BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Moleong (2012: 6) mengemukakan pengertian metode penelitian kualitatif sebagai berikut:

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di TK Negeri Pembina Kihajar Dewantoro Kecamatan Kota

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. seluruh aspek kepribadian manusia. Pada intinya pendidikan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa SPBU di atas adalah SPBU yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Menurut Bogdan dan Taylor (Moleong, 2005 : 4) menyatakan bahwa penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Sebelum melakukan penelitian ke lapangan, seorang peneliti harus melakukan

III. METODE PENELITIAN. ini bermaksud untuk menggambarkan dan menganalisis secara mendalam atas

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Bogdan dan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (Mulyana, 2002: 145) merupakan proses, prinsip, dan prosedur yang kita

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. dan Taylor (Moleong, 2000:3) penelitian kualitatif adalah prosedur

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Taylor (Moleong, 2000: 3) penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. bertujuan agar kegiatan praktis terlaksana secara rasional dan terarah sehingga

BAB III METODE PENELITIAN. kualitatif. Menurut Moleong (2007: 27) berpendapat bahwa:

Pendapat lain menurut Sugiyono (2010, hlm. 50) bahwa:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metodologi adalah suatu pendekatan umum untuk mengkaji topik

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. berbudi pekerti luhur yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. suatu penelitian. Hal ini disebabkan penggunaan metode dan pendekatan ini

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Boyband Korea (Studi pada Komunitas Safel Dance Club ) mengambil. penggemar boyband Korea di Kota Yogyakarta.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN. Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tentang Fenomena Kehidupan Anak Pekerja Ojek Payung di

BAB III METODE PENELITIAN. perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik, dan

III. METODE PENELITIAN. Tipe penelitian yang penulis gunakan adalah tipe penelitian deskriptif.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang dapat dimanfaatkan oleh peneliti. 1 Pemilihan lokasi atau site selection

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian sangat diperlukan dalam suatu penelitian. Metode

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (field research),

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Bab ini merupakan kunci bagi pelaksanaan penelitian yang penulis

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis mengenai faktorfaktor

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini penulis menggunakan tipe penelitian kualitatif. Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. dihasilkan dalam penelitian berupa kata-kata tertulis atau lisan. Hal ini sesuai

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Penulis

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. ayam selain itu harapannya juga dapat memperoleh hasil penelitian yang. menyikapi fenomena sabung ayam tersebut.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kualitatif. Melalui pendekatan ini dapat menarik suatu ciri atau

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai manajemen di

BAB III METODE PENELITIAN. tenaga kerja wanita (TKW) ini dilaksanakan di desa Citembong,

angka statistik, melainkan dalam bentuk kualitatif.

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian skripsi ini, peneliti menggunakan pendekatan. penjelajahan: kesimpulanya studi kasus deskriptif.

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Dalam metoda penelitian pada prinsipnya tidak terlepas dari bagaimana

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan dalam proposal ini adalah pendekatan kualitatif. Yaitu suatu

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian diperlukan untuk memecahkan suatu masalah dalam penelitian.

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti memilih pendekatan kualitatif untuk dijadikan sebagai pendekatan penelitian didasarkan pada permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian, yakni mengenai peranan kepala desa dalam meningkatkan kesadaran hukum wajib pajak untuk membayar Pajak (PBB) di Desa Padaringan. Hal ini sesuai dengan pengertian penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Taylor dalam Suwandi dan Basrowi (2008: 22) mengungkapakan harapan dari pendekatan kualitatif, sebagai berikut: Pendekatan kualitatif diharapkan mampu menghasilkan suatu uraian mendalam tentang ucapan, tulisan dan atau perilaku yang dapat diamati dari suatu individu, kelompok, masyarakat dan atau suatu organisasi tertentu dalam suatu setting konteks tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang utuh, komprehensif, dan holistik. Sejalan dengan hal tersebut, Moleong (2010: 6) mengemukakan pengertian metode penelitian kualitatif, sebagai berikut: Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami subyek penelitian misalnya, perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll, secara horistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Dalam penelitian kualitatif, peneliti sendiri dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama. Sugiyono (2009: 59), menyatakan bahwa: Dalam penelitian kualitatif yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Oleh karena itu, peneliti sebagai instrumen juga harus divalidasi seberapa jauh peneliti kualitatif siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjun ke lapangan.

53 Selain itu, Sugiyono (2011: 222) juga menyatakan, bahwa: Peneliti kualitatif sebagai human instrumen, berfungsi mendapatkan fokus penelitian, memilih informasi sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas temuannya. Oleh karena itu, selama proses penelitian ini, peneliti akan lebih banyak melakukan komunikasi dengan subjek penelitian di Desa Padaringnan Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis. Selanjutnya, dalam penelitian ini akan lebih mengungkapkan secara deskriptif hasil dari temuan-temuan di lapangan yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati, tetapi belum terungkapkan penyelesaiannya, oleh karena itu, peneliti bermaksud untuk mengetahui sejauh mana peranan Kepala Desa dalam meningkatkan kesadaran hukum wajib pajak untuk membayar PBB, sehingga peneliti memperoleh gambaran dari permasalahan yang terjadi secara rinci, baik itu berupa kata-kata, gambar, maupun perilaku, dan tidak dituangkan berupa bilangan atau angka statistik, melainkan dalam bentuk kualitatif. 2. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan sesuai dengan masalah yang diteliti tentang peranan kepala desa dalam meningkatkan kesadaran hukum wajib pajak untuk membayar PBB adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pada dasarnya merupakan cara yang digunakan untuk mencapai sesuatu. Menurut Arikunto (2006: 160) bahwa metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Mengenai metode penelitian, peneliti menggunakan metode deskriptif. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Danial dan Wasriah (2009: 62): Metode deskriptif, yaitu metode yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematik suatu situasi, kondisi objek bidang kajian pada suatu waktu secara akurat. Tujuan metode deskriptif adalah memperlihatkan keberadaan suatu fenomena yang ada, misalnya dengan

54 menggunakan sensus, sosial ekonomi penduduk, potensi pendidikan dan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Karena sesuai dengan sifat dan tujuan penelitian bukan menguji sebuah hipotesis, tetapi berusaha untuk mendapatkan sebuah gambaran tentang suatu keadaan. Hal ini senada dengan pendapat Bogdan dan Taylor dalam Moleong (2010: 4): Prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh). Jadi, dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu atau organisasi ke dalam variabel atau hipotesis, tetapi perlu memandangnya sebagai bagian dari sesuatu keutuhan. Selanjutnya menurut Nasution (2003: 24) mengenai metode deskriptif adalah sebagai berikut: Penelitian yang mengadakan deskripsi untuk memberi gambaran yang lebih jelas tentang situasi-situasi sosial. penelitian deskriptif lebih spesifik dengan memusatkan perhatian kepada aspek-aspek tertentu dan sering menunjukan hubungan antara berbagai variabel. Selain itu metode deskriptif menurut Subana (2009: 26) mengemukakan bahwa Penelitian deskriptif dimaksudkan untuk mengangkat fakta, keadaan, variabel, dan fenomena-fenomena yang terjadi saat sekarang (ketika penelitian berlangsung) dan menyajikannya apa adanya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, metode deskriptif ialah metode yang dimaksudkan menggambaran yang lebih jelas tentang situasi-situasi yang sedang terjadi saat sekarang untuk mengangkat fakta dan menyajikannya secara akurat dan apa adanya. Dipilihnya metode deskriptif dalam penelitian ini dikarenakan pada observasi awal peneliti menemukan permasalahan mengenai terus meningkatnya

55 jumlah wajib pajak yang tidak/telat dalam membayar pajak bumi dan bangunan. Oleh karena itu diharapkan dengan metode deskriptif tersebut akan diperoleh gambaran secara nyata mengenai peranan kepala desa dalam meningkatkan kesadaran hukum wajib pajak untuk membayar pajak bumi dan bangunan secara faktual dan akurat mengenai fakta-fakta yang ada. B. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Menurut Sukardi (2004: 53) bahwa yang dimaksud dengan lokasi penelitian/tempat penelitian tidak lain adalah tempat di mana proses studi yang digunakan untuk memperoleh pemecahan masalah penelitian berlangsung. Adapun penelitian ini berlokasi di Desa Padaringan Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis. Lokasi penelitian dilakukan di desa tersebut dengan alasan sebagai berikut: a. Karena masih kuarangnya kesadaran hukum wajib pajak dalam membayar PBB di desa tersebut. b. Lokasi Desa Padaringan cukup dekat dengan rumah peneliti sehingga peneliti mudah untuk melakukan penelitian di Desa tersebut. 2. Subjek Penelitian Subjek penelitian yang menjadi sampel penelitiannya seperti yang dikemukakan oleh Nasution (2003: 32) bahwa: Dalam penelitian kualitatif yang dijadikan sampel hanyalah sumber yang dapat memberikan informasi. Sampel dapat berupa hal, peristiwa, manusia, situasi yang di observasi. Sering sampel dipilih secara purposive bertalian dengan purpose atau tujuan tertentu. Sering pula responden diminta untuk menunjuk orang lain yang dapat memberikan informasi kemudian responden ini diminta pula menunjuk orang seterusnya. Cara ini lazim disebut snowball sampling yang dilakukan secara serial atau

56 berurutan. Jadi, subjek penelitian kualitatif adalah pihak-pihak yang menjadi sasaran penelitian atau sumber yang dapat memberikan informasi dipilih secara purposive bertalian dengan tujuan tertentu. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Desa beserta jajarannya dan masyarakat wajib pajak di Desa Padaringan Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis. Diambil sampel sebesar 10-15% dari 3 RW yang paling baik, sedang dan rendah dari 6 RW yang ada di Desa Padaringan. Sebagaimana yang dikemukakan menurut Suharsimi Arikunto (1987: 107) adalah berikut: Untuk sekedar ancer-ancer maka apabila subyeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih, tergantung setidak-tidaknya dari : a. kemampuan peneliti dilihat dari segi waktu, tenaga dan dana, b. sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subyek, karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya data, c. besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti. Untuk lebih jelasnya dalam subjek penelitian ini dapat dilihat pada tabel Tabel 3.1 Subjek Penelitian Subjek Penelitian Kepala Desa Sekretari Desa Petugas Pemungut PBB Wajib Pajak PBB Jumlah Sumber: Diolah oleh peneliti Jumlah 1 orang 1 orang 1 orang 3 orang 6 orang C. Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, sebagai berikut :

57 1. Observasi Observasi adalah suatu teknik untuk mengumpulkan data atau informasi dengan cara melakukan pengamatan secara langsung maupun tidak langsung terhadap objek dalam kegiatan-kegiatan yang sedang berlangsung, baik di Desa maupun di luar Desa. Seperti yang dikemukakan oleh Nasution (2003: 106), observasi ialah: Alat pengumpul data yang dilakukan untuk memperoleh gambaran lebih jelas tentang kehidupan sosial dan diusahakan mengamati keadaan yang wajar dan yang sebenarnya tanpa usaha yang disengaja untuk mempengaruhi, mengatur, atau memanipulasikannya. Observasi ini dilakukan untuk memahami suatu cara dari pandangan orangorang yang terlibat didalamnya dengan tujuan agar memperoleh suatu informasi yang jelas dan benar mengenai peranan Kepala Desa dalam meningkatkan kesadaran hukum Wajib Pajak untuk membayar PBB di Desa Padaringan Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis. 2. Wawancara Wawancara merupakan suatu teknik untuk mengumpulkan data atau informasi dengan berkomunikasi dimana komunikasi tersebut dilakukan dengan cara dialog secara lisan, baik langsung maupun tidak langsung. Sebagaimana definisi wawancara yang dikemukakan oleh Moleong, (2010: 186) bahwa wawancara adalah: Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu, percakapan itu dilakukan oleh dua pihak yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Tujuan dari wawancara dalam penelitian ini ialah untuk memperoleh data dan informasi yang berkenaan dengan peranan Kepala Desa dalam meningkatkan kesadaran hukum Wajib Pajak untuk membayar PBB di Desa Padaringan Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis.

58 3. Studi Dokumentasi Dalam menuliskan hasil penelitian diperlukan sejumlah dokumen sebagai sumber data yang mendukung penelitian. Oleh karenaitu, studidokumentasi sangat diperlukan dalam penelitian.danial dan Wasriah (2009: 79) mengemukakan: Studi dokumentasi adalah mengumpulkan sejumlah dokumen yang diperlukan sebagai bahan data informasi sesuai dengan masalah penelitian, seperti peta, data statistik, jumlah dan nama pegawai, data siswa, data penduduk; grafik, gambar, surat-surat, foto, akte, dsb. Studi dokumentasi yaitu mencari sumber data-data tertulis dilapangan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Studi dokumentasi dapat dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan bahkan untuk meramalkan (Lexy J. Moleong, 2010: 161). Teknik ini digunakan dalam penelitian sebagai sumber data karena banyak dokumen dapat dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan dan bahkan untuk meramalkan suatu objek maupun keadaan. Teknik ini dilakukan dengan cara melihat, menganalisa data-data yang berupa dokumentasi yang berkaitan dan menunjang penelitian. 4. Studi Literatur Studi literatur yaitu alat pengumpul data untuk mengungkapkan berbagai teori yang relevan dengan permasalahan yang sedang dihadapi atau diteliti sebagai bahan pembahasan hasil penelitian yang diambil dari berbagai buku-buku yang dianggap relevan terhadap isi penelitian. Menurut Danial dan Warsiah (2009: 80), studi literatur adalah teknik penelitian dengan mengumpulkan sejumlah buku-buku, majalah, liflet, artikel, dan lain-lain yang berkenaan dengan masalah dan tujuan penelitian. Teknik ini penulis gunakan dalam penelitian yang penulis lakukan dengan tujuan untuk mengungkapkan berbagai teori-teori yang relevan dengan permasalahan yang sedang dihadapi/diteliti sebagai bahan rujukan dalam pembahasan hasil penelitian.

59 Teknik ini dilakukan dengan cara membaca, memperoleh buku-buku, dan sebagainya yang ada hubungannya dengan masalah yang dibahas. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh data teoritis yang sekiranya dapat mendukung kebenaran data yang diperoleh melalui penelitian. D. Prosedur Penelitian Agar penelitian yang dilakukan peneliti dapat efektif sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Maka peneliti mengacu pada prosedur penelitian yang terbagi kedalam dua tahapan penelitian, diantaranya: 1. Persiapan penelitian Kegiatan pertama yang dilakukan peneliti sebagai tahap awal dalam proses penyusunan adalah mempersiapkan agar penelitian berjalan dengan lancar. Persiapan yang dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut: a. Peneliti mengajukan beberapa judul untuk disepakati oleh Tim Pertimbangan Penulisan Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan. b. Setelah judul disepakati, peneliti mengajukan proposal kepada Tim Pertimbangan Penulisan Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. c. Proposal penelitian tersebut diseminarkan dihadapan tim dosen penguji untuk mendapatkan koreksi, masukan sekaligus perbaikan hingga mendapatkan pengesahan serta persetujuan dari ketua Tim Pertimbangan Penulisan Skripsi (TPPS) yang selanjutnya direkomendasikan untuk mendapatkan pembimbing skripsi. 2. Pelaksanaan Penelitian

60 Sebelum penelitian dilakukan, peneliti terlebih dahulu melakukan pra penelitian (observasi awal) yang berguna untuk melihat lebih jauh apa yang menjadi masalah serta untuk mengetahui sejauh mana kondisi lapangan yang sesungguhnya untuk dijadikan objek penelitian. Dalam hal pelaksanaannya penelitian ini melakukan beberapa kegiatan yang diantaranya ialah: a. Peneliti langsung datang ke lokasi penelitian yakni Desa Padaringan Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis, kemudian peneliti mendatangi Kepala Desa untuk mengatur jadwal observasi dengan yang bersangkutan. b. Setelah diperoleh kesepakatan mengenai jadwal observasi, peneliti melakukan observasi ke desa tersebut untuk melihat langsung bagaimana peranan kepala desa dalam meningkatkan kesadaran hukum wajib pajak dalam membaar Pajak (PBB). Setelah melakukan pra observasi, langkah selanjutnya yang dilakukan dalam tahap persiapan penelitian ialah: 1) Mengajukan surat permohonan izin untuk mengadakan penelitian kepada Ketua Jurusan PKn FPIPS UPI untuk mendapatkan surat rekomendasinya untuk disampaikan kepada Dekan FPIPS UPI. 2) Mengajukan surat rekomendasi permohonan izin untuk mengadakan penelitian kepada Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial UPI yang dilengkapi dengan proposal penelitian yang sudah ditanda tangani oleh pembimbing, kwitansi SPP, fotocopy kartu tanda mahasiswa (KTM) yang kemudian digabungkan kedalam satu map. 3) Menyerahkan surat tersebut kepada Badan Administrasi dan Keuangan dengan dilengkapi proposal penelitian yang sudah ditanda tangani oleh

61 pembimbing, kwitansi SPP, fotocopy kartu tanda mahasiswa (KTM) yang kemudian digabungkan kedalam satu map. 4) Menyerahkan surat permohonan izin penelitian dari Rektor Universitas pendidikan Indonesia Bandung kepada Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Ciamis. 5) Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Ciamis mengeluarkan suart izin penelitian untuk disampaikan kepada Kepala Desa Padaringan Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis. 6) Kepala Desa Padaringan Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis menyetujui penelitian tersebut. Setelah izin diperoleh, peneliti melanjutkan dengan pihak responden (Kepala Desa beserta jajarannya dan masyarakat Wajib Pajak) di Desa Padaringan Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis. Disamping itu, peneliti tidak lupa mempersiapkan berbagai instrument yang diperlukan untuk melaksanakan penelitian, berupa lembar observasi, pedoman wawancara, dan sebagainya. Selanjutnya setelah semua dipersiapkan sesuai dengan perencanaan antara peneliti dengan Kepala Desa maka penelitian siap untuk dilaksanakan. E. Teknik Pengolahan dan Analisis Data Setelah dilaksanakannya tahap penelitian, maka tahap berikutnya adalah pengolahan dan analisis data. Data yang telah diperoleh melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi literatur diolah kemudian dianalisis. Sugiyono (2008: 335) menyatakan bahwa: Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, serta membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2009 15-16) mengemukakan bahwa:

62 Dalam analisis kualitatif data yang muncul berwujud kata-kata dan bukan rangkaian angka. Data itu mungkin telah dikumpulkan dalam aneka macam cara (observasi, wawancara, intisari dokumen, pita rekaman), dan yang biasanya diproses kira-kira sebelum siap digunakan (melalui pencatatan, pengetikan, penyuntingan, atau alih-tulis), tetapi analisis kualitatif tetap menggunakan kata-kata, yang biasanya disusun ke dalam teks yang diperluas. Sedangkan menurut Moleong (2010: 280) mengemukakan tentang analisis data adalah analisis data merupakan proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja. Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah mengolah atau menganalisis data. Data yang terkumpul yang berasal dari hasil wawancara dengan menggunakan pedoman penyusunan wawancara, melakukakan observasi, studi dokumentasi dan studi literatur kemudian dikumpulkan dan disatukan. Dalam analisis data kualitatif dituntut adanya data yang lengkap sebagai satu syarat suatu analisis. Analisis data yang akan berbentuk data kualitatif di deskripsikan melalui kata-kata dengan menggambarkan keadaan yang ada yang selanjutnya menarik kesimpulan, hal ini sesuai dengan Moleong (2007: 280) bahwa analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data kedalam suatu pola. Analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Miles dan Huberman 1984 dalam Sugiyono (2010: 246), mengemukakan bahwa Aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan dilakukan secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data meliputi: data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Berikut alur kegiatan dalam proses analisis data kualitatif : 1. Reduksi Data

63 Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan, perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Reduksi data/proses transformasi ini berlanjut terus sesudah penelitian lapangan, sampai laporan akhir lengkap tersusun. Reduksi data merupakan bagian dari analisis. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasi data dengan cara sedemikian rupa hingga kesimpulan-kesimpulan finalnya dapat ditarik dan diverifikasi. 2. Penyajian Data Alur penting yang kedua dari kegiatan analisis adalah penyajian data. Penyajian sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian dapat disajikan dalam bentuk matriks, grafik, jaringan, dan bagan. Semuanya dirancang guna menggabungkan informasi yang tersusun dalam suatu bentuk yang padu dan mudah diraih. 3. Menarik Kesimpulan/Verifikasi Kegiatan analisis ketiga yang penting adalah menarik kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan-kesimpulan final mungkin tidak muncul sampai pengumpulan data berakhir, tergantung pada besarnya kumpulan-kumpulan catatan lapangan, pengkodeannya, penyimpanan, dan metode pencarian ulang yang digunakan dan kecakapan peneliti. Penarikan kesimpulan merupakan sebagian dari satu kegiatan dari konfigurasi yang utuh. berikut: Tiga hal utama dalam analisis data kualitatif dapat digambarkan sebagai Gambar 3.1 Analisis data kualitatif

64 Pengumpulan data Penyajian data Reduksi data Kesimpulan kesimpulan: penarikan/verifikasi Sumber: Miles dan Huberman (Sugiyono 2010: 20) Bagan di atas merupakan proses siklus dan interaktif, analisis data kualitatif merupakan upaya yang berlanjut, berulang dan terus-menerus. Masalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi menjadi gambaran keberhasilan secara berurutan sebagai rangkaian kegiatan analisis yang saling susul menyusul.