BAB I PENDAHULUAN A. PENGERTIAN JUDUL

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN. kehidupan disamping kebutuhan akan sandang, pangan dan papan. Suatu kesehatan

BAB IV KRSIMPULAN, BATASAN DAN ANGGAPAN

BAB I PENDAHULUAN. Desain Interior - Universitas Mercu Buana Latar Belakang

RUMAH SAKIT ANAK DI SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. RUMAH SAKIT UMUM TARUTUNG [Pick the date] 1.8. Latar Belakang. ARSITEKTUR FUNGSIONAL Page 11

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

[RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK KOTA SEMARANG]

BAB I Pendahuluan Latar Belakang

2015 RUMAH SAKIT KHUSUS JANTUNG KOTA BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1, Tentang Pola Tarif Rumah Sakit Pemerintah) People Encyclopedia, Vol 10 New York, Grolier Encorporated, 1962, Hal 662)

BAB III METODE PERANCANGAN. kualitatif. Dimana dalam melakukan analisisnya, yaitu dengan menggunakan konteks

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, masyarakat

RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH DI KABUPATEN SEMARANG BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. "Perancangan Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Pati dengan Konsep Sustainable building

Tabel 1.1. Sarana Kesehatan di Kota dan Kabupaten Jayapura

Tugas Akhir 138 Rumah Sakit Gigi dan Mulut di Semarang BAB I PENDAHULUAN

Kata Kunci : Rumah Sakit, Pasien Ibu dan Anak, Pontianak, Post-Modern

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Latar Belakang Pengadaan Proyek

Perancangan gedung rawat inap rumah sakit dengan pendekatan Green Architecture khususnya pada penghematan energi listrik. Penggunaan energi listrik me

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Latar Belakang Pengadaan Proyek. Proyek yang diadakan adalah Rumah Sakit Anak yang memiliki

BAB I PENDAHULUAN. Sekretaris Jenderal, Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun , (Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2015), hal. 6.

PUSAT KECANTIKAN DI KUDUS

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB 1 PENDAHULUAN. Rumah sakit adalah salah satu sarana kesehatan tempat menyelenggarakan upaya

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit dalam menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan rawat jalan, rawat

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG PENGADAAN PROYEK

BAB I PENDAHULUAN. Perancangan Marina Central Place di Jakarta Utara (Sebagai Lokasi Sentral Bisnis dan Wisata Berbasis Mixed Use Area)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rancangan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Pemilihan Kantor Pemerintahan Desa Merdikorejo Pengguna Bangunan Beserta Aktivitasnya

BAB I PENDAHULUAN. JUDUL: Pusat Rehabilitasi Gangguan Jiwa melalui Psikoterapi Islam dengan Pendekatan Arsitektur Islami.

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan penduduk kota Yogyakarta berdasarkan BPS Propinsi UKDW

PERANCANGAN INTERIOR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK HERMINA DI JAKARTA BARAT PAPER TUGAS AKHIR. Oleh: Siswanti Asri Trisnanih ( ) 08 PAC

PEREMAJAAN PEMUKIMAN RW 05 KELURAHAN KARET TENGSIN JAKARTA PUSAT MENJADI RUMAH SUSUN

Rumah Sakit Umum Kelas C Di Kabupaten Wonosobo

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara berkembang, terdiri dari pulau-pulau yang tersebar di seluruh

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu,

REDESAIN PASAR KOTA KLATEN 3 LANTAI

BAB I PENDAHULUAN. Tahun 2010/ / / /2014. Jenjang Pendidikan (Negeri dan Swasta) No. 1. SMP

2015 PUSAT REHABILITASI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PRIA

BAB III METODE PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Perancangan

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1. Jumlah Penduduk dan Angka Beban Tanggungan Menurut Kelompok Usia

Tugas Akhir Universitas Mercu Buana April 2013

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Deskripsi 1.2 Latar Belakan

TUGAS AKHIR PERIODE 114 LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR RSIA-CILACAP. Dengan Penekanan Desain Modern Arsitektur.

RUMAH SAKIT BERSALIN DI BLORA Dengan Penekanan Desain Arsitektur Modern Richard Meier

RUMAH SAKIT KHUSUS LANSIA DI SEMARANG Dengan Penekanan Desain Post Modern

Tengah berasal dari sebuah kota kecil yang banyak menyimpan peninggalan. situs-situs kepurbakalaan dalam bentuk bangunan-bangunan candi pada masa

AR 40Z0 Laporan Tugas Akhir Rusunami Kelurahan Lebak Siliwangi Bandung BAB 1 PENDAHULUAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Sarana dan Prasarana Transportasi di Indonesia

pasien dan pendampingnya. Tidak hanya mewadahi fungsi hunian, Children Cancer Care Service juga mewadahi fungsi oprasional yayasan yang bergerak

TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI APOTEK INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRAGEN SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. Masa mengandung dan bersalin adalah masa yang penting bagi seorang wanita.

BAB I: PENDAHULUAN Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. pemukiman kumuh di kota yang padat penduduk atau dikenal dengan istilah urban

BAB III METODE PERANCANGAN. dengan objek perancangan. Kerangka rancangan yang digunakan dalam proses

REDESAIN KANTOR DINAS PENDIDIKAN JAWA TENGAH

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan rekam medis dan penunjang medis serta dimanfaatkan untuk

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

APARTEMEN DI BANDUNG BAB I PENDAHULUAN

BAB 3 METODOLOGI PERANCANGAN. Dalam kajian perancangan ini berisi tentang penjelasan dari proses atau

2015 RUMAH SAKIT KHUSUS GIGI DAN MULUT KELAS ADI KOTA BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN. sakit swasta di Surabaya yang menangani pelayanan dibidang obstetri dan

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat. Unsur terpenting dalam organisasi rumah sakit untuk dapat mencapai

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

REDESAIN RUMAH SAKIT ISLAM MADINAH TULUNGAGUNG TA-115

BAB I REDESAIN RUMAH SAKIT SLAMET RIYADI DI SURAKARTA

PENDAHULUAN BAB I. Latar Belakang. Kota Jakarta, ibukota negara sekaligus sebagai pusat ekonomi dan pusat

LP3A Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kabupaten Semarang Tugas Akhir Periode 134 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. Klinik Bersalin di Gianyar 1

BAB I PENDAHULUAN. Ruang Komunal Kelurahan Kemlayan sebagai Kampung Wisata di. Surakarta dengan Pendekatan Arsitektur Kontekstual

2. Bagi keluarga pasien dan pegunjung Tenang dan percaya akan kemampuan rumah sakit dalam menangani pasien yang menyatakan tersirat dalam interiornya.

Penataan dan Pengembangan Obuek Wisata Pantai Widuri di Pemalang

BAB I PENDAHULUAN. baru, maka keberadaan seni dan budaya dari masa ke masa juga mengalami

I I SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Judul

SEKOLAH ISLAM TERPADU AL IRSYAD DI PURWOKERTO Dengan Penekanan Desain Arsitektur Tropis

KANTOR DINAS KESEHATAN KABUPATEN KUDUS

BAGIAN 1 PENDAHULUAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT (JAMKESMAS) Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) adalah program jaminankesehatan

RUMAH SAKIT BERSALIN DI TOMOHON ( PENDEKATAN UTILITAS DALAM DESAIN )

PENENTUAN LOKASI RUMAH SAKIT KELAS D DI KABUPATEN PASURUAN

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN A. PENGERTIAN JUDUL I. Judul : Rumah Sakit Ibu dan Anak dengan Konsep Friendly Hospital II. Pengertian judul Rumah Sakit : - Suatu kompleks / rumah / ruangan yang digunakan untuk menampung dan merawat orang sakit dan atau bersalin. 1 - Sarana kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara merata dengan mengutamakan upaya penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan yang dilakukan secara serasi dan terpadu dengan upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit dalam suatu tatanan rujukan serta dapat dimanfaatkan untuk pendidikan tenaga dan penelitian. 2 Ibu : Wanita yang sudah mempunyai suami ; Wanita yang dituakan ; Wanita yang sudah mempunyai anak. 3 Anak : - Laki-laki / perempuan yang dilahirkan dari dalam rahim seorang ibu. 4 - Laki-laki / perempuan dimana bayi sampai remaja. 5 Secara umum pengertian Rumah Sakit Ibu dan Anak dengan Konsep Friendly Hospital adalah suatu sarana kesehatan yang melayani masyarakat khususnya ibu dan anak dalam kategori sakit dan sehat yang memberikan pelayanan 1 Kep. Menkes RI No. 031/Birkup/1972, Depkes RI 1972 2 Kep. Menkes RI No 582/MENKES/SK/VI/1997,bab I, Ps 1, tentang Rumah Sakit 3 Kamus Besar Bahasa Indonesia 4 Majalah Mutiara Amaly minggu kedua bulan Januari 2009 5 New Webster s Dictionary of The English Language, 2000, hal.235 I - 1

bersahabat dan seperti berada di rumah sendiri selama masa penyembuhan dan pemulihan. 6 Rumah Sakit Ibu dan Anak yang hendak direncanakan ini mempunyai fungsi sebagai tempat konsultasi, pencegahan, pengobatan, penyembuhan, dan pemulihan bagi ibu dan anak. Selain itu juga akan didukung oleh fasilitas pendukung lainnya. B. LATAR BELAKANG Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang. Program yang dicanangkan oleh negara Indonesia adalah Pembangunan Nasional di segala sektor. Pembangunan di bidang kesehatan merupakan salah satu bagian dari Pembangunan Nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat bagi setiap warga masyarakat agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia secara optimal. Menurut hasil survey Pusat Penelitian Kesehatan Keluarga UI pada tahun 2006, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia saat ini berkisar 350 sampai 450 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKI di negara maju hanya sekitar 15 / 100.000 kelahiran hidup. Bila kita bandingkan AKI di negara berkembang dan negara maju dapat disimpulkan bahwa derajat kesehatan di negara berkembang masih buruk dilihat dari tingginya AKI, termasuk di Indonesia. Pekembangan teknologi di bidang kesehatan sebenarnya sudah semakin maju, seharusnya dengan ditunjang hal tersebut, masyarakat semakin menyadari untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik. Khususnya untuk para ibu karena mereka yang mempunyai tanggung jawab untuk melahirkan generasi yang sehat. Dalam bukunya tentang ilmu kesehatan anak, Goldhagen menyebutkan lebih dari 90% anak di dunia hidup di negara berkembang setiap tahun. 35.000 diantara mereka meninggal setiap hari. Kesehatan dan sakit anak dipengaruhi oleh dinamika kompleks faktor lingkungan, sosial, politik dan ekonomi. Hal ini tidak perlu terjadi karena penyebabnya masih bisa dicegah. Ini terkait dengan kesehatan ibu,karena jika ibu sehat maka anak sehat setiap sehat. Oleh karena itu, kesehatan 6 www.ypr-hospital.com I - 2

anak harus terbina tidak saja dimulai sejak anak lahir tetapi harus dimulai sejak anak masih berada di dalam kandungan. Salah satu kota di Indonesia yang terletak di jawa Tengah yaitu kota Klaten. Klaten merupakan kota dengan jumlah penduduk menurut data BPS Klaten 2007 sebesar 1.296.987 jiwa. Angka ini mengalami pertambahan sebanyak 3.745 jiwa dengan angka pertumbuhannya 0,29%. Kondisi ini sangat berkaitan dengan meningkatnya jumlah kelahiran bayi dan arus urbanisasi. Angka Kematian Ibu (AKI) di kabupaten Klaten tiap tahun meningkat. Hal ini dikarenakan oleh kondisi kesehatan lingkungan, tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu maternal, status gizi, dan pelayanan kesehatan. Untuk tahun 2007 AKI ada 1,31 / 1000 kelahiran hidup. Untuk tahun 2006 AKI ada 0,47 / 1000 kelahiran hidup. Sebagai kota yang berkembang, Klaten telah mempunyai fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit, Klinik, Puskesmas, dan Apotek. Salah satu fasilitas yang sering digunakan oleh masyarakat umum dan khususnya Klaten adalah rumah sakit. Rumah Sakit sangat identik dengan beberapa hal. Bila berbicara dari segi arsitektur, rumah sakit identik dengan warna putih, bangunan yang standar dan bentuk yang standar. Melihat data tersebut, maka kebutuhan akan fasilitas dan sarana kesehatan khususnya bagi ibu dan anak dari tahun ke tahun juga semakin meningkat. Klaten memiliki 2 buah RSIA yang dimiliki swasta. Bila dilihat dari kuantitasnya, Klaten sudah memiliki cukup RS untuk ibu dan anak tetapi bila dilihat dari kualitasnya Klaten memerlukan rumah sakit untuk ibu dan anak yang lebih memadai dan nyaman bagi ibu dan anak. Hal ini dikarenakan RSIA dan RSB yang ada di Klaten belum memadai dan kurang nyaman bagi ibu dan anak. Contohnya RSIA yang ada di Klaten yaitu RSIA Aisyiyah. Rumah sakit ini menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten kurang nyaman karena letaknya yang menempel dengan perumahan penduduk dan lahannya sangat sempit sehingga peruangannya sangat terbatas dan kurang nyaman pasien dengan ruang-ruang sempit dan lorong-lorong yang kurang lebar. Sehingga pemerintah Kabupaten Klaten berupaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak dalam bidang kesehatan yang bertujuan untuk menurunkan angka kematian bayi dan angka kematian ibu hamil akibat persalinan atau penyakit I - 3

kandungan. Sehingga dibutuhkan sebuah bangunan yang mewadahi dalam hal pelayanan kesehatan yang lebih baik yaitu Rumah Sakit Ibu dan Anak. Dari segi non arsitektur, rumah sakit identik dengan tempat yang menakutkan bagi sebagian orang karena pengaruh mistis, melihat pasien dengan keadaan tertentu, takut akan dokter atau suster dan jarum suntik. Dalam hal ini, perasaan takut ini berkaitan erat dengan ibu dan anak. Perasaan takut yang dialami oleh ibu dan anak mempengaruhi rentang waktu penyembuhan. Rumah Sakit Ibu dan Anak diharapkan dapat menghilangkan image seram dan monoton dari sebuah rumah sakit ibu dan anak seperti kebanyakan. Rumah Sakit Ibu dan Anak juga diharapkan dapat menciptakan suasana layaknya di rumah sendiri dengan mempertimbangkan perilaku dan psikologis ibu dan anak. Melihat kondisi tersebut dibutuhkan sebuah Rumah Sakit Ibu dan Anak yang lebih bersahabat dan ramah terhadap pengguna maupun pasien rumah sakit yaitu Rumah Sakit Ibu dan Anak dengan Konsep Friendly Hospital. C. PERMASALAHAN DAN PERSOALAN 1. Permasalahan Bagaimana merancang bangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak yang memfasilitasi kebutuhan akan kesehatan ibu dan anak. Bagaimana merancang bangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak yang memberikan kesan bersahabat dan suasana seperti di rumah sendiri sebagai terapan konsep Friendly Hospital. 2. Persoalan 1) Menentukan tata site/ lingkungan yang terkait antara Rumah Sakit Ibu dan Anak dengan site terpilih melalui: Pengolahan site dan gubahan massa Rumah Sakit Ibu dan Anak yang mengekspresikan satu kesatuan dengan massa bangunan. Menentukan sistem sirkulasi pergerakan manusia yang menghubungkan langsung kawasan dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak. I - 4

2) Menentukan sistem peruangan dalam Rumah Sakit Ibu dan Anak yang memenuhi fungsi sebagai wadah kegiatan pada Rumah Sakit Ibu dan Anak seperti kegiatan : Unit Gawat Darurat, Rawat Inap, Rawat Jalan, open space, fasilitas penunjang, dan fasilitas service. 3) Menentukan tampilan bangungan (estetika) sebagai ungkapan visualisasi bangunan hingga pada ornamen pendukungnya. Rumah Sakit Ibu dan Anak yang mengekspresikan fungsi kegiatan yang diwadahinya. Memvisualisasi citra bangunan dengan konsep Friendly Hospital. Menentukan konsep struktur bangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak yang mendukung tampilan bangunan Friendly Hospital. 4) Menentukan sistem utilitas bangunan dan lingkungan, kenyamanan, dan keamanan bangunan. D. TUJUAN DAN SASARAN Tujuan Membuat usulan desain Rumah Sakit Ibu dan Anak sebagai wadah peningkatan pelayanan kesehatan di kota Klaten dengan menerapkan konsep friendly hospital dalam desain bangunan. Sasaran Membuat desain perencanaan dan perancangan bangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak menjadi wadah peningkatan pelayanan kesehatan di kota Klaten dengan menerapkan konsep friendly hospital dalam desain bangunan. Konsep perencanaan dan perancangan yang meliputi: 1) Menentukan tata site/ lingkungan yang terkait antara Rumah Sakit Ibu dan Anak dengan site terpilih melalui: Pengolahan site dan gubahan massa Rumah Sakit Ibu dan Anak yang mengekspresikan satu kesatuan dengan massa bangunan. I - 5

Menentukan sistem sirkulasi pergerakan manusia yang menghubungkan langsung kawasan dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak. 2) Menentukan sistem peruangan dalam Rumah Sakit Ibu dan Anak yang memenuhi fungsi sebagai wadah kegiatan pada Rumah Sakit Ibu dan Anak seperti kegiatan : Unit Gawat Darurat, Rawat Inap, Rawat Jalan, open space, fasilitas penunjang, dan fasilitas service. 3) Menentukan tampilan bangungan (estetika) sebagai ungkapan visualisasi bangunan hingga pada ornamen pendukungnya. Rumah Sakit Ibu dan Anak yang mengekspresikan fungsi kegiatan yang diwadahinya. Memvisualisasi citra bangunan dengan konsep Friendly Hospital. Menentukan konsep struktur bangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak yang mendukung tampilan bangunan Friendly Hospital. 4) Merancang sistem utilitas bangunan dan lingkungan, kenyamanan, dan keamanan banguanan. E. LINGKUP DAN BATASAN PEMBAHASAN Lingkup Pembahasan pada aspek disiplin ilmu arsitektur, dengan konsep friendly hospital sedang ilmu di luarnya dibahas seperlunya. Batasan Pembahasan mengacu pada sasaran yang berupa tinjauan serta analisa yang akhirnya akan menghasilkan konsep yang berupa penyelesaian masalah. F. METODA PEMBAHASAN 1) Metode Mencari Data a. Data primer - survey lapangan untuk mengetahui situasi dan kondisi lokasi/site, visualisasi kawasan sekitar. I - 6

- Wawancara Melakukan wawancara dengan pihak-pihak terkait sebagai bahan referensi dan acuan. b. Data sekunder - Kepustakaan 2) Metode Mengolah Data Data-data yang didapat dari survey lapangan, wawancara, dan studi literatur kemudian diolah pada tingkat aspek yang berkaitan, yaitu: a. Aspek manusia Adalah aspek untuk mencapai penyelesaian masalah yang berkaitan dengan aktivitas, perilaku, persepsi pelaku kegiatan, menentukan kebutuhan dan kapasitas ruang yang menentukan dimensi ruang yang dibutuhkan dan pola sirkulasi dalam bangunan. b. Aspek lingkungan merupakan aspek untuk mencapai penyelesaian masalah yang berkaitan dengan lokasi, peraturan daerah setempat serta instansi terkait, tipologi bangunan dan potensi lingkungan yang mendukung perencanaan dan perancangan. c. Aspek induktif Mengkomplikasikan data-data yang diperoleh kemudian dianalisa dan dari hasil analisa disintesa untuk menuju transformasi desain. G. SISTEMATIKA PENULISAN KONSEP BAB I : PENDAHULUAN Berisi tentang pengertian judul, latar belakang, permasalahan, persoalan, tujuan dan sasaran, lingkup pembahasan, metode pembahasan dan sistematika pembahasan. I - 7

BAB II : BAB III : BAB IV : BAB V : BAB VI : LAMPIRAN : TINJAUAN PUSTAKA Mencakup tentang kajian teori umum Rumah Sakit, teori Rumah Sakit Ibu dan Anak, teori tentang kajian konsep friendly hospital, dan teori tentang perilaku dan kondisi psikologis ibu hamil dan anak. TINJAUAN KABUPATEN KLATEN Mencakup data tentang Kabupaten Klaten dan Rumah Sakit Ibu dan Anak di Klaten. RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK YANG DIRENCANAKAN Berisi tentang kesimpulan berdasar tinjauan teori dan tinjauan data untuk menghasilkan Rumah Sakit Ibu dan Anak yang telah ditentukan. ANALISA PENDEKATAN KONSEP PERANCANGAN Proses menetapkan dasar-dasar solusi atau pemecahan masalah dan persoalan yang dijawab dengan sebuah rancangan desain, baik desain bangunan dan juga pendukungnya. KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RUMAH SAKIT Merencanakan konsep Rumah Sakit Ibu dan Anak berdasarkan analisa pendekatan konsep perancangan. TRANSFORMASI DESAIN (SINTESA) Merupakan sintesa dari konsep disain yang telah di jabarkan dalam beberapa aspek dan bersifat teknis arsitektural. I - 8