudah tersambung dengan Nagios melalui jaringan VPN. Dalam Nagios terdapat softstate dan hardstate. Softstate merupakan keadaan dimana perangkat dalam peringatan pertama apabila terjadi suatu problem. Sedangkan hardstate merupakan kondisi terakhir dimana peringatan ini harus segera memberikan notifikasi kepada user.
36 Gambar 3.4 Diagram cara kerja monitoring Nagios
37 Nagios akan memonitoring tiap 1 menit sekali atau sesuai dengan konfigurasi dari user. Apabila dalam 1 menit selanjutnya, perangkat terdeteksi dalam keadaan trouble atau status nya tidak dapat diketahui maka Nagios akan memberikan status pada perangkat tersebut dalam softstate. Ketika dalam status softstate Nagios akan tetap memonitoring sesuai dengan waktu yang ditetapkan oleh user. Pada implementasi ini, untuk parameter powerout dan suhu, waktu cek normal adalah 2 menit. Sedangkan pada reflect, waktu cek normalnya adalah 1 menit. Pada parameter powerout apabila dalam waktu pengecekan normal Nagios mendeteksi adanya gangguan maka status parameter tersebut menjadi softstate. Waktu perubahan softstate ke hardstate dalam parameter poweout adalah 1 menit, apabila dalam waktu tersebut Nagios masih mendeteksi adanya gangguan maka status powerout menjadi hardstate dan mengirimkan SMS notifikasi gangguan. Sedangkan pada parameter reflect dan suhu, apabila dalam waktu normal Nagios mendeteksi paramater tersebut melewati atau kurang dari batas yang ditentukan maka Nagios langsung mengirimkan notifikasi SMS gangguan. Jika Nagios mendeteksi parameter tersebut masih dalam posisi bermasalah dan pada kondisi hardstate maka notifikasi akan tetap dikirim selama 15 menit hingga perangkat tersebut kembali normal. Konfigurasi ini terdapat dalam file bernama NEC.conf. Sistem Nagios ini memonitoring perangkat menggunakan infrastruktur VPN yang telah dirancang sebelumnya. Parameter threshold untuk masing-masing service yang akan dimonitoring harus ditetapkan terlebih dahulu. Untuk parameter threshold powerout, yang perlu diperhatikan adalah kenaikan power yang fluktuatif. Hal ini dikarenakan powerout pemancar bergantung terhadap visual yang ditampilkan, ketika visual gelap maka powerout menjad besar dan ketika visual terang maka powerout menjadi kecil. Pada siaran televisi tidak dapat diprediksi kapan visual tersebut bisa terang atau gelap. Oleh sebab itu, batas threshold ini harus ditetapkan sesuai dengan ketentuan Acceptance Test Data antara Metro TV dengan pihak NEC. Selain itu, batas threshold juga ditentukan melalui cara konsultasi dengan atasan divisi transmisi Metro TV. Untuk toleransi masing-masing threshold mempunyai ketentuan yang berbeda-beda. Powerout mempunyai batas atas sebesar 5 % dan batas bawah sebesar 10% dari nilai powerout yang ditentukan. Untuk
38 reflect mempunyai batas sebesar 4% dari powerout. Sedangkan suhu dibatasi sebesar 48 derajat celcius. Untuk lebih lengkapnya lihat pada Tabel 3.3 dibawah ini: Tabel 3.3 Threshold parameter pemancar Parameter Batas Status > 21000 watt warning Powerout < 18000 watt warning (20000watt) < 17000 watt critical Reflect > 800 watt (4% dari powerout) warning Suhu > 48 derajat celcius warning Setelah itu, pembuatan grafis guna melihat keadaan parameter dari pemancar. Grafis tersebut terdapat pada paket Nagios Graph. Nagios Graph merupakan salah satu paket yang disediakan oleh Nagios agar monitoring bisa dipantau secara grafis. 3.2.2 Sistem kerja notifikasi SMS gateway Sistem kerja notifikasi menggunakan SMS gateway ini menggunakan sebuah software yang disebut Gammu. Gammu ini diinstall pada sistem operasi Linux Mint yang sudah terpasang sistem monitoring Nagios sehingga bisa terkoneksi dalam satu server. Notifikasi SMS ini berjalan apabila Nagios mengirimkan sinyal perintah notifikasi ke Gammu untuk segera mengirimkan SMS kepada user yang telah ditentukan. Notifikasi SMS ini akan dikirim ketika posisi perangkat dalam posisi hardstate dan dikirim kembali selama 15 menit apabila perangkat belum normal. Apabila perangkat sudah kembali normal maka Nagios akan memberikan notifikasi kepada user bahwa perangkat sudah kembali normal dan Nagios akan bekerja seperti semula. Pada Gambar 3.5 menjelaskan mengenai diagram proses pengiriman notifikasi monitoring Nagios ke user. Notifikasi ini hanya mencakup jenis host, service yang digunakan, kondisi. info detail tentang perangkatnya dan tanggal-waktu perubahan status.
39 Gambar 3.5 Diagram proses notifikasi SMS Nagios SMS dikirim apabila terjadi perubahan status kondisi dari perangkat, status tersebut bisa dalam recovery, warning, unknown atau critical. Dalam waktu 15 menit, notifikasi akan dikirim kembali apabila perangkat dalam keadaan warning, unknown atau critical. SMS ini hanya dikirim kepada user yang membutuhkan informasi ini seperti manajer dan teknisi terkait.
40 3.3 Instalasi Sistem Dalam bagian instalasi ini akan dibagi menjadi beberapa bagian, dimulai dari persiapan instalasi Nagios, perancangan konfigurasi Nagios, pemasangan aplikasi Gammu dan konfigurasi Gammu agar bisa terhubung dengan Nagios untuk mengirimkan SMS notifikasi. Sistem Nagios beserta Gammu SMS gateway diinstal pada sistem operasi Linux Mint 13 Maya. Berikut pembahasannya lebih lanjut. 3.3.1 Instalasi dan konfigurasi Nagios Nagios yang akan diinstal disini adalah Nagios Core versi 4.0.8 yang sudah terdapat pada repository di Linux. Sebelum memasang sistem monitoring Nagios, pastikan juga sudah melakukan update dan instalasi software pendukung. Untuk lebih jelas mengenai instalasi dan konfigurasi Nagios, berikut pembahasannya : 1. Langkah pertama adalah memastikan Linux Mint 13 Maya sudah terinstal dengan baik pada komputer server. Konfigurasi IP address subnet mask dan gateway untuk server. IP address nya 192.168.82.2 netmask 255.255.255.0 dan gateway 192.168.82.1. Dengan menggunakan Command Line Interface (CLI) ketikan sudo su (password) agar bisa masuk ke mode administrator. Setelah itu dengan mengetikan perintah apt-get update untuk meng-update paket yang sudah ada di Linux Mint. Untuk lebih jelasnya, lihat pada Gambar 3.6 dan Gambar 3.7. Gambar 3.6 Konfigurasi IP address, subnet dan gateway
41 Gambar 3.7 Proses update paket di Linux Mint 2. Setelah update selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah melakukan instalasi paket pendukung software Nagios seperti Apache2, PHP dan beberapa paket pendukung lainnya. Dengan mengetikan, apt-ge install apache2 mysql-server mysql-client php5 php5-mysql. Setelah selesai instalasi paket tersebut, langkah selanjutnya adalah mengetikan paket-paket lain seperti apt-get install buildessential libgd2-xpm libgd2-xpm-dev libapache2-mod-php5 libperl-dev libssldev apache2-utils tunggu hingga instalasi selesai. Install lagi paket selanjutnya dengan mengetikan apt-get install build-essential php5 openssl php5-gd. Untuk lebih jelasnya, lihat pada Gambar 3.8, Gambar 3.9 dan Gambar 3.10. Gambar 3.8 Proses instalasi paket Apache, mysql dan php5 Gambar 3.9 Proses instalasi build essential, libgd2 dan apache utils Gambar 3.10 Proses instalasi openssl
42 3. Setelah itu menambahkan username, password dan grup agar nagios bisa terinstall dengan baik seperti pada Gambar 3.11. Gambar 3.11 Penambahan username, password dan grup 4. Download Nagios melalui CLI seperti perintah pada Gambar 3.12 dibawah ini. Setelah itu menunggu hingga proses download selesai. Gambar 3.12 Proses download Nagios dari website 5. Setelah selesai proses download selesai, lalu download plugins untuk Nagiosnya seperti pada Gambar 3.13. Gambar 3.13 Proses download plugins Nagios
43 6. Exctract file Nagios yang telah di-download dengan mengetikan tar xzvf nagios-4.0.8.tar.gz seperti pada Gambar 3.14 dan masuk ke dalam folder dengan mengetikan cd nagios-4.0.8/ seperti pada Gambar 3.15. Gambar 3.14 Extract Nagios ke dalam sebuah folder Gambar 3.15 Perintah untuk masuk folder Nagios 7. Setelah masuk folder lalu langkah selanjutnya adalah mengetikan perintah sudo./configure with-command-group=nagcmd seperti pada Gambar 3.16. 8. Dengan memberikan perintah sudo make all lalu mengetikan sudo make install seperti pada Gambar 3.17. Gambar 3.16 Perintah configure instalasi Nagios Gambar 3.17 Proses instalasi Nagios
44 9. Dengan memasukan script Nagios beserta aplikasi web service Apache dan beberapa service lainnya agar bisa berjalan secara otomatis pada service di Linux Mint seperti Gambar 3.18 Gambar 3.18 Konfigurasi script serta service Nagios 10. Selanjutnya adalah mengubah hak akses beberapa file di dalam Nagios dan mensetting kembali password untuk Nagios. Untuk lebih jelasnya lihat Gambar 3.19. Gambar 3.19 Setting hak akses dan configure password Nagios 11. Setelah selesai, selanjutnya adalah memasang instalasi beberapa plugins pendukung Nagios. Cara memasang instalasi ini adalah dengan mengetikan cd nagios-plugins-2.0.3 dan compile dengan menggunakan sudo make. Untuk lebih lengkapnya, lihat pada Gambar 3.20 dibawah ini.
45 Gambar 3.20 Proses instalasi Nagios plugin 12. Lanjutkan dengan mengetikan sudo make install seperti pada Gambar 3.21 lalu tambahkan dengan mengetikan a2enmod rewrite dan a2enmod cgi seperti pada Gambar 3.22. Gambar 3.21 Perintah sudo make install Gambar 3.22 Proses enable beberapa modul 13. Langkah terakhir adalah inisialisasi ulang file konfigurasi Nagios dengan cara mengetikan /usr/local/nagios/bin/nagios v /usr/local/nagios/etc/nagios.cfg maka akan muncul seperti Gambar 3.23.
46 Gambar 3.23 Proses inisialisasi file Nagios 14. Selanjutnya, instalasi Nagios Graph, Nagios Graph dapat di download melalui CLI dengan mengetikan tar -xzf nagiosgraph-1.5.2.tar.gz. Setelah itu download paket yang lain, ketikan apt-get install lirrds-perl libgd-gd2-perl. Untuk lebih jelasnya lihat Gambar 3.24 dan Gambar 3.25. Gambar 3.24 Proses download Nagios Graph
47 Gambar 3.25 Paket tambahan Nagios Graph 3.3.2 Instalasi dan konfigurasi SMS gateway Langkah selanjutnya adalah instalasi dan konfigurasi SMS gateway. SMS gateway yang dipakai disini adalah Gammu SMS gateway. Sebelum melakukan konfigurasi, download terlebih dulu aplikasi Gammu SMS gateway. Pastikan modem yang akan digunakan juga kompatibel dengan aplikasi Gammu SMS gateway. Daftar modem SMS yang kompatibel dapat dilihat pada website Gammu. Selanjutnya dimulai dengan proses instalasi Gammu SMS gateway, berikut penjelasannya : 1. Pertama, masuk ke dalam mode CLI lalu dengan mengetikan sudo su dan jangan lupa memasukan passowrd. Selanjutnya mengetikan apt-get install gammu gammu-smsd seperti pada Gambar 3.26 dibawah ini. Gambar 3.26 Proses download Gammu
48 Setelah proses instalasi dan pemasangan aplikasi telah selesai. Langkah selanjutnya adalah konfigurasi sistem monitoring Nagios, Nagios Graph beserta dengan SMS gateway menggunakan Gammu.