BAB III METODE PENELITIAN Metode merupakan jalan yang berkaitan dengan cara kerja dalam mencapai sasaran yang diperlukan bagi penggunanya, sehingga dapat memahami objek sasaran yang dikehendaki dalam upaya mencapai tujuan pemecahan permasalahan. 1 Sedangkan penelitian itu sendiri merupakan rangkaian kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu permasalahan, atau sesuatu untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu ilmu pengetahuan. Jadi, metode penelitian adalah serangkaian metode yang saling melengkapi yang digunakan dalam melakukan penelitian untuk memperoleh pemecahan terhadap segala permasalahan. 2 Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari penggunaan metode penelitian sebagai pedoman agar kegiatan penelitian dapat terlaksana dengan baik. Sebuah penelitian dapat mencapai hasil yang maksimal, jika seorang peneliti paham dan mengerti betul metode apa yang akan digunakan dalam penelitian tersebut. Untuk itu, metode penelitian dalam penyusunan skripsi ini mencakup beberapa hal berikut: A. Jenis Penelitian Penelitian yang hendak dilakukan peneliti adalah jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif atu bias disebut dengan penelitian kualitatif diskiptif. Menurut Bogdan dan Taylor yang dikutip Lexy J. Moleong, penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa katakata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. 3 Metode deskriptif sendiri adalah mencoba meneliti status kelompok manusia, suatu objek, 2004), hlm. 1. 1 Joko Subagyo, Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktek, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2 Sutrisno Hadi, Metodologi Research, (Yogyakarta: Andi Offset, 1989), hlm. 4. 2009), hlm. 4 3 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 34
suatu set kondisi, suatu pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Menurut Whitney bahwa metode deskriptif adalah pencarian fakta interpretasi yang tepat. Metode penelitian mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandanganpandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena. 4 Tujuan dari metode deskriptif adalah untuk membuat pencandraan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifatsifat daerah tertentu. B. Tempat dan Waktu Penelitian. Dalam penelitian ini lokasi di Masjid Raya Baiturrahman Semarang. Dipilihnya Masjid Raya Baiturrahman sebagai tempat penelitian dikarenakan, pertama, di masjid ini sudah mempunyai lembaga pendidikan Islam tersendiri yang mana tidak banyak masjid yang sudah mempunyai lembaga pendidikan tersendiri baik yang formal maupun non formal. Sehingga di masjid ini, sangat cocok untuk dijadikan tempat penelitian tentang pendidikan Islamnya. Kedua, sejauh pengamatan peneliti belum ada peneliti lain yang melakukan penelitian tentang Masjid Raya Baiturrahman yang secara spesifik berkaitan dengan pendidikan Islamnya. Ketiga, tempat masjid ini, yang sangat strategis yaitu berada di jantung kota semarang tepatnya kawasan simpang lima. Sedangkan dalam melakukan penelian ini, penulis melaksanakannya dari tanggal 22 Oktober 2012 sampai dengan 27 November 2012. C. Fokus Penelitian Batasan masalah dalam penelitian kualitattif disebut dengan fokus, yang berisi pokok masalah yang masih bersifat umum. 5 dalam penelitian ini fokusnya yaitu tentang profil pendidikan Islam di Masjid Raya Baiturrahman Semarang. 4 Moh. Nazir, Metode Penelitian, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2009), hlm. 54-55 5 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2010), hlm. 286 35
Pembuatan fokus penelitian ini agar penelitian dapat tersusun secara sistematis guna mendapatkan data untuk menjawab pertanyaan penelitian. Dalam fokus penelitian diungkapkan mengenai pertanyaan penelitian, indikator serta alat pengumpulan data yang di gunakan. (Lampiran 3) D. Sumber data penelitian Penelitian yang baik adalah penelitian yang berdasarkan data dan fakta. Dan sumber data penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari pengurus Masjid Raya Baiiturrahman yaitu bapak Ahyani sebagai kabag TU Masjid Baiturrahman, Bapak Drs. H. Abrori sebagai seksi pendidikan dan pengurus Masjid Baiturrahman, guru-guru meliputi bapak Yakub kepala sekolah SD Isriati Baiturrahman, ibu Afuwah, serta Ibu Fadilah selaku kepala TK Isriati Baiturrahman dan masyarakat setempat seperti mas Misbah dan mas Bagus. E. Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data dan informasi yang tepat dan akurat dalam penelitian lapangan ini, peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, yakni sebagai berikut: 1. Observasi Observasi adalah pengamatan yang dilakukan secara sengaja, sistematis mengenai fenomena sosial dengan gejala-gejala psikis untuk kemudian dilakukan pencatatan. 6 Metode observasi yang digunakan di sini adalah observasi langsung yang dilakukan di Masjid Baiturrahman Semarang. Metode ini digunakan untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan objek penelitian, yaitu bagaimana pendidikan Islam di Masjid Raya Baiturrahman yang peneliti mulai dilaksanakan dari tanggal 20 Oktober 2012. a. Observasi pertama pada tanggal 22 Oktober 2012 tentang Masjid Raya Baiturrahman meliputi tempat, sarana dan prasarana, fasilitas dll. b. Observasi kedua pada tanggal 23 dan 30 Oktober 2012 tentang pendidikan Islam di Masjid Raya Baiturrahman khususnya SD H. Isriati Baiturrahman. 6 Joko Subagyo, Metode Penelitian Dalam Teori Dan Praktik, hlm. 63 36
c. Observasi ketiga pada tanggal 27 dan 29 Oktober 2012 tentang pendidikan Islam di Masjid Raya Baiturrahman khususnya TK H. Isriati Baiturrahman. d. Observasi keempat pada tanggal 17 sampai dengan 23 Desember 2012 tetntang pendidikan Islam non formal. 2. Interview (Wawancara) Wawancara merupakan suatu proses interaksi verbal dengan tujuan untuk mendapat informasi penting yang diinginkan. Wawancara ialah alat pengumpul informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula. Ciri utama wawancara adalah adanya kontak langsung dengan tatap muka antara pencari informasi (Interviewer) dan sumber informasi (Interviewee). 7 Dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) adalah untuk memperoleh informasi dari yang diwawancarai (interviewee) selanjutnya diadakan pencatatan untuk dijadikan data dalam penelitian. Metode ini peneliti gunakan dengan cara melakukan percakapan langsung dan tatap muka (face to face) dengan berbagai pihak yang meliputi pengurus Masjid Raya Baiiturrahman, guru-guru dan masyarakat setempat. Teknik yang digunakan dalam wawancara adalah dengan wawancara semiterstruktur 8. yaitu wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah direncanakan dan disusun sebelumnya dimana sumber informasi (Interviewee) dimintai pendapat dan ide-idenya. Dalam melakukan wawancara ini, peneliti melakukan wawancara dengan: a. Ibu Fadlilah pada tanggal 30 Oktober 2012 tentang segala hal yang berhubungan dengan TK H Isriati Semarang b. Bapak Ahyani dan Pak Abrori pada tanggal 3 November 2012 tentang Masjid Beserta pendidikan yang dikembbangkan oleh Masjid Raya Baiturrahman. c. Bapak Yakub pada tanggal 6 November 2012 tentang pendidikan yang ada di SD H Isriati Semarang. 7 Nurul Zuriah, Metodologi Penelitian Sosial Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), hlm. 179 8 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2009), hlm. 233 37
d. Ibu Nurul Syamsiah pada tanggal 12 November 2012 tentang pendidikan yang ada di SD H Isriati Semarang. e. Ibu Nanik, Ana Maria, Bapak Edy, Mas Bagus, Ibu Sa adah pada tanggal 14 November 2012 tentang tanggapannya terhadap pendidikan Islam yang ada di Masjid Raya Baiturrahman. f. Mas Misbah pada tanggal 17 November 2012 tentang tanggapannya terhadap pendidikan Islam yang ada di Masjid Raya Baiturrahman. 3. Metode Dokumentasi Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, rapat, agenda. 9 Metode ini penulis gunakan untuk memperoleh data tentang hasil evaluasi belajar pendidikan Islam,jumlah pengajarnya (guru-guru), jumlah peserta didik serta dokumen-dokumen yang berhubungan dengan data yang akan dihimpun dalam penelitian ini. Dalam hal ini peneliti mendapat dokumen dari: a. Bapak Ahyani dokumen berupa buku Yayasan Masjid Raya Baiturrahman dari Masa ke Masa pada tanggal 24 Oktober 2012. b. Ibu Afuwah dokumen berupa sofh file tentang SD H Isriati Baiturrahman pada tanggal 30 Oktober 2012. c. Ibu Fadlilah dokumen tentang TK H Isriati Semarang yang termaktub dalam buku Yayasan Masjid Raya Baiturrahman dari Masa ke Masa pada tanggal 30 Oktober 2012. d. Mbak Nadhiroh dokumen tentang data pendidikan Islam non formal yang di selenggarakan di Masjid Raya Baiturrahman Semarang pada tanggal 6 November 2012. F. Pengecekan Keabsahan Data. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode Triangulasi untuk melakuan pengecekan keabsahan data. Pengecekan keabsahan data ini, mutlak diperlukan dalam penelitian kualitatif agar data yang diperoleh dapat 9 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 1998), hlm. 236. 38
dipertanggungjawabkan kebenarannya dengan melakukan verifikasi terhadap data. Triangulasi sebagai teknik pemeriksaan data ada 4 (empat) macam, yaitu triangulasi dengan sumber, metode, penyidik dan teori. 1. Triangulasi sebagai sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda. 2. Triangulasi dengan metode terdapat 2 (dua) strategi, yaitu: a. pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data. b. pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama. 3. Triangulasi dengan penyidik ialah dengan jalan memanfaatkan peneliti atau pengamat lainnya untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data. 4. Triangulasi dengan teori ialah berdasarkan anggapan bahwa fakta tidak dapat diperiksa derajat kepercayaan dengan satu atau lebih teori. 10 Dalam penelitian ini, penulis menggunakan triangulasi sumber, yakni dengan cara membandingkan data hasil wawancara yang telah diperoleh peneliti. Selain itu peneliti juga menggunakan triangulasi teknik untuk membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara, membandingkan data hasil pengamatan dengan isi suatu dokumen yang berkaitan, membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan kemudian yang terakhir membandingkan data hasil pengamatan, wawancara dan dokumentasi. G. Teknik Analisis Data Analisis Data Kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensistensikannya, mencari dan menemukan pola, menemukan 10 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, hlm. 330-331. 39
apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. 11 Analisis data yang akan digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, yakni penyusunan data-data untuk kemudian dijelaskan dan dianalisis serta dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data maupun sesudah pengumpulan data. Analisis deskriptif ini dimaksudkan untuk menemukan dan mendeskripsikan bagaimana profil pendidikan Islam di Masjid Raya Baiturrahman. Dalam penelitian ini, Teknik menganalisis data dimulai dari proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Aktifitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas sehingga datanya sudah jenuh. Aktifitas dalam menganalisis data yaitu data reduction, data display dan Conclusion drawing/verification. 12 Langkah-langkah analisis data di tunjukkan pada gambar berikut ini: Data Collection Data Display Data Reduction Conclusions: Drawing/ veryfying Gambar 1: Komponen dalam analisis data (Interactive Model) 13 11 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif. hlm. 248 12 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,...hlm. 337. 13 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,...hlm. 338 40
Supaya data yang diperoleh sesuai dengan kerangka kerja maupun fokus masalah akan ditempuh langkah utama dalam analisis data yaitu: 1. Data reduction ( Reduksi data ) Reduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, polanya. Reduksi data dimaksudkan untuk menentukan data ulang sesuai memfokuskan pada hal-hal yang penting, kemudian dicari tema dan dengan permasalahan yang akan penulis teliti, dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah penelitian untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya. 14 Disini data mengenai profil pendidikan Islam di Masjid Raya Baiturrahman Semarang yang telah diperoleh dan terkumpul, baik dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian di buat rangkuman. 2. Data display ( Penyajian data ) Data hasil reduksi disajikan/didisplay ke dalam bentuk yang mudah dipahami. Dalam penelitian kualitatif penyajian data bisa di lakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan hubungan antar kategori dan sejenisnya. Sajian data dimaksudkan untuk memilih data yang sesuai dengan kebutuhan penelitian tentang profil pendidikan Islam di Masjid Raya Baiturrahman Semarang, artinya data yang telah dirangkum tadi kemudian dipilih, sekiranya data mana yang diperlukan untuk penulisan laporan penelitian dalam bentuk teks yang berbentuk naratif. 15 3. Conclusion drawing/verification Langkah ketiga yaitu penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan ini akan diikuti dengan bukti-bukti yang diperoleh ketika penelitian di lapangan. 16 Verifikasi data dimaksudkan untuk penentuan data akhir dan keseluruhan proses tahapan analisis, sehingga keseluruhan permasalahan mengenai profil pendidikan Islam di Masjid Raya Baiturrahman Semarang dapat di jawab sesuai dengan kategori data. 14 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,...hlm. 338 15 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,...hlm. 341 16 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,...hlm. 345 41
Metode ini bertujuan untuk menyajikan deskripsi (gambaran) secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat serta hubungan fenomena yang di selidiki. Dengan demikian analisis ini dilakukan saat peneliti berada di lapangan dengan cara mendeskripsikan segala data yang telah di dapat, lalu dianalisis sedemikian rupa secara sistematis, cermat dan akurat. Dalam hal ini data yang digunakan berasal dari wawancara dan dokumen-dokumen yang ada serta hasil observasi yang dilakukan. Analisis ini digunakan dalam rangka untuk menganalisa data yang diperoleh dari lapangan berdasarkan konsep yang ada, sehingga dapat disajikan hasil penelitian tentang profil pendidikan Islam di Masjid Raya Baiturraman Semarang. 42