Universitas IGM Network-based Applications Komunikasi Data Fery Antony, S.T., M.Kom 1
Fakultas Ilmu Komputer Universitas IGM Jl. Jend. Sudirman No. 629 Km 4 Palembang Telp. 0711-322705, 06 Fax. 0711-357754. Website. uigm.ac.id Network-based Applications Outlines: - Layanan penyedia web - Layanan penamaan domain - Layanan penyedia email - Layanan telefoni berbasis IP - Layanan transfer dokumen 2
Fakultas Ilmu Komputer Universitas IGM Jl. Jend. Sudirman No. 629 Km 4 Palembang Telp. 0711-322705, 06 Fax. 0711-357754. Website. uigm.ac.id Network-based Applications Sasaran: Mahasiswa memahami konsep dasar pengembangan sistem penyediaan layanan web. Mahasiswa memahami konsep dasar pengembangan sistem penyediaan layanan penamaan domain. Mahasiswa memahami konsep dasar pengembangan sistem penyediaan layanan email. Mahasiswa memahami konsep dasar pengembangan sistem penyediaan layanan telefoni berbasis IP. Mahasiswa memahami konsep dasar pengembangan sistem penyediaan layanan transfer dokumen. Referensi: RFC-959: File Transfer Protocol (1985) RFC-1034: Domain Name: Concept and Facilities (1987) RFC-1035: Domain Name: Implementation and Specification (1987) RFC-2616: Hypertext Transfer Protocol (1999) RFC-2821: Simple Mail Transfer Protocol (2001) RFC-2822: Internet Message Format (2001) RFC-3261: Session Initiation Protocol (2002) 3
Fakultas Ilmu Komputer Universitas IGM Jl. Jend. Sudirman No. 629 Km 4 Palembang Telp. 0711-322705, 06 Fax. 0711-357754. Website. uigm.ac.id Layanan client-server Client-server merujuk pada sebuah meminta dan memberi sebuah layanan menggunakan jaringan komputer. Client adalah node yang meminta layanan pada server. Server adalah node yang mendengar dan merespon apa yang diminta client. Comer,(2004) menyatakan bahwa client adalah aplikasi yang aktif mengontak, sementara server adalah aplikasi yang secara pasif menuggu kontak. Definisi lain dari RFC-2616 (1999) menyebutkan bahwa client membangun koneksi untuk melakukan request, Sedangkan server menerima koneksi dan di respons. 4
Layanan client-server (2) 5
Layanan penyedia web Web atau halaman hypertext merupakan antarmuka informasi yang populer dan hampir digunakan untuk semua layanan yang berbasis jaringan. Web menggunakan aturan komunikasi (protokol) HTTP atau HyperText Transfer Protocol 6
HyperText Transfer Protocol HTTP merupakan protokol untuk distribusi layanan hypertext. HTTP adalah protokol untuk distribusi, kolaborasi dan hypermedia information system (RFC-2616). HTTP mengatur bagaimana dokumen hypertext dihimpun dan dibaca dan diinterpretasikan (ditampilkan). 7
Metode request HTTP Ada 5 metode melakukan request kepada server, yaitu OPTION, HEAD, GET, PUT, DELETE, TRACE, CONNECT dan POST. OPTION meminta pilihan yang sediakan oleh server HEAD meminta informasi response dari server GET mengambil data dari server PUT mengirim data ke server (replace) DELETE server men-delete resource dar URI TRACE melihat alur response CONNECT membagun hubungan khusus (tunnel) POST mengirim data ke server (append) 8
Kode Status HTTP Setiap permintaan akan direspon oleh server dan server memberikan semacam notifikasi dari hasil proses identifikasi. Setiap hasil proses identifikasi menghasilkan respon yang unik dan direpresentasikan dengan bilangan. Ada 5 kelas untuk intprestasi bilangan tersebut, yaitu 1xx, 2xx, 3xx, 4xx dan 5xx Class 1xx Notifikasi berupa informasi biasa, hanya sekedar peberitahuan Class 2xx Notifikasi yang menandakan request client berhasil Class 3xx Notifikasi sebagai direction mengenai langkah berikutnya untuk dapat menyelesaikan request Class 4xx Notifikasi yang menandai kegagalan respon yang berasal dari client Class 5xx Notifikasi yang menandai bahwa server tidak mampu melakukan respon 9
Kode Status HTTP (2) Beberapa contoh yang umum terjadi pada layanan HTTP: 401 Unauthorized 403 Forbidden 404 Not found 407 Proxy Authentication Required 415 Unsupported Media Type 500 Internal Server Error 503 Service Unavailable 11
Dokumen HTTP Secara mendasar, dokumen HTTP berdasar pada aturan HyperText Markup Language (HTML). Format dasar dokumen html berupa tag yang memiliki makna (markup). Format tag (<tag> dan </tag>). 12
Layanan penamaan domain Review sejenak.. 199.233.65.23 202.23.43.122 194.23.123.4 12.34.54.67 122.32.45.21 202.123.23.45 abc.com umm.ac.id mit.edu dikti.go.id informatika.umm.ac.id mendeley.com Layanan penamaan domain atau DNS merupakan pemetaan alamat node yang berdasar pada IP menggunakan penamaan yang lebih manusiawi. Hal ini lebih mudah dingat dan mempermudah administrasi jaringan Umumnya domain dibuat dangan huruf latin, namun demikian sangat dimungkinkan penggunaan domain dengan huruf non-latin 13
Layanan penamaan domain (2) Layanan penamaan domain atau DNS merupakan pemetaan alamat node yang berdasar pada IP menggunakan penamaan yang lebih manusiawi. Hal ini lebih mudah dingat dan mempermudah administrasi jaringan Umumnya domain dibuat dangan huruf latin, namun demikian sangat dimungkinkan penggunaan domain dengan huruf non-latin 14
Komponen DNS Sistem penamaan domain memeiliki 3 komponen utama, yaitu: Domain Name Space Zone jangkauan/wilayah administrasi Resource Record database alamat IP dan domain Name Servers Primary Name Server Secondary Name Server Domain Name Resolution Resolver nama domain ke alamat IP 15
Mekasnisme DNS (flat) 16
Mekasnisme DNS (flat-2) 17
Struktur DNS Layanan penamaan domain atau DNS bersifat hierarki atau bertingkat.. root TLD.com.org.edu.id zona SLD.co.id.ac.id.sch.id.co.id 18
Top level domain (TLD) Top level domain atau TLD merupakan administrasi domain level paling tinggi dalam struktur penamaan domain. TLD memiliki 2 jenis domain, berdasarkan administrasinya: gtld TLD yang bersifat umum dan dibentuk oleh organisasi umum (tanpa terikat batas teritori) cctld TLD yang dirumuskan dan dibuat standar penamaan untuk masing-masing negara 19
gtld gtld atau generic TLD sistem penamaan domain yang dirumuskan ole organisasi independen (tikat terikat batas negara) 5 domain gtlg:.com untuk lembaga besar (komersial).net untuk lembaga berbasis jaringan (ISP, NOS dll).org untuk organisasi umum.edu untuk lembaga pendidikan.int untuk organisasi internasional 20
cctld cctld atau country code TLD merupakan sistem penamaan domain khusus untuk administrasi masing-masing negara. cctld merujuk pada standar ISO-3166-1 alpha-2 yang merepresentasikan kode masing-masing negara yang ada di dunia cctld digunakan untuk identifikasi dan administrasi pada masing-masing negara. 21
cctld (2) Peta kode negara berdasarkan ISO-3166-1 alpha 2 Sumber://http://en.wikipedia.org/wiki/ISO_3166-1_alpha-2 22
International Domain Name Selain layanan penamaan domain atau DNS menggunakan huruf latin, organisasi penyusun domain internasional (icann.org) membuat standar lain untuk huruf non-latin 11 domain untuk lokalisasi, berdasarkan bahasa dan karakter huruf yang digunakan: Arabic, China (Simplified and Traditional Chinese), Greek, India (Devanagari), Jepang (Kanji, Hiragana, Katakana), Korea (Hangul), Persia (Perso-arabic), Rusia (Cyrillic), Tamil, Hebrew 23
Bacaan lanjut.. RFC-959: File Transfer Protocol (1985) RFC-1034: Domain Name: Concept and Facilities (1987) RFC-1035: Domain Name: Implementation and Specification (1987) RFC-2616: Hypertext Transfer Protocol (1999) RFC-2821: Simple Mail Transfer Protocol (2001) RFC-2822: Internet Message Format (2001) RFC-3261: Session Initiation Protocol (2002) 28