BAHAN PENCEMAR MAKANAN LAINNYA. Modul 4

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. dapat melangsungkan kehidupan selain sandang dan perumahan. Makanan, selain mengandung nilai gizi, juga merupakan media untuk dapat

BAKTERI PENCEMAR MAKANAN. Modul 3

HIGIENE DAN SANITASI SARANA PP - IRT

Untuk menjamin makanan aman

LEMBAR OBSERVASI HIGIENE SANITASI PENGOLAHAN BUBUR AYAM DI KECAMATAN MEDAN SUNGGAL TAHUN

HIGIENE SANITASI PANGAN

Gambar lampiran 1: Tempat Pencucian Alat masak dan makan hanya satu bak

Lampiran 1. Kategori Objek Pengamatan. Keterangan. Prinsip I : Pemilihan Bahan Baku Tahu. 1. Kacang kedelai dalam kondisi segar dan tidak busuk

BERBAGAI JENIS BAHAYA SERTA CARA PENGENDALIANNYA

Lembar Kuesioner Hygiene Sanitasi Pada Pedagang Siomay di Jl. Dr. Mansyur. Padang Bulan Di Kota Medan Tahun Nama : No.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Gorontalo dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN. menentukan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, kesehatan perlu dijaga dari hal-hal

LEMBAR OBSERVASI ANALISIS

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 236/MENKES/PER/IV/1997 TENTANG PERSYARATAN KESEHATAN MAKANAN JAJANAN

Pangan dengan potensi bahaya. Bahan Pangan Apa yang Mudah Terkontaminasi? BERBAGAI JENIS BAHAYA SERTA CARA PENGENDALIANNYA

PERANAN HYGIENE DAN SANITASI MAKANAN UNTUK MENJAGA KUALITAS MAKANAN HOTEL. Oleh: Nama : I Wayan Lingga Dwi Prabawa Kelas : XI IPA 2 No : 15

Lembar Observasi. Hygiene dan Sanitasi Pedagang Minuman Teh Susu Telur (TST) yang Dijual di Kecamatan Medan Area di Kota Medan Tahun 2012

Lampiran 1. Aspek Penilaian GMP dalam Restoran

LAMPIRAN. Keadaan Kantin di FIP UPI Bumi Siliwangi

Tidak (b) Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i. UCAPAN TERIMA KASIH... ii. DAFTAR ISI... iv. DAFTAR TABEL... x. DAFTAR GAMBAR... xv BAB I PENDAHULUAN...

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Makanan merupakan salah satu dari tiga unsur kebutuhan pokok manusia,

LEMBAR KUESIONER UNTUK PENJAMAH MAKANAN LAPAS KELAS IIA BINJAI. Jenis Kelamin : 1.Laki-laki 2. Perempuan

KEAMANAN PANGAN UNTUK INDONESIA SEHAT. keterkaitannya dengan penyakit akibat pangan di mana masalah keamanan pangan di suatu

Penyehatan Makanan dan Minuman Makanan adalah kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan setiap saat dan memerlukan pengelolaan yang baik dan benar agar

BAB IX SANITASI PABRIK

Kontaminasi Pada Pangan

AMANKAH PANGAN ANDA???

MATERI KULIAH MINGGU IV PRINCIP HACCP 2 : PENENTUAN CCP

SAFETY FOOD (Keamanan Pangan) A. Prinsip Safety Food

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

I. PENDAHULUAN. mengandung sejumlah mikroba yang bermanfaat, serta memiliki rasa dan bau

HIGIENE PEKERJA DALAM PENENGANAN PANGAN

Teknologi pangan adalah teknologi yang mendukung pengembangan industri pangan dan mempunyai peran yang sangat penting dalam upaya mengimplementasikan

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 942/MENKES/SK/VII/2003 TENTANG PEDOMAN PERSYARATAN HYGIENE SANITASI MAKANAN JAJANAN

Bahan pada pembuatan sutra buatan, zat pewarna, cermin kaca dan bahan peledak. Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea.

STUDI KANDUNGAN BAKTERI Salmonella sp. PADA MINUMAN SUSU TELUR MADU JAHE (STMJ) DI TAMAN KOTA DAMAY KECAMATAN KOTA SELATAN KOTA GORONTALO TAHUN 2012

LAMPIRAN 1 KUESIONER PENJAMAH MAKANAN DI RUMAH MAKAN

HUBUNGAN PERILAKU PENGGUNA AIR SUMUR DENGAN KELUHAN KESEHATAN DAN PEMERIKSAAN KUALITAS AIR SUMUR PADA PONDOK PESANTREN DI KOTA DUMAI TAHUN

1. Menurut bapak/ ibu apakah kegunaan air bagi tubuh kita? a. Melarutkan dan membawa sari-sari makanan, oksigen dan hormon ke. tubuh yang membutuhkan.

Pujianto, SE DINAS PERINKOP DAN UMKM KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2015

Pakan ternak. Dibutuhkan oleh ternak untuk : 1. Hidup pokok 2. Pertumbuhan 3. Produksi 4. Mengganti sel yang rusak pada jaringan

SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL BINA HUBUNGAN KETENAGAKERJAAN DAN PENGAWASAN NORMA KERJA NO. : SE.86/BW/1989

ASPEK MIKROBIOLOGIS PENGEMASAN MAKANAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1996

Modul Pelatihan PEDOMAN PERSONAL HYGIENE

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A.

1. Pengertian Makanan

MATERI III : ANALISIS BAHAYA

BAB IV KURSUS HIGIENE SANITASI MAKANAN

Keberadaan mikroorganisme patogen pada makanan umumnya tidak menyebabkan perubahan fisik

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Ancaman penyakit yang berkaitan dengan higiene dan sanitasi khususnya

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

Tanya Jawab Seputar DAGING AYAM SUMBER MAKANAN BERGIZI

Lampiran 1. Formulir Persetujuan Partisipasi Dalam Penelitian FORMULIR PERSETUJUAN PARTISIPASI DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT) NASKAH PENJELASAN

BAB I PENDAHULUAN. asasi setiap rakyat Indonesia dalam mewujudkan sumber daya manusia yang

BAB II KAJIAN PUSTAKA. makanan secara keseluruhan (Depkes, RI 2004). lingkungan tempat orang tersebut berada.

Suatu uhaha preventif pencegahan penyakit yang menitikberatkan pada usaha kesehatan perseorangan atau manusia beserta lingkungan tempat orang

LAMPIRAN ORGANISASI PENELITIAN

Karakteristik Responden

BAB I PENDAHULUAN. makanan dan minuman yang cukup, kehidupan manusia akan terganggu sehingga

HUBUNGAN KONDISI FASILITAS SANITASI DASAR DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN DIARE DI KECAMATAN SEMARANG UTARA KOTA SEMARANG.

KESEHATAN DAN SANITASI LINGKUNGAN TIM PEMBEKALAN KKN UNDIKSHA 2018

Lampiran 1. Daftar Angka Paling Mungkin Coliform dengan Tiga Tabung

BAB I PENDAHULUAN. 2012). Sapi berasal dari famili Bovida, seperti halnya bison, banteng, kerbau

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. a. Sebelah Barat : berbatasan dengan Sungai Bulango. b. Sebelah Timur : berbatasan dengan Kelurahan Ipilo

DAMPAK PEMBANGUNAN PADA KOMPONEN IKLIM

terlebih dahulu isi daftar identitas yang telah disediakan. 2. Bacalah dengan baik setiap pertanyaan, kemudian beri tanda ( ) pada jawaban yang

BAB 1 : PENDAHULUAN. aman dalam arti tidak mengandung mikroorganisme dan bahan-bahan lain yang

HIGIENE DAN SANITASI MAKANAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. atau dikenal dengan kampus induk/pusat, kampus 2 terletak di Jalan Raden Saleh,


Lampiran 1. Kuesioner Higiene Perorangan Pedagang KUESIONER

FAKTOR EKOLOGI SEBAGAI INDIKATOR STATUS GIZI

LEMBAR OBSERVASI HYGIENE SANITASI PENGOLAHAN DODOL SALAK Berdasarkan Kepmenkes RI No.942/SK/VII/2003

LEMBAR PERSETUJUAN RESPONDEN (INFORMED CONSENT)

KESEHATAN KERJA. oleh; Syamsul Rizal Sinulingga, MPH

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) : Ilmu Kesehatan Masyarakat. Semester : Dosen Pengampuh :

LEMBAR PENILAIAN PASAR SETONOBETEK SESUAI KEPMENKES RI NO. 519/MENKES/SK/VI/2008 YANG TELAH DIMODIFIKASI

Regulasi sanitasi Industri Pangan

DAFTAR GAMBAR. Gambar 2.7 Kerangka Teori Gambar 3.1 Kerangka Konsep... 24

DASAR KEHIDUPAN MIKROORGANISME DI LINGKUNGAN. ZAENAB, SKM, M.Kes. HP : /

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP. 02/MEN/2007 TENTANG CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini pencemaran udara telah menjadi masalah kesehatan

Dokumentasi SSOP (Sanitation Standard Operating Procedures) S P O Sanitasi

10/13/2015 HIGIENE KARYAWAN DALAM PENGOLAHAN MAKANAN

Oleh: ANA KUSUMAWATI

BAB I PENDAHULUAN. belajar biologi tidak hanya berasal dari buku saja, melainkan seperti proses

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor

MENGELOLA KOMPOSISI AIR SUSU

Tabel Frekuensi. Lampiran 1. Hasil Uji Statistik. 1. Jenis Kelamin. Cumulative Percent. Frequency Percent Valid Percent. Valid L

TINJAUAN PUSTAKA. melindungi kebersihan tangan. Sanitasi adalah upaya kesehatan dengan cara

Bahan Berbahaya penyebab keracunan

Faktor yang mempengaruhi keracunan makanan. Kontaminasi Pertumbuhan Daya hidup

TIN206 - Pengetahuan Lingkungan. Materi # T a u f i q u r R a c h m a n

BAB I PENDAHULUAN. Makanan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia dan merupakan hak

Transkripsi:

BAHAN PENCEMAR MAKANAN LAINNYA Modul 4

PENDAHULUAN Makanan selain mengandung nilai gizi juga merupakan media berkembang biaknya mikroba/kuman, terutama yg mengandung kadar air dan protein tinggi Menyebabkan pengaruh buruk akibat adanya bahan berbahaya : bahan kimia, residu pestisida, bhn lain (debu, tanah, rambut) Pengaruh buruk berupa PENYAKIT BAWAAN MAKANAN (penyakit perut, keracunan makanan) Jadi makanan harus sehat ( mengandung nilai gizi, tidak tercamar kuman/mikroba dan bahan berbahaya lain ) Bagi unit jasa pelayanan makanan makanan sehat memberikan citra yg baik bg perusahaan

TUJUAN Mengetahui bhn pencemar makanan selain bakteri Mampu menjelaskan & memotivasi lingkungan utk mengendalikan bahan pencemar makanan

RUANG LINGKUP Pengertian bahan pencemar makanan lainnya Jenis bahan pencemar makanan Sumber bahan pencemar makanan Waktu terjadinya pencemaran makanan Cara melakukan pencegahan pencemaran makanan Standar pencemaran makanan

Pengertian bahan pencemar makanan lainnya Bahan pencemar makanan adlh bahan2 asing yg keberadaannya tdk diinginkan dlm makanan, kec yg secara alami tdp pd bhn makanan dlm jumlah sedikit ttp bukan bakteri Pencemaran makanan adlh suatu keadaan/ kondisi terdapatnya bhn pencemar makanan pd makanan yg terjadi krn tidak disengaja atau tidak tahu

Jenis bahan pencemar makanan Virus Kimia Sengaja : BTM Tidak sengaja : residu pupuk, pestisida Logam berat : Cd, Pb, As, Hg Pestisida : aldrin, dieldrin, baygon, dll Senyawa lain : siklamat, akarin, nitrat, nitrit, antibiotika, hormon, pewarna, dll Fisik, terlihat secara kasat mata Debu, tanah, kerikil, rambut, kotoran hewan, bulu, binatang kecil (cicak, serangga)

Waktu terjadinya pencemaran makanan Sebelum pengolahan makanan Tahap pra panen dan panen Tanah mengandung tinja, parasit Air tercemar kotoran, pestisida, logam berat, limbah pabrik Kontaminasi bakteriologis dari pelaku panen (luka, penyakit kulit), peralatan yg tidak bersih Tahap penyimpanan hasil panen Bakteriologis akibat suhu penyimpanan yg tidak sesuai Kimia oleh pestisida Fisik oleh tikus, serangga

Tahap pengolahan, penyimpanan, pengangkutan makanan Bakterilologis Kimia Fisik

Pencegahan Pencemaran Makanan Dilakukan pada setiap tahapan pengelolaan makanan : Tahap pemilihan bahan Pilih BM segar, utuh, tidak retak/pecah,terutama daging, ikan, susu, telur Tahap penyimpanan bahan makanan Simpan pada suhu yg sesuai, jauh dari serangga, tikus, pestisida

Tahap pengolahan makanan Pencucian BM dicuci dg air bersih mengalir, kp dg PK Alat dicuci dg air yg memenuhi syarat, menggunakan deterjen, keringkan (tanpa lap), simpan pd tempat yg aman dari debu, serangga, tikus Penjamah makanan Tidak sakit perut, kulit dan penyakit menular lainnya Periksa kesehatan rutin (2x/tahhun), kuku pendek dan bersih Pakaian khusus kerja (celemek,tutup rambut), tidak merokok, menggaruk2 hidung, telinga, selalu cuci tangan Proses memasak Suhu tertentu sesuai jenis bahan makanan Penggunaan BTM Gunakan yg sesuai persyaratan dan terdaftar Penggunaan peralatan Terbuat dari bahan yg aman

Tahap penyimpanan makanan Simpan di tempat tertutup, tidak kontak langsung dg tangan Tahap pengangkutan Kendaraan khusus makanan matang Kendaraan slalu bersi, ada sirkulasi udara, tertutup Tahap penyajian Tempat, alat bersih, penyaji berpakaian rapi, bersih, tutup rambut, celemek Tangan tidk kontak langsung dg makanan matang

Kesimpulan Terdapatnya bahan pencemar dlm makanan memberikan citra negatif bg jasa makanan Makanan berpera penting dlm kelangsungan hidup tapi dapat menjadi perkembangan bakteri Upaya pencegahan pencemaran makanan merupakan upaya utk memproduksi makanan sehat utk kepentingan masyarakat Upaya pencegahan tsb dilakukan pd setiap tahapan pengelolaan makanan